"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Sabtu, 10 September 2016

NIKEL : LOGAM TRANSISI BERWARNA PUTIH KEPERAKAN

    Nikel adalah logam transisi berwarna putih keperakan dengan lambang kimia Ni. Dalam sistem periodik, nikel terletak pada golongan VIIIB dan periode 4. Nomor atom nkel adalah 28 dan massa atom relatifnya 58,69 gr/mol. Nikel memiliki titik lebur pada suhu 1.455oC dan titik didih pada suhu 2.730oC.
    Nikel dalam bentuk campurannya dengan tembaga telah digunakan sebagai bahan untuk pembuatan mata uang selama ribuan tahun. Akan tetapi nikel sebagai sebuah unsur baru diketahui pada tahun 1751, ketika Axel Frederic Cronstedt kimiawan Swedia berhasil mengisolasi logam ini dari bijih nikolit. Nikel merupakan bagian penting dari meteorit dan sering digunakan sebagai kriteria untuk membedakan meteorit dari mineral lainnya, misalnya meteorit besi terdiri dari 5-20% nikel. Dalam bentuk senyawa nikel terdapat dalam mineral-mneral seperti garnierit, milerit, nikolit, pentlandit dan pirotit. Dua mineral terakhir merupakan bijih nikel yang utama. Adapun negara utama penghasil nikel adalah Australia, Kanada, Kuba dan Indonesia.
Sifat Nikel
Nikel merupakan logam yang cukup lunak dan mudah dibentuk sehingga dapat ditempa atau ditarik menjadi kawat namun campuran nikel dengan logam lain terkenal keras. Nikel juga bersifat magnetik, dapat dipoles, dan tidak kusam atau berkarat. Logam ini tidak teroksidasi di udara pada suhu kamar dan tidak bereaksi dengan alkali. Nikellarut dalam asam nitrat encer tetapi tidak reaktif dalam asam nitrat pekat. Bubuk nikel menyerap hidrogen 17 kali dari volumenya sehingga banyak digunakan sebagai kitalis dalam proses hidrogenasi.
Pembuatan Nikel
Nikel jarang ditemukan di alam dalam bentuk unsur bebas dan biasanya diperoleh dari biji mineralnya. Pada umumnya logam ini didapat dari hasil pengolahan bijih nikel, seperti pentlandit dan garnierit. Pada proses pembuatan nikel, bijihnya dipanggang dalam tanur tiup menjadi oksida nikel laulu diraksikan dengan campuran gas hidrogen dan karbonmonoksida. Ion nikel kemudian akan mengalami reduksi menjadi logam nikel murni.
Penggunaan Nikel  
Nikel terutama digunakan sebagai bahan campuran dengan logam lain. Logam ini digunakan sebagai pelapis dan pelindung logam-logam, terutama besi dan baja. karena dapat membuat besi dan baja menjadi lebih mudah ditempa, tidak berkarat, dan tahan pada temperatur tinggi. Baja Nikel misalnya mengandung sekitar 2-4% nikel dan dimanfaatkan untuk pembuatan bagian-bagian kenderaan bermotor dan mesin. Nikel juga dipakai sebagai dalam pembuatan aliase. Beberapa aliase penting yang mengandung nikel antara lain adalah perak jerman (aliase nikel dengan besi dan seng), Invar (aliase nikel dengan besi dan logam-logam lainnya dengan sifat koefisien pemuaian termal kecil) dan Monel (aliase nikel dengan tembaga). Perak jerman dipakai untuk membuat peralatan sendok dan garpu, Invar dipakai untukalat ukur panjang dan batang bandul , serta monel dipakai untuk lembaran logam.
 Mineral Garnierit
 Bijih Nikel
Mineral Pentlandit

NATRIUM : LOGAM ALKALI BERWARNA PUTIH KEPERAK-PERAKAN

    Natrium adalah logam alkali berwana putih keperak-perakan dengan lambang kimia Na. Logam ini juga dikenal dengan nama sodium. Dalam sistem periodik, natrium terletak pada golongan IA dan periode 3. Nomor atom natrium adalah 11 dan massa atom relatifnya 22,99 g/mol. Natrium memiliki titik lebur pada suhu 98oC dan titik didih pada suhu 883oC.
    Natrium pertama kali ditemukan oleh seorang kimiawan dari Inggris, Sir Humphry Davy, pada tahun 1807. Di alam semesta, mineral yang mengandung natrium banyak terdapat di matahari dan bintang-bintang lainnya. Di Bumi, logam ini paling banyak terdapat diantara logam alkali lainnya. Natrium terdapat di alam dalam bentuk senyawa dan tidak dalam bentukunsur bebas. Logam ini terdapatantara lain dalam bentuk natrium klorida (NaCl), Natrium karbonat (Na2CO2) dan Natrium sulfat (Na2SO4)
Sifat Natrium
Natrium merupakan logam yang sangat lunak sehingga dapat mudah dicetak, dibentuk atau dipotong dengan pisau. Natrium juga merupakan unsur yang sangat reaktif sehingga tidak pernah ditemukan dalam bentuk unsur bebas di alam. Karena bersifat sangat reaktif, natrium perlu dijaga agar tidak terjadi kontak antara unsur ini dan air atau bahan lain yang dapat menimbulkan letupan. Natrium akan beroksidasi di ruang terbuka dengan udara serta akan menimbulkan letupan jika beraaksi dengan air untuk membentuk natrium hidroksida dan hidrogen.
Proses pembuatan
Natrium murni pertama kali diperoleh dari percobaan yang dilakukan oleh Sir Huumphry Davy dengan menggunakan listrik untuk menguraikan senyawa natrium hidroksida. Di dunia industri, natrium diperoleh melalui proses elektrolisis dari senyawanya. Senyawa terpenting dari natrium adalah natrium klorida, yang dikenal dengan nama umum garam dapur. Natrium klorida yang banyak terdapat di air laut dapat diperoleh dengan cara menguapkan air laut sehingga terbentuk kristal NaCl. Senyawa ini kemudian dielektrolisis untuk menghasilkan unsur natrium dengan hasil samping gas klor.
Pemanfaatn Natrium
Natrium merupakan salah satu elemen yang dibutuhkan dalam pembentukan ester dan senyawa organik. Senyawa natrium juga banyak digunakan dalam bidang industri, seperti industri kertas, kaca, tekstil, minyak, kimidan industri logam lainnya. Garam natrium berguna sebagai sumber nutrisi bagi mahluk hidup. Natrium juga banyak digunakan untuk pembuatan sabun. Senyawa logam ini dengan kalium (NaK) berfungsi sebagai pengantar panas yang baik. Adapun senyawa natrium nitrat (NaNO3) merupakan sumber nitrogen untuk pupuk.
Soda
Soda merupakan nama umum untuk senyawa yang mengandung natrium (Sodium). Soda dapat terbuat dari natrium klorida. Air soda merupakan air yang jenuh dengan gas karbondioksida, meskipun mungkin tidak mengandung natrium. Beberapa macam senyawa natrium atau soda antara lain :
  • Natrium Karbonat dikenal dengan soda cuci atau soda abu
  • Natrium bikarbonat dikenal dengan nama soda kue
  • Natrium hidroksida dikenal dengan nama soda kaustik, digunakan sebagai zat kimia dalam pembuatan sabun, tekstil dan kertas.
  • Natrium Tetraborat dikenal dengan nama boraks
  • Natrium fluorida digunakan sebagai antiseptik serta racun tikus dan serangga
  • Natrium Nitrat dikenal dengan nama salpeter, digunakan sebagai penyubur
  • Natrium peroksida digunakan sebagai pengelantang atau pemutih dan pengosidasi.
Natrium Hidrosida (Soda api)
Natrium Peroksida
Natrium Bikarbonat
Natrium Fluoride
Natrium Karbonat
Natrium Nitrat
Natrium
Natrium Tetraborat

Sumber : Ensiklopedi Umum untuk Pelajar

Senin, 05 September 2016

JENIS-JENIS HUTAN

    Hutan adalah wilayah luas di muka bumi yang banyak ditumbuhi oleh tanaman atau tumbuhan baik yang sejenis maupun beragam. Hutan ini dapat terjadi secara alami maupun secara buatan manusia. Luas wilayah hutan Indonesia adalah kurang lebih 140.900.000 ha atau masih 73 % dari luas daratan. Sebagian sudah dimanfaatkanuntuk diambil kayunya atau dibuka lahan baru untuk pemukiman dan perladangan.

Animasi Hutan Gugur
   Hutan dapat dikelompokkan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.
a. Hutan berdasarkan kondisi iklim
Hutan berdasarkan kondisi iklimnya dapat kita bedakan menjadi 4 jenis yaitu :
  1. Hutan Hujan Tropis , yaitu hutan yang tumbuh pada daerah yang mengalami iklim tropis dengan ciri-ciri memiliki jenis tumbuhan yang tinggi, besar dan lebat. Hutan jenis ini terdapat di Sumatera, Kalimantan dan Papua.
  2. Hutan Musim, yaitu hutan yang tumbuh lebat pada saat musim hujan dan mengalami pengguguran (meranggas) pada musim kemarau atau panas. Di Indonesia jenis hutan ini terdapat di sekitar Jawa Tengah dan biasanya jenis hutan yang tumbuh adalah hutan jati.
  3. Sabana, yaitu hutan tanaman semak belukar yang tumbuh tersebar secara merata dengan diselingi rerumputan. Hutan jenis ini di Indonesia terdapat di Pulau Flores, Sumbawa, Sumba dan Pulau Timur di Nusa Tenggara.
  4. Stepa, adalah  padang rumput yang luas dan biasanya terdapat di daerah beriklim amplitudo ekstrim misalnya di Puncak-puncak Gunung dengan perbedaan temperatur siang dan malam hari tinggi. Pendaki gunung akan menjumpai steva ini di G.Semeru, Pangrango, Argopuro, Tengger dan Iyang.
 Hutan Hujan Tropis
 Hutan Musim (Gugur)
Steva
b. Hutan berdasarkan proses terjadinya
Hutan berdasarkan proses terjadinya dapat dibagi menjadi dua yaitu :
  1. Hutan alami, yaitu hutan yang terjadi dengan sendirinya terbentuk sebagai suatu proses alam.contoh hutan alami di Pulau Kalimantan dan Papua.
  2. Hutan buatan,adalah hutan yang terjadi karena adanya campur tangan manusia secara sengaja. Atau dengan kata lain hutan buatan adalah hutan yang sengaja ditanam oleh manusia. Misalnya hutan Jati dan hutan Pinus.              
c. Hutan berdasarkan jenis tanamannya
Berdasarkan jenis tanamannya , hutan dikelompokkan menjadi dua yaitu :
  1. Hutan Homogen, yaitu hutan yang hanya ditumbuhi oleh jenis tanaman yang sama atau sejenis, seperti hutan bakau, hutan jati dan hutan karet.
  2. Hutan Heterogen, yaitu hutan yang ditumbuhi oleh bermacam-macam jenis tanaman, tidak hanya satu tanaman saja, sebagai contoh hutan tropis. 
d. Hutan berdasarkan fungsinya
Berdasarkan fungsinya hutan dibedakan atas 5 macam hutan yaitu :
  1. Hutan Produksi,  yaitu hutan yang keberadaannya ditujukan untuk diambil manfaatnya sebagai sumber pendapatan negara, baik kayunya, getahnya atau hasil hutan lainnya.
  2. Hutan Lindung, adalah hutan yang ditujukakan sebagai penjaga keseimbangan lingkungan. Hutan Lindung ditujukan untuk mencegah bahaya banjir , tanah longsor , cadangan air tanah, daerah resapan air hujan atau tujuan lainnya.
  3. Hutan Wisata, adalah hutan yang keberadaannya ditujukan sebagai obyek wisata atau sarana rekreasi. Hutan ini sangat dijaga kelestariannya, keindahannya dan kesegaran udaranya.
  4. Hutan Suaka, adalah hutan yang ditujukan untukmelindungi kelestarian flora dan fauna yang sudah langka. Misalnya Suaka Alam Alas Purwo dan Baluran di Jawa Timur.
  5. Hutan Cadangan, adalah hutan yang berfungsi sebagai cadangan terhadap keberadaan hutan di suatu wilayah. Hutan cadangan ini dapat berubah fungsinya berdasarkan kebutuhan pada waktu tertentu. Mungkin saja hutan cadangan ini berubah menjadi hutan produksi hutan lindung atau jenis hutan lainnya.
e. Hutan berdasarkan bentuk daunnya
Hutan berdarkan bentuk daunnya terbagi menjadi dua macam yaitu :
  1. Hutan berdaun lebar, adalah jenis hutan yang ditumbuhi oleh tanaman yang memiliki daun lebar , sebagai contoh hutan Jati.
  2. Hutan berdaun jarum, adalah hutan yang ditumbuhi oleh tanaman berdaun jarum. Sebagai contoh hutan pinus dan hutan cemara.