"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)
Tampilkan postingan dengan label BUNGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUNGA. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Juli 2017

BUNGA GURUN : KEELOKAN TUMBUHAN GURUN

    Hanya sedikit tumbuhan yang dapat tumbuh di gurun, wilayah yang tandus dan kering dengan sangat sedikit curah hujan yang terjadi, menyebabkan wilayah gurun menjadi dunia yang sulit bagi tumbuh dan berkembangnya tumbuhan. Wilayah ini menyebabkan tumbuhan yang ada akan terbakar oleh teriknya panas pada siang hari dan sebaliknya diselimuti udara yang dingin membeku pada malam hari. Namun, ada sebagian tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan gurun dan mampu bertahan dengan iklim yang ekstrem dan kering.
    Tanaman gurun telah mampu beradaptasi dengan cara-cara khusus supaya dapat tetap hidup di gurun. Hanya di bukit-bukit pasir berpindah saja yang tidak terdapat tanaman sama sekali karena tanaman juga membutuhkan tempat berpijak. Akan tetapi, di tempat lain tanaman mampu bertahan dan beradaptasi dengan berbagai cara. Mereka harus bertahan dalam kekeringan yang panjang dan hujan yang datang tidak terduga. Hujan bisa turun deras atau rintik-rintik. Banyak tanaman menghadapi kondisi sulit ini dengan menyimpan setiap tetes kelembaban yang mereka ambil dari akar ke dalam batang atau umbi.
    Gurun bukan lah tempat yang mudah bagi tanaman untuk tumbuh. Pada beberapa bagian gurun itu, tanahnya terlalu bergaram, sehingga tidak ada tanaman yang dapat tumbuh. Sedangkan di bagian lain misalnya bukit-bukit pasir berpindah sehingga tidak memungkinkan tumbuhan menancapkan akarnya. Banyak tempat di gurun yang subur dan kaya akan mineral yang diperlukan tumbuh-tumbuhan, tetapi sayangnya udaranya begitu kering dan sangat kekurangan air.

    Pada umumnya tumbuhan gurun harus mengumpulkan dan menyimpan sebanyak mungkin air bila hujan. Air ini harus mencukupi masa kering setelah hujan, yang dapat berlangsung lebih dari satu tahun. Caranya bermacam-macam. Sangat sedikit air hujan yang dapat menembus jauh ke dalam tanah sehingga banyak tumbuhan yang berakar dangkal berusaha untuk menyerap sebanyak mungkin air tepat di bawah permukaan tanah. Banyak pula tanaman yang berdaun tebal dan berdaging untuk menyimpan air. Seringkali ditutupi oleh zat lilin untuk mencegah kehilangan air, atau ditutupi oleh rambut-rambut halus sebagai perlindungan terhadap angin kering. Kaktus menyimpan air dalam batangnya yang berdaging. Daun yang sebenarnya adalah duri yang mempunyai permukaan lebih kecil untuk penguapan dan menjaga hewan yang merusak lapisan tahan air. Kaktus seguaro raksasa, yang dapat tumbuh lebih dari 15 meter, dan mampu menyimpan beratus-ratus liter air sebagai persediaan pada bagian batangnya.
Hamparan Saguaro Raksasa di malam hari
    Banyak tumbuhan gurun yang tidak berdaging dapat hidup terus pada musim kering yang panjang dengan menyimpan makanan dan air dalam umbi, rizoma atau akar yang mengembung. Perdu dan pohon biasanya berdaun kecil atau berduri agar tidak banyak kehilangan air, atau meluruhkan daun-daunnya pada masa kering. Kebanyakan pohon gurun hanya dapat tahan hidup di daerah-daerah yang mempunyai cadangan air di bawah tanah. Pohon-pohon itu mempunyai akar yang panjang sekali yang disebut akar mesquite dan dapat mencapai kedalaman sampai 30 meter.
    Beberapa tumbuhan gurun seperti Mesembryanthemum memiliki daun yang tebal untuk menyimpan air, sedangkan pohon Yucca yang tinggi dengan daun kaku dan ramping untuk mengurangi kehilangan air, Semak Kerosot juga berdaun kecil dan penuh dengan duri dengan batang mengembung. Lithops dan Stapelia menyimpan air dalam batang dan daun serta Kaktus barrel memperlihatkan jaringan penyimpan air, sedangkan tumbuahan terbesar di gurun benua Amerika adalah Kaktus Saguaro raksasa yang menyimpan air pada batangnya yang gemuk. 

    Kaktus Saguaro raksasa yang hidup di gurun Amerika Utara dapat mencapai ketinggian 16 meter dan berat 10 ton. Kaktus ini mengeluarkan jaringan akar dangkal yang panjangnya sampai 10 meter ke segala arah. Akar-akar ini kokoh dan padat , baik untuk menyerap air sebanyak mungkin, atau menjaga tegaknya tanaman meskipun angin kencang. Waktu pertumbuhannya sangat lama dan bisa bertahan hidup lebih dari 200 tahun.

Bunga Gurun
    Sekitar setahun sekali bahkan kadang-kadang lebih lama, hujan turun lebat. Beberapa minggu kemudian gurun akan ditutupi oleh berbagai macam bunga seperti rumput-rumputan, daisy, dandelion dan banyak tumbuhan herba lainnya. Tumbuhan ini melengkapi siklus hidupnya ketika tanah masih lembab untuk kemudian mati. Hanya bijinya yang masih hidup ketika masa kering. Beberapa biji mempunyai mekanisme pengamanan yang cukup kuat sehingga hanya bertunas setelah cukup turun hujan agar dapat hidup terus di gurun. 

Waktu Hujan
    Hampir sepanjang tahun, gurun tampak tandus. Jadi adalah suatu keajaiban jika tanaman dan hewan dapat bertahan di daerah ini. Kehidupan yang kaya merupakan kejutan dan benar-benar tampak hanya saat hujan. Hujan adalah pemicu hidupnya bumi yang kering terpanggang. Saat itu, ada banyak hewan dan tanaman yang menjejalkan seluruh siklus hidupnya dalam satu waktu yang singkat, yaitu saat air berlimpah. Sampai hujan turun, mereka tetap tidur dan bersembunyi, tetapi dengan cepat berkembang dan dewasa sebelum genangan air dan kolam mengering di bawah teriknya sinar matahari. Setelah seluruh air menguap dan tanah menjadi kering kerontang, yang terlihat hanyalah sisa-sisa kehidupan. Namun, mereka telah mencapai tujuannya, yaitu berkembang biak dan memastikan adanya generasi pada masa datang.

Jumat, 06 Januari 2017

EDELWEISS : BUNGA ABADI DI PUNCAK GUNUNG

   
    Anaphalis javanica, yang dikenal secara populer sebagai Edelweiss jawa (Javanese edelweiss) atau Bunga Senduro, adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Nusantara. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 meter dan dapat memiliki batang sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 meter. Tumbuhan ini sekarang dikategorikan sebagai langka. 
 Bunga Edelweiss
    Edelweis merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara. Bunga-bunganya, yang biasanya muncul di antara bulan April dan Agustus , sangat disukai oleh serangga, lebih dari 300 jenis serangga seperti kutu, tirip, kupu-kupu, lalat, tabuhan, dan lebah terlihat mengunjunginya.

Edelweis Di Gunung Merbabu
     Jika tumbuhan ini cabang-cabangnya dibiarkan tumbuh cukup kokoh, edelweis dapat menjadi tempat bersarang bagi burung tiung batu licik Myophonus glaucinus. Bagian-bagian edelweis sering dipetik dan dibawa turun dari gunung untuk alasan-alasan estetis dan spiritual, atau sekadar kenang-kenangan oleh para pendaki. Pada bulan Februari hingga Oktober 1988, terdapat 636 batang yang tercatat telah diambil dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, yang merupakan salah satu tempat perlindungan terakhir tumbuhan ini. Dalam batas tertentu dan sepanjang hanya potongan-potongan kecil yang dipetik, tekanan ini dapat ditoleransi. Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tumbuhan ini dinyatakan punah.

Bunga Edelwiss di Gunung Semeru (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru)
     Sayangnya keserakahan serta harapan-harapan yang salah telah mengorbankan banyak populasi, terutama populasi yang terletak di jalan-jalan setapak. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa edelweis dapat diperbanyak dengan mudah melalui pemotongan cabang-cabangnya. Oleh karena itu potongan-potongan itu mungkin dapat dijual kepada pengunjung untuk mengurangi tekanan terhadap populasi liar.

Bunga Edelwiss di Gunung Papandayan
    Salah satu tempat terbaik untuk melihat edelweis adalah di Tegal Alun (Gunung Papandayan), Alun-Alun Surya Kencana (Gunung Gede), Alun-Alun Mandalawangi (Gunung Pangrango), dan Plawangan Sembalun (Gunung Rinjani).
Bunga edelweis adalah sebuah bunga yang menjadi dekat dengan para pendaki gunung, saking dekatnya sampai banyak pendaki nakal yang mendekatkannya ke dalam tas carriernya.

Bunga Edelwiss di Lembah Suryakencana , Gunung Gede
15 Fakta tentang Bunga Edelweis

   Ada banyak fakta bunga edelweis yang kurang diketahui oleh para pendaki. Para pendaki pada umumnya hanya tahu bahwa bunga edelweis adalah bunga abadi, serta lambang mitos akan keabadian cinta.

1. Bunga edelweis menjadi terancam karena julukan bunga abadi yang disandang dirinya secara sepihak

2. Julukan bunga abadi diberikan karena adanya hormon yang bisa mencegah kerontokan bunga

3. Pernah dijadikan gambar pada perangko oleh Pos Indonesia pada tahun 2003

4. Menurut sejarah, bunga edelweis pertama kali ditemukan oleh naturalis asal Jerman bernama     Georg Carl Reinwardt pada tahun 1819 silam di lereng Gunung Gede. kemudian diteliti lebih lanjut oleh oleh botanis asal Jerman lainnya bernama Carl Heinrich Schutz.

5. Ada lagu tentang bunga edelweis, yang pernah dinyanyikan pada film The Sound of Music pada tahun 1965. 

6. Bunga edelweis biasanya tumbuh di tempat dengan ketinggian sekitar 2000 mpdl ke atas, juga tergantung dengan suhu udara dan kelembapan pada ketinggian tersebut.

7. Pohon edelweis biasanya berbunga saat musim hujan telah berakhir, sehingga pancaran matahari datang secara intensif. Biasanya bulan april hingga september.

8. Pada pendakian Gunung Leuser dari Kedah, Kabupaten Gayo Lues, bunga edelweis baru dijumpai setelah perjalanan 2 hari, pada ketinggian sekitar 2891 mdpl, setelah itu tidak ditemui lagi bahkan sampai ke Puncak Leuser yang memakan waktu 5-7 hari setelah tempat penemuan bunga edelweis tersebut.

9. Dahulu masih banyak pos pendakian yang merazia tas carrier pendaki, gunanya untuk menemukan bunga edelweis di dalam carrier, untuk kemudian dikembalikan kembali ke lokasi semula oleh pendaki yang ketahuan tersebut. Sekarang sepertinya sudah mulai jarang pos pendakian yang memberlakukan kembali hal tersebut.

10. Bunga Edelweis versi luar negeri dan versi indonesia berbeda, jika di luar negeri bunga abadi adalah bunga Leontopodium Alpinum yang disebut sebagai edelweis. Sedangkan edelweis Indonesia adalah Anaphalis Javanica.

11. Bunga edelweis dijadikan bunga nasional negara austria, bunga edelweis yang dimaksud adalah bunga Leontopodium Alpinum.

12. Pada wisata derah tinggi, seperti di dieng, bunga edelweis yang diperjual belikan adalah hasil budidaya petani edelweis. Warna yang beraneka ragam selain warna putih kecoklatan adalah hasil pewarnaan buatan. Bunga hasil budidaya akan telihat lebih gemuk dan subur daripada edelweis di alam bebas.

13. Bunga edelweis yang dijual pada tempat wisata tersebut, ketika kita simpan pada suhu ruangan akan mengembang ketika musim hujan dan akan sedikit menyusut ketika musim kemarau.

14. Pohon edelweis tumbuh rata-rata hanya setinggi 1-4 meter untuk gunung-gunung di jawa

15. Di tengah ancaman kepunahan bunga edelweis, lambat laun mitos tentang bunga ini adalah bukti cinta sejati mulai luntur. Namun masih ada beberapa pendaki yang gagap dalam menanggapi mitos ini.
Bunga Edelweis di Lembah Mandalawangi, Gunung Pangrango
Jadi masihkah Anda tega untuk memetik bunga edelweis sebagai lambang gombalan dari Anda untuk orang yang sepertinya Anda cintai? Juga masihkah Anda mau menerima tanda gombalannya dengan mengancam keberadaan bunga edelweis di alam bebas?

Salam lestari

Sumber : Wikipidea dan http://phinemo.com/fakta-bunga-edelweis/

Senin, 02 Januari 2017

MELATI :PUSPA BANGSA INDONESIA

    Melati adalah kelompok tumbuhan dikotil dari marga Jasminum yang bunganya berukuran kecil, berbau harum dan sebagian besar berwarna putih. Anggota suku Oleceae ini mencakup sekitar 200 spesies yang tersebar di daerah tropis dan subtropis. Karena memiliki nilai budaya dan ekonomis yang sangat tinggi bagi bangsa Indonesia, melati ditetapkan sebagai "bunga nasional " atau" puspa bangsa".

 Mekarnya bunga Melati
    Sebagian besar melati tumbuh liar di hutan-hutan. Tanaman ini diperkenalkan pertama kali di Indonesia oleh bangsa India. Pada saat ini, melati ditanam di berbagai wilayah Indonesia. Sentra penanaman melati berada di Jawa Tengah, terutama di kabupaten Pemalang, Purbalingga dan Tegal.

Bunga Melati
Bunga Melati
    Melati termasuk tumbuhan menahun yang berbentuk perdu. Tanaman ini berdiri tegak atau merambat dengan tinggi batang mencapai  2,5 m. Batangnya berkayu dan beanting banyak dengan diameter sekitar 1-2 cm. Daun tersusun saling berhadapan dan berselang-seling. Daun melati berbentuk jantung atau lonjong dengan ujung lancip dan permukaan mengkilap. Bunga yang tumbuh di ujung batang dapat berupa bunga tunggal atau bunga majemuk. Sebagian besar bunga melati memiliki bau yang harum.

Rimbunnya bunga Melati Putih
Syarat Pertumbuhan
    Pada umumnya, melati ditanam di dataran rendah maupun di dataran tinggi dengan ketinggian 10-1.600 m di atas permukaan laut. Meskipun demikian, daya adaptasi melati berbeda-beda menurut jenisnya. Sebagai contoh, melati putih (Jasminum sambac) biasanya ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 600 m. Adapun melati hutan (Jasminum multiflorum) beradaptasi dengan baik pada ketinggian 1.600 m. Tanaman ini membutuhkan curah hujan sekitar 112-119 mm per bulan, temperatur udara 28o-36o C dan kelembabab udara sekitar 50-80%. Selain itu, melati juga memerlukan penyinaran matahari yang cukup bagi proses pertumbuhannya.

Melati Kuning
Perbanyakan Melati
   
Perbanyakan melati dapat dilakukan dengan setek batang. Batang melati yang digunakan untuk bibit ditmbuhkan dalam kantong plastik atau polybag sebelum dipindahkan ke lahan.
    Tanaman ini mulai berbunga pada umur 7-12 bulan setelah tanam. Melati dapat diserang oleh hama dan penyakit. Serangga yang menjadi hama bagi tanaman melati antara lain adalah ulat palpita (Palpita unionalis), penggerek bunga (Hendecasis duplifascialsis), sisik pseudococcus (Pseudococcus longispinus), dan kutu putih (Dialeurodes citri).
   Adapun penyakit yang sering terdapat pada melati antara lain adalah hawar daun (akibat jamur Rhizcotonia solani), hawar benang (akibat jamur Marasmiellus scandesis) dan busuk bunga (akibat bakteri Erwinia tumafucuens).

Minyak Melati
    Minyak asiri bunga melati diambil melalui proses ektraksi atau penyulingan. Minyak melati yang dihasilkan merupakan bahan baku parfum dan kosmetika. Masyarakat Indonesia pada umumnya menggunakan melati sebagai campuran teh melati (jasmine tea). Bunga ini juga dijadikan pelengkap pada upacara adat dan ritual keagamaan. Selain itu, air perasan bunga melati dapat dimanfaatkan sebagai obat sakit mata, bengkak akibat sengatan serangga, sesak napas, jerawat, demam dan juga sakit kepala.
Minyak Bunga Melati

MAWAR : BUNGA POTONG BERNILAI EKONOMIS

    Mawar adalah kelompok tumbuhan dikotil dari genus Rosa yang memiliki batang berduri, mahkota bunga beraneka warna, dan sebagian berbau harum. Anggota suku Rosaceae ini mencakup sekiatar 100 jenis, termasuk Rosa damascena, Rosa multiflora dan Rosa hybrida. Selain sebagai tanaman hias, mawar sering dibudidayakan sebagai bunga potong dan bunga tabur.
    Meskipun asalnya belum diketahui secara pasti, namun fosil mawar yang berumur lebih dari 35 juta tahun pernah ditemukan di wilayah Amerika Utara. Mawar dapat hidup di daerah beriklim tropis maupun subtropis. Tumbuhan ini umumnya ditanam pada daerah yang berketinggian 500-1.500 m di atas permukaan laut. Untuk pertumbuhan optimum, mawar memerlukan penyinaran matahari yang cukup (rata-rata 5-6 jam per hari), tanah gembur, temperatur udara 18o-26oC, dan kelembaban udara relatif 70-80%. Sentra budidaya mawar di Indonesia meliputi Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Mekarnya Bunga Mawar Ungu
Mahkota Bunga
    Tanaman mawar umumnya berupa semak atau tanaman memanjat yang tingginya dapat mencapai 2 m. Bagian-bagian bunga mawar antara lain batangnya yang memiliki duri sedangkan daunnya berbentuk bulat telur dengan ujung runcing. Bagian bunga muncul di ketiak daun, berbentuk simetri bilateral serta terdiri dari lima daun kelopak dan lima mahkota bunga yang pada umumnya berwarna merah, kuning, putih, merah muda dan oranye, serta berdiameter bervariasi sekitar 2-10 cm tergantung jenisnya. Pada dasar bunga terdapat banyak benang sari, putik dan bakal buah yang sempurna. Bakal buah yang matang berisi daging buah yang terbungkus.

Jenis Mawar
   
Saat ini, tanaman mawar yang terdapat di seluruh dunia terdiri dari bermacam varietas dan kultivar, antara lain mawar hibrida (hybridtea), mawar polyantha, mawar floribunda, dan mawar grandiflora. Mawar hibrida merupakan jenis yang paling banyak dijual di toko-toko bunga. Mawar hasil persilangan ini umumnya dibudidayakan di rumah kaca (greenhouse) atau di kebun. Mawar hibrida memiliki mahkota bunga yang berukuran relatif besar dan warna yang lebih variatif. Mawar plyantha merupakan jenis mawar yang menghasilkan kelompok bunga yang berukuran kecil tetapi memiliki batang yang kuat. Mawar floribunda merupakan hasil persilangan antara mawar hibrida dan mawar polyantha. Adapun mawar grandflora merupakan hasil persilangan antara mawar hibrida dan mawar floribunda.

Perbanyakan Mawar
    Meskipun dapat diperbanyak dengan kultur jaringan dan setek batang, namun mawar sering diperbanyak dengan biji. Sebelum ditanam, bijimawar harus disemaikan di tempat khusus sampai berkecambah. Setelah berumur empat minggu, mawar dipindahkan ke dalam kantong plastik atau polybag. Bibit mawar siap untuk ditanam apabila berumur sekitar 22 bulan. Penanaman umumnya dilakukan pada awal musim hujan atau dilakukan sepanjang tahun dengan ketersediaan air yang memadai.

Nilai Ekonomis
    Bunga mawar biasanya digunakan untuk mengungkapkan perasaan cinta atau bahagia. Di Indonesia, bunga ini sering digunakan dalam berbagai upacara adat dan ritual keagamaan, seperti perkawinan dan pemakaman. Mawar yang berbau harum di ektraksi atau disuling menjadi bahan baku parfum. Bau harum bunga mawar disebabkan oleh kandungan minyak asiri seperti sitronelol dan geraniol-dehida. adapun air bunga mawar dipercaya bermanfaat untuk menurunkan demam dan mengobati gigitan serangga.
 Mawar Ungu
 Mawar Putih
 Mawar Orange
 Mawar Merah
 Mawar Kuning
Mawar Hijau
Mawar Hitam

Minggu, 27 November 2016

RAFFLESIA ARNOLDII, BUNGA TERBESAR DI DUNIA

    Bunga bangkai adalah bunga yang mengeluarkan bau busuk seperti bangkai. Di Asia dan Afrika terdapat lebih dari 170 jenis bunga bangkai, termasuk dua jenis yang paling terkenal yaitu Rafflesia arnoldii dan Amorphophallus titanum. Keduanya merupakan bunga terbesar di dunia.
    Raflesia arnoldii dan Amorphophallus titanum mengeluarkan bau busuk seperti bau bangkai. Bau busuk ini berfungsi untuk menarik perhatian serangga pemakan bangkai. Keberadaan serangga ini dapat membantu proses penyerbukan bunga bangkai. Rafflesia arnoldii pertama kali ditemukan oleh Thomas Stamford Rafles (1781-1826) di Bengkulu, Sumatera. Raffles adalah seorang pejabat pemerintah kolonial Inggris yang bertugas sebagai gubernur di Hindia, Belanda. Ia ditugaskan untuk mengepalai pos-pos kecil di Bengkulu bersama ahli ilmu alam Joseph Arnold. Di tempat inilah mereka menemukan bunga raksasa yang kemudian diberi nama Rafflesia arnoldi,gabungan nama keduanya.
Rafflesia Arnoldi

Bunga Rafflesia
    Rafflesia arnoldi atau bunga rafflesia merupakan spesies tumbuhan yang diklasifikasikan ke dalam suku Rafflesiaceae. Tumbuhan ini tidak memiliki akar, batang, dan daun, tetapi mempunyai bunga, buah dan biji. Karena tidak berklorofil, bunga rafflesia tidak dapat mensintesis atau memproduksi makanannya sendiri.
    Bunga Rafflesia termasuk tumbuhan parasit yang hidup pada liana dan anggur-angguran, misalnya pada tanaman genus Tetrastigma. Untuk menyerap makanan dari tanaman inang, bunga rafflesia menggunakan struktur benang halus seperti hifa jamur yang melekat pada tubuh inang. Bunga ini muncul di atas permukaan tanah dengan diameter sekitar 1 m dan berbobot 7-11 kg. Kelima daun mahkotanya berdaging tebal dan berwarna ungu atau cokelat kemerahan dengan bercak putih. Kuncup bunganya berwarna kuning kecokelatan. Kuncup tersebut berangsur-angsur membesar dan mahkotanya terbuka satu demi satu sampai bagian tengahnya terlihat seperti kubah yang berongga. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 24 jam.
    Bunga Rafflesia tumbuh di hutan basah tropis Asia Tenggra, khususnya di wilayah Indonesia. Robert Brown (1773-1858), ahli botani asal Skotlandia, pernah menemukan bunga rafflesia di Malaysia, Kalimantan dan Filipina. Pada tahun 1970-an, bunga raksasa ini juga ditemukan di pulau Nusa Kambangan, Cilacap (Jawa Tengah) dan Cagar Alam Penanjung, Pangandaran (Jawa Barat).
Rafflesia Rhizanthes Ioweii

Spesies Bunga Rafflesia
    Pada kegiatan penelitian yang dilakukan di Taman Nasional Kerinci Seblat, Bengkulu, para ahli botani menemukan 4 spesies bunga rafflesia, yaitu Rafflesia arnoldi, Rafflesia haseltii, Rafflesia rhizanthes-Ioweii, dan Rafflesia Padma. Ke empat spesies tersebut berbeda pada faktor warna dan ukuran bunganya. Sampai saat ini, para ahli botani dan ekologi tumbuhan masih terus mengkaji manfaat dari tumbuhan yang langka ini.
Rafflesia Padma
Amorphophallus Titanum
    Amorphophallus Titanum adalah spesies bunga bangkai dari suku Araceae. Bunga ini biasanya tumbuh pada ketinggian 800 m di atas permukaan laut. Tumbuhan lili ini memiliki bunga majemuk yang berbentuk seperti terompet. Amrphophallus titanum memiliki ukuran yang besar. Tinggi bunga ini mencapai lebih dari 2 m. Mahkota bunganya berwarna merah keunguan, sedangkan tangkai putiknya mengeluarkan bau bangkai.
Bunga bangkai (Amorphophallus Titanum)

Senin, 14 November 2016

TERATAI : TUMBUHAN AIR TAWAR PENGHIAS KOLAM

    Teratai, lotus atau padma adalah kelompok tumbuhan air tawar dari bangsa Nymphaees yang berdaun lebar dan biasa digunakan sebagai penghias kolam, taman air dan akuarium. Kelompok tumbuhan dikotil ini mencakup lima suku, yaitu Nymphaeaceae, Barclayaceae, Cabombaceae, Ceratophyllaceae dan Nelumbonaceae. Selain sebagai tanaman hias, teratai juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat berlindung atau tempat tinggal bagi ikan-ikan dan hewan air lainnya serta sebagai bahan makanan dan obat bagi manusia.
    Daun teratai yang berbentuk bundar dan rata biasanya mengapung di permukaan air. Permukaan atas daun yang berwarna hijau ditutupi dengan lapisan lilin, sedangkan permukaan bawah yang berwarna ungu ditutupi oleh bulu-bulu halus.
Bunga Teratai Mekar
Rhizoma
    Sebagian besar teratai memiliki batang yang termodifikasi menjadi rhizoma (akar rimpang). Akar yang mengandung pati ini biasanya terbenam dalam lumpur atau terapung di badan air. Bunga teratai berbentuk seperti cawan dan biasanya berwarna putih, kuning atau merah muda. Bunga yang tersembul di atas permukaan air tersebut didukung oleh tangkai panjang yang berbulu. Buah teratai terdiri dari beberapa biji. Selain dengan biji, tanaman ini juga diperbanyak dengan akar rimpangnya.

Nymphaea
    Salah satu kelompok teratai yang banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias adalah genus Nymphaea. Kelompok ini mencakup sekitar 35 spesies, antara lain Teratai putih Amerika Utara dan teratai putih Eropa (Nymphaea alba) dan teratai Mesir (Nymphaea lotus). Teratai putih Amerika Utara dan teratai putih Eropa memiliki bunga yang berbau harum dan berukuran besar. Adapun bunga teratai Mesir biasanya berwarna putih atau merah muda.

Lotus
    Selain Nyimphaea, genus Nelumbo juga dibudidayakan di berbagai tempat sebagai tanaman hias dan sumber bahan makanan. Kelompok ini mencakup beberapa spesies teratai seperti Lotus India atau Seroja (Nelumbo nucifera), Lotus amerika (Nelumbo lutea) dan lotus Amerika Utara (Nelumbo pentapetala). Lotus india umumnya memiliki bunga yang berwarna putih atau merah muda, sedangkan lotus Amerika dan lotus Amerika Utara umumnya memiliki bunga yang berwarna kuning  cerah.

Teratai Raksasa
    Teratai terbesar di dunia adalah teratai dari genus Victoria yang berasal dari Amerika Selatan. Teratai raksasa ini terdiri dari dua spesies yaitu teratai royal atau teratai amazon (Victoria amazonica) dan teratai Santa cruz (Victoria cruziana). Diameter dari daun teratai royal dan teratai santa cruz mencapai sekitar 60-180 cm. Tumbuhan ini memiliki daun yang bagian tepinya tertekuk ke atas, sedangkan bunganya berwarna putih atau merah muda.

Manfaat dan Masalah Teratai
    Bagian daun dan akar rimpang dari Teratai dapat digunakan sebagai bahan makanan. Tumbuhan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai obat diare, demam, mual dan kolera. Meskipun demikian, peningkatan populasi Teratai yang terlalu cepat dapat menimbulkan masalah bagi sistem pengairan dan irigasi.

 Teratai Merah jingga
 Lotus
Hamparan teratai

Minggu, 17 Agustus 2014

BUNGA : TUMBUHAN YANG DISUKAI KAUM HAWA

    Bunga adalah salah satu organ dari tumbuhan berbiji (Spermatophyta) yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan generatif. Pada umumnya bunga memiliki bentuk, warna, ukuran dan bau yang bermacam-macam. Keberadaan organ ini penting artinya bagi kelestarian tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan berbiji tertutup (Angiospermae). Bunga yang telah mengalami proses penyerbukan (polinasi) dan pembuahan (fertilisasi) akan membentuk buah dan biji.
 Kelopak Bunga mulai mekar
    Selain sebagai alat reproduksi bagi tumbuhan, bunga juga berfungsi sebagai sumber makanan bagi hewan dan manusia. Beberapa kelompok hewan seperti kelalawar, burung kolibri dan serangga mengisap nektar (madu bunga) atau serbuk sari (polen). Adapun manusia menggunakan beberapa jenis bunga seperti brokoli dan kubis bunga (kembang kol) sebagai sayuran.

Taman Bunga
Bagian-Bagian Bunga
    Secara umum, bagian-bagian bunga terdiri dari tangkai, dasar bunga, hiasan bunga, dan alat reproduksi. Tangkai bunga (pedicellus) adalah bagian yang masih bersifat batang. Dasar bunga (receptacullum) adalah ujung tangkai yang biasanya membesar. Hiasan bunga (peranthium) adalah bagian yang berasal dari modifikasi daun. Bagian ini terdiri dari dua lingkaran yaitu kelopak bunga (calyx) dan mahkota bunga (corolla). Kelopak yang umumnya berwarna hijau berada di lingkaran luar. Adapun mahkota bunga yang berwarna-warni berada di lingkaran dalam.
    Bunga memiliki alat reproduksi yang terlibat langsung dalam proses penyerbukan dan pembuahan. Alat reproduksi jantan dari bunga disebut androacium, sedangkan alat reproduksi betina disebut gynoecium. Androacium terdiri dari satu atau beberapa alat kelamin jantan yang disebut benang sari (stamen). Alat kelamin ini tersusun atas tangkai sari (filamen), kepala sari (anthen), dan serbuk sari. Gynoecium terdiri dari satu atau beberapa alat kelamin betina yang disebut putik (pistil). Alat kelamin ini tersusun atas kepala putik (stigma), tangkai putik (stylus) dan ovarium.

Bagian-bagian bunga

Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk
    Berdasarkan susunannya, bunga dikelompokkan menjadi bunga tunggal dan bunga majemuk. Bunga tunggal adalah bunga yang susunannya  terpisah-pisah atau tersusun dalam tangkai bunga yang berbeda-beda, misalnya dahlia (Dahlia sp) dan Mawar (Rosa sp). Bunga majemuk adalah bunga yang susunannya terkumpul dalam satu rangkaian, misalnya mangga (Mangifera indica) dan soka (Lxorasp).
   
Bunga juga dikelompokkan menurut keberadaan bagian-bagian bunga. Bunga lengkap (bunga sempurna) merupakan kelompok bunga yang memiliki hiasan bunga (kelopak dan mahkota) dan alat kelamin (benang sari dan putik) secara lengkap. Contohnya, kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis). Bunga tidak lengkap (bunga tidak sempurna) adalah bunga yang tidak memiliki hiasan bunga atau alat kelamin (putik dan benang sari) secara lengkap, misalnya bunga labu (Cucurbita spp). Karena masing-masing individu hanya memiliki salah satu alat kelamin (putik saja atau benang sari saja), maka bunga tidak sempurna membutuhkan bantuan untuk mengadakan penyerbukan. Pada umumnya, penyerbukan bunga tidak sempurna dibantu oleh hewan (terutama serangga), manusia dan cuaca (angin).

Monoeceus dan Dioeceus
    Beberapa jenis tumbuhan misalnya mentimun (Cucumis sativus), memiliki bunga jantan dan betina dalam satu individu. Tumbuhan ini disebut sebagai tumbuhan berumah satu (monoeceus). Adapun tumbuhan yang hanya memiliki satu alat kelamin, misalnya Salak (Zalacca edulis), disebut sebagai tumbuhan berumah dua (dioeceus). selain itu, beberapa jenis tumbuhan memiliki bunga jantan , bunga betina dan bunga banci dalam satu individu. Tumbuhan ini disebut sebagai poligam. Contohnya adalah Pepaya (Carica papaya).
 Bunga Dahlia
Flower And Beauty Women

Sabtu, 12 Juli 2014

ANGGREK : BUNGA NASIONAL INDONESIA

    Anggrek adalah anggota suku Orchidaceae. Tanaman ini termasuk tumbuhan monokotil (tanaman berbiji tunggal) yang mempunyai bunga amat terperinci dan berwarna-warni. Para ahli memperkirakan terdapat sekitar 15.000-30.000 jenis anggrek yang telah dikenal. Tanaman Anggrek tumbuh tersebar hampir di seluruh tempat di bumi, kecuali di daerah-daerah yang sangat kering atau dingin sekali. Sebagian besar tanaman anggrek tumbuh di hutan-hutan tropis dan subtropis, terutama pada tempat-tempat yang intensitas sinarnya rendah dan kelembaban tinggi.
Bunga Anggrek Mekar
Budi Daya Anggrek
    Karena memiliki bunga yang indah, tanaman anggrek banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias ataupun sebagai penghasil bunga potong. Selain itu ada juga jenis tanaman anggrek yang ditanam untuk diambil bijinya karena mengandung zat pewangi yaitu vanila planifolia (vanili).

Sifat Hidup
    Sifat hidup tanaman anggrek dapat dibedakan dalam tiga jenis yaitu anggrek epifit, anggrek tanah, (terrestris) dan anggrek saprofit. Anggrek efipit akarnya menempel pada batang atau dahan tanaman lain. Dalam pembudidayaannya, anggrek jenis ini banyak ditanam pada akar pakis, kayu pohon yang mati, dan pot dengan media arang atau sabut kelapa. Salah satu contoh jenis ini adalah anggrek bulan (dendrobium phalaenopsis). 
    Anggrek tanah (terrestris) hidupnya di atas tanah, pertumbuha batangnya monopodial, yaitu hanya mempunyai satu sumbu utama sehingga pertumbuhannya tinggi ke atas. Contoh dari jenis ini adalah anggrek kalajengking (Arachnis). Anggrek saprofit tumbuh di tempat yang busuk, humus atau sampah-sampah hutan. Anggrek ini juga dikenal sebagai anggek sampah. Contoh jenis anggrek ini adalah anggrek permata seperti marga Anoectochillus, Dossiniana dan Mocodes.

Anggrek Indonesia
    Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan keanekaragaman jenis anggrek. Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) merupakan tanaman asli Indonesia dan dikenal sebagai permata belantara Indonesia. Anggrek ini pada tahun 1990 ditetapkan sebagai bunga nasional Indonesia. Anggrek bulan yang warnanya putih berbentuk seperti bulan purnama atau sekumpulan kupu-kupu. Jenis anggrek Indonesia lainnya yang cukup terkenal antara lain adalah Vanda tricolor dari Jawa Barat, Vanda hookeriana dari Sumatera, Paphiopedilun praestans dari Irian Jaya, dan Pahiopedilun glaucopylum dari Jawa Tengah. Selain anggrek-anggrek yang sudah dibudidayakan, Indonesia masih memiliki banyak sekali jenis anggrek liar yang terdapat di hutan-hutan.
\
 Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis)
 Anggrek Pahiopedilun glaucopyllum
 Anggrek Vanda hookeriana biru
Anggrek Vanda tricolor