"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)
Tampilkan postingan dengan label TANAMAN HIAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TANAMAN HIAS. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Maret 2018

KAKTUS : TANAMAN GURUN YANG INDAH

Kaktus adalah nama yang diberikan untuk anggota tumbuhan berbunga famili Cactaceae.

Kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air. Kaktus biasa ditemukan di daerah-daerah yang kering (gurun). Kata jamak untuk kaktus adalah kakti. Kaktus memiliki akar yang panjang untuk mencari air dan memperlebar penyerapan air dalam tanah. Air yang diserap kaktus disimpan dalam ruang di batangnya. Kaktus juga memiliki daun yang berubah bentuk menjadi duri sehingga dapat mengurangi penguapan air lewat daun. Oleh sebab itu, kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air.

Sejarah
Penemuan tentang kaktus dipercayai telah dimulai lama sebelum bangsa Eropa menemukan Dunia Baru. Namun, berbagai informasi mengenai tumbuhan tersebut hilang ketika terjadi penjajahan oleh Spanyol. Referensi pertama mengenai tanaman kaktus ditemukan pada abad ke-16 di dalam bab 16 dari buku Historia general y natural de las Indias (1535). Penulis buku tersebut, Hernandez de Oviedo y Valdez mendeskripsikan kaktus sebagai tanaman yang memiliki duri yang khas dan buah yang unik. Sebagian besar spesies kaktus berasal dari Amerika Utara, Selatan, dan Tengah. Genus kaktus pertama yang diimpor ke Eropa adalah Melocactus. Seorang botaniawan asal Swedia, Carl Linnaeus, memberikan nama kaktus yang diambil dari bahasa Yunani Κακτος kaktos. Dalam bahasa Yunani klasik, kata tersebut memiliki makna tanaman liar berduri.

Habitat
Hanya seperempat dari keseluruhan total spesies kaktus yang hidup di daerah gurun. Sisanya hidup pada daerah semi-gurun, padang rumput kering, hutan meranggas, atau padang rumput. Umumnya, tumbuhan ini hidup di daerah beriklim tropis dan subtropis.

Morfologi
Kaktus termasuk ke dalam golongan tanaman sukulen karena mampu menyimpan persediaan air di batangnya. Batang tanaman ini mampu menampung volume air yang besar dan memiliki bentuk yang bervariasi. Untuk dapat bertahan di daerah gurun yang gersang, kaktus memiliki metabolisme tertentu. Tumbuhan ini membuka stomatanya di malam hari ketika cuaca lebih dingin dibandingkan siang hari yang terik. Pada malam hari, kaktus juga mengambil CO2 dari lingkungan dan menyimpannya di vakuola untuk digunakan ketika fotosintesis berlangsung (terutama pada siang hari). Banyak spesies dari kaktus yang memiliki duri yang panjang serta tajam. Duri tersebut merupakan modifikasi dari daun dan dimanfaatkan sebagai proteksi terhadap herbivora. Bunga kaktus yang berfungsi dalam reproduksi tumbuh dari bagian ketiak atau areola dan melekat pada tumbuhan serta tidak memiliki tangkai bunga.


Selain itu, kaktus juga memiliki daun yang akan berubah menjadi duri – duri tajam sehingga dapat mengurangi suatu penguapan air melalui daun tersebut. Oleh karena itu, tanaman ini mampu bertahan hidup walaupun kekurangan air atau tanpa air. Secara umumnya, klasifikasi tanaman kaktus berdasarkan kedudukan taksonomi, morfologi adalah sebagai berikut :

Klasifikasi Tanaman Kaktus 
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Cactales
Famili : Cactaceae
Sub Famili : Pereskiae, Rebutia,  Notocactus, Mammilaria
Spesies : Mammillaria Xantina, Opuntia ficus indica dan Achinocactsu grusonii

Kaktus merupakan salah satu tanaman  berduri, tanaman ini termasuk kedalam famili Cactaceae.  Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik, walaupun kekurangan air dan dapat tumbuh dalam jangka yang cukup lama. Tanaman kaktus ini banyak di jumpai di tanah tandus, kering dan juga tanpa banyak air di sekitarnya terutamanya di daerah gurun kering. Perlu diketahui, bahwa kaktus ini memiliki akar yang sangat panjang dan mampu menyebar luas untuk menyerap air disekitarnya.

Morfologi Tanaman Kaktus
1. Akar
Akar tanaman kaktus tunggang, bercabang, dan juga memiliki serabut, namun ada beberapa perakaran dari tanaman ini memiliki sifat yang menempel dari tanaman satu ketanaman lainnya yang disebut epifit. Perakaran ini memiliki panjang mencapai 6-10 meter bahkan lebih dan menyerap luas agar tanaman dapat menyerap air yang ada disekitarnya atau didalam tanah.

2. Batang
Batang tanaman kaktus memiliki kandungan air yang banyak atau disebut Sukulen, selain itu air yang disimpan didalam batang memiliki bentuk lendir dan juga tidak menguap. Batang tanaman ini berawarna kehijauan muda hingga tua, abu-abu dan juga berlapis lilin. Bentuk batang tanaman kakkus ini bulat, silindris dan juga memiliki ukaran yang sangat bervariasi yang mencapai 20 meter bahkan lebih.

3. Daun
Daun tanaman kaktus ini tunggas yang memiliki tangkai pendek dan juga memiliki ukuran besar, selain itu daun ini memiliki peran untuk melakukan proses fotosintesis. Namun, dari beberapa penemuan dan juga berdasarkan sub famili tanaman ini tidak memiliki daun, sehingga proses fotosintesis dilakukan pada bagian batangnya.

4. Bunga
Tanaman ini juga memiliki bunga berbentuk corng, dengan ukuran dan juga bentuk yang sangat beragam tergantung dengan varietesnya. Bunga ini memiliki warna mahkota merah, kuning, dan juga keorangean. Bunga kaktus ini bermerakan pada malam dan siang hari yang akan mengeluarkan bau khasnya.

5. Buah dan biji
Buah pada tanaman kaktus ini berbentuk bulat menajang atau lonjong dan juga memiliki daging yang tebal. Selain itu, buah ini bergerombol dibagian pangkal ujung batang yang ditutupi duri – duri tajam. Buah yang dihasikan dari tanaman ini mencapai 100-200buah per tanaman kaktus. Sedangkan biji yang dihasilkan dalam buah ini berbentuk kecil, berkulit tipis dan juga keras. Selain itu, biji ini memiliki permukaan yang mengkilap berwarna kecoklatan hingga kehitaman.


Hama dan penyakit
Penyakit yang umumnya menyerang kaktus disebabkan oleh bakteri dan cendawan. Infeksi akibat bakteri dan cendawan dapat menyebar dengan cepat sehingga perlu dilakukan pembuangan bagian yang terinfeksi kemudian dilakukan pencangkokan. Hama yang sering menyerang kaktus adalah tungau (Tetranychus urticae) dan kutu yang menghisap cairan kaktus. Kerusakan bagian tertentu dari kaktus juga dapat disebabkan terbakarnya jaringan akibat sinar matahari. Apabila kaktus yang biasa diletakkan di tempat teduh secara tiba-tiba dipindahkan ke lokasi yang terkena sinar matahari secara langsung maka akan timbul perubahan warna menjadi putih atau coklat pada bagian yang terekspos oleh sinar matahari.

Kegunaan kaktus bagi manusia
Berbagai jenis kaktus telah lama dimanfaatkan manusia sebagai sumber pangan, salah satunya adalah Opuntia. Spesies ini banyak dikultivasi untuk diambil buah dan batang mudanya. Buah Opuntia banyak diolah menjadi selai yang disebut queso de tuna Sementara itu, batang muda Opuntia yang dikenal sebagai nopalitos akan dikuliti dan digoreng, dikukus, atau diolah menjadi acar dalam cuka asam-manis. Sekarang ini, Opuntia juga masih dimanfaatkan sebagai pakan ternak, kosmetik, dan obat-obatan. Dulunya, spesies kaktus Carnegiea gigantean dimanfaatkan sebagai bahan dasar tepung untuk pembuatan roti. Namun tepung ini sudah tidak lagi dimanfaatkan karena masyarakat lebih menyukai tepung dari jagung. Bagian akar dari Echinocactus platycanthus juga diolah dalam cairan gula untuk dijadikan permen. Bagian akar berkayu ataupun pembuluh vaskular yang mengandung lignin dari kaktus juga dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan bahan perekat.

Dewasa ini, berbagai spesies kaktus terancam punah karena adanya perusakan habitat alaminya dan eksplorasi berlebihan yang dilakukan manusia. Dulunya, kaktus diimpor dalam jumlah besar ke Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan Jepang karena termasuk komoditi yang menguntungkan. Namun, perdagangan kaktus tersebut mulai dihentikan sebelum Perang Dunia II. Saat ini, kaktus termasuk di dalam daftar Apendiks I dan II Convention on Internasional Trade in Endangered Species (CITES) yang memberikan proteksi kepada tanaman ini. CITES juga menggalakkan usaha propagasi buatan untuk melestarikan kaktus. Tanaman hasil propagasi atau perbanyakan buatan merupakan tanaman yang berasal dari biji, propagula, maupun stek yang ditanam pada lingkungan terkontrol. Beberapa negara juga melarang dengan keras perdagangan kaktus, terutama ke luar negeri. Beberapa usaha konservasi kaktus pun telah dilakukan, di antaranya adalah pelestarian ex situ di dalam tanaman botani. duri kaktus bisa dibuat untuk memecahkan jerawat dah batangnya untuk rambut agar tebal lalu air nya untuk obat segala macam penyakit dan getahnya dapat di buat untuk menakuti hewan buas dan hama tanaman.

Sumber Referensi : Wikipedia Indonesia, Berbagi Ilmu Pengetahuan:Fredi Kurniawan.Com

Sabtu, 25 Maret 2017

LONTAR : TUMBUHAN PALEM DI DAERAH BERIKLIM PANAS DAN KERING

   
 Pohon Kelapa, Palem dan Lontar merupakan tanaman serumpun
Lontar, rontal atau siwalan adalah kelompok tumbuhan palem dari genus Borassus yang daunnya dapat digunakan untuk menulis dan membuat sasando (alat musik tradisional Nusa Tenggara Timur). Lontar tersebar di beberapa negara seperti India, Myanmar, Thailand, Malaysia dan Indonesia. Selain untuk menulis dan membuat sasando, tumbuhan ini juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan seperti obat, bahan bangunan dan bahan pembuat tali. Buahnya setelah dikupas dapat juga dimakan, rasanya mirip dengan buah kelapa muda. 

 Pohon Lontar
    Tumbuhan lontar termasuk anggota suku Arecaceae atau Palmae dan terdiri dari beberapa spesies seperti Borassus flabellifer dan Borassus aethiopum. Di Indonesia, lontar banyak ditemukan di beberapa wilayah seperti Aceh, Palembang, Bengkulu, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Selatan. Tumbuhan ini biasanya ditanam di dataran rendah, dengan ketinggian tempat sekitar 0-500 m di atas permukaan laut. Lontar memerlukan curah hujan rendah, temperatur udara tinggi dan penyinaran matahari penuh bagi pertumbuhannya.

Daun Lontar
Daun Lontar
    Seperti tumbuhan monokotil umumnya, lontar ditunjang oleh akar serabut. Tinggi tanaman ini mencapai 6-20 m dengan diameter batang sekitar 20-40 cm. Daun lontar berukuran lebar dan berbentuk seperti kipas. Daunnya mempunyai banyak lekukan dengan ujung yang lancip. Bunga tersusun dalam malai atau tandan bunga. Bunga jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda. Buah lontar berbentuk bulat dan berwarna hitam. Bagian ini memiliki serabut yang berwarna kuning dan biji yang keras.

Buah Lontar
Buah Lontar
    Daging buah lontar berwarna putih, kenyal dan berair. Kulit buahnya berserabut, sedangkan biji buahnya berjumlah tiga. Ketika tua, biji buah lontar sangat keras sehingga perkecambahannya memerlukan panas dan kelembaban yang tinggi. Karena itu, tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di daerah panas dan kering, seperti di kepulauan Nusa Tenggara.

Nira Lontar
Nira Lontar
    Hampir semua bagian lontar dapat dimanfaatkan oleh manusia. Batang lontar yang keras dapat digunakan sebagai bahan bangunan dan kayu bakar. Halaian daunnya sering dimanfaatkan untuk membuat atap, tikar dan kerajinan tangan. Adapun serat dari tangkai daun lontar dapat dipintal menjadi tali. Getah tumbuhan ini berguna sebagai bahan perekat. Tandan bunga lontar biasanya disadap untuk diambil niranya. Nira tersebut kemudian diolah menjadi minuman berakohol dan gula merah. Selain itu, bunga lontar juga dimanfaatkan sebagai obat wasir, sakit telinga dan pegal linu. Daging buah lontar dapat dimakan sebagai buah segar, sedangkan serabut buahnya digunakan sebagai pewangi makanan.

Daging buah Lontar
Naskah Kuno
    Sejak abad ke 16, suku-suku bangsa di Indonesia seperti suku Lombok, Bali, Bugis, dan Jawa menggunakan daun lontar untuk menulis berbagai naskah kuno yang menggambarkan kebudayaan dan adat istiadat masyarakat setempat. Naskah tersebut berisi catatan mengenai berbagai hal seperti ramuan obat tradisional, pedoman pembuatan perahu, pedoman pembuatan rumah, pedoman pemakaman, catatan perjanjian dan kumpulan syair atau prosa. Sebelum digunakan untuk menulis naskah, daun lontar biasanya dikeringkan terlebih dahulu. Naskah tersebut kemudian disusun dan dijilid menjadi sebuah buku atau kitab. Bagi masyarakat Bali, pembacaan lontar suci merupakan salah satu bagian dari ritual maligia (upacara kematian).

Naskah Kuno dari Daun Lontar

Sabtu, 11 Februari 2017

JENIS-JENIS TANAMAN

    Tanaman adalah tumbuh-tumbuhan yang sengaja ditanam atau dibudidayakan oleh manusia terutama karena memiliki manfaat tertentu, misalnya sebagai bahan baku pangan, obat, dan industri, serta pelindung dan penghias lingkungan. Berbagai macam tanaman dapat ditanam dengan media tanah maupun secara hidroponik. Budidaya tanaman pangan secara organik dapat menghasilkan makanan yang bermutu tinggi dan sehat.
    Agar pertumbuhan dan perkembangannya dapat tercapai secara optimal, kebutuhan tanaman harus diperhatikan. Kebutuhan utama yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman antara lain adalah nutrisi, suhu, tingkat keasaman tanah, dan intensitas pencahayaan tertentu.
Tanaman semusim (Hutan Gugur)
Kelompok Tanaman
    Tanaman dapat dibedakan menjadi berbagai kelompok berdasarkan kriteria tertentu. Berdasarkan kegunaan dan peruntukannya tanaman dibedakan dalam beberapa kelompok antara lain tanaman pangan, tanaman hias, tanaman obat, tanaman pelindung dan tanaman industri.
    Tanaman pangan dibudidayakan karena sebagian atau seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan bagi manusia. Tanaman pangan meliputi padi dan jagung, sayur mayur dan buah-buahan.
    Tanaman hias ditanam untuk memenuhi kebutuhan estitika. Keindahan yang dimiliki tanaman hias hias umumnya terletak pada warna, bentuk dan bau yang menarik serta unik. Selain berupa tanaman bunga seperti mawar, melati dan anggrek, tanaman hias juga bisa berupa tanaman yang memiliki corak daun indah atau berwarna-warni.
    Tanaman obat mengandung zat-zat yang memiliki khasiat. Beberapa tanaman yang termasuk kelompok tanaman obat adalah kencur, mahkota dewa dan mengkudu. Tanaman pelindung ditanam dengan tujuan memberikan naungan terhadap terik sinar matahari. Sesuai fungsinya tanaman pelindung memiliki struktur yang besar dan rindang. Beberapa tanaman yang tergolong sebagai tanaman pelindung antara lain adalah ketapang, kapuk dan angsana.
    Tanaman industri dibudidayakan untuk menyediakan bahan baku industri. Beberapa contoh tanaman industri adalah teh, kopi, karet, pinus, damar dan kelapa sawit.

Lama Hidup Tanaman
    Tanaman juga dapat dikelompokkan berdasarkan lama hidupnya. Pengelompokkan tersebut terdiri atas tanaman anual, bienial, dan perenial. Tanaman anual memiliki siklus hidup relatif singkat. Tanaman yang termasuk dalam kelompok ini mempunyai siklus hidup satu musim tumbuh saja, yaitu satu tahun atau kurang, misalnya tomat, mentimun, dan terung serta tanaman palawija seperti jagung, padi gogo dan singkong.
    Tanaman Bienial adalah kelompok tanaman yang hidup selama dua musim tumbuh atau 2 tahun. Biasanya tanaman ini bereproduksi pada tahun kedua. Contoh tanaman bienial adalah bit, kubis dan wortel. Adapun tanaman perenial hidup bertahun-tahun dan bereproduksi lebih dari satu kali. Biasanya tanaman perenial merupakan tanaman keras atau berkayu seperti jambu, mangga, jeruk, kelapa dan mahoni.

 Tanaman Hidroponik
Hidroponik
    Hidroponik adalah teknik budidaya tanaman dengan menggunakan larutan nutrisi mineral sebagai pengganti tanah. Secara etimologis, hidroponik berasal dari bahasa Yunani hydro (air) dan ponos (kerja) yang berarti "air yang bekerja". Tehnik hidroponik berkembang sejak tahun 1860-an ketika dua ahli botani Jerman, Julius Von Sachs dan Wilhelm Knop, menemukan formula larutan mineral nutrisi yang baik bagi pertumbuhan tanaman yang ditanam tanpa media tanah. Penelitian mengenai formula larutan mineral nutrisi kemudian terus dikembangkan oleh para ahli botani.

Tanaman Hidroponik Strowbery
Kultur Air dan Kultur Medium
    Dalam hidroponik dikenal dua tehnik, yaitu kultur air dan kultur medium. Kultur air adalah teknik hidroponik yang menggunakan campuran air dan larutan zat hara kimiawi sebagai sumber nutrisi untuk pertumbuhan tanaman. Pada tehnik ini, akar tanaman terendam dalam campuran air dan larutan zat hara kimiawi. Teknik ini tidak menggunakan medium padat sebagai tempat akar melekat. Adapun dalam kultur medium, selain larutan zat hara kimiawi, juga digunakan media padat sebagai tempat akar melekat. Beberapa media padat yang dapat digunakan dalam hidroponik antara lain adalah pasir, koral, kerikil dan batu apung.

Keuntungan Tanaman Hidroponik
    Tanaman hidroponik memiliki beberapa keuntungan dibandingkan tanaman dengan media tanah. Keuntungan menanam tanaman dengan teknik hidroponik adalah akar tanaman hidroponik dapat secara terus menerus memperoleh oksigen. Tanaman hidroponik juga lebih mudah memperoleh air sesuai dengan yang dibutuhkan. Selain itu, sistem hidroponik sangat efesien karena tidak membutuhkan tempat yang luas dan tidak tergantung pada musim atau cuaca. Karena itu, bercocok tanam secara hidroponik, memungkinkan adanya penghijauan di lingkungan kota besar dengan lahannya terbatas karena banyaknya bangunan.
Tanaman Pertanian Organik
Tanaman Organik
    Kesadaran masyarakat terhadap kualitas makanan yang baik dan sehat semakin meningkat. Saat ini, semakin banyaknya kampanye makanan organik mengakibatkan banyak toko dan rumah makan menyediakan makanan organik. Hal ini telah mendorong berkembangnya budidaya tanaman organik. Tanaman organik adalah tanaman yang dibudidayakan tanpa menggunakan zat-zat yang dianggap memiliki pengaruh buruk bagi kesehatan manusia. Beberapa zat yang dihindari dalam budidaya tanaman organik antara lain adalah pestisida, herbisida, insektisida, dan pupuk buatan (kimia). Pupuk yang digunakan adalah humus.

Tanaman Hias
    Ada berbagai tanaman hias yang memikat hati pecinta tanaman. Tanaman hias yang populer di masyarakat antara lain adalah aglaonema, Adenium, Anthurium, Caladium dan Euphorbia.

Adenium
    Adenium, dikenal juga dengan sebutan kamboja jepang, memikat para penggemar tanaman hias karena memiliki variasi warna bunga. Selain itu, keunikan Adenium adalah bentuk akarnya yang membesar apabila telah tua, mirip bonsai.
Aglaonema
    Aglaonema merupakan tanaman hias populer dari suku talas-talasan. Genus Aglaonema memiliki sekitar 30 spesies. Keindahan Aglaonema tidak terletak pada bunganya, namun terletak pada warna dan corak daunnya. Tanaman ini juga dikenal dengan nama sri rejeki atau chinese evergreen.

Anthurium
    Anthurium adalah tanaman hias tropis yang memiliki daya tarik sebagai penghias ruangan. Ada dua macam Anthurium, yaitu Anthurium daun dan Anthurium bunga. Anthurium daun berwarna hijau segar dan bisa bertahan lama. Motifnya sangat banyak, ada yang bergelombang, berwarna hitam, dan berbentuk mirip daun sawi, sirih, maupun keris. Adapun Anthurium bunga memiliki beragam warna antara lain merah, putih dan oranye.

Caladium
    Caladium dikenal juga dengan sebutan keladi. Daun tanaman suku talas-talasan ini mempunyai berbagai corak warna. Ada yang berwarna dominan putih, merah muda, merah, kuning atau bahkan paduan aneka warna.
Euphorbia
    Euphorbia merupakan tanaman hias yang mudah dirawat. Tanaman dari Madagaskar ini berbunga kecil-kecil dan berwarna terbatas. Namun setelah dilakukan rekayasa genetika oleh para ahli tanaman di Thailand, bunga Euphorbia memiliki beraneka ragam warna yang sangat bervariasi sehingga banyak orang mulai tertarik.

Sumber : Ensiklopedia Umum Untuk Pelajar

Senin, 02 Januari 2017

PALEM : TANAMAN SERBA GUNA

   
 Pohon Kelapa Kelompok Pohon Palem ditepi pantai
Palem merupakan kelompok tumbuhan monokotil dari suku Arecaceae atau Palmae yang batangnya tegak seperti tiang dan umumnya tidak bercabang. Anggota bangsa Arecales ini mencakup lebih dari 2.700 spesies, termasuk kelapa (Cocos nucifera), kelapa sawit (marga Elaeis), lontar (marga Borassus) dan rotan (marga Calamus). Palem memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan, bahan bangunan, bahan kerajinan tangan, dan juga tanaman hias. 
 Tanaman Palem Hias
     Pohon palem pada umumnya terdapat di wilayah beriklim hangat, khususnya di daerah tropis. Karena mudah beradaptasi dengan lingkungan setempat, tanaman ini tersebar di berbagai tempat di dunia seperti Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik, Amerika Selatan dan Afrika Utara. Tumbuhan ini dapat ditanam baik di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, bahkan palem dari marga Geonoma tumbuh pada ketinggian 3.000 m di pegunungan Andes, Amerika Selatan.
Palem Botol
Palem Bagi Kehidupan Masyarakat
    Pohon palem merupakan komoditas perekonomian penting bagi masyarakat Indonesia. Kelapa sawit merupakan tumbuhan palem yang dibudidayakan dalam skala besar di perkebunan-perkebunan. Tumbuhan ini menjadi salah satu komoditas perkebunan penting karena buahnya dimanfaatkan sebagai bahan baku minyak goreng, margarin dan sabun. Masyarakat Indonesia juga menggunakan kelapa untuk berbagai keperluan. Selain untuk tanaman hias dan obat tradisional, pohon pinang (Areca cetechu) menghasilkan biji yang digunakan dalam tradisi makan sirih. Salah satu jenis palem yang berbatang merambat adalah rotan yang banyak dijumpai di hutan-hutan Kalimantan. Palem ini merupakan bahan baku furniture dan kerajinan tangan.
Palem Puteri
    Palem aren atau enau (Arenga pinnata) menghasilkan air sadapan atau nira yang dapat diolah menjadi gula merah. Air sadapan dari bunga nipah (Nypa fritcans) juga dimanfaatkan dalam pembuatan gula dan tuak (minuman beralkohol), sedangkan bagian daun digunakan untuk membuat atap, tikar. keranjang, topi, dan payung. Selain itu, tanaman lontar menghasilkan buah yang dapat dimakan atau diolah menjadi minuman beralkohol. Daun tanaman ini telah dikenal sebagai media tulisan dari berbagai naskah atau cerita kuno sebelum masyarakat Indonesia mengenal kertas.

Palem Kipas
Tanaman Hias
    Karena bentuk daunnya yang khas dan perawakannya yang tinggi, beberapa jenis palem, misalnya palem puteri, palem raja, dan palem botol dimanfaatkan sebagai tanaman hias dan tanaman peneduh. Jenis palem ini biasanya ditanam di halaman rumah dan di pinggir jalan. Selain sebagai tanaman hias, ujung batang palem yang masih muda dan lunak dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Selain itu, pelepah batang palem banyak digunakan sebagai kayu bakar. Di Indonesia, sentra budidaya palem hias terdapat di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Palem Raja
Beberapa Jenis Palem Hias

  1. Palem raja (marga Rosystonea). Jenis yang dikenal sebagai royal palm ini memiliki bentuk yang menawan dengan batang kokoh dan daun hijau segar. Tinggi tanaman mencapai 25-30 m. Spesies yang dikenal antara lain adalah R.Regia, R.buringuena, dan R.elata.
  2. Palem puteri (marga Ravenea). Tanaman yang berasal dari Madagaskar ini berbentuk seperti palem raja, namun daunnya lebih lebar dan lebih hijau. Palem puteri sering ditanam di pinggir jalan atau dalam pot.
  3. Palem botol (marga Mascarena). Jenis ini mempunyai batang bawah yang menggelembung dan batang atas yang menyempit sehingga bentuknya mirip botol. Pertumbuhannya lambat dan tajuknya sempit sehingga tidak butuh tempat luas.
  4. Palem merah (marga Cyrtostachys). Tanaman yang sering disebut pinang merah ini merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh di daerah rawa-rawa. Bagian pelepah dan tulang daunnya berwarna merah menyala. Palem ini biasanya ditanam di tempat yang terik agar warna merahnya tetap dapat dipertahankan.
  5. Palem kipas (marga Livistona Chinensis). Tanaman yang sering disebut palem buntut merak ini memiliki daun yang berbentuk kipas dengan tepi terbelah. Palem kipas berasal dari Cina. Palem ini sering ditanam di tepi kolam, halaman atau di taman.
  6. Palem anggur (marga Latania). Jenis ini memiliki pelepah dan tulang daun berwarna merah jambu atau ungu. Bagian daun berbentuk seperti bintang atau kipas. Warna daunnya hijau kebiru-biruan atau hijau keperak-perakan apabila tertimpa sinar matahari.
Palem Merah

Senin, 21 November 2016

BAMBU : TANAMAN YANG BATANGNYA PANJANG BERUAS-RUAS

    Bambu adalah kelompok tumbuhan monokotil dari sub famili Bambusoidaea yang batangnya beruas-ruas sehingga membentuk buluh panjang. Anggota suku Poaceae atau Gramineae (rumput-rumputan) ini tersebar di daerah tropis dan sub tropis, termasuk wilayah Asia Tenggara dan Asia Timur. Hampir semua bagian dari bambu dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai keperluan sehari-hari.
    Sekitar 45 genus dan 480 spesies bambu merupakan tumbuhan perenial (siklus hidupnya lebih dari dua tahunan). Tumbuhan ini biasanya berbentuk semak atau rumpun. Tinggi bambu berkisar dari 15 cm sampai lebih dari 40 m, sedangkan diameter pangkal batangnya mencapai 30 cm. Perbanyakan bambu menggunakan rimpang akar atau potongan buluhnya.
Hutan Bambu
Rebung
    Pohon bambu umumnya berbatang tegak seperti bambu ater (Gigantochloa atter), namun ada juga yang berbatang menjalar seperti bambu eul-eul (Nastus elegantissimus). Ruas batang atau buluhnya memiliki ketebalan yang beragam. Batang bambu memiliki rongga di bagian tengahnya, kecuali bambu buta (Schizostachyum caudatum) yang berbatang pejal (padat). Cabang bambu dapat tumbuh di permukaan tanah dan baru muncul setelah tumbuh sekitar 1,5 - 2 m di atas permukaan tanah. Tunas muda atau rebung bambu selalu dilindungi oleh pelepah batang. Apabila rebung telah tumbuh menjadi buluh, maka pelepah tersebut akan terlepas atau tetap menempel pada batang. Bagian daun terdiri dari tangkai, pelepah dan helaian daun. Tumbuhan ini jarang berbunga. Apabila terdapat pohon bambu yang berbunga, maka bunga tersebut berbentuk bulir atau seperti sikat botol. Bunga bambu biasanya terdapat di ujung atau di sepanjang batangnya.

Jenis Bambu
    Jenis bambu yang dikenal oleh masyarakat indonesia mencakup lebih dari 20 jenis, antara lain bambu betung,  bambu kuning, bambu tali dan bambu jepang. Bambu betung (Dendrocalumus asper) memiliki panjang buluh sekitar 20 m dan diameter sekitar 15 cm. Buluhnya yang tebal digunakan sebagai bahan bangunan, pipa atau saluran air, dan kerajinan tangan. Bambu kuning atau bambu ampel (Bambusa vulgaris) berbatang tegak dengan tinggi 15-20 m dan diameter sekitar 10 cm. Tumbuhan yang berbatang  kuning dan bergaris hijau ini sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias dan kerajinan tangan.  Bambu tali atau bambu apus (Gigantochloa apus) memiliki batang yang berwarna hijau kekuningan dengan garis cokelat kehitaman. Panjang batangnya dapat mencapai 10-20 m. Masyarakat Indonesia biasanya memanfaatkan jenis bambu ini sebagai bahan kerajinan tangan, peralatan rumah tangga dan alat musik. Adapun bambu jepang (Thyrsostachys siamensis) merupakan jenis yang berasal dari Thailand. Di Indonesia jenis ini biasanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias.

Manfaat Bambu
   Di Indonesia, bambu sering dimanfaatkan oleh masyarakat terutama masyarakat di daerah pedesaan. Selain berguna untuk menahan erosi tanah, akar bambu juga dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Rebungnya dapat dikonsumsi atau diolah menjadi berbagai macam masakan. Batang atau buluh bambu merupakan bagian yang paling sering dipakai oleh manusia untuk berbagai keperluan, antara lain sebagai bahan bangunan, kerajinan tangan, dan mebel (furnitur). Bagian daunnya sering digunakan sebagai pakan ternak dan pembungkus makanan, sedangkan bijinya dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan obat tradisional. Adapun serat bambu dari spesies D.strictus dan B.arundinacea digunakan sebagai bahan pembuat kertas.
 Bambu Jepang
 Bambu Kuning
 Bambu Betung
Bambu Tali