"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Sabtu, 24 Maret 2018

EARTH HOUR: MALAM INI DI STADION UTAMA GELORA BUNG KARNO, JAKARTA

   Earth Hour atau Jam Bumi adalah sebuah kegiatan global yang diadakan oleh World Wide Fund for Nature (WWF) pada Sabtu terakhir bulan Maret setiap tahunnya. Kegiatan ini berupa pemadaman lampu yang tidak diperlukan di rumah dan perkantoran selama satu jam untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim. Kegiatan yang dicetuskan WWF dan Leo Burnett ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007. Saat itu, 2,2 juta penduduk Sydney berpartisipasi dengan memadamkan semua lampu yang tidak diperlukan. Setelah Sydney, beberapa kota di seluruh dunia ikut berpartisipasi pada Earth Hour 2008. Earth Hour 2018 akan dilaksanakan pada 24 Maret 2018 pukul 20.30 sampai 21.30 WIB.
Sejarah
Pada tahun 2004, setelah mempertimbangkan sejumlah bukti ilmiah, WWF Australia mengunjungi agen periklanan Leo Burnett Sydney untuk "mendiskusikan ide yang akan menarik perhatian warga Australia tentang perubahan iklim". Ide pemadaman berskala besar ini diciptakan dan dikembangkan tahun 2006, awalnya dengan nama "The Big Flick". WWF Australia mempresentasikan konsepnya ke Fairfax Media dan disetujui oleh Wali Kota Sydney Clover Moore. Earth Hour 2007 diadakan tanggal 31 Maret di Sydney, Australia, pukul 19.30 waktu setempat.
   Earth Hour 2008 diadakan secara global pada tanggal 28 Maret 2008 mulai pukul 20.00 sampai 21.00 waktu setempat. Dengan 35 negara yang berpartisipasi melalui kota utamanya dan dukungan dari 400 kota lainnya, Earth Hour 2008 berhasil diselenggarakan di semua benua di dunia. Sejumlah markah tanah ternama di dunia ikut memadamkan lampu, seperti Sydney Opera House (Sydney, Australia), Empire State Building (New York City, AS), Sears Tower (sekarang Willis Tower, Chicago, USA), Monumen Nasional (Jakarta, Indonesia), Golden Gate Bridge (San Francisco, AS), Bank of America Plaza (Atlanta, AS), Space Needle (Seattle, AS), Table Mountain (Cape Town, Afrika Selatan), Colosseum (Roma, Italia), Azrieli Center (Tel Aviv, Israel), Royal Castle (Stockholm, Swedia), CN Tower (Toronto, Kanada), SM Mall of Asia, SM Science Discovery Center (Manila, Filipina), Suva (Fiji), Nidaros Cathedral (Trondheim, Norwegia), Petronas Towers (Kuala Lumpur, Malaysia), KL Tower (Kuala Lumpur, Malaysia), Wat Arun (Bangkok, Thailand), London City Hall (London, Inggris), dan Royal Liver Building (Liverpool, Britania Raya).
  Situs resminya, earthhour.org, dikunjungi oleh lebih dari 6,7 juta orang pada minggu-minggu menjelang Earth Hour. Situs web lain juga berpartisipasi, termasuk Google yang menghitamkan halaman utamanya pada hari penyelenggaraan.
  Menurut survei daring Zogby International, 36 juta orang berpartisipasi pada Earth Hour 2008. Survei ini juga menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim sebesar 4 persen.

Peringatan Earth Hour di Indonesia

   Earth Hour Indonesia 2018 merupakan bagian dari kampanye global terkait energi dan lingkungan yang diprakarsasi WWF. Earth Hour Indonesia 2018 merupakan partisipasi Indonesia yang kesepuluh kalinya. Jam Bumi atau Earth Hour Indonesia 2018 digelar di 31 tempat di Indonesia, namun acara utama digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta. Earth Hour Indonesia 2018 merupakan bagian dari kampanye global dunia dengan aksi bersama memadamkan lampu.
Peringatan Jam Bumi 2018 di Stadiun Utama Gelora Bung Karno, malam ini
   Pada tahun ini Earth Hour Indonesia 2018 menempatkan Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai ikon. Pada 24 Maret 2018 digelar pemadaman lampu Stadion Utama Gelora Bung Karno. Lampu-lampu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, akan dipadamkan pada Sabtu (24/3) malam mulai pukul 20.30 WIB hingga 21.30 WIB untuk menyambut Earth Hour 2018.
   CEO World Wildlife Fund Indonesia Rizal Malik mengatakan tahun ini gerakan Earth Hour akan dirayakan di GBK karena stadion ini merupakan ikon kebanggaan nasional."Tahun ini, dengan bangga kami mencatat partisipasi Gelora Bung Karno dalam aksi simbolis pemadaman lampu selama satu jam," kata Rizal dalam keterangan tertulis di situs resmi WWF Indonesia. Dia melanjutkan, "Sebagai ikon baru kebanggaan nasional, GBK menjadi simbol kemajuan pola pikir dan sikap masyarakat dan pemerintah Indonesia terhadap isu-isu lingkungan dan perubahan iklim yang kita alami saat ini." Hal ini juga tak terlepas dari penyambutan gelaran akbar olahraga Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, pada 18 Agustus hingga 2 September 2018. 
   Direktur Utama PPK GBK Winarto menyampaikan GBK sedang dalam tahap menuju sarana hijau di Ibu Kota, seperti Monas dan Kemayoran. GBK akan menerapkan teknologi terkini, seperti panel surya untuk penerangan di siang hari dan akan mengganti penerangan dengan LED demi efisiensi energi.
   "Tahun 2018 adalah tahun kebangkitan olahraga nasional, di mana kita kembali menjadi tuan rumah Asian Games setelah Asian Games ke-4 tahun 1962 lalu. GBK banyak berbenah untuk menyediakan sarana olahraga terkini, yang juga mendukung konsep kerberlanjutan dan ramah lingkungan," ucapnya dalam keterangan tertulis itu. Menghabiskan dana Rp 760 miliar untuk renovasi, SUGBK disebut-sebut setara dengan stadion berskala internasional.
   Earth Hour sendiri adalah gerakan kampanye global yang diinisiasi organisasi pemerhati lingkungan WWF sejak 2007 di Sydney, Australia. Di Indonesia, Earth Hour baru dirayakan mulai tahun 2008. Gerakan Earth Hour 2018 didukung sekitar 180 negara di dunia, termasuk Indonesia. Di dalam negeri, WWF Indonesia mencatat ada enam puluh kota yang akan berpartisipasi. Tiga Belas bandara di Tanah Air yang tergabung di dalam Angkasa Pura I juga akan berpartisipasi memadamkan lampu selama satu jam.
Manfaat dan Tujuan diadakannya Earth Hour
Beberapa manfaat yang bisa diambil dari kegiatan kampanye Earth Hour diantaranya adalah :
1. Efisiensi energi   
   Pada umumnya energi listrik yang selama ini kita pakai merupakan hasil dari proses pembakaran sumber daya alam seperti minyak bumi dan batu bara. Dimana ketersediaan kedua bahan bakar tersebut semakin lama akan semakin menipis atau berkurang. Selain itu, proses pembakaran kedua sumber daya alam tersebut dapat berdampak pada terjadinya emisi yang dapat mempercepat terjadinya pemanasan global. 
   Beberapa cara dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, diantaranya adalah dengan melakukan efisiensi energi serta melakukan konversi energi ke sumber-sumber yang terbarukan. Program Earth Hour merupakan salah satu cara untuk dapat mewujudkan terjadinya efisiensi energi tersebut melalui cara atau metode yang cukup sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap orang yaitu dengan menghentikan pemakaian listrik untuk sementara waktu yaitu sekitar 1 jam.
   Dengan mematikan listrik selama 1 jam saja pada saat peringatan earth hour berarti kita telah ikut andil dalam penghematan biaya listrik negara serta membantu untuk memenuhi kebutuhan listrik di hampir 900 desa.

2. Mengingatkan masyarakat tentang adanya perubahan iklim global
   Earth hour merupakan suatu kegiatan dimana salah satu tujuannya adalah untuk mengingatkan manusia tentang terjadinya perubahan iklim global yang nantinya dapat berdampak pada kondisi lingkungan, seperti pemanasan global, serta timbulnya berbagai wabah penyakit berbahaya.Untuk itu dengan kegiatan ini diharapkan seluruh masyarakat ikut berpartisipasi untuk dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan nantinya.

3. Dapat meningkatkan perhatian, kesadaran, serta tindakan masyarakat tentang lingkungan sekitar.
   Dengan adanya program Earth Hour, dapat meningkatkan perhatian serta kesadaran manusia tentang keadaan bumi sebagai tempat mereka hidup. Dimana semakin lama keadaan bumi berada dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Hal ini semata-mata juga karena ulah manusia sendiri.
Lalu untuk selanjutnya manusia akan berusaha untuk melakukan tindakan-tindakan yang dapat membantu dalam upaya penyelamatan bumi serta isinya dari kepunahan.

4. Sebagai salah satu cara untuk melindungi bumi
   Manfaat Earth Hour menjadi salah satu cara untuk membantu melindungi bumi dari berbagai kerusakan yang diakibatkan oleh ulah-ulah penghuninya sendiri. Yaitu dengan cara mengurangi emisi karbondioksida maupun gas rumah  kaca. Pengurangan emisi karbondioksida berarti menambah ketersediaan oksigen di bumi.

Cara kita berbartisipasi dalam kegiatan Earth Hour diantaranya adalah :
Dengan mematikan lampu atau penggunaan alat listrik lainnya pada tanggal dan waktu dimana progran Earth Hour tersebut dilakukan.
Mengajak saudara atau rekan-rekan kita untuk berpartisipasi dalam program tersebut
Membiasakan diri dan keluarga untuk melakukan gaya hidup yang ramah akan lingkungan.

Kampanye Earth Hour di Dunia
    Kegiatan kampanye earth hour sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2007 di kota Sidney, Australia. Yang mana pada waktu itu WWF-Australia, Fairfax Media, dan Leo Burnett melakukan kerja sama untuk kampanye guna mengurangi emisi gas rumah kaca di kota tersebut. Pada tahun 2008, kegiatan Earth hour menjadi sebuah kegiatan kampanye global yang diikuti oleh sekitar 37 kota di 30 negara di seluruh dunia. Dan dari tahun ke tahun partisan dari kegiatan tersebut semakin bertambah.
   Indonesia mulai mengikuti kegiatan kampanye Earth hour sejak tahun 2008 dimana Jakarta merupakan kota pertama yang mengikuti kegiatan tersebut, dengan mengambil tempat Monumen Nasional (MONAS) sebagai ikon. Lalu di tahun-tahun berikutnya beberapa kota besar di Indonesia juga telah menyusul untuk mengikuti kegiatan tersebut. Meskipun dilaksanakan di tanggal yang berbeda-beda, namun biasanya kegiatan ini dilakukan pada hari Sabtu di minggu ke-3 bulan Maret, yaitu pada pukul 20.30 hingga pukul 21.30.
Beberapa alasan mengapa kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari atau waktu tersebut antara lain adalah :   
Pada akhir bulan Maret, mayoritas negara-negara di seluruh dunia sedang mengalami pergantian musim, dimana suhunya cukup nyaman. Sehingga tak akan menimbulkan masalah jika pendingin maupun pemanas ruangan dimatikan beberapa saat.
Selain itu, rata-rata diseluruh belahan dunia pada pukul 20.30 hingga pukul 21.30 di akhir bulan Maret akan cukup gelap, sehingga efek dari program tersebut sangat bisa dirasakan.
Dan hari Sabtu dipilih karena pada hari itu pada umumnya merupakan hari libur, sehingga dapat menjadi moment untuk berkumpul bersama keluarga.
   Kampanye Earth Hour merupakan suatu kegiatan yang disponsori oleh WWF (Wildlife Federation) yang tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan kesadaran manusia akan adanya perubahan iklim global yang nantinya berdampak terhadap lingkungan.

Dampak Program Earth Hour  
   Beberapa kalangan lebih memilih merayakan Earth hour dengan cara mematikan lampu dan menggantinya dengan penggunaan lilin. Sebenarnya hal ini memiliki dampak buruk yang lain bagi lingkungan. Dimana sebagian besar lilin terbuat dari bahan parafin yang merupakan produk sampingan dari olahan minyak bumi. Pada saat lilin mulai terbakar akan menghasilkan beberapa zat kimia seperti , benzena, asetaldehida, formaldehida, akrolein, dan polutan lainnya yang dapat menimbulkan potensi berbahaya ke udara. Dengan menggunakan lilin sebagai pengganti sementara lampu, berarti kita telah memproduksi karbondioksida. Dan ini berarti secara tidak langsung kita menambah permasalahan baru dengan merusak lingkungan. Oleh karena itu dalam merayakan Earth Hour usahakan tidak menggunakan lilin sebagai pengganti lampu.

Sumber Referensi : Wikipedia Indonesia, Earth Hour.Org, Manfaat.Co.Id

Jumat, 23 Maret 2018

KAKTUS : TANAMAN GURUN YANG INDAH

Kaktus adalah nama yang diberikan untuk anggota tumbuhan berbunga famili Cactaceae.

Kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air. Kaktus biasa ditemukan di daerah-daerah yang kering (gurun). Kata jamak untuk kaktus adalah kakti. Kaktus memiliki akar yang panjang untuk mencari air dan memperlebar penyerapan air dalam tanah. Air yang diserap kaktus disimpan dalam ruang di batangnya. Kaktus juga memiliki daun yang berubah bentuk menjadi duri sehingga dapat mengurangi penguapan air lewat daun. Oleh sebab itu, kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air.

Sejarah
Penemuan tentang kaktus dipercayai telah dimulai lama sebelum bangsa Eropa menemukan Dunia Baru. Namun, berbagai informasi mengenai tumbuhan tersebut hilang ketika terjadi penjajahan oleh Spanyol. Referensi pertama mengenai tanaman kaktus ditemukan pada abad ke-16 di dalam bab 16 dari buku Historia general y natural de las Indias (1535). Penulis buku tersebut, Hernandez de Oviedo y Valdez mendeskripsikan kaktus sebagai tanaman yang memiliki duri yang khas dan buah yang unik. Sebagian besar spesies kaktus berasal dari Amerika Utara, Selatan, dan Tengah. Genus kaktus pertama yang diimpor ke Eropa adalah Melocactus. Seorang botaniawan asal Swedia, Carl Linnaeus, memberikan nama kaktus yang diambil dari bahasa Yunani Κακτος kaktos. Dalam bahasa Yunani klasik, kata tersebut memiliki makna tanaman liar berduri.

Habitat
Hanya seperempat dari keseluruhan total spesies kaktus yang hidup di daerah gurun. Sisanya hidup pada daerah semi-gurun, padang rumput kering, hutan meranggas, atau padang rumput. Umumnya, tumbuhan ini hidup di daerah beriklim tropis dan subtropis.

Morfologi
Kaktus termasuk ke dalam golongan tanaman sukulen karena mampu menyimpan persediaan air di batangnya. Batang tanaman ini mampu menampung volume air yang besar dan memiliki bentuk yang bervariasi. Untuk dapat bertahan di daerah gurun yang gersang, kaktus memiliki metabolisme tertentu. Tumbuhan ini membuka stomatanya di malam hari ketika cuaca lebih dingin dibandingkan siang hari yang terik. Pada malam hari, kaktus juga mengambil CO2 dari lingkungan dan menyimpannya di vakuola untuk digunakan ketika fotosintesis berlangsung (terutama pada siang hari). Banyak spesies dari kaktus yang memiliki duri yang panjang serta tajam. Duri tersebut merupakan modifikasi dari daun dan dimanfaatkan sebagai proteksi terhadap herbivora. Bunga kaktus yang berfungsi dalam reproduksi tumbuh dari bagian ketiak atau areola dan melekat pada tumbuhan serta tidak memiliki tangkai bunga.


Selain itu, kaktus juga memiliki daun yang akan berubah menjadi duri – duri tajam sehingga dapat mengurangi suatu penguapan air melalui daun tersebut. Oleh karena itu, tanaman ini mampu bertahan hidup walaupun kekurangan air atau tanpa air. Secara umumnya, klasifikasi tanaman kaktus berdasarkan kedudukan taksonomi, morfologi adalah sebagai berikut :

Klasifikasi Tanaman Kaktus 
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Cactales
Famili : Cactaceae
Sub Famili : Pereskiae, Rebutia,  Notocactus, Mammilaria
Spesies : Mammillaria Xantina, Opuntia ficus indica dan Achinocactsu grusonii

Kaktus merupakan salah satu tanaman  berduri, tanaman ini termasuk kedalam famili Cactaceae.  Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik, walaupun kekurangan air dan dapat tumbuh dalam jangka yang cukup lama. Tanaman kaktus ini banyak di jumpai di tanah tandus, kering dan juga tanpa banyak air di sekitarnya terutamanya di daerah gurun kering. Perlu diketahui, bahwa kaktus ini memiliki akar yang sangat panjang dan mampu menyebar luas untuk menyerap air disekitarnya.

Morfologi Tanaman Kaktus
1. Akar
Akar tanaman kaktus tunggang, bercabang, dan juga memiliki serabut, namun ada beberapa perakaran dari tanaman ini memiliki sifat yang menempel dari tanaman satu ketanaman lainnya yang disebut epifit. Perakaran ini memiliki panjang mencapai 6-10 meter bahkan lebih dan menyerap luas agar tanaman dapat menyerap air yang ada disekitarnya atau didalam tanah.

2. Batang
Batang tanaman kaktus memiliki kandungan air yang banyak atau disebut Sukulen, selain itu air yang disimpan didalam batang memiliki bentuk lendir dan juga tidak menguap. Batang tanaman ini berawarna kehijauan muda hingga tua, abu-abu dan juga berlapis lilin. Bentuk batang tanaman kakkus ini bulat, silindris dan juga memiliki ukaran yang sangat bervariasi yang mencapai 20 meter bahkan lebih.

3. Daun
Daun tanaman kaktus ini tunggas yang memiliki tangkai pendek dan juga memiliki ukuran besar, selain itu daun ini memiliki peran untuk melakukan proses fotosintesis. Namun, dari beberapa penemuan dan juga berdasarkan sub famili tanaman ini tidak memiliki daun, sehingga proses fotosintesis dilakukan pada bagian batangnya.

4. Bunga
Tanaman ini juga memiliki bunga berbentuk corng, dengan ukuran dan juga bentuk yang sangat beragam tergantung dengan varietesnya. Bunga ini memiliki warna mahkota merah, kuning, dan juga keorangean. Bunga kaktus ini bermerakan pada malam dan siang hari yang akan mengeluarkan bau khasnya.

5. Buah dan biji
Buah pada tanaman kaktus ini berbentuk bulat menajang atau lonjong dan juga memiliki daging yang tebal. Selain itu, buah ini bergerombol dibagian pangkal ujung batang yang ditutupi duri – duri tajam. Buah yang dihasikan dari tanaman ini mencapai 100-200buah per tanaman kaktus. Sedangkan biji yang dihasilkan dalam buah ini berbentuk kecil, berkulit tipis dan juga keras. Selain itu, biji ini memiliki permukaan yang mengkilap berwarna kecoklatan hingga kehitaman.


Hama dan penyakit
Penyakit yang umumnya menyerang kaktus disebabkan oleh bakteri dan cendawan. Infeksi akibat bakteri dan cendawan dapat menyebar dengan cepat sehingga perlu dilakukan pembuangan bagian yang terinfeksi kemudian dilakukan pencangkokan. Hama yang sering menyerang kaktus adalah tungau (Tetranychus urticae) dan kutu yang menghisap cairan kaktus. Kerusakan bagian tertentu dari kaktus juga dapat disebabkan terbakarnya jaringan akibat sinar matahari. Apabila kaktus yang biasa diletakkan di tempat teduh secara tiba-tiba dipindahkan ke lokasi yang terkena sinar matahari secara langsung maka akan timbul perubahan warna menjadi putih atau coklat pada bagian yang terekspos oleh sinar matahari.

Kegunaan kaktus bagi manusia
Berbagai jenis kaktus telah lama dimanfaatkan manusia sebagai sumber pangan, salah satunya adalah Opuntia. Spesies ini banyak dikultivasi untuk diambil buah dan batang mudanya. Buah Opuntia banyak diolah menjadi selai yang disebut queso de tuna Sementara itu, batang muda Opuntia yang dikenal sebagai nopalitos akan dikuliti dan digoreng, dikukus, atau diolah menjadi acar dalam cuka asam-manis. Sekarang ini, Opuntia juga masih dimanfaatkan sebagai pakan ternak, kosmetik, dan obat-obatan. Dulunya, spesies kaktus Carnegiea gigantean dimanfaatkan sebagai bahan dasar tepung untuk pembuatan roti. Namun tepung ini sudah tidak lagi dimanfaatkan karena masyarakat lebih menyukai tepung dari jagung. Bagian akar dari Echinocactus platycanthus juga diolah dalam cairan gula untuk dijadikan permen. Bagian akar berkayu ataupun pembuluh vaskular yang mengandung lignin dari kaktus juga dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan bahan perekat.

Dewasa ini, berbagai spesies kaktus terancam punah karena adanya perusakan habitat alaminya dan eksplorasi berlebihan yang dilakukan manusia. Dulunya, kaktus diimpor dalam jumlah besar ke Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan Jepang karena termasuk komoditi yang menguntungkan. Namun, perdagangan kaktus tersebut mulai dihentikan sebelum Perang Dunia II. Saat ini, kaktus termasuk di dalam daftar Apendiks I dan II Convention on Internasional Trade in Endangered Species (CITES) yang memberikan proteksi kepada tanaman ini. CITES juga menggalakkan usaha propagasi buatan untuk melestarikan kaktus. Tanaman hasil propagasi atau perbanyakan buatan merupakan tanaman yang berasal dari biji, propagula, maupun stek yang ditanam pada lingkungan terkontrol. Beberapa negara juga melarang dengan keras perdagangan kaktus, terutama ke luar negeri. Beberapa usaha konservasi kaktus pun telah dilakukan, di antaranya adalah pelestarian ex situ di dalam tanaman botani. duri kaktus bisa dibuat untuk memecahkan jerawat dah batangnya untuk rambut agar tebal lalu air nya untuk obat segala macam penyakit dan getahnya dapat di buat untuk menakuti hewan buas dan hama tanaman.

Sumber Referensi : Wikipedia Indonesia, Berbagi Ilmu Pengetahuan:Fredi Kurniawan.Com

Sabtu, 10 Maret 2018

PROFIL NEGARA TURKMENISTAN


1. DISKRIPSI UMUM
Nama Negara: Republik Turkmenistan
Ibukota: Ashgabat
Hari Nasional: 27 Oktober 1991 (Hari Kemerdekaan)
Bendera: Hijau, gambar bulan sabit dan lima bintang berwarna putih, dengan ban jingga bermotif di sisi kiri
Sistem Politik/ Pemerintahan: Presidensiil
Kepala Negara & Pemerintahan: Gurbanguly Berdimuhamedov (Presiden)
Menteri Luar Negeri: Rashid O. Meredov
Luas wilayah: 488.100 Km2 (lanlocked)
Batas-batas negara:Total: 3.736 km; Utara: Kazakhstan (379 km), Timur & timur laut: Uzbekistan (1.621 km), Selatan: Iran (992 km) dan Tenggara: Afghanistan (744 km)
Jumlah Penduduk: 4,884,887 jiwa (2009 est.)
Agama: Islam Sunni (89%), Kristen Ortodoks Timur (9%), lain-lain (2%)
Komposisi Etnik: Turkmen (77%), Rusia (6,7%), Uzbek (9,2 %), Kazakh (2%), lain-lain (5,1%)
Bahasa: Turkmen (72%), Rusia (12%), Uzbek (9%), lainnya (7 %)
Ekonomi
Mata Uang: US$ 1 = 2,8 TMM
GDP (official exchange rate): US$ 29,16 milyar (2008 est.)
GDP (PPP):US$ 31.28 milyar (2008 est.)
GDP perkapita (PPP):US$ 6.500 (2008 est.)
Pertumbuhan GDP (Riil):9,8% (2008 est.)
Inflasi:13% (2008 est.)
Sumber daya alam:Minyak, gas alam (terbesar ketiga di dunia), batubara, belerang dan garam
Produk pertanian:kapas, biji-bijian, ternak
Industri:gas alam, minyak, produk minyak, tekstil dan pemrosesan makanan
Ekspor:US$ 11.92 milyar (2008 est.)
Komoditas ekspor:gas, crude oil, petrochemicals, cotton fiber, textiles
Mitra Ekspor:Ukraina 47,7%, Iran 16,4%, Azerbaijan 5.3% (2006 est.)
Impor:US$ 5.654 milyar (2008 est.)
Komoditas Impor:Mesin & perlengkapannya, bahan kimia dan makanan
Mitra Impor:UEA 15.5%, Turki 11.1%, Ukraina 9.1%, Rusia 9%, Jerman 7.8%, Iran 7.6%, China 6.4%, AS 4.5% (2006 est.)
Cadangan Devisa:US$ 13,88 milyar (31 Desember 2008 est.)
Hutang Luar Negeri:US$ 1,4 milyar (2004 est.)

Parade Perayaan Kemerdekaan Turkmenistan
2. SEJARAH SINGKAT
   Sebelum tahun 1924, bangsa Turkmen tidak pernah menjadi suatu kesatuan politik. Bangsa Turkmen terdiri dari berbagai suku bangsa yang bersifat pengembara. Turkmenistan dideklarasikan menjadi salah satu dari 15 Republik Uni Soviet dengan nama Republik Soviet Sosialis Turkmenistan. Selama menjadi bagian Uni Soviet, kedaulatan Turkmenistan hanya sebagai formalitas saja karena Turkmenistan berada dibawah pengawasan penuh Moskow dan hanya dipergunakan sumber daya alamnya.
   Dalam revolusi melawan Rusia pada tahun 1916, bangsa Turkmen memainkan peranan yang aktif. Dalam perang saudara antara tahun 1918-1920, wilayah bangsa Turkmen menjadi ajang pertempuran antara Pemerintah Propinsi Revolusioner Sosial Transkaspia dengan tentara Bolshevik yang mencoba menyusup dari Tashkent.
   Setelah tahun 1921 wilayah Transkaspia menjadi bagian dari Republik Otonom Soviet Sosialis Turkistan yang pada tahun 1924 setelah digabungkan dengan walayah lain menjadi Republik Soviet Turkmenistan. Republik ini menjadi republik bagian Uni Soviet pada saat didirikannya tahun 1936. Turkmenistan menyatakan kedaulatannya pada tanggal 27 Oktober 1991 dan resmi berdiri sebagai negara merdeka ketika Uni Soviet bubar pada tanggal 25 Desember 1991.

3. POLITIK
lembaga Eksekutif
Turkmenistan adalah negara berbentuk Republik dengan sistem pemerintahan Presidensial. Presiden Turkmenistan terpilih melalui pemilihan umum tiap 5 tahun sekali menjabat sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, presiden memiliki kekuasaan yang sangat besar antara lain untuk menunjuk para anggota hakim yang duduk di Supreme Court.
Lembaga Legislatif
Parlemen Turkmenistan memegang kekuasaan tertinggi di bidang Legislatif. Parlemen Turkmenistan menganut sistem bicameral, yaitu People’s Council (Halk Maslahaty) dan Assembly (Majlis). People’s Council terdiri dari 100 anggota di mana separuh anggota dipilih melalui pemilu dan separuh lagi ditunjuk oleh Presiden. People’s Council mengadakan pertemuan paling sedikit setahun sekali. Assembly (Majlis) terdiri dari 50 kursi yang dipilih melalui pemilu yang dilaksanakan tiap lima tahun sekali.
Lembaga Yudikatif
Mahkamah Agung (Supreme Court) merupakan Badan Peradilan Tertinggi. Para hakim anggota Mahkamah Agung dipilih oleh Presiden.
Traditional Dance From Turkmenistan
Perkembangan Politik Dalam Negeri
  Pelaksanaan proses transformasi dan reformasi di Turkmenistan pasca bubarnya Uni Soviet dilaksanakan dengan hati-hati dan kurang progresif. Saat Presiden Saparmurat Niyazov masih menjadi penguasa dengan kekuasaan yang absolut, secara umum situasi dalam negeri Turkmenistan cukup stabil meskipun terjadi gejolak-gejolak kecil seperti munculnya demonstrasi yang menuntut kenaikan upah/gaji, namun masih dapat dikendalikan oleh Presiden Saparmurat Niyazov.
   Sekalipun diberitakan adanya golongan oposisi namun mereka tidak mempunyai kekuatan yang berarti. Pada November 2001, sebuah pernyataan tertulis dari mantan Dubes dan juga Menlu Turkmenistan Boris Shikhmuradov menggambarkan kondisi krisis politik, ekonomi dan sosial dibawah kepemimpinan Presiden Niyazov. Pernyataan tsb juga menilai Niyazov memerintah secara otoriter dan menjadikan Turkmenistan sebagai “police state”. Atas kritikan tsb, kantor Kejaksaan Agung Turkmenistan mengeluarkan surat perintah penangkapan Boris Shikhmudarov.
   Parlemen Turkmenistan pada sidang tahunannya tanggal 28 Desember 1991 menyepakati secara aklamasi menetapkan Saparmurat Niyazov sebagai Presiden seumur hidup, namun Presiden Niyazov meninggal karena sakit pada Desember 2006.Melalui pemilihan umum bulan Februari 2007, terpilih Gurbanguly Berdimukhamedov, sebelumnya Wakil Ketua Kabinet, sebagai Presiden Turkmenistan yang memperoleh 89,23% pemungutan suara.
Perkembangan Politik Luar Negeri
   Politik luar negeri Turkmenistan didasarkan pada “netralisme positif” yang diartikan sebagai keinginan untuk melaksanakan politik luar negeri yang tidak terikat pada suatu kekuatan apapun serta menjalankan berdasarkan kepentingan nasional. Turkmenistan telah diterima sebagai anggota Gerakan Non-Blok pada pertemuan puncak di Cartagena, Kolombia tahun 1994.
    Dalam menjalankan politik luar negerinya, Turkmenistan bertetangga baik dengan negara-negara Asia Tengah sekitarnya, maupun dengan negara-negara lain seperti Turki, Iran, Afghanistan dan Pakistan. Hubungan dengan Rusia tetap terjaga dengan baik meskipun Turkmenistan berusaha untuk mengurangi ketergantungannya dengan Rusia, terutama dalam masalah penyaluran gas alam ke pasaran dunia.
Beutiful Traditional Dance From Turkmenistan
4. EKONOMI
   Turkmenistan kaya akan minyak, gas alam dan berbagai mineral (iodin-bromin, sodium sulfat). Di bidang industri selain industri perminyakan, Turkmenistan juga sudah mulai mengembangkan industri kimia, pelistrikan, mesin-mesin, dan tekstil. Di bidang pertanian Turkmenistan menghasilkan kapas, gandum, sayur-sayuran dan buah-buahan.
   Dalam usaha meningkatkan pertumbuhan ekonominya Turkmenistan bekerjasama dengan negara-negara tetangganya seperti Turki dan Iran, terutama di bidang investasi perindustrian.Pemerintah Turkmenistan memperkuat tekadnya untuk mempercepat jalannya reformasi perkembangan ekonomi pasar dengan melancarkan program “1000 hari”. Keberhasilan program ini didukung oleh sumber minyak, gas, investasi asing dan swastanisasi. Pemerintah menargetkan sampai tahun 2000 sebagian industri harus sudah di privatisasi.
   Dalam kebijakan perdagangan luar negeri Turkmenistan masih mengutamakan kerjasamanya dengan sesama negara PNM dengan membina suatu “Kesatuan Ekonomi”. Disamping itu Turkmenistan juga menjalin kerjasama ekonomi perdagangan dengannegara-negara Laut Kaspia dan negara-negara Asia Tengah lainnya dengan bergabung dalam Economic Cooperation Organization.Perdagangan luar negeri Turkmenistan secara tradisional masih dilakukan dengan Rusia, Ukraina dan Iran. Namun saat ini upaya membuka hubungan perdagangan yang lebih baik terus dilakukan dengan negara Eropa dan Turki.
   Tahun 2003, pertumbuhan GDP Turkmenistan yang merupakan negara produsen dan eksportir kapas 10 (sepuluh) terbesar dunia ini adalah sebesar 19,6%. Sedangkan GDP per kapitanya pada tahun yang sama mencapai US$ 4.300. Berdasarkan output, sector industri, terutama industri non-manufaktur adalah penyumbang utama bagi pendapatan negara.Dalam rangka menyiapkan diri berintegrasi dengan ekonomi global, tahun 2004 pemerintah Turkmenistan telah menjalankan kebijakan dengan mengandalkan produksi minyak bumi dan gas hydrocarbon serta produk-produk pertanian.
Lanskap Turkmenistan
5. GEOGRAFI DAN IKLIM
Iklim
Sebagian besar wilayah Turkmenistan merupakan gurun pasir terkering di dunia, yang di mana di beberapa tempat memiliki curah hujan tahunan hanya mencapai 12 mm (0.47 inci). Suhu tertinggi yang pernah tercatat yaitu sekitar 48.9 °C (120°F) dan di Kerki, sebuah kota kecil yang terletak di tepi Sungai Amu Darya, yaitu sekitar 51.7 °C (125.1 °F) pada Juli 1983.
Geografi
Dengan luas 488.100 km2 (188.500 sq mi), Turkmenistan adalah negara ke-52 terbesar di dunia. Luasnya sedikit lebih kecil ketimbang luas Spanyol dan lebih besar daripada negara bagian California. Negara ini terletak antara garis lintang 35 ° dan 43 ° U dan bujur 52 ° dan 67 ° T. Terletak di Asia Tengah yang sebagian besar merupakan wilayah gurun pasir yang dibatasi oleh barisan pegunungan, menyebabkan 80% wilayahnya diselimuti oleh gurun Karakum. Di bagian tengah wilayah ini merupakan daerah Dataran rendah Turpan. Di bagian barat daya wilayah ini terdapat pegunungan Kopet Dag yang memiliki puncak tertinggi Kuh-e Rizeh (Gunung Rizeh) sekitar 2,912 meter (9,553 kaki).
Badai pasir di Turkmenistan
Di bagian barat negara ini terbentang Barisan Pegunungan Balkan Besar (sebagian besar terletak di Provinsi Balkan) dan juga Barisan Pegunungan Köýtendag di bagian timur laut yang berbatasan dengan Uzbekistan, yakni di Provinsi Lebap. Barisan Pegunungan Balkan Besar menjulang tinggi dengan puncak tertingginya Gora Arlan (Gunung Arlan) sekitar 1,880 meter (6,710 kaki) dan puncak tertingginya, Ayrybaba yang terletak di Barisan Pegunungan Kugitangtau sekitar 3,137 meter (10,292 kaki). Terbentang pula sungai-sungai besar seperti Amu Darya, Mughrab dan Hari.
Demografi
Sebagian besar penduduk Turkmenistan merupakan etnis Turkmen dan diikuti oleh etnis-etnis minoritas lainnya seperti etnis Uzbek dan Rusia. Jumlah kecil minoritas lainnya berasal dari etnis Kazakh,Tatar, Ukraina, Azerbaijan, Armenia dan Balokh. Persentasi etnis Rusia menurun dari 18.6% pada tahun 1939 menjadi 9.5% pada tahun 1989.
Bahasa
Bahasa Turkmen (bahasa Turk / bahasa Oghuz) adalah bahasa resmi di Turkmenistan (menurut Konstitusi Tahun 1992), walaupun masih banyak penduduknya yang menggunakan bahasa Rusia sebagai "bahasa untuk komunikasi antar-etnis". Sekitar 72% penduduknya menggunakan bahasa Turkmen, 12% menggunakan bahasa Rusia, 9% menggunakan bahasa Uzbek, dan 7% menggunakan bahasa lainnya. (Bahasa Rusia (349,000), Uzbek (317,000), Kazak (88,000), Tatar (40,400), Ukraina (37,118), Azerbaijan (33,000), Armenia (32,000), bahasa Kurdi Utara (20,000), Lezgia (10,400), Persia (8,000), Belarusia (5,290), Erzya (3,490), Korea (3,490), Bashkir (2,610), Karakalpak (2,540), Ossetia (1,890), Dargwa (1,600), Lak (1,590), Tajik (1,280), Georgia (1,050), Lithuania (224), Tabasaran (180), dan Dungan).

Sumber Referensi : Kedutaan Besar Indonesia di Turkmenistan dan Wikipedia Indonesia