"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Jumat, 30 Juni 2017

RANCANGAN PADA LUMBA-LUMBA

    Lumba-lumba bernapas dengan menggunakan paru-paru sebagaimana halnya hewan menyusui lainnya, yang berarti mereka tidak dapat bernafas di dalam air seperti ikan. Karena itulah mereka dengan teratur berenang ke permukaan. Lubang semburan yang terletak di atas kepalanya berguna untuk menghirup udara. Alat ini dirancang sedemikian rupa agar ketika binatang ini menyelam ke dalam air, lubang tersebut menutup secara otomatis dengan tutup khusus untuk mencegah masuknya air. Tutup tersebut secara otomatis akan membuka lagi ketika lumba-lumba berada di permukaan air.
 Lompatan Lumba-Lumba
Sistem Yang Membantu Tidur Tanpa Tenggelam
    Lumba-lumba mengisi 80-90% dari paru-parunya dengan udara setiap kali mereka bernapas. Sebaliknya, pada kebanyakan manusia perbandingannya hanya sekitar 15%. Bernapasnya lumba-lumba merupakan suatu kegiatan sadar dan tidak terjadi dengan sendirinya sebagaimana halnya hewan menyusui.
    Dengan kata lain, lumba-lumba dengan sadar memutuskan untuk bernapas sebagaimana kita memutuskan untuk berjalan. Terdapat suatu sistem khusus untuk mencegah kematiannya ketika tidur di bawah permukaan air. Lumba-lumba yang tidur menggunakan sisi otak bagian kiri dan kanan bergantian selama sekitar 15 menit. Ketika salah satu sisi tersebut tidur, lumba-lumba menggunakan sisi yang lain untuk berenang ke permukaan dan bernapas.
    Moncong lumba-lumba yang berbentuk paruh ini merupakan ciri lain yang meningkatkan kemampuan berenangnya. Hewan ini menggunakan sedikit tenaga untuk membelah air dan berenang pada kecepatan lebih tinggi. Kapal-kapal modern juga menggunakan haluan yang serupa dengan moncong hidung lumba-lumba yang dirancang dengan pola yang memperlancar aliran air untuk meningkatkan kecepatan kapal sebagaimana halnya lumba-lumba.
Kelompok Lumba-lumba
Kehidupan Bermasyarakat Lumba-Lumba
     Lumba-lumba hidup dalam suatu kelompok yang sangat besar. Untuk perlindungan, lumba-lumba betina dan bayi-bayinya ditempatkan di tengah kelompok. Lumba-lumba yang sakit tidak ditinggalkan sendiri, melainkan tetap diurus oleh kelompok tersebut hingga mati. Ikatan yang saling berketergantungan ini terbentuk sejak hari pertama bayi lumba-lumba bergabung dengan kelompoknya.
    Bayi lumba-lumba dilahirkan dengan mengeluarkan ekornya terlebih dahulu. Dengan cara ini sang bayi tetap mendapat pasokan oksigen selama masa persalinan. Ketika pada akhirnya kepalanya keluar, lumba-lumba yang baru lahir tersebut menuju permukaan untuk menghirup udara pertamanya. Pada umumnya, selama masa persalinan, betina lain menemani induk yang melahirkan itu.
    Induk lumba-lumba mulai merawat bayinya segera setelah lahir. Bayi lumba-lumba, yang bibirnya belum mampu menghisap, mendapatkan susu melalui dua tempat yang keluar dari sebuah celah pada permukaan perut sang induk. Ketika ia membuka dengan perlahan bagian ini, susu itupun keluar. Bayi lumba-lumba meminum lusinan liter susu setiap hari. Sejumlah 50% dari susu tersebut mengandung lemak (bandingkan dengan 15% lemak pada susu ternak), yang dengan cepat bekerja membangun lapisan kulit yang dibutuhkan untuk mengatur suhu tubuh.
    Betina lainnya juga membantu sang bayi sewaktu menyelam dengan cepat, dengan mendorong mereka ke bawah. Bayi lumba-lumba yang baru lahir juga diajarkan mengenai berburu dan menggunakan sonar penentuan tempat dengan gema yang dimilikinya, sebuah proses pendidikan yang berlangsung selama bertahun-tahun. Ada kalanya, lumba-lumba muda tidak akan meninggalkan suatu anggota keluarga hingga 30 tahun lamanya.
Lompatan Sepasang Lumba-lumba

Sistem Pencegahan Kejang
    Lumba-lumba mampu menyelam ke kedalaman yang tidak tertandingi oleh manusia. Pemegang rekor untuk ini adalah suatu jenis Paus yang mampu menyelam hingga kedalaman 9900 kaki (3000 meter) dalam sekali napas. Baik lumba-lumba maupun Paus diciptakan cocok untuk cara menyelam seperti ini. Ekor pipihnya membuatnya menyelam dan menuju permukaan jauh lebih mudah.
    Segi lain dari rancangan untuk menyelam ini adalah pada paru-paru mereka : ketika mereka menyelam semakin dalam, berat air di atasnya, yakni tekanannya, akan meningkat. Tekanan udara di dalam paru-paru juga akan meningkat untuk mengimbangi tekanan di luar tubuhnya. Jika tekanan yang sama dikenakan pada paru-paru manusia, maka manusia dengan mudah akan binasa. Untuk mengatasi bahaya ini, terdapat suatu sistem pertahanan khusus yang terdapat pada tubuh lumba-lumba : bronkus dan alveolus (sel udara) di dalam paru-paru lumba-lumba dilindungi oleh rantai tulang rawan yang sangat tinggi daya tahannya.
Animasi Kehidupan Lumba-Lumba
    Contoh lain mengenai kesempurnaan penciptaan tubuh lumba-lumba adalah sistem yang mencegah terjadinya kejang. Ketika sang penyelam naik ke permukaan terlalu cepat, mereka akan menghadapi bahaya tersebut. Sebab kejang ini adalah masuknya udara langsung ke dalam darah dan terbentuknya gelembung udara di dalam nadi. Gelembung udara ini dapat menyebabkan kematian karena mencegah peredaran darah. Paus dan lumba-lumba ternyata justru tidak menghadapi bahaya seperti itu meskipun mereka juga bernapas dengan menggunakan paru-paru. Ini karena mereka menyelam dengan paru-paru yang tidak dipenuhi udara, melainkan kosong. Karena tidak terdapat udara di dalam paru-paru mereka, mereka tidak akan mengalami resiko terjadinya kejang.
    Meskipun demikian, hal tersebut menimbulkan pertanyaan : Jika mereka tidak memiliki udara dalam paru-parunya, mengapa mereka tidak mati lemas karena kekurangan oksigen ?

Jawaban pertanyaan ini terdapat pada protein mioglobin yang ditemukan pada jaringan otot mereka dalam jumlah besar. Protein mioglobin memiliki daya ikat oksigen yang tinggi, sehingga oksigen yang diperlukan oleh hewan ini tidak disimpan di dalam paru-paru melainkan langsung di dalam otot mereka.
    Lumba-lumba dan Paus dapat berenang tanpa bernapas selama waktu yang panjang, dan dapat menyelam sedalam yang mereka inginkan. Manusia juga memiliki protein mioglobin, namun hal itu tidak menghasilkan keadaan yang sama karena volumenya jauh lebih kecil. Penyesuaian biokimia yang khas pada lumba-lumba dan paus tersebut, tentu merupakan bukti nyata tentang perencanaan yang sengaja. Allah telah menciptakan hewan menyusui di laut. seperti halnya hewan-hewan lainnya, dengan bentuk tubuh yang paling sesuai dengan keadaan tempat mereka tinggal.

Sumber : Harun Yahya : Keajaiban Desain Di Alam

Kamis, 29 Juni 2017

BABI TANAH : PENGHUNI SABANA AFRIKA

    Babi tanah atau aadvark adalah kelompok mamalia yang hanya terdiri dari satu spesies, yaitu Orycteropus afer. Semula, babi tanah dimasukkan ke dalam bangsa Edentata bersama dengan armadilo, kuskus dan pemakan semut. Namun karena memiliki struktur gigi pipa yang berbeda dari anggota Edentata, babi tanah kemudian diklasifikasikan dalam bangsa Tubulidentata (mamalia bergigi tabung). Babi tanah bisa dijumpai di daerah gurun, sabana, hutan, dan semak-semak di Afrika. 
Babi Tanah (Aardvak) yang sedang makan serangga
    Struktur gigi babi tanah terdiri dari pipa-pipa halus. Gigi gerahamnya tidak memiliki akar atau email. Gigi taring dan gigi seri hewan ini mengalami reduksi total. Gigi bibi tanah akan tumbuh kembali jika tanggal. Babi tanah termasuk hewan yang bertubuh kekar. Bobot hewan ini mencapai 65 kg, panjangnya kurang lebih 200 cm (termasuk ekor), dan tinggi bahunya sekitar 60 cm. Kulitnya berwarna cokelat keabu-abuan dengan bulu yang tidak terlalu tebal. Kepala babi tanah yang memanjang dan langsing memiliki bentuk moncong seperti babi. Telinganya mirip telinga kelinci, berukuran besar dan panjang, serta dapat berdiri tegak.

 Aardvak (Babi Tanah) Menggali liangnya.
Liang Babi Tanah
    Babi tanah mempunyai empat cakar yang kuat pada tungkai depan dan lima cakar yang berbentuk seperti sekop pada tungkai belakang. Dengan cakarnya yang kuat, babi tanah mampu menggali liang sepanjang 3-13 m dengan cepat. Liang tersebut berfungsi sebagai tempat tinggalnya pada siang hari. Ketika menggali, babi tanah bersandar pada tungkai belakang dan ekornya. Tanah yang digali lalu di dorong ke belakang lewat bagian bawah tubuhnya. Dalam setiap liang biasanya hanya terdapat seekor babi tanah. Namun seekor babi tanah bisa memiliki beberapa liang yang berjauhan. Liang babi tanah biasanya bercabang-cabang.
    Apabila merasa terancam, babi tanah dapat menghilang ke dalam liang dengan cepat. Kemampuan ini sangat bermanfaat untuk menghindari para predator, misalnya singa, macan tutul, dan hiena. Sebenarnya babi tanah bukanlah hewan penakut. Dalam keadaan terdesak, hewan ini dapat membela diri dengan ekor dan cakarnya. Cakar babi tanah sering digunakan untuk memukul lawannya dengan keras. Karena terlalu sibuk menggali liang baru, maka liang babi tanah yang lama sering digunakan oleh hewan lain, seperti anjing liar afrika (Lycaon pictus).
Anak babi tanah menyusu pada Induknya
Hewan Soliter
    Babi tanah merupakan hewan soliter atau penyendiri yang hanya berpasangan pada saat musim kawin. Setelah mengalami masa hamil selama 7 bulan, induk babi tanah akan melahirkan seekor bayi dalam liangnya. Ketika lahir, bobot bayi babi tanah mencapai 2 kg dan bentuk cakarnya sudah tampak sempurna. Setelah beberapa minggu, anak babi tanah dapat meninggalkan liang untuk mencari pakan bersama induknya. Anak babi tanah baru bisa menggali liangnya sendiri setelah berumur 6 bulan. Organ seksual babi tanah mencapai masa matang pada umur 2 tahun.
Babi Tanah adalah hewan yang soliter
Focmicivora
    Meskipun sering mencari pakan pada malam hari, babi tanah memiliki penglihatan yang buruk. Oleh sebab itu, babi tanah mengandalkan pendengarannya yang tajam untuk mencari mangsa. Babi tanah adalah pemakan semut dan rayap (formicivora). Babi tanah menggunakan cakarnya yang kuat untuk menerobos sarang rayap yang keras. Babi tanah lalu menjilati rayap-rayap yang keluar dari sarangnya dengan lidahnya yang panjang dan lengket. Moncong babi tanah memiliki bulu-bulu yang kaku seperti sikat. Bulu tersebut berfungsi untuk melindungi lubang hidung terhadap serangan serangga.
    Selain rayap dan semut, babi tanah juga makan buah-buahan yang mengandung banyak air, misalnya mentimun. Dengan mengkonsumsi buah-buahan itu, babi tanah bisa bertahan hidup di daerah kering. Ketika mencari pakan, babi tanah sanggup menempuh jarak yang sangat jauh hingga 10-30 km. Karena gemar memakan semut dan rayap, babi tanah dapat berperan sebagai pembasmi serangga. Hewan ini mampu makan sebanyak 50.000 serangga dalam semalam. Di alam babi tanah bisa hidup sampai umur 15 tahun. Adapun di kebun binatang, umur babi tanah bisa mencapai 24 tahun.

Sumber : Ensiklopedi Umum Untuk Pelajar

Rabu, 28 Juni 2017

DANAU : BENTANG ALAM PERAIRAN DI DARATAN

    Danau adalah kumpulan air luas yang dikeliingi daratan. Danau terdapat hampir di seluruh pelosok bumi. Ada danau yang terletak di kawasan sangat tinggi dan ada pula di bawah ketinggian permukaan laut. Sejumlah besar danau terletak di kawasan yang pada masa silam tertutup gletser. Di kawasan pegunungan, aliran gletser mengikis tanah hingga tercipta lembah dalam yang kemudian terisi air. Di daerah yang tidak bergunung, gletseir membuat celah di tanah dan menggenanginya ketika mencair. Kawasan lain yang memiliki banyak danau adalah daerah yang terletak di lapisan batu kapur. Di daerah batu kapur, air bawah tanah lambat laun mengikis bebatuan hingga merengkah dan permukaan atasnya anjlok hingga terbentuk celah besar yang menjadi danau setelah terisi dengan air.
Animasi Danau di Taman Nasional Yellow Stone, Amerika Serikat
Air Danau
    Sebagian danau terisi dengan air sungai dan aliran air pegunungan. Danau lain tampaknya tidak memiliki aliran air masuk, tetapi hanya terisi dengan mata air atau sungai bawah tanah. Bahkan ada danau yang memiliki pasokan air, namun tidak memiliki aliran pembuangan, misalnya danau Great Salt Lake di Utah, Amerika Serikat.

Danau Mati
    Danau yang kini masih ada pada suatu ketika bisa saja menghilang atau mengering karena perubahan cuaca atau perubahan aliran air yang menggenanginya. Letusan gunung api dan gempa bumi bisa mengubah permukaan daratan di seputar danau dan menyebabkan danau mengering. Dengan kata lain, danau bisa saja mati atau kering karena airnya tersedot ke himpunan air lainnya.

Habitat Danau
    Dalam danau tercipta dunia flora dan fauna sendiri. Ada tumbuhan di bawah permukaan air, ada yang berakar di dasar danau, dan ada pula yang mengambang. Vegetasi ini menjadi sumber makanan bagi hewan air, seperti serangga air, siput, penyu dan ikan. Danau juga menjadi habitat berbagai jenis burung seperti itik, belibis, angsa dan flamingo. Bagi hewan darat, danau juga menjadi sumber air minum dan makanan.
Animasi Danau Gunung Matterhorn Swiss
Manfaat Danau
    Adanya danau besar di suatu wilayah mempengaruhi kehidupan penduduk di sekitarnya. Danau berpengaruh pada cuaca yang mencakup kawasan luas. Pada musim panas, udara di sekitar danau tidak sepanas di tempat lain karena angin yang bertiup di permukaan danau membawa udara sejuk. Pada musim dingin danau tidak begitu cepat dingin seperti daerah lain serta menciptakan udara yang lebih hangat. Selain itu, dapat digunakan untuk irigasi pertanian, air minum, pembangkit listrik dan rekreasi.

Selasa, 27 Juni 2017

PENGERTIAN GEOGRAFI MENURUT PARA AHLI


Pengertian Geografi menurut beberapa pakar Geografi di dunia antara lain :
  1. Menurut Erastothenes , Geografi adalah penulisan tentang bumi. Definisi ini sesuai denganperkembangan geografi pada masa itu yang membicarakan keadaan daerah lain (geo = bumi; graphein = penulisan atau uraian).
  2. Menurut Claudius Ptolomaeus, geografi adalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi.
  3. John Mackinder (1861-1947) seorang pakar geografi memberi definisi geografi sebagai satu kajian mengenai kaitan antara manusia dengan alam sekitarnya.
  4. Ekblaw dan Mulkerne mengemukakan, bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi dan kehidupannnya, mempengaruhi pandangan hidup kita, makanan yang kita konsumsi, pakaian yang kita gunakan, rumah yang kita huni dan tempat rekreasi yang kita nikmati.
  5. Strabo , Menyebutkan bahwa geografi erat kaitannya dengan karakteristik tertentu mengenai suatu tempat dengan memperhatikan juga hubungan antara berbagai tempat secara keseluruhan. Geografi sejak perkembangannya,dimulai dari menceritakan tentang daerah lain, sudah lebih di khususkan lagi dan sudah adanya konsep region yaitu daerah yang sudah mempunyai cirikhas tersendiri dan adanya hubungan antardaerah (tempat).
  6. Bintarto (1977) Geografi Ilmu mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaanbumi dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di permukaan bumi, baik secarafisik maupun yang menyangkut makhluk hidup beserta permasalahannyamelalui pendekatan keruangan, ekologi, dan regional untuk kepentinganprogram, proses, dan keberhasilan pembangunan
  7. Preston E. James, mengemukakan geografi berkaitan dengan sistem keruangan, ruang yang menempati permukaan bumi. Geografi selalu berkaiatan dengan hubungan timbal balik antara manusia dan habitatnya.
  8. Menurut Ullman (1954), Geografi adalah interaksi antar ruang.
  9. Maurice Le Lannou (1959) mengemukakan bahwa Objek study geografi adalah kelompok manusia dan organisasinya di muka bumi
  10. Paul Claval (1976) berpendapat bahwa Geografi selalu ingin menjelaskan gejala gejala dari segi hubungan keruangan
  11. Karl Ritter ,  Geografi adalah ilmu tentang daerah yang berbeda-beda di permukaan bumi (Different areal) dalam keragamannya.
  12. John Hanrath , Geografi adalah pengetahuan yang menyelidiki persebaran gejala-gejala fisik biologis serta antropologis pada ruang di permukaan bumi , sebab akibat dan gejala menurut ukuran nilai, motif yang hasilnya dapat dibandingkan.
  13. Vernor E. Finch dan Glen Trewartha (1980), Geografi adalah deskripsi dan penjelasan yang menganalisis permukaan bumi dan pandangannya tentang hal yang selalu berubah dan dinamis, tidak statis dan tetap. Dari pengertian di atas Vernor & Glen menitikberatkan pada aspek fisik yang ada di bumi yang selalu berubah dari masa ke masa.
  14. Hartshorne (1950) , Geografi adalah ilmu yang berkepentingan untuk memberikan deskripsiyang teliti, beraturan, dan rasional tentang sifat variabel permukaan bumi. Dalampandangan Hartshorne, geografi adalah suatu ilmu yang mampu menjelaskan tentang sifat-sifat variabel permukaan bumi secara teliti, beraturan, dan rasional.
  15. Yeates (1963), Geografi adalah ilmu yang memerhatikan perkembangan rasional dan lokasi dari berbagai sifat yang beraneka ragam di permukaan bumi. Dalam pandangan Yeates, geografi adalah ilmu yang berperanan dalam perkembangan suatu lokasi yang dipengaruhi oleh sifat-sifat yang ada di permukaan bumi dengan tidak mengenyampingkan alasan-alasan yang rasional.
  16. Alexander (1958), Geografi adalah studi tentang pengaruh lingkungan alam pada aktivitas manusia. Dalam pandangan Alexander inilah mulai dibahas tentang hubungan timbal balik antara aktivitas manusia serta pengaruhnya terhadap lingkungan alam.
  17. Von Rithoffen (1905), Geografi adalah studi tentang gejala dan sifat-sifat permukaan bumi serta penduduknya yang disusun berdasarkan letaknya, dan mencoba menjelaskan hubungan timbal balik antara gejala-gejala dan sifat tersebut.
  18. Paul Vidal de La Blace (1915), Geografi adalah ilmu tentang kualitas negara-negara, dimana penentuan suatu kehidupan tergantung pada bagaimana cara manusia mengelola alam ini.
  19. Bisri Mustofa (2007), Geografi adalah ilmu yang menguraikan tentang permukaan bumi, iklim, penduduk, flora, fauna serta basil-basil yang diperoleh dari bumi.
  20. Herioso Setiyono (1996) , Geografi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya dan merujuk pada pola persebaran horisontal dipermukaan bumi.
  21. Depdikbud (1989)  , Geografi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang permukaan bumi, iklim, penduduk, flora, fauna, serta hasil yang diperoleh dari bumi.
  22. Hasil seminar dan lokakarya di Semarang (1988) –  ,Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan.
  23. Prof. Bintarto (1981) -, Geografi adalah ilmu yang mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.
  24. Richard Hartshorne ,Geografi adalah suatu disiplin ilmu yang menggambarkan dan menginterpretasikan karakteristik variabel – variabel dari suatu tempat ke tempat lain di permukaan bumi sebagai tempat hidup manusia.
  25. James Fairgrive (1966) ,Geografi memiliki nilai edukatif yang dapat mendidik manusia untuk berpikir kritis dan bertanggung jawab terhadap kemajuan-kemajuan dunia. Ia juga berpendapat bahwa peta sangat penting untuk menjawab pertanyaan “di mana” dari berbagai aspek dan gejala geografi.
  26. Frank Debenham (1950) , Geografi adalah ilmu yang bertugas mengadakan penafsiran terhadap persebaran fakta, menemukan hubungan antara kehidupan manusia dengan lingkungan fisik, menjelaskan kekuatan interaksi antara manusia dan alam.

 Aurora Borelais dan Australis di langit Kutub Bumi

Cabang – cabang geografi
  1. Biogeografi adalah bidang ilmu yang mempelajari serta berusaha untuk menjelaskan distribusi organisme di permukaan bumi. Di dunia ini dikenal 6 daerah biogeografi dengan masing-masing daerah yang memiliki perbedaan dan keseragaman tertentu (unik) dalam kelompok-kelompoknya.
  2. Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sejarah kehidupan di bumi termasuk hewan serta tumbuhan zaman lampau yang telah menjadi fosil.
  3. Hidrologi adalah cabang ilmu teknik sipil yang mempelajari pergerakan, distribusi, serta kualitas air di seluruh Bumi, termasuk siklus hidrologi serta sumber daya air. Orang yang ahli dalam bidang hidrologi disebut hidrolog , bekerja di dalam bidang ilmu bumi serta ilmu lingkungan, serta teknik sipil dan teknik lingkungan.
  4. Hidrogeologi (hidro- berarti air, dan -geologi berarti ilmu mengenai batuan) merupakan bagian dari hidrologi yang mempelajari penyebaran serta pergerakan air tanah dalam tanah dan batuan di kerak Bumi (umumnya dalam akuifer). Istilah geohidrologi sering digunakan secara bertukaran. Beberapa kalangan membuat sedikit perbedaan antara seorang ahli hidrogeologi dengan ahli rekayasa yang mengabdikan dirinya dalam geologi (geohidrologi), dan ahli geologi yang mengabdikan dirinya pada hidrologi (hidrogeologi).
  5. Oseanografi (berasal dari bahasa Yunani oceanos yang berarti laut dan γράφειν atau graphos yang berarti gambaran atau deskripsi juga disebut oseanologi atau ilmu kelautan) iyalah cabang dari ilmu bumi yang mempelajari segala aspek dari samudera dan lautan.
  6. Geologi (berasal dari Yunani γη- (ge-, “bumi”) dan λογος (logos, “kata”, “alasan”)) adalah Ilmu (sains yang mempelajari bumi, komposisinya, struktur, sifat-sifat fisik, sejarah, dah proses yang membentuknya.
  7. Geokimia adalah cabang ilmu geologi yang mempelajari komposisi-komposisi kimia bagian dari bumi misalnya pada lithosfer yang sebagian besar komposisi kimianya adalah silikat serta pada daerah stalaktit dan stalagmit banyak ditemukan CaCO3.
  8. Geomorfologi adalah ilmu yang mendeskripsikan, mendefinisikan, serta menjabarkan bentuk lahan dan proses-proses yang mengakibatkan terbentuknya lahan tersebut, serta mencari interaksi hubungan antara proses-proses didalam susunan keruangan (Van Zuidam, 1977).
  9. Geofisikaadalah bagian dari ilmu bumi yang mempelajari bumi menggunakan kaidah atau prinsip-prinsip fisika. Di dalamnya termasuk juga meteorologi, elektrisitas atmosferis dan fisika ionosfer. Pengukuran ini dapat ditafsirkan bagaimana sifat-sifat dan kondisi di bawah permukaan bumi baik itu secara vertikal maupun horisontal.
  10. Mineralogi merupakan ilmu bumi yang berfokus pada sifat kimia, struktur kristal, dan fisika (termasuk optik) dari mineral. Studi ini juga mencakup proses pembentukan dan perubahan mineral.
  11. Petrologi adalah bidang geologi yang berfokus pada studi mengenai batuan dan kondisi pembentukannya. Ada tiga cabang petrologi, berkaitan dengan tiga tipe batuan: beku, metamorf, dan sedimen. Kata petrologi itu sendiri berasal dari kata Bahasa Yunani petra, yang berarti “batu”.
  12. Vulkanologi merupakan ilmu tentang gunung berapi, lava, magma, dan fenomena geologi yang berhubungan. Seorang ahli vulkanologi iyalah orang yang melakukan ilmu pada bidang ini. Istilah vulkanologi berasal dari Bahasa Latin Vulcan, dewa api Romawi.
  13. Demografi, adalah ilmu yang mempelajari serta menguraikan tentang penduduk. Komposisi penduduk, jumlah penduduk serta sebagainya perlu diketahui untuk menentukan pola konsumsi penduduk terhadap barang tertentu
  14. Antropologi, adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia khususnya mengenai ciri, warna kulit, bentuk fisik, masyarakat dan kebudayaannya. Adat istiadat penduduk perlu diketahui untuk mengetahui kebiasaan sehari-hari, barang yang diperlukan, bahan makanan yang dikonsumsi, dan sebagainya.
  15. Astronomi ialah ilmu yang mempelajari benda benda langit di luar atmosfer bumi, seperti matahari, bulan, bintang & ruang angkasa.
  16. Geografi Matematik ialah ilmu geografi yang berkenaan dengan perkiraan bentuk, ukuran serta gerakan bumi: lintang serta bujur geografi, meridian, parallel, luas permukaan bumi, dan sebagainya.
  17. Geografi historik ialah cabang geografi yang mempelajari bumi yang ditinjau dari sudut sejarah serta perkembangannya.
  18. Geografi regional ialah cabang geografi yang secara khusus mempelajari suatu kawasan tertentu.
  19. Geografi politik ialah cabang geografi yang secara khusus mengkaji kondisi- kondisi goegrafis di tinjau dari sudut politik atau kepentingan Negara.
 Sumber : www.gurupendidikan.com


Selamat Ulang tahun untuk seseorang yang lahir di tanggal 27 Juni ini