"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)
Tampilkan postingan dengan label PRIMATA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PRIMATA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Januari 2018

HARI PRIMATA NASIONAL 2018



   Hari ini Selasa, 30 Januari 2018 adalah hari yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Kehutanan dan Lingkugan Hidup sebagai Hari Primata Nasional. Untuk menyambut peringatan Hari Primata Nasional ini admin menurunkan postingan tentang Primata khususnya primata yang menjadi satwa endemik dan asli Indonesia. Perlu anda ketahui bahwa dari dua spesies primata di muka bumi yaitu kelompok Ape dan Monkey, keduanya ada di Indonesia.
   Ape atau spesies kera memiliki ciri tidak memiliki ekor dan sangat dekat dan berkerabat dengan manusia. Di dunia ini ada 4 jenis kera yang diketahui yaitu Gorila, Simpanse, Orang Utan dan Wau-Wau. Dua jenis terakhir dapat dijumpai di Indonesia yaitu Orang Utan dan Wau-Wau atau lebih dikenal dengan Owa. Sisanya adalah kelompok jenis monyet yang memiliki ekor sebagai ciri utamanya. Silahkan anda lihat pada daftar Primata terlampir dibagian akhir artikel ini.
   Primata adalah salah satu ordo mamalia yang memiliki 16 famili dalam klasifikasinya. Ciri-ciri ordo primata yaitu memiliki 5 jari (pentadactyl) dengan kuku, ibu jari yang berlawanan, serta memiliki arah pandangan stereoskopik (arah pandangan ke depan, bukan ke samping). Klasifikasi primata beberapa diantaranya masih belum stabil sehingga kemungkinan adanya spesies baru yang berasal dari subspesies. Primata adalah hewan mamalia yang termasuk dalam ordo Primates. Ciri-ciri primata lainnya adalah pada primata, ibu jari berlawanan, jari kuku pendek (bukan cakar) dan jari yang panjang dan menutup ke dalam adalah sebuah relik dari posisi jari (brachiation) moyangnya pada masa lalu yang barangkali menghuni pohon, memiliki bentuk gigi yang sama dan rancangan tubuh primitif (tidak terspesialisasi). Memiliki karakteristik arah mata yang bersifat memandang ke depan bukan ke samping (stereoskopik) serta postur tubuh  tegak.
   Berdasarkan data The Integrated Taxonomic Information System (ITIS), jumlah dari jenis jenis primata di dunia terdapat sekitar 500 spesies. Jumlah spesies primata di Indonesia menempati urutan ketiga setelah Brazil dan Madagaskar.
Primata di Indonesia memiliki jumlah 62 spesies dengan sekitar 77 taksa. Jumlah tersebut termasuk jenis primata yang dilindungi dan juga primata endemik. Tulisan ini berisi macam-macam primata Indonesia yang terdiri dari spesies dan subspesies yang dikelompokkan berdasarkan famili.

Kukang (Famili: Lorisidae) 
  1. Kukang Sumatera (Nycticebus caucang)
  2. Kukang Jawa (Nycticebus javanicus)
  3. Kukang Kelamasan Kalimantan (Nycticebus menagensis)
  4. Kukang Bangka (Nycticebus bancanus)
  5. Kukang Kukang Kalimantan (Nycticebus borneanus)
  6. Kukang Kayan (Nycticebus kayan)

Tangkasi atau Tarsius (Famili: Tarsidae)
  7. Tangkasi (Tarsier tarsier)
  8. Tarsius Wusing (Tarsius spectrumgurskyae)
  9. Tarsius Mimito (Tarsius supriatnai)
10. Tarsius Makassar (Tarsius fuscus)
11. Tangkasi Gunung (Tarsius pumilus)
12.Tarsius Lariang (Tarsius lariang)
13. Tarsius Wallace (Tarsius wallacei)
14. Tarsius Kerdil (Tarsius dentatus)
15. Tarsius Peleng (Tarsius pelengensis)
15. Tarsius Sangir (Tarsius sangirensis)
17. Tarsius Siau (Tarsius tumpara)
18. Kerabuku (Cephalophacus bancanus)
• Cephalophacus bancanus bancanus
• Cephalophacus bancanus borneanus
• Cephalophacus bancanus natunensis

Famili: Cercopithecidae
19. Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis)
• Macaca fascicularis fascicularis
• Macaca fascicularis fusca
• Macaca fascicularis karimon djawae 
• Macaca fascicularis lasiae 
20. Beruk (Macaca nemestrina)
21. Beruk Mentawai (Macaca pagensis)
22. Beruk Siberut (Macaca siberu)
23. Monyet Darre Sulawesi (Macaca maura)
24. Monyet Yaki Sulawesi (Macaca nigra)
25. Monyet Dihe Sulawesi (Macaca nigrescens)
26. Monyet Dige Sulawesi (Macaca hecki)
27. Monyet Boti Sulawesi (Macaca tonkeana)
28. Monyet Hada Sulawesi (Macaca ochreata)
29. Simakobu (Simias concolor)
• Simias concolor siberu 
• Simias concolor concolor

Famili: Cercopithecidae, Subfamili: Colobinae
30. Lutung Surili (Presbytis comata)
31. Lutung Kedih (Presbytis thomasi)
• Presbytis thomasi thomasi 
• Presbytis thomasi nubilis 
32. Lutung Kokah (Presbytis siamensis)
• Presbytis siamensis cana
• Presbytis siamensis rhionis
• Presbytis siamensis paenulata
33. Lutung Nokah (Presbytis femoralis)
• Presbytis femoralis percura
• Presbytis femoralis batuana
• Presbytis femoralis femoralis
• Presbytis femoralis robinsoni
34. Lutung Simpai (Presbytis melalophos)
• Presbytis melalophos melalophos
• Presbytis melalophos fluviatilis
• Presbytis melalophos alba
• Presbytis melalophos fucamurina
• Presbytis melalophos nobilis
• Presbytis melalophos ferruginea
• Presbytis melalophos aurata
35. Lutung Hitam Sumatera (Presbytis sumatrana)
36. Lutung Hitam Putih (Presbytis bicolor)
37. Lutung Simpai Putih (Presbytis mitrata)
38. Lutung Joja Mentawai (Presbytis potenziani)
39. Lutung Joja Siberut (Presbytis siberu)
40. Lutung Natuna (Presbytis natunae)
41. Lutung Jirangan (Presbytis frontata)
42. Lutung Merah Kelasi (Presbytis rubicunda)
• Presbytis rubicunda rubicunda
• Presbytis rubicunda rubida
• Presbytis rubicunda ignita
• Presbytis rubicunda chrysea
43. Lutung Ceneka Kalimantan (Presbytis chrysomelas)
44. Lutung Banggat (Presbytis hosei)
45. Lutung Beruban Kalimantan (Presbytis canicrus)
46. Lutung Jambul Sabana (Presbytis sabana)
47. Lutung Budeng (Trachypithecus auratus)
48. Lutung Sunda (Trachypithecus mauritius)
49. Lutung Cingkau Perak (Trachypithecus cristatus)
50. Bekantan (Nasalis larvatus)
• Nasalis larvatus larvatus
• Nasalis larvatus orientalis

Owa dan Siamang (Famili: Hylobatidae)
51. Owa Lengan Putih (Hylobates lar)
• Hylobates lar lar
• Hylobates lar carpenteri
• Hylobates lar entelloides
• Hylobates lar yunnanensis
• Hylobates lar vestitus
52. Owa Mentawai/Siamang Kerdil (Hylobates klossii)
53. Owa Ungko (Hylobates agilis)
• Hylobates agilis agilis
• Hylobates agilis ungko
54. Owa Jawa (Hylobates moloch)
• Hylobates moloch moloch
• Hylobates moloch pongoalsoni
55. Owa Kelawat Kalimantan (Hylobates muelleri)
56. Owa Janggut Putih Kalimantan (Hylobates albibarbis)
57. Owa Kelampiau Kalimantan (Hylobates abbotti)
58. Owa Abu Kalimantan (Hylobates funereus)
59. Siamang (Symphalangus syndactylus)
Orangutan (Famili: Hominidae)
60. Orangutan Sumatera (Pongo abelii)
61. Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis)
62. Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus)
• Pongo pygmaeus pygmaeus 
• Pongo pygmaeus wurmbii
• Pongo pygmaeus morio

Beberapa jenis primata yang berhabitat asli di indonesia antara lain :
1. Orangutan
Orangutan adalah sejenis kera besar yang hidup di hutan tropika indonesia dan malaysia, khususnya Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Ciri-ciri dari orang utan adalah : memiliki tubuh yang gemuk besar dengan leher besar serta kepala yang besar dengan posisi mulut yang tinggi, memiliki lengan yang panjang dan kuat, memiliki kaki yang pendek dan tertunduk, dan tidak mempunyai ekor, memiliki tubuh selimuti rambut kemerahan atau kecoklatan, memiliki telapak tangan dengan 5 jari. memiliki tinggi berkisar 1,25-1,5 meter dengan berat sekitar 50–90 kilogram untuk jantan dan sekitar 30–50 kilogram untuk betinanya. Terdapat 2 jenis (spesies) orangutan yaitu Orangutan Kalimantan / Borneo (Pongo pygmaeus) dan Orangutan Sumatra (Pongo abelii). Orangutan termasuk dalam hewan omnivora atau pemakan segala, mereka memakan buah-buahan, kulit pohon, dedaunan, serangga, selain itu juga nektar,madu dan juga jamur. Orangutan berkerabat dekat dengan manusia dengan kesamaan DNA sebesar 96.4%. Orangutan termasuk dalam hewan yang dilindungi.
2. Owa jawa (Hylobates moloch)
Owa jawa (Hylobates moloch) adalah sejenis primata anggota suku Hylobatidae. Owa jawa memiliki ciri-ciri: tidak memiliki ekor, memiliki tangan yang relatif panjang dibandingkan besar tubuhnya, tangan ini digunakan untuk berayun dan berpindah di antara dahan-dahan dan ranting di tajuk pohon yang tinggi. Owa jawa memiliki warna bulu keabu-abuan dengan bagian atas kepala lebih gelap dan wajah kehitaman. Owa jawa merupakan hewan diurnal dan arboneal. Makanan dari Owa jawa adalah buah, daun, dan bunga.
3. Kedih atau Monyet Kedih (Presbytis Thomasi)
Kedih atau Monyet Kedih (Presbytis Thomasi) adalah primata asli dari Sumatera. Primata ini pertama kali  di temukan di Sumatera bagian utara dan Aceh. Ciri dari Monyet Kedih adalah memiliki warna bulu perpaduan hitam dengan putih dan memiliki ekspresi tenang terkadang nyaris melankolis.
4. Yaki (Macaca nigra)
Yaki atau Monyet wolai atau Monyet hitam sulawesi (Macaca nigra) adalah jenis primata yang merupakan hewan endemik dari Pulau Sulawesi khususnya Sulawesi bagian utara dan sekitarnya. Yaki memiliki ciri-ciri : seluruh tubuhnya berwarna hitam dan memiliki rambut berbentuk jambul di atas kepalanya seperti model rambut punk, serta memiliki pantat berwarna merah muda. Makanan Yaki adalah dedaunan, biji, bunga, umbi, buah, serangga, molusca, ular bahkan invertebrata kecil.
5. Lutung Jawa (Trachypithecus auratus)
Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) adalah jenis primata endemik indonesia yang dapat ditemui pulau Jawa, Bali, Lombok, Pulau Sempu dan Nusa Barung mulai dari kawasan hutan dengan berbagai variasi mulai hutan bakau di pesisir pantai, hutan rawa air tawar, hutan dataran rendah, hutan meranggas, hingga hutan dataran tinggi hingga ketinggian mencapai 3.500 mdp. Ciri-ciri dari lutung jawa adalah memiliki bulu berwarna hitam dan pada lutung betina memiliki bulu berwarna keperakan di sekitar kelaminnya. Lutung jawa (lutung budeng) muda memiliki bulu yang berwarna oranye. Memiliki ukuran tubuh sekitar 55 cm dengan panjang ekor mencapai 80 cm da memiliki berat tubuh sekitar 6 kg.
6. Tarsius
Tarsius adalah primata dari genus Tarsius dari famili Tarsiidae. Tarsius memiliki ciri: memiliki tubuh kecil dengan mata yang sangat besar dengan bola mata berdiameter sekitar 16 mm, memiliki kaki belakang yang sangat panjang. Ukuran panjang kepala hingga tubuhnya 10 sampai 15 cm, memiliki ekor ramping dengan panjang sekitar 20 hingga 25 cm. Bulu tarsius berwarna cokelat abu-abu, cokelat muda atau kuning-jingga muda dan sangat lembut. Terdapat 9 jenis tarsius yang tersebut yang tersebar di Filipina dan Sulawesi, Indonesia. 2 jenis terdapat di Filipina dan 7 diantaranya berada di Sulawesi, Indonesia.
7. Kukang
Kukang  (Nycticebus spp.) adalah jenis primata yang memiliki gerakan lambat. Ciri-cirinya adalah memiliki warna rambut beragam mulai dari kelabu keputihan, kecoklatan, hingga kehitam-hitaman, memiliki garis cokelat melintang dari belakang punggung hingga dahi lalu bercabang ke dasar telinga dan mata. Mmiliki berat tubuh berkisar antara 0,375-0,9 kg dengan panjang tubuh hewan dewasa sekitar 19–30 cm. Terdapat 8 spesies kukang yang ada di alam, 6 diantaranya di temukan di Indonesia yaitu di pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan.
8. Simakobu
Simakobu (Simias concolor) adalah primata ini ditemukan di Indonesia tepatnya di Pulau Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan, serta di Pulau Siberut. Ciri-ciri Simakobu adalah ekornya memiliki bentuk seperti ekor babi yaitu pendek tidak berbulu, bulunya hanya ada pada ujung ekor jadi simakobu juga sering disebut monyet ekor babi. Memiliki panjang berkisar antara 490-550 mm dengan berat sekitar  8,7 kg  untuk Simakobu jantan dan memiliki panjang 460-550 mm dengan berat sekitar 7,1 kg untuk betina. Memiliki tangan dan kaki yang sama panjang serta memiliki panjang ekor simakobu bervariasi yaitu berkisar antara 14 sampai 15 cm. Simakobu memiliki 2 jenis warna bulu yaitu abu-abu gelap dan coklat muda, tetapi yang sering ditemui adalah simakobu berbulu abu-abu gelap.

Sumber Referensi : Www.Generasibiologi.Com, Www.Faunadanflora.Com

Sabtu, 13 Mei 2017

MONYET : PRIMATA BEREKOR

   
 Monyet, Primata berekor
   Monyet (monkey) adalah istilah umum yang digunakan untuk menyebut mamalia anggota bangsa Primata yang mencakup Monyet Dunia Baru dan Monyet Dunia lama. Hewan yang berkerabat dekat dengan kera ini memiliki tangan yang dipakai untuk memegang suatu benda serta ekor panjang yang sering digunakan untuk bergelantungan, mencari pakan, dan memanjat. Di wilayah tropis, populasi monyet cenderung menurun akibat perburuan dan kerusakan hutan.

   Uakari, jenis Monyet Dunia Baru dari Amerika Selatan
    Monyet beranggotakan lebih dari 200 spesies yang terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu Monyet Dunia Baru dan Monyet Dunia Lama. Kelompok Monyet Dunia Baru terdiri dari beberapa suku, antara lain Cebidae meliputi monyet bajing, marmoset, kapusin dan tamarin. Aotidae meliputi monyet malam, monyet burung hantu dan durukuli. Pitheciidae meliputi monyet titi, monyet saki dan uakari. Atelidae meliputi monyet howler, monyet labah-labah dan monyet wol. Serta Hylobatidae meliputi wau-wau. Adapun Monyet Dunia Lama mencakup suku Cercopithecidae seperti guenon, mangabe, makaka, babun, gelada, langur, lutung, bekantan dan kolubus.
 
Monyet laba-laba
Mata Monyet
    Monyet mengendalikan indera penglihatan untuk mengetahui kondisi sekitar. Mata monyet terletak di depan kepala sehingga penglihatannya terarah ke depan. Monyet menggunakan keempat anggota geraknya untuk berjalan atau berlarian, baik di permukaan tanah maupun di atas pohon. Kaki hewan ini biasanya lebih panjang dan lebih kuat daripada tangannya. Monyet yang hidup di permukaan tanah memiliki ekor lebih pendek daripada monyet yang hidup di atas pohon (arboreal).

Hewan Sosial
    Pakan monyet terdiri dari berbagai macam hewan dan tumbuhan, diantaranya burung dan telur burung, serangga, katak, kadal, daun-daunan, buah-buahan, rumput-rumputan, kacang-kacangan, bunga dan akar. Sebagai hewan sosial , monyet hidup secara berkelompok. Kelompok tersebut bisa dibedakan menjadi kelompok keluarga, kelompok multi pejantan, dan kelompok pejantan tunggal.
    Kelompok keluarga terdiri dari seekor jantan dewasa, seekor betina dewasa dan beberapa ekor anak. Kelompok multi pejantan terdiri dari jantan dewasa yang jumlahnya dua kali lipat dari betina dewasa serta beberapa ekor anak. Adapun kelompok pejantan tunggal terdiri dari seekor jantan dewasa, beberapa ekor betina dewasa, jantan dan betina muda, serta anak monyet.
    Monyet jantan dewasa berperan sebagai pemimpin kelompok. Jika monyet lain masuk ke wilayahnya, ia akan mengancam monyet tersebut dengan cara menyalak dan memamerkan taringnya. Ketika berjalan bersama, jantan dewasa selalu di depan untuk mengamati situasi dan kemungkinan adanya gangguan. Monyet jantan umumnya lebih dominan daripada monyet betina. Monyet betina hidup bersama anak-anaknya. Induk berperan mengajarkan berbagai gerakan dan juga mengenalkan makanan baru kepada anak-anaknya.

Monyet Betina
    Pada masa berahi, monyet betina mengalami pembengkakan di bagian kelamin. Monyet betina biasanya menjalani masa hamil selama 4-8 bulan sebelum melahirkan 1-2 ekor anak. Akan tetapi kelompok marmoset mampu melahirkan 3 ekor anak sekaligus. Setelah dilahirkan, anak monyet akan diasuh oleh induknya sampai ia mampu mencari pakan sendiri.
Beberapa Jenis Monyet Dunia Baru antara lain diperlihatkan pada foto dibawah ini : 

 Monyet Titi
 Monyet Kapusin
 Monyet howler, Monyet Dunia Baru
 Marmoset Kerdil, Primata terkecil di Dunia
 Monyet Saki
 Monyet Bajing
Monyet Tamarin
Perbedaan Monyet Dunia Baru dan Monyet Dunia Lama
Monyet Dunia Baru
  • Hidup di Amerika Tengah dan Amerika Selatan
  • Kedua nostril (lubang hidung) saling berjauhan
  • Sebagian besar memiliki 36 gigi
  • Ekor dapat digunakan untuk memegang obyek
Monyet Dunia Lama
  • Hidup di Afrika dan Asia
  • Kedua nostrl (lubang hidung) berdekatan
  • Hanya memiliki 32 gigi
  • Ekor digunakan untuk menjaga keseimbangan

Jumat, 06 Januari 2017

GORILA : KERA BESAR DARI AFRIKA

   Gorila adalah hewan yang pastinya tidak asing bagi manusia. Ya, hewan primata ini memiliki penampilan yang mudah dikenali berkat tubuhnya yang besar dan berwarna gelap. Walaupun penampilannya terkesan garang dan mengerikan, gorila bukanlah hewan yang perlu ditakuti oleh manusia karena hewan ini hanya memakan tumbuhan. Gorila juga memiliki sifat pemalu dan cenderung menghindari konflik dengan makhluk di luar spesiesnya, kecuali kalau diganggu lebih dulu.
Gorila Dataran Rendah dari Kongo, Afrika
    Ada 2 spesies yang sudah teridentifikasi manusia dan semuanya berada di Benua Afrika. Kedua spesies tersebut adalah gorila barat (western gorilla; Gorilla gorilla / Troglodytes gorilla) yang habitat aslinya ada di Afrika Tengah bagian barat, serta gorila timur (eastern gorilla; Gorilla beringei) yang habitat aslinya ada di pelosok Afrika Tengah bagian timur. Dalam tangga klasifikasi ilmiah, semua spesies gorila termasuk dalam genus Gorilla. Nama "gorilla" sendiri berasal dari bahasa Yunani "gorillai" yang berarti "suku wanita berambut" untuk menggambarkan penampilan gorila yang memang berambut lebat.
Keluarga Gorila, Ayah,Ibu dan Anaknya
    Hewan ini bisa berdiri dengan memakai kedua kakinya. Namun sebagai akibat dari tubuhnya yang besar dan berat, gorila lebih sering berjalan dengan memakai lengan dan kakinya sekaligus di mana bagian lengan yang digunakan oleh gorila untuk menapak tanah adalah bagian luar kepalan tangannya. Gorila juga bisa memanjat pohon dengan memakai telapak tangan dan kakinya yang berjari panjang. Dan seperti halnya manusia, masing-masing mereka memiliki sidik jari yang polanya berbeda satu sama lain.
Mengasuh anak yang tertidur di pelukan 
   Seluruh tubuh gorila diselubungi oleh rambut lebat berwarna hitam / biru gelap, kecuali di bagian wajah, telapak tangan, telapak kaki, dada, dan perutnya yang kebetulan juga berwarna hitam. Ketika gorila memasuki usia 14 tahun, rambut di bagian punggungnya berubah warna menjadi putih sehingga hewan ini kerap dikenal pula dengan sebutan "punggung perak" (silverback). Spesies gorila barat rambutnya cenderung lebih pendek & berwarna lebih kecoklatan dibandingkan dengan spesies gorila timur.
Gorila adalah Herbivora pemakan tumbuhan
    Makanan utama mereka adalah tumbuhan dengan tipe makanan yang berbeda antar spesies. Jika makanan utama gorila barat adalah buah-buahan, maka makanan utama gorila timur adalah dedaunan. Gorila menghabiskan 30% waktu hariannya untuk makan, 30% untuk berjalan-jalan, & 40% untuk beristirahat. Sebagai akibat dari ukurannya yang besar, gorila tidak memiliki banyak musuh alamiah. Namun gorila yang masih kecil rentan diserang oleh hewan pemangsa semisal macan tutul.
Gorila Hidup secara berkelompok

MENYUKAI HIDUP BERKELOMPOK

   Gorila adalah hewan sosial yang hidup membentuk kelompok kecil. Ada 2 macam kelompok yang dibentuk oleh gorila : kelompok berisi 1 gorila jantan dan beberapa gorila betina beserta anak-anaknya, serta kelompok yang seluruh anggotanya adalah gorila jantan yang belum kawin. Jumlah anggota dalam 1 kelompok gorila bisa mencapai 15 ekor. Jika gorila jantan yang menjadi pemimpin kelompok beranggotakan gorila betina dan anakan mati, maka gorila jantan yang lebih muda akan menggantikan posisinya. Alternatifnya, betina beserta anak-anaknya akan berkelana mencari kelompok baru.
Marah, bila terganggu
   Gorila tidak memiliki musim kawin yang spesifik dan bisa melakukan perkawinan kapan saja. Seperti halnya manusia, gorila betina juga mengalami menstruasi yang siklusnya terjadi setiap 28 hari sekali. Jika gorila betina sudah melakukan perkawinan dengan pejantan, gorila betina akan memasuki periode kehamilan selama 9 bulan. Jumlah bayi yang dikeluarkan gorila betina sekali melahirkan adalah 1 ekor. Betina lalu menyusui dan mengasuh bayinya hingga usia 4 tahun.

Berpelukan mesra seperti manusia
   Gorila muda memasuki usia kematangan seksual pada usia 10 tahun. Di alam liar, usia rata-rata gorila mencapai 40 tahun. Sementara dalam penangkaran, usia maksimal gorila bisa lebih panjang lagi alias mencapai 54 tahun. Gorila jantan berukuran lebih besar daripada gorila betina. Jika gorila jantan bisa tumbuh hingga setinggi 175 m dan seberat 180 kg, maka gorila betina hanya memiliki tinggi maksimal 125 cm dan bobot maksimal 90 kg - menjadikan gorila sebagai hewan primata terbesar di dunia yang masih hidup

Hidup berkelompok
Klasifikasi gorila sebagai berikut : 

Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Order: Primates
Keluarga: Hominidae
Genus: Gorilla
Nama ilmiah: Troglodytes Gorilla
Jenis: Mamalia, Herbivora
Ukuran: 1.4-1.7m
Berat: 100-200kg
Kecepatan lari: 40 km/jam
Rentang hidup: 35-50 tahun
Gaya hidup: Berkelompok (Troop)
Status konservasi: Terancam
Warna: Hitam, Abu-abu
Jenis Kulit: Rambut
Makanan Favorit: Daun, buah, bunga
Habitat: Hutan hujan tropis dan hutan lebat Afrika
Predator: Manusia, macan tutul, buaya
Ciri Khusus: kepala besar dan lengan panjang
Habitat Gorila hanya ada di benua Afrika

Sumber : https://www.galena.co.id

Jumat, 30 Desember 2016

KERA : PRIMATA TAK BEREKOR

 
   Kera adalah istilah umum untuk menyebut kelompok mamalia dari bangsa primata, selain manusia. Kelompok hewan ini mencakup sekitar 300 spesies, antar lain bekantan, lemur, makaka, babun, orangutan, simpanse, gorila dan wau-wau. Pada saat ini sebagian besar kera di dunia terancam punah sehingga keberadaannya merupakan salah satu warisan yang paling berharga bagi bumi.

Simpanse
    Menurut catatan fosil, kera hidup sejak periode Eosen awal (55 juta-49 juta tahun lalu) atau sejak periode Paleosen akhir (58 juta-55 juta tahun lalu). Kelompok primata ini tersebar di daerah tropis Afrika, India, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan. Pada umumnya, kera menghuni dua zona vegetasi, yaitu zona hutan tropis dan zona terbuka yang ditumbuhi dengan pepohonan dan diselingi juga rerumputan.
Wau Wau
Otak Kera
    Kera dikenal sebagai hewan yang cerdas karena memiliki volume otak yang lebih besar dari struktur otak yang lebih maju daripada hewan lain. Oleh sebab itu, kera dapat membuat dan menggunakan alat bantu seperti tongkat berujung tajam untuk mengelurkan serangga dari lubang pohon. Kera mempunyai ukuran tubuh yang beragam. Spesies terkecil adalah lemur Microcebus berthae yang bobotnya sekitar 35 gram. Adapun spesies terbesar adalah gorila (Gorlla gorilla) yang bobotnya bisa mencapai 140-180 kg.

Simpanse
    Tubuh kera ditumbuhi rambut yang tebal. Kaki dan tangannya memiliki lima jari dengan ibu jari yang dapat mencengkeram suatu benda. Bagian dada kera memiliki dua buah puting susu. Kera besar (Ape) seperti orangutan dan gorila tidak berekor. Adapun sebagian besar kera kecil atau monyet (monkey) seperti tersius dan loris, memiliki ekor yang digunakan sebagai alat keseimbangan pada saat memanjat pohon. 
Gorila
Kelompok Kera
    Sebagian besar kera, kecuali orangutan dan aye-aye, hidup secara berkelompok. Jumlah anggota kelompok kera bervariasi, misalnya kelompok wau-wau beranggotakan 3-4 ekor, kelompok gorila 10 ekor, dan kelompok simpanse bisa lebih dari 50 ekor. Kelompok kera yang bersifat karnivor (misalnya tarsius) sering memangsa serangga, kadal, kelalawar dan ular. Kelompok kera yang bersifat omnivor (misalnya galago dan simpanse) memakan buah-buahan dan daun-daunan serta memangsa serangga, kadal dan telur burung. Adapun kera yang bersifat herbivor (misalnya bekantan dan marmoset) biasanya memakan daun-daunan, buah-buahan dan getah pohon.

Orang Utan
Perkembangbiakan Kera
    Perkembangbiakan kera melali beberapa tahapan, yaitu kopulasi atau kawin, hamil, melahirkan dan menyusui. Musim kawin kera berlangsung pada bulan-bulan tertentu, namun beberapa jenis kera dapat kawin sewaktu-waktu. Masa kehamilan kera berlangsung sekitar 5-8 bulan. Induk betina biasanya melahirkan seekor anak. Anak kera kemudian disusui dan diasuh oleh induknya sampai berumur 2-3 tahun. Di habitat aslinya kera seringkali menjadi mangsa hewan buas, misalnya serigala, harimau, macan atau singa.

Minggu, 25 Desember 2016

LEMUR : MAMALIA MIRIP PRIMATA

    Lemur (Lemuridae) adalah nama hewan mamalia mirip kera yang hanya terdapat di hutan Madagaskar dan Komoro, Afrika Timur. Ukuran tubuh lemur rata-rata sebesar kucing, meskipun ada yang tidak lebih besar daripada tikus. Lemur berekor panjang dan bermoncong. Lemur tergolong hewan malam dan penghuni pohon.
    Para ahli biologi menggolongkan lemur sebagai primata, karena struktur tangan dan kaki lemur mirip dengan kera. Akan tetapi berbeda dengan kera, lemur mempunyai moncong seperti rubah dan penciuman yang tajam. Makanan mereka adalah buah-buahan, daun, burung dan telurnya, serta serangga. Beberapa jenis lemur yang besar aktif pada siang hari, sedangkan lemur yang lebih kecil aktif pada malam hari. Lemur tidak memiliki banyak musuh, karena sedikit sekali hewan predator yang hidup di wilayah mereka.

Lemur Cokelat Madagaskar
Subfamili Lemur
    Spesies lemur dibedakan dari ukuran, warna, serta penampilan tubuhnya. Namun pada dasrnya famili Lemuridae mencakup dua subfamili yaitu lemur tikus (Cheirogaleinae) dan lemur sejati (Lemurinae). Lemur tikus yang merupakan primata terkecil di dunia memiliki berat sekitar 60 gr dan panjang tubuh 25 cm. Lemur tikus merupakan hewan pohon yang sering meloncat-loncat di antara dahan dan sulur di hutan dan semak-semak. Spesies yang paling terkenal adalahlemur tikus kerdil (Microcebus murinus).
Adapun spesies lemur sejati diantaranya adalah lemur ekor cincin (Lemur catta) dan lemur belang (Varecia variegata). Spesies lemur lainnya adalah indri dan sifaka yang termasuk famili Indriidae. Lemur jenis ini seperti kera dan kebanyakan tinggal di pohon serta sering meloncat dari satu dahan ke dahan lainnya. Indri, jenis lemur terbesar berukuran sekitar 70 cm dan sifaka sekitar 50 cm. Indri berwarna hitam pada punggungnya dan putih pada bagian bawahnya, sedangkan sifaka berwarna putih disertai jingga, belang-belang cokelat atau hitam.
 Sifaka dan anaknya
Musim Hujan
   Perkembangan lemur biasanya berhubungan dengan musim hujan. Biasanya betina beranak 2 ekor sekaligus atau terkadang 1-3 ekor setelah masa hamil 60 hari. Setelah melahirkan, kelompok betina tidak meninggalkan sarangnya. Sarang tersebut ditempati oleh beberapa lemur betina beserta anak-anaknya. Lemur biasanya kawin sekali setahun. Sepanjang tahun vagina tertutup dan akan membuka bila dalam keadaan birahi dan pada waktu beranak. Pada musim kering, testes pada lemur jantan masih kecil, tetapi lambat laun membesar pada waktu musim hujan, yakni ketika musim kawin tiba. Untuk menarik betina, jantan memperdengarkan suara mencicit.

lemur Ekor Cincin
Lemur Ekor Cincin
    Salah satu ciri yang mencolok dari lemur ini adalah ekornya yang panjang dan berwarna belang hitam dan putih. Lemur ekor cincin merupakan kelompok sosial terbesar di antara semua jenis lemur di Madagaskar. Mereka membentuk kelompok yang jumlahnya dapat mencapai 30 ekor dan menempati satu wilayah tertentu. Lemur ekor cincin lebih banyak menghabiskan waktunya di tanah dibandingkan lemur lainnya. Mereka memiliki perbendaharaan kata atau bunyi paling kaya, antara lain mengeong, menjerit dan menyalak. Mereka juga menggunakan ekornya untuk berkomunikasi dengan lemur lainnya dalam satu kelompok. Dengan menegakkan ekornya, mereka juga bisa saling mengawasi jika sedang mencari makan di daerah terbuka.
 Lemur Sifaka cokelat
    Ada suatu kebiasaan khas dari lemur ekor cincin. Mereka suka memulai hari dengan mandi sinar matahari untuk menghangatkan badan mereka setelah melewati malam yang dingin. Saat mandi sinar matahari, mereka biasanya duduk di tanah atau di dahan yang rendah, menghadap matahari, dan meregangkan tangan. Lemur ekor cincin bersuara seperti kucing, karena itu sering disebut juga lemur kucing.

Indri
Sumber : Ensiklopedi Umum Untuk Pelajar