"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Minggu, 14 Mei 2017

AIR : SUMBER KEHIDUPAN DI MUKA BUMI


 Air Yang Jernih
Air adalah cairan jernih tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau yang diperlukan dalam kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan. Air secara kimiawi mengandung hidrogen (H) dan oksigen (O). Kandungan kimiawi dalam satu molekul air terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Berat molekul air (H2O) untuk tiap molnya ialah 18 gram, terdiri dari 2 gram hidrogen dan 16 gram oksigen.

 Air murni
    Air sangat berpengaruh bagi kehidupan. Semua mahluk hidup sangat membutuhkan air. Lebih dari 70% permukaan bumi ditutupi oleh lautan dan samudera. Selain itu, 10% daratan yang terdapat di permukaan bumi ini ditutupi air dalam bentuk es. Air juga terdapat dalam tanah dan di atmosfer sebagai uap. Sifat fisik air dapat berupa zat cair, zat padat, dan uap air. Titik didih air pada tekanan 760 mm Hg atau 760 torr ialah 100o C dan titik bekunya pada 0o C.

Air , sumber kehidupan
Air Murni
    Air murni adalah air yang hanya mengandung H2O dan tidak ada unsur lain yang terlarut di dalamnya. Ada tiga tingkatan air murni, yakni :
  1. aquades (satu kali penyaringan)
  2. aquabides (dua kali penyaringan)
  3. aquatrides (tiga kali penyaringan)
Semakin banyak proses pemurnian (penyaringan), maka air menjadi lebih murni. Air murni biasa digunakan dalam pelarutan bahan kimia untuk analisis kimia atau pelarutan obat-obatan yang membutuhkan konsentrasi air semurni mungkin. Adapun untuk air minum yang terbaik adalah air minum yang mengandung mineral karena sangat dibutuhkan tubuh.
 Air Gunung
Air Berat
    Air berat atau deterium oksida (D2O) adalah isotop hidrogen yang memiliki massa atom 2 gram untuk setiap mol atom. Berat molekul air berat dari jenis deuterium oksida ialah 20 gram untuk setiap mol molekul. Jenis air berat yang lain ialah tritium oksida (T2O). Tritium adalah isotop hidrogen yang memiliki massa atom 3 gram untuk setiap mol atom. Berat molekul tritium oksida adalah 22 gram untuk setiap mol molekul.
 Proses Destilasi Air
Pengolahan Air
    Air yang terdapat di permukaan bumi, seperti dalam danau, sungai, dan air tanah, biasanya belum layak untuk diminum. Untuk membuang kuman, kotoran dan unsur merugikan lainnya dalam air, terlebih dahulu diolah di pusat pengolahan air minum. Dalam rumah tangga keluarga biasanya dilakukan dengan cara menyaring dan memasak hingga mendidih. Membunuh bakteri dan virus yang terdapat dalam air, biasanya dengan cara melarutkan gas klor. Air yang sudah dilarutkan dengan gas klor kemudian diendapkan dalam wadah yang besar sehingga kotoran halus tenggelam di dasarnya. Membuang partikel yang masih tersisa dalam air biasanya dengan menggunakan saringan dari batu dan pasir.
    Di samping itu, air juga bisa diproses dengan cara pemurnian. Pemurnian air dilakukan dengan cara destilasi, yaitu memanaskan air hingga menguap lalu uapnya di embunkan. Pemurnian bisa juga menggunakan karbon aktif untuk menyerap pencemar logam pada air. Selain itu, pengolahan air juga dapat dilakukan melalui proses ozonisasi, yaitu dengan melarutkan gas O3 ke dalam air atau penyinaran dengan sinar ultra violet supaya bakteri yang terdapat dalam air mati.

Air Penting bagi hidup manusia
Air Bagi Kehidupan
    Manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan mahluk hidup lainnya sebagian besar terdiri atas air dan bergantung pada air. Tubuh manusia misalnya, lebih dari dua pertiganya berisi air. Untuk menggantikan kandungan air dalam tubuh manusia yang terbuang, misalnya karena keringat atau kencing, maka tubuh harus segera mengganti air yang terbuang tersebut dengan minum air setiap hari supaya tetap segar dan sehat. Tubuh manusia tidak dapat bertahan tanpa pasokan air yang memadai lebih dari empat hari.

Sumber : Ensiklopedia Umum Untuk Pelajar

Sabtu, 13 Mei 2017

MONYET : PRIMATA BEREKOR

   
 Monyet, Primata berekor
   Monyet (monkey) adalah istilah umum yang digunakan untuk menyebut mamalia anggota bangsa Primata yang mencakup Monyet Dunia Baru dan Monyet Dunia lama. Hewan yang berkerabat dekat dengan kera ini memiliki tangan yang dipakai untuk memegang suatu benda serta ekor panjang yang sering digunakan untuk bergelantungan, mencari pakan, dan memanjat. Di wilayah tropis, populasi monyet cenderung menurun akibat perburuan dan kerusakan hutan.

   Uakari, jenis Monyet Dunia Baru dari Amerika Selatan
    Monyet beranggotakan lebih dari 200 spesies yang terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu Monyet Dunia Baru dan Monyet Dunia Lama. Kelompok Monyet Dunia Baru terdiri dari beberapa suku, antara lain Cebidae meliputi monyet bajing, marmoset, kapusin dan tamarin. Aotidae meliputi monyet malam, monyet burung hantu dan durukuli. Pitheciidae meliputi monyet titi, monyet saki dan uakari. Atelidae meliputi monyet howler, monyet labah-labah dan monyet wol. Serta Hylobatidae meliputi wau-wau. Adapun Monyet Dunia Lama mencakup suku Cercopithecidae seperti guenon, mangabe, makaka, babun, gelada, langur, lutung, bekantan dan kolubus.
 
Monyet laba-laba
Mata Monyet
    Monyet mengendalikan indera penglihatan untuk mengetahui kondisi sekitar. Mata monyet terletak di depan kepala sehingga penglihatannya terarah ke depan. Monyet menggunakan keempat anggota geraknya untuk berjalan atau berlarian, baik di permukaan tanah maupun di atas pohon. Kaki hewan ini biasanya lebih panjang dan lebih kuat daripada tangannya. Monyet yang hidup di permukaan tanah memiliki ekor lebih pendek daripada monyet yang hidup di atas pohon (arboreal).

Hewan Sosial
    Pakan monyet terdiri dari berbagai macam hewan dan tumbuhan, diantaranya burung dan telur burung, serangga, katak, kadal, daun-daunan, buah-buahan, rumput-rumputan, kacang-kacangan, bunga dan akar. Sebagai hewan sosial , monyet hidup secara berkelompok. Kelompok tersebut bisa dibedakan menjadi kelompok keluarga, kelompok multi pejantan, dan kelompok pejantan tunggal.
    Kelompok keluarga terdiri dari seekor jantan dewasa, seekor betina dewasa dan beberapa ekor anak. Kelompok multi pejantan terdiri dari jantan dewasa yang jumlahnya dua kali lipat dari betina dewasa serta beberapa ekor anak. Adapun kelompok pejantan tunggal terdiri dari seekor jantan dewasa, beberapa ekor betina dewasa, jantan dan betina muda, serta anak monyet.
    Monyet jantan dewasa berperan sebagai pemimpin kelompok. Jika monyet lain masuk ke wilayahnya, ia akan mengancam monyet tersebut dengan cara menyalak dan memamerkan taringnya. Ketika berjalan bersama, jantan dewasa selalu di depan untuk mengamati situasi dan kemungkinan adanya gangguan. Monyet jantan umumnya lebih dominan daripada monyet betina. Monyet betina hidup bersama anak-anaknya. Induk berperan mengajarkan berbagai gerakan dan juga mengenalkan makanan baru kepada anak-anaknya.

Monyet Betina
    Pada masa berahi, monyet betina mengalami pembengkakan di bagian kelamin. Monyet betina biasanya menjalani masa hamil selama 4-8 bulan sebelum melahirkan 1-2 ekor anak. Akan tetapi kelompok marmoset mampu melahirkan 3 ekor anak sekaligus. Setelah dilahirkan, anak monyet akan diasuh oleh induknya sampai ia mampu mencari pakan sendiri.
Beberapa Jenis Monyet Dunia Baru antara lain diperlihatkan pada foto dibawah ini : 

 Monyet Titi
 Monyet Kapusin
 Monyet howler, Monyet Dunia Baru
 Marmoset Kerdil, Primata terkecil di Dunia
 Monyet Saki
 Monyet Bajing
Monyet Tamarin
Perbedaan Monyet Dunia Baru dan Monyet Dunia Lama
Monyet Dunia Baru
  • Hidup di Amerika Tengah dan Amerika Selatan
  • Kedua nostril (lubang hidung) saling berjauhan
  • Sebagian besar memiliki 36 gigi
  • Ekor dapat digunakan untuk memegang obyek
Monyet Dunia Lama
  • Hidup di Afrika dan Asia
  • Kedua nostrl (lubang hidung) berdekatan
  • Hanya memiliki 32 gigi
  • Ekor digunakan untuk menjaga keseimbangan

UDARA : UNSUR TERPENTING KEHIDUPAN DI PERMUKAAN BUMI

   
 Bunga bermekaran di udara yang segar
Udara adalah campuran berbagai gas yang memenuhi ruang di bumi. Udara berada pada lapisan bawah atmosfer. Sebagian besar unsur penyusun udara adalah gas nitogen dan oksigen. Udara sangat berperan dalam menjaga kehidupan di permukaan bumi. Karena perannya yang sangat penting ini, udara harus tetap dijaga agar tidak tercemar dan merugikan mahluk hidup.

 Udara bersih menciptakan panorama alam yang indah
     Udara terbentuk dari campuran berbagai macam gas, debu dan uap air. Gas-gas penyusun udara terdapat dalam jumlah dan persentase yang berbeda-beda. Sebagian besar gas yang menyusun udara berasal dari unsur nitrogen (N2) dan Oksigen (O2). Nitrogen terdapat di udara dengan persentase sekitar 78% dan oksigen terdapat dengan persentase sekitar 20%. 

 Polusi udara berasal dari asap pembakaran pabrik
    Gas-gas lain yang menyusun udara seperti argon (Ar), karbon dioksida (CO2), neon (Ne), helium (He), metana (CH4), kripton (Kr), hidrogen (H2), dan karbon monoksida (CO) terdapat dalam jumlah yang sangat kecil dan sedikit. Uap air merupakan gas yang berasal dari air (H2O) yang menguap. Uap air inilah yang kemudian akan menjadi awan dan hujan. Adapun debu yang menyusun udara berasal dari partikel-partikel padat yang berukuran sangat kecil.

Dampak pencamaran udara terhadap kerusakan hutan
Fungsi Udara
    Udara memiliki fungsi agar kehidupan di bumi dapat berlangsung dengan aman. Udara bermanfaat antara lain untuk melindungi kita dari sinar ultraviolet, membentuk awan dan hujan, serta menjaga suhu di bumi agar tidak terlalu panas pada siang hari dan tidak terlalu dingin pada malam hari melalui penguapan dan pengembunan air yang terkandung di dalamnya.
    Udara mengandung gas-gas yang diperlukan oleh mahluk hidup untuk proses kehidupannya. Oksigen, misalnya diperlukan untuk proses pernapasan dan proses pembakaran makanan sehingga diperoleh energi yang dibutuhkan, sedangkan karbon dioksida merupakan gas yang dihasilkan pada reaksi oksidasi dan berfungsi untuk menjaga suhu bumi.
Skema Hujan Asam
Pencemaran Udara
    Udara tercemar adalah kondisi udara yang mengandung zat-zat lain yang komposisinya berada di atas ambang batas yang telah ditentukan. Zat-zat yang menyebabkan udara tercemar disebut dengan polutan. Polutan yang sering dijumpai adalah karbon dioksida (CO2), Karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), sulfur trioksida (SO3), nitrogen monoksida (NO), nitrogen dioksida (NO2), partikulat, serta logam berat seperti merkuri dan timbal.
    Karbon dioksida dalam jumlah kecil tidak termasuk polutan, tetapi jika jumlahnya melebihi ambang batas akan menjadi polutan dan akan menyebabkan pemanasan global di muka bumi. Karbon monoksida merupakan gas yang sangat reaktif. Jika terhirup, maka sel darah merah akan memilih mengikat gas ini daripada oksigen, sehingga kita dapat kekurangan oksigen. Sulfur dioksida dan sulfur trioksida dihasilkan oleh pembakaran minyak bumi dan batubara, industri peleburan biji logam berbentuk sulfida, serta letusan dari gunung berapi. Gas-gas oksida sulfur dapat menyebabkan hujan asam.

 Hujan Asam merusak kelestarian hutan
    Adapun nitrogen monoksida dan nitrogen dioksida berasal dari proses pembakaran kendaraan bermotor. Oksida nitrogen akan menyebabkan asap kabut yang mengakibatkan iritasi mata, berkurangnya jarak pandang, tanaman layu, dan hujan asam. Sementara logam berat yang sering mencemari udara seperti merkuri /raksa (Hg) dan timbal atau plumbum (Pb) berasal dari bahan bakar dan industri. Merkuri dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan gangguan saraf, sedangkan timbal dapat menyebabkan sakit kepala, kerusakan ginjal, otak dan hati.