"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Minggu, 06 November 2011

MENGENANG PENDAKIAN GUNUNG CIREMAI (3078 m)

 Berpose ditepi kawah Ciremai. Kami berenam Mahasiswa IKIP Jakarta Jurusan Geografi tahun ke III, Yusran Setiawan, Ahmad Hambali, Eko Yulianto (duduk depan), Barnis Sunardi, Komarudin (duduk belakang)dan Fauzan (tidak tampak/yang mengambil gambar). Refresing sambil studi alam.
Senang rasanya sampai juga di puncak Gunung Ciremai. Ini untuk kali kedua kami mencapai puncak gunung Ciremai, setelah yang pertama tahun 1989. Sebenarnya perjalanan kami ini sekaligus mempelajari kondisi fisiografis Gunung ini terutama kawahnya yang masih aktif. Maklum kami kuliah di jurusan Geografi IKIP Jakarta, mau tidak mau setiap tahun paling tidak minimal 3 gunung kami daki untuk mempelajari tipe-tipe gunung api yangaktif, istirahat atau yang sudah tertidur. Dari beberapa gunung berapi yang sudah kami amati kawah ciremai ini yang paling curam dan dalam. Tidak seperti G. Pangrango yang kawahnya sudah tak tampak atau gunung gede yang curam tapi tak seberapa dalam.
 Kabut tebal menyambut kami di puncak ciremai. Sedikit kecewa karena target melihat matahari terbit tidak tercapai. Hati-hati kabut ini sering menutupi kawah ciremai yang curam dan dalam, meleng sedikit nyawa kita terancam. Beberapa kejadian pendaki yang terjatuh kedalam kawah sulit dievakuasi jenajahnya.
Beristirahat di belantara Perdu Edelweis setelah turun dari puncak Gunung Ciremai.
Kami sepakat tidak merusak alam. Biarlah Bunga-bunga Edelweis itu mekar dan hidup berkembang ditempatnya tanpa ada gangguan dari orang-orang yang tak bertanggung jawab.
 Beginilah rute yang kami lalui, beberapa titik harus melewati kemiringan yang terjal dan kami harus merayap melewati batu-batu besar dan akar-akar pohon . Foto ini diambil setelah turun dari puncak Ciremai pada siang hari, karena malam ketika mendaki tidak memungkinkan mengambil gambar.

 Berfoto bersama di Pos Batu Lingga dan Pengasinan, setahap sebelum mencapai Puncak gunung Ciremai. Di Pos ini kami bertemu dengan kelompok lain yang juga satu tujuan. Akhirnya ada juga tanda-tanda kehidupan setelah 9 jam menempuh perjalanan dalam kegelapan malam
 Satu hari setelah pendakian, santai sejenak di pesawahan desa Cilimus, Kuningan dengan latar belakang Gunung Ciremai (3078 m)

Bersiap-siap pendakian dengan refresing jalan-jalan di alun-alun kota Kuningan, Jawa Barat

Merapat dalam udara dingin dan pekatnya malam di Blok Kuburan Kuda. Tetap waspada, Barnis Sunardi menyorot senter kearah pohon, kalau-kalau ada hewan buas mengintai. Oh ya jalur ini juga merupakan lintasan Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) Kucing terbesar yang tersisa di Pulau Jawa, setelah punahnya Harimau Jawa (Panthera Tigris Sondaicus).
                                                        
Tiba kembali di pos pendakian Linggajati, setelah menempuh perjalanan 12 - 13 jam pendakian dan 10 jam turun dari pendakian. Total  kami menghabiskan waktu 23 jam bersama Gunung Ciremai.

Jumat, 04 November 2011

TRAGEDI GENOCIDA MUSLIM BOSNIA


Mengenang Pembantaian Muslim di Srebrenica 

Mengenang Tragedi Srebrenica 11 Juli 1995. Dimana pada tanggal itu sekitar 8000 umat Muslim dibantai secara kejam oleh Serbia, dibawah pemerintahan sang penjahat perang Slobodan Milosevic.

Pembantaian Muslim Bosnia oleh pasukan Serbia selama perang Balkan yang berlangsung pada tahun 1992-1995 oleh dunia disebut sebagai kejahatan perang terburuk di Eropa setelah Perang Dunia II. Lebih 200.000 Muslim Bosnia menjadi korban kekejaman pasukan Serbia selama peperangan berlangsung, dan sekitar 20.000 muslimah menjadi korban perkosaan yang dilakukan secara sistematis oleh pasukan Serbia.

Salah satu tragedi mengenaskan adalah perisiwa pembantaian 8.000 lelaki dan remaja Muslim di di Srebrenica. Pembantaian itu terjadi karena ketidakmampuan pasukan Belanda yang diberi mandat PBB untuk menjaga kamp pengungsi di Srebrenica. Setelah pasukan Serbia berhasil menguasai Srebrenica, mereka mulai memisahkan laki-laki berusia 12-77 tahun untuk diinterogasi, yang sebenarnya awal dari pembantaian terhadap warga Muslim. Selama lima hari, pasukan Serbia dipimpin Jenderal Ratko Mladic dengan bantuan pasukan paramiliter Serbia yang dikenak sebagai pasukan Scorpion, dan dengan leluasa melakukan pembantaian terhadap lelaki dewasa dan anak-anak lelaki Muslim.

Pemerintah Serbia yang dipimpin Radovan Karadzic mendorong tentara Serbia, dan membiarkan pembunuhan demi pembunuhan yang ada, sehingga 8.000 pria Muslim Bosnia menjadi korban dalam aksi pembantaian tersebut.



Pembunuhan hampir 8000 pria muslim dilakukan terorgansir secara matang. Banyak dari pria muslim yang melarikan diri ke hutan sekitar Srebrenica ditangkapi dan ditembak mati di beberapa lokasi. Sejumlah saksi mata mengatakan, tentara Serbia Bosnia menyamar sebagai Pasukan Baret Biru PBB, untuk mengelabuhi warga muslim. Pasukan Serbia juga mencoba menghapus jejak pembunuhannya dengan menggali kembali kuburan warga Muslim, dan jenazah korban dipencar dalam kuburan-kuburan yang lebih kecil.

Setelah perang berakhir, peristiwa pembantaian warga Muslim ini mulai mendapat perhatian dunia internasional. Para keluarga korban menuntut agar pelaku pembantaian diseret ke Mahkamah Internasional. Setelah melalui pembahasan panjang, PBB akhirnya menetapkan peristiwa Srebrenica sebagai peristiwa pembersihan etnis atau genosida dan para pelakunya dinyatakan telah melakukan kejahatan perang.

Tribunal Yugoslavia mendakwa 19 orang yang dianggap terlibat dalam peristiwa pembantaian di Srebrenica. Namun tiga orang yang dianggap menjadi dalang aksi pembantaian tersebut adalah Radovan Karadzic, Jenderal Ratko Mladic dan ajudannya Zdravko Tolimir. Proses investigasi akhirnya juga menyeret mantan presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic sebagai salah satu tersangka pelaku kejahatan perang Bosnia. Milosevic meninggal dunia ketika sedang menjalani proses hukum di mahkamah internasional. Sementara Radovan Karadzic baru tertangkap setelah 11 tahun buron, sedangkan Jenderal Ratko Mladic, sampai saat ini masih belum diketahui tempat persembunyiannya. Meskipun, Radovan Karadzic telah tertangkap tidak menghapus kekejaman yang dilakukan Serbia terhadap Muslim Bosnia, yang mereka bantai.

Peristiwa yang sangat mencoreng masyarakat dunia.(ln/berbagai sumber)


Ya Allah berikanlah kepada kami kekuatan tuk membela dienMu amiin ..........

sumber : eramuslim