"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Senin, 04 Maret 2013

FOTO HUT SMPN 29 ke 51 DAN PERSAMI 2012

.















LABA-LABA : SERANGGA PEMBUAT JARING

  
 Laba-laba
     Labah-labah adalah nama kelompok hewan filum Arthropoda (kaki berbuku-buku). Hewan yang termasuk juga dalam kelas Arachonoidea ini tersebar di daerah daratan tropis, sub tropis, dan gurun, jumlahnya sekitar 37.000 jenis. Kawasan hutan hujan tropis adalah tempat yang memiliki keanekaragaman jenis labah-labah terbanyak di antara lingkungan dartan lainnya.

Labah-labah
     Pada umumnya labah-labah berukuran kecil, panjang tubuhnya 2-10 mm. Akan tetapi ada yang berukuran besar yakni jenis tarantula amazon yang mempunyai ukuran 10 cm dengan panjang rentangan kaki 25 cm. Labah-labah bersifat dimorfisme seksual karena ukuran tubuh labah-labah betina lebih besar daripada jantan. Tubuh labah-labah terbagi atas dada (toraks) dan perut (abdomen). Bagian dada menyatu dengan kepala. Pada bagian dada kepala ini terdapat empat pasang kaki berbuku-buku, sepasang tangan pemegang mangsa, dan sepasang rahang taring. Mata labah-labah umumnya berjumlah delapan, tetapi ada yang enam. Pada waktu malam hari warna matanya terlihat putih mengkilat, pada waktu siang hari berwarna kuning, hitam, atau hijau.
Labah-labah Black Window
 Kanibal
    Pangkal rahang labah-labah membesar berisi kelenjar bisa. Ujung rahang meruncing dan melengkung tajam seperti kuku pengait (rahang taring) untuk menggigit dan membunuh mangsa. Bisanya digunakan untuk melumpuhkan mangsa, kemudian membungkusnya dalam kantong sutra dan dimakannya. Pada bagian belakang perut terdapat alat penghasil benang untuk membuat jaring. Tak semua labah-labah membuat jaring untuk menangkap mangsa, misalnya Lycosa sp (labah-labah pemburu) yang mengejar mangsanya. Karena labah-labah bersifat karnivora (pemakan daging), mangsanya adalah hewan seperti serangga, cacing, kutu kayu, bahkan labah-labah lain (kanibal). Sifat kanibal tampak pada labah-labah yang baru menetas yang makan tubuh induknya. Selain itu sifat ini juga muncul pada waktu sesudah kawin atau ketika betina sedang tidak mau kawin, maka labah-labah betina memangsa labah-labah jantan. Kehadiran mangsa diketahui labah-labah melalui jaringnya yang bergetar. Jaringnya terbuat dari cairan yang dihasilkan oleh kelenjar spinneret yang terdapat di bagian belakang abdomen. Jaring ini berbentuk corong, bulat, lembaran, segitiga, atau tidak beraturan.
Jaring labah-labah
Metamorfosis
    Pola perkawinan labah-labah adalah poligami (lebih dari satu jenis pasangan). Labah-labah jantan melakukan gerakan rayuan sebelum mendekati betina sejenis yang birahi. Betina yang bersedia kawin akan menanggapi dengan gerakan yang sama. Jantan mengenal betina dengan mencium jaring yang dibuatnya, lalu menggoyang-goyangkannya. Betina yang bersedia kawin akan tetap diam, sedangkan yang lapar atau tidak birahi akan menyerang jantan. Uniknya ada betina yang meminta mas kawin berupa mangsa, jantan harus memenuhinya agar bersedia kawin dan tidak menyerangnya. Seekor labah-labah betina yang telah dibuahi akan bertelur hingga 1.000 butir yang diletakkannya di jaring. Telur ini akan mengalami metamorfosis (berubah bentuk) mulai dari fase telur, nimfa, hingga menjadi labah-labah dewasa sekitar 263 hari. Pada waktu telur baru menetas (masa nimfa) ia akan menuju ibunya untuk memakannya.

Labah-labah pemangsa
Predator
    Predator labah-labah adalah jenis jamur dan semut yang menyerang telur. Selain itu musuh labah-labah adalah beberapa jenis burung dan serangga misalnya tawon kemit, walang sangit, dan capung yang menyerang nimfa serta labah-labah dewasa.

Jaring untuk memerangkap mangsa

Rabu, 20 Februari 2013

KUDA LAUT : BIOTA DI LAUT TROPIS

  
     Kuda laut merupakan nama sejumlah spesies ikan laut dari suku Syngnathidae yang memiliki kepala berbentuk seperti kepala kuda. Anggota ordo Gasterosteiformes ini hidup di perairan tropika di seluruh dunia. Karena bentuk fisiknya berbeda dari ikan pada umumnya, maka spesies kuda laut seperti kuda laut moncong panjang (Hippocampus ramulosus), kuda laut moncong pendek (Hippocampus hippocampus) dan kuda laut landak (Hippocampus spinossisimus) sering dijadikan ikan hias di berbagai akuarium.

 Sepasang kuda laut
 Moncong Pengisap
    Bagian kepala dari kuda laut memiliki moncong yang panjang dan berbentuk seperti tabung. Moncong tersebut berfungsi sebagai alat pengisap pada saat mencari makanan.
    Selain moncong pengisap, kegiatan mencari makan pada kuda laut juga didukung oleh sepasang mata yang masing-masing dapat bergerak sendiri. Apabila mata yang satu dapat bergerak ke bawah, maka mata yang lain dapat digerakkan ke atas secara bersama-sama. Kuda laut umumnya memangsa plankton dan berbagai jenis krustasea kecil.

 Kawanan kuda laut
Kantong Telur
    Masa kawin kuda laut terjadi pada akhir musim dingin. Meskipun menghasilkan sel telur, namun kuda laut betina tidak memiliki kantong telur. Oleh karena itu, sel telur dari kuda laut betina akan disimpan di kantong telur kuda laut jantan. Ketika menyalurkan sel telur ke dalam kantong telur, kuda laut betina melilitkan ekornya pada ekor kuda laut jantan. Kuda laut jantan akan membawa telurnya selama 10-50 hari, tergantung spesiesnya. Kuda laut jantan menggunakan kontraksi otot-otot kantung telur untuk menetaskan telurnya. Dalam satu kali masa tetas, kuda laut jantan dapat mengeluarkan 200-400 anakan. Anak kuda laut yang berukuran kecil dan transparan itu akan tumbuh dewasa setelah berumur satu tahun.

Kuda laut berenang menggunakan sirip punggungnya
Sirip Punggung
    Panjang tubuh kuda laut berkisar dari 16 mm sampai 30 cm. Hippocampus denise merupakan spesies kuda laut terpendek, sedangkan Hippocampus hudsonius merupakan spesies kuda laut terpanjang. Seluruh tubuh kuda laut terdiri atas lempengan tulang atau integumen yang terbentuk seperti gelang. Setiap gelang-gelang tubuhnya memiliki sejumlah duri panjang yang berfungsi sebagai alat penambat ketika melekat pada rumput laut.
    Bagian punggung dari kuda laut dilengkapi dengan satu sirip punggung yang digunakan untuk berenang. Ekornya yang panjang dan melengkung ke dalam tidak dilengkapi dengan sirip ekor. 

Kuda laut dragon sea mampu berkamuflase dengan penampilannya
Kamuflase
    Kuda laut memiliki kemampuan mengubah warna tubuhnya sebagai kamuflase. Selain untuk mempertahankan diri, kemampuan mengubah warna tubuh juga digunakan untuk menunjukkan perubahan emosi. Hippocampus hippocampus dapat mengubah warna tubuhnya seperti warna rumput laut, sedangkan hippocampus bargibanti dapat mengubah warana tubuhnya menjadi seperti warna koral.