"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)
Tampilkan postingan dengan label MAMALIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAMALIA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Desember 2016

KUDA : MAMALIA PELARI CEPAT

   
   Kuda Pacuan
 Kuda merupakan kelompok hewan berkuku ganjil dari suku Equidae yang sering dijadikan sebagai sarana transportasi karena kecepatan, kekuatan, dan daya tahannya. Herbivora yang termasuk bangsa Perissodactyla ini juga mencakup keledai, bagal, dan zebra. Selain sebagai sarana transportasi kuda dibudidayakan oleh manusia sebagai sarana hiburan dan olahraga.

 Kawanan kuda liar
     Nenek mmoyang kuda modern yaitu Hyracotherium atau Eohippus diperkirakan hidup sejak 54 juta tahun yang lalu. Kuda purba tersebut memiliki tinggi badan sekitar 60 cm. Kuda piaraan (Equus caballus) berasal dari domestikasi atau penjinakkan kuda liar yang dilakukan sekitar 6.000 tahun yang lalu. Satu-satunya kuda liar yang masih hidup hingga saat ini yaitu kuda przewalski (Equus caballus przewalkskii), hanya dapat dijumpai di berbagai kebun binatang dan suaka margasatwa di seluruh dunia.

Kuda Mumstang
Kaki Kuda
    Ukuran tubuh kuda beragam, mulai dari kuda poni falabella yang tingginya 48 cm dan bobotnya 14 kg sampai kuda shire yang tingginya 1,8 m dan bobotnya 1.450 kg. Kuda memiliki kaki yang kuat dan panjang dengan kuku keras sehingga berlarinya mencapai 70 km/jam. Telapak kakinya dilengkapi dengan bantalan kuku yang berfungsi sebagai peredam getaran pada saat berlari. Bagian tengkuk kuda biasanya ditumbuhi surai. Gigi kuda jantan umumnya berjumlah 40 buah, sedangkan gigi kuda betina berjumlah 36 buah. Hewan berekor panjang ini memiliki indera pendengaran, penciuman dan penglihatan yang tajam.
Gadis Ukraina Dan Kuda Pacuan
Pemakan Rumput
    Masa hamil kuda berlangsung sekitar 11 bulan. Induk betina biasanya melahirkan 1-2 ekor anak kuda. Anak kuda tersebut akan belajar berdiri sekitar satu jam setelah dilahirkan. Induk kuda selanjutnya menyusui anaknya sampai anak kuda berumur sekitar 6 bulan. Secara alamiah, kuda merupakan pemakan rumput. Meskipun demikian, para peternak kuda biasanya memberikan jerami dan biji-bijian (misalnya jagung dan pelet) sebagai pakan kuda.

Kuda Arab 
Kuda Piaraan
    Kuda piaraan dapat dikelompokkan menjadi tiga tipe, yaitu kuda beban, kuda tunggang dan kuda poni. Kuda beban seperti kuda shire, kuda suffolk dan kuda percheron biasanya digunakan untuk menghela gerobak dan menggarap ladang. Adapun varietas seperti kuda arab dan kuda thoroughbred sering digunakan sebagai kuda tunggang atau kuda pacuan. Kuda poni umumnya memiliki tinggi tubuh kurang dari 148 cm. Beberapa spesies poni antara lain poni wels, poni dartmoor, poni dale, dan poni shetland.
Keledai
Keledai
    Keledai merupakan kelompok kuda yang tubuhnya lebih kecil daripada kuda biasa, yaitu sekitar 1,25 meter tingginya. Selain memiliki telinga yang lebih panjang daripada kuda biasa, keledai juga memiliki surai yang pendek dan tegak. Berdasarkan tempat tinggalnya, keledai liar dibagi menjadi dua jenis yaitu keledai liar afrika (Equus asinus) dan keledai liar asia (Equus hemionus).
Bagal
Bagal
    Bagal atau mule merupakan kuda hasil persilangan antara kuda betina dan keledai jantan. Adapun persilangan antara kuda jantan dan keledai betina disebut hinny. Bagal umumnya digunakan sebagai kuda beban. Kuda ini biasanya mandul, tetapi terkadang begal betina dapat memberikan keturunan. Sama seperti keledai bagal digunakan sebagai kuda beban pengangkut manusia dan juga barang bawaannya.
Kuda Poni

Jumat, 30 Desember 2016

KERBAU : MAMALIA YANG GEMAR BERKUBANG DI LUMPUR

 
     Kerbau adalah kelompok ruminansia (hewan pemamah biak) dari suku Bovidae yang berkulit abu-abu kehitam-hitaman, berbulu tipis, bertanduk dan gemar berkubang di lumpur. Kelompok ini mencakup kerbau india (bubalus bubalis), kerbau afrika (Syncerus caffer), bison (Bison sp) dan anoa (Anoa sp). Umumnya kerbau di Indonesia adalah kerbau india. Selain tenaganya, manusia juga memanfaatkan hewan herbivora ini untuk memperoleh daging, susu, tanduk, kulit dan fasesnya (untuk pupuk).
 Kawanan Bison di Amerika Utara
     Kerbau india dan kerbau afrika memiliki tinggi bahu sekitar 1,5 m dan bobot sekitar 800-900 kg, sedangkan anoa memiliki tinggi bahu sekitar 1 m dan bobot sekitar 300 kg. Ukuran tubuh bison biasanya lebih besar daripada ketiga jenis kerbau yang lain. Tinggi bahu bison mencapai 1,5-2 m dan bobot badan sekitar 1.000 kg. Seperti anggota bangsa Artiodactyla yang lain, kerbau memiliki kuku yang berjumlah genap dan terbelah dua.
Kerbau India
Serat Kasar
    Kerbau dan sapi tergolong dalam kelompok hewan ruminansa, namun kerbau memiliki kemampuan yang lebih tinggi dalam hal mencerna serat kasar daripada sapi. Kerbau memiliki kemampuan tersebut karena jumlah mikroorganisme pada organ pencernaannya lebih banyak daripada organ pencernaan sapi. Pakan kerbau biasanya berupa rumput, dedaunan dan jerami.

Kerbau India selesai berendam di lumpur
Kerbau India
    Berdasarkan sifat dan cara hidupnya, kerbau india dibagi menjadi dua kelompok yaitu kerbau air dan kerbau lumpur. Kerbau air atau kerbau sungai gemar berendam di air, sedangkan kerbau lumpur gemar berendam di lumpur atau rawa. Kerbau air banyak dipelihara oleh petani dan peternak di pulau Sumatera. Tenaga kerbau ini biasanya dimanfaatkan untuk membajak sawah atau ladang maupun untuk memperoleh susunya. Adapun kerbau lumpur biasanya dipelihara oleh petani dan peternak di Pulau Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Kerbau ini dimanfaatkan sebagai tenaga pembajak sawah atau ladang dan sebagai sumber daging.

Kerbau Afrika
Kerbau Afrika
    Ciri khas kerbau afrika adalah tanduk besar yang menyatu pada bagian pangkalnya dan melengkung ke atas. Kerbau ini terdiri dari dua sub spesies yaitu kerbau sabana (Syncerus caffer caffer) dan kerbau hutan (Syncerus caffer nanus). Kerbau ini hidup berkelompok di kawasan konservasi di Afrika, antara lain di Taman Nasional Kruger (Afrika Selatan).
    Dulu kerbau afrika terdapat di seluruh kawasan selatan Gurun Sahara, namun kini sudah berkurang karena penyakit dan perburuan. Hewan ini melahirkan seekor anak dengan mengandung 11 bulan. Kerbau afrika termasuk salah satu hewan paling berbahaya bagi manusia, terutama ketika terluka. Hewan ini cukup liar belum pernah dijinakkan.
Bison selesai melahirkan anaknya
Bison
    Bison adalah kerbau yang hidup di Amerika Utara dan Eropa. Hewan ini memiliki beberapa ciri khas, antara lain punuk di bagian depan bahu dan tanduk yang pendek. Selain itu, bagian belakang tubuhnya meramping. Bulu mirip wol berwarna cokelat tua menutupi bagian depan tubuhnya. Baik bison jantan maupun betina bertanduk, namun tanduk jantan lebih besar dari tanduk betina. Sejak tahun 1830 populasi bison menurun akibat perburuan. Kini sekitar 200.000 bison hidup di kawasan konservasi dan peternakan (Ranch) di Amerika Utara.

Kawanan Bison di sekitar sungai , wilayah Kanada
Perkembangbiakan
    Masa perkembangbiakan kerbau india biasanya terjadi pada akhir musim hujan, sedangkan bison berlangsung sekitar bulan Juli sampai September. Setelah mengalami masa kehamilan selama 8-12 bulan, kerbau melahirkan seekor anak.

KANCIL : MAMALIA MUNGIL YANG PEMALU

    Kancil adalah nama berbagai spesies mamalia pemamah biak berukuran kecil dari suku Tragulidae (bangsa Artiodactyla). Kancil termasuk hewan malam yang pemalu dan soliter. Hewan ini terdapat di Asia dan Afrika, dan terkenal cerdik dan biasa mengelabui pemburunya dengan berpura-pura mati.
    Kepala kancil kecil, moncongnya panjang dan lancip. Tungkainya kurus, tungkai depan lebih pendek dibanding tungkai belakang. Bulunya pendek berwarna cokelat dengan garis dan bintik-bintik putih. Tingginya sekitar 30 cm. Warna badannya cokelat kemerah-merahan dengan garis putih pada kerongkongan, bercak hitam di punggungdan sisi badan, serta putih kekuning-kuningan pada sisi dalam ekor dan tungkainya. Kancil jantan memiliki taring panjang (3 cm) yang mencuat ke luar dari rahang atasnya ke arah bawah.

 Kancil Jawa (Tragulus Javanicus)

Habitat Kancil
    Kancil banyak dijumpai di hutan atau semak-semak kering di tepi sungai pada daerah berketinggian 0-600 meter di atas permukaan laut. Hewan yang aktif mencari makanan pada malam hari ini hidup menyendiri dan sering bersembunyi di balik semak atau menyusup di antara tumbuhan lebat. Kancil terdapat di hutan lebat Afrika Tengah, Afrika Barat, India dan Asia Tenggara. Di habitatnya kancil makan dedaunan dan rerumputan. Berbeda dengan hewan pemakan rumput lain yang biasa merumput dalam kelompok yang cukup besar, kancil lebih sering mencari makan secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari pemangsa. Pemangsa hewan ini adalah hewan buas, seperti harimau dan serigala. Selain itu manusia juga sering memburu kancil karena dagingnya enak.

Makanan
    Kancil pada umumnya hidup di dekat sungai dan tanah yang lembut dan basah. Mereka suka menyusup di antara semak-semak tumbuhan yang lebat, terutama pada malam hari. Gigi kancil berbentuk satu seri yang panjang, cocok untuk mengunyah daun dan buah yang menjadi makanan kesukaannya.
Kancil air sedang beristirahat
Reproduksi
    Pada musim kawin, kancil jantan mendatangi kancil betina yang sedang birahi. Untuk memperebutkan betina, kancil jantan sering kali berkelahi dan tidak jarang berakhir dengan kematian jantan yang kalah. Sementara kedua jantan berkelahi, sang betina berbaring di dekatnya seolah-olah menonton perkelahian itu. Satu ekor jantan dapat mengawini beberapa ekor betina. Betina yang dikawini akan mengandung anaknya selama 140 hingga 177 hari. Tiap induk betina hanya melahirkan dua ekor anak. Dalam setahun hewan ini dapat beranak sebanyak dua kali. Sehari atau dua hari setelah melahirkan, induk kancil sudah dapat kawin lagi. Pada waktu lahir anak kancil hanya berukuran sebesar tikus dewasa dan sudah berbulu lebat. Beberapa menit kemudian anak kancil tersebut sudah dapat berdiri dan mencoba makan makanan padat. Anak kancil hanya menyusu sehari sekali pada induknya. Pada usia 4-5 bulan anak kancil sudah menjadi kancil dewasa yang siap untuk bereproduksi.
Kancil dari Asia Tenggara
Berbagai Spesies Kancil
    Ada beberapa jenis kancil, antara lain Hyemoschus aquaticus di semak tepian sungai Afrika sebagai habitatnya, Neotragus pygmaensia hidup di hutan-hutan selatan Afrika, yaitu pegunungan Leone, Liberia dan Nigeria, Neotragus betesi hidup di daerah pegunungan di Asia, Tragulus javanicus hidup di hutan-hutan pulau Jawa dan Tragulus memina di India dan Asia Tenggara.

Sumber Referensi : Enslikopedi Umum Untuk Pelajar

Senin, 12 Desember 2016

ANTELOP : PENGEMBARA DI SABANA AFRIKA

    Antelop adalah nama umum bagi sekelompok mamalia berkuku dari suku atau famili Bovidae yang memiliki tanduk berongga dan biasanya mengarah ke atas. Anggota ordo Artiodactyla ini berkerabat dekat dengan sapi, kambing dan domba. Antelop mencakup sekitar 30 genus dan 100 spesies, termasuk duiker, ridbok, gnu, harteebest, impala, oriks, gazele dan saiga. Kelompok hewan ini tersebar di wilayah Afrika, Asia bagian tengah, dan Asia bagian selatan.

Kawanan Antelop berlarian dari ancaman Predator
     Selain memiliki tanduk yang berongga, antelop juga memiliki ciri khas berupa kaki yang panjang, ramping dan kuat. Oleh sebab itu, antelop mampu berlari dengan cepat terutama ketika sedang diburu oleh para predator. Sebagai contoh, gazele mongolia (Procapra gutturosa) bisa berlari dengan kecepatan sekitar 80 km/jam.
    Antelop bertanduk ceranggah (pronghorn antelope) merupakan hewan berkuku genap dari suku Antilocapridae yang tidak termasuk kelompok antelop sejati. Ruminansia yang hidup di Amerika Utara ini merupakan hewan tercepat kedua setelah Citah yang mampu berlari dengan kecepatan sekitar 98 km/jam.
Kawanan Antelop
    
Antelop Eland Biasa
    Antelop memiliki rambut tubuh yang pendek dan tidak tebal. Indra pendengaran, penglihatan, dan penciuman hewan ini sangat tajam. Antelop umumnya hidup dalam kelompok. Ukuran tubuhnya bervariasi menurut spesies. Antelop raja (Neotragus pygmaeus) merupakan spesies terkecil yang tinggi bahunya sekitar 25 cm dan bobotnya hanya 1,5 kg.  Adapun antelop eland biasa (Taurotragus oryx) merupakan spesies terbesar yang tinggi bahunya sekitar 180 cm dan bobotnya mencapai 900 kg.
Antelop Eland biasa
Kebutuhan Air
    Sebagai hewan rumanansia atau pemamah biak, antelop memakan rumput-rumputan dan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan. Bahkan duiker, juga memangsa burung dan hewan-hewan kecil ketika ketersediaan pakan nabati berkurang. Selain pakan, air merupakan kebutuhan utama bagi antelop. Karena memerlukan air untuk minum tiap hari, gnu tidak bisa jauh dari sungai atau sumber air. Demikian pula dengan adaks. Antelop yang hidup di Gurun Sahara ini memerlukan sekitar 3 liter air per hari. Agar tetap bertahan hidup di lingkungan yang kering, adaks menyerap air dari bagian tumbuhan seperti akar, umbi, dan buah.


Tanduk Antelop
    Bagi Antelop, tanduk merupakan alat untuk mempertahankan diri. Tanduk tersebut terbuat dari protein keratin. Tanduk antelop terus tumbuh sepanjang hidupnya. Tanduk baru berada di dalam tanduk lama. Batas keduanya tampak jelas karena pembuluh darah yang menuju ke tanduk lama di potong oleh tanduk baru sehingga bagian itu menjadi kering. Tanduk lama akan terdorong oleh tanduk baru sehingga menjadi tanggal atau berubah menjadipembungkus tanduk baru seperti yang terjadi pada antelop india (Antilope cervicapra).
Duiker
Duiker
    Duiker adalah kelompok antelop bertanduk pendek dari sub famili Cephalophinae yang hidup di wilayah hutan dan sabana Afrika. Hewan ini memiliki kepala yang berbentuk kerucut dan tanduk yang mengarah ke belakang. Duiker akan cepat-cepat bersembunyi ke dalam semak-semak apabila terganggu. Kelompok hewan ini terdiri dari sekitar 18 spesies, antara lain duiker biasa (Sylvicapra grimmia), duiker kening hitam (Cephalophus nigrifronts), dan duiker punggung kuning  ( Cephalophus silvicultor).
Ridbok
Ridbok
    Ridbok adalah kelompok antelop dari subfamili Reduncinae yang mencakup sekitar 10 spesies, antara lain ridbok biasa (Redunca arundinum), ridbok bohor (Redunca redunca), dan ridbok gunung (Redunca fulvorufula). Ridbok hidup di rawa-rawa dan padang rumput Afrika bagian selatan. Tubuhnya ramping dengan rambut yang berwarna abu-abu kecokelatan. Ridbok jantan memiliki tanduk yang berbentuk seperti huruf S. Adapun ridbok betina tidak bertanduk.
Gnu (Wildebeest)
Gnu
   Gnu atau Wildebeest merupakan anggota subfamila Alcelaphinae yang berleher pendek dan berkepala agak panjang. Selama musim hujan, gnu hidup terpencar di hutan atau padang rumput. Ketika musim kering, hewan ini hidup di semak-semak di dekat sungai. Gnu beristirahat pada siang hari dan mencari pakan pada pagi atau sore hari. Contoh spesies gnu adalah gnu biru (Connochaetes taurinus) dan gnu ekor putih (Connochaetes gnou).
Hartebeest
Hartebeest
    Hartebeest berkerabat dekat dengan gnu. Kelompok hewan ini mencakup 2 genus, yaitu Hartebeest sejati (Alcelaphus) dan hartebeest bastar (Damalliscus). Keduanya memiliki tanduk yang melengkung ke atas. Ketika merumput, hartebeest membentuk teritorium seluas 3 km2. Hewan ini akan berlari secara zigzag jika ada bahaya. Contoh spesies hartebeest adalah hartebeest lichtenstein (Alcelaphus lichsteinstein) dan hartebeest bontebok (Damalliscus dorcas).
Impala
Impala
    Salah satu ciri yang paling menonjol dari ampala adalah rambut tubuhnya yang terbagi menjadi tiga warna. Rambut bagian punggung berwarna cokelat kemerahan, bagian lambung berwarna kuning kecokelatan, dan bagian bawah berwarna putih. Tanduk hanya dimiliki oleh impala jantan. Hewan ini hidup dalam suatu kelompok besar. Pada musim hujan, kelompok ini pecah menjadi satuan-satuan kecil. Impala jantan dewasa selalu mengawal para betina. Adapun impala jantan muda berkeliaran di sekitar kelompok utama. Jika diganggu oleh predator, impala akan memperagakan lompatan-lompatan tinggi kemudian lari secara bersama-sama.
Oriks
Oriks
    Oriks merupakan anggota subfamili Hippotraginae yang berkerabat dengan antelop pedang, antelop kuda, dan adaks. Oriks hidup di daerah kering di Afrika dan semenanjung Arabia. Hewan ini memiliki tanduk ramping dan bercincin yang terletak di atas matanya. Oriks betina hidup di dalam sebuah kelompok, sedangkan oriks jantan sering hidup menyendiri. Oriks biasanya memakan rumput pada malam hari. Adapun pada siang hari mereka memakan tumbuhan kering di gurun. Contoh spesies oriks adalah gemsbox (Oryx gazella), oriks scimitar (Oryx dammah), dan oriks arab (oryx leucoryx).
Gazele
Gazele
    Gazele memiliki tubuh ramping, leher panjang dan ekor pendek. Tubuh bagian atas berwarna cokelat, sedangkan bagian bawahnya berwarna cokelat muda atau putih. Bagian mukanya memiliki pola garis-garis berwarna gelap dan terang. Di bagian tanduknya terdapat cincin-cincin yang hampir mencapai ujungnya. Contoh spesies gazel adalah gazel persia (Gazella subgutturosa), gazel przewalski (Procapra przewalski), springbok (Antidorcas marsupialis) dan gazel jerapah (Lotocranius walleri).
    Berbeda dari hewan yang lain, gazele akan berjalan menghampiri predator yang mengintainya sampai jarak tertentu. Hal ini dilakukan gazele untuk mengawasi gerak-gerik predator sambil memperingatkan kelompoknya. Gazele akan melarikan diri apabila predator mulai bergerak untuk menyerang.
Saiga
Saiga
    Antelop yang berasal dari Asia tengah dan Asia Barat ini memiliki bentuk tubuh yang mirip domba. Rambutnya yang seperti wol berwarna cokelat kekuningan pada musim panas dan berubah menjadi lebih pucat pada musim dingin. Hewan yang hidup di stepa ini memiliki tanduk bercincin yang tersamar. Spesies saiga mencakup saiga rusia (Saiga tatarica) dan saiga mongolia (Saiga monogolica).
Anak Antelop menyusu pada induknya
Anak Antelop
    Tingkat kedewasaan antelop tercapai pada umur 6 bulan sampai 3 tahun, tergantung spesies. Setelah melewati masa hamil selama 5-8 bulan, antelop betina akan melahirkan seekor anak. Anak antelop sangat rentan terhadap serangan predator atau pemangsa seperti singa dan hyena. Karena itu, induk antelop akan menjaga anaknya sampai dewasa.

Minggu, 11 Desember 2016

DOMBA : HEWAN PENGHASIL WOL

    Domba adalah kelompok hewan dari bangsa Artiodactyla (berkuku genap) yang dikenal sebagai penghasil wol. Domba berjalan dengan bertumpu pada atau menggunakan ujung kukunya, tidak berjanggut, berkelenjar di depan mata dan berekor lebih panjang daripada kambing. Hewan bermarga Ovis ini diternakkan manusia karena memiliki nilai ekonomis tinggi.
    Sebagai hewan pemamah biak, domba memiliki lambung kompleks yang terdiri dari empat bagian. Lambung pertama, rumen, bertugas menerima makanan yang masuk melalui mulut dan yang telah bercampur dengan air liur. Di rumen makanan dihancurkan dengan bantuan kerja bakteri. Kemudian makanan masuk ke dalam lambung kedua yaitu retikulum. Di dalam retikulum makanan dilembutkan dan dibentuk seperti pelet. Setelah itu domba akan berbaring dan menguyah kembali pelet yang berasal dari retikulum di dalam mulutnya sampai makanan itu hancur. Ini berlangsung sekitar satu jam. Makanan kemudian ditekan masuk ke dalam lambung ketiga yaitu omasum dan diteruskan ke dalam lambung ke empat yaitu abomasum. Dari abomasum kemudian makanan diteruskan ke dalam usus halus.
 Domba Ekor Gemuk
Domba Ekor Tipis

Wol
    Domba domestik sudah dimanfaatkan oleh manusia sejak zaman pra sejarah. Hasil dari domba domestik adalah bulunya yang disebut wol. Wol merupakan hasil dari domba yang mempunyai arti ekonomis, misalnya peternakan domba di Afrika Selatan, Australia dan Selandia Baru telah menunjang kemakmuran negaranya. Wol tersebut dimanfaatkan untuk pembuatan pakaian hangat di daerah beriklim dingin. Jenis domba penghasil wol adalah domba corridale dan merino.
    Adapun domba karakul dari Asia Tengah menghasilkan kulit "anak domba persia". Wol dari ternak domba karakul tidak diambil karena mutu kulitnya terutama kulit anak domba muda yang digunakan dalam industri kulit binatang. Di samping untuk produksi wol, domba juga diternakan untuk produksi daging. Misalnya domba southdown dari Inggris Selatan dipelihara sebagai ternak pedaging.
 Domba Garut
Domba Merino

Spesies Domba di Indonesia
    Spesies domba di Indonesia digolongkan menjadi dua, yaitu domba lokal dan domba impor. Spesies domba impor antara lain adalah domba texel, domba suffolk, domba merino, domba dorset, domba dormer (persilangan dorset dan merino), dan domba katahdin. Adapun spesies domba lokal antara lain domba garut, (Priangan), domba ekor gemuk yang banyak terdapat di Jawa Timur. Dan domba ekor tipis (domba asli Indonesia) yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Domba jantan ekor tipis digunakan sebagai aduan.
    Domba dorset berasal dari Inggris Selatan. Domba ini banyak diternakkan di Indonesi karena memiliki bulu yang halus. Ciri domba dorset adalah berbahu rendah, berpinggang lebar dan bertanduk. Adapun domba suffolk memiliki ciri khas berbadan putih namun berkepala hitam sehingga tampak seperti topeng dan kaus kakihitam pula pada kakinya. Domba ini tidak bertanduk, baik pada yang jantan maupun betina.

Sabtu, 19 November 2016

ANOA : KERBAU KECIL DARI SULAWESI

    Anoa disebut juga anoang, yaitu kerbau kecil dari Pulau Sulawesi. Hewan ini termasuk suku Bovidae. Selain di Sulawesi, anoa juga ditemukan di Pulau Mindoro, Filipina. Aanoa dari pulau Sulawesi terdiri dari dua jenis yaitu anoa gunung (Bubalus querlesi) dan anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis). Adapun anoa dari Pulau Mindoro dikenal dengan nama anoa Tamarau.

Kawanan Anoa dan Babi Rusa di Pulau Sulawesi

    Anoa merupakan hewan yang aktif mencari makan pada pagi hari dan senja hari. Pakan utamanya adalah tumbuh-tumbuhan, seperti alang-alang muda, semak-semak, batang-batang pohon dan buah-buahan. Seperti halnya kelompok kerbau yang lain, anoa gemar berendam di dalam kolam air atau kolam lumpur. Umumnya hewan ini hidup menyendiri atau berpasangan ketika musim kawin. Saat hamil, anoa mengandung anaknya selama 276-315 hari. Hewan ini hanya melahirkan seekor anak. Anak yang lahir berwarna cokelat keemasan. Setelah dewasa, bulu-bulu tersebut rontok dan warnanya berubah menjadi cokelat kehitam-hitaman. Anoa gunung tetap berbulu tebal, namun anoa dataran rendah bulunya rontok bahkan hampir gundul. Usia anoa diduga dapat mencapai sekitar 20-25 tahun.

Anoa Gunung
    Anoa gunung hidup di pegunungan sulawesi atau di daerah berketinggian lebih dari 2.000 m di atas permukaan laut. Tanduknya licin, berbentuk kerucut dan pendek. Bulu anoa gunung tebal seperti wol. Tingginya hanya mencapai 69 cm. Ukuran anoa ini lebih kecil daripada anoa dataran rendah.

Anoa Gunung

Anoa Dataran Rendah
    Anoa dataran rendah hidup di dataran rendah sulawesi, termasuk di daerah rawa dan pantai. Cirinya bertanduk pipih dengan alur-alur melintang pada pangkalnya. Anoa ini memiliki bulu yang jarang. Panjang hewan ini mencapai 190 cm dan tingginya mencapai 86 cm. Salah satu ciri khas dari anoa dataran rendah adalah memiliki kebiasaan berkubang seperti halnya kerbau.

Anoa Dataran Rendah

Anoa Tamarau
    Anaoa tamarau merupakan anoa yang memiliki tubuh paling besar. Bobotnya dapat mencapai 300 kg. Anoa tamarau berbulu jarang dengan tanduk menyerupai tanduk kerbau. Panjang tanduknya dapat mencapai 35-50 cm. Hewan ini hanya terdapat di Pulau Mindoro, Filipina.
Anoa Tamaraw
Hewan Agresif
    Sebagai hewan yang agresif, anoa tidak dapat dikumpulkan dengan jenis lainnya. Seringkali anoa betina terluka karena diseruduk jantannya. Pada saat memelihara anak atau sedang terluka, anoa dapat menjadi hewan yang sangat galak, hewan ini akan menyerang siapa saja yang dianggap mengancam dirinya.

Hewan Endemik Sulawesi
    Anoa merupakan hewan endemik dari Pulau Sulawesi. Saat ini, populasi anoa diperkirakan semakin berkurang akibat perburuan. Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia telah menetapkan anoa sebagai hewan yang dilindungi sejak 1931, bahkan Asia Wild Cattle Specialist Group memprakarsai program penyimpanan DNA anoa sebagai tindakan untuk mencegah kepunahan hewan ini.

Kamis, 03 Desember 2015

KEANEKARAGAMAN MAMALIA INDONESIA

   Mamalia Indonesia termasuk paling beragam jenisnya dan sesuai penyebarannya Spesies fauna berciri Asia ini menyebar di wilayah Indonesia bagian Barat terutama Pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Beberapa jenis diantaranya sangat langka yaitu Badak Jawa bercula satu dan Badak Sumatera bercula dua. Kedua spesies ini terancam punah, terutama Badak Jawa yang populasinya diperkirakan tinggal 40-60 ekor dan di Indonesia hanya ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon Banten. Sedangkan Badak Sumatera yang penyebarannya meliputi Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan diperkirakan tinggal 200 an ekor. Dari 5 jenis Badak di dunia yaitu Badak India, Badak Afrika, dan Badak Putih ukuran Badak sumatera dan Badak Jawa lebih kecil, namun begitu seharusnya kita bangga masih memiliki dua spesies ini. Sudah seharusnya upaya pelestarian dan perlindungan kedua jenis Badak yang kita miliki ini harus benar-benar ketat.
   Selain Badak  fauna Indonesia yang terancam punah adalah Gajah, Indonesia juga memiliki 2 spesies Gajah dari 5 spesies Gajah di dunia. Kedua spesies gajah ini adalah Gajah Sumatera yang habitatnya berada di Pulau Sumatera dengan perkiraan populasi antara 2500-3000 ekor, dan Gajah Kalimantan yang dapat ditemukan di Provinsi Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara dengan perkiraan populasi antara 250-500 ekor. Kedua spesies Gajah Indonesia ini jauh lebih kecil ukurannya dibandingkan Gajah Afrika dan Gajah Asia namun keberadaannya sudah semakin sulit ditemukan.
   Mamalia Indonesia ketiga yang terancam punah adalah Banteng, terutama Banteng Jawa yang populasinya semakin berkurang dan habitatnya sudah mulai tesudut hanya di Taman Nasional Ujung Kulon, Meru Betiri, Alas Purwo dan Baluran. Sedangkan dibeberapa cagar alam di Jawa Barat seperti Pangandaran sudah mulai punah, hanya beberapa ekor yang tersisa di Cagar Alam Leweling Sancang dan pantai-pantai terpencil Jawa Barat bagian Selatan.
   Mamalia lain yang populasinya cukup aman dan bahkan bisa ditangkarkan adalah Kijang, Rusa Sambar, Rusa Bawean, Muncak dan Kijang Kuning Kalimantan. Rusa Timor yang merupakan Rusa asli Indonesia bisa ditemukan di P.Sumatera, P.Jawa, P.Kalimantan, Nusa Tenggara sampai P.Timor memiliki ukuran yang paling besar. Sedangkan yang ditemukan di Papua adalah Rusa yang sengaja di introduksikan dan dilepas liarkan dari Pulau Jawa. Kini  Populasinya di Papua berkembang cukup pesat dan menjadi hewan buruan yang dagingnya disukai masyarakat lokal.
   Mamalia Indonesia lain yang jarang terlihat adalah Tapir yang bisa ditemukan di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Kambing Hutan Hitam ditemukan di Pulau Sumatera dan Kerbau liar yang banyak ditemukan di P.Sumatera, Kalimantan dan P.Jawa. Populasi Kerbau liar ini menjadi ancaman serius buat Banteng Jawa, karena kedua mamalia ini memiliki pakan yang sama dan bermukim di lokasi yang sama.
Badak Jawa di TN Ujung Kulon
Dua Ekor Badak Jawa sedang bermain di TN Ujung Kulon
Badak Sumatera dengan seekor anaknya di TN Way Kambas
Badak Sumatera di TN Way Kambas
 Sekolah Gajah di Way Kambas , Lampung
Keluarga Gajah Sumatera yang berbahagia
Badak Sumatera di Hutan Bukit Barisan Selatan
Kawanan Kijang di TN Baluran
Kawanan Kijang, Banteng dan Kerbau liar di Cagar Alam Alas Purwo
Banteng Jawa di TN Baluran
Kawanan Banteng di TN Ujung Kulon
Banteng Jawa di habitanya Pulau Kalimantan
Gajah Sumatera
Sepasang Gajah Sumatera dan anaknya
Sepasang Gajah Kalimantan dan anaknya
Kehidupan di padang sabana Baluran, Afrikanya Pulau Jawa
Kambing Hutan Sumatera
Kancil di habitatnya Pulau Jawa
Kijang Kuning Kalimantan
Tapir di habitanya Pulau Sumatera
Kijang di Pulau Kalimantan
Kijang Kuning Kalimantan
Muncak Kalimantan
Kawanan Rusa Bawean
Rusa Bawean, Pulau kecil di Utara Jawa Timur
Rusa Sambar Pulau Kalimantan
Rusa Sambar Pulau Jawa
Rusa Totol di Jawa Barat
Rusa Totol di Kebun Raya Bogor
Kerbau Liar di TN Bukit Barisan Selatan