"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)
Tampilkan postingan dengan label DIARY KU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DIARY KU. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Oktober 2014

SELAMAT JALAN EYANG KAKUNG

   Hari-hari yang berat sudah kulalui walau masih meninggalkan kenangan yang masih tersisa. Rumus yang dulu kudapatkan dari pengajian di kampus tetap kujadikan pegangan untuk dapat menghadapi semua ujian hidup. Hidup ini hanya sementara, kehidupan di akhirat lebih kekal dan abadi maka tabunglah amal kebajikan sebanyak-banyaknya dan beribadahlah juga sebanyak-banyaknya dengan iklas hanya karena Allah semata. Apabila ada masalah yang menjadi beban pikiran kita mengadulah kepada Allah yang menciptakan alam ini, Allah yang menciptakan mahluknya dengan segala keindahan dan kemegahannya. Cintailah Ciptaannya kerena Allah, maka semua masalah akan selesai dan kita merasa nyaman dan tentram. Cinta kita kepada Orang-orang yang kita sayangi janganlah melebihi cinta kita kepada Allah. Sehingga apabila kita kehilangan orang-orang yang kita kasihi tidak meninggalkan kesedihan yang dalam.
   Hikmah dari pelajaran pengalaman hidup masa lalu membuatku belajar menghargai hidup , walau sempat terlintas melakukan tindakan bodoh digunung namun akhirnya bisa keluar dari masa-masa sulit itu. Berharap mengalami kecelakaan digunung sama saja melawan takdir Allah, dan akhirnya aku benar-benar mengalaminya, sekarang aku iklas kalau akhirnya mendapat teguran Allah dengan kondisi Fisikku yang sekarang cacat tidak seperti dulu lagi. Tapi aku bangga pada istri dan anak-anakku yang mau menerima kekurangan dan kelemahanku. Akupun bangga pada murid-muridku yang tidak mempermasalahkan kekuranganku ini.
    Teringat masa-masa kecilku bersama Eyang Kakung dan eyang putri bila berlibur di kampung. Eyang Putri sering menasehati dan menegurku yang tidak pernah bisa diam dan sering membuat kebingungan karena menghilang dan pergi ke hutan tanpa pamit. Rumah Eyang memang berada di dekat hutan yang dikelilingi bukit-bukit di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Eyang kakunglah yang mengenalkanku pada alam , sehingga akhirnya jatuh cinta pada alam. Sambil membawa arit Eyang mengajakku mencari rumput dan kayu-kayu kering di kaki Gunung Gajah dan bukit-bukit sekitarnya. Eyang bercerita dibalik bukit-bukit itu masih banyak binatang buasnya dan menakuti-nakutiku munculnya Mbah dari balik semak belukar. Mbah yang dimaksud adalah Macan Tutul yang waktu itu masih tersisa (Tahun 1970-an) dan kadang dimalam hari datang mendekati rumah dan membuat suara geraman dan cakaran ditembok rumah Eyang Kakung yang terbuat dari papan. Semalaman kita dibuat tidak tidur karena kehadiran Mbah ini. Tapi Eyang Kakung menenangkan dan "Mbah" ini tidak berbahaya kalau kita juga tidak mengganggu dan menyakitinya.
    Pernah juga Di Plafon Rumah Eyang menggantung Ular Sanca (Python Ritaculus) yang diam-diam menyelinap masuk kerumah lewat atap. Tapi waktu itu Eyang memberikan aku contoh untuk tidak melukai apalagi sampai membunuh Ular itu. Dibantu dengan tetangga akhirnya ular itu ditangkap dan dikembalikan kembali ke habitatnya di hutan. Setiap pagi sampai siang hari Eyang Kakung mengajakku ke bukit mencari kayu bakar dan mengajariku untuk tidak merusak pohon dan hanya mencari ranting dan dahan pohon yang kering. Senang rasanya diajak Eyang Kakung melihat hutan dan keindahan alam serta diajarkan bagaimana ikut menjaganya. Walaupun lelah ada rasa keinginan kembali untuk terus berjalan-jalan mendaki bukit-bukit disana yang jumlahnya puluhan. Eyang Putri lah yang selalu memijatku kalau sudah kelelahan sampai dirumah. Bandelnya aku waktu SD dan SMP yaitu tadi sering tanpa pamit pergi ke hutan membuat sekeluarga kuatir terjadi apa-apa.
    Kenangan bersama Eyang Kakung ini yang kembali muncul lagi setelah aku dikabari Eyang meninggal dunia Hari Senin pagi jam 6.30 WIB pada saat aku disibukkan dengan kegiatan Pemotongan hewan Qurban di SMPN 29. Eyang Kakung meninggal tadi pagi menyusul Eyang putri yang telah berpulang dua tahun lalu di Salatiga. Nasehat-nasehat Eyang Kakung dan wejangannya tentang kelestarian alam tanpa harus menggurui tapi langsung memberi contoh hingga saat ini terus terekam dalam ingatanku. Selamat jalan Eyang Kakung, semoga amal ibadahmu diterima disisinya dan aku cucumu akan terus mendoakanmu . Eyang aku percaya kalau nanti kita kan berkumpul bersama di surga nanti bersama orang -orang yang kita cintai.
 Di Puncak Jati larangan bersama adik (Berdiri), Pak Lik dan Bu Lik (Duduk) beristirahat
 Saya (Klas 2 SMA) dan Adik (1 SMA)menyusuri jalan setapak di pebukitan Watu perahu bersama Bu Lik
 Berlari naik turun bukit di pebukitan sekitar rumah Eyang Kakung untuk melatih stamina

Kamis, 21 Agustus 2014

HARI HARI YANG BERAT



Privacy / exists in draft / Good Luck and Dont Forget SMP 29 for Someone in My Heart


June 26, 2014 is the last meeting with you though hope not the last. All the memories of the past like being born again, there is a sense of sadness and loss that comes on suddenly. All that is in you is exactly the same as the past, dearest companions. At this date I poured the memory of the past re-born in this blog. O God my God why grow again this feeling, I do not want to experience again a very long turmoil as it once was.

June 27, 2014 Among the silence of an empty class in the dark at 5:45 in the morning I could not cry back where you are sitting, the same high school class: class 3-D on the same day the same date of the same month as it once was. Why would occur by chance. O God my God why did you give this exam again.

30 June-4 July 2014 Training Curriculum 2014, the days were quiet although I appear to represent a group presentation but looked stiff like a robot and does not focus more silent and did not care about fellow teachers of other schools that gave me an appreciation on ppt Percentage which he said was very good.

5-10 July 2014 PPDB, Principal Staff As there are no days off PPDB hope this activity helps to forget the sadness of the past, but your name came up repeatedly so quietly bowed Unconscious applicants currently serving mothers who are amazed to see the look on my face changes

July 11, 2014 the first attempt to reach you via SMS

July 12, 2014 in attendance were invited reoni alumni of SMP 29 in 2006 for breaking the fast together at the mosque SMP 29, the Heart still feels lonely and desolate, alumni Sorry if not much response and refused to gather and take pictures together

14 to 16 July 2014, the first days MOPDB. Although busy as committee MOPDB try, but there is no sense of spirit. This festive and frenzied activity eskul appearance on the art scene but the atmosphere still feels lonely hearts.

17 to 18 July 2014 Islamic School of Ramadan, Ramadan is Ramadan without you again. Festive opening event as a class VII, VIII, IX still can not cure loneliness hearts.

20-25 July 2014 Trying to fight and get rid of feeling lonely picket duty while in school. Recollection of meeting with you over and over again disrupt the atmosphere and there is a sense of longing hearts want to meet.

26 to 28 July 2014 This is the Day of Fitr feast Idhul most deserted during life, the joy that should come no more. That there feeling empty and deserted.

July 29 - 3Agustus 2014Together wife and beloved children's Eid vacation home in wife's hometown in Tasik Malaya. Still feels lonely hearts, O Allah forgive my sins if this feeling sickes wife and my children loved. O Allah forgive your servant, O God forgive me. I did not want this feeling to grow back.

August 5, 2014 words for religious gatherings at the residence Principals Sakapura with fellow teachers, remain quiet and still.

6-11 August 2014 The early days of teaching, While still trying to look up in class but careful not to be lied there feeling lonely and sad because it can no longer see you.

12 to 15 August 2014 is to chance to meet you, because it is an activity Cap Three fingers. Although part tasked to assist this activity but met expectations did not materialize. You present when I was busy with school assignments that can not be abandoned.

August 15, 2014 our beloved mother in the hospital had a stroke, partially paralyzed mother's body can not be moved. O Allah, if this sentence for me because of this feeling, the mother who is always thinking and praying for me.

16 to 18 August 2014, days are heavy because they have paced the hospital, keeping the mother and father who took ill, on the other hand many school tasks that must be followed and the feelings of the heart which can not be lost.

August 18, 2014 The best opportunity to meet you, had taken of daylight in the room photographing the TU interspersed with HUT RI student council activities, but the sudden leadership meeting conducted diminish the hope to meet you. You came at the recent meeting, and when rapim finished stuffing registered name is written. I fail to see, and that evening I sent you SMS, SMS last. I gave up and lost and before the mother lying in the hospital I cried. Mother, I'm sorry your son, I will take care of mom and always stands beside the mother to recover a sense of love and affection should have it for you mom.

August 20, 2014 Not much hope to meet you, even though today is a division of diploma, was disappointed when he saw the contents you have registered to take the diploma, it feels limp and listless again serve making diploma. But After Asr prayer unexpected present you again, miss the old My regret paid off, I'm back again I keep you book long and congratulated. Though not much to say when shake your hand and look you in the face again reminded of the past, you really reborn very-very similar to a friend who used to be these hearts. I'm not strong enough to hold back tears before I quickly spilled over and crying in the photocopy room. Thank you my student wish it was a long conversation with you but I have to be strong and fight to remove this feeling. However you will continue to exist and will I remember hearts forever as the only student who has been cultivating a deep sense of love. My Student farewell, may you always be succesful, and do not forget the SMP 29.

My Lonely Heart (Vocal Thanderbird)
Since You've Been Gone
ABBA : Hasta Manana

Where is the spring and the summer
That once was yours and mine?
Where did it go?
I just don’t know
But still my love for you will live forever

Hasta Mañana ’til we meet again
Don’t know where, don’t know when
Darling, our love was much too strong to die
We’ll find a way to face a new tomorrow
Hasta Mañana, say we’ll meet again
I can’t do without you
Time to forget, send me a letter
Say you forgive, the sooner the better
Hasta Mañana, baby, Hasta Mañana, until then

Where is the dream we were dreaming
And all the nights we shared
Where did they go?
I just don’t know
And I can’t tell you just how much I miss you

Hasta Mañana ’til we meet again
Don’t know where, don’t know when
Darling, our love was much too strong to die
We’ll find a way to face a new tomorrow
Hasta Mañana, say we’ll meet again
I can’t do without you
Time to forget, send me a letter
Say you forgive, the sooner the better
Hasta Mañana, baby, Hasta Mañana, until then

Hasta Mañana, say we’ll meet again
I can’t do without you
Time to forget, send me a letter
Say you forgive, the sooner the better
Hasta Mañana, baby, Hasta Mañana, until then

Tinggal Kenangan (caramel Band)


HARI HARI YANG SEPI

Kini kulalui hari-hari tanpamu
Terasa sunyi sepi di dalam kalbu
Setiap saat dicekam oleh rindu
Ingin kuberjumpa denganmu

Terakhir kali kubersama denganmu
Kugenggam erat dan kujabat tanganmu
Walaupun berat kuberpisah denganmu
Sungguh kumerasa kehilanganmu

Padamu gunung kini aku mengadu
Kan kubawa cintaku selama hidupku
Bagai Edelweis tumbuh di puncak Gunung
Kan abadi disepanjang waktu

Ref :
Oh Burung burung jauh dilereng Gunung
Temani aku di hari hari yang sepi
Bagaikan embun basahi daun daun
Hiburlah hatiku
Basuhlah hatiku
Agar lenyap semua kesedihanku

                                                           Kandang Badak, Agustus , 1987

Kamis, 26 Juni 2014

MEMORY JUNI 27 TAHUN YANG LALU

    Blog ini segmennya ditujukan usia remaja (Usia SMP-SMA-Mahasiswa) . Oleh karena itu materinyapun disesuaikan usia tersebut. Walaupun ada unsur pendidikan, Geografi dan Lingkungan tapi ada "Cinta" disitu. Maaf bukan karena saya Mellow tapi sekedar berbagi pengalaman jangan sampai tindakan yang kita lakukan dapat meninggalkan penyesalan seumur hidup. Sejak dibangku SMP saya sudah menggemari kegiatan dialam bebas termasuk mencintai flora fauna dan lingkungannya. Kalau ikut orang tua pulang kampung ke Gunung Kidul dan Bayat,Klaten saya selalu menyempati mendaki bukit-bukit disekitar tempat tinggal kakek/Nenek(Eyang) , pulang selalu larut malam dan besoknya Eyang putri selalu memijat badanku yang pegal-pegal dan lecet karena luka.
    Hobi saya yang suka memanjat pohon dan dinding bukit terus terbawa sampai ke SMA dan Mahasiswa. Malah waktu di Kampus teman-teman memanggilku dengan julukan "Monyet Ganteng". Seganteng-gantengnya monyet tetap saja monyet, berarti saya manusia yang paling jelek. Tapi saya tidak marah , dan saya pun tidak pernah marah pada alam apalagi dendam walaupun beberapa kali saya sempat terjatuh di gunung dan tebing tapi saya tetap mencintainya. Mungkin ini yang dikatakan orang cinta sejati, walau berulangkali disakiti tapi cinta itu tidak hilang sampai kapanpun.
    Gunung adalah kekasih saya , ditempat ini saya sering menulis puisi dan menciptakan lagu. Gemericik air sungai, gemericik air terjun, deru suara angin, suara ranting pohon yang bergesekan  dan suara binatang hutan adalah latar belakangnya sekaligus menjadi inspirasi saya. Jadi hampir semua puisi dan lagu yang saya tulis berlatar alam . Gunung adalah tempat saya mengadu pada saat kesedihan dan kesepian datang.
  Sebenarnya saya bukannya Mellow , karena seingat saya baru 3 kali saya benar-benar menangis (Kecuali waktu bayi dan balita) pertama akhir Juni 1987 waktu perpisahan kelas 3 SMA itupun hanya meneteskan air mata, namun menjadi awal dari kegalauan saya yang sangat panjang dan menyiksa hati. Kedua  awal Juli 1990 di puncak Ciremai dan tidak ada teman-teman yang tahu. Pada saat Privasi memang saya lebih banyak menyingkir menjauh dari keramaian , menyendiri dan mengadu pada alam. Buat saya menangis adalah meluapkan emosi dan menumpahkan perasaan yang terpendam. Berteriak sekuat-kuatnya di puncak gunung itu yang saya lakukan, tapi jangan ditiru. Tindakan naik gunung sebagai pelarian adalah konyol dan sama saja dengan bunuh diri. Untung saya mendapat pelajaran dan hikmah dari semua kejadian itu, Peristiwa kecelakaan digunung Ciremai yang menimpa 9 pendaki asal Kerawang yang tewas terjungkal di kawah ciremai ditempat saya pernah menangis beberapa hari setelah saya turun gunung membuka mata saya tentang begitu berartinya hidup ini.
   Tuhan memberi petunjuk untuk segera meninggalkan kegiatan yang tidak berguna.Dan seharusnya saya mengadu pada Allah yang menciptakan alam bukan pada gunung. Hidup yang tadinya tidak memiliki arah dan tujuan mulai terbuka menemukan jalan . Dulu saya yang tidak bisa membaca Al Qur'an pelan-pelan mulai belajar pada pengajian-pengajian di kampus. Dulu saya yang banyak meninggalkan Sholat 5 waktu sejak kejadian itu tidak lagi. Hobi saya yang suka melukis dan menggambar juga ditinggalkan termasuk menulis lagu dan puisi juga ditinggalkan , walaupun hukum menggambar dan bermain gitar sebagian ulama mengatakan tidak haram namun dalam pengajian-pengajian yang saya ikuti jelas dikatakan haram dan saya memang sudah berjanji pada Allah untuk tidak melakukan itu lagi. Kalaupun di Blog ini ada sebagian Cergam dan puisi/lagu yang pernah saya buat itu tidak dimainkan dengan gitar . Kenapa saya tampilkan dalam Blog ini yaitu tadi segmen Blog ini adalah remaja. Kalau ada yang menertawakan silahkan tidak apa-apa . Buat saya berbagi pengalaman atau sharing tidak memalukan selama itu niatnya untuk pembelajaran.
    Memang saya tidak lagi mendaki gunung , tapi tidak tahu kenapa Saya digariskan tetap berada di gunung walaupun hanya kiasan saja. Saya tinggal di Jalan Sinabung, Kunciran Blok K yang semua nama jalannya nama-nama Gunung seperti Lawu, Ciremai,Sanggabuwana, Mahameru, Bromo dll. Tempat saya bertugas kebetulan di SMPN 29 dikelurahan Gunung, Blok E yang nama-nama jalannya juga nama Gunung seperti Kerinci, Leuser, Dempo Dll. Kebetulan? rasanya tidak ada yang namanya kebetulan .dulu saya bersekolah di SMAN 29 dan sekarang mengajar di SMPN 29 Jl.Bumi Mayestik, Kebayoran Baru(Dalam Film 5 cm disebutkan ketika Ian menyebut alamatnya setelah sadar dari pingsan) Tapi jangan ditiru Film 5 Cm walaupun Filmnya bagus tapi salah dalam mengartikan pendakian gunung, nggak segampang itu. 
   22 tahun sudah saya mengajar dari SMP/SMA/SMEA 10 Nopember,STM Geologi Gede Bunyamin pernah saya jalani termasuk di Bimbingan Belajar Aprilia/Privat dengan Siswa SMA , SMPN 267, SMPN 271 dan sekarang SMPN 29 yang sudah 15 tahun saya lalui. Tapi baru tahun ini saya merasakan sesuatu yang tidak biasa . Peristiwa 27 tahun lalu seperti berulang . Dan puisi/lagu yang saya buat seperti berulang-ulang terdengar ditelinga dan juga dihati ini. Puisi yang saya tulis bukan di gunung tapi di ruang kelas di SMAN 29 saat kelas kosong setelah liburan semester dan lulus SMA(di kelas 3 D IPS). Puisi dan lagu ini terus mengganggu hati saya di SMPN 29 setelah pelepasan Kelas IX. Ada rasa kehilangan sama seperti perasaan yang saya alami 27 tahun yang lalu. Saya tidak tahu kenapa, tapi ingin rasanya kembali memetik gitar dan menyanyikan lagu ini kembali, lagu yang singkat, lirik tanpa Ref tapi dapat membuat saya menangis kembali untuk yang ketiga kalinya.





CINTAKU TUMBUH DI UJUNG WAKTU

Cintaku tumbuh diujung waktu
Tinggalkan aku dalam kesedihan
Menangis ku ditempatmu duduk
Sunyi sepi aku rasakan
Mengapa waktu begitu cepat
Tinggalkan aku dalam penyesalan
Berpisah denganmu

Cintaku tumbuh diujung waktu
Di hari-hari akhir sekolahku
Mengapa baru aku sadari
Disaat engkau telah pergi
Andaikan waktu dapat kembali
Ku akan puaskan hati ini
Menyayangi dirimu

SMAN 29, 27 Juni 1987
SMPN 29, 26 Juni 2014




PELARIANKU
  
Dengan mendaki Gunung
Bukit hijau yang indah
Kuharap kudapat melupakanmu

Dengan menyusuri sungai
Gemericik Air terjun
Kuharap kudapat melupakanmu

Kicauan Burung-burung
Jauh di lereng Gunung
Makin mencekam dalam hatiku
Kuteringat selalu
Pada Raut wajahmu
Yang selalu hadir
Dalam hidupku

G. Salak, September 1987


NYANYIAN KERINDUAN

Di lereng Gunung aku melangkah
Menyusuri jalan setapak ini
Walau gelap dan dingin menyelimuti
Tapi semua tak kurasakan

Kuingat kembali masa yang lalu
Saat kududuk sekelas denganmu
Pernah kita lalui jalan ini
Memandang indahnya panorama

Ingin kukembali ke masa itu
Saat kududuk di bangku SMA
Terasa sesak dan sedih hatiku
Bila kuingat kita tak mungkin lagi bertemu

Ref :
Oh Rindu rindunya hatiku
Ingin aku berjumpa denganmu
Tlah kucoba untuk mencarimu
Tapi hingga kini kau tak kujumpai

Tlah setahun kita berpisah
Tapi bayanganmu selalu hadir
Tlah kucoba untuk melupakanmu
Tapi tak mampu aku melakukannya

Lereng G.Salak, Juni 1988


KECEWA REONI SMA

Buat apa kecewa
Buat apa bersedih
Kalau semua telah terjadi
Tak perlu kusesali
Tak perlu kutangisi
Ku tak mau larut dalam kesedihan

Andaikan kutahu dimana kau berada
Pasti ku akan menemui disana
Andaikan saja Tuhan mengizinkan
Kupercaya suatu saat berjumpa denganmu

Ref :
Kumenangis bila teringat usahaku
Berulangkali kucoba untuk mencarimu
Tapi Kini setelah reoni terjadi
Aku kecewa tidak diberitahu kawanku
Kubertanya pada angin
Bertanya pada embun
Apakah salahku

Curug Sawer, Juni 1989


RUNTUH HATIKU

Bagai petir menyambar
Runtuh hatiku karna dirimu
Baru pertama aku rasakan
Kepedihan yang sangat menyayat hati

Setelah Kulihat sendiri
Betapa bahagia kau disampingnya
Tak sanggup aku menghadapi
Kenyataan pahit yang aku alami

Kadang aku tak sadar
Menyebut dan memanggil namamu
Kadang tak kusadari
Kutertawa dan menangis tanpa sebab

Ref :
Tuhan aku sangat takut
Mengapakah aku jadi begini
Kucoba tetap bertahan
Agar tak kehilangan kesadaranku

Tuhan Tolonglah aku
Kembalikan aku seperti dulu
Tanpa pernah mengenal cinta
Kalau akhirnya menyiksa jiwaku

Rawamangun, Juni 1990


Minggu, 22 April 2012

SELAMAT JALAN EYANG PUTRI

Hari sabtu, tanggal 21 April 2012 jam 17.30 WIB eyang putri tercinta meninggalkan kita semua, setelah sempat dirawat hampir sebulan. Eyang jatuh ketika melakukan aktivitas rutin berolahraga pada subuh hari di kediaman paklik di Salatiga. Tidak ada yang tahu eyang jatuh sampai pagi harinya ditemukan. Eyang maafkan aku yang tidak bisa menghadiri pemakamanmu karena setelah eyang jatuh akupun juga jatuh mengalami kecelakaan di hari Rabu 28 Maret 2012 sepulang melaksanakan tugas sebagai panitia Ujian Sekolah.Malam itu mobil angkutan yang aku tumpangi menabrak pembatas jalan keras sekali nyaris terbalik dan membuat aku terpelanting jatuh terbentur bodi mobil. Eyang hanya doa yang bisa aku panjatkan semoga amal ibadahmu diterima Allah SWT. Aku tak pernah lupa ketika saat terakhir di Larangan Tangerang dikediaman orangtuaku di hari raya Idul Fitri 2011 Eyang putri menanyakan kondisi kesehatanku terutama bagian leher dan bahuku yang lumpuh karena jatuh dimasa muda dari kegiatan rock Climbing. Eyang setia memijat pundakku dan terus berdoa akan kesembuhanku. Tapi Eyang kini aku jatuh lagi, dan sampai pelaksanaan Ujian Nasional SMP ini kesehatanku belum pulih benar karena jatuh yang kedua kali.. Maafkan aku Eyang...tidak bisa menengok waktu eyang putri sakit dan dirawat sampai eyang dipanggil yang maha kuasa, tapi aku cucumu akan selalu berdoa untuk eyang agar bahagia di alam sana.... selamat jalan eyang putri...

Selasa, 13 Maret 2012

MENGENANG MASA BALITA KU

Mengenang perjalanan hidupku, kalau yang ini foto waktu pertama kali mengajar di SMPN 267 tahun 1993
Foto keluarga besar Trah Martosuwito, aku digendong Bapak, adikku yang berselisih setahun dipangku ibu, yang lain adalah Pak le  dan bu le (adik ibu) Foto diambil tahun 1970.
Maaf, agak porno nih, ini foto ku waktu baru dilahirkan beberapa hari , tahun 1968.
Asyiknya main kuda-kudaan ditemani ibu dan adik yang digendong bapak
Tiga bersaudara pada foto Desember tahun 1973. Coba tebak mana fotoku ?
Berhari raya Idul Fitri bersama tetangga di tahun 1973. Senang rasanya di pangkuan bapak tercinta.
Di hari lebaran, bersama ibu dan 2 adikku yang tampangnya mirip Pak Edi Santosa ?
Pak pulang yuk ?! Siapa sih om -om yang disebelah ibu ? kataku memagang tangan bapak dan minta pulang
Digendong Bu Lik pada foto tahun 1971. Eh tampangku koq mirip BJ Habibi ya ?
Bermain sepeda bersama adik ditemani Bu Lik (Adik Ibu) waktu usiaku baru 2 tahun.
Foto bersama ibu dan adik tercinta ditahun 1972.

Senin, 12 Maret 2012

MY FAMILY, AND MY HISTORY LIFE

F
Foto bersama di Komplek Candi Sewu, Dataran Tinggi Dieng, Desember 2009
Foto bersama di tepi kawah Sikidang, Dataran Tinggi Dieng Jawa Tengah
Foto sekeluarga di Parang Tritis, DI Yogyakarta
Novi Nurwahyuningsih ( 4 tahun ) dan Mira tri astuti ( 3 bulan)
Aduh, nyaman rasanya duduk bersama Aa Gym, ya Nov ?
Cita-citaku pengin juga melihat tanah suci, Mekah dan Madinah nih ...
Tampil beda, dengan pakaian adat Melayu Sumatera Barat atau Aceh Ya ?
 Novi, bersiap tampil pada acara festival Tari Maret 2006
Koq Ngantuk ? Bangun ! bangun !! Nov ! Sebentar lagi tampil

 Wah, Novi (paling kanan) bersama teman-teman TK Al muklishin tampil menari Saman
 Aduh, hidup ini begitu susah ya ... Mira melamun memikirkan apa ya nak ?


Mah ! mah ! jangan cepat-cepat jalannya dong ?! Mira ketinggalan nih ...
 Mira, berpose setelah tampil dalam acara Tari di TMII Jakarta
 Wah, Mira seperti pendekar HAM dari Nanggroe Aceh Darusalam
Mira paling kiri, gembira tampil bersama teman-teman menari pada foto tahun 2010
Mira, duduk depan kiri, tampil kompak bersama teman-teman TK pada lomba menari di TMII
Foto di altar Candi Borobudur, Jawa Tengah
Tamat TK wisuda semoga jadi anak yang sholehah ya nak !
Mudah-mudahan doa Mira dikabulkan Allah S.W.T  Amiin...

Senin, 09 Januari 2012

MENGENANG CERGAM KU SEMASA SMA


Selain aktif di kegiatan Pencinta Alam MAFFERS SMAN 29 disaat-saat senggang kucoba menggoreskan tinta cina dan cat air untuk membuat CERGAM  dan menyalurkan hobi menggambar. Sayang hobi ini terhenti di kelas 2 SMA karena suatu hal prinsip yang tak bisa dihindari. Prinsip inilah yang menyebabkan kami berpisah selepas lulus SMA dengan seorang sahabat yang paling baik, yang selalu mendorong dan menyemangatiku bersaing meraih yang terbaik di sekolah. Sahabatku, masih kuingat kenangan kita terakhir mendaki Gunung Salak bersama hingga puncaknya , kenangan yang tak mungkin dapat aku lupakan walau telah berlalu 24 tahun lamanya. Coretan ini mungkin akan mengingatkan padamu sahabatku. Terima kasih sahabatku ...

 CERGAM  DALAM PENGARUH HIPNOTIS
 Cerita : TM  Gambar : EY  By : 1984
 Media : Tinta Cina        Jml : 50 hal











CERGAM : Kelompok Tengkorak Merah
Cerita : TM  Gambar : EY  By : 1985
Media : Cat air        Jml : 35 hal