"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Kamis, 02 April 2009

PROFIL PROVINSI LAMPUNG


10. PROVINSI LAMPUNG
(UU NO.14 TAHUN 1954)
Berdiri
: 13 Februari 1964
Ibukota
: Bandar Lampung
Luas Wilayah
: 37.735,15  Km2 (1,74% luas Indonesia)
Letak Astronomis
: 3o30' LS-6o LS dan 103oBT - 105o BT
Terdiri dari
: 8 Kabupaten, 2 Kota, 164 Kecamatan dan 1.967 Desa
Jumlah Penduduk
: 7.161.671 jiwa
Identitas daerah
: Flora : Kembang Asakh
: Fauna : gajah Sumatra
Komoditas Utama
: Kayu, Kopi, Lada, Cengkeh
Bahan Galian
: Marmer, Biji besi, Emas
Industri
: Industri Ringan
Pembagian Wilayah Kabupaten dan Kota
No
Nama Kabupaten/Kota
Ibukota
Luas Wilayah
Jumlah Penduduk
Jumlah
Jumlah
(Km2)
Sensus 2005
Kecamatan
Desa
1
Lampung Selatan
Kalianda
5.562,55
1.226.009
20
362
2
Lampung Tengah
Gunung Sugih
3.961,51
1.105.631
26
270
3
Lampung Utara
Kota Bumi
2.724,81
373.253
16
202
4
Lampung Barat
Liwa
4.950,40
397.877
14
169
5
Tulang Bawang
Menggala
7.770,84
758.395
18
224
6
Tanggamus
Kota Agung
3.356,61
834.111
17
317
7
Lampung Timur
Sukadana
5.325,03
927.642
23
227
8
Way Kanan
Blambangan Umpu
3.821,73
375.806
12
196
9
Kota Bandar Lampung
Bandar Lampung
192,93
830.386
13
 -
10
Kota Metro
Metro
68,74
132.563
5
 -
Ragam Budaya
Bahasa Daerah
: Melayu
Lagu Daerah
: Lipang Lipang Dang, Kulintang
Alat Musik
: Bende
Tarian
: Tari Jengget, Malinting, Bendana
Makanan Khas
: Gulai Latuk-latuk, Acar Tulang Bawang
Senjata Tradisonal
: Keris, Badik
Suku
: Melayu, Rawas, Pasemah
Rumah adat
: Rumah Sesat
Lapangan Udara
: Beranti, Bandar Lampung
Pelabuhan Laut
: Panjang
Universitas
: Universitas Lampung (UNILA)
Cerita Rakyat
:  Kesaktian Sultan Domas
Agama
: 95% Islam, sisanya Kristen, Hindu dan Budha
Pahlawan
: Radin Inten II
Taman  Nasional 
: TN Bukit Barisan Selatan, TN Way Kambas
Fauna dilindungi
: Harimau Sumatera, Beruang Madu, gajah sumatra
Gunung Tertinggi
: G. Pesagi (2.230 m)
Sungai Terpanjang
:  Way Tulang Bawang
Danau Terluas
:  Danau Ranau
Pulau Terluas
:  Pulau Tabuan
Kabupaten terluas
:  Tulang Bawang

Jumat, 27 Maret 2009

PROFIL PROVINSI BANGKA BELITUNG


9. PROVINSI BANGKA BELITUNG
(UU NO.22 TAHUN 1999)
Berdiri
: 4 Desember 2000
Ibukota
: Pangkal Pinang
Luas Wilayah
: 16.424,14  Km2
Letak Astronomis
: 1o30'LS -4o LS dan 106oBT - 109o BT
Terdiri dari
: 6 Kabupaten, 1 Kota, 36 Kecamatan dan 266 Desa
Jumlah Penduduk
: 1.018.255 jiwa
Identitas daerah
: Flora : Kayu Meranti
: Fauna : Rusa, Babi hutan
Komoditas Utama
: Lada, Kelapa Sawit, Kopi, Cengkeh
Bahan Galian
: Pasir, Timah putih
Industri
: Perikanan, Pengolahan Kayu
Pembagian Wilayah Kabupaten dan Kota
No
Nama Kabupaten/Kota
Ibukota
Luas Wilayah
Jumlah Penduduk
Jumlah
Jumlah
(Km2)
Sensus 2005
Kecamatan
Desa
1
Bangka
Sungai Liat
2.950,68
232.356
8
59
2
Belitung
Tanjung Pandan
2.293,69
136.451
5
40
3
Bangka Selatan
Toboali
3.607,08
149.173
5
45
4
Bangka tengah
Koba
2.155,77
130.013
4
39
5
Bangka Barat
Mentok
2.820,61
140.355
5
53
6
Belitung Timur
Manggar
2.506,91
87.944
4
30
7
Kota Pangkal Pinang
Pangkal Pinang
89,40
141.963
5
 -
Ragam Budaya
Bahasa Daerah
: Melayu, Pangkal Pinang, Toboali
Lagu Daerah
: Antu Berayun, Semujur, Badeak
Alat Musik
: Bambus, Suling, Gendang Melayu
Tarian
: Tari Tanggai, Zapin, Campak
Makanan Khas
: Rusim Mpek-mpek
Senjata Tradisonal
: Keris, Siwar Panjang
Suku
: Melayu, Pangkal Pinang, Toboali
Rumah adat
: Rumah Limas, Rumah Rakit
Lapangan Udara
: Depati Amir
Pelabuhan Laut
: Mentok, Pangkal Batam
Universitas
:  -
Cerita Rakyat
: Megat Serimbun Daun
Agama
: 85% Islam, sisanya Kristen, Hindu dan Budha
Pahlawan
:  -
Taman  Nasional 
: CA Karimata
Fauna dilindungi
:  -
Gunung Tertinggi
:  G. Pading (654 m)
Sungai Terpanjang
:  Sungai Linggang
Danau Terluas
:  Danau Kurau
Pulau Terluas
:  Pulau Bangka
Kabupaten Terluas
:  Bangka Selatan

Senin, 23 Maret 2009

KAYU PUTIH : TUMBUHAN PENGHASIL MINYAK KAYU PUTIH

    Kayu putih (Melaleuca leucadendron) adalah tumbuhan dikotil anggota suku atau family Myrtaceae dan genus Melaleuca. Tumbuhan kayu putih memiliki nilai ekonomis tinggi karena dapat menghasilkan minyak dari proses penyulingan daunnya. Minyak tersebut dikenal dengan sebutan minyak kayu putih yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena manfaatnya tersebut, di Indonesia tumbuhan kayu putih telah dibudidayakan.
    Pohon kayu putih memiliki tinggi sekitar 10-25 meter. Kulit batangnya berlapis-lapis dan bewarna putih keabu-abuan. Hal yang khas dimiliki oleh beberapa tumbuhan dalam suku Myrtaceae adalah kulit kayunya yang mengelupas, demikian pula halnya dengan kayu putih. Permukaan kulit batang kayu putih terkelupas tidak beraturan. Batang pohon kayu putih tidak terlalu besar, dengan percabangan yang menggantung ke bawah.

Daun, Bunga dan Buah
    Kayu putih memiliki daun agak tebal seperti kulit, letaknya berseling dan bertangkai pendek serta merupakan daun tunggal. Permukaan daunnya berambut dengan warna hijau kelabu sampai hijau kecoklatan. Helaian daun kayu putih berbentuk jorong. Ujung dan pangkalnya runcing, bertepi rata dengan tulang daun hampir sejajar. Daun kayu putih akan mengeluarkan bau yang khas jika diremas. Bunga kayu putih merupakan bunga majemuk berbentuk seperti lonceng. Daun mahkotanya berwarna putih dan kepala putik berwarna putih kekuningan. Kayu putih memiliki buah berwarna cokelat muda hingga cokelat tua. Biji kayu putih berwarna kuning serta sangat ringan dan halus seperti sekam. Perbanyakan tumbuhan kayu putih dapat menggunakan biji atau tunas akar.
    Ada beberapa varietas pohon kayu putih. Ada yang kayunya berwarna merah dan ada yang kayunya berwarna putih. Varietas tumbuhan kayu putih juga dapat dibedakan berdasarkan ukuran daunnya, yaitu varietas daun besar dan varietas daun kecil. Varietas yang berdaun kecil biasa dimanfaatkan untuk membuat minyak kayu putih.

Habitat dan Penyebaran
    Kayu putih hidup di dataran rendah sampai dengan ketinggian 400 m di atas permukaan laut. Kemampuan adaptasi tumbuhan kayu putih cukup luas karena mampu tumbuh pada tanah yang memiliki drainase kurang baik, berkadar garam tinggi dan asam. Pohon kayu putih dapat tumbuh di dekat pantai maupun tanah berawa. Tanaman ini relatif tahan panas dan dapat tumbuh di tanah tandus, bahkan dapat bertunas kembali setelah terjadi kebakaran.
    Secara alami, kayu putih tumbuh tersebar di kepulauan Maluku dan Australia bagian Utara. Karena manfaat dan nilai ekonomis yang dimilikinya. Di Indonesia, kayu putih telah dibudidayakan bukan hanya di Maluku, tetapi juga di Pulau Jawa dan di Nusa Tenggara.

Minyak Kayu Putih
    Produk utama tanaman kayu putih adalah minyak kayu putih yang berwarna kekuning-kuningan hingga kehijau-hijauan. Minyak kayu putih dihasilkan dari proses destilasi atau penyulingan daun kayu putih. Bau dan khasiat yang dimiliki minyak kayu putih sangat khas. Minyak kayu putih yang digosokkan ke tubuh dapat memberikan kesegaran dan kehangatan. Oleh karena itu, minyak kayu putih banyak digunakan sebagai salah satu pelengkap perawatan bayi. Minyak kayu putih juga digunakan sebagai antiseptik, obat sakit perut, obat flu, obat sakit kepala dan sebagainya. 
    Di bidang industri, minyak kayu putih adalah salah satu bahan baku industri obat-obatan dan kosmetik. Selain itu, secara tradisional, air rebusan daun, kulit batang, ranting dan buah kayu putih juga biasa digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti nyeri, radang, rematik dan asma.
 Bunga Kayu Putih
 Perkebunan Kayu putih
Minyak Kayu putih