"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)
Tampilkan postingan dengan label BIOTA LAUT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIOTA LAUT. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Desember 2016

PLANKTON : SUMBER MAKANAN IKAN

   
     Plankton adalah kelompok organisme yang hidup di laut maupun perairan tawar dengan cara melayang dan mengikuti gerakan arus air. Organisme ini umumnya dibedakan dari nekton (hewan yang mampu berenang) dan benthos (organisme yang hidup menetap di dasar air). Dalam siklus rantai makanan, organisme ini menempati posisi sebagai produsen dan konsumen primer.

Plankton
 Ukuran Plankton
    Berdasarkan ukurannya, plankton dapat dibedakan menjadi enam kelompok yaitu ultraplankton, nanoplankton, mikroplankton, mesoplankton, makroplankton dan megaplankton. Kelompok ultraplankton kemudian dibagi lagi menjadi femtoplankton dan pikoplankton. Adapun berdasarkan tempat hidup dan daerah penyebarnnya, plankton dapat dibagi menjadi lima kelompok yaitu limnoplankton (hidup di air tawar), haliplankton (hidup di laut), hypalmyroplankton (hidup di air payau), heleoplankton (hidup di kolam air tawar) dan potamoplankton atau rheoplankton (hidup di sungai).
 Fitoplankton
Fitoplankton
Fitoplankton
    Kelompok plankton yang berperan sebagai produsen di perairan disebut fitoplankton. Fitoplankton mampu mengadakan proses fotosintesis karena memiliki pigmen warna seperti klorofil, fukosantin, dan sentofil. Dengan bantuan sinar matahari, organisme ini mampu mampu mengubah karbon dioksida dan air menjadi glukosa dan oksigen. Oleh sebab itu, fitoplankton hanya ditemukan pada badan air yang masih dapat ditembus oleh sinar matahari. Beberapa contoh fitoplankton yang sering dijumpai di laut adalah diatoma dan dinoflagelata.
 Zooplankton
 Zooplankton
Zooplankton
    Jumlah populasi fitoplankton berkaitan erat dengan jumlah populasi zooplankton. Anggota zooplankton mencakup beberapakelompok hewan akuatik seperti porifera, selenterata,polychaeta, moluska, ekinodermata dan kopepoda (anggota krustasea). Kelompok plankton ini berfungsi sebagai konsumen tingkat pertama (konsumen primer) di suatu perairan yang menghubungkan antara produsen dan konsumen yang lebih tinggi. Apabila fitoplankton hidup di badan air yang terkena sinar matahari, maka zooplankton akan menghindari cahaya matahari tersebut. Pada siang hari, zooplankton akan berada di badan air yang terkena sedikit cahaya matahari. Adapun pada malam hari, kelompok plankton ini akan bermigrasi secara vertikal menuju ke permukaan laut yang banyak mengandung fitoplankton.

Produktivitas Plankton
    Produktivitas plankton di suatu perairan dipengaruhi oleh kondisi air dan ketersediaan pakan. Selain faktor fisik dan kimia perairan, arus air yang mengalir di lautan berperan penting terhadap jumlah plankton. Sebagai contoh,produktivitas plankton di pantai barat dan pantai selatan Afrika dipengaruhioleh arus Bengala, sedangkan produktivitas plankton di pantai barat Amerika Selatan dipengaruhi oleh arus Peru.
    Cahaya matahari yang menembus badan air dan Karbon dioksida (CO2) yang terlarut di dalam air dimanfaatkan oleh fitoplankton untuk berfotosintesis. Oleh sebab itu, produktivitas fitoplankton terbesar biasanya ditemukan pada kedalaman 5-10 m. Pada umumnya, fitoplankton menjadi sumber pakan utama bagi zooplankton menjadi sumber pakan bagi ikan dan mamalia air.

Sumber : Ensiklopedia Umum Untuk Pelajar

Senin, 28 November 2016

BINTANG LAUT : INVERTEBRATA UNIK DI DASAR LAUT

    Bintang laut adalah nama umum bagi kelompok hewan invertebrata dari kelas Asteroidea yang memiliki tubuh berbentuk bintang dengan lengan-lengan radial. Anggota filum Echinodermata  ini terdiri dari 7 bangsa, 35 suku, dan lebih dari 1.500 spesies. Bintang laut tersebar luas di lautan, mulai dari daerah pasang surut sampai laut dalam. Bangsa (ordo) bintang laut meliputi Brisingida, Forcipulatida, Paxillosida, Notomyotida, Spinulosida, Valvatida dan velatida.
    Bintang laut memiliki diameter tubuh yang bervariasi, mulai dari 1 cm sampai 65 cm. Tubuhnya terdiri dari cakram tubuh yang terletak di bagian tengah dan lengan-lengan radial yang umumnya berjumlah 5. Akan tetapi, bintang laut mahkota (Acanthaster planci) memiliki lengan radial yang berjumlah 30. Lengan radial pada bintang laut memiliki deretan kaki-kaki tabung yang disebut kaki ambulakral. Kaki tabung ini digunakan untuk bergerak di dasar laut, menempel di karang, dan menangkap mangsa.
Pedicellariae
    Rangka luar (eksoskeleton) bintang laut terdiri dari lempengan kalsium karbonat yang disebut osikel. Meskipun tampak kaku, namun rangka bintang laut bersifat fleksibel atau lentur. Hal ini dikarenakan oksikel terkait dengan jaringan penghubung dan otot-otot. Permukaan tubuh bintang laut ditutupi dengan duri-duri pendek dan tumpul. Di sekitar dasar duri terdapat struktur modifikasi berbentuk seperti penjepit yang disebut pedicellariae. Struktur ini berfungsi untuk mencegah penimbunan sisa-sisa makanan di bagian permukaan tubuh sekaligus untuk menangkap makanan.

Sistem Vaskular Air
    Salah satu ciri khas bintang laut adalah cara bergeraknya yang unik. Hewan ini bergerak melalui sistem veskular air. Dalam sistem ini, air laut masuk melalui lubang madreporit yang terletak di bagian atas cakram tubuh. Setelah itu, air mengalir ke saluran batu, saluran cincin, dan kemudian memasuki sistem veskular atau kanal yang terhubung dengan kaki-kaki ambulakral. Aliran air tersebut menyebabkan otot-otot pada kaki ambulakral berkontraksi sehingga bintang laut dapat bergerak ke depan.
Branchia Dermalis
    Proses pertukaran oksigen pada bintang laut terjadi di dalam branchia dermalis, yaitu struktur seperti bulu-bulu halus yang tersebar di permukaan atas tubuh. Dinding branchia dermalis sebelah luar dan dalam sama-sama memiliki cilia atau bulu getar. Cilia bagian luar akan mengalirkan air yang mengandung oksigen ke dalam branchia. Adapun cilia bagian dalam akan mengalirkan cairan tubuh ke dalam branchia. Dengan demikian terjadilah pertukaran oksigen dan karbon dioksida di dalam branchia dermalis.

Larva Bipinaria
    Ketika bereproduksi, bintang laut jantan dan betina masing-masing akan melepaskan sperma dan sel telur ke air. Bintang laut betinamampu melepaskan 2,5 juta telur dalam waktu 2 jam. Adapun bintang laut jantan dapat melepaskan sperma yang jumlahnya lebih banyak daripada sel telur betina. Setelah melewati proses fertelisasi, sel telur yang telah dibuahi akan tumbuh menjadi larva yang disebut bipinaria. Larva bipinaria kemudian tumbuh menjadi larva brachiolaria dan akhirnya bermetamorfosis menjadi bintang laut muda.

Hewan Karnivor
    Pada umumnya, bintang laut merupakan hewan karnivor yang sering memangsa spons, kerang, kepiting, koral, cacing laut dan anggota Ekinodermata lainnya. Namun beberapa jenis bintang laut mencari pakan dengan cara memakan bangkai ikan dan invertebrata lain, menyaring lumpur untuk mendapatkan zat-zat organik, dan menyaring air laut untuk mendapatkan plankton. Di alam salah satu predator atau pemangsa yang sering memburu bintan laut adalah paus hidung botol. Untuk mempertahankan diri, bintang laut dapat mengeluarkan racun dari duri-duri atau permukaan tubuhnya atau bersembunyi di bawah sedimen.
 Bintang laut Biru
 Bintang laut Cokelat
 Bintang laut Ular
 Bintang laut berduri
Bintang laut Ungu

Sabtu, 05 November 2016

CUMI-CUMI : MOLUSCA BERTENTAKEL

    Cumi-cumi merupakan kelompok moluska dari ordo Teuthoidea yang memiliki tentakel di bagian kepalanya. Anggota kelas Cephalopoda ini hidup di laut, baik di laut dangkal maupun di laut dalam. Cumi-cumi sering dijadikan bahan makanan yang bernilai ekonomi tinggi, karena kaya akan kandungan protein.
    Seperti anggota moluska lainnya,cumi-cumi memiliki tubuh yang lunak dan cangkang yang tipis. Hewan ini memiliki ukuran tubuh yang bervariasi, mulai dari beberapa sentimeter sampai beberapa meter. Architeuthis dux merupakan spesies cumi-cumi terpanjang yang panjang tubuhnya dapat mencapai 20 m.
 Gurita
Gurita raksasa

Lensa Mata
    Secara garis besar, tubuh cumi-cumi terbagi menjadi dua bagian, yaitu kepala dan mantel. Bagian kepala terdiri atas mulut, sepasang mata, dan tangan. Adapun bagian mantel terdiri dari sifon (lubang tempat keluar atau masuknya air), sirip, kantung tinta dan beberapa organ seperti insang, jantung, ginjal dan usus.
    Berbeda dari anggota moluska yang lain, cumi-cumi memiliki otak yang relatif besar dan penglihatan yang tajam. Mata cumi-cumi dilengkapi dengan kornea, lensa, iris, difragma dan retina. Hewan ini memiliki kemampuan untuk memajukan atau memundurkan lensa mata sehingga pandangannya menjadi lebih fokus.

Tentakel
    Cumi-cumi memiliki 8 tangan pendek dan 2 tentakel panjang. Tangan dan tentakel pada cumi-cumi digunakan untuk berenang dan menangkap mangsa. Permukaan bawah dari tangan dan tentakel dilengkapi dengan alat pengisap yang berfungsi sebagai pencengkeram mangsa dan indera perasa. Kecepatan renang cumi-cumi dapat mencapai 10 meter perdetik. Kecepatan tersebut didukung oleh kontraksi otot-otot pada bagian mantel. Ketika berkontraksi, air dalam rongga mantel akan dipompa keluar melalui sifon. Dengan demikian, tubuh cumi-cumi terdorong ke belakang, berlawanan dengan arah semburan air.

Bioluminesensi
    Untuk menyamarkan diri, cumi-cumi dapat mengubah warna kulit sesuai dengan lingkungannya dalam waktu kurang dari satu detik. Perubahan tersebut disebabkan karena cumi-cumi memiliki pigmen warna yang disebut kromatofora serta sel pemantul cahaya yang disebut indosit. Selain itu, cumi-cumi juga dilengkapi dengan organ penghasil cahaya (bioluminesensi) yang disebut fotofor. Cahaya bioluminesensi berasal dari reaksi kimia antara luciferin (senyawa penghasil cahaya) dan enzim luciferase. Bioluminesensi tersebut dimanfaatkan oleh cumi-cumi untuk menarik perhatian pasangan, mencari mangsa dan menyamar.

Gurita
    Anggota kelas Cephalopoda yang memiliki banyak kemiripan dengan cumi-cumi adalah gurita. Secara taksonomi, gurita diklasifikasikan ke dalam ordo Octopoda. Berbeda dengan cumi-cumi, tubuh gurita tidak memiliki cangkang. Selain itu, gurita hanya memiliki 8 tangan yang berukuran panjang  tanpa tentakel. Octopus dofleini merupakan spesies gurita terpanjang dan terbesar dengan panjang tangan mencapai 9 m.
 Sotong
Cumi-Cumi

Minggu, 30 Oktober 2016

KERANG : BIOTA LAUT YANG DAPAT DIKONSUMSI

    Kerang merupakan kelompok hewan bercangkang dua yang diklasifikasikan sebagai anggota kelas Pelecypoda atau Bivalvia dari filum Mollusca. Kerang hidup baik di air tawar maupun air laut. Kelompok ini terdiri dari sekitar 6.000 spesies, termasuk tiram, remis scallop, dan kijing mussel. Berbagai jenis kerang, misalnya kerang darah (Anadara sp) dan kerang air tawar (Anadonta grandis), sering dijadikan bahan makanan yang bernilai ekonomis tinggi karena kaya akan kandungan protein dan lemak.
 2 Ekor Kerang mencari makanan dalam pasir laut
    Ukuran kerang cukup bervariasi, mulai dari 1-10 cm hingga 1,35 m, misalnya kijing raksasa (Tridacna gigas). Tubuh kerang yang lunak dilindungi oleh cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat (zat kapur). Cangkang tersebut terdiri dari dua katup, masing-masing katup dihubungkan dengan engsel dari bahan ligamen (jaringan ikat) yang lentur. Selain itu, kerang memiliki otot aduktor yang berguna untuk membuka atau menutup cangkang.

Pemakan Partikel
    Kerang merupakan hewan pemakan partikel-partikel kecil di dalam air. Air yang masuk melalui safon akan disaring dengan insang sehingga partikel makanan tersebut terpisah dari air. Partikel makanan tersebut kemudian didorong ke dalam perut oleh silia (rambut-rambut halus). Adapun partikel makanan yang tidak dicerna akan dibuang melalui anus.

Glocidium
    Pada umumnya kerang memiliki organ seks yang terpisah. Sperma dan sel telur dilepaskan ke air. Setelah melalui proses fertilisasi (pembuahan), telur berkembang menjadi larva yang disebut Glocidium. Larva tersebut kemudian berenang ke dasar air sampai menemukan tempat yang sesuai untuk pertumbuhannya.

Tiram
    Tiram biasanya ditemukan di laut, terutama di perairan sub tropis maupun di perairan tropis. Cangkang tiram memiliki permukaan yang kasar dan berwarna abu-abu atau hitam. Bagian dalam cangkang mutiara (Meleagrina vulgaris) memiliki lapisan nacre yang terbuat dari kristal aragonit. Lapisan tersebut dapat membentuk mutiara apabila tiram tersebut dimasuki oleh partikel asing, misalnya pasir.
Tiram

Scallop
    Remis scallop hidup di perairan laut, baik dilaut dangkal maupun di laut dalam. Kerang ini disebut juga kerang kipas karena cangkangnya berbentuk seperti kipas dengan diameter sekitar 2,5 - 5 cm. Katup bagian bawah biasanya lebih besar daripada katup bagian atas. Scallop berenang dengan cara mengepakkan kedua katupnya.
Scallop

Mussel
    Kijing Mussel dapat ditemukan baik di perairan tawar (sungai, danau) maupun di laut. Beberapa spesies mussel,misalnya kerang hijau (Mytilus edulsis) banyak dibudidayakan di pantai berbatu atau di pantai berlumpur. Cangkang mussel relatif lebih tipis dan lebih lonjong daripada kerang yang lain. Selain itu, cangkang mussel memiliki benang-benang bisus (byssus) yang digunakan untuk menempel pada dasar air
Mussel

Sabtu, 29 Oktober 2016

EKINODERMATA : SPESIES BIOTA LAUT YANG BERKULIT DURI

    Ekinodermata (Echinodermata) adalah nama filum dari invertebrata laut yang berkulit duri. Filum yang mencakup sekitar 6.000 spesies ini dikelompokkan dalam beberapa kelas antara lain Asteroidea (bintang laut), Ophiiroidea (bintang ular), Echinoidea (bulu babi atau landak laut), Holothuroiddea (teripang atau ketimun laut) dan Crinoidea (lili laut). Selain sebagai sumber makanan, Ekinodermata juga berfungsi sebagai hewan pemakan bangkai atau pemakan partikel-partikel yang membusuk di laut.
Bulu Babi
    Anggota Ekinodermata, kecuali bulu babi dan teripang, memiliki lima lengan simetris. Hewan ini umumnya memiliki kerangka yang terbuat dari kalsium korbonat. Tubuh Ekinodermata biasanya ditutupi dengan duri yang pendek dan tumpul. Hewan ini banyak ditemukan di dasar laut, di semua kedalaman. Beberapa spesies Ekinodermata berkembang biak secara seksual, sedangkan beberapa spesies yang lain berkembang biak secara aseksual (membelah diri).

Bulu Babi
    Bulu babi berbentuk bulat dan memiliki duri-duri yang panjang. Duri tersebut digunakan untuk menangkap mangsa dan berjalan. Beberapa spesies bulu babi memiliki kelenjar racun yang digunakan untuk mempertahankan diri. Bagian mulut terdapat pada pada salah satu kutub tubuhnya, sedangkan bagian anus terdapat pada kutub yang lain. Mulut bulu babi terdiri dari lima gigi tajam yang didukung oleh lima rangka samping. Bulu babi memiliki kaki tabung sebagai pengisap dan pengeluar air. Dengan alat pengisap ini bulu babi dapat merayap ke atas batu.
Bulu babi

Teripang
    Teripang memiliki tubuh yang lunak dan berbentuk bulat memanjang. Bagian mulut dilengkapi dengan tentakel yang dapat dijulurkan atau ditarik kembali. Beberapa jenis teripang menghasilkan racun, namun beberapa anggota yang lain dapat diolah menjadi makanan. Pada saat ini teripang telah dibudidayakan dan diekspor ke berbagai negara, seperti Jepang dan Hongkong.
Teripang

Bintang Laut
    Seperti namanya, bintang laut memiliki tubuh yang berbentuk seperti bintang dengan lima lengan yang simetris. Permukaan tubuhnya ditutupi oleh duri-duri pendek. Bagian pusat bintang laut terdiri dari sebuah perut dengan mulut di sebelah bawah dan anus di atas. Adapun bagian lengan simetris terdiri dari cabang-cabang syaraf, perut dan saluran air.
Bintang laut

Lili Laut
    Tubuh lili laut berukuran kecil dan berbentuk seperti cangkir. Bagian mulutnya dilengkapi dengan tentakel yang bercabang-cabang yang berfungsi untuk menangkap makanan. Beberapa jenis lili laut memiliki semacam tangkai yang digunakan untuk melekat di dasar laut sehingga terlihat seperti batang pada tanaman.
Lili Laut

Bintang Ular
    Bintang ular memiliki tubuh yang berbentuk seperti cakram kecil dengan lima lengan yang simetris. Organ pencernaan dan reproduksi berada di dalam cakram tubuhnya. Duri-duri pendek hanya terdapat pada bagian samping dari lengan simetris, sedangkan bagian atas dan bawahnya tidak ditutupi dengan duri.
Bintang ular

Sabtu, 01 Oktober 2016

KORAL : PEMBENTUK TERUMBU KARANG

    Koral adalah kelompok hewan laut dari kelas Anthozoa yang rangka tubuhnya terbuat dari kalsium karbonat (CaCO3). Koral yang memiliki delapan tentakel digolongkan sebagai subkelas Alcyonaria (Ostocorllia), sedangkan koral yang memiliki enam atau kelipatan enam tentakel digolongkan sebagai subkelas Zoantharia (Hexacorallia). Anggota Filum Coelenterata (Cnidaria) ini umumnya berfungsi sebagai penyususn utama terumbu karang (Coral Reef).
    Tubuh koral terdiri dari beberapa polip, yaitu strktur berlubang yang berbentuk seperti silinder. Tubuh bagian bawah melekat pada substrat yang ditumpanginya. Adapun tubuh bagian atas berupa mulut yang dikelilingi oleh beberapa tentakel. Selain digunakan untuk menangkap makan, tentakel koral juga dilengkapi dengan nematosis, yaitu alat sengat yang mengandung racun untuk melumpuhkan mangsa.
Koloni Koral, tempat Habitat Ikan
Koloni Koral
    Pada umumnya, koral hidup dalam koloni. Koloni koral memiliki bentuk yang bermacam-macam, antara lain bentuk bercabang-cabang pada Acropora, bulat dan berlekuk pada Stylophora mordax, dan bentuk seperti otak pada Leptona tenuis. Selain  itu, koloni tersebut memiliki warna yang beraneka ragam, misalnya putih, merah, hitam, dan biru.
    Koral hanya dapat hidup pada kondisi lingkungan tertentu. Penyebarannya terbatas pada darah 30o Lintang Utara dan 30o Lintang Selatan. Koral membutuhkan cahaya bagi pertumbuhannya sehingga ia hanya bisa hidup pada kedalaman sekitar 35 m. Temperatur air yang sesuai untuk pertumbuhan koral berkisar antara 20-29oC. Hewan karang ini menyukai perairan yang jernih dengan salinitas atau kadar garam sekitar 30-36 ppt (part per trilion atau 10-12.)

Planula
    Reproduksi koral dapat berlansung secara seksual maupun aseksual. Pada reproduksi seksual, sel telur dan sperma dihasilkan dari individu yang berbeda. Setelah dibuahi, telur akan berkembang menjadi larva bersilia (memiliki rambut getar) yang disebut planula. Larva tersebut kemudian tumbuh menjadi polip setelah menetap pada substrat. Pembelahan aseksual pada koral terjadi dengan pembentukan kuncup yang melekat pada induknya. Apabila kuncup koral telah terbentuk, maka induk koral akan mati, meskipun rangka tubuhnya tidak hancur. Rangka tubuh tersebut akan terus bertumpuk sehingga membentuk terumbu karang.

Terumbu Karang 
   Selain koral, terumbu karang juga dihuni oleh beberapa kelompok organisma seperti anemon laut, moluska dan alga. Permukaan terumbu karang digunakan sebagai tempat simbiosis mutualisme (hubungan timbal balik saling menguntungkan) antara koral dan zoonxanthellae (alga bersel satu) . Zoozanthellae seperti Symbiodinium dan microadriaticum mengadakan proses fotosintesa  dengan hasil samping berupa endapan kalsium korbonat. Endapan tersebut kemudian dimanfaatkan oleh koral untuk membentuk struktur tubuh yang khas. Semakin banyak kalsium karbonat yang diendapkan, semakin cepat pula proses pertumbuhan koral.

 Koral Laut
Koral bunga laut (Anemon)

Kamis, 24 Desember 2015

KEANEKARAGAMAN BIOTA LAUT INDONESIA

   Biota laut adalah semua mahluk hidup yang ada di laut baik hewan maupun tumbuhan ataupun karang. Secara umum Biota laut dibagi menjadi tiga kelompok besar yaitu plankton, Nekton dan Bentos. Pembagian ini tidak ada kaitannya dengan klasifikasi ilmiah, ukuran, hewan atau tumbuhan tapi berdasarkan pada kebiasaan hidup secara umum seperti gerak berjalan, pola hidup dan sebaran secara Ekologi.
1. Plankton adalah sejenis organisme hanyut yang hidup dalam zone bagian atas samudera, laut dan air tawar (Danau,Sungai). Plankton menjadi makanan utama kebanyakan mahluk laut dan biasanya terdiri dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan laut. Walaupun termasuk sejenis mahluk hidup dan ukurannya kecil plankton tidak mempunyai kekuatan untuk melawan kekuatan arus, air pasang atau angin yang menghanyutkannya. Plankton hidup dipesisir pantai dimana dia mendapat garam mineral dan cahaya matahari yang mencukupi.Karena plankton menjadi makanan ikan, tidak mengherankan ikan banyak ditemukan dipesisir pantai sehingga kegiatan nelayan menangkap Ikan banyak dilakukan di kawasan itu. Selain sisa-sisa hewan plankton juga tercipta dari tumbuhan dan itu dapat dilihat menggunakan mikroskop ada unsur tumbuhan alga pada plankton. Plankton sendiri terdiri dari 2 jenis yaitu Fitoplnkton yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan Zooplankton yang berasal dari hewan. Hewan yang memangsa plankton selain Ikan adalah Koral atau karang, Kerang dan Paus.
2. Nekton adalah sekelompok organisme yang hidup di kolam air baik air tawar maupun air laut. Nekton berasal dari bahasa Yunani yang artinya berenang. Nekton adalah hewan-hewan laut yang dapat bergerak sendiri kesana kemari seperti Ikan bertulang rawan, Ikan bertulang sejati, Kelomang, Molusca, sotong, cumi-cumi , kuda laut dan semua jenis invertebrata laut lainnya. Nekton merupakan organisme laut yang sangat bermanfaat bagi manusia terutama untuk perbaikan gizi dan peningkatan ekonomi.Tumpukan bangkai nekton seperti koral, karang,moluska,foraminifera merupakan bahan dasar terbentuknya mineral laut seperti gas dan minyak Bumi setelah mengalami proses panjang dalam jangka waktu ribuan bahkan jutaan tahun.
3. Bentos merupakan sebuah organisme yang tinggal didalam atau di dasar laut dan dikenal sebagai zone Bentik. Mereka tinggal didekat laut atau endapan lingkungan dari pasang surut disepanjang tepi kolam dan pantai, dan kemudian ke zone Neritis, zone Bathial dan zone kedalaman laut yaitu Abysal.Karena cahaya tidak menembus ke dasar laut , sumber energi yang mendalam untuk ekosistem bentik memiliki organik yang lebih tinggi pada air yang letaknya jauh di kedalaman. Contoh kehidupan bentos yang sering kita lihat adalah jenis kelomang dan Kepiting laut yang ukuran dan coraknya sangat beragam. Ubur-ubur juga memiliki jenis yang beragam dan ada ubur-ubur yang beracun apabila terkena sengatannya dapat menimbulkan kematian. Sedangkan didasar laut sering kita menjumpai kehidupan Bintang laut dan Koral hewan berbentuk karang yang sesungguhnya merupakan hewan pemakan plankton dan fosilnya dapat membentuk gundukan yang semakin tinggi sehingga setelah muncul kepermukaan laut membentuk Pulau Karang atol.
Bintang laut Pasir berduri
Bintang Laut Merah
Sportozoa laut
Foraminifera tumbuhan
Foraminifera kerang-kerangan
Foraminifera Cangkang
Bintang Laut Merah Putih
Bintang Laut Merah Totol
Kima di dasar laut Teluk Toli-toli
Sepasang Kuda Laut Hijau
Kuda Laut Kuning Emas
Fitoplankton Biru
Foraminifera batuan
Kelomang Biru Riau
Kelomang Coklat
Kelomang Ungu
Kelomang Merah biasa
Kelomang Biru
Kelomang Keriput
Kelomang Petapa
Kelomang Strawberry
Kelomang Sunset
Kelomang Sunrise
Kelomang Ungu
Kerang Raksasa Hijau
Ketam Kenari
Terumbu Karang/Koral
Koral Kuning Pecture
Koral Ruby
Koral Masroom
Koral merah Berduri
Koral Tantakel
Koral aneka warna
Koral Merah
Koral Otak
Kriil, Makan kesukaan Paus
Koral Payung,Raja Ampat
Molusca Citton
Moluska Hitam
Molusca Merah
Ubur-Ubur Beracun
Ubur-Ubur Api
Ubur-Ubur Kotak
Ubur-Ubur Raksasa
Plankton
Zooplankton
Zooplankton Biru