"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Senin, 13 April 2009

KATAK : AMPHIBI YANG HIDUP DI SEMUA HABITAT

    Katak adalah nama kelompok hewan amfibi tidak berekor dari bangsa Anura yang berkaki empat dan memiliki kemampuan untuk meloncat. Sekitar 4.000 spesies katak dikelompokkan ke dalam beberapa suku, antara lain suku Bufonidae (Bangkong) dan Pipidae (kodok pipid). Hewan ini hidup hampir di semua habitat, kecuali lingkungan yang ekstrem seperti daerah kutub dan puncak gunung tinggi. Selain berperan sebagai konsumen dalam rantai makanan (food web), beberapa jenis katak berperan sebagai sumber makanan bagi manusia.
    Ukuran tubuh katak sangat beragam. Spesies katak terkecil, yaitu katak brazil (Psyllophryne didactyla), memiliki panjang 8,5 mm dan bobot 30 gr. Adapun katak goliath-afrika (Conraua goliath) merupakan spesies terbesar yang panjangnya 30 cm dan bobotnya 3,2 Kg.
Katak Hijau
Anatomi
    Kepala katak yang datar menyatu dengan bagian badan. Kulit katak biasanya tipis, lembab dan tidak bersisik. Akan tetapi, anggota suku Bufonidae seperti bangkong biasa (Bufo bufo) dan bangkong amerika (Bufo Americanus) memiliki kulit yang berbintil-bintil dan beracun. Hewan ini memiliki mata yang besar dan berkelopak. Telinganya tertutup membran tipis di belakang matanya. Mulut katak lebar dan tidak bergigi. Kaki depannya berukuran pendek dan memiliki empat jari. Adapun kaki belakangnya berukuran panjang berjari lima dan berselaput renang.

Berudu
    Pembuahan telur katak biasanya berlangsung di luar tubuhnya. Katak dapat menghasilkan sekitar 10.000 telur yang dilapisi dengan lendir. Lendir tersebut berfungsi untuk melindungi telur dari predator dan udara kering.Pada umumnya, katak mengalami dua tahap perkembangan atau metamorphosis, yaitu berudu atau kecebong dan katak dewasa. Tetapi, beberapa jenis katak dari marga Eleutherodactylus, tidak melewati tahap berudu tetapi langsung menjadi katak kecil. Pada tahap berudu, katak hidup di air, memiliki ekor, bernafas dengan insang dan memakan plankton. Setelah menjadi dewasa, katak bisa hidup di darat, tidak berekor, bernafas dengan paru-paru serta memangsa serangga, cacing dan larva ikan.
 Berudu Katak Bertanduk
 Kecebong

Bio-Indikator Lingkungan
    Karena kebiasaan makannya, katak dapat digunakan untuk mengontrol populasi serangga yang merugikan, terutama nyamuk. Katak juga digunakan sebagai hewan percobaan pada berbagai kegiatan penelitian di bidang anatomi dan embriologi. Para ahli ekologi menjadikan hewan ini sebagai bio-indikator lingkungan karena peningkatan atau penurunan populasi katak terkait dengan status pencemaran lingkungan pada suatu daerah. Selain itu, beberapa jenis katak, sepertikodokbanteng amerika atau bulfrog (Rana catesbeina) dan kodok makanan (R.esculenta) dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan sumber protein, terutama di negara-negara Eropa dan Amerika Utara.
 Katak Pohon Madagaskar
 Kodok Bangkong Hijau
 Katak beracun
Katak Pohon Hijau

Kamis, 02 April 2009

PROFIL PROVINSI LAMPUNG


10. PROVINSI LAMPUNG
(UU NO.14 TAHUN 1954)
Berdiri
: 13 Februari 1964
Ibukota
: Bandar Lampung
Luas Wilayah
: 37.735,15  Km2 (1,74% luas Indonesia)
Letak Astronomis
: 3o30' LS-6o LS dan 103oBT - 105o BT
Terdiri dari
: 8 Kabupaten, 2 Kota, 164 Kecamatan dan 1.967 Desa
Jumlah Penduduk
: 7.161.671 jiwa
Identitas daerah
: Flora : Kembang Asakh
: Fauna : gajah Sumatra
Komoditas Utama
: Kayu, Kopi, Lada, Cengkeh
Bahan Galian
: Marmer, Biji besi, Emas
Industri
: Industri Ringan
Pembagian Wilayah Kabupaten dan Kota
No
Nama Kabupaten/Kota
Ibukota
Luas Wilayah
Jumlah Penduduk
Jumlah
Jumlah
(Km2)
Sensus 2005
Kecamatan
Desa
1
Lampung Selatan
Kalianda
5.562,55
1.226.009
20
362
2
Lampung Tengah
Gunung Sugih
3.961,51
1.105.631
26
270
3
Lampung Utara
Kota Bumi
2.724,81
373.253
16
202
4
Lampung Barat
Liwa
4.950,40
397.877
14
169
5
Tulang Bawang
Menggala
7.770,84
758.395
18
224
6
Tanggamus
Kota Agung
3.356,61
834.111
17
317
7
Lampung Timur
Sukadana
5.325,03
927.642
23
227
8
Way Kanan
Blambangan Umpu
3.821,73
375.806
12
196
9
Kota Bandar Lampung
Bandar Lampung
192,93
830.386
13
 -
10
Kota Metro
Metro
68,74
132.563
5
 -
Ragam Budaya
Bahasa Daerah
: Melayu
Lagu Daerah
: Lipang Lipang Dang, Kulintang
Alat Musik
: Bende
Tarian
: Tari Jengget, Malinting, Bendana
Makanan Khas
: Gulai Latuk-latuk, Acar Tulang Bawang
Senjata Tradisonal
: Keris, Badik
Suku
: Melayu, Rawas, Pasemah
Rumah adat
: Rumah Sesat
Lapangan Udara
: Beranti, Bandar Lampung
Pelabuhan Laut
: Panjang
Universitas
: Universitas Lampung (UNILA)
Cerita Rakyat
:  Kesaktian Sultan Domas
Agama
: 95% Islam, sisanya Kristen, Hindu dan Budha
Pahlawan
: Radin Inten II
Taman  Nasional 
: TN Bukit Barisan Selatan, TN Way Kambas
Fauna dilindungi
: Harimau Sumatera, Beruang Madu, gajah sumatra
Gunung Tertinggi
: G. Pesagi (2.230 m)
Sungai Terpanjang
:  Way Tulang Bawang
Danau Terluas
:  Danau Ranau
Pulau Terluas
:  Pulau Tabuan
Kabupaten terluas
:  Tulang Bawang

Jumat, 27 Maret 2009

PROFIL PROVINSI BANGKA BELITUNG


9. PROVINSI BANGKA BELITUNG
(UU NO.22 TAHUN 1999)
Berdiri
: 4 Desember 2000
Ibukota
: Pangkal Pinang
Luas Wilayah
: 16.424,14  Km2
Letak Astronomis
: 1o30'LS -4o LS dan 106oBT - 109o BT
Terdiri dari
: 6 Kabupaten, 1 Kota, 36 Kecamatan dan 266 Desa
Jumlah Penduduk
: 1.018.255 jiwa
Identitas daerah
: Flora : Kayu Meranti
: Fauna : Rusa, Babi hutan
Komoditas Utama
: Lada, Kelapa Sawit, Kopi, Cengkeh
Bahan Galian
: Pasir, Timah putih
Industri
: Perikanan, Pengolahan Kayu
Pembagian Wilayah Kabupaten dan Kota
No
Nama Kabupaten/Kota
Ibukota
Luas Wilayah
Jumlah Penduduk
Jumlah
Jumlah
(Km2)
Sensus 2005
Kecamatan
Desa
1
Bangka
Sungai Liat
2.950,68
232.356
8
59
2
Belitung
Tanjung Pandan
2.293,69
136.451
5
40
3
Bangka Selatan
Toboali
3.607,08
149.173
5
45
4
Bangka tengah
Koba
2.155,77
130.013
4
39
5
Bangka Barat
Mentok
2.820,61
140.355
5
53
6
Belitung Timur
Manggar
2.506,91
87.944
4
30
7
Kota Pangkal Pinang
Pangkal Pinang
89,40
141.963
5
 -
Ragam Budaya
Bahasa Daerah
: Melayu, Pangkal Pinang, Toboali
Lagu Daerah
: Antu Berayun, Semujur, Badeak
Alat Musik
: Bambus, Suling, Gendang Melayu
Tarian
: Tari Tanggai, Zapin, Campak
Makanan Khas
: Rusim Mpek-mpek
Senjata Tradisonal
: Keris, Siwar Panjang
Suku
: Melayu, Pangkal Pinang, Toboali
Rumah adat
: Rumah Limas, Rumah Rakit
Lapangan Udara
: Depati Amir
Pelabuhan Laut
: Mentok, Pangkal Batam
Universitas
:  -
Cerita Rakyat
: Megat Serimbun Daun
Agama
: 85% Islam, sisanya Kristen, Hindu dan Budha
Pahlawan
:  -
Taman  Nasional 
: CA Karimata
Fauna dilindungi
:  -
Gunung Tertinggi
:  G. Pading (654 m)
Sungai Terpanjang
:  Sungai Linggang
Danau Terluas
:  Danau Kurau
Pulau Terluas
:  Pulau Bangka
Kabupaten Terluas
:  Bangka Selatan