"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)
Tampilkan postingan dengan label BENTANG ALAM DI BUMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BENTANG ALAM DI BUMI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Januari 2018

KUTUB : BENTANG ALAM TERDINGIN DI PERMUKAAN BUMI

    Kutub merupakan wilayah di permukaan bumi yang paling dingin dan cuaca yang paling ekstrem. Secara geografis ,Kedua kutub berada di bumi paling ujung,di suatu titik terjauh di utara dan di selatan. Kutub magnetik terletak di dekat masing-masing kutub geografik, tetapi keduanya selalu bergerak. Kompas bekerja menggunakan jarum magnetik sehingga bisa menunjuk ke utara dan ke selatan magnetik, bukan kutub yang sebenarnya.
    Wilayah kutub merupakan daerah yang liar, dingin, menggigil tetapi luar biasa indahnya, wilayah kutub membentang sejauh lebih dari 2.000 Km di sekeliling Kutub Utara dan Kutub Selatan. Tempat-tempat ini adalah dua daerah belantara es terakhir di Bumi. Samudera Arktika, suatu daerah lautan luas yang sangat dingin, mengelilingi Kutub Utara, sedangkan Kutub Selatan dikelilingi oleh benua beku yang disebut Antartika. Antartika adalah benua kelima terbesar dan memiliki 90 % es yang ada di Bumi. Baik Artika maupun Antartika mempunyai musim dingin yang panjang dan gelap karena matahari tidak pernah terbit. Namun pada musim panas yang dingin dan singkat, matahari tidak pernah tenggelam sehingga banyak hewan mengunjungi tanah kutub untuk mencari makan, bersarang dan membesarkan anak-anaknya. Hanya sedikit hewan yang mampu bertahan tinggal di Artika dan Antartika untuk sepanjang tahun.
Kawasan Kutub Utara : Artika
     Kutub tidak selalu dingin di masa lalu. Penumpukan es di kutub hanya terjadi selama 30 juta tahun terakhir dan tanah di sekitar Artika dan tanah di bawah Antartika telah berada di posisinya sekarang kurang dari 50 juta tahun. Benua Antartika mungkin pernah berada di dekat Khatulistiwa sewaktu iklim lebih hangat dan sedang. Pakis, sikas, pohon-pohon, dan tumbuhan hijau lain pernah tumbuh di sana dan Dinosaurus juga berkeliaran di tanah itu. Kita hanya tahu sedikit tentang kisah prasejarah wilayah Arktika, tetapi daratan telah bergeser secara perlahan dan permukaan laut berubah. Perubahan ini sering memungkinkan pembentukan jembatan darat di antara benua seperti Asia dan Amerika Utara, sehingga hewan bisa bermigrasi.

Kutub Utara
    Kutub Utara adalah titik paling utara dari bola bumi, merupakan satu-satunya titik yang dilalui oleh garis khayal 90 derajat Lintang Utara. Robert Edwin Peary berkebangsaan Amerika Serikat adalah penjelajah pertama yang menginjakkan kaki di titik Kutub Utara pada tanggal 6 April 1909. Kutub Utara adalah titik paling utara Bumi, dapat didefinisikan dalam empat cara berbeda. Namun hanya dua cara pertama yang umum digunakan. Namun begitu definisi yang paling luas adalah Kutub Utara terletak di Samudera Arktik. Arktik adalah sebuah wilayah di sekitar Kutub Utara Bumi. Batasannya biasanya adalah di utara lingkaran arktik (66° 33’U), yang merupakan batas dari matahari tengah malam dan malam polar. Definisi lainnya berdasarkan iklim dan ekologi, seperti 10 °C (50 °F) isoterma (isotherm) Juli, yang juga berhubungan dengan treeline di sebagian besar Arktik. Arktik merupakan samudra yang luas dan tertutup oleh es, dikelilingi oleh sedikit pohon, tanah beku, juga terdapat organisme yang hidup di es, ikan dan mamalia laut, burung dan beberapa komunitas manusia.
    Kutub Utara terletak di tengah-tengah lautan dangkal dan beku yang dikelilingi oleh bagian ujung utara Eropa, Asia dan Amerika Utara. Seluruh wilayah itu disebut Arktika dari kata Arktos yang artinya susunan bintang Beruang besar, yang menaungi langit kutub utara.. Wilayah Artika terutama terdiri dari Samudera Arktika seluas 1.600 Km2 dan mempunyai lapisan tipis es di atasnya. Pulau terbesar di Samudera Artika adalah Greenland, yang diselimuti oleh lapisan es tebal. Bagian lain dari Artika adalah kumpulan daerah daratan yang disebut tundra yang berarti tanah tidak tidak berpohon. Tundra meliputi bagian utara Kanada, Alaska, Rusia dan Skandinavia. Di peta, garis imajiner yang disebut Lingkar Arktika mengitari wilayah Arktika.

Kawasan Kutub Selatan : Gunung Es di Antartika
Kutub Selatan
    Kutub Selatan ialah titik paling selatan dari bola bumi atau ujung selatan bumi (90° S), merupakan sumbu bumi. Penemu kutub asal Norwegia Roald Admunsen ialah orang pertama yang menemukan Kutub Selatan pada 14 Desember 1911. Saat ini terdapat banyak stasiun penelitian di Kutub Selatan. Kutub Selatan magnetis ialah ujung medan magnet yang lurus menembus pusat bumi. Karena adanya sumbu itulah bumi berputar. Pada 1985 diketahui Kutub Selatan magnetis ada di 65°S 140°T. Kutub selatan disebut juga antartik, dan kutub selatan merupakan wilayah di dunia yang belum terjamah oleh manusia seutuhnya, karena kutub selatan tidak semuanya tersinari oleh matahari, makhluk hidup yang banyak tinggal di sini adalah penguin. Meskipun kita sering menyaksikan penancapan bendera kemenangan yang menjadi simbol penjelajah masa lalu di Kutub Selatan, tetap saja Kutub Selatan merupakan satu-satunya tempat di Bumi yang tidak dimiliki oleh siapa pun dan tidak memiliki sejarah penduduk asli. Berdasarkan Perjanjian Antartika, dinyatakan bahwa tanah dan sumber daya yang ada hanya digunakan untuk tujuan damai dan ilmiah.

 Aurora Australis
    Kutub Selatan terletak ditengah-tengah benua Antartika. Nama Antartika berarti seberang Arktika. Antartika adalah benua bergunung-gunung yang hampir tertutup lapisan es raksasa dan seluas gabungan benua Eropa dan Amerika Serikat. Saat musim panas, Antartika hanya mempunyai sedikit daerah bebas es. Benua ini juga tidak mempunyai mamalia darat dan hanya terdapat sedikit tumbuh-tumbuhan dan hewan. Wilayah Antartika dipisahkan dari bagian dunia lain oleh perairan Samudera Pasifik dan Samudera Hindia bagian Selatan. Pada musim dingin, es meluas dari pantai-pantai Antartika sejauh ratusan kilometer ke samudera. Ada beberapa kelompok pulau di dekat Antartika seperti George Selatan, tetapi daratan terdekat adalah ujung selatan Benua Amerika Selatan, yang berjarak sejauh 960 Km. Di Peta, wilayah Antartika dibatasi oleh garis imajiner yang disebut Lingkar Antartika. 

Cuaca Dan Iklim
    Iklim di Kutub sangat dingin dan kering. Anginnya juga sangat kencang. Udara dingin bergerak dari Kutub menuju Khatulistiwa, membantu menjaga bumi agar tidak terlalu panas. Antartika adalah tempat paling dingin dan paling berangin di Bumi, dengan suhu rata-rata -60oC dan angin yang menderu, dengan kecepatan sampai 300 km/jam, menimbulkan badai dan timbunan salju. Manusia tanpa perlindungan bisa membeku hanya dalam beberapa menit. Baik Artika maupun Antartika merupakan gurun yang dingin, karena sebagian besar menerima tidak kurang dari 240 mm curah hujan atau salju setiap tahun. Namun, lebih dari sepersembilan air bersih dunia tersimpan di lapisan es Antartika dan Greenland. Daerah Kutub hanya mempunyai dua musim, yaitu musim panas dan musim dingin. Saat di Arktika musim panas, di Antartika mengalami musim dingin, begitu juga sebaliknya. Siang hari yang berlangsung selama 24 jam membuat daerah kutub dijuluki " Tanah Matahari tengah malam " karena Matahari masih bersinar sekalipun sudah tengah malam.
Aurora Borelais
    Mengapa daerah Kutub dingin ? Sinar Matahari memberikan panas cahaya ke Bumi, tetapi bumi melengkung seperti bola. Jadi, sinar Matahari semakin lemah dan lebih menyebar ke Kutub daripada di Khatulistiwa. Sinar matahari juga harus berjalan lebih jauh melalui atmosfer untuk mencapai kutub. Atmosfer juga menyerap banyak panas sehingga membuat kutub lebih dingin. Terlebih, es dan salju putih di kutub memantulkan kembali antara 50-90% panas matahari. Akibatnya, kutub bertambah dingin, ini yang menyebabkan daerak Kutub menjadi dingin.
    Daerah Kutub juga menciptakan panorama alam yang indah dengan terbentuknya tirai-tirai cahaya berkilauan yang disebut aurora dan sering terlihat dilangit kutub. Aurora muncul sebab kutub magnetik bumi menarik partikel-partikel bermuatan yang dilepaskan matahari. Sewaktu partikel-partikel ini menyerbu partikel gas yang ada di Atmosfer Bumi, cahaya berwarna dipancarkan. Aurora itu dinamakan Aurora Borelais atau Cahaya Utara di Artika dan Aurora Australis atau Cahaya Selatan di Antarika. Aurora tidak mudah difoto karena redup dan bergerak sangat cepat.

Orang-Orang Kutub
    Selama ribuan tahun, orang Inuit di Amerika Utara dan Greenland, Sami dari Skandinavia dan Rusia, dan orang Nenets dari Siberia, hidup di Artika. Tubuh mereka telah beradaptasi untuk kebal terhadap dingin. Gaya hidup mereka nomadik atau melakukan perjalanan untuk berburu binatang liar seperti Karibu, Anjing laut dan Ikan. Para penjelajah Eropa, terus menerus datang ke kutub dan belajar banyak dari keahlian bertahan hidup orang-orang ini yang peralatan, pakaian dan alat transportasinya dirancang dengan sempurna untuk kondisi Kutub. Saat ini, orang Inuit dan orang artika yang lain mengabaikan gaya hidup tradisional. Kebanyakan telah tinggal di rumah-rumah modern, pergi ke toko untuk berbelanja makanan, dan bekerja diatas kapal-kapal modern atau pertambangan. Namun pada musim panas, beberapa masih pergi berburu dan mencari ikan. Mereka menggabungkan cara hidup lama dengan yang baru.
Orang Inuit di Kutub Utara
     Orang Inuit mempunyai ciri fisik yang membantu mereka bertahan hidup di dinginya Arktika. Tubuh mereka pendek gempal, sehingga menghemat panas. Lapisan lemak tebal di pipi dan kelopak mata membantu melindungi bagian-bagian tubuh yang terbuka terhadap dingin. Kelopak mata yang tebal juga melindungi mata dari pantulan sinar Matahari di salju. Pakaian tradisional berbahan dasar kulit dan bulu binatang, seperti Karibu, anjing laut dan Beruang kutub. 
    Igloo Inuit, yang terbuat dari kubah balok es, adalah naungan sementara yang digunakan dalam perjalanan berburu. Sekarang beberapa Inuit masih membuatnya untuk tujuan ini. Dinding dalam Igloo ditutup salju yang mencair, kemudian membeku menjadi lapisan es yang lembut. Igloo ini sekarang diterangi oleh sebuah lampu tekanan modern, tetapi sebelumnya panas dan terang berasal dari lampu minyak lemak hewan. Herannya, hanya dengan tambahan panas tubuh,igloo tetap hangat. Pada musim dingin, Inuit biasanya hidup di rumah-rumah yang terbuat dari batu dan tanah berumput, sedangkan saat musimpanas, mereka pindah ke tenda-tenda kulit. 
Igloo, naungan sementara orang Eskimo
 Melindungi Kutub
    Wilayah Kutub sangat penting bagi kelangsungan Bumi. Jika lapisan es kutub mencair, sinar Matahari yang dipantulkan kembali ke angkasa makin sedikit. Akibatnya, Bumi akan bertambah panas. Jika lautan-lautan di dunia memanas, luasnya akan bertambah dan akan menaikkan permukaannya. Dan Naiknya permukaan laut akan menenggelamkan tempat-tempat rendah di permukaan bumi, termasuk beberapa pulau-pulau kecil di Indonesia. Selain itu, tumbuhan dan hewan kutub adalah bagian dari jaringt-jaring kehidupan besar yang saling berhubungan dan menopang kehidupan yang ada sekarang. Rusaknya margasatwa kutub akan mempengaruhi daerah lain. Beberapa masalah lingkungan di wilayah kutub adalah polusi, kerusakan akibat pertambangan dan pengeboran, dan perburuan hewan langka. Saat ini, penelitian ilmiah menunjukkan betapa rapuhnya tanah kutub dan undang-undang untuk mengurangi kerusakan telah dikeluarkan demi melindungi wilayah yang unik dan luar biasa ini.
 Matahari tidak tenggelam selama 24 Jam
    Penelitian ilmiah untuk mencegah rusaknya lingkungan kutub telah dilakukan, diantaranya peluncuran balon cuaca di Antartika oleh para ilmuwan yang bertujuan membantu mereka memahami kondisi wilayah kutub. Lubang di lapisan ozon pertama kali ditemukan di atas Antartika danmungkin disebabkan oleh gas bernama CFCs, yang berasal dari produk pendingin dan aerosol. Lubang ozon lebih besar di atas Kutub karena kondisi cuaca yang khusus disana. Lapisan ozon sangat penting bagi planet bumi karena menahan sebagian besar sinar ultraviolet yang jika berlebihan akan merusak dan membahayakan mahluk hidup termasuk manusia di muka bumi.

Sumber Referensi : Kutub : Barbara Taylor, Pole : Nature Life

Minggu, 30 Oktober 2016

TAIGA : BENTANG ALAM DENGAN VEGETASI HUTAN KONIFER

    Taiga adalah wilayah berupa hutan konifer (northern coniferous forest atau boreal forest) yang terdapat di daerah sub tropis di belahan bumi utara, membentang dari wilayah Eurasia hingga Amerika Utara, antara zona tundra di Utara dan zona sedang di Selatan. Hutan taiga biasanya ditumbuhi oleh tumbuhan yang hampir seragam dan merupakan satu spesies misalnya tumbuhan konifera seperti cemara dan pinus. Iklim taiga sangat keras dengan suhu yang sangat rendah pada saat musim dingin.
    Kata Taiga berasal dari bahasa Rusia yang berarti hutan. Taiga merupakan bioma terbesar di dunia, dengan wilayahnya yang mencakup belahan bumi utara, seperti Alaska, Kanada, Skandinavia serta Rusia khususnya di daerah Siberia.

Iklim Taiga
    Iklim taiga sangat keras dan keterbatasan persediaan makanan membuat kehidupan hewan-hewan sangat sulit, terutama saat musim dingin. Karena itu, beberapa jenis hewan yang tinggal di taiga berhibernasi saat musim dingin. Beberapa hewan berimigrasi ke wilayah selatan, sementara sisanya tetap tinggal meskipun harus beradaptasi dengan iklim yang keras.
    Musim utama di taiga adalah musim dingin dan musim panas. Adapun musim semi dan musim gugur berlangsung sangat pendek, sehingga sulit mengetahui kapan terjadinya. Musim dingin di wilayah taiga sangat dingin dan bersalju dengan suhu berkisar antara -54oC hingga -1oC. Adapun musim panasnya hangat, kadang hujan dan lembab dengan suhu berkisar antara -7o C hingga 21o C. Suhu rata-rata taiga berada dibawah titik beku selama sekitar 6 bulan setahun.
Flora
    Tidak banyak spesies tumbuhan yang hidup di wilayah taiga. Iklimnya yang sangat keras membuat hanya sedikit tanaman yang mampu bertahan dalam cuaca tersebut. Karena itu, keanekaragaman tumbuhan di bioma taiga rendah dan vegetasinya nyaris seragam sehingga sering juga disebut hutan homogen. Taiga memiliki flora yang khas, sebagian besar terdiri atas pohon-pohon berdaun jarum atau konifera seperti cemara dan pinus. Pohon-pohon ini mampu beradaptasi terhadap kerasnya iklim taiga. Tumbuhannya tetap hijau sepanjang tahun, meskipun saat musim dingin dengan suhu yang sangat rendah. 
    Tumbuhan konifera tetap dapat berfotosintesis meskipun matahari jarang bersinar di wilayah taiga. Mereka memiliki daun berbentuk jarum yang dilapisi dengan zat seperti lilin. Zat ini berfungsi untuk melindungi daun dari kebekuan akibat suhu yang sangat dingin atau dari kekeringan.  Selain pohon konifera yang mendominasi taiga, terdapat juga beberapa jenis pohon berdaun lebar, dan terna berukuran kecil. Meskipun tumbuhan dan hewan tidak banyak terdapat disana, serangga justru berjumlah jutaan saat musimpanas tiba. Hal ini mengakibatkan burung-burung bermigrasi kesana setiap tahunnya untuk mencari makan dan berkembang biak.

Fauna
    Ada cukup banyak fauna terdapat di taiga, seperti beruang,moose, serigala, rubah, ajak, berbagai jenis rodensia dan berbagai macam burung. Hewan-hewan tersebut beradaptasi dengan caranya masing-masing untuk dapat bertahan hidup terhadap kerasnya iklim taiga. Beberapa mamalia, seperti beruang dan tupai, mencari makan sebanyak-banyaknya selama musimpanas sehingga berat badannya bertambah dan menjadi gemuk. Mereka kemudian berhebernasi selama musim dingin. Hewan lainnya memiliki bulu sangat tebal yang dapat melindungi mereka dari cuaca dingin.
   Adapun burung-burung bermigrasi ke wilayah selatan jika musim dingin tiba. Beberapa spesies hewan liar yang terdapat di taiga terancam mengalami kepunahan seperti karibu, beruang grizzly dan rubah di wilayah Kanada. Penurunan jumlah spesies hewan-hewan ini disebabkan habitat mereka berkurang karena adanya pembangunan yang bersifat merusak, seperti penebangan pohon liar secara besar-besaran.
 Hutan Taiga di Alaska
 Hutan Konifer di bioma Taiga Siberia
Bentang alam Taiga di wilayah Skandinavia

STEPA : BENTANG ALAM DI DAERAH KERING

    Stepa adalah padang luas yang ditumbuhi rerumputan tanpa pohon. Padang rumput ini terbentuk karena curah hujan yang tidak mendukung pertumbuhan pohon. Stepa berada di daerah kering dengan iklim subtropis yang kontras (ekstrim) antara musim panas dan musim dingin. Curah hujan di daerah stepa sedikit, tetapi lebih banyak daripada di gurun dan sabana.
    Stepa terdapat di Asia Barat dan Asia Timur, meskipun curah hujan di bagian barat Asia lebih dari 250 mm pertahun sehingga rumput serta tumbuhan lain tumbuh baik disini. Sebaliknya curah hujan di bagian Timur kurang dari 60 mm pertahun sehingga menyebabkan rerumputan menghilang di Gurun Gobi yang gersang.

Wilayah Persebaran Stepa
    Di Amerika, daerah stepa meliputi sebagian besar daerah di utara New Meksiko hingga ke Selatan Alberta. Di Eurasia, dataran stepa membentang mulai dari Barat daya Rusia sampai ke Asia Tengah. Bentangan Stepa di Eurasia merupakan kawasan stepa terbesar di dunia. Stepa Eurasia terbagi menjadi dua bagian, yaitu  stepa bagian barat dan stepa bagian timur. Stepa bagian barat merupakan padang rumput yang luas. Wilayah ini dimulai dari hulu sungai Danube, dataran rendah di seberang sungai Volga, hingga ke pegunungan Altai. Bagian kedua adalah stepa bagian timur yang membentang dari pegunungan Altai  di sebelah barat ke jajaran pegunungan Xingan besar di sebelah timur, mencakup pula daerah Mongolia. Keadaan geografis stepa di bagian timur lebih tinggi, dengan iklim lebih ekstrem, lebih dingin dan lebih kering daripada stepa bagian barat.

Flora
    Kebanyakan tanaman yang hidup di daerah stepa tingginya kurang dari 30 cm. Tumbuhan yang hidup di daerah stepa adalah rumput dan semak belukar. Jenis tanaman tersebut antara lain rumput biru grama, rumput buffalo, rumput tombak, rumput sage dan kaktus. Tumbuhan ini umumnya ditemukan pada stepa di Amerika Utara.
Kawanan Kuda liar di daerah Steva
Fauna
    Sebelum manusia datang untuk menetap dan bercocok tanam di daerah stepa, daerah stepa dihuni oleh sekelompok fauna seperti banteng, rusa, kuda liar, kelinci dongkrak, anjing padang rumput, antilop saiga, pronghorn, burung elang dan burung hantu. Manusia mempergunakan stepa untuk mengembala ternak dan menanam gandum. Teknologi pertanian juga banyak digunakan dalam meningkatkan manfaat stepa.

Masyarakat
    Tidak banyak informasi yang diperoleh mengenai kehidupan di wilayah stepa. Selain itu, orang-orang Cina, Timur Tengah dan Eropa hanya menceritakan peristiwa-peristiwa yang terjadi di daerah perbatasannya. Namun suku-suku pengembara seperti Indian di Amerika, Mongol, Kazak dan Buryat di Asia, Tartar dan Samoyed di Eropa adalah contoh masyarakat yang terbiasa hidup di daerah stepa yang beriklim keras.
 Stepa di Siberia
 Stepa di Alpen, Swiss
Stepa di Hongaria, Eropa Timur

Senin, 26 September 2016

LEMBAH : NGARAI CURAM DI PERMUKAAN BUMI

    Lembah adalah relief bumi yang berbentuk celah besar dipermukaan bumi. Lembah membentang melalui dataran, perbukitan dan pegunungan. Lembah yang dalam dengan dinding atau tebing curam yang terbentuk oleh aliran sungai disebut ngarai (Canyon). Salah satu ngarai terkenal di dunia adalah Grand Canyon di Arizona, Amerika Serikat sedangkan lembah bawah laut di dasar samudera Atlantik Ngarai Hudson.
   Dasar lembah biasanya merupakan lahan subur dan baik untuk dijadikan lahan pertanian. Dasar lembah disebut lantai lembah. Kebanyakan dasar lembah berbentuk miring ke bagian hilirnya. Bagian dasar lembah di sepanjang bantaran sungai disebut dataran banjir. Lembah di daratan terbentuk oleh aliran air sungai dan erosi lereng.

Jenis lembah
    Berbagai jenis lembah dinamai berdasarkan bentuknya. Lembah yang ketinggiannya melebihi lembah utama disebut lembah gantung. Lembah gantung terbentuk karena erosi air sungai di lembah utama. Air sungai yang mengalir melalui lembah gantung jatuh menjadi air terjun,ketika air sungai memasuki lembah utama.
    Lembah di sepanjang daerah pantai yang digenangi air laut disebut lembah tenggelam. Teluk Chesapeake dan teluk Delaware di Amerika Serikat merupakan contoh bentuk lembah tenggelam. Selain itu, dikenalpula lembah gletser, yaitu lembah yang semakin lebar oleh kegiatan gletseir. Lembah gletseir ditemui pada ketinggian daerah pegunungan. Bentuknya menyerupai huruf U.
Lembah yang terisi air menjadi Danau alam
Basin
    Basin adalah relief bumi yang berbentuk cekungan besar, biasanya dibentuk oleh aliran sungai dan anak sungai. Sungai Missisiphi di Amerika Serikat membentuk sebuah basin yang meliputi sekitar 2/5 dari wilayah Amerika Serikat tidak termasuk Alaska dan Hawai. Basin besar lainnya adalah lembah Kongo di Afrika, lembah Amazone di Amerika Selatan dan lembah Yangtse di Asia.
    Terkadang ada basin tertutup karena aliran sungainya tidak memiliki alur keluar menuju laut. Air basin tertutup dapat berkurang melalui penguapan dan penyerapan ke dalam tanah. Bagian terendah biasanya berbentuk himpunan air atau danau, atau kalau di gurun berbentuk playa atau dasar danau kering. Beberapa basin tertutup di kawasan gurun memiliki danau berair asin, misalnya Great Salt Lake di Utah, Amerika Serikat.

Ngarai Sianok
    Di kaki rangkaian Bukit barisan di Sumatera Barat terdapat alur lembah yaitu lembah Anai dan Ngarai Sianok. Nama ngarai Sianok berasal dari sebuah legenda tentang ular raksasa yang mengamuk akibat diracuni oleh seorang pemuda cerdik. Ular tersebut mati dan terkubur di lembah. Lembah itu kemudian menjadi sepi karena orang takut menghampirinya sehingga lembah itu disebut " Ngarai Sianok " yang berarti lembah yang sepi. Ngarai ini terletak di kaki gunung Singgalang dan terbentang sepanjang 13 Km dengan tebing-tebing curam. Di tepinya terdapat gua bekas kubu pertahanan Jepang yang merupakan obyek wisata di Provinsi Sumatera Barat.
 Ngarai Sianok, Sumatera Barat
Grand Canyon, Amerika Serikat

Minggu, 25 September 2016

RAWA : LAHAN BASAH DI MUKA BUMI

    Rawa adalah lahan yang digenangi oleh air secara alamiah dan terus menerus atau musiman akibat drainase alamiah yang terhambat. Biasanya rawa terdapat di daerah lembah, pantai dan dekat sungai yang mengalir lambat. Rawa banyak ditumbuhi tumbuhan air yang pendek dari dalam air.
    Rawa terdiri dari berbagai jenis antara lain rawa gambut, rawa air tawar dan rawa air payau. Ketiga jenis rawa ini memilikikarakteristik flora dan fauna yang berbeda berdasarkan keadaan fisik rawanya. Kolom rawa menjadi habitat ikan, katak dan binatang melata misalnya Buaya, Ular dan Kura-kura. Binatang lainnya yang hidup di rawa adalah beberapa jenis burung dan serangga. Di tanah rawa yang lembabtumbuh pohon, semak, dan tanaman menjalar.
Animasi Rawa
Rawa Gambut
    Rawa gambut hanya terdapat di daerah yang beriklim basah. Rawa yang mengandung gambut atau tanah lunak dan basah yang terdiri atas lumut dan bahan tanaman lain yang membusuk, biasanya memiliki keasaman yang tinggi dan kandungan oksigen yang rendah. Rawa jenis ini umumnya tidak banyak faunanya. Rawa gambut terdapat di daerah Sumatera, Kalimantan dan Papua.

Rawa Air Tawar
    Rawa air tawar airnya selalu berganti secara terus menerus berdasarkan curah hujan. Biasanya rawa air tawar mengalami banjir dalam setahun, yaitu pada musim hujan. Rawa air tawar terdapat diPesisir Timur Pulau Sumatera, Pesisir Barat pulau Kalimantan dan selatan Papua.

Rawa Air Payau
    Jumlah air di rawa air payau tergantung pada pasang surut air laut. Salah satu contoh rawa air payau adalah rawa mangrove atau bakau, karena banyak ditumbuhi pohon mangrove dan bakau. Rawa mangrove terletak di sepanjang pantai tropis dan sub tropis, tempat berbagai jenis fauna misalnya Burung Undan,Siput dan Kepiting.

Konservasi dan Reklamasi Rawa
    Konservasi rawa adalah pengelolaan rawa sebagai sumber air yang didasarkan pada pertimbangan teknis, sosial ekonomis, dan lingkungan. Konservasi bertujuan menjamin dan memelihara kelestarian rawa serta meningkatkan fungsi dan pemanfaatannya. Selain konservasi dilakukan pula reklamasi rawa.yaitu upaya peningkatan fungsi dan pemanfaatan rawa untuk kepentingan masyarakat dengan cara menguruk rawa. Salah satu manfaat reklamasi rawa adalah untuk memperluas tanah pertanian. Akan tetapi reklamasi juga bisa berdampak buruk bagi rawa karena mengganggu habitat flora dan fauna rawa.

Flora Fauna Rawa
    Flora dan Fauna yang hidup di rawa sangat beraneka ragam, meliputiKatak, Burung, Ikan dan tumbuhan. Spesies kayu bernilai komersial sperti kayu ramin, tumbuh di hutan rawa gambut Kalimantan, Sumatera dan Papua. Adapun habitat rawa air tawar kaya akan tumbuhan epifit, rotan dan palma. Rumpun sagu tumbuh subur di rawa hutan Papua. Diperkirakan terdapat 6-8 juta hektar rawa sagu di pulau Papua.

Paya
    Paya adalah rawa yang di dominasi oleh rumput. Paya merupakan tempat berbiak bagi banyak serangga yang larvanya hidup di air, seperti Capung dan Nyamuk. Katak dan Bangkong juga berkembang biak di daerah Paya ini.

 Rawa Hutan Gambut
Rawa Air Payau   
Rawa Air Tawar

SABANA : PADANG RUMPUT DI DAERAH TROPIS

    Sabana (Savana) adalah padang rumput tropis yang didominasi oleh rumput dengan kelompok pohon dan tumbuhan perdu (semak dan pohon kecil) yang tumbuh terpencar. Sabana tampak subur pada musim hujan, namun gersang pada musim kemarau yang kering. Sabana biasanya ditemukan di wilayah yang memiliki sedikit curah hujan. Wilayah ini terdapat di daerah kering tropika dan sub tropika, misalnya di Afrika, Asia dan Amerika Selatan. Di Indonesia sabana terdapat di Papua, Maluku dan Nusa Tenggara.
Kawanan Kuda Liar di Padang Sabana

Bioma Sabana
    Bioma sabana adalah padang rumput yang diselingi oleh pepohonan. Berdasarkan jenis tumbuhan yang menyusunnya, sabana dibedakan menjadi dua yaitu sabana murni dan sabana campuran. Sabana murni tersusun atas satu jenis tumbuhan saja. Adapun sabana campuran tersusun atas berbagai jenis tumbuhan.
    Pada sabana kering, rumput tumbuh tidak terlalu tinggi, pohon tumbuh menyebar, dan pertumbuhan tanaman berjalan lambat. Di daerah sabana yang lebih lembab, rumput tumbuh lebih tinggi dan pohon tumbuh lebih berlimpah. Adapun di sabana basah rumput dapat tumbuh mencapai 3 meter dan jenis tumbuhannya lebih banyak.

Flora Sabana
    Biasanya sabana ditumbuhi oleh rerumputan dan tanaman perdu yang tumbuh di antara rerumputan itu. Di Sabana tumbuh pula jenis tanaman besar seperti pohon Akasia, Baobab dan Palem. Akan tetapi pertumbuhan pohon dibatasi oleh musim kering. Kemungkinan tumbuhan itu dapat bertahan hingga lima bulan. Ketika musim kering tiba rumput berhenti tumbuh dan menjadi coklat, sedangkan pohon melepaskan daunnya. Hanya tumbuhan tertentu saja yang dapat terus bertahan hidup, misalnya palem dan kaktus. Selama musim kering sering terjadi kebakaran yang menyebabkan musnahnya pohon. Namun hal ini tidak terjadi pada rumput karena rumput memiliki sistem akar besar. Ketika musim hujan tiba tunas rumput segar tumbuh dipermukaan tanah. Pertumbuhan rumput itu lebih cepat bila dibandingkan dengan pertumbuhan tumbuhan lainnya.

Fauna Sabana
    Padang rumbut sabana dihuni oleh hewan herbivora seperti Kijang, Banteng, Jerapah, Antelop dan Zebra. Sabana merupakan habitat hewan-hewan tersebut dan juga hewan pemangsa seperti Ceethah, Dubuk, Singa dan Macan. Selain itu sabana juga dihuni oleh binatang pengerat, binatang melata seperti Ular, kelompok Burung dan berbagai jenis serangga. Di Pulau Jawa Taman Nasional Baluran dan Alas Purwo memiliki padang sabana yang menjadi habitat hewan herbivora dan Carnivora seperti Macan Tutul, Kijang, Rusa, banteng, Ayag dan Kerbau liar.
 Sabana di Taman Nasional Baluran
Kawanan Banteng, Rusa, Kijang dan Kerbau liar di sabana Taman Nasional Alas Purwo
 Kawanan Kuda liar di Sabana Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur
Kawanan Antilop, di Sabana Afrika

TROPIKA : BENTANG ALAM DI SEKITAR GARIS KHATULISTIWA

    Tropika adalah kawasan di bumi, baik di darat maupun laut, yang terletak sekitar 2.570 km di utara dan selatan khatulistiwa. Kawasan ini dibatasi oleh dua garis imajiner, yaitu Tropika Cancer dan Tropica Capricorn. Tropika Cancer terletak pada 23o27' LU, sedangkan Tropica Capricorn pada 23o27"LS. Kawasan ini senantiasa mendapat sinar matahari secara langsung, sehingga bersuhu hangat hingga panas sepanjang tahun.
    Di tropika suhu tidak banyak berubah karena jumlah sinar matahari hanya sedikit berbeda darimusim ke musim. Di daerah khatulistiwa matahari bersinar 12 jam per hari. Dipinggir tropika, sinar matahari bervariasi dari sekitar 13,5 jam pada musimpanas.

Musim Hujan dan Kemarau
    Sebagian besar kawasan tropika memilikimusim hujan dan kemarau yang tetap. Kawasan yang dekat dengan khatulistiwa memiliki banyak curah hujan pada segala musim dan ditumbuhi hutan hujan tropis. Adapun kawasan yang berada di sebelah utara dan selatan khatulistiwa, musim hujan terjadi setahun sekali dan dua kali musim kemarau yang singkat. Kawasan ini ditumbuhi hutan dengan pohon yang daunnya gugur selama musim kemarau. Daerah yang lebih jauh dari khatulistiwa memiliki satu musim kemarau yang panjang setiap tahun. Kawasan ini ditumbuhi sabana yaitu padang rumput dengan pepohonan dan semak.
Hutan Hujan Tropis
    Di kawasan tropika, hutan hujan tropis hanya menutupi sekitar 6-7% permukaan bumi. Akan tetapi hutan ini dapat menghidupi lebih dari separuh spesies flora dan fauna di bumi. Manusiapun memperoleh manfaat dari hutan hujan tropis seperti sumber kayu, makanan dan obat-obatan. Hutan hujan tropis juga dapat mengatur iklim bumi dan membersihkan udara dengan cara menyerap gas karbondioksida dan mengeluarkan oksigen. Disamping itu hutan hujan tropis juga menjadi tempat tinggal jutaan orang, seperti suku Indian di Amerika Selatan, Dayak di Kalimantan, dan orang Pygmi di afrika Tengah. Mereka hidup dari berburu, menangkap ikan, mengumpulkan hasil hutan dan bertani.

Konsevasi Hutan Tropika
    Organisasi Konservasi hutan tropika, seperti World Wildlife Fund (WWF), Consevation International, dan Nature Consevancy, bekerjasama dengan pemerintah di seluruh negara di dunia untuk menyelamatkan hutan tropis. Kerjasama tersebut antara lain dengan menetapkan kawasan hutan lindung, mengatur hutan secara bijaksana, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat hutan.
 Hutan Tropis basah
 Hutan hujan Tropis Amazone
Hutan hujan Tropis Indonesia

PANTAI : BENTANG ALAM BATAS DARATAN DAN LAUT

    Pantai adalah perbatasan daratan dengan laut. Bentuk pantai bermacam-macam, tergantung pada kondisi daratan setempat. Pantai dapat mengalami perubahan bentuk yang disebabkan oleh gelombang dan arus laut, sungai, pelelehan gletser, angin serta gerakan-gerakan permukaan atau kulit bumi. Pembentukan pantai juga dapat dipengaruhi oleh perubahan permukaan air laut.
    Secara umum, ada tiga jenis pantai,yaitu pantai berbatu, pantai berpasir dan pantai berlumpur. Pantai berbatu merupakan pantai yang sebagian besar wilayahnya terdiri atas batuan. Pantai ini memiliki berbagai mahluk hidup paling banyak dan kisaran pasang surutnya paling besar. Pantai berpasir umumnya sering dijadikan tempat pariwisata karena wilayahnya indah. Di pantai ini terdapat hewan air, seperti ketam-ketaman yang biasanya menguburkan diri ke dalam pasir atau lubang. Pantai seperti ini terdapat di Sumatera dan Sulawesi Utara. Selain itu, pantai berpasir juga dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman kelapa. Adapun pantai berlumpur sebagian besar wilayahnya merupakan daerah berlumpur dan tergenang saat air pasang. Bentuk pantai ini tidak menarik sehingga tidak dijadikan sebagai obyek wisata. Pantai berlumpur sebagian besar tersebar mulai dari pantai Utara Jawa, Timur Sumatera, Kalimantan dan Selatan Papua. Pantai ini biasanya dimanfaatkan untuk areal tambak budidaya ikan atau udang. Adapun di Jawa Timur, pantai berlumpur digunakan untuk penambangan garam.
Pantai yang curam
Pantai Dataran Rendah
    Selain ketiga jenis pantai, ada beberapa jenis pantai lain seperti pantai curam dan bertanah kapur yang banyak terdapat di Selatan Jawa dan digunakan untuk pembudidayaan tanaman jati. Adapula pantai Dataran rendah yang kering. Biasanya pantai ini dikembangkan untuk perkebunan seperti Tebu, Karet serta Kopi dan juga penanaman Padi. Adapula pantai curam dan berteluk. Biasanya pantai ini digunakan untuk pelabuhan alam, seperti Teluk Bayur di Sumatera Barat.

Pesisir
    Pesisir adalah daerah pertemuan antara darat dan laut. Pesisir terbagi menjadi dua, yaitu pesisir bagian daratan dan pesisir bagian lautan. Pesisir bagian daratan baik bagian yang kering maupun yang terendam air adalah daerah pesisir yang masih dipengaruhi sifat-sifat laut, misalnya pasang surut dan angin laut. Adapun pesisir bagian lautan adalah daerah pesisir yang masih dipengaruhi oleh proses alami yang terjadi di darat,misalnya sedimentasi dan aliran air sungai.
    Batas fisik wilayah pesisir sangat dipengaruhi oleh kondisi dan situasi setempat. Di pantai yang landai dengan sungai besar, misalnya batas fisik ke arah laut dapat berada jauh dari garis pantai. Wilayah pesisir merupakan tempat percampuran pengaruh darat, laut dan udara. Sebagai daerah peralihan antara darat dan laut wilayah pesisir ditandai oleh adanya perubahan sifat ekologi yang tajam. Dalam satu areal yang sangat sempit , kita dapat menjumpai kondisi ekologi yang berlainan. Dilihat dari fungsinya, wilayah pesisir merupakan zona penyangga (buffer zone). Banyakjenis binatang yang menggunakan wilayah pesisir sebagai tempat bertelur, membesarkan anaknya dan mencari makan.
 Pantai berpasir Senube, Bali
 Pantai berlumpur
 Pantai Kuta, Bali
Pantai Curam

TUNDRA : BENTANG ALAM DI DAERAH KUTUB

    Tundra merupakan daratan tak berpohon di kawasan kutub (tundra Arktik) atau pegunungan tinggi (tundra Alpen) yang ditandai dengan daratan tandus dan berbatu, atau dengan tumbuhan seperti lumut, rerumputan, dan semak belukar. Kata Tundra berasal dari bahasa Finlandia, Tunturia yang berarti daratan tanpa pepohonan.
    Tundra memiliki tujuh karakteristik yaitu temperatur yang sangat rendah, keanekaragaman biotik yang rendah, struktur tumbuh-tumbuhan yang sederhana, pengeringan yang terbatas, musim pertumbuhan dan reproduksi yang singkat, nutrisi dan energi yang berasal dari pembusukan organik, dan pertumbuhan populasi yang cepat. Berdasarkan letaknya tundra dapat dibedakan menjadi dua yaitu tundra Kutub Utara (Arktik) dan tundra Alpen (Pegunungan Alpen).

Tundra Arktik
    Tundra Arktik berada di sekitar lingkaran Kutub Utara. Tundra juga terdapat di belahan bumi bagian Selatan namun dengan wilayah yang lebih sempit, yaitu hanya terdapat pada beberapa kepulauan di lingkaran Kutub Antartika. Pada musim dingin, tundra Arktik sangat dingin dengan temperatur -34oC. Pada musim panas rata-rata temperaturnya dapat mencapai 3-12oC sehingga daratan ini dapat melangsungkan kehidupannya. Masa pertumbuhan di tundra Arktik berkisar antara 50-60 hari. Curah hujan sangat berbeda-beda, tergantung lokasinya. Meskipun air di permukaan tanah mencair, ada lapisan tanah di bawah permukaan tanah yang selalu dalam keadaan beku (permafrost) yang terdiri atas kerikil dan material lainnya.
Elk Di Tundra Arktik
Flora Fauna Tundra Arktik
    Tundra kutub dapat dikatakan tanpa kehidupan selama musim dingin yang panjang dan gelap. Aktivitas hidup tumbuh-tumbuhan terhenti, sedangkan hewan dapat bertahan hidup dengan menyembunyikan diri dalam lubang di bawah lapisan es dan salju., atau berpindah ke daerah yang beriklim lebih baik. Selama musim panas yang pendek tumbuh-tumbuhan dan hewan tundra menjadi sangat produktif karena rangsangan siang hari yang panjang dan suhu yang hangat. Jenis tumbuhan yang dapat hidup di tundra Arktik mencapai 1.700 spesies, meliputi lumut kerak (bentuk simbiosis antara jamur dan alga), rumput dan teki-tekian kutub, serta beberapa perdu kecil. Musim berbunga ditandai dengan berkembangnya bunga beraneka warna yang mencapai 400 variasi spesies.
    Komunitas fauna di tundra Arktik terdiri dari beberapa jenis Burung, mamalia  dan serangga terbang. Jenis herbivora yang ditemukan disini adalah rusa kutub, Karibu, Sapi kesturi, Kelinci salju,dan Tikus salju kecil. Burung-burungnya meliputi jenis ayam-ayaman,pipit, burung hantu salju, Rajawali, dan Elang. Banyak juga burung air migran seperti Itik, angsa, dan burung pantai datang ke tundra selama musim panas untuk bertelur dan kembali lagi ketika musim dingin tiba. Jenis serangga pada umumnya adalah Lalat, Nyamuk dan Lalat hitam. Adapun Karnivoranya antara lain Rubah kutub dan Serigala.

Tundra Alpen
    Tundra Alpen terletak disepanjang puncak pegunungan Alpen yang tidak dapat ditumbuhi dengan pepohonan. Musim pertumbuhan di tundra Alpen berkisar 180 hari, dengan temperatur pada malam hari di bawah 0oC. Tundra Alpen berbeda dengan tundra Arktik karena wilayah ini masih memiliki aliran sungai. Adapun Flora dan fauna yang hidup di tundra Alpen tidak berbeda dengan yang ada di tundra Arktik.
 Daerah Tundra di Kutub Utara
 Daerah Tundra di Pegunungan Alpen

Jumat, 31 Mei 2013

GURUN : BENTANG ALAM TERKERING DI PERMUKAAN BUMI

  
   Seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya di Bumi kita ini mempunyai banyak sekali ekosistem, karena memang kenampakan setiap wilayah Bumi sangat bervariasi. Ekosistem yang ada di Bumi ini dibedakan menjadi 2 kategori yakni ekosistem darat dan air, dan salah satu jenis ekosistem yang akan kita kenal lebih dekat adalah jenis ekosistem darat, yaitu ekosistem gurun. Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai ekosistem gurun, alangkah baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu tentang apa itu ekosistem gurun. Ekosistem gurun atau yang dikenal dengan ekosistem padang pasir ini merupakan ekosistem yang meliputi lingkungan padang pasir atau gurun. Ekosistem gurun atau padang pasir ini juga bisa dikatakan sebagai interaksi makhluk hidup yang berada di lingkungan atau habitat padang pasir dengan komponen- komponen yang ada di sekitarnya, baik itu komponen biotik maupun abiotik.

Ciri-Ciri Ekosistem Gurun

Ekosistem di Bumi ini ada banyak sekali, seperti yang telah kita ketahui bersebelumnya. Masing- masing ekosistem ini diberi nama berdasarkan nama tempat atau habitatnya. Hal ini juga terjadi pada ekosistem gurun atau padang pasir ini.  Oleh karena di sesuaikan dengan nama lingkungan atau habitatnya, maka masing- masing ekosistem ini mempunyai ciri khusus. Ekosistem padang pasir atau gurun ini juga mempunyai ciri khusus, beberapa ciri yang dimiliki oleh ekosistem gurun ini antara lain adalah:
1. Merupakan bagian dari ekosistem darat atau tersetial
Ekosistem gurun atau padang pasir ini merupakan jenis ekosistem daratan atau terestial. Hal ini sudah pasti karena memang lingkungannya yang tidak terdapat di wilayah perairan, malah justru sebaliknya. Sebagi salah satu jenis ekosistem tersetial atau daratan, dibandingkan dengan eksositem daratan yang lainnya, ekosistem gurun ini merupakan ekosistem yang paling luas.
Bahkan luas dari ekosistem gurun ini memenuhi hingga 1/3 dari total luas daratan yang ada di dunia ini. Lokasi gurun terluas di dunia berada di letak astonomis sekitar 20áµ’ garis lintang utara, dari mulai pantai Atlantik di Afrika hingga ke Asia Tengah. Selain itu kita juga dapat menemui beberapa gurun yang terkenal di dunia, yakni gurun Gobi di Asia, gurun Sahara di Afrika, dan gurun Simpson di Australia.

2. Memiliki curah hujan yang sangat sedikit, yakni dibawah 25 cm per tahun
Salah satu ciri khas yang paling kuat yang dimiliki oleh ekosistem gurun adalah rendahnya tingkat curah hujan yang berada di daerah tersebut. Bahkan ekosistem gurun ini sangat sedikit memiliki tingkat curah hujan. Curah hujan yang ada di wilayah gurun kurang dari 25 cm per tahunnya. Selain sangat sedikit, hujan yang turun di daerah ini juga mempunyai pola sebaran yang tidak teratur, sehingga ada bagian gurun yang tidak menerima hujan sama sekali.


3. Laju penguapan atau evaporasi sangat tinggi
Berbeda dengan tingkat curah hujan yang dimiliki, tingkat penguapan atau evaporasi di daerah gurun ini justru sangatlah besar. Bahkan tingkat penguapan di daerah gurun ini lebih besar daripada curah hujannya. Hal ini tentu saja yang menyebabkan wilayah gurun ini sangatlah gersang dan sulit sekali dijadikan tempat tinggal beberapamakhluk hidup.

4. Mempunyai perubahan suhu yang sangat ekstrim
Salah satu ciri dari ekosistem gurun adalah adanya perubahan suhu yang sangat ekstrim. Perubahan ekstrim ini terletak antara sinag dan juga malam. Suhu gurun ini sangatlah panas di siang hari, sementara di malam hari suhu di gurun ini bisa sangat dingin. Perbedaan suhu diantara keduanya bisa sangat banyak. Hal ini salah satunya disebabkan karena di padang pasir atau gurun tidak ada pepohonan sama sekali hingga membuat udara dan sinar matahari menerpa secara langsung.

5. Tanahnya berupa pasir yang sangat kering
Ekosistem gurun juga mempunyai ciri yang sangat khas, yakni mempunyai tanah yang berupa pasir. Maka dari itulah ekosistem gurun ini juga dikenal dengan ekosistem padang pasir. Tanah pasir yang berada di ekosistem gurun ini memiliki sifat yang sangat kering. Hal ini juga disebabakan karena curah hujan yang sangat sedikit dan persebarannya tidak merata tersebut.
Selain kering, tanah di ekosistem gurun ini juga rendah akan nutrisi organik sehingga tidak subur sama sekali. Saking tidak suburnya, hanya beberapa jenis tumbuhan saja yang bisa hidup di wilayah padang pasir seperti kaktus dan juga pohon kurma. Begitu pula degan binatang, hanya sedikit yang bisa bertahan di wilayah gurun ini, seperti unta, ular, dan beberapa jenis serangga.


6. Didominasi oleh pasir dan juga bebatuan
Seperti namanya, yaitu padang pasir, ekosistem gurun atau padang pasir ini merupakan ekosistem yang kenampakannya juga didominasi oleh pasir dan juga bebatuan. Apabila kita derada di ekosistem ini, maka kita akan banyak menemukan pasir dan batu daripada tanah. Bahkan seluruh tahan akan digantikan oleh pasir lembut yang jumlahnya sangat banyak.

7. Memiliki air tanah yang terasa asin
Meskipun tergolong wilayah yang mempunyai curah hujan sangat sedikit, ekosistem gurun ini tertap mempunyai cadangan air tanah. Namun carandan air tanah yang dimiliki wilayah gurun ini tergolong unik karena memiliki rasa yang asin. Air di tanah di gurun ini mempunyai rasa yang asin disebabka karena mineral garam yang terkandung di dalamnya tidak mengalami pencucian terlebih dahulu oleh drainase maupun air hujan.

8. Hanya bisa dihuni oleh hewan dan tumbuhan yang bereproduksi cepat ketika udara lembab
Sudah dikatakan sebelumnya bahwa tidak mudah bertahan hidup di ekosistem gurun ini. Selain tanahnya yang sangat kering, tidak subur dan juga keberadaan hujan sangatlah sedikit. Hal ini akan menyebabkan hanya beberapa jenis tumbuhan dan juga hewan yang dapat bertahan hidup di daerah ini. Tumbuhan dan juga hewan yang dapat bertahan hidup di daerah gurun ini adalah mereka yang mengalami reproduksi dengan cepat selama periode lembab.

Proses Terbentuknya Gurun


Padang pasir merupakan kenampakan alam yang bersifat alamiah di Bumi ini. Padang pasir atau gurun ini merupakan kenampakan  salah satu dari wujud daratan yang ada di muka Bumi. Namun ternyata ekosistem padang pasir ini tidaklah terjadi secara serta merta begitu saja. Terjadinya ekosistem padang pasir atau gurun ini karena didukung oleh 2 hal. 2 faktor yang mendukung proses terbentuknya ekosistem gurun atau padang pasir ini adalah:
  • Bayangan hujan yang berasal dari pegunungan yang tinggi
  • Pola sirkulasi besar yang berasal dari angin global
Bayangan hujan dari pegunungan yang tinggi maksudnya adalah awan yang terbentuk dari proses daur ulang air tidak bisa mencapai daerah gurun karena akan dilahalagi oleh gunung yang menjulang tinggi tersebut. Hal ini akan menyebabkan awan mencair sebelum mencapai di daerah ekosistem gurun. Sementara itu, pola angin global akan menyebabkan angin yang sampai di ekosistem gurun ini adalah angin yang bersifat kering dan tidak membawa molekul air sama sekali.

Komponen Ekosistem Gurun

Setiap ekosistem mempunyai komponen masing- masing. Komponen- komponen tersebut terdiri dari komponen biotik dan juga abiotik. Sama seperti dengan jenis ekosistem lainnya, ekosistem gurun atau padang pasir ini juga mempunyai komponennya sendiri yang menyusun ekosistem gurun tersebut.
Komponen yang ada di ekosistem gurun ini juga meliputi komponen biotik dan juga abiotik. Komponen abiotik adalah komponen yang tidak hidup atau berupa benda mati, sementara komponen biotik merupakan komponen yang berupa makhluk hidup. Berbagai komponen yang berada di ekosistem gurun atau padang pasir ini antara lain:
  • Komponen biotik – Komponen biotik atau komponen hidup yang dimiliki oleh ekosistem gurun atau padang pasir ini jumlahnya banyak dan ada beberapa jenis. Komponen biotik yang ada di ekosistem gurun atau padang pasir antara lain tanaman dan juga binatang yang hidup di wilayah ekosistem gurun atau padang pasir tersebut. Tumbuhan yang hidup di padang pasir ini adalah jenis tumbuhan yang mampu bertahan hidup dengan pasokan air yang sangat sedikit. Demikian pula binatang yang bisa hidup di daerah ini juga jenis binatang yang mampu bertahan hidup di daerah kering.
  • Komponen abiotik – Selain komponen yang hidup, ekosistem gurun atau padang pasir juga memiliki komponen yang tidak hidup. Komponen yang tidak hidup ini disebut sebagai komponen abiotik. Komponen abiotik ini adalah komponen fisik dan juga komponen kimia yang dijadikan media maupun substrat yang dijadikan sebagai tempat hidup makhluk hidup. Beberapa komponen abiotik yang dimiliki oleh ekosistem gurun atau padang pasir ini antara lain adalah suhu, air, cahaya matahari, angin, batu, pasir, dan tingkat keasaman atau pH.
   Itulah beberapa komponen yang ada di ekosistem gurun atau padang pasir tersebut. Melihat dari jenis binatang dan juga tumbuhan yang mampu bertahan hidup disana, maka kita akan mendapati binatang dan tumbuhan yang khas gurun seperti kurma, kaktus, unta dan juga ular.

Cuaca di Ekosistem Gurun atau Padang Pasir

  Cuaca merupakan salah satu hal yang sangat mempengaruhi bagi kelangsungan hidup di suatu ekosistem. Beberapa makhluk hidup sangat sensitif terhadap cuaca. Lalu, bagaimanakah cuaca di ekosistem gurun atau padang paisr ini? Telah dikatakan sebelumnya bahwa gurun merupakan tempat yang menerima sangat sedikit curah hujan, maka dari itulah kita dapat menilai bahwa wilayah gurun ini mempunyai keadaan yang sangat kering. Selain itu, wilayah ekosistem ini juga dikenal mempunyai kelembaban udara yang sangat rendah.
   Dengan gambaran umum yang demikian inilah kita dapat membayangkan sedniri betapa gurun atau padang pasir ini adalah suatu wilayah yang sangat panas dan kering dan mempunyai hujan sedikit dengan pola persebaran yang tidak merata. Selain itu suhu di ekosistem ini akan terasa sangat panas ketika di siang hari dan akan terasa sangat dingin ketika malam hari. akan sedikit sulit untuk dapat bertahan hidup di wilayah gurun ini. Maka dari itulah hanya beberapa jenis tumbuhan dan juga hewan yang dapat bertahan hidup di daerah ini.
    Namun demikian, dibalik iklim yang kering dan panas pada wilayah gurun, di beberapa negara yang memiliki kawasan gurun pasir dapat memanfaatkannya sebagai kawasan ekowisata, seperti misalnya di Gurun Rub al Khali yang masuk wilayah Uni Emirat Arab, oleh pemerintahan Dubai dikembangkan sebagai kawasan donasi wisata dengan memanfaatkan hewan Unta sebagai primadona transportasi wisata. Demikian  pula gurun pasir Negev di Israel, Gurun Sinai di Mesir, Kalahari di Afrika Selatan ataupun Gurun Sahara di Afrika Utara juga dimanfaatkan sebagai kawasan Ekowisata yang menarik wisatawan mancanegara.

Sumber Referensi : Ilmugeografi.Com

Selasa, 05 Februari 2013

LAUT : BENTANG ALAM YANG MENDOMINASI LUAS PERMUKAAN BUMI

    Laut merupakan himpunan luas dan besar air yang meliputi lebih dari 70% permukaan bumi. Laut yang sangat besar disebut samudera atau lautan. Laut dan samudera menyediakan banyak hal, tidak sekedar tempat renang dan rekreasi, tetapi juga sumber pangan, energi, dan bahan mineral. Laut menjaga iklim tetap sehat dengan mengatur suhu serta kelembabanudara. Tanpa laut, tidak akan ada kehidupan di bumi.

 Laut di kedalaman
    Laut merupakan tempat menarik yang baru sedikit dipahami. Para ilmuwan bekerja mencari rahasia laut, seperti mengkaji gerak laut serta pengaruhnya terhadap atmosfer. Mereka juga menyelidiki orhanisme laut dan berbagai kekuatan alam yang membentuk dasar samudera. Alat modern seperti satelit dan komputer telah menambah pemahaman tentang samudera.

Permukaan Samudera Pasifik

Samudera Bumi
    Himpunan besar air bumi disebut samudera bumi atau samudera global. Benua membagi samudera bumi menjadi tiga bagian utama yaitu Samudera Pasifik, Atlantik dan Hindia. Di sepanjang pinggirnya, setiap seamudera mencakup himpunan air lebih kecil yang disebut laut dan teluk. Misalnya Laut Karibia, dan laut Tengah merupakan bagian Atlantik, dan Laut Bering serta Laut Cina Selatan bagian Pasifik. Semudera keempat yang lebih kecil, yakni Arktik, terletak di bagian utara Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Banyak ahli menganggapnya bagian Atlantik sehingga menamainya Laut Arktik. Di Ujung Selatan bumi, samudera Pasifik, Atlantik dan Hindia bertemu di seputar Antartika. Perairan Antartika oleh beberapa ahli dinamai Samudera Antartika atau Samudera Selatan. Akan tetapi kebanyakan ahli menganggapnya bagian dari ketiga samudera besar tersebut. Samudera Bumi mengandung sekitar 97% dari seluruh air bumi. Sisanya adalah air beku di gletser dan padang es, air danau, sungai, air tanah, serta uap air di udara.

Ikan Hiu dan ikan yang lain adalah penghuni lautan
Wilayah Laut
    Kebanyakan samudera terletak di belahan bumi selatan. Belahan bumi selatan terdiri atas 80% samudera dan belahan bumi utara terdiri atas 60% samudera. Pasifik adalah samudera terbesar sekitar 181 juta km2, hampir setengah permukaan bumi. Volume Pasifik hampir separuh air bumi. Dekat Khatulistiwa, Samudera Pasifik terbentang sekitar 24.000 km dari Panama hingga Semenanjung Malaka. Amaerika Utara dan Selatan membatasi Pasifik di Timur, sedangkan Asia dan Australia di barat. Di utara, Selat Bering menghubungkan Pasifik dengan perairan Arktik. Atlantik meliputi sekitar 94 juta km2 permukaan bumi, tidak termasuk Arktik. Eropa dan Afrika terletak di timur Atlantik, sedangkan Amerika Utara dan Selatan di barat. Samudera Hindia meliputi kawasan sekitar 74 juta km2. Afrika terletak di bagian barat Samudera Hindia, Australia dan Indonesia di timur, sedangkan daratan Asia di utaranya.
Ikan berenang di antara terumbu karang di dasar laut
Suhu dan Temperatur
    Suhu permukaan laut bervariasi dari sekitar -2oC dekat kutub hingga 30oC dekat khatulistiwa. Di kawasan kutub, permukaan laut membeku. Pasifik tropik bagian barat memiliki suhu air terhangat. Suhu ini biasanya dipengaruhi arus laut. Ketika bergerak, arus membawa air hangat tropik ke perairan kutub. Arus laut lain membawa air yang lebih sejuk dari kedalaman ke permukaan. Suhu air laut bervariasi menurut kedalamannya. Secara umum, suhu menurun ketika kedalaman bertambah.

Laut yang berada dekat daratan cenderung bertemperatur panas
Komposisi Air Laut
    Setiap unsur alam ada di laut. Akan tetapi laut secara khusus terkenal karena garamnya. Air laut mengandung rata-rata sekitar 3,5% garam. Ada enam unsur yang mempengaruhi keasinan air laut : Klorida, sodium, sulfur, magnesium, kalsium, dan potasium. Kebanyakan bahan bergaram di air laut terdiri atas komposisi sodium klorida atau garam dapur. Unsur garam air laut terutama berasal dari pengikisan batuan di daratan yang dibawa aliran sungai. Bahan dari gunung api serta mata air bawah laut juga menggarami air laut. Demikian pula evaporasi (penguapan) serta presipitasi (pengairan) mempengaruhi kadar garam air laut. Evaporasi sangat tinggi di daerah subtropik sehingga air permukaannya lebih asin. Presipitasi membawa air tawar ke laut. Di Khatulistiwa, presipitasi lebih besar daripada evaporasi sehingga kadar garam air lautnya lebih rendah. Sungai membawa air tawar ke laut sehingga kadar garam di muara lebih rendah.

Koral dan Ikan adalah potensi yang bisa damanfaatkan dari laut
Manfaat Laut
    Laut menyediakan banyak sumber bahan yang bermanfaat bagi manusia, antara lain makanan, energi, mineral, dan obat-obatan. Bahan makanan laut antara lain terdiri atas ikan, kerang, udang dan cumi-cumi. Energi laut memiliki berbagai bentuk, yang paling bernilai adalah minyak dan gas alam, yang dibor dari dasar laut. Air laut sendiri mengandung bahan mineral penting seperti bromid, mangan dan garam. Mineral ini dapat diperoleh melalui proses penguapan dan elektrokimia. Bahan obat-obatan juga bisa diproduksi dari berbagai organisme laut, seperti alga merah yang mengandung zat anti koagulan.
Penyelam meneliti kehidupan di dasar laut
Biota Laut
    Kehidupan laut bisa dibagi atas tiga kelompok yaitu plankton, nekton dan benthos. Plankton adalah organisme yang terapung bersama arus laut. Mereka hidup di zona fotik (perairan tembus sinar matahari hingga kedalaman 100 m). Plankton menjadi sumber makanan bagi banyak hewan laut lain. Kelompok nekton terdiri atas hewan perenang bebas, misalnya ikan, sotong, dan mamalia laut. Kebanyakan hewan nekton hidup di dekat permukaan laut, tempat sumber makanan berlimpah. 

Ratusan spesies ikan merupakan bagian dari kekayaan laut

    Kelompok benthos terdiri atas organisma yang hidup di atau dekat dasar laut. Hewan benthos ada yang berliang, menempel, merangkak dan berenang di dasar laut. Di tempat tembus sinar ada pula tumbuhan benthos misalnya, rumput laut. Adapun hewan yang hidup di dasar laut antara lain meliputi kepiting,lobster, bintang laut, dan berbagai jenis cacing. Beberapa jenis ikan juga hidup di dasar laut, misalnya halibut yang menempel rata di dasar laut.

Kehidupan bawah laut menampilkan pemandangan yang indah menakjubkan

Sumber : Ensiklopedi Umum Untuk Pelajar