"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)
Tampilkan postingan dengan label BATUAN DAN MINERAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BATUAN DAN MINERAL. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Januari 2017

MIKA : MINERAL SILIKAT PIPIH BERBENTUK LEMBARAN

    
     Mika adalah kelompok mineral silikat yang pipih berbentuk lembaran berlapis-lapis. Mineral yang berasal dari batuan api, batuan metamorfis, dan batuan sedimen ini memiliki struktur monoklinik dan terdiri atas kristal silika tetrahedra (SiO4). Selain memiliki jenis dan warna yang beragam, mika juga memiliki sifat liat, elastis dan tahan panas, serta merupakan isolator yang kuat. Oleh karena itu, mika banyak digunakan dalam berbagai bidang.

 Biotit
    Sebelum abad ke 19, mineral mika masih sangat jarang diperoleh dan harganya mahal, akan tetapi harganya langsung turun secara drastis ketika mineral mika banyak ditemukan dan ditambang di Afrika dan Amerika Selatan sejak awal abad ke 19. Dari beberapa jenis mineral mika yang ditemukan, ada enam jenis yang umum dikenal yaitu muskovit, biotit, phlogopit, paragonit, lepidolit dan galukonit. Semua jenis mika ini, kecuali glaukonit bersifat elastis.

Phlogopit
Muskovit dan Biotit
    Mineral mika berasal dari berbagai proses perubahan batuan dalam kondisi yang berbeda-beda, misalnya dari kristalisasi magma dan endapan cairan dari aktivitas magma. Mika banyak terdapat di batuan api, batuan metamorfis, dan batuan sedimen. Akan tetapi, sumber terpenting mika berasal dari penambangan pegmatit (batuan yang mengandung granit). Muskovit dan biotit merupakan jenis mika yang paling banyak ditemukan.
Glaukonit
    Muskovit umumnya terdapat dalam batuan metamorfosis (gneis, skis dan filit). Biotit ditemukan dalam batuan api dan batuan metamorfis. Phlogopit ditemukan dalam batuan api, terutama batuan yang mengandung sedikit silika, misalnya kimberlit (batuan yang mengandung intan). Paragonit sama halnya dengan muskovit yaitu terdapat di batuan metamorfis. Lepidolit berasal dari pegmatit yang mengandung litium. Adapun glaukonit terbentuk di lautan. Glaukonit berasal dari proses pengendapan cangkang hewan laut yang tersimpan di batuan sedimen pada dasar laut.

Muskovit
Warna Mika
    Mika yang terbentuk dari bebatuan, kecuali glaukonit, dapat dibagi ke dalam dua kelompok, kelompok yang berwarna terang (muskovit, paragonit dan lepidolit) serta kelompok yang berwarna gelap (biotit, pjlogopit dan glaukonit). Masing-masing mineral mika ini mengandung karakteristik warna tertentu. Muskovit memiliki karakter warna bening, putih cerah, kehijauan dan kecokelatan. Paragonit memiliki karakter warna bening dan putih. Lepidolit memiliki karakter warna bening, merah muda dan merah gading. Adapun kelompok mika berwarna gelap, yaitu biotit memiliki karakter warna hitam, cokelat, cokelat kemerahan, dan cokelat kehijauan. Phlogopit berkarakter warna cokelat. Glaukonit berwarna hijau tua.

Paragonit
    Biotit kadang-kadang disebut juga mika besi atau mika hitam karena banyak mengandung zat besi. Semakin gelap warnanya semakin besar kandungan besinya. Phlogopit dikenal juga dengan nama mika magnesium. Adapun mika putih adalah sebutan lain untuk muskovit.

Kegunaan Mika
    Manusia telah memanfaatkan mineral mika sejak zaman pra sejarah dan kebudayaan kuno, seperti Mesir kuno, Yunani, Romawi, Cina dan Aztek. Awal penggunaan mika ditemukan di lukisan-lukisan gua dari zaman paleolithikum. Karena bersifat liat, elastis, tahan panas, dan merupakan isolator kuat (penghantar panas dan listrik yang rendah), mika banyak digunakan dalam berbagai bidang. 

Lepidolit
    Mika digunakan sebagai bahan dalam pembuatan kapasitor. Mika berfungsi sebagai insulator (penyekat listrik dan pemisah konduktor listrik) di dalam kabel. Pemisahan ini berguna untuk mencegah konduktor bergabung agar tidak terjadi arus pendek. Muskovit dengan ketebalan tertentu digunakan dalam alat-alat optik. Selain sebagai isolator listrik, muskovit juga dimanfaatkan untuk campuran bahan plastik dan cat. Lepidolit yang mengandung litium digunakan sebagai bahan baterai. Adapun glaukonit yang mengandung kalium dimanfaatkan sebagai penyubur wilayah dataran pantai.

Sabtu, 12 November 2016

KAPUR : BATU GAMPING UNTUK INDUSTRI DAN BAHAN BANGUNAN

    Batu kapur, dikenal juga dengan gamping, adalah batuan sedimen yang tersusun dari mineral kalsit, yakni kalsium karbonat (CaCO3). Pada umumnya, batu kapur yang terdapat di alam terjadi secara organik, berasal dari pengendapan cangkang atau kerangka organisme laut dan tersimpan di dasar permukaan laut. Batu kapur memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari serta dalam bidang pertanian, bahan bangunan dan industri.Batu kapur dapat berwarna putih, putih kekuning-kuningan, abu-abu, cokelat, atau bahkan hitam, tergantung pada keberadaan mineral pengotornya. Selain itu, batu kapur bersifat reaktif dengan asam.
 
Jenis Batu Kapur
    Ada beberapa jenis batu kapur, seperti kapur tohor (quickline) dan kapur mati (hydrated line). Pada pembakaran kapur CaCO3 dipanggang hingga terurai menjadi kalsium oksida dan karbondioksida pada suhu 725o C hingga 898o C. Kapur yang dipanggang akan menghasilkan kapur tohor (CaO). Jika kapur tohor dimasukkan kedalam air, maka air akan mendidih dan terbentuklah kapur mati (Ca(OH)2). Kapur mati biasanya digunakan untuk membuat bahan plester bangunan.
    Selain kapur tohor dan kapur mati, ada jenis kapur lainnya. Kapur gemuk merupakan janis kapur tohor yang relatif murni. Kapur ini digunakan untuk bahan bangunan. Kapur kurus merupakan jenis kapur yang mengandung silika, oksida besi dan aluminium. Kapur kurus lebih sulit bereaksi dengan air dibandingkan dengan kapur gemuk. Kapur karbit merupakan jenis kapur mati yang dihasilkan dari pembuatan gas asetilena. Kapur hidraulis (kapur romawi) adalah jenis kapur mati yang banyak mengandung silika, alumina, oksida besi dan magnesium. Kapur hidraulis dapat mengeras di dalam air. Adapun kapur sirih adalah jenis kapur mati yang lembab dan relatif murni.
Batu kapur (Gamping) Oilitik

Bahan Bangunan
   Batu kapur dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan, terutama untuk bahan banunan. Banyak bangunan di dunia yang menggunakan batu kapur sebagai bahannya, terutama di Amerika Utara dan Eropa. Sejak abad pertengahanpun, batu kapur telah digunakan sebagai bahan bangunan. Banyak bangunan gereja dan kastil di Eropa yang menggunakan batu kapur sebagai bahannya. Persediaan batu kapur memang cukup banyak. Selain itu, batu kapur mudah dipotong atau dibentuk menjadi balok-balok dan tahan lama. Akan tetapi, batu kapur sangat berat sehingga sulit digunakan untuk bangunan tinggi. Selain itu, karena sifatnya yang sangat reaktif terhadap asam, banyak bangunan dan patung yang memakai batu kapur sebagai bahannya kini mulai mengalami kerusakan akibat hujan asam.

Kegunaan Batu Kapur
    Pabrik baja merupakan pengguna terbesar batu kapur. Batu kapur digunakan sebagai flux untuk mengeluarkan fosfor dan sulfat dari baja. Batu kapur juga digunakan di pabrik untuk memisahkan sulfat dari gas buang pabrik. Untuk bangunan jalan dan bangunan tradisional juga banyak digunakan batu kapur. 
    Di bidang pertanian, lahan pertanian yang memiliki tingkat keasaman tinggi dapat dinetralkan dengan menggunakan batu kapur. Batu kapur dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara tanah yang diserap tanaman dengan cara menurunkan kadar asam tanah.
   Di bidang industri, batu kapur digunakan dalam pembuatan kaca, kertas, karbit, bata silika dan peleburan baja. Dalam pengolahan air, batu kapur dipakai untuk mengendapkan ion-ion seperti sulfat, fosfat dan tanin. Dalam kehidupan sehari-hari, batu kapur dalam bentuk sirih dimanfaatkan untuk menetralkan asam formiat pada bekas sengatan atau gigitan serangga. Selain itu, kapur sirih dapat menetralkan asam dalam keringat sehingga akan mengurangi bau badan. Kapur juga digunakan sebagai bahan pasta gigi dan sumber kalsium pada pembuatan roti.
 Bukit Kapur Penjalin di Sumenep, Madura
  Bahan olahan Batu kapur
Penambangan Batu kapur 

Sabtu, 22 Oktober 2016

MAGNESIUM : LOGAM ALKALI TANAH BERWARNA PUTIH

    Magnesium adalah logam alkali tanah berwarna putih keperakan dengan lambang kimia Mg. Dalam sistem periodik magnesium terletak pada golongan IIA dan periode 3. Nomor atom magnesium adalah 12 dan massa atom relatifnya 24,31 gr/mol. Magnesium memiliki titik lebur pada suhu 650o C dan titik didih pada suhu 1.107oC.
    Magnesium pertama kali ditemukan oleh Sir Humphry Davy, ahli kimia Inggris, pada tahun 1808. Nama magnesium diambil dari nama sebuah kota di Yunani yang memiliki banyak deposit mineral ini, yakni Magnesia. Magnesium terdapat banyak di kerak bumi, namun tidak dalam bentuk unsur bebas. Senyawa magnesium terdapat dalam berbagai mineral, seperti magnesit, dolomit, dan karnalit. Dalam batu-batuan magnesium membentuk silikat, dan di air laut ataupun air tanah tertentu terdapat dalam bentuk garam, seperti magnesium klorida. Magnesium merupakan salah satu unsur yang penting bagi mahluk hidup.
    
Sifat Magnesium
    Magnesium merupakan logam yang terkenal karena ringan, namun cukup kuat sebagai bahan kontruksi. Logam ini bersifat lunak dan lentur ketika dipanaskan. Magnesium tidak mudah bereaksi dengan oksigen, air, atau logam alkali pada suhu kamar, tetapi bereaksi dengan asam dan sejumlah unsur non logam, misalnya nitrogen, serta mereduksi senyawa banyak logam lain. Saat dipanaskan hingga suhu 800oC, magnesium bereaksi dengan oksigen dan mampu memancarkan cahaya putih yang sangat terang.

Pembuatan Magnesium
    Magnesium dibuat secara komersial dengan beberapa cara dan jarang dibuat di laboratorium.. Logam ini terutama diperoleh dari proses elektrolisis magnesium klorida (MgCl2). Bahan baku yang umum digunakan untuk memproduksi magnesium adalah air laut. Melalui reaksi dengan kalsium oksida (CaO) didapat magnesium klorida. Elektrolisis dan leburan magnesium klorida dengan menggunakan elektoda karbon dan besi akan menghasilkan magnesium murni cair.

Pemanfaatan Magnesium
    Magnesium banyak digunakan dalam berbagai produk. Beberapa aliase magnesium mengandung aluminium dan seng, sehingga membuat magnesium menjadi lebih kuat dan mudah dibentuk. Karena ringan, logam ini digunakan untuk membuat suku cadang pesawat terbang dan mobil. Beberapa industri seperti pabrik baja, menggunakan magnesium untuk menyingkirkan belerang dan pengotoran lain. Magnesium juga cukup kuat dan banyak digunakan sebagai bahan bangunan.
    Magnesium merupakan mineral penting yang dibutuhkan mahluk hidup. Pada tanaman, magnesium menjadi unsur utama pada klorofil (zat hijau daun). Pada manusia 65% mineral ini terdapat pada tulang dan gigi, sedangkan sisanya terkandung dalam darah, cairan serta jaringan darah dan otak. Magnesium juga terkandung dalam beberapa enzim yang membantu produksi energi dan fungsi jantung. Seperti halnya kalium, magnesium sangat berguna sebagai makanan di dalam sel. Magnesium berfungsi mengaktifkan enzim yang berguna untuk metabolisme protein dan karbonhidrat. Selain itu mineral ini juga berguna untuk produksi zat-zat DNA (deoxyribonucleic acid) dan RNA (ribonucleic acid). Mineral ini juga memodulasi aliran listrik di dalam membran sel yang menyebabkan makanan masuk dan keluar sel.
Mineral Magnesium
Magnesium Metal

Sabtu, 01 Oktober 2016

KRISTAL : ZAT PADAT PEMBENTUK MINERAL

    Kristal adalah suatu unit terkecil dalam ruang tiga dimensi dari zat padat yang partikel penyusunnya dapat berbentuk atom, molekul, atau ion yang tersusun dengan pola yang teratur. Kristal dalam suatu zat padat berbentuk sama, yakni tersusun secara berulang dan saling bergandengan membentuk struktur padat yang sangat kuat.
    Zat padat yang tidak terbentuk dari kristal disebut zat amorf (amorphous solid). Contoh zat amorf ialah kaca yang terbentuk dari pasir kuarsa. Bila kristal kuarsa dilelehkan dengan tekanan dan suhu yang tinggi akan terbentuk zat padat amorf yang disebut kaca. Kaca dan pasir kuarsa memiliki komposisi kimia yang sama dengan silikon dioksida (SiO2), tetapi bentuknya berbeda. Bentuk struktur kristal ada tujuh jenis yaitu isometrik, tetragonal, heksagonal, rombohedral, ortorombik, monoklin dan triklinik. Zat benda mati umumnya terbuat dari kristl seperti gula pasir, garam, serpihan salju dan batuan.
Kilau Kristal Mineral
Terbentuknya kristal
   Untuk membentuk kristal diperlukan inti pengkristalan yang dapat berupa kristal kecil yang sengaja ditambahkan. Pendinginan atau pemekatan larutan maupun lelehan bahan itu akan saling mendekatkan atom-atom yang kemudian bergabung membentuk kristal. Atom tersebut mengitari inti pengkristalan dalam satuan bangunan (sel satuan). Kristal dapat tumbuh karena bertambahnya atom pada permukaannya dan memperpanjang jaringan sel satuan ke berbagai arah. Untuk membuat suatu kristal besar di laboratorium dibutuhkan larutan jenuh yang bersih. Larutan ini kemudian didinginkan atau pelarutnya diuapkan secara perlahan-lahan.

Kristalografi
    Kristalografi adalah cabang ilmu yang mempelajari bentuk, bangunan, dan sistem bergerombolnya kristal. Kristalografi diajarkan pada jurusan Geologi, Fisikadan Kimia. Kristalografi mempelajari dan mengidentifikasi bangunan atom dari kristal dengan menggunakan berbagai peralatan canggih. Cabang ilmu ini juga melakukan pengukuran sudut antar muka kristal dan menganalisis penataan simetris permukaan kristal.

Kristalisasi
    Kristalisasi adalah proses pemisahan zat terlarut (Solute) dan larutannya (Solven). Terpisahnya solute dan solven disebabkan karena konsentrasi solute dalam larutan melebihi batas kelarutannya (larutan super jenuh). Akibatnya jumlah solute dalam larutan hanya sebagian, sedangkan sisanya akan mengendap dan menyatu membentuk kristal padat. Cara membuat larutan super jenuh yaitu pendinginan larutan, penguapan solven, dan penambahan zat lain yang dapat mengurangi solute dalam larutan. Contoh proses kristalisasi ialah pembuatan garam dari air laut, pembuatan gula dari air tebu, dan pembuatan susu bubuk dari air susu.

Rekristalisasi
    Rekristalisasi dilakukan karena pada proses kristalisasi, kristal yang diperoleh masih mengandung zat pengotor kristal. Rekristalisasi adalah proses ulang kristalisasi untuk memperoleh kristalisasi murni yang bebas zat pengotor kristal.murni yang bebas zat pengotor kristal. Prosesnya ialah kristal padat yang diperoleh dari kristalisasi dilarutkan dalam air panas, ditambahkan absorben (zat pengadsorpsi seperti karbon aktif) dan diaduk sampai tercampur rata. Penambahan absorben bertujuan untuk menyerap zat pengotor kristal dalam larutan. Setelah zat pengotor kristal terserap absorben, larutan itu kemudian disaring untuk memisahkan absorben dan zat pengotornya.

Kristal Kuarsa
Kristal Tuf

Selasa, 07 Juni 2016

JENIS-JENIS BATUAN

    Dimanapun kita bermukim tentu akan selalu berhubungan dengan batuan. Batu dan batuan jelas berbeda, batuan merupakan bagian kulit bumi dalam bentuk padat dan terbentuk oleh agregrasi partikel mineral. Batuan mencakup beberapa jenis misalnya batuan beku, batuan pasir, batuan gamping, batuan andesit dan lain-lain. Sebagian besar batu merupakan campuran dari beberapa mineral yang tidak mempunyai ramuan yang pasti, sehingga sebutir batu dengan butiran batu lainnya mungkin berbeda unsurnya.
   Menurut asal-usulnya, batuan dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama yaitu :

  1. Batuan beku yaitu batuan hasil pendinginan batuan cair pijar (magma) yang berasal dari dalam perut bumi yang membeku pada saat gunung api meletus. Magma yang keluar dari dalam bumi juga dapat mengalami proses pembekuan pada saat perjalanan ke permukaan bumi. Pembekuan magma ada yang masih berada di sekitar dapur magma, berada di dalam lubang perjalanan (korok) dan ada yang membeku di permukaan bumi. Dari tiga batuan beku tersebut proses membekunya berbeda-beda, maka batuan beku jika dilihat menurut tempat membekunya digolongkan menjadi tiga bagian antara lain :
  • Batuan Plutonik (Batuan beku dalam) adalah batuan yang membeku tempatnya sangat dalam di tubuh bumi. Batuan plutonik proses membekunya perlahan-lahan sehingga hablur-hablurnya tumbuh secara wajar. Hasil pembekuan ini adalah batuan yang seluruhnya terdiri dari hablur (kristal) atau batuan berhablur penuh, misalnya granit.
  • Bauan Intrusif (Batuan retas/korok) adalah batuan yang membeku sudah terlepas dari dapur magma tetapi belum sampai ke permukaan bumi dan terjebak dalam korok gunung berapi, misalnya batu batolit.
  • Batuan ekstrusif (Batuan beku leleran) adalah batuan yang membeku sesudah sampai ke permukaan bumi. Batuan ini proses membekunya secara cepat atau tiba-tiba sehingga hablur-hablurnya halus. Hasil pembekuan ini contohnya batu Obsidian atau batuan kaca, batuan vulkanis dan batu basalt. Jika magmanya banyak mengandung unsur gas, maka hasil pembekuannya adalah batu apung atau batu timbul yang berongga-rongga.
2. Batuan Sedimen (Batuan endapan) 
    adalah batuan yang terbentuk sebagai akibat terkikisnya  batuan dari suatu tempat , kemudian di         endapkan secara berlapis-lapis di tempat lain. Bahan-bahan sedimen yang terangkut oleh gaya             erosi dan transportasi , misalnya air hujan atau air sungai dapat di endapkan di dasar laut, muara         sungai, dasar danau dan dataran rendah. Setelah mengalami proses pengerasan, yaitu melalui               perekatan dan penekanan dalam waktu yang lama, bahan sedimen akhirnya dapat membatu.         
    Menurut proses terbentuknya batuan sedimen dapat digolongkan menjadi tiga bagian yaitu :
  • Aluvium adalah batuan sedimen yang dibentuk atau diendapkan oleh sungai-sungai. Batuan ini dapat kita lihat di tepi-tepi sungai atau di muara sungai. Misalnya pasir dan tanah endapan di tepi sungai.
  • Batuan muda yang lunak adalah batuan sedimen yang tidak dipengaruhi oleh gempa atau gerakan orogenesa. Pada lapisan batuan ini sering terdapat tambang minyak bumi, misalnya lumpur lunak.
  • Batuan tua yang keras, adalah batuan sedimen yang sudah melengkung atau terlipt bahkan retak oleh suatu gerakan endogen. Di tempat inilah sering muncul gunung yang tinggi. Misalnya batu serpih yang terbentuk dari lumpur dan tanah liat yang ditekan menjadi satu secara alami.
Menurut bahan asal pembetuknya, batuan sedimen dapat digolongkan menjadi tiga bagian yaitu:
  • Batuan sedimen klastik adalah batuan yang terbentuk oleh disintegrasi batuan asal melalui proses pelapukan. Proses transportasi oleh air atau angin dapat mengubah atau memperkecil pecahnya dalam berbagai ukuran dan bentuk. Batuan sedimen klastik dapat dikelompokkan menjadi batuan sedimen yang butirannya sangat halus misalnya tanah liat, batuan sedimen yang butirannya halus sedang, misalnya pasir dan batuan sedimen yang butirannya kasar misalnya breksi dan konglomerat. Batuan sedimen klastik memiliki satu golongan khusus yaitu batuan sedimen Pyroklastik. Batuan ini berasal dari erupsi gunung berapi yang keluar berbentuk debu halus, kemudian terbentuklah endapan yang berlapis-lapis, misalnya batuan sedimen Tuff.
  • Batuan sedimen organik adalah batuan yang berasal dari kegiatan binatang dan tumbuh-tumbuhan. Misalnya batu kapur (limestone) yang berasal dari organisme seperti koral, algae, foraminifera dan radolaria. Batubara (coal) terbentuk dari tumbuh-tumbuhan yang mengalami karbonisasi.
  • Batuan sedimen Kimiawi adalah batuan yang terbentuk karena proses kimiawi. Misalnya evaporit yaitu batuan yang dipisahkan atau diendapkan dari air danau di daerah gurun yang dangkal yang dipengaruhi oleh penguapan sangat hebat.
3. Batuan Malihan / Metamorf  (metamorfosa/metamorphic)
    Batuan Metamorf adalah batuan yang terbentuk sebagai akibat tekanan yang berat dan mendapat         sentuhan temperatur yang tinggi di dalam bumi. Istilah metamorphic sesungguhnya berasal dari           bahasa Yunani yang artinya berubah bentuk. Batuan malihan ini terbentuk setelah mengalami             proses metamorfosa. Asal batuan ini dari batuan beku atau batuan sedimen. Adapun gaya yang           menjadikan perubahan itu adalah tekanan berat, temperatur tinggi atau gabungan keduanya yang         berlangsung berabad-abad lamanya, misalnya batu lempung setelah mengalami proses                         metamorfosa berubah bentuk menjadi batu tulis (Slate). Ada 3 macam batuan metamorf :
  • Batuan Metamorf Kontak, batuan ini terbentuk karena adanya pengaruh intrusi magma pada suhu yang sangat tinggi, suhu yang sangat tinggi ini karena letaknya yang dekat dengan magma. Contohnya batuan batholit, Lakholit dan Sill. Batuan metamorf ini dipengaruhi letak inttrusinya, makin jauh letak intrusinya maka derajat metamorfosisnya makin berkurang.
  • Batuan Metamorf Dinamo, batuan ini terbentuk akibat pengaruh tekanan yang sangat tinggi, dalam jangka waktu yang relatif lama serta dihasilkan dalam proses pembentukan kulit bumi karena tenaga endogen. Batuan metamorf dinamo biasanya terjadi di bagian atas permukaan bumi (Kerak Bumi). Adanya tekanan yang berlawanan mengakibatkan perubahan butiran mineral menjadi pipih dan ada yang kembali berbentuk kristal. Beberapa jenis batuan metamorf berubah menjadi batuan hablur, contohnya batuan Serbuk dan serpih.
  • Batuan Metamorf  Pneumatolistis kontak, batuan ini terbentuk karena pengaruh gas dari dalam magma, pengaruh panas gas ini menyebabkan perubahan komposisi kimiawi mineral dari batuan ini, contoh batuan metamorf pneumatolistis kontak adalah kuarsa dengan gas hoirum berubah menjadi turmalin (sejenis batu permata)
 Batuan Beku : Granit
 Batuan Beku : Obsidian
 Batuan Beku : Batu Apung

 Batuan Sedimen : Konglomerat
Batuan Metamorf : Turmalin

Selasa, 22 Desember 2015

JENIS-JENIS MINERAL BUKAN LOGAM

   Ada 2 jenis utama mineral bukan logam. Yang pertama adalah mineral yang tidak mengandung unsur logam didalamnya. Contohnya adalah kwarsa, intan, grafit, belerang dan air. Jenis mineral bukan logam yang kedua adalah mineral-mineral yang mengandung unsur logam tetapi tidak digunakan sebagai cebakan mineral. Contohnya adalah kalsit yang mengandung logam kalsium. Batu gamping dan batu kapur dimanfaatkan bukan untuk diambil logam kalsiumnya, tetapi dipakai sebagai kalsium karbonat dalam industri untuk pembuatan baja, gelas dan semen. Mineral golongan silikat banyak mengandung unsur logam tetapi sering dinamakan mineral bukan logam. Contohnya adalah mineral talkum yang dipakai bukan karena mengandung unsur magnesium, tetapi karena sifatnya yang lunak. Silikat adalah mineral yang paling banyak macamnya didalam kerak Bumi: jumlahnya lebih dari 600 macam.
   Batas antara cebakan dan mineral bukan logam sesungguhnya tidak terlalu tegas. Garam dapur yang didapat sebagai mineral dengan unsur natrium dan klorida, biasanya dianggap mineral bukan logam. Tetapi sebagian dipakai juga untuk menghasilkan logam natrium dengan cara elektrolisa. Diantara mineral bukan logam yang mempesonakan adalah batu permata, yang dinilai tinggi karena keindahan, kekerasan dan langkanya. Adapula mineral bukan logam yang berbentuk serat, yaitu asbes. Serat asbes digunakan sebagai bahan kain tahan api dan sebagai bahan penyekat. Berikut ini adalah mineral-mineral dari jenis bukan logam :
1. Asbes Krisotil : Sekelompok mineral berbentuk serabut . Dipakai sebagai bahan kain tahan panas dan isolator. Sumber yang penting dari serat asbes adalah sejenis serpentin yang disebut krisotil.
1.b Asbes : Serat asbes digunakan sebagai bahan kain tahan api dan sebagai bahan penyekat.
2. Beril : Membentuk kristal bersisi enam, berbintik-bintik hijau biru atau kuning. Mineral silikat ini selain sebagai sumber metal beril juga banyak dipakai sebagai batu perhiasan seperti jamrud (hijau) dan akwamarin (biru muda)
3. Feldspar : Kelompok mineral silikat yang paling penting dan ditemukan pada hampir semua batuan beku dan metamorf. Ada dua jenis mineral utama dalam kelompok ini yaitu felspar alkali dan felspar natrium-kalsium.
4. Fluorit (Kalsium Fluorida) Mineral dengan warna-warna ungu, biru, hijau atau kuning. Kristalnya berbentuk kubus dengan sifat pendar flour bila disinari cahaya ultraviolet.
5. Batu Giok : Nama yang diberikan untuk mineral silikat yang banyak dipakai sebagai perhiasan. Batu giok yang paling berharga adalah Jedeit dan yang lebih sering ditemukan adalah Neferit atau batu hijau.
6. Grafit : Terdiri dari unsur Karbon, merupakan mineral paling lunak. Berwarna hitam dengan struktur pipih, sehingga berguna sebagai pelumas. Secara kimia Grafit sama dengan Intan. Bahan pembuat pensil dan wadah untuk melebur logam.
7. Gipsum :(Kalsium sulfat) Merupakan endapan pejal yang menyerupai batu kapur. Banyak digunakan sebagai bahan cat dan papan tempel. Bentuk kristalnya disebut selenit. Alabaster adalah bentuk gipsum yang paling padat.
8. Intan : Terbentuk dari unsur karbon, merupakan mineral paling keras. Jenis yang baik dapat dipotong menjadi batu permata yang paling indah. Yang lainnya dipakai dalam industri sebagai bahan penggosok. Bort dan Karbonado adalah nama-nama Intan hitam. Tambang intan paling terkenal terdapat di Kimberley, Afrika Selatan. Penghasil utama bort adalah Brasil
9. Kalsedon : Mineral silika yang berwarna menarik . Ada yang merah darah, biru dan ada yang memperlihatkan cincin warna dan ada pula yang berselang-seling dengan warna putih
10. Kalsit (Kalsium karbonat) Salah satu mineral yang paling banyak terdapat. Bentuk kristalnya mempesona, salah satu diantaranya adalah Iceland-spar yang memperlihatkan sifat pembiasan ganda. Bila mineral ini kita letakkan diatas suatu obyek, bayangan akan terlihat ganda.
11. Korundum (Aluminium oksida) Mineral paling keras sesudah Intan, sehingga sering digunakan sebagai bahan penggosok. Amril adalah jenis yang merupakan percampuran dengan magnetit dan hematit. Beberapa jenis Korundum membentuk kristal yang indah sehingga dijadikan perhiasan seperti nilam (biru) dan merah/delima(merah).
12. Kwarsa (Silika dioksida) Ditemukan pada hampir semua batuan dan cebakan mineral. Kwarsa murni sangat bening, disebut kristal batu. Kwarsa yang bening mempunyai sifat listrik tertentu sehingga banyak dipakai dalam industri elektronika. Kwarsa berwarna seperti ametis (ungu) sitrin (kuning) dan kwarsa berasap (hitam) banyak dipakai sebagai perhiasan.
13. Mika : Kelompok mineral silikat berbentuk lembar-lembar tipis dengan kilap mutiara. Mineral mika yang banyak terdapat dialam adalh muskovit dengan kristal segi enam dan garis tengah hingga 2 meter. Mineral lainnya yang banyak terdapat adalah biotit yang berwarna hitam atau hijau tua.
14. Rijang : Disebut juga batu api, suatu bentuk silika yang didapatkan didalam batu kapur. Membentuk bintil berwarna abu-abu hingga hitam. Jika dibelah menghasilkan pinggiran yang tajam, sehingga banyak dipakai manusia purba untuk membuat alat-alat.
15. Sulfur : Berwarna kuning, banyak didapat didaerah vulkanik dan juga biasanya terdapat bersama kubah garam. Endapan jauh dibawah permukaan, ditambang dengan proses Frasch yang memompakan air panas kedalam endapan itu lalu memompa kembali larutan ke permukaan. Mineral ini penting dalam industri, digunakan untuk membuat asam sulfida.
16. Topas : Mineral silikat yang sering juga dipakai sebagai perhiasan. Mineral ini bewarna kuning tetapi menjadi merah jambu bila dipanaskan. Seringkali terdapat bersama endapan kasiterit.
16. b. Topas Mineral yang tingkat kekerasannya berada pada urutan ketiga setelah Intan dan Korundum, sering juga digunakan sebagai perhiasan
17. Turmalin : Mineral bukan logam yang sering ditemukan di daerah kars dan merupakan hasil dari perubahan bentuk melalui tekanan dan suhu yang tinggi.
18. Zirkon : Mineral silikat yang keras. Banyak yang dijadikan perhiasan. Ada yang tidak bewarna, kemerah-merahan atau warna asap. Cebakan utama dari logam zirkonium.
19. Zirkon merah : Mineral silikat yang keras berwarna kemerah-merahan dan sering dijadikan perhiasan.

JENIS-JENIS MINERAL LOGAM

   Mineral-mineral terpenting adalah yang menghasilkan logam, yang sangat kita perlukan. Mineral logam ini terdiri atas logam dasar seperti emas dan platina, maupun cebakan-cebakan logam lain. Dari cebakan ini dapat diolah secara menguntungkan logam-logam yang sangat berguna untuk manusia. Hanya beberapa diantara mineral yang mengandung logam bermanfaat sebagai cebakan. Felspar banyak didapat, mengandung aluminium dan logam lain, tetapi tidak ada cara yang murah dan mudah untuk memisahkan logam itu daripadanya. Cebakan aluminium yang berguna hanyalah bauksit, batuan yang mengandung aluminium oksida.
   Banyak cebakan yang sesungguhnya adalah oksida. Cebakan utama besi, yaitu hematit dan magnetit adalah oksida. Cebakan Timah yang terpenting adalah juga oksida: yaitu Kasiterit. Banyak cebakan lain yang berbentuk Sulfida atau ikatan logam dengan sulfur atau belerang. Cebakan tembaga yang terpenting yaitu Kalkoprit adalah sulfida dari tembaga dan besi. Karbonat adalah jenis cebakan yang lain lagi. Siderit yaitu karbonat dari besi, adalah cebakan besi yang penting. Azurit yang berwarna biru tua dan malahit yang berwarna hijau adalah karbonat cebakan tembaga yang sering kita jumpai.
   Memproses cebakan menjadi logam harus terlebih dahulu melalui proses pengolahan biji dengan cara memurnikan dan mengkonsentrasikan cebakan tersebut. Banyak cebakan dikonsentrasikan dengan cara flotasi yaitu digunakan larutan pembasah khusus yang hanya membasahkan batuan, dan cebakan akan terapung dalam buih dan terpisah.
   Ada 3 cara terpenting untuk memisahkan logam dari cebakannya, yaitu : 
Pertama : Peleburan, dengan memanaskan cebakan dalam sebuah tanur yang biasanya menggunakan batubara. Dalam cara ini mineral oksida dan karbonat diubah menjadi logam.
Kedua : Elektrolisa yaitu dengan mengalirkan listrik melalui cebakan yang telah dipersiapkan. Aluminium dimurnikan dengan elektrolisa aluminium oksida yang diperoleh dari biji bauksit. Arus listrik akan memisahkan cebakan itu menjadi aluminium dan oksigen.
Ketiga : Pelindian yaitu unsur logam dari cebakan dilarutkan dalam larutan kimia. Tembaga sering dimurnikan dengan memakai larutan asam sulfida. Hasilnya adalah larutan tembaga sulfat. Kemudian unsur tembaganya dipisahkan melalui proses elektrolisa. Perak dan emas juga sering dimurnikan dengan pelindian.
   Berikut ini adalah cebakan mineral dari jenis logam yaitu :
1. Azurit (Tembaga Karbonat) berwarna biru tua, merupakan cebakan tembaga yang sering didapat bersama malahit yang banyak persamaan dalam susunan kimianya.
2. Besi (Logam dasar) jarang ditemukan dalam batuan. Terdapat dalam meteorit yang jatuh dari angkasa luar. Di dalam meteorit itu biasanya besi ditemukan sebagai paduan dengan nikel.
3.Blende (Zink sulfida) Cebakan zink yang utama, juga dinamakan sfalerit atau Black Jack. Berwarna coklat, hitam atau merah, biasanya pejal juga berbentuk kristal kubus dengan kilap intan.
4. Bornit (Campuran tembaga dan besi sulfida) Salah satu biji tembaga yang paling umum. Kadang-kadang ditemukan dengan kalkosit. Seringpula dinamakan cebakan burung merak karena permukaan yang merah tembaga cepat berubah menjadi berbintik-bintik oleh reaksi dengan udara.
5. Galena (Timah sulfida) Cebakan Timah hitam utama yang sering ditemukan bersama blende. Kebanyakan tubuh cebakan gelena mengandung unsur perak yang bernilai. Berwarna abu-abu dengan kilap metalik dan bentuk kristal kubus.
6. Hematit (Besi Oksida) Mineral besi utama yang mendapat nama sesuai dengan warnanya yang merah darah dengan kilap metalik.
7. Kalkopirit (Tembaga dan besi sulfida) Sering juga dinamakan pirit tembaga. Mineral tembaga yang penting berwarna kuning suram, lebih lunak dari pirit dan dapat digores dengan pisau saku.
8. Kalkosit (Tembaga sulfida) Mineral tembaga yang penting, terdapat bersama bornit dan mineral-mineral tembaga lainnya. Warnanya abu-abu timbal.
9. Kasiterit (Timah Oksida) Dinamakan pula batu Timah, kasiterit yang berwarna hitam adalah cebakan Timah yang utama. Endapannya terdapat sebagai butir-butir mineral berat dan ditambang sebagai endapan plaser
10. Kerpuuran (Uranium Oksida) Penghasil utama logam radioaktif uranium. Digunakan sebagai bahan bakar dalam reaktor nuklir. Juga mengandung sedikit logam radium dan torium yang radioaktif, zirkon dan Timah. Berwarna hitam tetapi dapat berubah menjadi Kuning dan Hijau.
11. Kuprit (Tembaga Oksida) Cebakan tembaga penting yang berwarna merah. Kristalnya biasanya persegi delapan, tetapi salah satu jenis berbentuk gabungan beberapa kristal.
12. Magnesit (Magnesium Karbonat) Cebakan utama dari metal magnesium yang ringan. Biasanya didapatkan dalam bentuk pejal seperti pada Kapur.
13. Magnetit (Besi Oksida) Mendapat namanya karena sifat-sifat magnet alam yang dimilikinya. Cebakan besi yang berharga. Mineral ini berwarna hitam dengan kristal berbentuk segi delapan.
14. Markasit (Besi Sulfida) Mempunyai rumus kimia yang sama dengan pirit, dengan kristal yang berwarna kuning ungu.
15. Logam Emas (Logam dasar) Mineral berwarna kuning ini sejak awal peradaban manusia bernilai tinggi karena langka, indah dan tahan lama. Emas terdapat didalam urat-urat kwarsa atau dalam endapan plaser berbentuk pipih, butir atau nuget. Tahun 1872 ditemukan nuget terbesar didunia yang beratnya mencapai 214 Kg.
16. Molibdenit (Molibden sisulfida) Cebakan utama logam molibden unsur yang banyak dipakai sebagai logam paduan. Berwarna abu-abu dan biasanya berbentuk pipih seperti grafit.
17. Perak (Logam dasar) Salah satu logam mahal yang ditemukan berbetuk cabang-cabang atau sebagai nuget. Berwarna putih perak yang akan berubah menjadi coklat karena reaksi udara kota. Sebuah nuget yang beratnya lebih dari satu ton pernah ditemukan di Meksiko. Kebanyakan perak berasal dari argentit dan beberapa mineral yang ditemukan bersama cebakan Timah, tembaga dan Zink sulfida.
18. Pirit (besi sulfida) Mineral sulfida yang paling banyak ditemukan dalam kerak bumi. Terdapat dalam kebanyakan endapan mineral sulfida. Sering juga dinamakan emas orang tolol karena rupanya yang mirip emas. Kristalnya berbentuk kubus.
19. Rutil (Titanium dioksida) Salah satu mineral penghasil titanium yang penting disamping mineral Ilmenit. Berwarna merah kecoklatan dan sering terdiri dari kristal kembar. Digunakan juga untuk pewarna cat.
20. Siderit (besi karbonat) Cebakan besi penting yang ditemukan baik didalam urat maupun dalam endapan sedimen. Berwarna coklat dengan kilap mutiara.
21. Sinabar (air raksa sulfida) Cebakan air raksa yang utama. Karena warnanya yang merah cerah, mineral ini dipakai sebagai pewarna sejak jaman batu. Sering ditemukan dalam bentuk pejal. Didalam cebakan ini kadang-kadang ditemukan butir-butir air raksa.
22. Sphalerit berwarna abu-abu sampai kehitaman, bentuk kristalnya tidak beraturan , ditemukan dalam cebakan bersama-sama mineral Bornit.
23. Tembaga (Logam dasar) Kadang-kadang berbentuk padat atau bercabang didalam cebakan tembaga. Warna Kuning kemerah-merahan yang khas tetapi berangsur-angsur menjadi gelap.
24. Uranit (uranium dioksida) bahan dasar Uranium yang mengandung radio aktif, digunakan sebagai bahan bakar reaktor nuklir dan bahan peledak nuklir. Berwarna hitam namun bisa berubah menjadi warna kuning.