"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)
Tampilkan postingan dengan label ZOOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ZOOLOGI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Maret 2017

MOLUSKA : INVERTEBRATA DI PERAIRAN DARAT DAN LAUT

   
     Moluska adalah nama umum untuk menyebut filum Mollusca yang anggota-anggotanya bertubuh lunak dan sebagian besar bercangkang. Kelompok invertebrata ini mencakup lima kelas, yaitu kelas Amphineura, Bivalvia atau Pelecypoda, Gastropoda, Scaphopoda dan Cephalopoda. Pada umumnya kelompok moluska seperti cumi-cumi, kerang, dan siput dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan makanan sumber protein dan lemak.

 Moluska, Siput Snail
   Ada sekitar 50 ribu spesies moluska yang menghuni habitat laut, perairan tawar dan daratan. Sebagian dari anggota Gastropoda dan Amphineura (terutama chiton) merupakan herbivora yang memakan tumbuhan darat, tumbuhan air, dan rumput laut. Kelompok Bivalvia pada umumnya menyaring materi organik dan air untuk mendapatkan makanannya. Adapun anggota Cephalopoda dan sebagian dari anggota Gastropoda merupakan hewan karnivora yang memangsa hewan lain.

Siput Laut
Lapisan Mantel dan Rongga Mantel
    Tubuh Moluska pada umumnya memiliki lapisan mantel dan rongga mantel. Lapisan mantel pada sebagian besar anggota moluska menyekresikan kalsium karbonat (CaCO3) sebagai bahan pembuat cangkang. Cangkang tersebut digunakan untuk melindungi tubuh moluska yang lunak dan berlendir. Pada Cephalopoda (misalnya cumi-cumi), cangkang hanya terdapat di bagian dalam tubuhnya. Rongga mantel pada moluska terletak di antara mantel dan tubuhnya. Rongga tersebut berisi lembaran insang atau ctenidia (alat penyaring), kelenjar lendir atau kelenjar hipobrankial (hypobranchial glands) serta muara saluran pencernaan, ekskresi dan reproduksi.

Siput darat
Pertahanan Diri
    Sebagian besar moluska memiliki penglihatan yang buruk, namun mata Cephalopoda telah dilengkapi dengan lensa dan retina seperti pada mata vertebrata. Beberapa anggota Gastropoda memiliki penciuman yang tajam sehingga mampu mendeteksi keberadaan predator melalui sensor kimiawi sehingga dapat menghindar dengan cepat.
    Pertahanan diri pada moluska berlangsung dengan berbagai cara. Bersembunyi di dalam cangkang merupakan cara yang paling umum dilakukan, selain mengubur diri di dalam substrat. Selain itu, kelompok Gastropoda dan Scaphopoda memanfaatkan lendir yang disekresikan oleh bagian mantel untuk menghadapi predator. Moluska juga memanfaatkan sekresi senyawa racun dan tinta yang dihasilkan oleh organ tertentu untuk melumpuhkan pemangsanya.

Moluska : Chiton
Fertilisasi Eksternal
    Masing-masing individu pada moluska pada umumnya memiliki jenis kelamin yang berbeda, kecuali pada anggota Gastropoda yang bersifat hermaprodit. Fertilisasi kelompok hewan ini berlangsung secara eksternal. Larva yang dihasilkan akan berenang dan kemudian menetap di dasar air sampai tumbuh menjadi dewasa. Beberapa kelompok moluska seperti tiram memasukkan anak-anaknya ke dalam rongga mantel sehingga terlindung dari predator.


Radula
    Pada umumnya,sistem pencernaan moluska dilengkapi dengan rahang berbentuk lidah yang disebut radula, perut, dan sepasang kelenjar pencernaan. Sistem syarafnya terdiri atas sebuah cincin saraf (ganglia) dengan sepasang batang saraf yang menuju ke bagian kaki dan visera (organ-organ dalam). Cincin syaraf pada moluska biasanya berkembang menjadi otak dengan berbagai organ pengindera. Jantung yang terletak di bagian belakang tubuhnya berfungsi untuk memompadarah ke bagian rongga utama tubuhnya.

Moluska yang merugikan
    Selain menguntungkan, beberapa jenis moluska juga dapat merugikan manusia. Bekicot (Achatina fulica) bisa menjadi hama tanaman pertanian. Adapun siput air tawar (Lymnaea) bisa menjadi perantara bagi cacing hati (Fasciola hepatica).

Sumber : Ensiklopedia Umum Untuk Pelajar

Sabtu, 31 Desember 2016

BAKTERI : ORGANISME BERSEL TUNGGAL

    Bakteri adalah kelompok organisme prokariotik yang bersel tunggal, berukuran mikroskopik dan berkembang biak dengan membelah diri. Sebagian ahli biologi mengelompokkan bakteri ke dalam kerajaan atau kingdom Bacteria, sedangkan sebagian yang lain mengelompokkannya ke dalam kingdom Monera. Mikroorganisme ini dapat dijumpai di udara, tanah dan air.   

 Bakteri Kenesin
    Bakteri berukuran sekitar 0,00015 mm-0,005 mm. Sel bakteri memiliki dinding sel yang tersusun atas selulosa dan kitin. Berbeda dengan sel tumbuhan, sel bakteri tidak mempunyai membran atau selaput inti. Secara garis besar, bakteri memiliki tiga bentuk yaitu kokus (lonjong), basilus (batang) dan spirilum (spiral).
Pembelahan sel bakteri
 Pembelahan Sel
  Pada umumnya, bakteri berkembang biak dengan cara membelah diri. Pembelahan sel dapat terjadi dengan sangat cepat pada kondisi temperatur, kelembaban, dan makanan yang sesuai. Adapun pada kondisi lingkungan ekstrem (terlalu tinggi atau terlalu rendah), bakteri dapat membentuk spora sebagai alat perkembangbiakannya. Spora ini terjadi akibat penggumpalan cairan protoplasma dari sel bakteri.
Bakteri Anerob
Klasifikasi Bakteri
    Bakteri dapat diklasifikasikan menurut beberapa cara. Berdasarkan cara mendapatkan makanannya, bakteri dikelompokkan menjadi bakteri parasit, saprofit, kemosintetik dan fotosintetik. Bakteri parasit mengambil makanannya dari mahluk hidup lain. Bakteri saprofit mengambil makanannya dari bahan organik mati. Bakteri kemosintetik mengambil makanannya melalui oksidasi berbagai senyawa kimia. Adapun bakteri fotosintetik mengambil makanannya dari fotosintesis. Berdasarkan kemampuannya mengambil oksigen, bakteri dibedakan menjadi bakteri aerob dan anaerob. Bakteri aerob adalah bakteri yang mengikat oksigen bebas dari udara untuk berespirasi, sedangkan bakteri anaerob tidak memerlukan oksigen bebas dari udara pada proses respirasi.

Jenis-jenis bakteri yang merugikan
Bakteri Gram Positif dan Negatif
    Salah satu metoda klasifikasi bakteri yang sering digunakan adalah pengelompokkan berdasarkan teknik pewarnaan Gram (Gram stain) yang ditemukan oleh Hans Christian Joachim Gram, seorang ahli bakteriologi asal Denmark, pada tahun 1884. Sel bakteri diwarnai dengan kristal violet atau pewarna ungu dan kemudian dicuci dengan alkohol atau aseton. Bakteri yang warna ungunya tidak luntur disebut bakteri gram positif. Bakteri ini mempunyai dinding sel yang tebal sehingga pewarna ungu tidak akan larut ketika dicuci dengan alkohol atau aseton. Adapun bakteri yang warna ungunya luntur disebut bakteri gram negatif. Bakteri yang dinding selnya tipis ini selanjutnya diwarnai dengan safranin atau pewarna merah.
Bakteri e-coli
Kerugian dan Manfaat
    Bagi manusia, bakteri dapat membawa beberapa kerugian maupun manfaat. Beberapa contoh bakteri yang merugikan diantaranya adalah Clostridium tetani (penyebab penyakit tetanus), Neissiria meningitidis (penyebab meningitis atau radang selaput otak) dan Salmonela typhi (penyebab demam tipus). Adapun contoh bakteri yang bermanfaat bagi manusia di antaranya adalah Lactobacillus bulgaricus, Rhizobium, dan Thiobacillus. Lactobacillus bulgaricus merupakan spesies bakteri yang berperan dalam proses fermentasi yoghurt (susu asam). Rhizobium merupakan kelompok bakteri yang mengikat senyawa nitrogen pada tanaman kacang-kacangan. Adapun Thiobacillus adalah bakteri yang memisahkan tembaga dari bijih tembaga.
 
Bakteri Aenerob
Sumber : Enslikopedi Umum Untuk Pelajar

Jumat, 30 Desember 2016

INSEKTIVORA : KELOMPOK MAMALIA MUNGIL

   
    Insektivora (ordo Insectivora) merupakan kelompok hewan mamalia yang mencakup tikus mondok, tikus bulan, landaak susu, desman, tenrek, solenodon, celurut dan celurut gajah. Sekitar 400 spesies insektivora diklasifikasikan ke dalam delapan suku yaitu suku Erinaceidar, Talpidae, Tenrecidae, Solenodontidae, Chrsochloridae, Soricidae, Potamogalidae, dan Macroscelididae. Insektivora tersebar hampir di seluruh dunia, kecuali di wilayah Antartika, Australia dan Amerika Selatan.

Tenrek belang
    Pada umumnya, insektivora memiliki tubuh yang berukuran kecil, bahkan beberapa jenis celurut seperti genus Sorex dan Crocidura berbobot sekitar 3 gram. Meskipun bentuk badannya mirip tikus, kelompok celurut tidak memiliki gigi seri. Tubuh tikus mondok atau mole (suku Talpidae) dan tikus mondok emas atau Golden mole (suku Chrysochloridae) berbentuk bulat panjang dengan kaki pendek. Kedua hewan ini tidak mempunyai ekor dan mata. Bagian atasdari tubuh landak susu atau hedgehog (suku Erinaceidae) dan tenrek (suku Tenrecidae) ditutupi oleh duri-duri pendek. Adapun celurut gajah (suku Macroscelididae) memiliki kaki belakang yang panjang seperti jerboa.

Tikus bulan
Pakan Insektivora
    Pada umumnya, insektivora termasuk hewan nokturnal yang melakukan aktivitasnya pada malam hari. Meskipun pakan utamanya berupa serangga, namun inektivora juga memangsa invertebrata dan vertebrata kecil serta tumbuhan. Tikus mondok memakan kelompok invertebrata yang hidup di tanah termasuk cacing. Landak susu sering mengkonsumsi katak, tikus, burung, kadal dan ular. Selain memangsa ikan tenrek air dari genus limnogale juga memakan umbi akar tanaman Aponogeton. Sebagian besar insektivora tidak minum air secara langsung sehingga kebutuhan airnya dipenuhi dari makanan dan embun.
Kawanan solenodon
Masa Dormasi
    Untuk mengatasi keterbatasan pakan, insektivora beradaptasi melalui hibernasi (tidur musim dingin) dan aestivasi (tidur musim panas). Landak susu menjalani masa dormasi dengan cara bersembunyi di dalam liang sambil menggulung badannya. Meskipun dalam keadaan dormasi aktivitas fisiologi insektivora tetap berlangsung. Selain hibernasi dan aestivasi, beberapa jenis insektivora seperti tikus mondok eropa (Talpa europaea), menyimpan cadangan makanan di dalam gundukan tanah. Adapun tenrek Microgale dan tikus mondok bintang (Condylura) menimbun lemak pada bagian-bagian tubuhnya (terutama bagian ekor).

Landak susu
Rambut Vibrissae
    Kecuali celurut gajah, insektivora memiliki indera penglihatan yang lemah. Oleh sebab itu beberapa anggota celurut, tenrek, dan solenodon mengandalkan ekolokasi (pantulan gelombang suara yang mengenai obyek) selama beraktivitas. Tenrek dapat menghasilkan suara yang berfrekuensi 5-7 kHz dengan lidahnya. Solenodon menghasilkan suara dengan frekuensi 10-31 kHz , sedangkan frekuensi suara celurut berkisar 25-60 kHz. Apabila berada di lingkungan asing, insektivora mengenali benda-benda di sekitarnya dengan menggunakan rambut-rambut vibrissae yang ada di bagian mukanya.
Tikus mondok dan anak-anaknya
Masa Kehamilan
    Masa kehamilan pada insektivora bervariasi. Masa hamil celurut  berlangsung selama 2-3 minggu, celurut gajah 50-60 hari, dan tenrek sekitar 50 hari. Jumlah anak insektivora juga tergantung pada jenis dan letak geografis. Anggota suku Potamogalidae dan Solenodontidae melahirkan 1-3 anak, sedangkan suku Erinaceidae menghasilkan 1-9 anak. Celurut yanh hidup di daerah subtropis  menghasilkan anak yang lebih banyak daripada celurut di daerah tropis.
Sumber Referensi : Enslikopedi Umum Untuk Pelajar

Kamis, 29 Desember 2016

INVERTEBRATA : KELOMPOK HEWAN YANG TIDAK BERTULANG BELAKANG

    Invertebrata adalah kelompok hewan yang tidak bertulang belakang. Jumlah anggota invertebrata lebih banyak daripada vertebrata, yaitu sekitar 2 juta spesies atau 98% dari seluruh kerajaan hewan (kingdom Animalia). Dalam rantai makanan, invertebrata berperan sebagai konsumen primer dan sekunder serta pengurai (dekomposer). Meskipun terkadang merugikan, invertebrata seperti cumi-cumi, kerang dan kepiting memiliki nilai ekonomi yang tinggi bagi manusia.
    Secara garis besar, invertebrata mencakup delapan filum, yaitu Porifera, Coelenterata atau Cnidaria (selenterata), Platyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda dan Ekinodermata. Akan tetapi para ahli zoologi juga memasukkan tiga kelompok Chordata, yaitu subfilum Hemichordata, Urochordata atau Tunicata, dan Cephalochordata ke dalam invertebrata. Anggota invertebrata memiliki dua bentuk dasar tubuh, yaitu radial simetri dan bilateral simetri. Radial simetri adalah bentuk tubuh yang bulat dengan mulut di bagian tengahnya, sedangkan biateral simetri adalah bentuk tubuh yang dapat dibagi menjadi dua simetri sama besar.

 Ubur-ubur (jelly fish) termasuk kelompok invertebrata

Habitat dan Cara Hidup
    Semua habitat yang ada di permukaan bumi dihuni oleh invertebrata. Laut merupakan tempat yang paling banyak didiami oleh invertebrata seperti porifera, selenterata dan ekinodermata. Kelompok tersebut hidup secara soliter (menyendiri) maupun berkelompok atau berkoloni. Kelompok spons dan koral merupakan contoh invertebrata sesil yang menetap atau menempel pada suatu subsrat. Adapun kelompok udang dan kepiting merupakan contoh invertebrata yang bergerak.

Kelompok Filum Invertebrata
Respirasi dan Reproduksi
    Respirasi invertebrata berlangsung dengan berbagai cara. Kelompok invertebrata air mengadakan proses respirasi melalui membran semipermeabel di permukaan tubuhnya. Secara difusi, oksigen akan masuk ke tubuh invertebrata, sedangkan karbon dioksida akan dilepaskan ke lingkungan. Kelompok invertebrata seperti moluska dan krustasea, menggunakan inang sebagai organ respirasi. Adapun kelompok invertebrata yang hidup di darat, seperti labah-labah dan serangga, menggunakan paru-paru buku dan trakhea untuk bernafas.

8 Filum Hewan invertebrata

    Reproduksi invertebrata berlangsung secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual seperti pembelahan diri, pembentukan tunas, dan partenogenesis, dapat terjadi pada invertebrata tingkat rendah, seperti porifera dan selenterata. Adapun reproduksi seksual umumnya ditandai dengan proses fertilisasi gamet jantan dan gamet betina. Peristiwa fertilisasi tersebut dapat terjadi di dalam tubuh (internal) atau di lluar tubuh (eksternal) invertebrata. Hasil fertilisasi yang berupa telur kemudian mengalami beberapa tahap perkembangan sampai menjadi hewan muda. Kelompok serangga umumnya mengalami tahap-tahap metamorfosis, sedangkan krustasea, ekinodermata dan moluska akan mengalami beberapa tahap perkembangan larva sebelum menjadi dewasa.

Porifera, termasuk filum Invertebrata
Sumber Protein
    Invertebrata laut, seperti udang, lobster, kepiting, cumi-cumi, dan kerang banyak dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan makanan sumber protein. Kelompok serangga, seperti lebah madu, ulat sutera, dan kupu-kupu sering dibudidayakan oleh manusia karena menghasilkan produk yang bernilai ekonomi tinggi. Selain itu, manusia juga mendapatkan manfaat yang besar dari aktivitas invertebrata secara tidak langsung, misalnya beberapa kelompok serangga yang membantu proses penyerbukan tanaman berbunga dan kelompok cacing yang menguraikan sampah organik menjadi zat hara. Selain menguntungkan, kelompok invertebrata, seperti nyamuk anopheles dan cacing hati Fasciola hepatica, merugikan manusia dan hewan lain. Invertebrata yang bersifat parasit tersebut dapat menyebabkan kematian pada inangnya.

Sumber : Ensiklopedi Umum Untuk Pelajar

Minggu, 16 Oktober 2016

ARTROPODA : HEWAN DENGAN KAKI BERUAS-RUAS

    Artropoda berasal dari kata arthros yang berarti sendi atau ruas dan Podos yang berarti kaki. Artropoda artinya hewan yang kakinya beruas-ruas atau berbuku-buku. Jadi, semua hewan tak bertulang belakang yang kakinya beruas-ruas termasuk dalam filum Artropoda. Hewan yang termasuk dalam kelompok Artropoda antara lain adalah semut, kupu-kupu, lalat, labah-labah, kalajengking, kelabang, kepiting dan udang. Artropoda merupakan filum terbesar dari kerajaan binatang. Lebih dari 75% hewan di muka bumi yang telah diketahui nama dan jenisnya merupakan anggota Artropoda.
    Hewan yang tergolong dalam filum Artropoda memiliki ciri-ciri tubuh beruas-ruas dan terbagi menjadi dua bagian yang sama besar (bilateral simetris). Selain itu tubuh hewan Artropoda dibungkus oleh zat tanduk (kitin) sehingga membentuk kerangka/lapisan luar (eksoskeleton).Bagian yang beruas-ruas umumnya tidak berkitin sehingga mudah digerakkan. Rongga tubuh pada hewan dewasa yang berukuran kecil dan berisi darah disebut haemocoel.

Empat kelas Utama
    Jumlah spesies dalam Artropoda lebih banyak dari semua spesies filum lain. Berdasarkan perbedaan bagian tubuhnya, Artropoda dibagi menjadi 4 kelas yaitu :

  1. Myriapoda (hewan berkaki banyak), sering ditemukan di bawah batu dan kayu, terutama di daerah yang banyak sisa tumbuhan, contohnya lipan dan keluwing.
  2. Krustasea (hewan bercangkang), sebagian besar anggota krustasea hidup di dalam air, hanya sedikit yang hidup di darat, misalnya kepiting dan Udang.
  3. Insekta atau serangga, biasa disebut hewan berkaki enam, namun tidak semua anggotanya berkaki enam, misalnya Belalang dan Kupu-kupu
  4. Araknida (hewan berkaki delapan), umumnya banyak ditemukan di dalam tanah maupun di permukaan tanah, misalnya labah-labah dan kalajengking.
 Belalang dari kelas Insekta
 Kalajengking dari kelas Araknida
 Kepiting dari kelas Krustasea
Kaki seribu dari kelas Myriapoda

Ekdisis
    Tubuh hewan Antropoda dilapisi oleh eksoskeleton (kulit luar) yang terdiri dari epikutikula (lapisan terluar) merupakan lapisan senyawa lilin yang tidak dapat dilalui air. Adapun lapisan prokutikula tersusun oleh kitin.Berbeda dengan pertumbuhan cangkang moluska, eksoskeleton pada Artropoda dihasilkan oleh seluruh permukaan tubuh secara simultan. Ketika telah terjadi proses pengeresan, lapisan skeleton yang lama akan dilepaskan dan digantikan oleh yang baru yang ukurannya relatif lebih besar. Proses tersebut dikenal dengan istilah ekdisis (pertukaran kulit). Saat ekdisis merupakan masa kritis bagi Artropoda terhadap predatornya karena tubuhnya belum terlindung oleh lapisan yang keras. Oleh sebab itu, ketika ekdisis, hewan tersebut berlindung pada tempat yang aman.

Kitin
    Kitin pada Artropoda berfungsi sebagai pelindung, pendukung dan pergerakan. Kitin hasil ekdisis bermanfaat bagi manusia. Hal ini karena kitin kuat, non alergi dan dapat diuraikan secara biologi. Kitin sebagai contoh, dapat dilebur dan dibentuk menjadi serat yang dapat dipergunakan sebagai benang pada operasi bedah. Kitin juga dapat digunakan untuk kapsul yang dapat diuraikan secara biologi dan dapat diimplatasi pada tubuh.

Metamorfosis
    Banyak Artropoda yang mengalami metamorfosa. Pada metamorfosis sempurna, bentuk larva sangat berbeda dengan bentuk dewasa. Jenis makanan pada tahap larva sangat berbeda dengan makanan pada tahap dewasa sehingga mengurangi persaingan dalam satu spesies.
    Habitat Artropoda ada yang di darat, air tawar dan air laut. Adapula Artropoda yang hidup menempel pada pohon, hidup di tubuh binatang, dan adapula Artropoda yang hidup di kepala manusia. Hewan ini ada yang hidup secara bebas dan adapula yang menjadi parasit.

Sabtu, 01 Oktober 2016

KRUSTASEA : IVERTEBRATA DI PERAIRAN DANGKAL

    Krustasea merupakan kelompok invertebrata dari filum Arthropoda yang memiliki dua pasang alat gerak di depan mulut dan sepasang capit di dekat mulut. Kelompok hewan ini terdiri dari 39.000 spesies yang tersebar di seluruh dunia, termasuk kepiting,lobster dan udang. Meskipun sebagian besar hewan ini dimanfaatkan sebagai bahan makanan sumber protein dan lemak, namun beberapa jenis krustasea seperti Thalassina dan Triops sering merusak tanaman pertanian.
    Krustasea menempati hampir semua habitat, baik di perairan (sungai, danau dan laut) maupun di daratan. Spesies krustasea terbesar adalah lobster amerika (Homarus americanus) yang beratnya mencapai 20 Kg dan kepiting laba-laba jepang (Macrocheira Kaempferi) yang panjangnya mencapai 3-4 m. Adapun anggota sub kelas Branchiopoda dan Copepoda memiliki panjang tubuh sekitar 0,25 - 1mm. 

Sepalotoraks
    Seperti anggota Anthropoda lainnya, tubuh krustasea tersusun dari beberapa segmen yang dilapisi oleh eksoskeleton (kerangka luar). Kerangka yang disebut karapaks (carapace) ini terbuat dari bahan kitin dan kapur. Secara garis besar, tubuh krustasea dibagi menjadi dua bagian yaitu sepalotoraks dan abdomen. Sepalotoraks merupakan gabungan antara kepala dan dada, sedangkan abdomen merupakan bagian perut yang berekor. Anggota badan terdiri dari mata, antena, maksila (tulang rahang atas) maksileped (alat bantu untuk memasukan makanan ke mulut), cheliped (capit), pereiopoda (kaki untuk berjalan),pieopoda (kaki untuk berenang) dan uropod (ekor).

Alat Indra
    Alat indra pada krustasea terdiri dari mata dan statosis (statocyst). Mata krustasea termasuk mata majemuk yang terletak pada bagian rostrum (moncong). Lensa mata tersusun atas sejumlah mata fase dengan tangkai panjang yang disebut omatidium. Statosis merupakan alat keseimbangan yang terletak di ruas-ruas antena. Bagian dari dasar stalosa dilengkapi dengan sebuah struktur berbentuk sisir atau sensory cushion dan tiga set rambut yang memiliki butiran-butiran serupa pasir atau statolith.

Kelenjar Antena dan Maksila
    Selain sebagai organ pernapasan, insang pada krustasea juga berfungsi sebagai tempat sksresi atau pembuangan sisa nitrogen (amonia). Proses ekskresi dijalankan oleh kelenjar antena dan kelenjar maksila yang berfungsi sebagai pengatur keseimbangan ion di dalam tubuh krustasea. Reproduksi hewan ini berlangsung secara seksual. Setelah mengalami fertilisasi internal, telur krustase akan menetas dan berkembang menjadi beberapa tingkatan larva yang bersifat planktonik.

Malacostraca
   Kelas Krustasea dapat dibagi menjadi lima sub kelas yaitu Malacostraca, Branchiopoda, Ostrapoda, Copepoda, dan Cerripedia. Malacostraca merupakan kelompok terbesar yang mencakup sekitar 75% dari jumlah anggota krustasea. Beberapa anggota sub kelas ini seperti kepiting, udang, lobster, umang-umang, dan krill memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Branchiopoda merupakan krustasea yang berukuran kecil dan hidup di perairan tawar. Ostracoda adalah krustasea kecil yang memiliki cangkang seperti bivalvia. Copepoda merupakan zooplankton yang hidupdi laut. Adapun Cerripedia merupakan krustasea yang hidup menetap (sesil) dan bercangkang kapur yang keras, misalnya teritip (Balanus dan Lepas).
 Beberapa jenis Krustasea di perairan laut
 Unamunna Naherba, jenis krustasea terbaru yang ditemukan
 Jenis-jenis Krustasea di perairan laut dangkal

Selasa, 18 Februari 2014

VERTEBRATA : KELOMPOK HEWAN BERTULANG BELAKANG

    Vertebrata (subfilum Vertebrata atau Craniata) adalah kelompok hewan yang memiliki tulang belakang. Sekitar 45.000 spesies vertebrata diklasifikasikan kedalam lima kelas yaitu ikan, amfibi, reptilia, burung dan mamalia. Kelompok ini umumnya berperan sebagai konsumen pada sebuah ekosistem. Berbagai jenis vertebrata telah dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber bahan makanan dan binatang piaraan.
    Menurut catatan fosil, vertebrata diperkirakan hidup sejak periode kambrium sekitar 570 juta tahun lalu. Vertebrata pertama adalah Ostracoderma, yaitu kelompok ikan tidak berahang (Agnatha) yang memiliki kerangka luar dari bahan tulang. Seperti lampre (ordo Petromyzontiformes), Ostracoderma hidup dengan menghisap zat-zat organik dari air laut. Saat ini, vertebrata dapat ditemukan di habitat perairan maupun di daratan.
Belut laut
Tulang Belakang
    Vertebrata memiliki tubuh bilateral simetri (dapat dibagi menjadi dua simetri) dengan anggota gerak berupa kaki, sayap, dan sirip. Tulang belakang atau kolumna vertebralis tersusun atas serangkaian tulang yang disebut vertebrae. Tulang belakang tersebut berasal dari serabut saraf atau notochord yang terletak di sepanjang sumbu tubuh vertebrata. Selain sebagai pelindung tali saraf dorsal (spinal cord), tulang belakang juga berfungsi sebagai penunjang tubuh serta tempat perlekatan tulang dan otot. Selain tulang belakang, semua anggota vertebrata memiliki tengkorak atau cranium yang berfungsi sebagai pelindung otak.

Struktur Pelindung Tubuh
    Meskipun tidak memiliki kerangka luar, namun beberapa kelompok vertebrata memiliki struktur khusus yang berfungsi sebagai pelindung tubuhnya. Permukaan tubuh ikan dan reptilia umumnya ditutupi oleh sisik yang keras, sedangkan permukaan tubuh burung dan mamalia biasanya ditutupi oleh bulu atau rambut. Selain sebagai pelindung tubuh, bulu dan rambut berfungsi sebagai penyekat panas tubuh sehingga hewan ini dapat beraktivitas pada kisaran temperatur yang luas.

Sistem Pencernaan Makanan
    Proses pencernaan makanan pada vertebrata biasanya berlangsung di luar sel (ekstrasel) atau di dalam saluran pencernaan makanan. Makanan yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut akan dicerna secara mekanik dengan gigi dan secara kimiawi oleh enzim-enzim pencernaan. Secara garis besar, kelompok karnivora memiliki alat pencernaan yang lebih sederhana dibandingkan alat pencernaan herbivora. Makanan yang masuk melalui mulut biasanya dihaluskan terlebih dahulu dengan gigi. Kelompok Karnivora memilki gigi taring dan gigi geraham untuk merobek dan mengunyah daging. Gigi geraham pada kelompok herbivora biasanya memiliki struktur yang kuat untuk mengunyah tumbuh-tumbuhan. Adapun kelompok omnivora (termasuk manusia) umumnya memiliki gigi seri, gigi taring dan gigi geraham.

Reproduksi Sosial
    Hampir semua vertebrata berkembang biak melalui reproduksi seksual, baik secara bertelur maupun melahirkan anak. Akan tetapi beberapa jenis vertebrata seperti kelompok kadal yang hidup di wilayah Amerika Utara bereproduksi tanpa melalui proses perkawinan. Kelompok hewan ini berkembang biak secara partenogenesis,yaitu perkembangan sel kelamin tanpa melalui proses pembuahan. Hal ini terjadi karena individu jantan jarang ditemukan.

Siklostomata
    Siklostomata merupakan satu-satunya kelompok hewan tidak berahang (Agnatha) yang masih hidup sampai saat ini. Kelompok hewan bermulut penghisap ini terdiri dari dua ordo yaitu : ordo petromyzontiformes (lampre) dan Myxiniformes (belut laut). Tubuh siklostomata berbentuk bulat panjang atau silinder dengan ekor pipih. Semua anggota belut laut, termasuk Polistotrema stouti, hidup di laut. Adapun anggota Lempre dapat dijumpai di laut (misalnya Petromyzonmarinus) dan di habitat air tawar (misalnya Lampetra planeri)
 Belut laut Moray
 Belut Moa
 Struktur Lamprey
Lamprey Pasifik

Senin, 06 Januari 2014

ZOOLOGI

    Zoologi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari berbagai aspek kehidupan hewan. Ilmu ini masih dirinci lagi menjadi beberapa bidang ilmu seperti taksonomi hewan, morfologi hewan dan fisiologi hewan. Saat ini, zoologi diterapkan secara luas di berbagai bidang, terutama di bidang pertanian, peternakan, perikanan dan industri.
Zoologi mempelajari dunia fauna
    Perkembangan zoologi dimulai sejak masa Yunani kuno, terutama sejak Aristoteles (348-322 SM) menulis buku Historia Animalium. Buku ini memuat diskripsi berbagai hewan yang terdapat di wilayah Yunani dan Asia kecil. Pada masa Romawi, Pliny (27-79 M) menyusun diskripsi hewan dan tumbuhan dalam sebuah buku berjudul Historia Naturalis. Sejak saat itu, berbagai penelitian zoologi dilakukan oleh para ilmuwan seperti William Harvey (1578-1657), Karl von Baer (1792-1876), Claude Bernard (1813-1878) dan Charles Darwin (1809-1882).
Zoologi Invertebrata

Kajian Zoologi
    Saat ini, zoologi menitikberatkan kepada dua hal, yaitu kajian taksonomi hewan serta kajian struktur dan proses. Kajian taksonomi hewan mencakup bahasan tentang vertebrata (hewan bertulang belakang) dan Ivertebrata (hewan tidak bertulang belakang). Adapun kajian struktur dan proses dalam zoologi terangkum dalam morfologi hewan dan fisiologi hewan.
    Untuk melakukan pekerjaannya, para ahli zoologi mengadakan riset di berbagai tempat seperti di laboratorium, kebun bintang, dan museum. Selain itu, mereka juga mengadakan pengamatan dan penelitian di lapangan, seperti di hutan, laut, dan daerah kutub. Seperti ilmuwan biologi pada umumnya ahli zoologi memulai kegiatannya dengan mengadakan observasi atau pengamatan dan membuat hipotesis atau dugaan. Pada tahap selanjutnya, mereka membuktikan hipotesis tersebut melalui serangkaian eksperimen atau percobaan. Hasil eksperimen kemudian dilaporkan dan dipublikasikan dalam bentuk jurnal ilmiah.

Taksonomi Hewan
    Taksonomi hewan merupakan bidang ilmu zoologi yang mempelajari tentang penggolongan atau klasifikasi hewan. Invertebrata tercakup dalam beberapa kajian seperti entimologi (kajian tentang serangga) dan malakologi (kajian tentang moluska). Adapun vertebrata tercakum dalam empat kajian yaitu ichthyologi (kajian tentang ikan), ornitologi (kajian tentang burung), dan mamalogi (kajian tentang mamalia).
Taksonomi Annelida
Morfologi Hewan
    Morfologi hewan merupakan bidang ilmu zoologi yang mempelajari tentang struktur atau susunan tubuh hewan. Bidang ilmu ini mencakup beberapa kajian seperti histologi (kajian tentang jaringan hewan) dan sitologi (kajian tentang sel dan komponen-komponennya). Saat ini, kemajuan di bidang morfologi hewan didukung oleh pengembangan teknologi seperti mikroskop elektron, elektroforesis, kromatografi, dan perunut radioaktif (radioactive tracers).

Fisiologi Hewan
    Fisiologi hewan merupakan bidang ilmu zoologi yang mempelajari tentang proses dalam tubuh hewan. Bidang ilmu ini umumnya membahas tentang sistem organ beserta proses fisik dan kimia yang terjadi di dalamnya. Sistem organ yang tercakup dalam fisiologi hewan antara lain sistem sirkulasi atau peredaran darah, pencernaan, endoktrin atau kelenjar, ekskresi, koordinasi (syaraf) dan regulasi (hormon), respirasi dan reproduksi. Adapun proses fisik dan kimia yang berlangsung dalam tubuh hewan antara lain proses pertumbuhan dan metabolisme.

Embriologi dan Ethologi 
    Dalam penerapannya, zoologi terkait dengan cabang biologi yang lain seperti embriologi dan ethologi. Embriologi merupakan ilmu yang mempelajari perkembangan embrio hewan, mulai dari proses fertilisasi (pembuahan) sel telur sampai menjadi fetus atau janin. Embriologi mencakup kajian tentang aktivitas gen dalam perkembangan sel dan jaringan hewan. 
    Adapun Ethologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku dan kebiasaan hewan seperti perilaku kawin, makan dan mengasuh anak. Perilaku hewan biasanya dicatat di dalam daftar ethogram yang berisi deskripsi perilaku dan kebiasaan masing-masing spesies.
Avertebrata

Rabu, 25 September 2013

PROTOZOA : ORGANISME EUKARIOTIK BERSEL SATU

   
     Protozoa (subkingdom Protozoa) adalah kelompok organisme eukariotik bersel satu dari kingdom Protista yang berukuran mikroskopis. Sekitar 20.000 spesies protozoa diklasifikasikan menjadi empat felum yaitu filum Mastigophora atau Flagellata, Sarcodina atau Rhizopoda, Infusiora atau Ciliata, dan Apicomplexa atau Sporozoa. Meskipun beberapa anggota protozoa menimbulkan berbagai macam penyakit seperti malaria dan tripanosomiasis, namun kelompok organisme ini juga bermanfaat bagi manusia karena berperan penting dalam menjaga kesuburan tanah dan pengolahan limbah.

 Protozoa Bakteria
    Penyebaran protozoa meliputi perairan dan daratan, dari Arktik dan antartika sampai zona ekuatorial. Kelompok organisme ini hidup bebas, bersimbiosis dengan organisme lain, maupun hidup sebagai parasit. Panjang tubuh protozoa bervariasi sekitar 2-70 mm (10-6m). Sebagian besar protozoa membentuk kista (selaput tebal pada dinding sel) atau spora sebagai pelindung terhadap kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan.
 Sel Protozoa
 Sel Protozoa
    Meskipun terdiri dari satu sel, tubuh protozoa sangat kompleks karena berbagai kegiatan dasar kehidupan seperti pergerakan, pernapasan, makan dan perkembangbiakan berlangsung disini. Sel protozoa ditutupi plasma membran yang terbuat dari molekul protein dan lemak. Sel protozoa juga dilengkapi beberapa komponen seperti retikulum endoplasma, badan golgi, mitokondria, plastida dan vakuola. sel tersebut memiliki satu inti sel atau lebih. Sebagian besar anggota Ciliata memiliki dua buah inti sel yang disebut mikronukleus dan makronukleus.

Protozoa Holozik
Protozoa Holozik
    Menurut cara pengambilan makanannya, protozoa dikelompokkan menjadi empat yaitu protozoa holozoik, saprofitik, saprozoik dan holofitik atau autotrof. Protozoa holozoik memperoleh makanan dengan memangsa organisme lain seperti bakteri, jamur dan ganggang. Pengambilan makanan dengan cara menghancurkan substrat di sekitarnya dilakukan oleh protozoa saprofitik. Protozoa saprozoik mengambil bahan makanan dari organisme yang telah mati. Adapun protozoa holofitik atau autotrof menyelenggarakan proses fotosintesis untuk memperoleh makanannya.

Pembelahan Biner
    Pada umumnya, reproduksi protozoa berlangsung secara aseksual yaitu melalui pembelahan biner (pembelahan ganda). dan pembentukan tunas (budding). Pembelahan binner pada protozoa biasanya ditandai dengan pembelahan membram inti dan pembelahan sel menjadi dua sel anakan yang memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Adapun pembentukan tunas dapat berlangsung di dalam maupun di luar tubuh induk. Setelah dewasa, tunas anakan yang bersilia tersebut akan melepaskan diri dari induknya dan berenang di badan air untuk mencari subsrat baru. Apabila kondisi lingkungan tidak menguntungkan, protozoa dapat bereproduksi secara seksual, yaitu melalui konjugasi (peleburan dua gemet).
Jenis-jenis Protozoa
Anggota Protozoa
  • Mastigophora (Flagellata). Kelompok ini dilengkapi dengan flagela (bulu cambuk) sebagai alat pergerakan dan alat penangkap makanan. Anggota Mastigophora seperti Chlamidomonas dan Euglena mempnyai klrofil untuk berfotosintesis, sedangkan Trypanosoma gambiense dan Leismania tropica tidak memiliki klorofil.
  • Sarcodina (Rhizopoda). Kelompok ini bergerak dengan menggunakan kaki semu atau pseudopodia. Proses pencernaan makanan menggunakan rongga tubuh yang disebut vakuola makanan. Anggota Sarcodina meliputi Amoeba proteus, Entamoeba histolytica dan Globigerina bulloides.
  • Infusoria (Ciliata). Infusoria hidup di air tawar  atau di tempat yang lembab. Tubuhnya dilengkapi dengan silia (rambut getar) yang berfungsi sebagai alat pergerakan. Anggota Infusoria meliputi Paramecium caudatum, Balantidium coli, dan Votticella campanula.
  • Apicompexa (Sporozoa). Apicomplexa umumnya hidup sebagai parasit. Tubuhnya tidak memiliki alat gerak dan vokuola kontraktil sehingga kelompok ini bergerak dengan mengubah bentuk selnya. Anggota Apicomplexa meliputi Plasmodium malaria, Pneomatocystis carinii dan Isospora hominis.
 Anggota protozoa

Selasa, 12 Juli 2011

SIPUT : KELOMPOK INVERTEBRATA DI PERAIRAN TAWAR DAN LAUT

   
    Siput merupakan istilah umum untuk menyebut kelompok hewan invertebrata dari kelas Gastropoda yang berkaki lebar dan pipih sehingga membentuk kaki perut. Anggota terbesar moluska (filum Mollusca) ini hidup di daratan dan di perairan baik perairan tawar maupun laut. Selain bermanfaat sebagai sumber makanan dan dekomposer (pengurai), siput juga dapat merugikan manusia karena merusak tanaman pertanian dan menjadi perantara penyakit.

 Siput Laut
     Pada umumnya, siput laut seperti Strombus gigas dan Haliotis refescens (abalon merah) banyak dijumpai di daerah tropis terutama di habitat terumbu karang. Siput air tawar seperti Littorina litorea dan Lymnea javanica (siput atau keong sawah) menghuni habitat kolam, sungai, rawa, dan danau. Adapun siput darat seperti Achatina fulica (bekicot) dan Hellicina orbiculata hidup di daerah tropis dan daerah sub tropis.


Siput daun Gastropoda
Rotasi Tubuh
    Pada awalnya, siput memiliki tubuh bilateral simetri. Akan tetapi hewan ini berubah menjadi asimetri akibat adanya rotasi tubuh sebesar 180o. Rotasi tersebut menyebabkan bagian anus berbelok ke arah kepala, sedangkan kakinya tetap di tempat. Kepala siput dilengkapi dengan sepasang tentakel pendek yang berfungsi sebagai alat pembau dan peraba serta sepasang tentakel panjang yang berfungsi sebagai alat penglihat.
Keong Sawah
Epifragma
    Selain berfungsi sebagai pelindung organ visera (organ dalam) cangkang siput yang berbentuk spiral juga berguna untuk menghindari kekringan tubuh. Beberapa jenis siput mempunyai epifragma atau penutup lubang cangkang yang terdapat di bagian kaki. Lubang ini akan tertutup rapat bila siput menarik dirinya ke dalam cangkang. Pada saat bergerak, hewan ini mengerutkan kakinya dan membentuk gerakan bergelombang dari belakang ke depan. Siput kemudian merayap sambil mengikuti jejak lendir yang dikeluarkan oleh kelenjar mukosa di bagian depan kakinya.

Bekicot
Radula
    Siput air bernapas dengan dua buah insang yang terletak di dalam rongga mantel. Pada siput darat, bagian insang menjadi hilang atau mereduksi sehingga hewan ini bernapas dengan paru-paru. Siput darat umumnya merupakan pemakan tumbuh-tumbuhan (herbivora). Kelompok hewan in mengerat tumbuh-tumbuhan dengan lidah perut atau radula. Beberapa jenis siput laut bersifat karnivora. Kelompok hewan ini memangsa cacing atau siput lain. Oleh sebab itu, radula dari siput laut termodifikasi untuk menggigit, mencengkram, mengoyak dan memotong makanan.

Bekicot Hijau
Ovotestis
    Sebagian besar siput memiliki kelamin ganda atau bersifat hermafrodit, sedangkan sebagian yang lain memiliki kelamin tunggal. Meskipun bersifat hermafrodit, siput yang berkelamin ganda melakukan kopulasi atau perkawinan denagn individu lain, bukan dengan dirinya sendiri. Sel telur dan spermatozoa dihasilkan oleh satu organ yang disebut ovotestis. Proses pembuahan atau fertilisasi terjadi di dalam tubuh salah satu individu yang bertindak sebagai betina. Proses tersebut menghasilkan telur yang akan dilepaskan ke luar tubuh betina.

Hidangan dari keong sawah yang mengundang selera

Sumber : Ensiklopedi Umum Untuk Pelajar