"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)
Tampilkan postingan dengan label BURUNG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BURUNG. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Januari 2017

PELIKAN : BURUNG AIR BERPARUH BESAR

   
     Pelikan atau burung undan adalah kelompok burung air dari suku Pelecanidae yang memiliki sayap lebar, paruh dan leher panjang, serta kantong leher lebar. Anggota ordo Pelicaniformes ini umumnya tersebar di daerah tropika dan subtropika, terutama di pantai, danau dan sungai. Di beberapa negara Amerika Utara dan Eropa, pelikan terancam punah akibat perburuan dan penggunaan bahan kimia pertanian.
 Pelikan Putih Timur
      Tubuh pelikan berukuran besar dengan panjang m3ncapai 180 cm, bobot mencapai 15 kg, dan rentangan sayap sekitar 3 m. Bulu burung ini biasanya berwarna terang dengan kombinasi putih, abu-abu dan cokelat. Kepala bagian belakang memiliki bulu yang berbentuk seperti jambul. Paruh pelikan yang panjang dilengkapi dengan kantong yang sangat lentur. Kantong ini akan mekar bila pelikan mencelupkan paruhnya ke dalam air untuk mencari ikan. Burung ini memiliki empat jari kaki yang beselaput renang. 
Pelikan Abu-abu

Telur Pelikan
    Meskipun pelikan merupakan perenang yang andal, namun hewan ini berjalan di darat dengan lambat. Hal tersebut disebabkan oleh badannya yang besar dan kakinya yang pendek. Pakan utama pelikan adalah ikan. Hewan ini mencari ikan secara sendirian atau berkelompok.

Kelompok Pelikan Putih Amerika
    Masa kawin pelikan biasanya berlangsung secara singkat. Pelikan betina menghasilkan 2-3 telur yang berbentuk lonjong dan berwarna putih. Telur pelikan dierami secara berkelompok, baik oleh pelikan jantan maupun betina secara bergantian. Pelikan putih timur (Pelecanus onocrotallus) mengerami telur dalam sebuah kelompok yang anggotanya mencapai 40.000 pasang. Masa pengeraman berlangsung selama 35-37 hari. Pelikan muda mulai belajar terbang pada umur 60-70 hari. Setelah mampu terbang dan menangkap ikan, pelikan muda akan memisahkan diri dari kelompoknya.
Formasi terbang burung membentuk huruf V
Formasi Terbang
    Pada dasarnya, pelikan merupakan hewan yang bermigrasi (berpindah tempat), terutama pada musim dingin. Hewan ini menempuh perjalanan yang sangat jauh untuk mencari makanan. Migrasi tidak hanya dilakukan oleh pelikan yang hidup di daerah subtropika karena pelikan yang hidup di daerah tropika juga melakukannya. Ketika bermigrasi, kelompok pelikan akan membentuk formasi terbang seperti huruf V setelah mencapai ketinggian tertentu.

Pelikan Cokelat Amerika
Pelikan Cokelat Amerika
    Di Eropa, populasi pelikan putih timur (Pelecanus onocrotalus) terus berkurang karena diburu oleh manusia. Selama kurun waktu 1940-1970, penggunaan berbagai pestisida pertanian seperti DDT (dikloro difenil trikloroatana), menyebabkan populasi pelikan cokelat amerika (Pelacanus occidentalis) menurun secara tajam. Oleh sebab itu beberapa negara di Amerika, seperti Amerika Serikat dan Brazil, melindungi dan menetapkan Pelikan cokelat amerika sebagai spesies yang terancam punah (endegered species).

Pelikan Keriting
Genus Pelecanus
    Suku Pelecanidea hanya terdiri dari 1 genus (marga) saja, yaitu Pelecanus. Saat ini, genus tersebut terdiri dari tujuh spesies yaitu pelikan putih amerika (Pelecanus erythorhynchos), pelikan putih timur (Pelecanus onocratalus), pelikan keriting (Pelecanus crispus), pelikan kacamata australia (Pelecanus conspicillatus), pelikan punggung merah afrika  (Pelecanus rufrescens), pelikan cokelat amerika (Pelecanus occidentalis) dan pelikan abu-abu asia atau pelikan paruh bercak (Pelecanus philiippensis).

MERPATI : BURUNG LAMBANG KESETIAAN

 
 Merpati Putih, Lambang Kesetiaan
 Merpati yang disebut juga burung dara merupakan nama sekelompok burung dari suku merpati-merpatian (Columbidae) dan bangsa Columbiformes. Burung ini terdapat hampir di seluruh belahan dunia, kecuali darah kutub dan beberapa kepulauan samudera. Merpati juga adalah salah satu burung yang suka hidp dekat dengan manusia. 

 Sepasang burung Perkutut, spesies merpati
    Ukuran tubuh, sayap, dan ekor merpati bervariasi. Bulunya berwarna khas, yakni abu-abu, cokelat atau merah muda dengan bercak-bercak kontras berwarna lebih terang. Merpati bertubuh gempal, berkepala kecil, dan berleher pendek.Paruhnya berbentuk khas dengan tonjolan pada pangkal paruh sebelah atas  (sora). Pada umumnya kaki merpati berwarna kemerah-merahan. Di bawah matanya terdapat pelupuk mata ketiga berupa selaput bening yang berfungsi membantu merpati menutup matanya atau untuk berkedip.

Reproduksi
    Merpati hidup berkelompok atau berpasangan di pepohonan. Pakan merpati berupa buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, putik tanaman, daun-daunan, cacing atau ulat. Pakan yang sudah dimakan disimpan di temboloknya. Merpati memiliki lambung pengunyah yang kuat dan besar. Dengan bantuan kerikil kecil, makanan digiling menjadi lumat. Dalam kehidupannya, seekor merpati yang berusia 6-9 bulan mulai mencari pasangan.

Anakan Merpati
    Merpati adalah burung yang setia kepada pasangannya. Untuk menarik sang betina, sang jantan akan mengeluarkan suara khas. Selain itu, burung jantan sering melakukan peragaan terbang dengan cara terbang tinggi berputar-putar kemudian menukik ke tempat asalnya dengan sayap dan ekor yang terentang. Merpati betina hanya dapat bertelur 1-2 butir yang diletakkan di sarang yang terbuat dari ranting-ranting. Telur dierami selama 2,5 minggu oleh betina dan jantan secara bergantian.
    Anak merpati yang baru lahir hanya terbalut beberapa helai bulu tipis yang kemudian tumbuh dengan cepat. Secara bersama-sama, induk jantan dan betina membesarkan anaknya.

Burung Merpati, setia pada pasangannya
Spesies
    Ada 4 subsuku dalam lingkup suku merpati, yaitu Columbinae yang merupakan subsuku merpati biasa dan berbagai merpati dari Amerika Selatan, antara lain merpati kuau (Otidiphaps nobiliis) di Papua, puyuh (Geotrygon) di Amerika Selatan dan Amerika Tengah, serta perkutut (Geopelia striata) di Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, dan Australia. Subsuku lain adalah Treroninae yang mencakup burung dara hutan pemakan buah-buahan dan subsuku Gourinae (burung dara mahkota) yang hanya mencakup tiga spesies dari marga Goura di Papua.

Burung Dara
   Selain itu, merpati dari subsuku Diduncilinae (burung dara berparuh gigi) yang hampir punah, berasal dari Samoa dan membuat sarangnya di atas permukaan tanah. Dari semua spesies merpati-merpatian, yang terkecil adalah perkutut, sedangkan yang terbesar adalah mambruk. Beberapa spesies merpati hidup sebagai burung piaran manusia, antara lain merpati yang berasal dari keturunan burung dara karang-eropa (Columba livia) yang habitat aslinya di Eropa Barat, Afrika Utara dan Asia Barat.

Burung Perkutut
Kemampuan Merpati
    Keindahan terbang merpati membuat banyak orang melatih burung ini untuk dipamerkan. Selain itu suara merdu beberapa spesies merpati seperti perkutut (tekukur), dapat dijadikan hiburan. Karena itu, kedua kemampuan tersebut sering diperlombakan. Kemampuan lain merpati bagi manusia tampak pada Perang Dunia II, ketika merpati berperan sebagai pengantar surat dalam membantu jalannya komunikasi di wilayah peperangan. Surat diikatkan pada seekor merpati jantan, dengan mengumpankan merpati betina pasangannya di tempat tujuan, si jantan akan mencari hingga menemukannya. Surat akan sampai ke tujuan sekaligus jantan bertemu dengan betina  sang kekasih pasangan setianya.
Mambruk atau Dara Mahkota dari Papua
Belajar Dari Merpati
  1. Merpati adalah burung yang tidak pernah mendua hati. Coba perhatikan, apakah ada merpati yang suka berganti pasangan? Jawabannya adalah “tidak”! Pasangannya cukup 1 seumur hidupnya.
  2. Merpati adalah burung yang tahu kemana dia harus pulang. Betapapun merpati terbang jauh, dia tidak pernah tersesat untuk pulang. Pernahkah ada merpati yang pulang ke rumah lain? Jawabannya adalah “tidak”!
  3. Merpati adalah burung yang romantis. Coba perhatikan ketika sang jantan bertalu-talu memberikan pujian, sementara sang betina tertunduk malu. Pernahkah kita melihat mereka saling mencaci? Jawabannya, “tidak”!
  4. Burung merpati tahu bagaimana pentingnya bekerja sama. Coba perhatikan ketika mereka bekerja sama membuat sarang. Sang jantan dan betina saling silih berganti membawa ranting untuk sarang anak-anak mereka. Apabila sang betina mengerami, sang jantan berjaga di luar kandang. Dan apabila sang betina kelelahan, sang jantan gantian mengerami. Pernahkah kita melihat mereka saling melempar pekerjaannya? Jawabannya, “tidak”!
  5. Merpati adalah burung yang tidak mempunyai empedu, ia tidak menyimpan “kepahitan” sehingga tidak menyimpan dendam.
Burung Merpati tak pernah ingkar janji, terbang kembali kepada pasangannya
Jika seekor burung merpati bisa melakukan hal-hal di atas, mengapa manusia tidak bisa? Hidup itu indah jika kita saling mengerti, berbagi, dan menghargai! Setuju..?

Jumat, 30 Desember 2016

JALAK : BURUNG PENYANYI YANG EKSOTIS

   Jalak adalah nama kelompok burung dari suku Sturnidae dan bangsa Passeriformes (burung penyanyi). Jalak merupakan peniru bunyi yang ulung dengan pekik dan nyanyian berupa campuran nada nyaring yang melengking tinggi dan tajam, kadang-kadang bermelodi, namun kebanyakan parau.
    Ada sekitar 100 spesies burung jalak. Pada umumnya, bulu kepala dan tenggorokan jalak berwarna hitam dengan paruh ramping dan runcing. Sikap tubuhnya tegak dengan panjang sekitar 25 cm dan bulunya halus mengkilap. Penampilan jalak betina dan jantan hampir tidak berbeda. 


 Jalak Suren Jawa
     Spesies dari marga Strnus memiliki bulu panjang runcing di kepala dan tenggorokkan. Warnanya abu-abu gelap, putih, dan kuning gelap. Meskipun jarang, ada spesies yang berwarna merah jambu dengan bercak gelap yang memantulkan warna pelangi.


Jalak Nias
Penyebaran
    Jalak biasa (Sturnus vulgaris) terdapat di Amerika Utara dan Australia. Adapun jalak merah jambu (Sturnus roseus) adalah burung dari stepa Asia. Beberapa jalak dari marga Myna hidup terisolasi di pulau-pulau di Indonesia dan daerah Pasifik. Beberapa spesies jalak lainnya tersebar di Afrika dan wilayah Samudera Hindia. 

Jalak kebo
Makanan
    Jalak memangsa serangga, larva dan hewan tak bertulang belakang lainnya, seperti cacing. Jalak juga memakan buah-buahan dan biji-bijian. Burung ini mencari makan di permukaan tanah dan dapat berjalan serta berlari dengan mudah untuk mendapatkan makanannya. Jalak mencari makan dengan cara menusukkan paruh tajamnya ke tanah gembur, membongkar tanah, menatap baik-baik mangsanya, lalu menangkap dan memakannya. Pada saat tidak musim mengeram, jalak hidup berkelompok. Pada saat berkelompok ini pula mereka mencari makan.

Anak Jalak Bali di dalam sarang
Sarang
    Jalak membangun sarangnya sendiri. Namun ada beberapa jenis yang bersarang berdekatan, misalnya jalak ungu (Aplonis metalica) membangun sarangnya secara berkelompok dengan yang lain di pepohonan. Pada umumnya sarang jalak terbuat dari batang padi (jerami) dan rerumputan lainnya dari ketiak daun pohon palem atau kelapa. Jalak betina bertelur di sarangnya. Telurnya berjumlah tiga butir dan berwarna hijau muda. Ada pula bintik merah tipis dan secara bertahap berubah menjadi biru.
Kelompok burung Jalak suren
Berkelompok
    Di luar musim mengeram, jalak hidup berkelompok. Dalam kelompok-kelompok itu mereka mencari makan. Pembentukan kawanan besar merupakan tabiat yang khas dari burung ini. Mereka kadang-kadang memperagakan gaya terbang manuver secara bersama-sama. Jalak juga memiliki hubungan simbiosis mutualistis dengan kerbau. Jalak memakan kutu dan caplak (penghisap darah) yang mengganggu kerbau.

Jalak Bali
Jalak Bali
    Jalak bali sering disebut juga curik bali. Jalak bali hanya dijumpai di bagian barat Bali dan timur Jawa Timur. Ciri fisik jalak bali ditandai oleh bulu yang sebagian besar berwarna putih dengan kulit sulah biru cerah di sekitar mata dan jambul halus seperti duri tegak. Ujung sayap dan ujung ekornya berwarna hitam. Jalak Bali hidup berkelompok dan membuat sarang di pohon yang tinggi dan besar. Pada musim kawin, jalak bali selalu berpasangan, yang jantan menari dan bernyanyi menunjukkan keindahannya kepada si betina agar tertarik untuk kawin dengannya. Sejak 1970, jalak bali termasuk satwa yang dilindungi. Untuk menghindari kepunahannya, dilakukan konservasi jalak bali di Taman Nasional Bali Barat.
Sumber Referensi : Ensiklopedi Umum Untuk Pelajar

Sabtu, 10 Desember 2016

BURUNG LAUT : PENERBANG DI HABITAT LAUT

   
     Burung laut adalah semua jenis burung yang hidup di dekat laut, dapat terbang melayang di atas ombak, dan mencari makanan di pantai atau menyelam untuk mencari ikan. Termasuk ke dalam kelompok burung laut ini antara lain adalah albatros, camar, petrel, ganet, fregata, skua, guilemot, betet laut, dan penguin. Burung laut biasanya hidup berkelompok dan membesarkan anak-anak mereka di puncak batu karang atau pulau kecil agar dekat ke laut, sebagai tempat mereka dalam mencari makan.

Kelompok burung laut

    Kelompok burung laut meliputi antara lain Procellariiformes (bangsa burung paruh tabung) seperti albatros dan petrel , Pelecaniformes (bangsa pelikan) seperti ganet, burung tropik, pecuk padi dan fregata, Charadiiformes (bangsa burung pengarung) seperti camar, skua, geilemot, dan betet laut, serta Sphenisciformes (bangsa penguin). Kelompok burung laut ini hampir semuanya bertungkai selaput renang, mempunyai bulu kedap air, dan memiliki paruh tajam untuk menjepit ikan yang licin hasil buruannya.
Burung Albatros

Albatros
    Albatros merupakan burung laut pelayang dan memiliki sayap panjang. Ada 14 spesies albatros dan umumnya hidup di selatan khatulistiwa. Karakteristik paling penting pada albatros adalah gaya terbangnya. Mereka dapat melayang berjam-jam tanpa mengepakkan sayap sambil mencari ikan. Albatros memiliki bulu berwarna putih dan cokelat dengan warna cokelat lebih tua pada sayap, punggung dan ekor. Kepalanya besar dan paruhnya berbentuk kait kokoh dengan lubang hidung berhubungan dengan cuping seperti tabung.Mereka hidup berkelompok dan memakan segala macam hewan laut yang dijumpai di permukaan laut.
Burung Patrel

Patrel
    Petrel disebut juga perenang berhidung tabung karena struktur lubang hidung yang panjang, yang merupakan ciri khasnya. Beberapa yang terkenal adalah petrel badai dan petrel penyelam. Petrel badai merupakan burung laut sejati yang hidup dari berbagai macam hewan laut, seperti plangton, ikan dan cumi. Adapun petrel penyelam hanya terdapat di bumi selatan. Makanan utamanya adalah krustasea kecil dan ikan yang diperoleh di dekat pantai.
Burung Ganet

Ganet
    Ganet adalah burung laut besar yang beratnya hampir 3 kg. Sebagian besar waktunya dihabiskan dengan terbang karena hidup dari ikan yang ditangkap dengan tukikan sodok. Ganet hidup berkoloni dan berkembang biak di puncak karang. Kadang-kadang, lebih dari 50.000 ekor ganet bersarang di tempat yang sama.
Burung Camar

Camar
    Camar adalah burung laut perenang dan peterbang yang kuat. Camar lebih banyak terdapat di belahan bumi utara dan kawasan beriklim sedang, dibandingkan dengan belahan bumi selatan atau kawasan tropis. Burung camar sangat agresif dan bersuara berisik. Koloninya sering terbang mengikuti kapal nelayan untuk mencari sisa-sisa ikan.
Burung Skua

Burung Laut Lainnya
    Beberapa jenis burung laut lainnya adalah skua, geilemot, betet laut, burung tropik, fregata, pecuk padi, dan penguin. Skua memilih bangkai, telur dan anak burung laut lainnya. Skua besar bahkan menyerang burung lain saat terbang agar menjatuhkan makanannya yang lalu disambarnya. Guilemot dan betet laut adalah burung penyelam laut, bertubuh buntak dengan sayap pendek. Guilemot berparuh panjang dan runcing, sedangkan betet laut berparuh pendek dan pipih di bagian sisi samping.
Burung Fregata
    Adapun burung tropik berukuran cukup besar dan memiliki banyak persamaan dengan camar. Burung ini memiliki ekortengah sangat panjang dan paruh kokoh yang tajam untuk mencengkeram mangsa. Fregata adalah burung laut bukan perenang yang kemampuan terbangnya kuat. Fregata juga menghabiskan banyak waktunya di udara. Burung pucuk padi merupakan burung penyelam yang berleher dan berparuh panjang. Penguin adalah burung yang tidak dapat terbang. Mereka berenang dengan sayap untuk memburu ikan.
Burung Guilemot

Selasa, 29 November 2016

BETET : BURUNG PENIRU SUARA

 
    Betet merupakan nama kelompok burung dari suku Psittacidae dan termasuk dalam bangsa Psittaciformes. Suku Psittacidae mencakup sekitar 320 spesies burung. Sebagian besar spesies betet memiliki bulu yang cemerlang, meskipun ada yang berwarna abu-abu, hitam, atau cokelat. Betet mempunyai ciri-ciri paruh yang berbentuk kait, tungkai pendek, dan kaki yang mampu memanjat dengan baik. Habitat betet tersebar luas di wilayah beriklim sedang di bagian selatan.

Betet
    Suku betet (Psittacidae) meliputi empat subsuku yaitu : Strigopinae (mencakup semua spesies kakapo dari Selandia Baru), Cacatuinae (mencakup 17 spesies burung kakatua), Psittacinae (mencakup lebih dari 200 spesies betet yang terdapat di Amerika, Afrika, Asia dan Australia), dan Loriinae (mencakup nuri dan nuri kecil, betet kerdil, betet pematuk kayu, betet kaka, betet kea, dan betet padang rumput).
Betet Love Bird

Pakan dan Perkembangbiakan
    Makanan utama betet adalah buah-buahan dan biji-bijian, namun ada juga yang memakan serangga. Pada umumnya, betet membuat sarang di liang pepohonan, tetapi mereka kadang-kadang juga membuat sarang di liang-liang dalam kaktus, sarang semut, batu karang atau di bangunan gedung. Saatbertelur, betet menghasilkan 2-4 butir telur yang kemudian akan dierami oleh betina selama 3-4 minggu hingga menetas. Anak betet yang lahir baru dapat terbang setelah berusia sekitar tiga bulan.
    
Nuri Bayan
Bayan
    Bayan merupakan nama burung besar berwarna cemerlang yang termasuk suku betet . Ada sekitar 15 spesies burung bayan yang hidup tersebar di hutan basah tropis di Meksiko dan Amerika Tengah serta di Amerika Selatan. Bayan tergolong dalam burung yang paling cemerlang  tata warna bulunya. Sebagian besar spesies bayan berwarna kuning, hijau, biru, dan merah gemerlap. Suku Indian Amerika Selatan sejak dahulu telah memanfaatkan bulu-bulu burung ini sebagai hiasan pada ikat kepala atau pakaian mereka.
    Spesies bayan yang paling besar adalah bayan merah (Ara macao) dengan panjang tubuhnya mencapai 92 cm. Habitat burung ini terdapat mulai dari Meksiko hingga Bolivia. Bayan merah dan bayan kuning biru (Ara ararauna) merupakan spesies yang paling banyak dipelihara di kebun binatang.
Parkit

Parkit
    Parkit adalah nama yang diberikan kepada betet kecil atau berukuran sedang yang umumnya memiliki ekor panjang dari subsuku Psittacinae. Salah satu yang menarik adalah parkit dari genus Psittacula. Semua parkit dari genus ini mempynyai ekor panjang yang berujung lancip dan sebagian besar memiliki pola warna warni yang mencolok pada kepala dan menjadi pengimbang warna hijau yang merata pada badan dan sayap. Indonesia, Malaysia, dan Pasifik Selatan merupakan habitat sebagian besar parkit genus Psittacula ini.

Nuri
Nuri
    Nuri adalah nama jenis burung dari subsuku Lorinae dan merupakan burung yang paling cemerlang warna bulunya di antara semua kelompok betet. Penyebaran nuri terpusat di pulau Papua dan Maluku tengah, ditambah spesies berukuran kecil di Australia dan kepulauan Pasifik. Nuri hidup berkelompok dan menyukai hiruk pikuk. Mereka memakan nektar, buah-buahan dan juga serangga.

Parkit Hijau
Dilindungi
    Meskipun populasi burung suku betet (Psittacidae) belum terancam punah, sebagian diantaranya termasuk dalam katagori dilindungi atau boleh diperdagangkan dalam kuota ketat. Beberapa jenis burung yang dilindungi antara lain adalah Kakatua Jambul Kuning, Kakatua koki, dan Nuri papua kepala hitam. Adapun kelompok yang boleh diperdagangkan namun dalam kuota ketat oleh CITES (Convention on International Trade of Endengered Species of Wild Flora and Fauna), diantaranya adalah kakatua putih, betet kepala biru, dan Nuri merah papua. Perdagangan ilegal burung betet di Indonesia umumnya berasal dari wilayah Maluku dan Papua yang menyebar ke seluruh Indonesia.

Scarlet Macaw

Minggu, 27 Desember 2015

JENIS-JENIS BURUNG CENDRAWASIH DI INDONESIA

   Burung Cendrawasih merupakan idenditas Provinsi Papua, walaupun burung ini juga ditemukan di Provinsi Maluku Utara, Maluku dan Irian Jaya Barat. Jenis Burung ini termasuk dalam kelompok Fauna Australis yang habitatnya berada pada wilayah Sahul Plat yang dulunya menyatu dengan Benua Australia. Oleh karena itu jenis Burung ini juga ditemukan di benua Australia, Papua Nugini, Kepulauan Salomon dan Pulau-pulau di wilayah Pasifik bagian Barat.
   Burung Cendrawasih merupakan anggota Famili Paradisaedae dari ordo Passereformis. Keluarga burung Cendrawasih dikenal karena bulu burung jantan memiliki bulu panjang yang tumbuh dari paruh, kepala dan sayapnya. Ukuran burung Cendrawasih mulai dari Jenis Cendrawasih raja sekitar 50 gram beratnya dengan panjang 15 cm, burung Cendrawasih paruh sabit hitam mimiliki panjang sekitar 110 cm dan burung Cendrawasih Manukod Jambul bergulung dengan berat 430 gram.
   Burung Cendrawasih yang paling terkenal berasal dari genus paridesae termasuk spesies tipe Cendrawasih Kuning besar. Pada masa ekpedisi penjelajahan samudera burung ini sudah dikenal oleh para pedagang dari Eropa terutama Portugis dan bulunya menjadi hiasan yang indah di Eropa. Penduduk pribumi Papua saat itu sengaja memotong bagian sayap dan kaki burung ini untuk diperdagangkan dan menimbulkan kepercayaan penjelajah Eropa pada waktu itu bahwa burung ini tidak pernah mendarat namun tetap berada di udara karena bulu-bulunya. Inilah asal mula nama Bird Of Paradise atau Burung surga sebutan orang inggris dan nama jenis Apoda yang artinya tidak berkaki.
   Ada sekitar 13 Spesies Burung Cendrawasih ini diantaranya adalah :
1. Genus Manucodia antara lain Manucodia mengkilap, Manucodia Jodi, Manucodia leher berkerut, Manucodia Jambul bergulung,dan  manucodia terompet.
2. Genus Paradigalla, meliputi Paradigala ekor panjang dan paradigala ekor pendek.
3. Genus Astrapia antara lain Astrapia Arfak, Astrapia Elok, Astrapia ekor pita, Astrapia Stephanie dan Astrapa Huon.
4. Genus Parotia antara lain Parotia Sefilata, Carolae, berlepschi, lawessi, helenae, wahnesi
5. Genus Pteridophora yaitu Cendrawasih Panji
6. Genus Lophorina yaitu Cendrawasih kerah
7. Genus Ptiloris antara lain Ptiloris Magnificus, Intercedens, Paradiseus, Victorirae
8. Genus Epimachus antara lain Paruh sabit Kuri kuri, paruh sabit coklat, paruh sabit paruh hitam dan paruh sabit paruh pucat.
9. Genus Cicinnurus antara lain Cendrawasih belah rotan, Cendrawasih botak dan cendrawasih raja
10. Genus Semioptera yaitu Bidadari Halmahera
11. Genus Seleucidis yaitu Cendrawasih Mati kawat
12. Genus Paradisaea antara lain Paradisaea Minor, apoda, raggiana, decora, rubra, Gullielmi, dan Paradisaea Ruldolfi
13. Genus Malampita besar Cendrawasih Loria, Cendrawasih jambul, Cendrawasih dada kuning, penghisap madu elok malampitta kecil
   Masyarakat Papua sering memakai burung Cendrawasih dalam pakaian adat mereka dan di Eropa sering dijadikan topi wanita sehingga perburuan burung cendrawasih untuk diambil bulunya menyebabkan populasinya di alam liar semakin menurun terutama di akhir abad 19 dan awal abad 20. Saat ini Burung Cendrawasih telah dilindungi oleh pemerintah untuk mencegah dari kepunahan, namun pemerintah masih membolehkan penggunaan bulu burung Cendrawasih hanya terbatas untuk keperluan adat suku asli Papua.
Astrapia Stephanie
Astrapia Cemerlang, Pegunungan Jayawijaya
Astrapia Nigra, Pegunungan Arfak
Astrapia Ribbon Tail
Astrapia Ribbon Tail Maayeri
Bidadari Halmahera
Cendrawasih Mati Kawat
Cendrawasih Gagak
Cendrawasih Kuning Besar
Cendrawasih Belah Rotan
Cendrawasih Apoda Besar Kepulauan Aru
Cendrawasih Botak Pulau Waigeo
Cendrawasih Elok Wamena
Cendrawasih Kecil Minor
Cendrawasih Mati Kawat, Papua barat
Cendrawasih Merah, Pulau Batanta
Cendrawasih Panji, Lembah Beliem
Cendrawasih Raja
Cendrawasih Kuning Kecil
Cendrawasih Jambul
Cendrawasih Reggiana
Cendrawasih Goldies Emas
Cendrawasih Great Black Brown Bird
Manucodia Leher Kerut
Manucodia Kilap, Jayapura
Paradigalla Ekor panjang
Parotia Arfak
Paruh Sabit Ekor Kuning
Paruh Sabit Kuri-Kuri, Manukwari
Paruh Sabit Paruh Putih, Jayawijaya
Cendrawasih Ekor Panjang
Toowa Cemerlang, Kepala burung, Irian Jaya Barat

Sumber Artikel dan Foto : Wikipidea dan Kutilang.Com