"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)
Tampilkan postingan dengan label UNGGAS (BURUNG TUNA TERBANG). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UNGGAS (BURUNG TUNA TERBANG). Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Januari 2017

MALEO : BURUNG ENDEMIK SULAWESI

   
     Maleo (Macrocephalon maleo) adalah spesies burung dari suku Megapodiidae yang menjadi satwa endemik Sulawesi. Tubuh maleo memiliki bentuk dan ukuran yang mirip dengan ayam. Ciri khas maleo yaitu pada bagian kepalanya terdapat benjolan mirip helm berwarna hitam. Selain itu bulu tubuhnya berwarna hitam mengkilat, namun dada dan perutnya berwarna putih. Burung ini berparuh besar dan lancip dengan ujung merah kekuningan. Kakinya besar dan kuat yang digunakan untuk menggali tanah saat bertelur.

 Sepasang burung Maleo
      Induk betina dapat menghasilkan 20-30 telur per tahun. Telur maleo sangat besar, beratnya dapat mencapai 250 gram. Anggota bangsa Galliformes ini bertelur di tempat terbuka dan berpasir seperti di pantai yang banyak sinar matahari dan udara hangat. Secara bergantian, maleo jantan dan betina menggali lubang hingga mencapai lebih dari 1 m untuk tempat bertelur.


Telur dan anak burung Maleo
Telur Maleo
   Telur maleo tidak dierami oleh induknya, tetapi dibiarkan begitu saja di dalam lubang. Setelah memendam telurnya, kedua pasangan burung maleo itu pergi jauh dan membiarkan tanah yang hangat itu berfungsi sebagai pengeram. Karena itu mereka mencari tempat yang agak hangat untuk bertelur agar telur-telur tersebut bisa menetas dengan baik setelah sekitar 70 hari.

Burung Maleo hinggap di dahan pohon
Pakan Maleo
    Burung maleo adalah pemakan buah-buahan dan biji-bijian. Akan tetapi burung maleo juga memakan siput dan serangga. Maleo mencari pakannya di tanah. Burung ini suka hinggap di pohon, terutama cemara untuk tempat berteduh. Pemangsa alami maleo adalah anjing, babi hutan, biawak, ular dan kucing.
Kerjasama Jantan dan betina menggali tempat untuk bertelur
Satwa Langka
    Burung maleo ditemui hampir di seluruh wilayah Pulau Sulawesi. Akan tetapi perusakan habitat asli maleo dan tempat bertelurnya membuat satwa ini menjadi langka. Selain itu pencurian telur maleo menyebabkan jumlah maleo merosot tajam. Karena itu dilakukan upaya untuk melindunginya. Taman Nasional Dumago Bone dan Tangkoko Batuangus merupakan tempat-tempat konservasi satwa langka ini. Taman Nasional tersebut melakukan percobaan penetasan telur maleo di dalam kandang. Setelah menetas, anak maleo dilepaskan ke alam bebas. Upaya ini berusaha untuk mencegah kepunahan maleo, meskipun upaya ini sulit karena faktor lingkungan aslinya yang sulit ditiru.

Sepasang Burung Maleo membuat sarang
    Selain kerusakan habitat dan perburuan telur, keberadaan burung maleo juga terancam oleh penggunaan pestisida dan herbisida pada lahan pertanian. Hal ini terjadi karena senyawa kimia tersebut dapat mengurangi kekuatan cangkang sehingga telur mudah pecah. Oleh sebab itu, maleo dikatagorikan sebagai spesies yang terancam punah (endengerd species) oleh badan Konservasi Internasional IUCN.

Minggu, 23 Oktober 2016

MERAK : BURUNG BERBULU INDAH

    Merak adalah kelompok burung dari suku Phasianidae yang bulu ekornya berwarna-warni dan berbentuk kipas. Anggota bangsa Galliformes ini berasal dari Asia dan Afrika. Selain digunakan sebagai burung hias yang menghuni taman dan kebun binatang, merak juga sering diburu untuk diambil daging dan bulunya.
    Habitat asli burung merak adalah daerah hutan terbuka, semak, dan padang rumput. Hewan ini juga hidup di dataran rendah hingga daerah dengan ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut. Di Indonesia, merak tersebar di wilayah Pulau Jawa, terutama Jawa Timur.
 
 Animasi Merak Biru
Bulu Ekor
    Merak berkerabat dekat dengan puyuh besar,puyuh kecil dan kuau. Meskipun demikian, merak memiliki bulu ekor yang lebih mencolok daripada ketiga jenis burung tersebut. Tinggi tubuh merak jantan bisa mencapai 90-130 cm, sedangkan merak betina lebih kecil daripada merak jantan. Bagian kepalanya memiliki ornamen atau hiasan berwarna merah. Warna dasar bulu merak adalah hijau atau biru mengkilat. Bulu merak betina tidak seindah bulu merak jantan. Panjang ekor merak jantan bisa mencapai 150 cm. Bagian tersebut tersusun dari sekitar 150 helai bulu yang tumbuh dari pangkal ekor. Ketika ditegakkan seperti kipas bulu ekor merak jantan menampilkan pola seperti cincin dengan kombinasi warna yang beraneka macam. Semakin ke ujung, warna bulu ekor semakin beragam (ungu, biru, coklat dan hijau). Pola warna ini dapat memantulkan cahaya matahari.

Spesies Merak
    Pada saat ini dikenal tiga spesies merak, yaitu merak biru (Pavo cristatus), merak hijau (Pavo muticus) dan merak kongo (Afropavo congensis). Merak biru merupakan spesies merak yang berasal dari India dan Srilanka, sedangkan merak hijau berasal dari wilayah Indocina, semenanjung Malaya dan Pulau Jawa. Individu jantan pada merak biru memiliki bulu tubuh yang berwarna biru metalik, sedangkan individu jantan pada merak hijau memiliki bulu tubuh yang berwarna hijau keperakan. Adapun individu betina dari kedua spesies tersebut memiliki bulu yang berwarna hijau kecoklat-coklatan. Merak Kongo berasal dari lembah sungai Kongo di Afrika tengah. Individu jantan memiliki bulu berwarna biru dan hijau, sedangkan betina hijau kemerah-merahan.
 Merak Biru India
 Merak Hijau Indo-china
 Merak Kongo, Afrika
Merak Hijau Pulau Jawa, Indonesia

Telur Merak
    Padamusimkawin, burung merak hidup secara berkelompok. Satu kelompok burung merak terdiri dari seekor merak jantan dengan tiga atau empat ekor merak betina. Untuk menarik perhatian merak betina, merak jantan menegakkan dan memamerkan bulu-bulu ekornya sehingga tampak mempesona. Pada musim bertelur, merak betina membuat sarang di dalam rimbunan semak-semak. Merak betina dapat menghasilkan sekitar 3-5 butir telur. Telur yang berwarna abu-abu kecoklat-coklatan tersebut berukuran lebih besar daripada telur itik. Induk merak betina selanjutnya mengerami telur-telurnya selama 28 hari hingga menetas.

Pakan Merak
    Makanan utama merak berupa biji-bijian, daun-daunan, buah-buahan, bunga, dan serangga. Ada berbagai hewan predator atau pemangsa merak, antara lain burung elang serta hewan buas lainnya seperti srigala, Macan dan Singa. Karena sering diburu oleh manusia, populasi merak di habitat aslinya terutama hutan jati di Jawa Timur hanya tinggal beberapa ekor. Oleh sebab itu perlu dilakukan upaya penangkaran dan perlindungan merak di Indonesia.

Sumber : Ensiklopedi umum Untuk Pelajar dan Bird Life Nature Book

Senin, 16 Juni 2014

AYAM : UNGGAS YANG DITERNAKKAN

    Bangsa unggas (Galliformes) terdiri dari beberapa suku, di antaranya suku Phasianidae dan suku Meleagrididae. Salah satu anggota Phasianidae adalah ayam, yang berasal dari genus Gallus. Adapun salah satu anggota suku Meleagrididae adalah kalkun. Meskipun keduanya termasuk burung yang mempunyai sayap, ayam dan kalkun telah beradaptasi untuk hidup dan mencari makan di atas tanah. Pada umumnya, ayam dan kalkun diternakkan untuk diambil daging dan telurnya. Akan tetapi beberapa jenis ayam dimanfaatkan unsur keindahannya atau dijadikan hewan aduan.
Ayam Jantan
    Ayam ras merupakan hasil persilangan dari 4 spesies ayam liar, yaitu Gallus gallus (ayam-hutan-merah), Gallus lavayettei (ayam hutan-siam), Gallus sonnerataii (ayam hutan hijau). Ayam ras terbagi dalam empat kelompok benua yaitu kelompok Asia, Mediterania, Amerika, dan Inggris.
Ayam Hutan Hijau
Ayam Hutan Merah

Kelompok Ayam Ras
    Ayam yang termasuk dalam kelompok Asia antara lain adalah ayam brahma, langshan, dan cochin. Kelompok Mediterania antara lain terdiri dari ayam leghorn, minorca dan ancorna. Kelompok ini merupakan ayam petelur. Kelompok Amerika pada umumnya berasal dari kelompok ayam Asia. Beberapa anggota kelompok Amerika antara lain adalah ayam plymonth-rock, rhode island-red, new hamspire dan wyandote. Kelompok ini merupakan ayam pedaging dan petelur. Adapun kelompok Inggris seperti ayam orpington, cornish dan dorking merupakan ayam pedaging.
Ayam Mutiara

Ayam Buras
    Ayam buras atau ayam lokal merupakan kelompok ayam yang berasal dari Indonesia, bukan termasuk ayam ras. Ayam ini sering disebut ayam kampung atau ayam sayur. 
   
Penamaan ayam buras biasanya disesuaikan dengan lokasi pemeliharaannya. Beberapa contoh nama ayam buras yang banyak dikenal adalah ayam kedu, pelung dan sentul. Ayam buras diduga berasal dari ayam hutan merah yang telah mengalami domestikasi (penjinakkan). Secara umum, ayam buras tidak memiliki ciri-ciri yang khas. Warna bulunya beraneka ragam, seperti putih, hitam kekuning-kuningan, cokelat dan merah tua.
    Ayam buras banyak dipelihara oleh masyarakat di pedesaan. Ayam ini mampu menghasilkan telur 60 butir per tahun. Daging ayam buras juga digemari oleh masyarakat karena kandungan lemaknya lebih sedikit dibandingkan ayam ras.
Ayam Kampung

Kalkun
    Kalkun merupakan anggota unggas dari suku Meleagrididae. Kalkun dapat terbagi menjadi dua spesies yaitu kalkun biasa (Meleagris gallopavo) dan kalkun merah (Agriocharis ocellata). Unggas ini mempunyai bulu yang berwarna gelap. Bagian leher mempunyai gelambir dan seuntai daging yang menutupi paruh. Apabila kalkun jantan mengalami birahi, maka gelambir tersebut akan mengembang dan warnanya menjadi semakin terang. Kalkun jantan ini mempunyai tubuh yang lebih besar dan suara yang lebih keras daripada kalkun betina.
    Kalkun biasanya diambil dagingnya sebagai bahan makanan. Di Eropa, daging kalkun diolah menjadi masakan khas pada perayaan natal. Adapun di Amerika Serikat dan Kanada, kalkun disajikan pada Thanksgiving Day, yaitu hari perayaan panen dan berkah atau karunia Tuhan.
Kalkun Cokelat Turki
Sepasang Kalkun mesra berjalan bersama




Selasa, 22 November 2011

ITIK : UNGGAS PERENANG PENGHUNI RAWA

 
   Induk Itik dan Anak-anaknya
 Itik merupakan nama umum bagi kelompok burung perenang dari bangsa Anseriformes yang mencakup angsa, soang, dan belibis. Hewan yang hidup di perairan tawar dan laut ini memiliki leher yang sedang atau panjang sehingga mudah untuk menunduk dan menyelam ke dalam air ketika mencari makan. Selain itu, itik juga memiliki selaput renang di sela-sela jari kakinya.

 Itik Alabio
    Menurut taksonominya, itik terdiri dari dua suku, yaitu suku Anhimidae (2 marga dan 3 spesies) serta suku Anatidae (37 marga dan 142 spesies) Tubuh itik biasanya ditutupi oleh bulu dengan kombinasi warna yang beragam. Lehernya biasanya berukuran sedang, namun dapat pula berukuran panjang. Paruh itik yang berbentuk pipih memiliki selaput tipis yang berfungsi sebagai penyaring lumpur dan air. Pada saat bertelur, itik akan mencari tempat yang aman dan tersembunyi. Telur-telur tersebut biasanya ditutupi dengan daun-daunan atau ranting-ranting pohon.

 Itik atau bebek
     Itik memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Telur, daging, bulu, dan kotoran hewan ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Telur dan daging itik, terutama itik jawa (Anas javanica) atau itik tegal, biasanya diolah menjadi berbagai masakan. Bulu dari itik manila atau Entok (Cairina moschata) dapat digunakan sebagai bahan pembuat shuttlecock pada permainan bulutangkis. Adapun kotoran itik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.

Entok
Bebek
    Di Indonesia, itik air tawar lebih populer daripada itik air asin. Bebek atau itik jawa dan itik alabio  (Alabio platyrhynchos) merupakan itik petelur yang diternakkan dalam skala besar. Kemampuan bertelur kedua jenis itik ini mencapai sekitar 150-280 butir telur per tahun. Selain itu, itik alabio juga dikenal sebagai itik yang mampu berjalan jauh. Itik ini memiliki kaki yang agak tinggi, badan tegak, tubuh ramping, leher tegak dan kepala agak kecil. Adapun itik manila merupakan itik pedaging. Itik ini sering digunakan sebagai penetas alami karena itik jawa tidak mampu mengerami dan menetaskan telurnya.
Itik Jawa
Angsa
    Angsa atau swan adalah kelompok itik dari sub suku Anserinae (suku Anatidae) yang berleher panjang. Angsa coscoroba (Coscoroba coscoroba) memiliki bulu yang berwarna putih dengan ujung sayap hitam. Lehernya lebih pendek daripada leher angsa yang lain. Angsa Hitam (Cygnus atratus) merupakan jenis angsa yang hanya terdapat di Australia. Adapun angsa leher hitam (Cygnus melancoriphus) hidup di bagian selatan dari wilayah Amerika Selatan.

Angsa Amerika
    Angsa dapat menghasilkan 4-7 butir telur. Telur tersebut kemudian dierami selama 4-5 minggu. Ketika mengerami telurnya, angsa akan menjaga jarak terhadap kelompoknya, hanya angsa hitam yang berkelompok ketika mengerami telurnya. Angsa betina memiliki peranan penting selama masa mengerami. Angsa ini tetap duduk meskipun telah ada telur yang menetas. Di luar masa mengerami, angsa termasuk hewan yang hidup secara berkelompok.

Soang dengan anaknya
Soang
    Soang atau goose merupakan anggota dari subsuku Anserinae yang mencakup marga Anser dan Branta. Seperti halnya angsa, soang memiliki bulu yang kedap air. Soang hidup secara berkelompok. Telur soang hanya dierami oleh induk betina, sedangkan soang jantan hanya berjaga-jaga. Setelah menetas, anak soang dipelihara oleh kedua induknya.

Belibis kembang
Belibis
    Belibis merupakan kerabat angsa yang digolongkan kedalam marga Dendrocygna. Ketika terbang, belibis menghasilkan suara mendesing yang mirip dengan siulan. Hewan ini juga hidup secara berkelompok. Meskipun beberapa spesies bersarang di lubang pohon, belibis biasanya meletakkan telur-telurnya di atas tanah. Salah satu spesies belibis, yaitu belibis pohon cokelat (Dendrocygna bicolor), hidup di wilayah Amerika Utara dan Amerika Selatan, India dan Afrika.

Rabu, 05 Januari 2011

PENGUIN : BURUNG LUCU DI DAERAH KUTUB

   
 Animasi Tarian Induk Penguin dan Anak-anaknya
Penguin adalah burung laut dari ordo Sphenisciformes yang tidak dapat terbang seperti burung-burung pada umumnya karena sayapnya termodifikasi menjadi sirip renang. Hewan ini umumnya hidup di wilayah Kutub Selatan dan daerah subtropika, meskipun beberapa spesies seperti penguin galapagos (Spheniscus mendiculus) hidup di darah tropika. Saat ini, populasi penguin di dunia terancam oleh masalah-masalah lingkungan, seperti pencemaran laut akibat tumpahan minyak dan pemanasan global (kenaikan temperatur atmosfer, air laut, dan daratan).

 Barisan kelompok Penguin
     Spesies penguin terbesar adalah penguin kaisar (Aptenodyes forsteri) yang tingginya mencapai 115 cm dan beratnya mencapai 30 kg. Adapun spesies penguin terkecil adalah penguin katai (Eudyptula minor) yang tingginya sekitar 40 cm dan beratnya 1,1 kg. Untuk beradaptasi dengan temperatur udara yang dingin, hewan ini memiliki bulu dan lapisan lemak yang tebal. Sebagian besar penguin berwarna hitam dengan kombinasi putih di bagian dadanya. Akan tetapi beberapa kelompok penguin memiliki kombinasi warna kuning atau cokelat.

Penguin melompat ke air laut yang dingin
Sirip Renang
    Sirip renang penguin digunakan sebagai pendorong pada saat menyelam di dalam air. Penguin dapat berenang dengan kecepatan 180 km/jam dan menyelam sampai kedalaman 500 m. Ketika menyelam, penguin sering muncul ke permukaan air untuk menghirup udara. Meskipun kakinya pendek, penguin dapat berjalan dengan cepat. Beberapa spesies penguin seperti Eudyptes chrysocome dan Pygoscelis adelaie dapat berjalan di batu batu. Kelompok penguin tersebut menggunakan sirip renangnya sebagai alat keseimbangan. Selain itu, sirip renang dan kaki pada penguin digunakan untuk meluncur di atas permukaan salju atau es.

Penguin menggunakan sayap untuk keseimbangan waktu berjalan
Sarang Penguin
    Selama masa kawin, penguin tinggal dan bersarang di darat. Sarang penguin biasanya terbuat dari rumput atau ranting-ranting kering. Seekor penguin betina menghasilkan satu sampai dua telur. Telur tersebut dierami oleh penguin jantan dan betina selama 30-65 hari secara bergantian. Apabila penguin jantan mengerami telurnya maka penguin betina mencari pakan, atau sebaliknya. Setelah menetas, anak penguin diasuh oleh kedua induknya. Anak penguin kemudian meninggalkan koloninya setelah mampu mencari makan sendiri.

Induk Penguin bersama anak-anaknya
Masa Pergantian Bulu
    Pakan penguin umumnya berupa ikan, cumi-cumi dan udang. Hewan ini membutuhkan pakan dalam jumlah cukup besar agar menghasilkan tenaga yang cukup untuk berenang dan menyelam. Di alam, penguin sering menjadi mangsa singa laut dan Paus Pembunuh.
    Penguin dewasa mengalami masa pergantian bulu sekali dalam setahun. Pergantian bulu berlangsung selama 2-4 minggu. Selama itu, penguin tidak dapat mencari makan sehingga berat badannya dapt berkurang sampai 50%.

Koloni Penguin di Antartika
Koloni
    Penguin selalu dapat kembali ke koloninya meskipun ia berenang sampai jauh ke tengah laut. Hewan ini juga dapat kembali ke koloninya meskipun dipindahkan jauh ke daratan. Para ahli zoologi menduga bahwa penguin menggunakan sinar matahari dan kondisi pantai serta dasar laut sebagai pedoman arah kembalinya.

Rabu, 23 Juni 2010

BURUNG RHEA : BURUNG BESAR TUNA TERBANG

    Rhea adalah nama burung besar tidak terbang dari Amerika Selatan. Burung rhea termasuk ke dalam suku famili Raeidae dan bangsa ordo Rheiformes. Burung ini masih merupakan kerabat burung unta. Rhea dikenal juga dengan sebutan burung unta Amerika Selatan. Hanya ada dua spesies burung rhea di dunia, yaitu rhea biasa (Rhea americana) yang merupakan spesies yang lebih besar dan rhea kecil atau rhea Darwin (Pterocnemia pennata) yang berukuran lebih kecil.
    Burung Rhea tergolong ke dalam kelompok burung tidak terbang dan tidak memiliki lunas pada tulang dadanya. Rhea memiliki tinggi 120-150 cm dengan bobot mencapai sekitar 25 kg. Bulunya berurai agak kedodoran dengan sayap agak lebih besar dibandingkan dengan burung tidak terbang lainnya. Tungkai rhea panjang dan kuat serta kakinya hanya memiliki 3 jari. Meskipun tidak dapat terbang, Rhea mampu berjalan dengan cepat.

 Sepasang Burung rhea
 Rhea Biasa dan Rhea Kecil
    Hanya ada dua spesies burung rhea di dunia saat ini, yaitu rhea biasa dan rhea kecil. Rhea biasa (Rhea americana) yang merupakan spesies yang lebih besar, adalah burung berwarna cokelat abu-abu dengan bulu ekor putih, tetapi kadang-kadang ada juga yang bulu ekornya tidak putih. Spesies ini tersebar di wilayah Brazil bagian timur laut hingga Argentina bagian tengah. Lebih jauh ke barat terdapat rhea kecil (Pterocnemia pennata). Rhea kecil juga sering disebut dengan rhea darwin. Ukuran tubuhnya lebih kecil daripada rhea biasa dengan tubuh berbintik-bintik putih. Tidak ada perbedaan warna antara jantan dan betina.

 Kawanan Burung rhea

Pakan dan Perkembangbiakan
    Rhea merupakan hewan yang hidup berkoloni dengan kelompok terdiri dari 20-30 ekor atau lebih. Burung ini hidup di padang rumput (pampa) dan pedalaman bersemak. Mereka sering pula berada di sekitar sungai dan rawa-rawa. Makanan rhea adalah biji-bijian, akar-akaran, serta serangga seperti siput dan belalang. 
    Rhea memiliki suara yang cukup baik. Rhea jantan biasanya akan menyuarakan bunyi seperti raungan ketika merangsang betina. Pada saat demikian, sayapnya juga akan direntangkan. Burung Rhea bersifat poligami, dan seekor rhea jantan dapat memiliki pasangan hingga 6-8 ekor betina. Induk rhea dapat menghasilkan telur sampai 20 butir, tetapi telurnya banyak yang sia-sia karena kerap ditinggalkan di sembarang tempat, sebelum sarangnya sempat dibangun.
 Rhea jantan mengerami telur betina
    Sarang rhea sendiri berupa lubang di dalam tanah yang dibuat oleh rhea jantan. Sarang tersebut dilapisi dengan bahan dari tanam-tanaman kering dan tempatnya biasanya tersembunyi. Semua Rhea betina yang menjadi pasangan dari seekor rhea jantan akan menempatkan telur mereka dalam sarang yang sama. Sebuah sarang rhea berisi antara 20-30 butir telur. Rhea jantanlah yang kemudian akan mengerami telur-telur tersebut selama sekitar 35-40 hari. Anak rhea yang lahir berwarna abu-abu dengan garis-garis gelap. Anak rhea ini nantinya akan meninggalkan sarang bersama ayahnya dan ia akan menjadi dewasa penuh saat berusia sekitar 5 bulan.
Burung Rhea dan anak-anaknya

Mirip Burung Unta
    Burung rhea sepintas lalu mirip dengan burung unta dari Afrika. Bedanya adalah burung unta memiliki jari kaki dua buah, sedangkan rhea memiliki jari kaki tiga buah, dengan kepala, leher, dan pahanya berbulu. Meskipun demikian, ketika sedang berlari di sepanjang pampa, rhea terlihat sangat mirip dengan burung unta berukuran kecil.

Pengelana
    Meskipun tidak dapat terbang, rhea adalah burung yang pandai berenang. Jika berada dalam keadaan bahaya, burung rhea akan lari tunggang langgang dengan cepat atau menyuruk. Rhea juga merupakan burung pengelana. Mereka tidak bermigrasi, namun berkelana mengarungi jarak yang sangat jauh, terutama ketika di luar musim mengeram.

Senin, 10 Mei 2010

KIWI : BURUNG MINI DARI SELANDIA BARU

    Kiwi (marga Apteryx) adalah nama jenis burung yang termasuk dalam bangsa Apterygiformes yang hanya terdapat di Selandia Baru. Bentuknya lebih mirip dengan landak daripada burung. Tubuhnya berukuran kecil, bulat seperti bola, berbulu kasar, berkaki pendek, tidak berekor dan tidak bersayap, sehingga termasuk dalam kelompok burung yang tidak dapat terbang.
Anak Burung Kiwi
    Kiwi merupakan hewan yang aktif di malam hari. Kiwi hidup di semak belukar dan hutan pegunungan dengan makan buah-buahan, cacing, dan serangga tanah. Untuk mencari makan kiwi menggunakan indera penciuman yang terletak di ujung paruhnya, tidak menggunakan penglihatannya. Paruh kiwi ramping dan memanjang sampai sepanjang 10-20 cm. Pada saat mencari makan, lubang hidung di ujung paruhnya digunakan untuk membaui makananya di dalam tanah. Hal itu menyebabkan kiwi terlihat sering mengetuk-ngetukan ujung paruhnya ke tanah. Selain penciumannya yang tajam, kiwi juga mengandalkan pendengarannya yang sensitif untuk mengetahui kedatangan musuh.
 
 Burung Kiwi
Pelari Cepat
    Di habitanya kiwi tidak hidup berkelompok untuk menghindari perhatian musuh. Meskipun kakinya pendek dengan empat jari berkuku tajam namun kiwi mampu berlari dengan kecepatan 30 km/jam. Kuku tajam di ujung jarinya merupakan senjata untuk menghalau serangan musuh. Pemangsa utama burung kiwi adalah musang dan serigala.

 Burung Kiwi dan telurnya
Reproduksi
    Kiwi bereproduksi setelah berusia 5-6 tahun. Kiwi betina biasanya berwarna cokelat dan bertubuh lebih besar daripada kiwi jantan yang berwarna lebih gelap. Kiwi jantan mengeluarkan suara lebih keras dan bernada tinggi dibandingkan dengan kiwi betina. Pada saat musim kawin, kiwi jantan mendekati betinanya sambil berputar-putar. Betina yang dikawininya akan bertelur 1-2 butir. Telur tersebut diletakkan di sarangnya yang terbuat dari semak dan ranting kering, kemudian kiwi jantan mengeraminya selama 65-85 hari. telur burung kiwi bercangkang putih dan berbobot sampai 500 gram. Itu sebabnya kiwi hanya bertelur sedikit saja. Anak kiwi yang baru menetas berbulu cokelat muda dan tipis. Anak kiwi tersebut diasuh oleh induk jantan dan betina secara bersama-sama.

Anak burung kiwi
Sun Spesies Kiwi
    Ada tiga sub spesie burung kiwi yang menghuni habitatnya di Selandia Baru, yaitu kiwi abu-abu kerdil (Apteryx owenii) yang tingginya bisa mencapai 25 cm dan bobot 1,2 kg, kiwi cokelat (Apteryx australis) tinggi mencapai 35 cm dan bobot 2,5 kg serta kiwi abu-abu besar (Apteryx haastii) yang tingginya mencapai 45 cm dan bobot sekitar 3 kg. Ketiga spesies kiwi tersebut merupakan spesies burung yang terancam punah. Kerusakan habitat dan perubahan fungsi hutan menjadi area pertanian merupakan ancaman serius bagi keberadaan burung kiwi di habitatnya. Upaya penangkaran telah dilakukan untuk melindunginya dari kepunahan, bahkan Selandia Baru menetapkan kiwi sebagai satwa nasional yang dilindungi.

Kiwi Abu-abu besar

Selasa, 04 Mei 2010

BURUNG UNTA : UNGGAS TERBESAR DI DUNIA

    Burung Unta (Struthio camelus) adalah spesies burung terbesar dari suku Struthionidae yang masih hidup hingga saat ini. Anggota bangsa Struthioniformes ini termasuk burung yang tidak bisa terbang (Ratites). Berbeda dengan jenis burung yang lain, burung unta hanya memiliki dua jari pada masing-masing kakinya.
    Habitat asli burung unta adalah sabana terbuka dan daerah semi gurun pasir, terutama di Afrika, dan Asia Barat Daya. Hewan ini menetap sepanjang tahun di daerah sabana maupun berpindah-pindah tempat di daerah semi gurun pasir. Burung unta terdiri dari enam subspesies, yaitu burung unta arab (S.camelus syriacus) yang punah sejak tahun 1941, burung unta afrika (S.camelus australis), burung unta afrika utara (S.Camelus camelus), burung unta Mauritania (S.camelus spatzi), burung unta masai (S.camelus massaicus), dan burung unta somalia (S.camelus molybdophanes).
Burung unta di sabana Afrika

Ciri Fisik
    Bobot burung unta mencapai 136 kg dengan tinggi sekitar 260 m dan panjang sekitar 180 cm. Sayapnya tidak berfungsi untuk terbang di udara. Burung unta ditopang oleh sepasang kaki yang memiliki dua jari kaki berkuku besar dan berselaput sehingga hewan ini dapat berputar, membelok, dan berlari dengan kecepatan sekitar 60-80 km/jam. Individu betina biasanya berwarna abu-abu, sedangkan individu jantan berwarna hitam. Suaranya yang keras berfungsi sebagai tanda bahaya ketika predator mengancam. Pada habitat aslinya, burung unta hidup bersama Antelop (sejenis rusa) dan Zebra. Predator atau pemangsanya berupa singa, citah dan macan tutul.
Induk burung unta bersama anak-anaknya

Hewan Poligami
    Burung unta termasuk hewan poligami. Satu individu jantan biasanya berpasangan dengan 3-5 betina. Burung unta mulai berkembang biak pada umur tiga tahun. Menjelang masa kawin, individu betina akan menarik perhatian jantan dengan cara berjalan sambil mengepakkan sayapnya. Individu betina kemudian menekuk kaki dan sayapnya, sementera lehernya menjulur di atas tanah. Telur-telur yang dihasilkan akan diletakkan di atas pasir yang dilubangi dengan kedalaman 30 cm. Induk jantan dan betina selanjutnya mengerami telur secara bergantian selama 42 - 48 hari.
Keluarga burung unta yang berpoligami

Telur Terbesar
    Telur burung unta termasuk telur terbesar di dunia. Bobotnya dapat mencapai sekitar 1,5 kg atau lebih berat sekitar 30 kali dari telur ayam. Panjang telur burung unta mencapai 20 cm, sedangkan ketebalan cangkangnya sekitar 1 cm.
Telur Burung unta

Pakan Burung Unta
    Burung unta merupakan jenis burung omnivora. Selain tumbuh-tumbuhan, pakan hewan ini juga berupa kadal dan serangga. Burung unta mencari pakan dengan cara menurunkan leher dan paruhnya di atas tanah. Untuk membantu proses pencernaan, burung unta menelan sejumlah kerikil dan pasir. Selain itu, hewan ini juga tahan untuk hidup tanpa air dalam jangka waktu lama.
Budidaya Burung unta

Budidaya Burung Unta
    Saat ini, burung unta dibudidayakan di beberapa tempat di Afrika, Amerika Utara, Eropa dan Asia. Bulu burung unta biasanya dijadikan sebagai hiasan pada topi wanita. Telurnya dikonsumsi sebagai bahan makanan sumber protein. Adapun kulit burung unta diolah menjadi bahan kulit berkualitas tinggi.
Peternakan Burung unta di Australia