BEKASI
(Pos Kota)-Tujuh pendaki gunung yang tersesat di kawasan Gunung
Ciremai, adalah kelompok pengajian yang juga simpatisan Partai Keadilan
Sejahtera (PKS) Kota Bekasi.
VIVAnews - Sampai tadi malam, lima pendaki
masih dinyatakan hilang di Gunung Ciremai, Jawa Barat. Kepala Balai
Taman Nasional Gunung Ciremai, Mukhtadin Nafari, pemerintah berinisiatif
membentuk tim gabungan untuk mencari mereka.
"Tim gabungan memaksakan hari ini harus ketemu," kata Mukhtadin ketika dihubungi
VIVAnews,
Selasa 26 Mei 2009. Seba, menurut keterangan dua orang yang selamat
yakni Fredy (27) pemandu lokal yang beralamat di Desa Cupang, Cirebon
dan Widi (35), warga Perumnas Master, Karangsatria, Tambun Selatan,
kelima rekannya dalam keadaan lemas.
 |
| Jalur Menanjak Gunung Ciremai |
Saking lemasnya, kelimanya
tidak bisa bergerak. Fredy dan Widi lantas meninggalkan mereka di sebuah
ceruk, lalu keduanya turun mencari bantuan. "Jika tidak cepat
ditemukan, mungkin ada yang tewas," kata Mukhtadin.
Ditambahkan
dia, tim saat ini bergerak cepat. Sejak pagi tadi, tim gabungan yang
terdiri dari Wanadri, SAR, tim kesehatan, TNI, satuan kehutanan, Balai
Taman Nasional Gunung Ciremai, dan sejumlah sukarelawan sudah naik
gunung mencari keberadaan kelima pendaki yang tewas tersebut. "Kami
harus bertindak cepat," tambah dia.
Lima pendaki yang masih
dinyatakan hilang adalah Iwan (35) warga Perumnas III Bekasi, Dedi (28)
warga Perumnas III, Bekasi, Darso (36) warga Perumnas Master,
Karangsatria, Tambun Selatan, Abdul Hatni (33) warga Perumnas III,
Jalan Maluku, Bekasi, dan Gembong (27) warga Jalan Irigasi, Margahayu,
Bekasi Timur.
Menurut keterangan, para pendaki yang merupakan
grup pengajian berangkat bersama-sama menuju puncak Gunung Ciremai pada
Jumat 22 Mei 2009, mereka menggunakan jalur resmi pendakian.
Gunung
Ciremai secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten,
yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka,
Jawa Barat. Gunung tersebut memiliki ketinggian 3.078 m di atas
permukaan laut.
7 Simpatisan PKS Tersesat di Gunung Ceremai
7 Simpatisan PKS Tersesat di Gunung Ciremai
Kepastian itu setelah Chaidir Agam, Humas PKS Kota Bekasi saat
dihubungi Pos Kota membenarkan. “Mereka bukan pengurus, hanya simpatisan
dan kader PKS saja,” ujarnya. Dia juga mengaku kepergian mereka untuk
mendaki bukan atas nama kader, apalagi PKS. “Mereka hanya ingin
refresing,” ujarnya.
Ketujuh orang yang tersesat itu Iwan Kurniawan, 30, Widi, 26, Darso,
27, Abdul Hatni, 26, Gembong, 27, Predi, 28, dan Didi Kusuma, 26.
Belakangan Iwan, warga Durenjaya Bekasi Timur, berhasil selamat dan
melapor ke Poskot SAR Gunung Ciremai. (saban)
PKS Bentuk Tim Pencari
BEKASI (Pos Kota)-Tim SAR PKS Kota Bekasi, bersama belasan tim lannya
berusaha ke lokasi kadernya yang tersesat di Gunun Ciremai, Kuningan
Jawa Barat.
 |
| Kerangka Pendaki di Gunung Ciremai |
Menurut Chaidir Agam, Tim PKS bergabung dengan berbagai pencinta
alam, di antaranya Wanadri, LSM Akar, FMGC dan aparat Polhut dan
Koramil. Lokasi yang ditunjukan Iwan, pimpinan rombongan, mereka berada
di Sangga Buana II. “Karena tim dibagi beberapa bagian,” ujar Chaidir,
yang terus memantau proses evakuasi.
Tim dibagi dengan jalan darat dan jalan gunung. Jalan darat melalu
Palutungan ke Linggarjati dengan kendaraan dan waktu yang ditempuh
sekitar 3 jam. Sedangkan melalui jalur huta waktu tempuh mencari 10 jam.
Tujuh pendaki yang tersesat itu Iwan Kurniawan, 30, Widi, 26, Darso,
27, Abdul Hatni, 26, Gembong, 27, Predi, 28, dan Didi Kusuma, 26.
Belakangan Iwan, warga Durenjaya Bekasi Timur, berhasil selamat dan
melapor ke Poskot SAR Gunung Ciremai. (saban/B)
Masuk Tanpa Izin
KUNINGAN- SURYA-Sebanyak tujuh pendaki gunung asal Bekasi Timur
dilaporkan tersesat di Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat
sejak Sabtu (23/5). Dari hasil kontak terakhir Sabtu malam, mereka dalam
kondisi tanpa makanan, korek api, dan salah satu di antara mereka
cedera berat karena terjatuh dari jurang.
Para pendaki itu adalah Didi Kusmana selaku ketua regu pendakian,
Iwan dilaporkan jatuh ke jurang dan terluka di kepala, kemudian Widhi,
Darso, Hatni, Gembong, serta Fredi, pemandu dari Cirebon.
Menurut Kepala Taman Nasional Gunung Ciremai, Muhtadin Nafari, ketujuh
orang itu hanya membeli tiket dari Perum Perhutan untuk berkemah, tetapi
tidak untuk mendaki. “Jika mereka mau mendaki, tentu ada karcis khusus
dan dibekali pemandu lokal,” katanya.
Ketujuhnya naik dari jalur Palutungan dan diketahui hanya membawa
satu tenda, dan sleeping bed. Berdasarkan kontak terakhir mereka sudah
kehabisan makanan dan tanpa korek api. “Tadi malam, kami masih bisa
kontak mereka karena telepon genggam mereka masih bisa dipakai. tetapi
kami khawatir baterai mereka tak mencukupi sampai hari Minggu ini,” kata
Muhtadin.
Mereka diperkirakan berada di area Sanggabuana di ketinggian 2000
meter diatas permukaan tanah. Tetapi dipastikan tidak berada di jalur
pendakian karena tak bisa menemukan penanda apapun di jalan. Di
ketinggian itu juga tak terdapat mata air.
Ada tiga tim yang bergerak, yakni tim penyelamat yang membawa
perbekalan makanan, tim penjemput, dan tim pemandu. Tim penyelamat,
menurut Muhtadin sudah mulai bergerak ke lokasi tempat mereka tersesat,
sejak Sabtu pukul 22.30 namun untuk menjangkau daerah tersebut butuh
waktu sekitar tujuh hingga delapan jam.
Tim kedua juga bergerak sekitar pukul 12.00 untuk membawa turun
mereka ke ketinggian 1000 meter. Tim ketiga akan mebawa turun mereka ke
tempat aman.
Gunung Ciremai memang mengundang keinginan para pendaki menaikinya.
Dengan ketinggian mencapai 3.078 meter di atas permukaan laut (m dpl)
atau 2.578 meter di atas Kota Kuningan membuatnya menjadi gunung
tertinggi di seantero Jabar.
Kendati masuk kategori jajaran 80 gunung aktif di P Jawa, namun
dibandingkan gunung-gunung lainnya, G Ciremai memiliki tabiat yang
paling “kalem” dan “ramah”.
Hanya saja keindahan G Ciremai itu terkadang melenakan pendaki.
Tercatat, pada bulan Juni 2007, satu dari 11 orang pendaki asal
Indramayu pernah tersesat jalur. Bahkan, salah seorang pendaki,
Nurdianto, 18, akhirnya tewas karena hipotermia atau kedinginan saat ia
berusaha berlindung di sekitar Gua Walet atau sekitar tanaman edelweis.