"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)
Tampilkan postingan dengan label PULAU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PULAU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 November 2016

DELTA : PULAU HASIL SEDIMENTASI SUNGAI

    Delta adalah tanah endapan (Pasir halus, tanah liat, kerikil, lumpur, dan sedimen lain) berupa dataran rendah dan berbentuk segitiga di muara sungai yang terdiri atas bahan sedimentasi dari daerah aliran sungai. Wilayah delta merupakan tanah subur sehingga banyak digunakan sebagai lahan pertanian.
    Sejak zaman prasejarah, delta berperan penting bagi kehidupan manusia. Banyak peradaban manusia berawal dan berkembang di delta, seperti Delta Nil di Mesir, delta Eufrat-Tigris di Iraq, delta Mississiphi di Amerika Serikat, dan delta Brahmaputra di Bangladesh. Delta terbentuk oleh sungai yang mengalir bersamaan dengan mengikis dan membawa bahan sedimentasi dari daratan yang dilaluinya.
Variasi Delta
    Delta bervariasi dalam ukuran, struktur, dan komposisinya. Faktor yang mempengaruhi karakter delta antara lain adalah kondisi iklim, sumber endapan ekologis di daerah aliran sungai, stabilitas tektonik, karakteristik banjir, kemiringan sungai, proses erosi, serta jangkauan gelombang dan pasang. Kombinasi dari beberapa faktor ini menimbulkan berbagai bentuk delta. Adanya delta merupakan pertanda bahwa kekuatan pengendapan bahan erosi sungai lebih kuat daripada gelombang dan arus laut. Delta terdiri atas tiga komponen yaitu delta hulu, delta tengah dan delta sub-akuatik yang menjorok ke laut dan membentuk permukaan bawah laut.

Sumber Delta
    Bagian sungai yang dibatasi dinding lembah (dataran aluvial) merupakan sumber sedimentasi yang hanyut ke laut. Pada tempat tertentu aliran sungai melebar dan terpecah menjadi beberapa cabang. Inilah awal terjadinya delta hulu. Dataran ini terletak pada ketinggian diatas jangkauan air pasang dan terbentuk oleh terjadinya proses anak sungai. Kawasan di antara satu aliran dan aliran lain biasanya membentuk rawa air tawar (danau dangkal). Delta hilir secara berkala dibanjiri air pasang naik dan daratannya terbentuk dari interaksi air sungai dan air laut.

Klasifikasi Delta
    Delta muncul dalam banyak bentuk. Karakteristiknya ditentukan oleh keseimbangan antara energi dan kandungan sedimen sistem fluvial dan dinamika samudera. Klasifikasi delta didasarkan pada bentuk delta ketika karakteristiknya terbentuk. Berdasarkan klasifikasi ini delta dapat dibagi atas dua jenis yaitu delta sangat kontruktif dan delta sangat destruktif.

  1. Delta sangat Konstruktif  . Delta sangat konstruktif berkembang ketika kegiatan fluvial dan proses pengendapan mendominasi sistem aliran sungai. Delta jenis ini terjadi dalam dua bentuk yaitu delta kaki burung seperti delta Mississiphi dan delta dari masa Holosen (2 juta tahun silam hingga kini) pada sungai Mississiphi yang berbentuk membulat seperti kaki burung berselaput. Kedua jenis delta ini terbentuk dari pasokan bahan endapan, dan ketika bertemu dengan proses gelombang laut, endapan tersebut cenderung melebar di sepanjang garis pantai.
  2. Delta Sangat Destruktif  Adapun delta sangat destruktif terbentuk di garis pantai dengan banyak gelombang laut. Bahan endapan yang dibawa sungai diterpa gelombang laut sebelum mengendap. Delta yang terbentuk oleh sungai misalnya sungai Nil, digolongkan sebagai delta yang didominasi gelombang laut. Pada delta sangat destruktif sedimentasi mengendap sebagai penghalang pasir berbentuk melengkung dekat muara sungai. Dalam bentuk lainnya, yang disebut juga delta yang didominasi pasang, arus pasang membentuk sedimentasi menjadi gundukan pasir yang berbentuk garis lurus memanjang dari muara sungai. Pada jenis delta ini lumpur dan kerikil mengendap di gundukan pasir. Biasanya kawasan tersebut berbentuk rawa yang ditumbuhi hutan bakau.

 Delta Daube di Rumania
 Delta Okivongo, di Botswana, Afrika
 Delta Orinoco, di Amerika Selatan
 Delta Volga, di Rusia
Delta Dnieper, Eropa Timur
Delta Achen di Jerman

Rabu, 13 Januari 2016

DAFTAR PULAU TERLUAR INDONESIA



No
Nama Pulau
Perairan
Wilayah Adm. Kabupaten/Provinsi
Negara terdekat


1
Alor
Selat Ombai
Alor, Nusa Tenggara Timur
Timor Leste

2
Ararkula
Laut Aru
Maluku Tenggara, Maluku
Australia

3
Asutubun
Laut Timor
Maluku Tenggara Barat, Maluku
Timor Leste

4
Bangkit
Laut Sulawesi
Bolaang Mangondow, Sulawesi Utara
Filipina

5
Barung
Samudra Hindia
Jember, Jawa Timur
Australia

6
Batarkusu
Laut Timor
Maluku Tenggara Barat, Maluku
Timor Leste

7
Batek
Laut Sawu
Kupang, Nusa Tenggara Timur
Timor Leste

8
Batu Bawaikang
Laut Sulawesi
Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara
Filipina

9
Batu Berhenti
Selat Singapura
Kota Batam, Kepulauan Riau
Singapura

10
Batu Goyang
Laut Aru
Maluku Tenggara, Maluku
Australia

11
Batu Kecil
Samudra Hindia
Lampung Barat, Lampung
Australia

12
Batu Mandi
Selat Malaka
Bintan, Kepulauan Riau
Malaysia

13
Benggala
Samudra Hindia
Kota Sabang, Nangroe Aceh Darusalam
India

14
Bepondi
Samudra Pasifik
Biak Numfor, Papua
Palau

15
Berhala
Selat Malaka
Deli Serdang, Sumatera Utara
Malaysia

16
Bras
Samudra Pasifik
Biak Numfor, Papua
Palau

17
Budd
Samudra Pasifik
Sorong, Papua Barat
Palau

18
Damar
Laut Natuna
Natuna, Kepulauan Riau
Malaysia

19
Dana (Ndana)
Samudra Hindia
Kupang, Nusa Tenggara Timur
Australia

20
Dana (Ndao)
Samudra Hindia
Kupang, Nusa Tenggara Timur
Australia

21
Deli
Samudra Hindia
Pandeglang, Banten
Australia

22
Dona
Samudra Hindia
Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur
Australia

23
Enggano
Samudra Hindia
Bengkulu Utara, Bengkulu
Samudera Hindia

24
Enu
Laut Arafura
Maluku Tenggara, Maluku
Australia

25
Fani
Samudra Pasifik
Sorong, Papua Barat
Palau

26
Fanildo
Samudra Pasifik
Biak Numfor, Papua
Palau

27
Gosong Makasar
Laut Sulawesi
Nunukan, Kalimantan Timur
Malaysia

28
Intata
Laut Sulawesi
Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara
Filipina

29
Iyu Kecil
Selat Malaka
Karimun, Kepulauan Riau
Malaysia

30
Jiew
Laut Halmahera
Halmahera, Maluku Utara
Palau

31
Kakarutan
Samudra Pasifik
Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara
Filipina

32
Karang
Laut Aru
Maluku Tenggara, Maluku
Australia

33
Karaweira
Laut Aru
Maluku Tenggara, Maluku
Australia

34
Karimun Kecil
Selat Malaka
Karimun, Kepulauan Riau
Malaysia

35
Kawalusu
Laut Sulawesi
Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara
Filipina

36
Kawio
Laut Sulawesi
Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara
Filipina

37
Kepala
Laut Natuna
Natuna, Kepulauan Riau
Malaysia

38
Kisar
Selat Wetar
Maluku Tenggara Barat, Maluku
Timor Leste

39
Kolepon
Laut Aru
Merauke, Papua
Australia

40
Kultubai Selatan
Laut Aru
Maluku Tenggara, Maluku
Australia

41
Kultubai Utara
Laut Aru
Maluku Tenggara, Maluku
Australia

42
Laag
Laut Aru
Irian Jaya Timur, Papua
Australia

43
Larat
Laut Aru
Maluku Tenggara Barat, Maluku
Australia

44
Leti
Laut Timor
Maluku Tenggara Barat, Maluku
Timor Leste

45
Liki
Samudra Pasifik
Sarmi, Papua
Papua Nugini

46
Lingian
Selat Makasar
Tolitoli, Sulawesi Tengah
Malaysia

47
Liran
Selat Wetar
Maluku Tenggara Barat, Maluku
Timor Leste

48
Makalehi
Laut Sulawesi
Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara
Filipina

49
Mangkai
Laut Natuna
Natuna, Kepulauan Riau
Malaysia

50
Mangudu
Samudra Hindia
Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur
Australia

51
Manterawu
Laut Sulawesi
Bolaang Mangondow, Sulawesi Utara
Filipina

52
Manuk
Samudra Hindia
Tasikmalaya, Jawa Barat
Australia

53
Marampit
Laut Sulawesi
Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara
Filipina

54
Maratua
Laut Sulawesi
Berau, Kalimantan Timur
Malaysia

55
Marore
Laut Sulawesi
Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara
Filipina

56
Marsela
Laut Timor
Maluku Tenggara Barat, Maluku
Timor Leste

57
Meatimiarang
Laut Timor
Maluku Tenggara Barat, Maluku
Timor Leste

58
Mega
Samudra Hindia
Bengkulu Utara, Bengkulu
Samudera Hindia

59
Miangas
Laut Sulawesi
Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara
Filipina

60
Miossu
Samudra Pasifik
Sorong, Papua Barat
Palau

61
Nipah
Selat Singapura
Kota Batam, Kepulauan Riau
Singapura

62
Nongsa
Selat Singapura
Kota Batam, Kepulauan Riau
Singapura

63
Nusa Kambangan
Samudra Hindia
Cilacap, Jawa Tengah
Australia

64
Panambulai
Laut Aru
Maluku Tenggara, Maluku
Australia

65
Panehan
Samudra Hindia
Trenggalek, Jawa Timur
Australia

66
Pelampong
Selat Singapura
Kota Batam, Kepulauan Riau
Singapura

67
Raya
Samudra Hindia
Aceh Barat, Nangroe Aceh Darusalam
Samudera Hindia

68
Rondo
Samudra Hindia
Kota Sabang, Nangroe Aceh Darusalam
India

69
Rusa
Samudra Hindia
Aceh Besar, Nangroe Aceh Darusalam
Samudera Hindia

70
Salando
Laut Sulawesi
Tolitoli, Sulawesi Tengah
Malaysia

71
Salaut Besar
Samudra Hindia
Aceh Utara, Nangroe Aceh Darusalam
Samudera Hindia

72
Sambit
Laut Sulawesi
Berau, Kalimantan Timur
Malaysia

73
Sebatik
Selat Makasar
Nunukan, Kalimantan Timur
Malaysia

74
Sebetul
Laut Cina Selatan
Natuna, Kepulauan Riau
Vietnam

75
Sekatung
Laut Cina Selatan
Natuna, Kepulauan Riau
Vietnam

76
Sekel
Samudra Hindia
Trenggalek, Jawa Timur
Australia

77
Selaru
Laut Timor
Maluku Tenggara Barat, Maluku
Australia

78
Semiun
Laut Natuna
Natuna, Kepulauan Riau
Malaysia

79
Sentut
Selat Singapura
Riau Kepulauan, Kepulauan Riau
Malaysia

80
Senua
Laut Cina Selatan
Natuna, Kepulauan Riau
Malaysia

81
Sibarubaru
Samudra Hindia
Mentawai, Sumatra Barat
Samudera Hindia

82
Simeuleuceut
Samudra Hindia
Aceh Barat, Nangroe Aceh Darusalam
Samudera Hindia

83
Simuk
Samudra Hindia
Nias, Sumatra Utara
Samudera Hindia

84
Sinyaunyau
Samudra Hindia
Mentawai, Sumatra Barat
Samudera Hindia

85
Sophialouisa
Samudra Hindia
Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat
Australia

86
Subi Kecil
Laut Natuna
Natuna, Kepulauan Riau
Malaysia

87
Tokong Belayar
Laut Natuna
Natuna, Kepulauan Riau
Malaysia

88
Tokong Malang Biru
Laut Natuna
Natuna, Kepulauan Riau
Malaysia

89
Tokong Nanas
Laut Natuna
Natuna, Kepulauan Riau
Malaysia

90
Tokong Boro
Laut Natuna
Natuna, Kepulauan Riau
Malaysia

91
Wetar
Laut Banda
Natuna, Kepulauan Riau
Timor Leste

92
Wunga
Samudra Hindia
Nias, Sumatra Utara
Samudera Hindia

Sumber : Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia/Wikipidea