"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)
Tampilkan postingan dengan label DANAU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DANAU. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Oktober 2017

JENIS-JENIS DANAU DAN MANFAATNYA BAGI KEHIDUPAN

   Sebagai salah satu tempat yang menampung banyak air, danau tidak hanya terdiri dari satu macam jenis saja. Danau ini ada beberapa macam. Macam- macam danau ini dilihat dari beberapa kategori. Artikel dalam postingan kali ini akan membahas mengenai macam- macam danau beserta dengan penjelasannya. Danau terdiri atas beberapa macam, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Danau Vulkanik
Jenis danau yang pertama dilihat dari proses terbentuknya adalah danau vulkanik. Danau vulkanik merupakan danau yang terjadi sebagai dampak letusan gunung berapi. Ketika gunung berapi meletus, kemudian terbentuk kawah yang luas di puncaknya. Ketika kawah tersebut terisi oleh air hujan, maka kawah tersebut akan menjadi danau. Danau sepeti ini banyak kita temui di Indonesia. Contoh danau macam ini antara lain danau kawah gunung Kelud dan Gunung Batur.

2. Danau Tektonik
Jenis danau yang kedua dilihat dari proses terbentuknya adalah danau tektonik. Berbeda dengan danau vulkanik, danau tektonik ini ditimbulkan akibat adanya gerakan tektonik atau bergesernya lapisan kulit Bumi, sehingga menimbulkan cekungan di permukaan kulit Bumi. Kemudian cenkungan yang terbentuk tersebut akan terisi oleh air (baik air hujan maupun air dari bendungan atau sungai atau lainnya), sehingga cekungan yang terisi air tersebut akan membentuk sebuah danau. Danau tektonik ini juga merupakan danau yang banyak ditemui di Indonesia. Contoh dari danau tektonik ini antara lain Danau Maninjau, Danau Tempe, Danau Poso, Danau Singkarak, Danau Sentani dan Danau Tondano.

 3. Danau Bendungan 
Jenis danau yang ketiga dilihat dari proses terbentuknya adalah danau bendungan. Jenis danau ini merupakan danau yang kebanyakan terbentuk karena buatan manusia, meskipun ada pula yang terbentuk karena proses alam. Danau bendungan ini merupakan danau yang terbentuk karena adanya aliran sungai yang dibendung. Pembendungan sungai ini bisa dilakukan karena perbuatan manusia maupun proses alam. Danau yang terbendung karena proses alam ini bisa dibentuk akibat adanya letusan gunung berapi yang kemudian akan menyumbat aliran sungai. Karena terbendungnya aliran sungai inilah air tidak bisa mengalir dan menyebabkan terbentuknya danau. Jenis danau bendungan yang bersifat alami contohnya adalah Danau Laut Tawar yang ada di Aceh. Sedangkan danau bendungan yang sengaja dibuat oleh manusia dengan memebndung aliran air sungai bisasa dikenal dengan istilah waduk. Contoh dari danau jenis ini adalah Waduk Jatiluhur di Jawa Barat, Waduk Sempor di Jawa Tengah, dan Waduk Karangkates dan Solorejo di Jawa Timur.

4. Danau Karst 
Jenis danau yang keempat dilihat dari proses terbentuknya adalah danau karts. Danau karst ini ini merupakan danau yang terjadi di daerah bertanah kapur sebagai akibat dari dari proses pelarutan terhadap batu kapur yang dilakukan oleh air hujan. Proses pelarutan kapur ini lama kelamaan akan membentuk sebuah cekungan dan cekungan tersebut akan terisi air, sehingga terbentuklah danau. Danau karst ini dibedakan menjadi beberapa macam lagi menurut ukurannya. Danau Karst yang mempunyai ukuran tidak terlalu luas disebut dengan lokva atau dolina. Lokva yang terdiri dari beberapa buah ini dapat berkembnag atau menjadi satu membentuk danau karst yang baru yang lebih besar dan bentuknya menyerupai piring yang disebut dengan Uvala. Danau karst ini banyak kita jumpai di sebelah selatan Pulau Jawa, tepatnya adalah di Kabupaten Gunung Kidul, Provins Daerah Istimewa Yogyakarta.
5. Danau Tekto-Vulkanik 
Jenis danau yang selanjutnya menurut proses terjadinya adalah danau vulkanik- tektonik. Danau vulkanik – tektonik ini merupakan danau yang terbentuk karena perpaduan tenaga vulkanik dan juga tektonik. Contoh dari danau ini adalah Danau Toba.

6. Danau Glasial
 
Jenis danau selanjutnya adalah danau glasial. Danau glasial ini merupakan danau yang terjadi karena adanya proses erosi glasial, yakni erosi yang terjadi pada gletser. Karena proses erosi inilah membentuk sebuah cekungan, dan cekungan tersebut terisi oleh air sehingga terbentuklah sebuah danau. Biasanya, danau jenis ini banyak dijumpai di daerah sekitar kawasan iklim kutub.  Danau glasial ini tidak dapat kita temukan di Indonesia karena di Indonesia tidak ada. Contoh dari danau ini antar lain adalah danau Michigan di Amerika Serikat, Danau St. Laurence di Kanada, Danau Superior, dan Danau Mc. Kanzie.
7. Danau Oxbaow Lake (Sungai Mati) 
Jenis danau selanjutnya adalah danau sungai mati. Danau sungai ini juga dinamakan sebagai Oxbow Lake. Danau sungai mati ini merupakan danau yang terjadi karena adanya aliran sungai yang terputus yang diakibatkan dari proses pembelokan arah alirah (mendering). Danau ini biasanya terbentuk di bagian hilir sungai. Danau jenis ini dapat kita temui di wilayah Indonesia. Contoh dari danau ini adalah danau di Sungai Barito yang berada di Pulau Kalimantan.

8. Danau Cirques
 
Jenis danau yang selanjutnya adalah danau Cirques. Danau cirques ini merupakan danau yang berasal dari pencairan es. Danau Cirques ini merupakan danau yang banyak dijumpai di wilayah pegunungan yang tinggi, yang mana sebagian dari tubuh pegunungan tersebut ditutupi oleh massa es.


9. Danau Laguna atau Haff 
Jenis danau yang selanjutnya adalah danau laguna atau danau haff. Danau laguna ini merupakan danau yang terbentuk karena adanya proses pengendapan materi yang terbawa arus sungai di daerah sekitar ekosistem pantai, sehingga arus sungai yang terbendung dengan laut bebas dan membentuk genangan air. Genangan air yang terbentuk ini merupakan campuran air tawar yang dibawa oleh sungai dengan air laut . Danau laguna ini merupakan danau yang jarang kita jumpai di Indonesia. Meskipun jarang, namun bukan berarti danau jenis ini tidak ada namun masih dapat kita jumpai di Indonesia. Hanya saja danau laguna yang terdapat di Indonesia ini berukuran sangat kecil.
Itulah beberapa macam danau berdasarkan proses pembentukannya. Danau- danau yang telah disebutkan di atas merupakan danau yang dapat kita temukan di wilayah Indonesia, namun sebagian lagi merupakan danau yang tidak dapat kita temukan di wilayah Indonesia.

Manfaat Danau Bagi Kehidupan


Beberapa manfaat danau ini antara lain sebagai berikut:
  1. Memenuhi kebutuhan air sehari hari
Manfaat dari danau yang pertama adalah memenuhi kebutuhan air sehari- hari. Manusia, biantang dan juga tumbuhan pastilah mempunyai kebutuhan terhadap air yang besar setiap harinya, maka danau ini membantu menyediakan kebutuhan air yang digunakan dalam kehidupan sehari- hari ini. Air yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari- hari ini bisa jadi untuk minum, membersihkan diri atau badan, serta membersihkan pakaian dan lain sebagainya.

Air yang digunakan pun adalah air yang tawar . Untuk membantu mengatasi problematika kebutuhan air tawar maka danau air tawar ini menyediakan air tawar yang bisa digunakan secara langsung oleh makhluk hidup. Namun, bukan hanya air tawar saja yang disuguhkan, jenis danau juga menyediakan macam air lainnya seperti danau air asin. Namun keberadaan danau yang paling umum kita ketahui dan kita temui adalah danau air tawar.
  1. Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
Fungsi danau yang selanjutnya adalah menjadi penyumbang pembangkit listrik. Danau bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air. Kekuatan air yang dimiliki oleh danau ini energinya bisa dirubah menjadi salah satu jenis pembangkit listrik. Hal ini tentu saja akan sangat bermanfaat bagi manusia sebagai pengguna listrik. Sehingga danau akan menunjang terbentuknya aliran listrik yang nantinya manfaat dari listrik tersebut akan kembali dirasakan oleh manusia.
Dengan adanya listrik maka kehidupan manusia akan lebih modern dan juga lebih mudah dan terarah. Listrik juga bisa dengan mudah membantu kehidupan manusia sehari- hari dalam berbagai bidang. Dan listrik bisa dihasilkan oleh beberapa macam jenis pembangkit listrik, seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA), Pembangkit Listrik tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik tenaga Surya (PLTS), Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dan lain sebagainya.
  1. Sebagai sarana atau sumber irigasi
Fungsi danau yang selanjutnya adalah sebagai sumber irigasi . Irigasi yang dimaksudkan adalah pengairan untuk mengairi area pertanian. Danau sebagai tempat yang menampung banyak air tawar akan sangat membantu untuk mengairi area pertanian. Dengan demikian pertanaian akan mendapatkan cukup air untuk memenuhi atau mengairi tanaman- tanaman yang ada di area tersebut.

Oleh karena itu pula tanaman- tanaman pertanian kita bisa menjadi lebih subur . Irigasi biasanya mengambil dari manfaat sungai . Namun jika ada danau di sekitar area pertanian tersebut maka air juga bisa didapatkan dari danau tersebut tanpa harus melalui sungai yang berada di sekitarnya.
  1. Membantu proses produksi barang
Danau juga bisa dimanfaatkan untuk membantu proses produksi barang. Hal ini biasa terjadi di pabrik- pabrik besar yang dalam kegiatan produksinya membutuhkan supply air yang banyak. Biasanya pabrik- pabrik besar demikian ini akan memanfaatkan air danau untuk memenuhi kebutuhannya. Air danau  yang banyak tersebut akan bisa melancarkan proses produksi sebuah pabrik.
Contoh pabrik- pabrik yang biasanya membutuhkan air yang banyak adalah pabrik pengolah makanan, fiber, dan juga biochemical. Selain pabrik, usaha- usaha kecil masyarakat pun juga membutuhkan peranan air. Oleh karena itulah danau juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan proses produksi barang yang akan mereka buat. Hal ini tentu saja akan melancarkan proses produksi dan secara tidak langsung, danau menjadi pendorong kemajuan ekonomi masyarakat.
  1. Sebagai salah satu sarana rekreasi atau wisata
Fungsi yang selanjutnya dari danau adalah danau sebagai salah satu tempat rekreasi. Hal ini sudah bukan menjadi hal baru lagi. Banyak danau- danau yang dibuka sebagai tempat wisata yang umumnya dikunjungi wisatawan. Hal ini karena pemandangan indah yang ditawarkan di sekitar danau. Danau memang biasanya dikelilingi oleh lingkungan  yang masih rindang atau memiliki banyak pohon. Hal ini tentu saja akan memberikan pemandangan yang sangat indah sehingga sangat sayang jika dilewatkan. Selain menikmati pemandangan, kita juga dapat menikmati berbagai wahana air yang telah disiapkan.

Beberapa danau yag telah dibuka untuk tempat rekreasi telah mempersiapkan atau menyediakan berbagai wahana air yang dapat dinikmati oleh para wisatawan, seperti perahu dayung, motor boat,  dan lain sebagainya. Selain wahana permainan air, ada juga danau yang menyediakan fasilitas bagi para pemancing. Hal ini tentu saja akan menarik perhatian dari kalangan pemancing khususnya untuk selalu rajin mengunjungi danau untuk menyalurkan hobinya. Danau ini juga merupakan wisata alam yang asri dan murah untuk semua kalangan. Danau cocok dijadikan tempat wisata baik sendiri, bersama keluarga, teman atau lainnya.
  1. Sebagai tempat memelihara ikan air tawar
Fungsi danau yang selanjutnya adalah sebagai tempat untuk budidaya ikan air tawar. Sebenarnya danau juga ada yang berisikan air asin, namun itu sangat jarang. Danau pada umumnya berisi air tawar dan berada di tengah- tengah daratan. Dengan adanya cekungan besar di tengah daratan ini maka kita akan mudah untuk memelihara atau membudidayakan ikan air tawar di danau tersebut. Namun dalam membudidayakan ikan air tawar nantinya harus disediakan makanan yang cukup bagi ikan- ikan tersebut. Biasanya makanan yang akan disediakan adalah makanan dari alam yang bisa berupa tumbuh- tumbuhan yang hidup di air tawar, seperti halnya enceng gondok dan lain sebagainya.
  1. Untuk pengembangan nilai budaya
Danau juga dapat digunakan untuk pengembangan nilai budaya lokal. Biasanya hal yang seperti ini masih bersifat tradisional. Sebagai contoh, danau bisa dijadikan tempat untuk upacara adat seperti larung sesajen ataupun sebagai tempat acara- acara adat lainnya. Kegiatan seperti  ini selain melestarikan nilai budaya, juga dapat merekatkan persaudaraan dan juga kerukunan antar masyarakat, sehingga masyarakat lokal pun akan semakin kuat hubungan persaudaraannya antara satu dengan yang lainnya.
  1. Sebagai sarana edukasi dan juga penelitian ilmiah
Danau juga bisa dijadikan tempat untuk belajar/ edukasi  dan juga penelitian ilmiah. Ada banyak sekali hal yang bisa dijadikan objek penelitian di danau. Tidak hanya air danau saja namun juga makhluk hidup yang ada di dalamnya juga  bisa digunakan sebagai objek penelitian. Hal ini tentu saja akan sangat bermanfaat bagi kita sebagai manusia. Karena kita akan dapat mengetahui apa saja yang terkandung di dalam danau beserta manfaatnya.
  1. Membantu proses penyuburan tanah
Keberadaan danau di tengah- tengah daratan akan mempu membentuk kesuburan pada tanah . Hal ini karena danau mengandung air yang dapat meresap ke dalam tanah- tanah yang ada di sekitarnya. Tanah yang ada di sekitar danau ini otomatis akan basah dan akan menjadi lebih subur daripada ketika kondisi sedang kering.
Oleh karena itulah kita mendapati bahwa tanaman- tanaman yang ada di sekitar danau ini tampak subur dan juga hijau. Hal ini tentu saja akan membawa keuntungan bagi manusia. Manusia bisa memanfaatkan tanah yang ada di sekitar danau untuk ditanami tanaman tertentu. Selain itu pohon- pohon yang ada di sekitar danau juga bisa dimanfaatkan untuk menjadi tempat bersantai pada siang hari. Kerimbunan daunnya akan bisa dimanfaatkan untuk berteduh sehingga menjadi tempat yang sangat nyaman.
  1. Sebagai wadah resapan air tanah sehingga dapat mengendalikan banjir dan juga erosi
Danau di daratan airnya selain di dapatkan dari mata air dari dalam tanah, juga didapatkan dari air hujan  yang turun di kawasan tersebut. Sebagian danau justru mengandalkan air hanya dari air hujan yang turun saja. Hal ini akan menjadikan danau sebagai tempat peresapan air tanah dan juga penampungan air hujan.
Dengan demikian danau ini akan membantu mencegah terjadinya banjir  apabila hujan yang turun cukup deras. Sehingga hal ini akan melindungi Bumi dari resiko terkena banjir. Selain banjir, danau juga akan menjauhkan tanah terkena erosi tanah karena sebagian besar hujan yang turun lebat akan menimbulkan terjadinya erosi tanah.
  1. Sebagai sarana olahraga
Danau juga mempunyau manfaat lain, yakni dipergunakan sebagai sarana olahraga. Banyak sekali olahraga air yang kita ketahui dan sering dilakukan oleh orang- orang, seperti jet ski, dayung, paralayang, dan lain sebagainya. Jika olahraga membutuhkan tempat atau sarana air yang cukup besar, maka danau bisa menjadi tempat untuk melakukan olahraga tersebut. Danau dengan ukuran yang cukup luas bisa digunakan sebagai tempat berolahraga secara umum karena bisa menampung orang yang olahraga dalam jumlah banyak. Selain itu danau juga bisa digunakan sebagai arena pertandingan olahraga air karena bisa menampung banyak peserta lomba.

Itulah beberapa manfaat yang dapt kita peroleh dari adanya danau ini. danau yang ada di sekitar kita atau berada di wilayah daratan tertentu pastilah mempunyai banyak manfaat, bahkan lebih dari yang telah disebutkan. Manfaat dari danau terkadang kita sadari ataupun tidak. Meskipun terkadang kita tidak menyadari kebermanfaatan dari danau ini, namun kita sebagai manusia wajib menjaga dan memelihara danau agar tetap lestari  sehingga tetap bisa memberikan manfaat bagi lingkungan dan juga makhluk hidup yang ada di sekitarnya.


Sumber Referensi : Ilmu Geografi.Com

DANAU : EKOSISTEM PERAIRAN DARAT YANG MEMPESONA


Pengertian Ekosistem Danau
    Sesuai dengan nama yang dimilikinya, ekosistem danau merupakan ekosistem yang cakupan wilayahnya berupa danau dan sekitarnya. Ekosistem sendiri merupakan interaksi timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Sedangkan danau merupakan ceruk atau sekungan yang terdapat pada permukaan Bumi dan terisi oleh air. Sehingga dapat dikatakan bahwa ekosistem danau ini merupakan hubungan dari beberapa populasi yang hidup di suatu ceruk atau cekungan terisi air di permukaan Bumi, dan saling mengadakan interaksi baik langsung maupun tidak langsung dengan lingkungannya (hubungan berupa timbal balik). Ekosistem danau ini termasuk ke dalam ekosistem air tawar, meskipun secara umum  air di danau bisa juga terisi air asin. Ekosistem danau ini tidak hanya meliputi di air saja, namun juga daratan yang ada di sekitar danau tersebut.

Ciri-Ciri Ekosistem Danau 
     Sebelumnya kita telah mengetahui bahwa di Bumi ini kita dapat menemukan beberapa macam eksosistem. Pada dasarnya memang ekosistem di Bumi dibagi menjadi dua macam, yakni ekosistem daratan dan juga ekosistem perairan. Namun ekosistem tersebut dipecah lagi menjadi beberapa macam. Ekosistem air terdiri dari beberapa macam, dan salah satu jenis dari ekosistem air adalah ekosistem air tawar. Ekosistem danau masuk ke dalam kategori ekosistem air tawar. Ciri- ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh ekosistem danau ini antara lain adalah:
  1. Terdapat variasi suhu yang tidak mencolok
Ekosistem danau ini mempunyai suatu ciri yakni mempunyai variasi suhu yang tidak mencolok. Ciri ini memang rata- rata dimiliki oleh ekosistem air tawar yang lain pula. Variasi suhu mempunyai arti bahwa suhu antara siang dan malam tidak terlalu mencolok perbedaannya. Terlebih di wilayah cekungan air. Biasanya cahaya matahari yang masuk tidak dapat menembus terlalu dalam, namun hanya beberapa meter saja. Sehingga hal ini tidak akan menimbulkan perbedaan jauh antara suhu siang dan suhu pada malam hari.
  1. Memiliki penetrasi cahaya yang kurang
Masih berkaitan dengan ciri yang pertama, yakni tentang cahaya matahari yang menyinari wilayah danau. Ekosistem danau ini merupakan ekosistem yang mempunyai penetrasi cahaya yang kurang. Hal ini karena sinar matahari hanya mampu menembus permukaan danau hingga beberapa meter saja, maka dari itulah wilayah air di danau memiliki penetrasi cahaya yang kurang.
  1. Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca
Karena letaknya di lingkungan daratan dan cakupan wilayahnya pun tidak luas, maka ekosistem danau ini sangat dipengaruhi cuaca dan juga iklim . Memang air di danau ini biasanya tidak pernah habis, namun ketika musim penghujan tiba, air danau juga bisa bertambah banyak. Selain itu, tingkat kesuburan di daratan sekitar danau ini juga tergantung pada cuaca maupun iklim. Di negara yang memiliki empat musim, mungkin saja air danau akan membeku menjadi es pada bagian permukaannya karena dipengaruhi oleh dinginnya udara di sana.
  1. Jenis tumbuhan didominasi oleh ganggang dan tumbuhan biji
Biasanya ekosistem danau ini mempunyai flora yang khas, yakni berupa ganggang dan tumbuhan biji. Selain itu, tumbuhan yang ada di danau ini merupakan tumbuhan yang sudah beradaptasi dengan lingkungan air tawar. Beberapa ciri dari tumbuhan yang yang hidup di air tawar antara lain:
  • Bersel Satu
  • Memiliki dinding yang kuat
  • Air masuk ke dalam sel hingga maksimal dan kemudian akan berhenti sendiri
  • Tumbuhan tingkat tinggi memiliki jangkar yang berupa akar sulur
  • Tumbuhan rendah, memiliki tekanan osmosis yang sama dengan tekanan osmosis lingkungan atau isotonis.
  1. Dihuni oleh hampir semua filum hewan
Ekosistem danau ini merupakan ekosistem air tawar dan biasanya dihuni oleh semua filum hewan. Ada salah satu hewan yang menghuni ekosistem air tawar (termasuk juga ekosistem danau) yaitu Nekton. Nekton merupakan hewan yang bergerak aktif dengan menggunakan otot yang kuat. Kemudian hewan tingkat tinggi yang berada di eksositem danau ini misalnya adalah ikan.
Itulah beberapa karakteristik atau ciri- ciri yang dimiliki oleh ekosistem danau ini. beberapa ciri yang disebutkan di atas juga dimiliki oleh ekosistem air tawar pada umumnya.

Komponen Ekosistem Danau
Seperti dengan jenis ekosistem yang lainnya, ekosistem danau juga mempunyai  komponen- komponen yang menyusun ekosistem danau tersebut. Komponen yang ada di ekosistem danau ini juga meliputi komponen biotik dan juga abiotik. Komponen abiotik merupakan komponen yang tidak hidup atau berupa benda mati, sedangkan komponen biotik merupakan komponen yang berupa makhluk hidup. Berikut ini merupakan komponen yang ada di dalam ekosistem danau:
  • Komponen biotik. Komponen biotik atau komponen hidup yang dimiliki oleh ekosistem danau ini jumlahnya banyak sekali, diantaranya adalah ikan, udang, alga, ganggang, enceng gondok, fitoplankton dan zooplankton, serta binatang air tawar dan tumbuhan air tawar lainnya.
  • Komponen abiotik. Selain komponen yang hidup, ada pula komponen yang tidak hidup. Komponen yang tidak hidup ini disebut sebagai komponen abiotik. Meskipun tidak hidup namun keberadaan komponen ini bisa mempengaruhi komponen- komponen yang lainnya yang terdapat di ekosistem tersebut. Beberapa komponen abiotik yang dimiliki oleh ekosistem danau ini antara lain adalah suhu, air , cahaya matahari, angin, batu , tanah, dan tingkat keasaman atau pH.       

Jenis-Jenis Ekosistem Danau
     Danau merupakan sebuah bentukan alam yang berupa cekungan dan terisi air, berisi di wilayah daratan dan dikeleilingi oleh daratan. Air yang ada di danau ini tidak melulu merupakan air tawar, namun ada pula air asin. Asal- muasal danau satu dengan danau yang lainnya pun juga tidak sama. Maka dari itulah danau ini dibedakan menjadai beberapa macam. Karena macam danau yang berbeda- beda, maka kita juga bisa mengatakan bahwa ada beberapa macam ekosistem danau ini. Berikut merupakan macam- macam ekosistem danau berdasarkan karakteristiknya masing- masing. 
1. Berdasarkan jenis airnya
Berdasarkan jenis airnya danau dibedakan menjadi beberapa macam yakni:
  • Danau air tawar, adalah danau yang berisikan dengan air tawar. Danau jenis ini biasanya memiliki suatu ciri khas, yakni mempunyai pelepasan yang berupa sungai . Contoh danau air tawar ini adalah danau Toba di Sumatera Utara.
  • Danau air asin, adalah danau yang diisi oleh air yang rasanya asin. Berbeda dengan danau air tawar yang memiliki pelepasan berupa sungai, danau air asin ini justru tidak memiliki pelepasan berupa aliran air. Hal ini karena biasanya danau air asin adalah tujuan akhir dari sungai- sungai tersebut. Satu- satunya pelepasan yang dimiliki oleh danau ini hanyalah penguapan. Contoh danau air asin ini adalah danau Sentani di Papua.
  • Danau air asam. Jenis danau berdasarkan airnya yang ketiga adalah danau air asam. Seperti kedua danau sebelumnya, danau air asam ini adalah danau yang memiliki air tingkat keasaman tinggi. Air yang mengisi danau ini merupakan air yang berasal dari belerang. Danau air asam ini biasanya adalah kawah gunung berapi yang berisi oleh air hujan dan airnya berwarna hijau kekuning- kuningan. Contoh danau air asam ini adalah danau Tangkuban Perahu di Jawa Barat.                                
2. Berdasarkan kapasitas airnya
Berdasarkan kapasitas airnya, danau dibedakan menjadi beberapa macam berikut ini:
  • Danau permanen, yakni merupakan danau yang mana kapasitas airnya tidak dipengaruhi oleh musim. Sehingga volume air yang ada di danau tersebut tidak bergantung pada musim.
  • Danau temporer, yakni merupakan danau yang mana kapasitas airnya dipengaruhi oleh musim. Kapasitas air yang mengisi danau ini bersifat fluktuaktif, yakni meluap pada saat musim penghujan tiba dan surut ketika musim kemarau tiba.
3. Berdasarkan produksi materi organiknya
Berdasarkan produksi materi organiknya, danau dibedakan menjadi beberapa macam berikut ini:
a. Danau Oligotropik –  yaitu danau yang kekurangan makanan karena fitoplankton yang ada di danau tersebut, yaitu daerah limnetik tidak atau kurang produktif.
Danau oligotropik ini mempunyai ciri- ciri yaitu :
  1. Memiliki air yang jernih
  2. Dihuni oleh sedikit makhluk hidup
  3. Terdapat oksigen sepanjang tahun di dasar danau tersebut    

b. Danau Eutrofik – yaitu wujud lawa dari dari danau oligotropik. Danau eutrofik ini merupakan sebuah danau yang dangkal dan kaya dengan makanan karena fitoplankton di daerah limnetik pada danau ini sangatlah produktif.
Sama seperti danau oligotropik, danau eutrofik ini juga mempunyai ciri- ciri khusus, yaitu:
  1. Memiliki air yang keruh
  2. Terdapat berbagai macam organisme
  3. Oksigen di danau ini hanya terdapat di daerah profundal saja.
  4. Berdasarkan proses terbentunya, danau dibedakan menjadi beberapa macam, yakni:
c. Danau tektonik – Danau tektonik adalah danau yang terbentuk oleh tenaga endogen yang bersumber dari gerakan- gerakan tektonik, seperti cekungan- cekungan akibat patahan dan juga lipatan.
Contoh dari danau tektonik ini adalah Danau Tempe, Danau Tondano, dan juga Danau Towuti yang berada di Sulawesi.
  • Danau vulkanik. Jenis danau selanjutnya dari proses terbentuknya adalah danau vulkanik. Sesuai dengan namanya, danau ini merupakan danau bekas gunung berapi . Air yang ada di danau ini berasal dari air hujan yang turun dan kemudian tertampung dalam lubang kepundan atau kaldera. Contoh dari danau vulkanik antara lain Danau Kawah Gunung Kelud, Gunung Batur, dan Gunung Galunggung.
  • Danau Vulkano – Tektonik. Jenis danau ketiga berdasarkan proses terbentuknya adalah danau vulkano – tektonik. Danau jenis ini merupakan danau yang terbentuk karena gabungan proses vulkanik dan juga proses tektonik. Patahan atau depresi yang terjadi pada bagian permukaan Bumi pasca letusan. Dapur magma yang saat itu telah kosong menjadi tidak stabil, sehingga hal ini menyebabkan pemerosotan atau patah. Kemudian cekungan akibat patahan tersebut diisi oleh air. Contoh danau jenis ini adalah danau Toba yang berada di Sumatera Utara.
Itulah beberapa macam danau jika dilihat dari karakteristiknya yang berbeda- beda. Untuk mengetahui lebih lengkap dan jelas lagi mengenai danau ini bisa dibaca macam- macam danau.

Pembagian Daerah pada Danau
Seperti halnya sumber air yang lainnya, danau ini juga mempunyai pembagian daerah yang berbeda- beda. Daerah- daerah yang ada di danau dibedakan menurut tingkat kedalamannya. Pembagian daerah- daerah yang ada didanau ini adalah sebagai berikut:
  1. Daerah Litoral
Daerah pertama yang akan kita temui ada di danau adalah daerah litoral. Daerah litoral ini merupakan daerah yang dangkal. Di daerah ini dapat kita temui cahaya matahari yang menembus dengan optimal. Daerah litoral ini mempunyai ciri- ciri, yakni sebagai berikut:
  • Merupakan daerah yang dangkal
  • Cahaya matahari dapat menyinari secara optimal
  • Mempunyai air yang hangat
  • Apabila terdapat tumbuhan air, maka tumbuhannya adalah tumbuhan yang berakar dan daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan air.
  • Hewan yang berada di daerah ini biasanya adalah ganggang yang melekat, siput, remis, crustacea, ikan, serangga, amfibi, reptil air, reptil semi air (seperti kura- kura, itik, angsa, ular), dan mamalia.
  1. Daerah Limnetik
Daerah selanjutnya adalah limnetik. Daerah limnetik ini merupakan daerah yang terletak jauh dari tepi danau. Daerah ini masih bisa ditembus oleh cahaya matahari. Sebagaimana daerah litoral, daerah limnetik ini juga  mempunyai ciri- ciri khusus. Ciri- ciri dari daerah limnetik ini antara lain adalah:
  • Berada jauh dari tepi danau
  • Dihuni oleh berbagai macam fitoplankton, ganggang, dan cyanobaktery
  • Masih bisa disinari oleh cahaya matahari
Di daerah limnetik ini ganggang dan juga fitoplankton melakukan fotosintesis dan berkembang biak. Perkembangbiakan dengan kecepatan tinggi terjadi ketika musim panas dan juga musim semi. Di daerah limnetik ini pula terjadi peristiwa memakan dan dimakan. Fitoplankton dimangsa oleh zooplankton dan udang- udangan kecil. Zooplankton dan udang- udangan kecil dimangsa oleh ikan- ikan kecil, lalu ikan- ikan kecil dimangsa oleh ikan- ikan besar. Dan ikan- ikan besar dimangsa oleh ular, kura- kura, dan juga burung- burung pemakan ikan.
  1. Daerah Profundal
Daerah danau yang selanjutnya adalah daerah profundal. Daerah profundal ini merupakan bagian dari perairan ekosistem danau yang terletak di bagian dalam dan tidak dapat ditembus oleh cahaya matahari. Ciri-ciri daerah profundal ini antara lain:
  • Terletak di perairan bagian dalam
  • Tidak dapat ditembus oleh cahaya matahari
  • Dihuni oleh cacing dan mikroba
Di daerah ini, cacing dan juga mikroba menggunakan oksigen yang ada di air untuk  melakukan interaksi. Interaksi ini dilakukan dengan melalui respirasi seluler mendekomposisi detritus yang dibawa dari daerah limnetik.
  1. Daerah Bentik
Daerah selanjutnya adalah daerah bentik. Daerah bentik merupakan dasar dari danau yang merupakan tempat bentos dan juga organisme yang telah mati terdekomposisi. Daerah bentik ini juga mempunyai ciri- ciri tertentu. ciri- ciri dari daerah bentik ini antara lain adalah:
  • Terdapat di bagian dasar danau
  • Merupakan tempat bentos berada
  • Tempat organisme mati terdekomposisi
  • Tidak dapat ditembus cahaya matahari.
Itulah beberapa bagian- bagian dari danau atau daerah- daerah yang dimiliki oleh danau. Daerah- daerah tersebut pastilah ada di setiap danau. Hal ini karena pembagian daerah- daerah tersebut berdasar pada kedalaman dan juga letaknya.
 
Manfaat Ekosistem Danau
    Ekosistem danau ini terdiri atas berbagai macam tumbuhan dan juga hewan- hewan. Oleh karena itulah ekosistem danau ini mempunyai manfaat yang sangat banyak, bukan hanya bagi makhluk hidup namun juga bagi lingkungan dan juga Bumi. Beberapa fungsi atau manfaat yang dapat diperoleh dari ekosistem danau ini antara lain adalah sebagai berikut:
  1. Merupakan sumber plasma nutfah yang berpotensi sebagai penyumbang berbagai bahan genetik.
  2. Merupakan tempat berlangsungnya siklus hidup jenis flora maupun fauna yang bersifat penting – Seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya danau ini merupakan tempat hidup berbagai jenis flora dan fauna. Selain sebgaai tempat hidup, tentu saja disitu juga terjadi peristiwa interaksi hingga siklus hidup flora dan faunan tertentu.
  3. Merupakan sumber air bersih yang serbaguna yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berada di lingkungan sekitarnya – Air yang ada di danau merupakan air yang bersih. Apabila danau tersebut merupakan jenis danau air tawar, maka air danau tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kepentingan. Diantaranya adalah kepentingan rumah tangga, industri, maupun pertanian (untuk mengairi lahan persawahan atau ladang).
  4. Merupakan tempat menampung air bersih – Danau juga sangat  berfungsi sebagai tempat menampung air bersih, baik itu air hujan, aliran permukaan, sungai- sungai maupun air bawah tanah. Hal ini akan sangat berguna sebagai tempat menampung cadangan air, sehingga air ini dapat digunakan ketika musim kemarau tiba.
  5. Memelihara iklim mikro – Iklim mikro ini merupakan iklim yang mencakup wilayah sempit, yakni yang ada di daerah sekitar saja. Keberadaan danau ini dapat memperbaiki iklim mikro di sekitar daerah danau tersebut karena dapat mempengaruhi kelembaban dan juga curah hujan.
  6. Sebagai sumber listrik – Air danau juga bisa dijadikan sebagai sumber pembangkit listrik, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Air.
  7. Sarana rekreasi keluarga Danau juga berfungsi sebagai tempat reskreasi keluarga yang indah. Di danau ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan, seperti memancing, berkeliling danau meggunakan perahu, maupun sekedar menikmati pemandangan alam yang ada di sekitarnya. Danau juga bisa berfungsi untuk rilexsasi dan refresing untuk menikmati suasana hati yang tenang dengan suguhan pemandangan alam yang indah di sekitarnya.
  8. Sebagai tempat hidup atau habitat beragam makhluk hidup – Ekosistem danau, di tempat inilah berbagai macam tumbuhan dan juga hewan, siklus hidup maupun rantai makanan yang mereka punyai. Karena di danau inilah berbagai macam binatang dan tumbuhan tersebut dapat lestari dan menjadi kekayaan alam.
  9. Sebagai sarana edukasi. – Ekosistem danau juga mempunyai fungsi sebagai sarana edukasi atau pendidikan tentang ketergantungan makhluk hidup terhadap lingkungannya. Danau bisa dijadikan sebagi objek penelitian tentang seberapa besar pengaruh danau terdahap binatang dan tumbuhan yang hidup disekitarnya, maupun tentang apa saja yang terkandung dalam danau tersebut.     
Itulah beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan dari ekosistem danau. Selain manfaat yang telah disebutkan di atas, masih banyak manfaat- manfaat lainnya dari ekosistem danau ini baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari.

Sumber Referensi :  Ilmu Geografi.Com


Rabu, 28 Juni 2017

DANAU : BENTANG ALAM PERAIRAN DI DARATAN

    Danau adalah kumpulan air luas yang dikeliingi daratan. Danau terdapat hampir di seluruh pelosok bumi. Ada danau yang terletak di kawasan sangat tinggi dan ada pula di bawah ketinggian permukaan laut. Sejumlah besar danau terletak di kawasan yang pada masa silam tertutup gletser. Di kawasan pegunungan, aliran gletser mengikis tanah hingga tercipta lembah dalam yang kemudian terisi air. Di daerah yang tidak bergunung, gletseir membuat celah di tanah dan menggenanginya ketika mencair. Kawasan lain yang memiliki banyak danau adalah daerah yang terletak di lapisan batu kapur. Di daerah batu kapur, air bawah tanah lambat laun mengikis bebatuan hingga merengkah dan permukaan atasnya anjlok hingga terbentuk celah besar yang menjadi danau setelah terisi dengan air.
Animasi Danau di Taman Nasional Yellow Stone, Amerika Serikat
Air Danau
    Sebagian danau terisi dengan air sungai dan aliran air pegunungan. Danau lain tampaknya tidak memiliki aliran air masuk, tetapi hanya terisi dengan mata air atau sungai bawah tanah. Bahkan ada danau yang memiliki pasokan air, namun tidak memiliki aliran pembuangan, misalnya danau Great Salt Lake di Utah, Amerika Serikat.

Danau Mati
    Danau yang kini masih ada pada suatu ketika bisa saja menghilang atau mengering karena perubahan cuaca atau perubahan aliran air yang menggenanginya. Letusan gunung api dan gempa bumi bisa mengubah permukaan daratan di seputar danau dan menyebabkan danau mengering. Dengan kata lain, danau bisa saja mati atau kering karena airnya tersedot ke himpunan air lainnya.

Habitat Danau
    Dalam danau tercipta dunia flora dan fauna sendiri. Ada tumbuhan di bawah permukaan air, ada yang berakar di dasar danau, dan ada pula yang mengambang. Vegetasi ini menjadi sumber makanan bagi hewan air, seperti serangga air, siput, penyu dan ikan. Danau juga menjadi habitat berbagai jenis burung seperti itik, belibis, angsa dan flamingo. Bagi hewan darat, danau juga menjadi sumber air minum dan makanan.
Animasi Danau Gunung Matterhorn Swiss
Manfaat Danau
    Adanya danau besar di suatu wilayah mempengaruhi kehidupan penduduk di sekitarnya. Danau berpengaruh pada cuaca yang mencakup kawasan luas. Pada musim panas, udara di sekitar danau tidak sepanas di tempat lain karena angin yang bertiup di permukaan danau membawa udara sejuk. Pada musim dingin danau tidak begitu cepat dingin seperti daerah lain serta menciptakan udara yang lebih hangat. Selain itu, dapat digunakan untuk irigasi pertanian, air minum, pembangkit listrik dan rekreasi.

Sabtu, 26 Desember 2015

DANAU-DANAU YANG UNIK DAN INDAH DI DUNIA

    Danau yang terbentuk secara alami merupakan karunia Allah SWT yang terjadi dari beberapa peristiwa alam yang kadang manusia awam dan ilmuwan dibuat terkejut dan terheran-heran. Warna air danau yang bisa beubah-ubah dan tidak umum seperti Merah, Hijau atau kecoklatan membuat kita yang melihatnya berdecak kagum akan keindahannya. Danau-danau yang terbentuk karena peristiwa tenaga Endogen seperti vulkanisme dan Tektonisme dan disertai gejala-gejala alam pada proses terbentuknya menjadikan beberapa danau memiliki warna air yang bermacam-macam. Indonesia termasuk negara yang memiliki danau-danau indah seperti Danau tiga warna Kalimutu di Pulau Flores Nusa Tenggara Timur atau danau kawah Ijen yang berwarna hijau kebiruan menjadikan daya tarik wisatawan manca negara.
   Ada beberapa Danau alami yang letaknya sulit dijangkau namun ketika kita berhasil mencapainya akan terasa puas melihat pemandangan bagai di surga seperti Ranu Kumbolo di Gunung Semeru dan Danau Segara Anak di Gunung Rinjani, Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Demikian pula danau-danau di belahan muka bumi lain yang menjanjikan pemandangan indah dan menakjubkan seperti Danau Crater dan danau Yosemite-Yellowstone di Amerika Serikat yang terbentuk hasil letusan Gunung berapi dan Geyser atau mata air panas yang mengalir berpadu dengan salju didaerah yang dingin . 
   Negara Kanada yang dijuluki negeri sejuta Danau juga memiliki danau-danau yang indah dengan latar belakang Pegunungan bersalju dan langit biru cerah, ditambah keasrian wilayah Kanada yang sebagian besar merupakan wilayah Tundra menciptakan danau-danau yang panoramanya sangat indah. Bagaimana dengan daerah padang pasir yang tidak memiliki hutan dan wilayahnya sejauh mata memandang hanya terlihat gurun panas dan gersang ? Memang di daerah padang pasir sulit menemukan sumber air seperti danau. Kalaupun ada sungai, sungai ini hanya periodik terisi air yang kita kenal dengan sebutan wadi. Kebanyakan sungai di daerah gurun terletak di bawah permukaan tanah dan mengalir di bawah tanah yang kemudian muncul ke permukaan berbentuk  mata air yang tidak ada habisnya atau lebih kita kenal dengan sebutan Oase.
   Oleh karena itu negara-negara yang dianugrahi air berlimpah terutama sungai-sungai yang mengalir jernih dengan danau-danaunya yang asri dan indah mestinya bersyukur dan ikut bersama-sama dalam usaha pelestarian dan penyelamatan Bumi kita yang dari tahun ke tahun temperaturnya semakin panas.
Danau Abraham, Kanada
Danau Blue Nelson, Selandia Baru
Danau Sichuan 1, Cina
Danau Sichuan 2, Cina
Danau Sichuan 3, Cina
Danau Sichuan 4, Cina
Danau Sichuan 5, Cina
Danau Sichuan 6, Cina
Danau Sichuan 7, Cina
Danau Sichuan 8, Cina
Danau Sichuan 9, Cina
Danau Sichuan 10, Cina
Danau Sichuan 11, Cina
Danau Sichuan 12, Cina
Danau Crater, Amerika Serikat
Danau Pink, Australia
Danau Tahoe, Amerika Serikat
Danau Garam Ezeur, Tunisia
Danau Hillier, Australia
Danau Emerald, Selandia Baru
Danau Flinders Range, Australia Selatan
Danau Fly Geyser, Nevada Amerika Serikat
Danau Glyesslin, Wales Utara Inggris
Danau Grand Prismatic, Amerika Serikat
Danau Issyk-Kull, Kirgiztan
Danau Beuty Valley, Kanada
Danau Katmai Kaldera, Alaska
Danau Kawah Ijen, Jawa Timur Indonesia
Danau Kliluk, Kanada
Danau Rose Ratba Strawberry, Senegal
Danau Laguno Coloroda, Columbia
Danau Johson, Quebeec, Kanada
Danau Loktak, India
Danau Luise, Kanada
Danau Moroeine, Kanada
Danau Oasis Ummu-Amma, Aljazair
Danau Tasmania, Australia
Danau Takepo, Selandia Baru
Danau Tianchi, Perbatasan Cina-Korea Utara
Danau Towada, Jepang