"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)
Tampilkan postingan dengan label TANAMAN PERKEBUNAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TANAMAN PERKEBUNAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Januari 2017

PALA : TANAMAN REMPAH-REMPAH ASLI INDONESIA

    Pala adalah kelompok tumbuhan dikotil dari marga Mtristica yang berbiji keras dan arilnya digunakan sebagai rempah-rempah. Anggota suku Myristicaceae ini merupakan tumbuhan tropis asli Indonesia yang berasal dari Maluku. Pada saat ini, pala juga telah dibudidayakan sebagai bahan baku industri kosmetik di wilayah Asia Selatan, Amerika Selatan dan Amerika Tengah.
    Pala tumbuh secara optimal di darah berketinggian sekitar 500-700 m di atas permukaan laut, bertemperatur udara 20-30oC, dan bercurah hujan sekitar 2.000-3.000 mm pertahun. Tumbuhan ini juga memerlukan tekstur tanah liat berpasir dengan pH 5,5-6,5. 

Buah Pala
Myristica Fragans
    Jenis-jenis pala yang sudah dibudidayakan meliputi Myristiica fragans, Myristica argentea, Myristica fattua, Myristica specioga, Myristica sucedona dan Myristica malabarica. Sentra perkebunan pala di Indonesia terdapat di Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Papua dan Nanggroe Aceh Darussalam.

Aril
    Pohon pala dapat mencapai ketinggian 20 m. Daunnya berbentuk lonjong dengan bagian ujung yang menyempit. Permukaan bawah daun berwarna biru kehijau-hijauan, sedangkan permukaan atasnya berwarna hijau tua. Bunga pala berwarna kuning, bertangkai kecil, dan tersusun dalam bentuk malai (tandan bunga). Bunga ini biasanya tumbuh pada ketiak daun. Buah pala berbentuk bulat telur dan berwarna kuning dengan daging buah yang tebal. Bijinya berkulit keras, berwarna cokelat dan berselaput biji. Selaput biji yang berdaging dan berwarna merah ini disebut juga dengan istilah aril atau fuli.
Tanaman dan buah Pala
Trimiristin
    Perbanyakan tanaman pala dilakukan baik secara generatif (biji) maupun secara vegetatif (cangkok, enten, okulasi, dan setek). Pada umumnya tanaman ini mulai berbuah ketika berumur 70 tahun. Buah pala dapat dipanen sesudah 6-7 bulan sejak berbunga. Pala dapat menghasilkan jumlah produksi tertinggi ketika sudah berumur 25 tahun. Kandungan kimia yang terdapat pada biji dan aril pala meliputi air, karbohidrat, protein, minyak campuran, minyak asiri (pinen, kampen, dan dipenten), lemak pala atau trimiristin, vitamin A,B, dan C, resin dan mineral.

Buah Pala untuk Pengobatan
Minyak Pala
    Kulit batang, daun, bunga, aril, dan biji pala dapat menghasilkan minyak asiri atau minyak pala yang diperoleh melalui proses penyulingan. Proses tersebut dapat menghasilkan 7-16% minyak pala yang berwarna kuning muda atau hampir tidak berwarna dan beraroma khas. Minyak ini seringkali digunakan dalam industri pengolahan makanan dan minuman, kosmetik, maupun farmasi.
    Selain minyak pala, tanaman pala dapat diolah menjadi berbagai produk. Daging buah pala dapat diproses menjadi beberapa jenis makanan seperti manisan, asinan, selai, dodol dan sirop. Aril yang telah dikeringkan dijual sebagai bumbu masakan.

Sirup Buah Pala
Tanaman Obat
    Biji pala dapat dimanfaatkan untuk mengobati gangguan pencernaan seperti mual-mual, dan kurang nafsu makan, menyembuhkan luka pada ginjal, serta mengobati gangguan pada saluran kencing. Meskipun demikian, pemakaian biji pala dalam dosis yang tinggi dapat juga menimbulkan efek rangsangan yang kuat pada sistem saraf, yang disusul dengan depresi dan tanda keracunan seperti sakit kepala, kejang-kejang dan halusinasi.

Minggu, 30 Oktober 2016

TEBU : TANAMAN BAHAN BAKU GULA PASIR

    Tebu (Saccharum officinarum) adalah spesies tumbuhan monokotil dari suku Poaceae atau Gramineae (suku rumput-rumputan) yang batangnya beruas-ruas, berserat dan mengandung banyak air. Tanaman yang berasal dari Pulau Papua ini telah dibudidayakan di negara-negara tropis dan subtropis seperti Brazil, Kuba, Meksiko, India, Cina dan Indonesia. Tebu termasuk salah satu komoditas pertanian yang penting karena tanaman ini dijadikan sebagai bahan baku gula pasir dan vetsin.
    Pada umumnya, tebu dibudidayakan pada daerah yang berketinggian 5-500 m di atas permukaan laut. Untuk pertumbuhan yang optimal, tanaman ini memerlukan temperatur udara sekitar 28o - 34o C, kelembaban udara lebih dari 70%, dan pengairan yang merata. Di Indonesia, perkebunan tebu terdapat di beberapa daerah seperti Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Kultivar Tebu
    Tebu budidaya di Indonesia terdiri dari beberapa kultivar, misalnya kultivar PS 58, PS 56, BZ 63, BZ 107, dan klon POY 3016. Menurut warna batangnya, tebu dapat dikelompokkan menjadi tebu hitam dan tebu kuning. Tebu hitam berbatang ungu kehitaman dengan panjang ruas 10-15 cm. Tinggi tanaman ini mencapai 3 m, sedangkan diameter batangnya sekitar 2-5 cm. Tebu hitam banyak mengandung air meskipun rasanya tidak terlalu manis. Adapun tebu kuning memiliki kulit batang berwarna kuning kehijauan dengan panjang ruas 15-40 cm. Tinggi tanaman ini bisa mencapai 6 m, sedangkan diameter batangnya mencapai 1-3 cm. Meskipun sedikit mengandung air, namun tebu kuning sangat manis.

Perbanyakan Tebu
    Perbanyakan tebu dapat dilakukan dengan biji, setek ujung, maupun setek batang. Tebu mulai berbunga sekitar umur 8-16 bulan. Setelah berbunga, tanaman ini siap dipanen dengan cara memotong bagian daun dan menebas bagian batang yang dekat dengan tanah. Semakin ke bawah, kandungan gulanya semakin banyak. Panen tebu dapat dirusak oleh serangan hama dan penyakit. Hama yang menyerang tanaman tebu meliputi penggerek batang bergaris (Proceras cacchariphagus), penggerek batang berkilat (Chilitrae auricilia), penggerek batang abu-abu (Eucosma schismacaena) dan tikus. Adapun penyakit yang sering menginfeksi antara lain penyakit virus mozaik, penyakit dongkelan (akibat jamur Marasnius sacchari), dan penyakit noda kuning (akibat jamur Cercospora kopke)

Molase
    Molase atau tetes tebu merupakan hasil samping dari tahap pemisahan kristal gula. Produk sampingan yang berupa cairan ini masih mengandung gula dan asam animo. Oleh sebab itu, molase sering dimanfaatkan sebagai bahan baku gula cair, vetsin atau monosidium glutamat (MSG), dan arak. Adapun pucuk daun tebu yang dibuang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
 Tebu Kuning
 Tanaman Tebu usia muda
Tebu Hitam

TEMBAKAU : TANAMAN YANG MENGANDUNG SENYAWA NIKOTIN

    Tembakau merupakan kelompok tumbuhan dikotil dari genus Nicotinia yang daunnya mengandung senyawa nikotin. Anggota suku Solanacae (terung-terungan) ini meliputi beberapa spesies termasuk N.tabacum, N.rustica, N.Longiflora, N.debneyi dan N.glutinosa. Tembakau merupakan salah satu tanaman budidaya yang cukup penting karena tumbuhan ini digunakan sebagai bahan utama pembuatan rokok dan cerutu.
    Tembakau tumbuh di daerah tropis dan sub tropis. Tanaman yang berasal dari Amerika Selatan ini telah dibudidayakan di berbagai negara seperti Brazil, Kuba, Jamaika, Turki, Italia, Cina dan India. Di Indonesia, tembakau yang dibudidayakan antara lain tembakau virginia, besuki, deli dan madura. Adapun sentra penanaman tembakau meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sumatera Utara.

Budidaya Tembakau
    Meskipun penanaman tembakau tergantung pada jenisnya, namun tanaman ini membutuhkan tanah yang subur, penyinaran matahari penuh dan pengairan yang cukup bagi pertumbuhannya. Sebelum ditanam pada lahan, biji tembakau disemaikan di suatu tempat khusus sampai berumur 38-45 hari. Bibit tembakau untuk cerutu ditanam pada pertengahan kemarau, sedangkan bibit tembakau untuk rokok ditanam pada akhir musim hujan. Pemanenan dilakukan setelah tanaman berumur 90-100 hari dengan memetik daunnya. Daun yang dijadikan sebagai tembakau rajangan terletak dipucuk dan berjumlah 6-14 helai. Daun ini dianggap berkualitas baik karena menghasilkan tembakau kering yang harum dan gurih. Daun yang berkualitas sedang berada di bagian tengah batang. Sedangkan daun yang berkualitas rendah berada di bagian bawah batang.

Pasca Panen Tembakau
    Setelah dipanen dan dilayukan, daun tembakau dijual dalam bentuk utuh sebagai bahan baku cerutu atau dijual dalam bentuk rajangan sebagai bahan baku rokok. Untuk merajang daun tembakau, para petani menggunakan alat perajang khusus agar irisan yang dihasilkan dapat seragam. Hasil rajangan kemudian dikeringkan dengan empat cara, yaitu pengeringan dibawah terik matahari atau dijemur (sun curing), pengeringan dengan angin (air curing), pengeringan dengan panas langsung (fire curing), serta pengeringan dengan panas tidak langsung (flue curing) misalnya dengan memakai kompor.

Rokok dan Cerutu
    Tembakau merupakan bahan baku utama rokok dan cerutu. Rokok dan cerutu mengandung bahan penyebab kanker seperti arsen, benzena, benzopiren, kadmium, hidrogen sianida, dan toluen. Bahan tersebut menyebabkan efek negatif seperti asma, insomnia, batuk kering, penyakit paru-paru, impotensi dan kanker. Apabila dibakar, senyawa nikotin mengeluarkan gas CO yang menenangkan pikiran dan membuat ketagihan bagi perokok. Meskipun banyak menimbulkan penyakit, namun tembakau tetap dibudidayakan di Indonesia karena industri rokok merupakan salah satu penyumbang terbesar pendapatan negara di sektor perkebunan.

Manfaat dan Kerugian
    Selain rokok dan cerutu, tembakau sering dimanfaatkan untuk obat cacing, bisul dan perut mulas. Getah daunnya digunakan untuk membersihkan kotoran pada luka bernanah. Air perasan tembakau digunakan untuk membersihkan luka dan kudis. Selain berkhasiat, tembakau juga menimbulkan keracunan karena mengandung alkaloid, asam organik dan nikotin. Gejala keracunan tembakau berupa sesak napas, muntah, kejang dan diare.

 Kelopak bunga Tembakau
Perkebunan Tembakau
Lion ear Afrika

TEH : TUMBUHAN PENYEGAR MINUMAN

    Teh (Camellia sinensis) adalah tumbuhan berkayu dari suku Theaceae yang pucuk daunnya digunakan sebagai minuman. Tumbuhan yang berasal dari Asia Tenggara ini tersebar di daerah subtropis dan tropis, terutama wilayah Asia Timur dan Amerika Selatan. Dua varietas teh yaitu teh cina (Camellia sinensis sinensis) dan teh india (Camellia sinensis assamica) banyak dibudidayakan karena bernilai ekonomi tinggi.
    Pemakaian teh sebagai ramuan obat diperkenalkan pertama kali oleh bangsa Cina pada pemerintahan Kaisar Shennong, sekitar tahun 2700 SM. Meskipun demikian pemanfaatn teh sebagai minuman baru dikenal pada abad ke 3 M. Sejak saat itu, teh mulai menyebar ke berbagai negara di dunia seperti Jepang, India, Rusia, Turki, Kenya dan Argentina. Di Indonesia, teh diperkenalkan untuk pertama kali oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1826. Saat ini,perkebunan teh tersebar di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Jambi, Sumatera Selatan, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Bibit Teh
    Untuk pertumbuhan yang optimal, teh ditanam pada daerah yang memiliki ketinggian tempat sekitar 900 - 2.100 m di atas permukaan laut, temperatur udara 15o - 20o C, dan curah hujan antara 1.000 - 1.500 mm pertahun. Perbanyakan teh biasanya menggunakan biji, setek dan okulasi. Sebelum ditanam pada lahan, biji teh disemaikan dalam tempat khusus sampai tumbuh menjadi bibit teh yang tingginya sekitar 20 cm.

Daun Teh
    Tinggi pohon teh bisa mencapai 9 m. Meskipun demikian tanaman ini tampak seperti perdu karena pucuk daunnya sering dipetik. Daunnya berbentuk lanset atau bulat panjang dengan bagian tepi yang bergerigi. Selain polifenol dan minyak atsiri, daun teh juga mengandung kafein, yaitu senyawa alkaloid yang banyak terdapat dalam kopi. Bunga teh yang berwarna putih atau merah jambu biasanya tumbuh di ketiak daun. Tanaman ini memiliki buah yang berbentuk kotak. Masing-masing buah teh terdiri dari 1-3 biji yang berwarna hijau kecokelatan.

Pengolahan Teh
    Pengolahan teh pada umumnya mencakup tahap pelayuan, penggilingan, fermentasi dan pengeringan. Secara umum, teh diolah menjadi tiga macam produk yaitu teh hitam, teh hijau dan teh oolong. Teh hitam dihasilkan dari teh india yang mengalamiproses fermentasi selama dua jam. Teh ini memiliki ciri warna cokelat kehitaman bila diseduh dengan air panas. Teh hijau dihasilkan dari teh cina yang dipanaskan dengan temperatur tinggi tanpa proses fermentasi. Bila diseduh dengan air panas, teh ini akan berwarna hijau dan terasa lebih pahit dari teh hitam. Adapun teh oolong berasal dari teh cina yang diolah dengan proses fermentasi selama 1,5 jam. Teh ini akan berwarna kuning kehijauan bila diseduh dengan air panas.

Saponin
    Bagi bangsa Asia, tradisi minum teh bermanfaat untuk menghangatkan badan dan menghilangkan berbagai penyakit. Selain daunnya, biji teh juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Minyak biji teh dapat digunakan sebagai obat gosok dan minyak goreng. Adapun senyawa saponin yang terdapat di dalam biji teh dapat digunakan sebagai pembasmi hama.
 Daun Teh
 Teh Hijau
Perkebunan Teh

LADA : REMPAH DENGAN RASA PEDAS

    Lada atau merica (Piper nigrum) adalah jenis tumbuhan merambat dari suku Piperaceae yang buahnya memiliki rasa pedas sehingga digunakan sebagai rempah-rempah dan jamu. Tanaman tropis ini banyak dibudidayakan di wilayah Asia, Amerika dan Afrika. Selain industri makanan, lada juga dimanfaatkan sebagai bahan baku pada industri kosmetik dan industri farmasi.
    Lada berasal dari wilayah India bagian selatan dan Sri Lanka. Di Indonesia, daerah penghasillada meliputi provinsi Lampung, Bangka-Belitung, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Curah hujan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan lada adalah sekitar 2.500 - 5.000 mm pertahun. Tanaman ini tumbuh dengan baik pada lahan gembur dengan tipe tanah liat berpasir.

Buah Lada
    Tinggi tanaman lada dapat mencapai 10 m. Tanaman ini merambat ke atas dengan menggunakan akar lekat atau akar panjat. Batang lada yang berwarna hijau digunakan untuk perbanyakan tanaman melalui setek batang. Tanaman ini memiliki daun tunggal yang berbentuk bulat telur dengan ujung daun meruncing. Mahkota bunganya berwarna kehijauan. Buah lada berbentuk bulat, berukuran kecil (diameter sekitar 2-3 mm), dan tersusun dalam malai atau rangkaian buah. Kulit buahnya berwarna hijau sebelum matang dan berwarna kuning kemerahan setelah matang. Kulit buah tersebut membungkus biji lada yang keras dan berwarna putih.

Lada Putih dan Lada Hitam
    Produk olahan lada terdiri dari 3 jenis yaitu lada putih, lada hitam dan lada hijau. Meskipun demikian lada putih dan lada hitam merupakan hasil olahan lada yang paling banyak diproduksi. Lada putih berasal dari buah lada yang dipisahkan antara kulit buah dan bijinya. Biji lada tersebut selanjutnya dikeringkan dibawah sinar matahari selama 3-7 hari. Lada hitam berasal dari buah lada yang dikeringkan dengan sinar matahari tanpa pemisahan kulit buahnya. Adapun lada hijau merupakan produk olahan dari lada yang warna buah aslinya tetap dipertahankan. Lada ini memiliki rasa dan aroma khas sehingga biasanya dipakai sebagai hiasan (garnish) pada makanan dan dipakai secara langsung pada masakan yang dihidangkan.

Piperin
    Berbagai senyawa kimia seperti paperin dan metanol terkandung di dalam buah lada. Senyawa piperin yang berasa pedas dapat digunakan untuk menetralkan senyawa racun pada hati (anti-hepatotoksi). Piperidin memiliki efek antikejang dan antibakteri, sedangkan metanol memiliki efek antijamur sehingga dapat dimanfaatkan sebagai fungisida pada tanaman pertanian. Selain itu, lada juga mengandung senyawa oleoresin, yaitu campuran antara minyak asiri dan resin. Senyawa ini digunakan sebagai pemberi rasa dan aroma pada bumbu masak, minyak wangi dan balsam.
 Lada Hitam
Butiran buah lada
Perkebunan Lada

Sabtu, 29 Oktober 2016

KOPI : TANAMAN BERKAFEIN

    Kopi adalah kelompok tumbuhan berbunga dari genus Coffea yang bijinya diolah menjadi minuman berkafein. Anggota suku Rubiaceae ini tersebar di berbagai negara seperti Brazil, Kolombia, Ethiopia, Uganda, India dan Indonesia. Tiga spesies kopi yang banyak dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi adalah kopi arabica (Coffea arabica), kopi robusta (Coffea canephora var robusta) dan kopi liberia (Coffea liberica).
    Tanaman kopi yang berasal dari Kefa (Ethiopia) mulai ditanam di semenanjung arabia bagian selatan sejak abad ke 15. Di Indonesia, penanaman kopi secara besar-besaran diprakarsai oleh pemerintah Hindia Belanda pada abad ke 17. Perkebunan kopi di Indonesia umumnya terdapat dipulau Jawa, terutama Jawa tengah dan Jawa Timur serta pulau Sumatera. Untuk pertumbuhan yang optimum, kopi sebaiknya ditanam pada daerah dengan ketinggian tempat antara 300 - 1.700 m di atas permukaan laut, temperatur sekitar 16-26oC, dan curah hujan sekitar 1.500 - 2.000 mm pertahun.

Biji Kopi
    Tinggi tanaman kopi dapat mencapai 3-5 m. Batangnya bercabang dengan diameter 5-10 cm. Daun kopi berbentuk lonjong dan berwarna hijau tua. Bunganya yang berwarna putih memiliki bau yang harum. Tanaman ini memiliki buah yang berbentuk bulat kecil dan berwarna hijau pada saat muda serta kuning atau merah pada saat tua. Biji kopi terdiri dari dua keping dan dilapisi oleh kulit biji yang keras dan kulit membran yang tipis.

Varietas Kopi
    Tanaman kopi biasanya diperbanyak dengan biji, setek, dan okulasi. Untuk meningkatkan produksi, para petani sering menyilangkan sekitar 30 spesies kopi yang terdapat di alam hingga menghasilkan 60 varietas kopi. Selain kopi liberia dan robusta, beberapa varrietas kopi hasil persilangan yang ada di Indonesia antara lain kopi arabica varietas bourbon, kopi arabica varietas catura dan kopi arabica varietas abesinia.

Bubuk Kopi
    Sebelum dijadikan minuman, biji kopi harus diolah menjadi bubuk melalui beberapa tahapan. Pengolahan kopi dimulai dengan pemisahan kulit dan daging buah kopi. Proses ini dilakukan dengan menggiling buah kopi dengan mesin penggiling yang bertepi tajam. Setelah itu, biji kopi dijemur di bawah sinar matahari atau dikeringkan dengan mesin pengering sampai kadar air dalam bijinya berkurang. Biji kopi kering yang sudah disortir kemudian disimpan dalam gudang, dijual langsung ke pasaran, atau diolah menjadi bubuk kopi. Bubuk kopi diperoleh dengan cara menumbuk atau menggiling biji kopi kering yang telah di sangrai.

Kafein
  Seperti teh dan cokelat, kopi mengandung kafein yaitu senyawa alkaloid yang memiliki rumus molekul C8H10O2N4H2O . Senyawa ini bersifat larut dalam air panas, tidak berbau dan terasa pahit. Kadar kafein dalam biji kopi adalah sekitar 0,75 - 1,5 %, sedangkan kadar kafein rata-rata dalam secangkir kopi adalah sekitar 100 mg. Pada umumnya, senyawa ini merangsang aktivitas sistem syaraf pusat, jantung, pembuluh darah dan ginjal. 
 Kopi Gayo, Aceh
 Tanaman Kopi
Kopi Robusta

KELAPA SAWIT : TANAMAN PENGHASIL MINYAK NABATI

    Kelapa sawit adalah kelompok tumbuhan palem dari marga Elaeis yang buahnya digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak goreng, margarin, sabun dan deterjen. Anggota suku Araceae atau Palmae ini mencakup dua spesies yaitu kelapa sawit afrika (Elaeis guineensis) dan kelapa sawit amerika (E.olifera atau E.melanoccoca).Pada saat ini, perkebunan kelapa sawit telah tersebar luas di beberapa negara tropis, seperti Malaysia dan Indonesia.
    Hasil utama dari kelapa sawit adalah minyak yang diperoleh dari buahnya.Karena itu kelapa sawit banyak dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis tinggi.

Kelapa Sawit Afrika
    Kelapa sawit afrika berasal dari Afrika Barat dan Afrika Tengah. Tinggi tumbuhan ini dapat mencapai 6-15 m. Tajuk kelapa sawit lebar dengan panjang daun mencapai 6 m. Karangan bunganya berwarna cokelat dan berbentuk tandan. Buah kelapa sawit berukuran kecil dan berwarna merah tua ketika matang. Kulit buah mempunyai permukaan yang licin dengan serabut dan tempurung di bagian bawahnya. Adapun daging buahnya banyak mengandung asam palmitat dan asam laurat.

Kelapa Sawit Amerika
    Kelapa sawit amerika berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Tumbuhan ini bisa mencapai tinggi sekitar 2 m. Meskipun bunga dan buahnya mirip dengan kelapa sawit afrika, kelapa sawit amerika memiliki penampilan fisik yang berbeda dari kelapa sawit afrika. Pada umumnya, daun kelapa sawit amerika yang panjang dapat menjangkau permukaan tanah.Pada umumnya buah kelapa sawit amerika digunakan sebagai bahan baku pembuatan lilin. Persilangan antara spesies kelapa sawit afrika dan kelapa sawit amerika dapat menghasilkan hibrida yang mengandung asam palmitat dan asam laurat tinggi.

Perkebunan Kelapa Sawit
    Di Indonesia, perkebunan kelapa sawit tersebar di beberapa daerah, seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Papua. Tiga varietas unggul yang sering dibudidayakan petani di Indonesia adalah dura, pisifera, dan tenera. Tumbuhan ini umumnya ditanam pada tempat yang berketinggian 0-700 m di atas permukaan laut, bertemperatur udara sekitar 35oC, dan bercurah hujan 2.000-3.000 mm per tahun.
    Perbanyakan kelapa sawit dilakukan dengan metoda persemaian biji dan metode kultur jaringan tanaman (menggunakan jaringan akar atau jaringan daun). Biji kelapa sawit biasanya mengalami dormansi atau keadaan istirahat yang cukup panjang. Untuk memutuskan masa dorminasi, biji kelapa sawit memerlukan aliran udara dengan temperatur 40o C selama 80 hari sebelum disemaikan.

Produk Kelapa Sawit
    Selain sebagai bahan baku dalam industri makanan dan kimia,kelapa sawit juga dimanfaatkan dalam industri farmasi, tekstil dan kosmetik. Ampas tandan kelapa sawit merupakan sumber kalium yang dapat diolah menjadi pupuk organik melalui proses fermentasi aerob (pengomposan).Pupuk organik tersebut biasanya ditambah dengan mikroba penyubur tanah. Adapun ampas buah kelapa sawit biasanya digunakan sebagai pakan ternak.
 Buah Kelapa sawit Afrika
 Perkebunan Kelapa sawit
 Pohon Kelapa sawit Amerika
 Pohon Kelapa sawit Afrika
Buah Kelapa sawit Amerika

KELAPA : TUMBUHAN SERBA GUNA

    Kelapa (Cocos nucifera) merupakan spesies tumbuhan monokotil dari suku Arecaceae atau Plmae yang daging buahnya dilindungi oleh tempurung keras dan serabut. Tumbuhan ini tersebar di daerah tropis, termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini dan Mozambik. Masyarakat Indonesia sudah sejak lama mengenal kelapa karena manfaatnya yang besar. Bagian akar sampai buahnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan manusia.
    Pohon kelapa tumbuh secara optimal pada darah dengan ketinggian 0-600 m di atas permukaan laut. Tumbuhan ini membutuhkan intensitas penyinaran matahari yang tinggi dan curah hujan 1.200 - 2.500 mm pertahun. Temperatur optimun untuk pertumbuhan kelapa berkisar 27-28oC, sedangkan kelembaban udara sekitar 80-90%. Kelapa umumnya diperbanyak dengan pembenihan biji kelapa. Benih dipilih dari buah kelapa yang berkualitas baik kemudian disemaikan selama beberapa bulan atau sampai memiliki empat helai daun.
Perkebunan Kelapa

Kelapa Dalam
    Menurut jenisnya, kelapa dapat dibedakan menjadi empat kelompok yaitu kelapa dalam atau kelapa biasa (varietas typica),  Kelapa genjah (varietas nana) , kelapa hibrida, dan kelapa abnormal. Kelapa dalam sering ditanam di perkebunan. Jenis kelapa ini memiliki pohon yang tinggi dan buah yang besar. Beberapa contoh kultivar kelapa dalam antara lain adalah kelapa hijau, kelapa manis dan kelapa bali. Berbeda dengan kelapa dalam, kelapa genjah memiliki pohon yang rendah dan buah yang kecil. Meskipun demikian jenis ini lebih cepat berbuah daripada kelapa dalam. Beberapa contoh kultivar kelapa genjah antara lain adalah kelapa gading dan kelapa raja.

Kelapa Hibrida
    Kelapa hibrida merupakan hasil persilangan antara dua jenis kelapa, terutama kelapa dalam dan kelapa genjah. Persilangan tersebut bertujuan agar kelapa hibrida mendapatkan sifat-sifat yang menguntungkan dari kedua induknya.

Kelapa Abnormal
    Adapun kelapa abnormal merupakan jenis kelapa yang memiliki beberapa kelainan, misalnya kelapa kopyor dan kelapa bercabang. Meskipun tidak dapat dijadikan sebagai bibit, kelapa kopyor memiliki daging buah dan air yang lezat. Pada kelapa bercabang, titik tumbuh di ujung batang tidak berkembang akibat adanya gangguan fisiologis atau serangan hama sehingga batang tersebut membentuk beberapa percabangan.

Kopra
    Seluruh bagian kelapa dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Tempurung kelapa mengandung sekitar 50% asam palmitat yang dijadikan bahan pembuat sabun. Batang kelapa dimanfaatkan untuk bahan bangunan. Daun mudanya digunakan untuk dekorasi, ketupat dan sapu lidi. Seludang bunga dimanfaatkan untuk atap, sedangkan tandan bunga menghasilkan nira untuk pembuatan gula merah. Air kelapa digunakan untuk minuman segar, bahan olahan makanan, dan obat tradisional. Daging buahnya dapat diparut untuk menghasilkan santan. Selain itu, kopra atau daging kelapa yang telah dikeringkan merupakan komoditas perdagangan penting karena dijadikan sebagai bahan baku minyak goreng. Ampas atau bungkil kelapa sering dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Serabut kelapa dapat dibuat menjadi sapu atau keset. Adapun tempurung kelapa dapat digunakan sebagai arang dan kerajinan tangan.
 Perkebunan Kelapa
 Kelapa Hijau
 Kelapa gading
Kelapa Hibrida

KINA : TANAMAN OBAT MALARIA

    Kina termasuk dalam kelompok tumbuhan berkayu dari marga Chinchona yang kulit batangnya dimanfaatkan sebagai obat, khususnya obat malaria. Anggota suku Rubiaceae ini berasal dari pegunungan Andes, Amerika Selatan. Selain sebagai obat, kina juga digunakan dalam industri kosmetika dan penyamakan kulit.
    Sekitar 40 spesies kina, seperti Cinchona officinalis dan Cinchona calisaya tersebar di wilayah tropis. Tumbuhan ini banyak dibudidayakan di Equador, Peru, Bolivia, India dan Sri Lanka. Kina tumbuh secara optimum pada daerah dengan ketinggian sekitar 800-2.000 m di atas permukaan laut, curah hujan 2.000-3.000 mmpertahun, dan temperatur udara 13-21oC. Tanaman ini memerlukan penyinaran matahari yang tidak terlalu terik.

Kulit Batang
    Tinggi pohon kina dapat mencapai 9 m, sedangkan batangnya bisa berdiameter 8-15 cm. Daun tumbuhan ini berbentuk jorong (bulat panjang) dan tersusun secara berhadapan. Bunganya yang berbentuk tabung tersusun dalam malai, berwarna putih atau merah muda dan berbau harum. Buah kina berbentuk bulat telur dengan biji yang bersayap. Bagian daripohon kina yang banyak dimanfaatkan oleh manusia adalah kulit batangnya. Kulit batang pohon kina mengandung beberapa senyawa alkoloid, terutama kinin (quinine) dan Kinidin (quinidine).

Budidaya Kina
    Jenis tanaman kina yang banyak ditanam di Indonesia terdiri dari dua spesies yaitu kina suci ( C.succirubra) dan kina ledger (C.Ledgriana). Kina suci memiliki sistem perakaran tunggang yang kuat tetapi sistem percabangannya tidak banyak. Adapun kina ledger memiliki banyak cabang  dan dapat tumbuh dengan cepat, namun sistem perakarannya tidak begitu kuat. Oleh sebab itu, kedua jenis kina ini biasanya diperbanyak dengan cara setek sambung, yakni dengan memanfaatkan kina suci sebagai batang bawah dan kina ledger sebagai batang atas.
    Pertumbuhan kina dapat terganggu dengan adanya hama, penyakit dan gulma (tanaman pengganggu). Hama yang menyerang tanaman ini antara lain ulat jengkal Boarmia bhurmitra, penggerek pucuk Alcalides cinchonae dan kutu putih Pseudaulacaspis pentagona. Penyakit yang dapat menginfeksi tanaman kina antara lain kanker batang garis (akibat jamur Upasia salmonicolor), sedangkan gulma pada kina antara lain adalah rumput lempuyang (Panicum repens) dan babandotan (Ageratum conyzoides)

Kinin dan Kinidin
    Sejak abad ke 16, kulit batang pohon kina telah dimanfaatkan untuk mengobati atau menyembuhkan malaria, yaitu penyakit yang dibawa oleh nyamuk Anopheles sp. Selain itu, kulit batang kina juga digunakan oleh sebagian orang untuk menggosok gigi. Senyawa kinin yang terkandung dalam kulit batang kina dimanfaatkan untuk menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit. Adapun senyawa Kinidin berguna untuk mengobati gangguan jantung.

Perkebunan Kina
    Di Indonesia kina mulai ditanam oleh masyarakat Cibodas (Jawa Barat) sejak tahun 1854. Sejak saat itu, tumbuhan ini meluas ke wilayah pulau Jawa dan Sumatera. Pada tahun 1939 Indonesia menjadi negara pemasok kina terbesar di seluruh dunia dengan luas area perkebunan sekitar 17.000 Ha dan jumlah produksi sekitar 11.000 ton kulit kering pertahun. Sebagai akibat Perang Dunia ke 2, perkebunan Kina di Indonesia , perkebunan kina di Indonesia ditebang oleh pemerintah pendudukan Jepang sehingga produksinya menurun secara drastis.

 Pohon Kina
 Bunga dan daun Kina
Biji buah Kina

COKELAT : TANAMAN ASAL HUTAN AMAZON

    Cokelat atau kakao (Theobroma cacao) adalah spesies tumbuhan dikotil dari suku Sterculiaceae yang bijinya dapat diolah menjadi bubuk coklat, mentega coklat, dan kembang gula cokelat. Tanaman anggota bangsa Malvales ini berasal dari hutan Amazon dan lembah sungai Orinoco, Amerika Selatan. Nama cacao berasal dari bahasa latin yang berarti makanan dari Tuhan. Pohon cokelat telah dibudidayakan oleh suku maya, Toltek dan Aztek sejak 3.000 tahun lalu. Christopher Colombus (1451-1506) kemudian membawa tanaman ini ke Spanyol sepulang dari ekpedisi keempatnya pada 1502. Sejak saat itu, cokelat dikenal di Eropa dan menyebar ke seluruh dunia. Di Indonesia perkebunan cokelat skala besar terdapat di Sumatera Utara, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Morfologi Cokelat
    Tinggi pohon cokelat mencapai sekitar 6-12 m. Daunnya berbentuk bulat lonjong berwarna hijau dan berbulu halus. Panjang daun cokelat sekitar 25 cm, sedangkan lebarnya sekitar 9 cm. Tanaman cokelat memiliki bunga sempurna yang berdiameter 1,5 cm dan berwarna putih keunguan. Buahnya berbentuk lonjong dengan ujung melancip dan bagian pangkal yang sedikit mendatar. Buah cokelatyang berdaging tebal dan berbiji banyak memiliki panjang 10-15 cm dan diameter sekitar 6-8 cm. Kulit buahnya beralur dan berwarna merah keunguan ketika matang. Biji cokelat (cocoa bean) berbentuk bulat pipih, berwarna putih dan berdiameter sekitar 1 cm.

Criollo, Forastero dan Trinitario
    Budidaya cokelat membutuhkan penyinaran matahari yang tidak terlalu terik, curah hujan antara 1.100-3.000 mm/tahun dan temperatur udara sekitar 25-26oC. Tiga kultivar cokelat yang ditanam di Indonesia adalah Criollo, Forestero dan Trinitario. Kultivar Criollo menghasilkan biji cokelat bermutu tinggi yang disebut fine flavour cacao atau choiced cocoa. Forastero menghasilkan biji bermutu sedang yang dikenal sebagai ordinary cocoa atau bulk cocoa. Adapun Trinitario adalah hibrida alami criollo dari forastero yang menghasilkan biji bermutu tinggi atau bermutu sedang. Pantai Gading, Brazil, dan Ghana adalah negara pengekspor cokelat terbesar di dunia. Adapun Belgia, Swiss dan Inggris merupakan negara produsen cokelat olahan terkemuka di dunia.

Produk Olahan Cokelat
    Beragam produkolahan cokelat dibuat dengan berbagai bentuk dan rasa.Produk ini dapat diklasifikasikan menurut tekstur, rasa, warna dan aromanya. Oleh sebab itu produk olahan cokelat memiliki harga yang beragam. Cokelat padat yang berkualitas tinggi memiliki rasa yang tidak terlalu manis dan tekstur yang lembut di lidah, namun tidak menempel di langit-langit mulut ketika dimakan. Cokelat biasanya diolah dengan menambahkan gula dan susu. Perbandingan antara bubuk cokelat, gula dan susu sangat menentukan kualitas produk cokelat.
    Cokelat mengandung zat feniletilamin yang dapat meningkatkan serapan triptopan ke dalam otak. Hal tersebut akan merangsang pembentukan dopamin yang mampu memunculkan perasaan senang dan tenag serta meningkatkan gairah seksual bagi seseorang yang mengkonsumsi cokelat. Selain itu , cokelat juga mengandung zat antioksidan polifenol, khususnya flavonoid, yang berkhasiat untuk mencegah tekanan darah tinggi (hipertensi).

Tahap Pengolahan Biji Cokelat

  1. Pembelahan buah cokelat
  2. Fermentasi biji cokelat dengan cara menyimpan biji di dalam wadah tertutup selama 4-5 hari dengan derajat keasaman (ph) sekitar 4,8
  3. Pengeringan biji dengan bantuan panas matahari atau oven.
  4. Penggilingan biji cokelat sehingga menghasilkan bubuk cokelat halus dan beraroma khas. Bubuk cokelat ini siap untuk diseduh menjadi minuman atau diolah menjadi produk makanan lainnya.
 Tanaman Cokelat
 Buah Cokelat (Kakao)
Bibit muda tanaman Cokelat

CENGKEH : TUMBUHAN REMPAH DAN OBAT

    Cengkeh (Syzygium aromaticum atau Eugenia caryophyllata) adalah spesies tumbuhan dikotil dari suku Myrtaceae yang kuncup bunganya memiliki aroma khas sehingga dijadikan sebagai bahan campuran rokok kretek. Tumbuhan yang berasal dari Indonesia ini tersebar di beberapa negara termasuk Tanzania, Madagaskar, Filipina dan Malaysia. Selain sebagai campuran rokok, bunga cengkeh juga dapat dimanfaatkan sebagai rempah dan obat.
    Cengkeh tumbuh pada tempat yang berketinggian 0-900 m di atas permukaan laut. Tanaman ini memerlukan curah hujan sekitar 1.500 - 4.500 mm pertahun, temperatur udara sekitar 22-30oC, dan kelembabban udara 60-80%. Perbanyakan cengkeh umumnya dilakukan secara generatif, yaitu dengan penyemaian biji.

Minyak Cengkeh
    Salah satu senyawa yang banyak terdapat pada beberapa bagian tanaman cengkeh adalah minyak asiri, yaitu minyak esensial pada tumbuhan yang bersifat mudah menguap pada temperatur rendah. Minyak tersebut menyebabkan cengkeh mempunyai aroma dan rasa yang khas. Minyak asiri pada cengkeh terdiri dari senyawa euganol. carryophyllen, dan eugenol asetat. Minyak asiri diperoleh melalui proses penyulingan atau destilasi. Proses tersebut dilakukan dengan cara memanaskan ekstrak cengkeh yang telah dilarutkan dengan suatu pelarut. Uap hasil pemanasan selanjutnya ditampung dan didinginkan pada sebuah tempat. Minyak yang diperoleh dari hasil penyulingan dikenal sebagai minyak cengkeh. Minyak ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dan bahan campuran pada industri makanan dan minuman, pembuatan parfum serta industri farmasi.

Rokok Kretek
    Penggunaan cengkeh untuk bahan campuran rokok kretek dimulai sejak awal abad ke 20. Rokok kretek di Indonesia dirintis oleh H.Djamahi,pengusaha asal Kudus (Jawa Tengah) yang berekperimen  dengan cara mencampurkan rajangan bunga cengkeh pada tembakau. Rokok dengan bumbu bunga cengkeh tersebut selanjutnya dikenal sebagai rokok kretek. Adapun produksi rokok kretek secara massal dirintis oleh Nitisemito, pengusaha yang membuat rokok dengan merk Bola Tiga pada tahun 1906.

Bunga Cengkeh
    Pohon cengkeh berbentuk seperti kerucut yang memanjang. Tinggi tanaman ini mencapai sekitar 5-10 m. Helaian daunnya berbentuk bulat memanjang dengan ujung meruncing.Permukaan daun bagian atas mengkilat. Buah cengkeh berbentuk seperti buah buni yang bulat memanjang, kecil dan padat atau berbentuk seperti telur terbalik. Bunga cengkeh yang tersusun dalam malai atau tandan muncul pada ujung tangkai.

Bunga Fungisida
    Selain bunga, bagian tanaman cengkeh yang bermanfaat secara ekonomis adalah daunnya. Kandungan eugenol pada daun cengkeh bersifat toksik bagi jamur sehingga bagian ini dapat diolah menjadi bahan fungisida. Pada penerapannya, ekstrak daun cengkeh efektif untuk membunuh jamur Fusarium yang menyebabkan penyakit busuk batang pada tanaman vanili.

Beberapa Kultivar Cengkeh

  1. Cengkeh Siputih, Jenis ini memiliki helaian daun besar dan berwarna kuning atau hijau muda. Cabangnya kurang rimbun. Bunga berukuran besar, berwarna kuning dan berjumlah belasan per rumpun.
  2. Cengkeh Sikotok. Cengkeh Sikotok memiliki helaian daun kecil dan berwarna hijau tua. Cabangnya rimbun sehingga semua ranting tertutup oleh daun. Bunga berwarna kuning kemerahan dan berjumlah  20-50 kuntum per rumpun.
  3. Cengkeh Zanzibar. Jenis cengkeh yang bermutu tinggi ini memiliki bentuk daun yang panjang dan berwarna hijau gelap. Selain produksinya yang tinggi, cengkeh zanzibar menghasilkan bunga yang lebih merah daripada cengkeh sikotok.
 Daun cengkeh
 Bunga Cengkeh
Tanaman Cengkeh

Kamis, 25 November 2010

JARAK : TUMBUHAN PENGHASIL MINYAK KASTOR DAN DIESEL

    Jarak adalah nama umum bagi kelompok tumbuhan perdu dari suku Euphorbiaceae. Di Indonesia, ada beberapa kelompok tumbuhan yang dinamakan jarak, antara lain jarak pohon dan jarak pagar. Jarak pohon (Ricinus communis) atau Castor bean merupakan tumbuhan penghasil minyak kastor dan senyawa racun yang disebut risin (ricin). Adapun jarak pagar (jatropha sp.) atau physic nut merupakan tumbuhan penghasil minyak diesel (biodiesel).
    Meskipun umumnya tumbuh di daerah tropis, jarak juga bisa ditanam di beberapa negara subtropis. Saat ini jarak memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan jarak telah dikembangkan menjadi bahan bakar nabati (biofuel) yang dapat menggantikan minyak bumi.
Perkebunan Jarak

Jarak Pohon
    Jarak pohon merupakan tumbuhan dikotil yang dapat tumbuh secara liar di hutan, di pekarangan dan di pantai atau juga dapat dibudidayakan di lahan perkebunan. Tinggi tanaman ini mencapai 1 - 5 meter. Batangnya halus dan berongga. Daun jarak pohon berwarna hijau tua, berbentuk menjari dan memiliki tepi yang bergerigi. Adapun buah jarak pohon berbentuk bulat panjang dan berlekuk tiga. 
    Untuk pertumbuhan yang optimal, jarak pohon membutuhkan tanah yang memiliki kandungan nitrogen cukup tinggi. Tanah yang berpasir atau berbatu sangat cocok bagi tanaman ini. Jarak pohon sebaiknya ditanam pada daerah yang ketinggiannya tidak lebih dari 180 m di atas permukaan laut. Karena banyak menyerap unsur hara, maka jarak pohon sebaiknya tidak ditanam bersama dengan tanaman lainnya.

Minyak Kastor
    Minyak jarak atau minyak kastor diperoleh dari proses ekstraksi biji. Minyak tersebut mengandung asam risinoleat yang bersifat stabil pada temperatur rendah maupun temperatur tinggi. Oleh sebab itu, minyak jarak sering digunakan sebagai campuran minyak pelumas. Selain itu, minyak kastor juga dimanfaatkan sebagai bahan pembuat sabun, cat, pewarna, plastik, pelindung (coating), tinta, semir, nilon dan parfum. Di bidang farmasi, minyak kastor digunakan sebagai obat anti kembung.

Jarak Pagar
    Di Indonesia, penanaman jarak pagar secara besar-besaran telah dimulai sejak masa pendudukan Jepang. Hingga saat ini jarak pagar masih ditemukan di daerah pedesaan. Tinggi tanaman ini mencapai 1-7 m. Daun jarak pagar termasuk daun tunggal yang tersebar di sepanjang batang. Daun tersebut berlekuk dan bersudut tiga atau lima. Warna daun bagian bawah lebih pucat daripada warna daun bagian atas. Buah jarak pagar berbentuk bulat telur (2-4 cm). Buah jarak pagar berwarna hijau ketika muda dan abu-abu kehitaman ketika masak. Buah tersebut terdiri dari tiga ruang dan masing-masing ruang berisi satu biji.

Biodiesel
    Minyak yang diperoleh dari ektraksi biji jarak pagar dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif yang dikenal dengan biodiesel. Di Indonesia, penelitian dan pengembangan minyak jarak pagar sebagai bahan bakar dipelopori oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1997.
    Proses pengolahan biji jarak pagar menjadi biodiesel diawali dari biji jarak pagar yang telah kering dimasukkan ke dalam alat pres berulir (screw press). Proses ini akan menghasilkan minyak jarak mentah dan ampas. Minyak jarakmentah kemudian diolah dengan mesin hingga menghasilkan biodiesel. Ampas jarak pohon dapat diproses kembali hingga menghasilkan tiga produk, yaitu kompos atau pupuk, intimprotein yang digunakan sebagai bahan baku kosmetik dan bungkil.
 Buah Jarak
 Jarak Pagar
Jarak Pohon

Rabu, 09 Desember 2009

JATI : TANAMAN BERKAYU KERAS

    Jati (Tectona grandis) adalah spesies tumbuhan dikotil dari suku Verbenaceae yang batangnya berkayu kera sehingga dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan furnitur. Tumbuhan yang berasal dari India, Myanmar dan Thailand ini kini tidak hanya ditanam di Asia, tetapi juga ditanam di Afrika dan Amerika Tengah. Pohon jati memiliki nilai ekonomis tinggi karena batang, daun, dan bunganya dapat dimanfaatkan untuk beberapa keperluan.

Jenis Jati
    Jati terdiri dari beberapa jenis atau kultivar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, antara lain jati muare, jati doreng, jati gembol, dan jati emas. Jati muare memiliki batang yang berwarna cokelat kekuning-kuningan. Tanaman ini termasuk jenis jati yang langka sehingga harganya lebih mahal daripada jati biasa. Batang jati doreng memiliki banyak lingkaran tahun yang mengandung lignin (zat kayu). Batang jati gembol memiliki struktur yang tidak biasa akibat serangan suatu penyakit. Oleh sebab itu, batang tanaman ini seolah-olah memiliki ornamen-ornamen yang menyerupai bentuk binatang atau bentuk benda-benda lainnya. Adapun jati emas memiliki batang yang berwarna kuning keemasan. Meskipun jati emas dapat tumbuh dengan cepat, ukuran tanaman ini tidak terlalu tinggi.

Kultur Jaringan Tunas Akar
    Pada awalnya, pohon jati diperbanyak secara generatif dengan biji. Akan tetapi, proses ini memerlukan waktu yang lama. Sejalan dengan perkembangan bidang bioteknologi para ahli botani menemukan metode perbanyakan tanaman jati secara vegetatif melalui teknologi kultur jaringan pada tahun 1990-an. Teknologi yang memanfaatkan jaringan tunas akar ini dapat menghasilkan bibit jati dalam jumlah yang lebih banyak dan dalam waktu yang lebih singkat.

Sumber Devisa Non Migas
    Di Indonesia, pohon jati telah ditanam di Pulau Jawa sejak pertengahan abad ke 19. Karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi , jati dijadikan sebagai sumber devisa non migas yang penting bagi Indonesia. Pada mulanya, pusat penanaman jati di Indonesia terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Akan tetapi, tanaman ini kemudian tersebar ke berbagai wilayah lain seperti Lampung, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tenggara dan Maluku.

Fancy Wood
    Pohon jati menghasilkan kayu yang keras, kuat, serta tahan lama. Setelah menjadi tua tanaman ini menyekresikan minyak sehingga rayap tidak mau memakannya. Kayu jati yang telah tua akan tampak lebih indah apabila dipelitur. Oleh sebab itu, kayu jati dikatagorikan sebagai fancy wood (kayu mewah) yang digunakan sebagai bahan perabot rumah tangga pada industri furniture dan sebagai bahan bangunan pada bidang properti. Kusen, pintu, dan jendela yang terbuat dari kayu jati memiliki harga yang lebih tinggi daripada yang dibuat dari kayu lain. Selain kayunya, ekstrak dari daun dan bunga jati juga dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit kronis bronkitis dan tuberkolosis (TBC). Di bidang industri, daun jati juga digunakan sebagai pewrna tikar dan tekstil. Kepompong ulat jati sering dijadikan sumber protein hewan di sebagian masyarakat pulau Jawa.
 Jati Doreng
 Jati Putih
 Jati Hijau
Jati Emas

Senin, 17 Agustus 2009

KAPAS : TUMBUHAN BAHAN BAKU TEKSTIL

    Kapas adalah kelompok tumbuhan perdu dari marga Gossypium yang serat bijinya digunakan sbagai bahan baku dalam industri tekstil. Anggota suku Malvaceae ini telah dibudidayakan oleh manusia sejak 5.000 tahun yang lalu. Kapas tersebar secara luas di daerah tropis dan subtropis. Selain serat, biji kapas juga digunakan dalam industri makanan dan industri kimia.
    Kapas terdiri dari sekitar 20 spesies, namun hanya 4 spesies yang dibudidayakan yaitu Gossypium  hirsutum, Gossypium barbadense, Gossypium herbaceum dan Gossypium arboreum. Tanaman ini tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian 10-150 m di atas permukaan laut. Temperatur udara rata-rata yang diperlukan oleh kapas sekitar 32o C dengan curah hujan sekitar 700 mmpertahun. Negara-negara penghasil kapas di dunia meliputi Cina, Amerika Serikat, India, Brazil, Turki, Australia dan Mesir. Adapun sentra tanaman kapas di Indonesia antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Tenggara.
Serat Kapas
    Tinggi batang kapas bisa mencapai 1-2 m. Daunnya berbentuk seperti jantung, biasanya bercuping sebanyak 3 hingga 5 lembar. Bunga kapas yang muncul dari ketiak daun bewarna kuning, putih atau ungu. Ketika matang, buah kapas akan pecah dan mengeluarkan biji. Serat yang berwarna putih tumbuh dari permukaan luar kulit biji. Kapas menghasilkan dua macam serat yaitu serat panjang (lint) berwarna putih yang dapat dipintal dan serat pendek (linter) yang tidak dapat dipintal, melekat dengan kuat pada biji.

Benang
    Dalam industri tekstil, serat panjang dari kapas banyak digunakan  sebagai bahan baku benang dan tali. Adapun serat pendek dapat digunakan sbagai bahan pembuat karpet, plastik dan kertas. Selain karbohidrat dan protein, biji kapas mengandung sekitar 16 - 24% minyak. Minyak biji kapas sering kali dimanfaatkan bahan baku minyak goreng, margarin, minyak pelumas, sabun, kosmetik dan lilin.
Hama dan Penyakit
    Tanaman kapas dapat terserang berbagai hama dan penyakit. Hama yang dapat menyerang kapas antara lain adalah ulat tanah Agrotis yipsilon, jangkrik Telleorrylius sp. Kumbang bubuk Hypomeces squamosus dan kutu kapas Aphis gossyphi. Adapun penyakit pada tanaman kapas antara lain adalah rebah kecambah (disebabkan oleh jamur Phytium sp,Fusarium Sp, Rhizoctoria solani, Sceltretium sp dan Xantomonas campestris), busuk arang disebabkan oleh jamue X campestris, Fusarium spp, Glomerella gosypii dan Botrydiplodia theobroma).

Kapas Transgenik
    Karena budidaya kapas beresiko terserang hama, penyakit dan gulma, maka para ahli bioteknologi pertanian mengembangkan kapas transgenik, yaitu tanaman kapas yang dibiakkan melalui metode rekayasa genetika. Tanaman yang pertama kali dikomersialkan di Amerika Serikat ini memiliki tiga tipe yaitu : kapas yang toleran terhadap herbisida, kapas yang tahan serangga serta kapas yang tahan terhadap serangga sekaligus toleran terhadap herbisida. Penanaman kapas transgenik ternyata mengundang berbagai perdebatan dari kalangan ilmuwan biologi, karena jenis tanaman ini dikuatirkan akan menimbulkan efek yang negatif bagi manusia.
 Tanaman Kapas
 Perkebunan Kapas
Biji dan bunga Kapas