"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)
Tampilkan postingan dengan label KARNIVORA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KARNIVORA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Mei 2017

SERIGALA : PENGUASA DAERAH TUNDRA

 
 Induk Srigala dan anak-anaknya
Serigala (Canis Lupus) adalah nama binatang liar yang termasuk famili Canidae dan sekerabat dengan rubah, anjing, serta koyote. Penampilannya hampir mirip anjing besar dengan bulu yang lebat, panjang, dan lembut yang warnanya bervariasi antara putih, coklat, merah, hitam dan kelabu. Serigala memiliki kepala yang besar dengan kuping berdiri, serta dada yang dalam namun sempit.

 Lolongan Serigala hutan
     Serigala hidup berkelompok yang terdiri dari 8-24 anggota. Anggota kelompok serigala mempunyai ikatan yang kuat antara satu dengan lainnya. Di dalam kelompok serigala terdapat pembagian tugas utama seperti menjaga anak dan keselamatan kelompok atau mencari makan. Setiap anggota mengetahui kedudukan masing-masing. Serigala yang mempunyai kedudukan tinggi adalah serigala yang dominan atau lebih kuat. Hal ini dapat diketahui dari pergerakan khas badan (bahasa badan).

 Kelompok Serigala hutan
Bahasa Badan
    Serigala akan menandai suatu wilayah melalui baunya. Daerah kekuasaan suatu kelompok dibatasi oleh air kencing pemimpinnya. Serigala yang lebih rendah kedudukannya juga menggunakan bahasa badannya untuk menunjukkan bahwa ia memiliki kepekaan mengetahui ketuanya. Bila ekor dan telinga serigala senantiasa terkulai ke bawah, hal ini menandakan sikap tidak melawan. Adapun bila telinganya terlentang pertanda serigala menyerah kalah pada serigala yang lebih tinggi derajatnya. Lolongan serigala memberi tanda kepada kumpulan lain supaya tidak memasuki wilayahnya. Dengan mengandalkan indra penciuman, pembauan dan penglihatannya, serigala mengetahui keberadaan mangsanya. Makanan utamanya adalah tikus, kelinci dan burung besar. Selain itu serigala makan herbivora besar seperti rusa, kambing, sapi, kerbau dan babi.

Sepasang Serigala
Reproduksi
    Serigala berkembang biak dengan cara beranak. Masa kehamilannya 9 minggu. Satu induk serigala dapat melahirkan kurang lebih 1-14 bayi yang keadaanya masih buta, lemah dan tuli. Selama 3 minggu bayi serigala diberi susu induknya dan makan sisa-sisa daging buruan serigala dewasa. Setelah berusia 2 bulan anak serigala meninggalkan sarangnya yang biasanya terdapat di gua, lubang pohon, atau lubang-lubang bawah tanah. Pada usia 6 bulan anak serigala mulai berburu dengan induknya. Di alam bebas serigala dapat mencapai usia hingga 10 tahun.
Anak Serigala bermain dengan induknya
Rubah
    Rubah berbeda dengan famili Canidae lainnya. Rubah lebih banyak menggunakan penangkapan bunyi dan bau daripada penglihatan dalam mencari mangsa. Hidupnya secara soliter. Perawakannya mirip anjing kecil yang ramping, namun ekornya berbulu lebat. Kupingnya besar, berdiri dan berujung runcing. Moncongnya panjang dan menyempit di bagian ujung. Rubah berkembang biak dengan cara beranak. Anak rubah diasuh induk jantan dan betina di dalam sarang selama lima minggu. Setelah itu anak rubah meninggalkan sarang mencari makan dan menghadapi kehidupannya sendiri.
Rubah Kucing
     Rubah kucing (Vulpes macrotis) dan rubah tangkas (Vulpes velox) menghuni kawasan Great plains di Amerika Utara sebelah barat. Sebagai penghuni prairi yang terbuka dan daerah gurun, mereka berwarna lebih pudar daripada rubah merah (Vulpes vulpes). Rubah kucing bergantung pada gerong-gerong sebagai tempat perlindungan mereka. Kegersangan habitat memaksa mereka untuk menjelajah lebih luas demi mendapatkan tikus atau kelinci.
Rubah Merah
Spesies Serigala
    Habitat asli serigala adalah hutan maupun daerah pegunungan yang jauh dari komunitas manusia, terutama di wilayah Amerika Utara dan wilayah Eurasia (Asia Utara-Eropa Utara). Terdapat dua spesies serigala yaitu Canis Rutilens (anjing hutan) yang berbulu kuning kelabu dan Canis Lupus yang hidup aktif pada malam hari dan berbulu kelabu kekuningan. Panjang tubuh serigala jantan sekitar 1-2 meter, sedangkan tubuh betina lebih kecil daripada jantan. Serigala jantan dan betina bersama-sama memelihara anak-anak mereka, bahkan sergala lain juga membantunya jika sang induk sedang berburu.

Sumber : Ensiklopedi Umum Untuk Pelajar

Jumat, 06 Januari 2017

MUSANG : KARNIVORA BERBAU KHAS

   
     Musang adalah jenis mamalia yang berperawakan mirip kucing kecil dan bermoncong panjang mirip anjing. Hewan yang termasuk suku Viverridae ini bertubuh dan berekor panjang. Warna tubuhnya bervariasi dengan garis-garis atau belang-belang. Hewan ini biasanya hidup di ranting pepohonan, lubang bawah tanah, pegunungan, perkebunan, maupun hutan. 

 Musang Melayu
    Di habitat aslinya, di daerah tropis, musang aktif pada malam hari. Hewan yang biasanya membunuh mangsa dengan menggigit dasar tengkoraknya ini berkembang biak dengan cara beranak. Pasangan kawin musang dapat dikenali dengan bau yang dikeluarkan oleh kelenjar analnya. Satu jantan musang dapat mengawini lebih dari tiga ekor musang betina setiap musim kawinnya. Satu betina dapat melahirkan 1-6 anak musang dengan masa kehamilan 2 bulan. Musang yang baru lahir sudah berbulu, namun matanya masih terpejam. Anak musang diasuh dan disusui induk betina selama setahun.
Musang air
Spesies Musang
    Ada beberapa spesies musang, antara lain musang air (Cynogale bennetti). Tubuhnya berwarna cokelat tua dengan bulu abu-abu samar dan bagian dalam pucat. Bibirnya lebar serta berwarna putih, dan misainya (kumis) sangat panjang. Musang yang bertelinga kecil ini makan katak, ikan air tawar, dan udang. Musang air terdapat di Vietnam, Thailand, Malaysia, serta Indonesia (Pulau Sumatera dan Kalimantan).
Binturung
    Binturung (Arctictis binturung) spesies musang lainnya, berukuran tubuh paling besar. Warna tubuhnya hitam dengan bulu keputih-putihan atau kemarah-merahan. Rambutnya kasar dan panjang. Ekornya panjang dan berbulu lebat, terutama di dekat pangkalnya. Ekornya dapat digunakan untuk memegang dahan-dahan pohon dan menjaga keseimbangan tubuhnya ketika ia bergerak perlahan di pepohonan. Makanannya meliputi buah-buahan dan binatang kecil. Binturung dapat dijumpai di Asia Tenggara.
Musang Belang
    Spesies musang belang (Diplogale derbyanus) memiliki tubuh yang berwarna abu-abu dengan belang cokelat tua atau hitam melintang di punggung dan wajahnya. Musang belang berjalan dan makan di atas tanah, tetapi tidur di dalam liang bawah tanah atau pepohonan. Makanannya meliputi cacing tanah, serangga, dan binatang kecil. Musang belang terdapat di hutan Myanmar, Thaland, Malaysia dan Indonesia di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Musang Luwak
    Spesies musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus) memiliki tubuh yang berwarna hijau atau cokelat di bagian atas tubuhnya, sedangkan tubuh bagian bawah lebih pucat. Betina dewasa mempunyai tiga pasang mammae (kelenjar susu). Mereka tidur pada siang hari di pepohonan atau gedung di dekat permukiman manusia. Makanannya adalah buah-buahan, dedaunan, arthoproda, cacing tanah dan moluska. Musang luwak terdapat di Sri Langka, India, Filipina dan Indonesia (kecuali Papua).
Musang akar Sumatera
    Adapun musang akar (Arctogalidia trivirgata) yang bulunya berwarna hijau sampai keabu-abuan dan mempunyai bintik berwarna gelap dari leher sampai pangkal ekor ini jarang turun ke permukaan tanah. Musang yang sangat gesit ini makan buah-buahan dan binatang kecil. Musang akar terdapat di India bagian barat laut, Indonesia, Asia Tenggara dan Cina bagian selatan.
Musang Sulawesi
    Musang yang cukup langka adalah musang sulawesi. Musang ini memiliki nama ilmiah (Macrogalidia musschenbroekii) yang merupakan sejenis musang langka yang terdapat di sulawesi indonesia. Musang jenis ini memiliki bulu tipis yang pendek dan berwarna cokelat muda. Pada bagian tubuh bawahnya memiliki warna kuning kemerahan hingga putih. Untuk di bagian dada musang ini juga berwarna kemerahan.
Musang bulan
   Musang Bulan juga memiliki sebutan lain yaitu musang Galing dan musang Bertopeng. Dalam bahasa inggris di sebut Little Civert. Nama latinnya adalah Paguma Larvata. Musang Bulan memiliki panjang tubuh 50-80 cm dan panjang telinga 4-6 cm. Berat badannya 3-5 kg. Musang Bulan dapat melahirkan sebanyak 1-4 ekor dan dapat hidup sampai 22 tahun. Musang Bulan memiliki 2 variasi warna bulu yaitu orange berampur coklat dan hitam. Musang Bulan memiliki motif putih di kepalanya yang menyerupai topeng. Topeng tersebut terdapat garis putih yang menonjol dan membentang dari hidung hingga kening dan sisi-sisi sebelahnya berwarna hitam yang memanjang ke bagian jauh dari pipi dan dahi sampai melewati telinga dan bagian belakang leher lalu berhenti tepat di bawah tulang belikat. Matanya di keliling oleh warna putih samar atau putus-putus. Sekitar bibir sampai tenggorokan berwarna putih. Umumnya, musang bulan ini berwarna gelap. Selera makan musang bulan tak jauh beda dengan musang luwak. Akan tetapi musang bulan juga lebih menyukai madu.
Musang Rase
    Musang Rase atau dengan sebutan bahasa inggrisnya adalah Small Indian Civet dan nama latinnya adalah Viverricula Malaccensis memiliki panjang tubuh 55-65 cm dan berat tubuhnya adalah 2-5 kg. Musang Rase dapat melahirkan 1-5 ekor dan dapat hidup hidup sampai 10 tahun. Musang Rase memiliki warna pada tubuh bagian atasnya berwarna coklat kelabu atau coklay kekuningan di sertai garis hitam memanjang pada punggungnya dan bagian bawah. Lalu terdapat deretan bintik hitam memanjang sekitaran tubuhnya. Memiliki warna bulu belang-belang hitam pada bagian badan dan ekornya. Makanannya sama dengan musang lainnya tapi yang paling di sukai adalah tikus, serangga dan telur unggas. Musang Rase akan mencari mangsanya dengan cara menggali lubang tikus di tanah.

Garangan Jawa
Garangan
    Garangan merupakan kelompok hewan yang berkerabat dekat dengan musang. Pakan utama hewan ini berupa ular, kadal, burung, mamalia kecil, dan serangga. Di Indonesia terdapat garangan Jawa yang berwarna bulu cokelatGarangan mesir (Herpestes ichneumon) merupakan spesies terbesar yang panjang tubuhnya mencapai 60 cm dengan panjang ekor 46 cm. Kelompok hewan ini hidup di habitat hutan, sabana dan gurun. Garangan melehirkan 2-4 ekor anak setelah mengalami masa hamil selama 60 hari.

Senin, 02 Januari 2017

MACAN : PREDATOR DARI ASIA DAN AFRIKA

 
 Animasi Macan Tutul
Macan merupakan istilah umum yang digunakan untuk menyebut tiga spesies kucing besar yaitu macan tutul atau leopard (Panthera pardus), macan tutul salju atau snow leopard (Uncia uncia0 dan macan dahan atau cleodard leopard (Felis nebulosa). Ketiga anggota suku Felidae ini dikenal sebagai hewan pemangsa yang gesit, bercakar kuat dan bergigi tajam. Di habitat aslinya, macan hanya bisa dijumpai di wilayah Asia dan Afrika. 

 Macan Tutul dari Afrika
    Secara taksonomi, ketiga spesies macan berkerabat dekat dengan singa, harimau, jaguar, citah dan puma. Seperti anggota ordo carnivora yang lain, macan memiliki indera penglihatan, pendengaran dan penciuman yang sangat tajam. Mata yang berukuran besar dilengkapi dengan pupil yang dapat melebar dalam kondisi gelap. Daun telinga macan dapat digerakkan dan diarahkan secara tepat ke sumber bunyi. Adapun indera penciuman yang tajam didukung oleh organ vomeronasal yang terletak di langit-langit mulut. Organ yang berfungsi sebagai pendektesi bau ini terhubung dengan organ Flehmen yang berada di bibir bagian atas.

Macan Tutul beristirahat di atas Pohon
Macan Tutul
    Macan tutul memiliki ciri-ciri fisik yang mirip dengan jaguar. Tubuhnya tertutup rambut tebal yang berwarna kuning kecokelatan dengan pola totol-totol hitam seperti bunga. Bobot macan tutul berkisar antara 50-90 kg. Panjang tubuhnya mencapai 210 cm dengan panjang ekornya sekitar 90 cm. Tinggi bahu hewan ini mncapai 60-70 cm.
    Sebagai pemanjat ulung, gerakan macan tutul sangat gesit. Hewan ini mampu melompat cepat dan menahan bantingan badannya ketika jatuh ke tanah. Macan tutul sering beristirahat dan tidur di atas pohon. Hewan ini menyerang dan membunuh mangsa dengan cara menggigit leher dan mendorongnya hingga roboh. Mangsa kemudian diseret dan disimpan di atas pohon agar terhindar dari hewan pemakan bangkai.

Macan Kumbang, varian dari Macan Tutul
    Dari semua jenis kucing besar, macan tutul memiliki daerah penyebaran yang paling luas. Hewan ini bersifat soliter (hidup menyendiri), kecuali pada musim kawin. Betina akan melahirkan 1-6 anak setelah menjalani masa hamil selama 90-105 hari. Anak macan tutul berkumpul dengan induknya sampai berumur 2 tahun.

Macan Tutul Salju
    Karena berbeda genus, macan tutul salju memiliki bentuk tengkorak yang berbeda dari macan tutul. Selain itu, moncong macan tutul salju lebih pendek daripada macan tutul.Panjang tubuhnya lebih dari 130 cm dan panjang ekornya sekitar 80-100 cm. Bobot hewan ini mencapai 27-55 kg.

Macan Tutul Salju
    Macan tutul salju tersebar di wilayah pegunungan di Asia Tengah pada ketinggian sekitar 2.700 - 6.000 m. Rambutnya lebat dan panjang dengan warna dasar abu-abu dan pola roset hitam di atasnya. Macan tututl salju termasuk hewan nokturnal yang sangat tertutup. Hewan ini gemar bersembunyi di semak-semak dan jarang mengaum. Mangsanya berupa rusa kesturi, marmot, sapi dan kambing gunung.
Macan Dahan
Macan Dahan
    Macan dahan tersebar di wilayah Cina Selatan, India, Nepal, Myanmar, Indocina, Sumatera dan Kalimantan. Panjang tubuh hewan ini berkisar antara 60-90 cm. Adapun bobotnya hanya mencapai 11-20 kg. Corak rambut macan dahan berupa kotak-kotak hitam yang menyerupai batang pohon. Corak tersebut berguna untuk mengelabui mansa (kamuflase). Ciri yang paling menonjol dari macan dahan adalah kakinya yang lebar dan berbentuk seperti spatula. Kaki tersebut digunakan untuk menangkap burung. Hewan yang hidup menyendiri ini menghabiskan sebagian besar waktunya di atas pohon. Selain burung, pakan macan dahan biasanya berupa wau-wau, makaka, rusa dan landak.

Sabtu, 31 Desember 2016

PANDA : KARNIVORA PEMAKAN BAMBU

    Panda adalah kelompok karnivora dari suku Ailuridae yang gemar makan bambu. Kelompok hewan ini mencakup dua jenis panda, yaitu panda raksasa (Ailuropoda melanoleuca) dan panda kecil atau panda merah (Ailurus fulgens). Daerah penyebaran panda terbatas hanya di hutan-hutan bambu di wilayah Cina dan Pegunungan Himalaya.
Animasi Panda
    Panda raksasa memiliki kemiripan fisik dengan beruang sehingga para ahli taksonomi sebelumnya menelompokkan hewan ini kedalam suku Ursidae (kelompok beruang). Bobot panda raksasa dapat mencapai 100 kg, sedangkan tingginya sekiat 1,5 m. Seluruh tubuhnya ditutupi oleh bulu yang pendek dan tebal dengan kombinasi warna hitam dan putih. Kepala panda raksasa besar dan pendek, sedangkan hidung dan telinganya berbentuk bulat. Kaki depan dan kaki belakang memiliki lima jari, namun pergelangan kaki depannya dilengkapi dengan ibu jari tambahan untuk menggenggam makanannya.
Bersahabat Dengan Panda Raksasa Cina
Panda Kecil
    Panda kecil atau panda merah memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil daripada panda raksasa. Panjang tubuhnya sekitar 50-65 cm dengan bobot sekitar 3-5 kg. Panda jenis ini memiliki kemiripan fisik dengan musang. Panda kecil berekor panjang (30-50 cm) dan berbulu cokelat kemerahan. Seperti pada panda raksasa, kaki depannya memiliki ibu jari tambahan. Cakar kakinya dapat ditarik seperti cakar kucing.
Remaja Panda Raksasa
Pemakan Bambu
   Panda baik panda raksasa maupun panda kecil, termasuk hewan nokturnal yang aktif mencari makanan pada malam hari. Hewan ini mencari makanan selama 10-12 jam per hari. Di alam, pakan utama panda adalah akar, tunas, dan daun bambu. Akan tetapi, bila sumber pakan utamanya habis, panda dapat memangsa hewan lain seperti ayam, ikan dan tikus. Seekor panda menghabiskan sekitar 15-30 kg bambu setiap hari.
Keluarga Panda raksasa
    Meskipun hidup di hutan bambu, namun panda lebih banyak beraktifitas di atas tanah. Hewan ini jarang memanjat pohon bambu kecuali bila sedang beristirahat atau berlindung dari musuh. Panda biasanya hidup menyendiri atau berpasangan. Masa perkembangbiakan panda raksasa berlangsung dari bulan Maret sampai Mei, sedangkan perkembangbiakan panda kecil berlansung dari bulan Januari sampai Maret.
    Bayi panda raksasa akan lahir enam bulan kemudian, sedangkan bayi panda kecil akan lahir lima bulan kemudian. Induk panda melahirkan 1-2 bayi panda. Bayi tersebut selanjutnya diasuh secara bersama-sama oleh induk jantan dan betina.

Panda Merah, Himalaya
Konservasi Panda
    Saat ini populasi panda di seluruh dunia kurang dari 1.000 ekor, sedangkan 100 ekor di antaranya dipelihara di kebun binatang. Penurunan populasi umumnya disebabkan oleh kerusakan habitat dan kegiatan perburuan. Oleh sebab itu, panda ditetapkan sebagai hewan yang terancam punah sehingga dilindungi oleh pemerintah Cina. Adapun hutan bambu yang menjadi habitat panda dijadikan sebagai kawasan konservasi. Enam kawasan konservasi panda di Cina ada di wilayah pegunungan Qinling (Provinsi Shaanxi), pegunungan Minshan (Provinsi Gansu), pegunungan Minshan, Qionglai, Xiangling, dan Liangshan semuanya di provinsi Sichuan.

Jumat, 30 Desember 2016

KARNIVORA : HEWAN PEMAKAN DAGING

 
    Singa melakukan Perburuan
      Secara umum istilah karnivora digunakan untuk menyebut mahluk hidup pemakan daging. Adapun secara taksonomis, karnivora merupakan kelompok kelas Mamalia dari bangsa Carnivora yang mencakup epuluh suku. Beberapa jenis karnivora seperti anjing dan kucing, didosmetikasi menjadi hewan piaraan. Adapun karnivora yang hidup di alam bebas berperan sebagai pemangsa dalam rantai makanan.
 Singa, si Raja hutan
     Anggota karnivora memiliki ukuran tubuh yang cukup beragam. Cerpelai Mustela nivalis merupakan spesies terkecil dengan bobot sekitar 200 gram. Spesies karnivora terestrial terbesar adalah beruang grizzly (Ursus arctos) yang bobotnya bisa mencapai 780 kg. Adapun spesies karnivora akuatik terbesar adalah gajah laut selatan (Mirounga leonina) yang bobotnya bisa mencapai 4 ton (4.000 Kg). Karnivora teretrial seperti panda dan rubah menghabiskan sebagian besar hidupnya di daratan. Adapun karnivora akuatik seperti linsang air, beruang kutub, dan anjing laut, menghabiskan sebagian besar hidupnya di dalam air.

Harimau
Gigi Karnasial
    Seperti anggota mamalia yang lain, karnivora memiliki gigi seri, gigi taring dan gigi geraham. Sebagian besar karnivora dilengkapi dengan gigi karnasial (geraham gunting) yang berfungsi untuk menyobek dan mengiris-iris daging. Gigi ini dibentuk oleh geraham atas keempat dan geraham bawah pertama. Kucing, hyena dan cerpelai telah memiliki gigi karnasial yang berkembang dengan baik. Adapun gigi karnasial pada beruang dan rakun tidak berkembang dengan baik atau tidak pula mengalami modifikasi.
Beruang
Masa Menyusui
    Karnivora hidup sendiri (soliter) atau hidup secara berkelompok. Sebagian besar karnivora berkembang biak sekali dalam setahun. Kelompok hewan ini biasanya melahirkan 1-12 anak. Setelah lahir, anak akan diasuh dan disusui oleh induknya. Puting susu berada di bagian bawah tubuhnya dan berjumlah tiga pasang atau lebih. Karena anak cepat menyesuaikan diri dengan makanan berupa daging, maka masa menyusui pada karnivora berlangsung secara singkat.

Hewan Cerdas
    Karnivora termasuk hewan yang memiliki kecerdasan tinggi di antara anggota mamalia lainnya. Oleh sebab itu, beberapa anggota karnivora seperti singa, citah dan anjing, mudah dilatih sebagai binatang pertunjukkan, binatang piaraan, dan binatang pemburu. Selain itu, karnivora juga menggunakan kecerdasannya untuk mencari makanan, beradaptasi pada lingkungan dan bertahan hidup.
Sistem Indra
    Sistem indra pada karnivora berkembang dengan sangat baik. Kelompok hewan ini memiliki indra penglihatan, pendengaran, dan penciuman yang tajam. Pada umumnya, mata karnivora akan menyala dalam kegelapan karena bagian belakang retina matanya dapat memantulkan cahaya. Untuk lebih mempertajam indera pendengarannya, hewan karnivora juga sering mengerakgerakkan daun telinganya ke arah sumber bunyi. Selain itu, ketajaman indera penciuman karnivora didukung oleh bulu-bulu peraba yang terletak di sekeliling moncongnya. Bulu peraba ini sangat sensitif terhadap bau yang terbawa oleh aliran udara.

Sumber : Ensiklopedi Umum Untuk Pelajar

Minggu, 04 Desember 2016

CERPELAI : KARNIVORA BERTUBUH RAMPING

    Carpelai adalah nama umum bagi sekelompok mamalia dari suku atau famili Mustelidae yang mencakup genus Mustela, Lyncodon,Poecilictis dan Poecilogale. Anggota ordo Carnivora ini berkerabat dekat dengan mink, tayra, marten, kucing kutub, sirakus, lingsang air, teledu dan teledu madu. Cerpelai bertubuh panjang dan ramping dengan rambut yang lebat dan tungkai yang pendek. Hewan ini tersebar luas di hampir semua wilayah,kecuali Australia dan Antartika.
    Ukuran tubuh cerpelai bervariasi menurut spesies. Panjangnya bisa mencapai 15-35 cm dan bobotnya sekitar 60-130 gram. Cerpelai jantan umumnya lebih besar dibandingkan cerpelai betina. Rambut hewan ini berwarna cokelat muda dengan variasi warna putih di bagian perut dan warna hitam di ujung ekor. Panjang ekor cerpelai mencapai 22-33 cm. Tungkainya tersusun atas lima jari dengan cakar yang tidak dapat ditarik kembali.
Keluarga Cerpelai cokelat

Gigi Taring
    Meskipun bertubuh kecil, beberapa spesies cerpelai seperti cerpelai eropa (Mustela nivalis) tidak pernah ragu-ragu untuk membunuh mangsa yang berukuran lebih besar. Hewan yang berotot kuat ini mampu memanjat pohon dan menyelinap ke dalam lubang untuk mengejar mangsanya. Cerpelai umumnya berburu pada malam hari. Pakan hewan ini berupa rodensia, katak, serangga, ikan dan burung. Ketika berburu, cerpelai akan menyergap mangsanya secara cepat. Dengan gigi taring yang tajam dan kuat, cerpelai mampu membunuh mangsa dengan gigitan di bagian leher. Mangsa tersebut lalu ditarik ke dalam sarangnya.
Kawanan cerpelai hitam dan ular cobra

Kelenjar Kesturi
    Cerpelai sering memanfaatkan sekresi dari kelenjar kesturi (sekreta) yang terdapat di bagian pangkal ekornya sebagai penanda wilayah. Sekreta itu biasanya ditinggalkan di dahan-dahan pohon atau rerumputan. Selain itu, sekreta juga digunakan untuk mengusir predator. Di alam, predator yang sering memangsa cerpelai adalah serigala, ular, elang dan burung hantu.
    Masa hidup atau umur cerpelai bisa mencapai 8 tahun. Cerpelai akan memasuki tingkat kematangan organ seksual setelah berumur 1 tahun. Masa hamil cerpelai betina berlangsung selama 5-6 minggu. Pada musim semi, cerpelai betina akan melahirkan 4-6 anak dan hal tersebut akan berulang kembali pada akhir musim panas.
Cerpelai Putih

Cerpelai Erminea
    Cerpelai erminea (M.erminea) atau stoat berukuran lebih besar daripada cerpelai eropa. Spesies ini mudah dikenali karena ekornya yang lebih pendek dengan warna hitam di ujungnya. Cerpelai erminea hidup di hutan-hutan dan tundra di belahan dunia bagian utara. Pada musim dingin, rambut hewan ini akan mengalami kerontokan, kecuali pada bagian ujung ekor yang berwarna hitam.

Kerabat Dekat Cerpelai

  1. Mink  terdiri dari 3 spesies, yaitu mink amerika (M.vision), mink eropa (M.lutrola) dan mink siberia (M. macrodon). Hewan yang pandai berenang ini gemar memangsa ikan, katak, krustasea, dan burung.
  2. Tayra (Eira barbaris) hidup di hutan di wilayah Amerika Selatan. Hewan yang pandai memanjat pohon ini memiliki kepala lebar, telinga bulat pipih, dan rambut hitam kecokelatan.
  3. Marten merupakan anggota Mustellidae dari genus Martes yang berbulu tebal dan halus. Hewan yang gemar memakan bajing ini tersebar di Amerika Utara, Eropa dan Asia.
  4. Kucing Kutub  mencakup kucing kutub marmer (vormela peregusna), Kucing kutub eropa (M.Putorius), Kucing kutub stepa (M.Eversmannii), dan zorilla (Ictonyx striatus). Hewan yang berkulit lentur ini mengandalkan penciumannya ketika berburu.
  5. Sirakus  (gulo gulo) atau wolverine bertubuh besar dan kekar. Hewan yang menghuni tundra di Eropa dan Amerika ini sering mengencingi sisa buruan yang tidak habis dimakannya sebagai tanda hak milik.
  6. Linsang air  (otter) adalah nama umum bagi sub famili lutrinea. Hewan yang hidup di perairan tawar dan laut ini mencakup genus Amblonyx, Aonyx, Enhydra, Lontra, Lutra, Lutrogale dan Pteronura.
  7. Teledu  (badger) mencakup 3 sub famili yaitu Melinae (teledu eurasia), Mellivorinae (teledu madu) dan Taxidaeinae (teledu Amerika). Hewan yang bertubuh bulat ini memiliki pola warna terang pada wajahnya sehingga mirip topeng.
Minx
Tayra
Marten
Zorilla
Gulo Gulo (Sirakus)
Lingsang air
Teledu

Minggu, 06 Desember 2015

HEWAN CARNIVORA INDONESIA :LANGKA DAN TERANCAM PUNAH

   Hewan Carnivora adalah satwa pemakan daging, walau tidak hanya daging saja tapi kadang-kadang juga memakan buah-buahan. Di Indonesia Hewan Carnivora pemakan daging yang terkenal juga pemangsa manusia adalah Spesie Harimau. Hewan ini juga menyukai Buah-buahan terutama Buah Durian. Di Pulau Sumatera ketika memasuki masa panen/musim Durian penduduk yang tinggal di dekat Hutan harus waspada karena bukan hanya manusia yang menyukai buah durian tapi si Raja Hutan kadang-kadang sudah menunggu dibawah pohon durian berharap durian jatuhan dari pohon.
Harimau Sumatera adalah satu-satunya spesies Harimau Indonesia yang masih ada, sedangkan saudaranya Harimau Jawa dan Harimau Bali telah lebih dahulu punah. Keberadaan Harimau Sumatera sangat terancam dan terbilang kritis. Semakin berkurangnya populasi Harimau Sumatera disebabkan beberapa faktor diantaranya luas lahan jelajah atau hutan habitatnya semakin sempit, ditambah masih maraknya perburuan liar yang masih ada dan juga konflik dengan manusia yang tinggal dekat hutan yang menyebabkan Harimau Sumatera banyak terbunuh. Harimau Sumatera saat ini bertahan pada wilayah perlindungan dan Taman Nasional seperti TN G.Leuser (NAD), TN Bukit Tiga Puluh, TN Kerinci Seblat, TN Way Kambas (Lampung), TN Bukit Barisan Selatan, Cagar Alam Rimbo Baling, TN Tesso Nillo(Riau), TN Berbak(Jambi) , CA Senapis, CA Rimbo Panti(sumatera Barat) , TN Sembilang(Sumatera Selatan), TN Bukit dua belas Jambi, TN Batang Gadis (Sumatera Utara) dan beberapa ditemukan diluar kawasan konservasi. Populasi Harimau Sumatera diperkirakan tinggal 250-400 ekor dan terus menurun dari tahun ketahun.
    Hewan Carnivora kedua yang terancam punah adalah Macan Tutul Jawa yang hanya dapat ditemukan di P.Jawa, P.Nusa kambangan, P.Kangean, dan Pulau Sempu. Predator ini dapat ditemukan diberbagai habitat mulai dataran rendah pantai (TN Ujung Kulon, CA Lauwing Sancang, pantai selatan Jawa Barat dan Jawa Timur), Hutan Jati di Jawa tengah dan Jawa Timur, Hutan Hujan tropis di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur) Pebukitan Kapur Kendeng Jawa Timur, Jawa Timur dan DI Yogyakarta, Dataran Tinggi Dieng, Gunung Kidul dan hampir di semua Gunung-gunung yang ada di P.Jawa mulai G.Karang di Banten sampai G.Raung di Ujung Jawa Timur. Bahkan populasi dalam jumlah kecil ada di pulau Nusa Kambangan, P.Sempu, P.Kangean dan mungkin P.Panaitan .Penyebarannya yang merata diseluruh P.Jawa membuat rasa lega karena kekuatiran punahnya predator dari Jawa ini bisa ditepis, apalagi Macan Tutul Jawa mempunyai kelebihan beradaptasi pada lingkungan dengan cukup baik. Pada beberapa khasus habitat Macan Tutul Jawa bersinggungan dengan lahan perkebunan dan pemukiman warga, namun sampai saat ini belum ada laporan serangan Leopard ini terhadap manusia kecuali serangan pada hewan ternak milik penduduk.
    Hewan Carnivora ketiga yang dimiliki Indonesia adalah Beruang Madu, Beruang yang memiliki ukuran terkecil didunia. Walaupun kelihatannya jinak namun Hewan ini sangat berbahaya, beberapa khasus di Sumatera banyak terjadi serangan hewan ini, walaupun tidak seganas Harimau Sumatera. Beruang Madu dapat ditemukan di hutan-hutan Sumatera dan Kalimantan. Populasinya diperkirakan antara 500-750 ekor, Beruang madu ditemukan di seluruh wilayah P.Sumatera, dan 5 provinsi di Kalimantan. Walaupun jumlahnya masih cukup banyak tetap harus ada upaya-upaya perlindungan terhadap satwa carnivora yang hobinya memanjat pohon dan menyukai madu ini.
   Hewan Carnivora keempat yang dimiliki Indonesia adalah Macan Dahan yang dapat ditemukan di Hutan-hutan Sumatera dan Kalimantan, namun tidak ditemukan di P.Jawa. Macan Dahan ukurannya lebih kecil dari Macan Tutul Jawa dengan corak bulatan di kulitnya mirip leopard namun lebih besar totolnya. Sesuai namanya Macan Ini sering bersembunyi di dahan-dahan pohon baik untuk beristirahat maupun berburu mangsa. Populasinya di P.Sumatera diperkirakan lebih dari seribu ekor sedangkan di Kalimantan sekitar 5000 ekor.
   Selain ke empat jenis Carnivora besar diatas di Indonesia juga ditemukan beberapa jenis Kucing Liar diantaranya di Pulau Jawa dan P.Bali ditemukan Kucing Hutan (Meong Congkok) yang pola bulunya mirip leopard, di P.Kalimantan ditemukan Kucing Merah Kalimantan yang hanya dapat ditemukan di P.Kalimantan, Kucing Bakau , kucing batu, Kucing Blacan ditemukan di Sumatera dan Kalimantan dan Kucing Emas yang hanya dapat ditemukan di P.Sumatera. Disamping Kucing liar jenis Carnivora yang dapat ditemukan di hutan Sumatera dan Jawa adalah Ayag sejenis Anjing Hutan asli Indonesia. Namun Ayag di Pulau Jawa sudah sulit ditemukan dan hanya dapat dijumpai di daerah perlindungan seperti Taman Nasional dan Cagar Alam.
Macan Tutul Jawa melintas di Hutan TN Halimun Salak
Kucing Batu Sumatera tertangkap kamera penjebak
Kucing Hutan Sumatera diatas pohon
Kucing Dampak di Kalimantan
Ayag, Anjing Hutan asli Indonesia
Kawanan Beruang Madu sedang bermain
Kawanan Ayag mengepung Kerbau Liar di Baluran
Beruang Madu dari Hutan sekitar BalikPapan, Kalimantan Timur
Beruang Madu mengamuk di Rokan Hulu, Riau
Beruang Madu Kalimantan beristirahat diatas pohon
Beruang Madu dari Kutai, Kalimantan Timur
Beruang Madu Sumatera dari hutan Bengkulu
Kucing Blacan dari P.Jawa
Macan Tutul Jawa diabadikan pendaki Gunung di G.Cikuray Jawa Barat
Macan Tutul melintas di Hutan G.Ciremai
Kucing Dampak tertangkap kamera
Macan Tutul di rimba Gunung Salak Bogor
Harimau Sumatera dari TN.G.Leuser
Harimau Sumatera dari TN.Kerici-Seblat
Harimau Sumatera di TN Way Kambas
Macan Dahan dari P.Kalimantan
Kucing Merah dari Pulau Kalimantan
Dua ekor beruang Madu di Kalimantan Selatan
Kucing Bakau siap menerkap mangsa
Kucing Bakau berenang melintasi sungai mencari ikan
Kucing Dampak bertengger diatas pohon
Kucing Hutan (meong Congkok) dari Jawa dan Bali
Kucing Hutan Pulau sumatera
Kucing Hutan tertangkap Kamera
Kucing Merah Kalimantan
Kucing Emas Pulau Sumatera
Macan Dahan dari Hutan Sumatera
Macan Tutul Jawa di Hutan Gunung Gede
Macan Tutul Jawa di lantai hutan G.Salak
Macan Tutul Jawa berwarna hitam di G.Salak
Macan tutul Jawa di Lantai hutan G.Salak
Macan Dahan dari Kalimantan
Macan Tutul Jawa di Hutan G.Pangrango
Macan Tutul Jawa di Pegunungan pembarisan perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah
Harimau Sumatera keluar menghindari sisa kebakaran hutan di Riau
Harimau Sumatera di Riau ini terjerat ,akhirnya mati beberapa hari kemudian
Harimau Sumatera yang dilepas-liarkan kembali di TN Bukit Barisan Selatan