"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)
Tampilkan postingan dengan label PETA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PETA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Februari 2017

PENGINDRAAN JAUH

    
     Pengindraan jauh adalah teknik mendeteksi dan mempelajari objek dari jarak jauh tanpa harus berada dekat dengan obyek tersebut. Istilah penginderaan jauh muncul pertama kali di Amerika Serikat pada 1950-an yang berarti ilmu dan segala sesuatu yang berhubungan dengan identifikasi atau pengamatan suatu obyek tanpa harus berdekatan dengan obyek tersebut. Pengamatan yang dilakukan melalui penginderaan jauh pada umumnya mencakup suatu obyek yang luas seperti wilayah daratan atau lautan dan biasanya dilakukan dari suatu ketinggian tertentu. Penginderaan jauh juga menjadi mata kuliah wajib di jurusan Geografi UI dan UNJ (dulu IKIP Jakarta).
    
 Penginderaan Jauh memanfaatkan Satelit
 Perangkat Optik
    Cara yang paling sederhana dalam penginderaan jauh adalah dengan melakukan pengamatan visual jarak jauh menggunakan berbagai perangkat optik. Pada masa Perang Dunia I, pengamatan terhadap situasi daratan dilakukan dengan membawa perangkat kamera optik di dalam pesawat terbang. Metode pengamatan yang menggunakan kamera optik tersebut masih digunakan hingga sekarang untuk membuat pemetaan mengenai lokasi perkotaan dan daerah sekitarnya.

Perangkat Optik Penginderaan jauh
    Akan tetapi, penginderaan jauh dengan menggunakan perangkat optik memiliki banyak kelemahan. Hasil yang diperoleh sangat tergantung kepada kondisi pencahayaan di sekitar obyek yang diamati. Pengamatan tersebut tidak dapat dilakukan pada waktu malam hari atau bila kondisi cuaca kurang cerah. Selain itu, kamera tidak dapat menangkap keberadaan obyek yang terhalang oleh obyek lain.
Sensor melalui citra radar
Sensor
    Cara untuk melakukan penginderaan jauh terus dikembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan radiasi elektromagnetik. Semua benda selalu memancarkan atau menyerap energi. Energi itu disebut radiasi elektromagnetik yang dipancarkan dalam bentuk gelombang. Setiap benda memiliki panjang gelombang yang berbeda-beda tergantung dari suhu benda itu. Energi pada tiap benda berasal dari pergerakan elektron-elektron dalam atom penyusun tiap materialnya. Semakin tinggi suhu suatu benda, semakin cepat pergerakan elektonnya dan semakin pendek panjang gelombang radiasi elektomagnetiknya. Sebalinya, semakin dingin suhu suatu benda, semakin lambat pergerakan elektron di dalamnya dan gelombang radiasi yang dipancarkannya pun lebih panjang.
    Radiasi elektromagnetik lalu ditangkap oleh sensor yang dinamakan radiometer. Alat ini dapat mengenali panjang gelombang yang ditangkapnya, sehingga dari perbedaan panjang gelombang itu dapat dianalisis obyek yang diamati. Alat yang dikembangkan berikutnya adalah imaging radiometer. Selain mengenali perbedaan panjang gelombang, alat ini dapat membuat gambaran benda yang diamati dalam bentuk dua dimensi. Dengan prinsip radiasi elektromagnetik, penginderaan jauh dapat dilakukan terhadap obyek-obyek yang tidak terlihat secara visual karena terhalang oleh obyek-obyek  lainnya.
Citra Radar wilayah Indonesia
Pemanfaatan Penginderaan Jauh
    Selain untuk keperluan militer dan pengamatan cuaca, penginderaan jauh juga bermanfaat dalam berbagai bidang. Dalam bidang pertanian, misalnya, penginderaan jauh berguna untuk mengaplikasikan pemetaan tanah, memonitor kondisi rumput, dan memperkirakan kualitas air. Dalam bidang kehutanan, penginderaan jauh berfungsi untuk memperoleh data areal hutan dan komposisi hutan, seperti mengenali berbagai tipe dan jenis tumbuhan yang ada.

Peta Amerika Serikat dengan menggunakan Radar, Sonar dan Lidar
Radar, Sonar dan Lidar
    Cara penginderaan jauh menggunakan optik dan radiasi elektromagnetik merupakan cara passive sensing. Peralatan penginderaan tersebut hanya menangkap cahaya dan gelombang radiasi yang berasal dari suatu obyek. Namun ada cara lain yang disebut active sensing, yaitu alat pengindera yang tidak hanya menunggu sinyal dari obyek, tetapi akan memancarkan sinyal yang kemudian dipantulkan kembali oleh obyek. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah Radar (Radio Detection And Ranging) yang menggunakan gelombang radio, Sonar (Sound Detection And Ranging) yang menggunakan pantulan suara, dan Ladar (Light Detection And Ranging) yang menggunakan gelombang cahaya.

Sumber : Ensiklopedi Umum Untuk Pelajar

Minggu, 31 Juli 2016

ATLAS : SYARAT, JENIS DAN PENGGUNAANNYA

1. Pengertian Atlas
    Atlas adalah sekumpulan peta-peta yang dijilid menjadi satu dalam bentuk buku dengan bahasa, simbol dan proyeksi yang umumnya seragam. Tiap lembar peta diberi kode atau nomor sesuai dengan lembar indeks. Atlas pertama kali dikenal sekitar abad pertengahan atau sekitar abad ke 15 M.
2. Syarat, Jenis dan Penggunaan Atlas
a Syarat-syarat Atlas
    Atlas sebagai sumber informasi geografi hendaknya dapat memenuhi syarat sebagai berikut :
  1. Menggambarkan suatu daerah dengan data yang akurat, misalnya negara, kelompok negara, atau benua.
  2. Memiliki formulasi warna atau simbol lain yang tepat sehingga menarik.
  3. Menggunakan proyeksi peta tertentu yang disesuaikan dengan tujuan
  4. Dilengkapi dengan atribut yang lengkap sehingga Atlas dapat digunakan sebagai sumber informasi yang lengkap.        . 
b. Jenis Atlas
  1. Atlas Nasional adalah atlas yang diterbitkan untuk menyajikan informasi tentang geografis dan data yang terkait pada wilayah negara tertentu.
  2. Atlas Dunia adalah atlas yang diterbitkan untuk menyajikan informasi tentang keadaan dunia seutuhnya mencakup benua, samudera, laut, pulau, kepulauan dan sebagainya.
  3. Atlas Semesta adalah atlas yang diterbitkan untuk menyajikan informasi tentang keadaan alam jagad raya yang ada kaitannya dengan peta langit, rasi bintang, susunan Tata Surya dan lain-lain. 
  4. Atlas Sejarah adalah atlas yang diterbitkan untuk menyajikan informasi tentang sejarah dan peristiwa masa lampau disajikan penggambarannya dalam bentuk peta.    
 Atlas Dunia

 Atlas semesta

 Atlas Nasional

 Atlas Sejarah

c. Penggunaan Atlas
    Atlas dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan sumber informasi geografi tentang :
  • bentuk fisik suatu negara atau benua
  • sistem tata surya, rasi bintang, peta langit, dan tata koordinat bintang
  • letak astronomi, letak geografis, dan luas suatu negara dan benua di muka bumi.
  • kondisi fifik bumi, bentang alam, tata air dan arus laut dunia, dan pembagian waktu dunia.
  • letak sumber daya alam potensial yang bersifat hayati dan non hayati di daratan dan lautan.
  • persebaran suatu obyek geografis tertentu, pertumbuhan sosial-ekonomi, dan budaya penduduk dari seluruh dunia.  
3. Informasi secara Global dari Atlas
a. Indeks
    Indeks yang tercantum pada bagian atlas bertujuan untuk memudahkan dalam mencari letak suatu obyek geografis. Misalnya kita hendak mencari lokasi sebuah kota, gunung, pulau, sungai dan unsur-unsur geografis lainnya. Agar lebih cepat menemukan suatu obyek atau tempat yang kita cari indeks disusun berurutan sesuai abjad.
Cara membaca Indeks :
Misalnya kita ingin mengetahui letak kota Pekanbaru, maka kita cari abjad P. Pada Indeks tertulis : Pekanbaru 16A3. Artinya angka 16 menunjukkan nomor urut halaman. Huruf A adalah kolom antara dua garis bujur/vertikal dan angka 3 adalah lajur antara dua garis lintang/horizontal.
b. Daftar Isi
    Daftar isi Atlas merupakan petunjuk tentang isi atlas itu sendiri secara berurutan setiap halaman. Daftar isi memuat judul-judul peta dengan lokasi halamannya. Saat kita membutuhkan informasi dari halaman pada sebuah atlas, kita dapat membuka daftar isi Atlas, kemudian mencari judul yang kta inginkan sesuai dengan halaman yang tercantum. Misalnya Peta Bali pada daftar isi tercantum halaman 37, maka kita dapat menemukan Peta Bali pada halaman tersebut.
c. Garis lintang dan garis bujur.
    Peta-peta pada Atlas umumnya telah dilengkapi garis-garis astronomi seperti garis lintang dan garis bujur. Garis tersebut dapat digunakan untuk mencari informasi geografis, terutama untuk mencari letak, pembagian waktu, dan iklim suatu negara.  Misalnya letak Indonesia berada di antara 6o08' LU - 11o 15' dan di antara 94o 45' BT - 141o 05' BT. Berdasarkan letak lintang dan bujur demikian berarti Indonesia beriklim tropis.

Sabtu, 30 Juli 2016

GLOBE , FUNGSI DAN KEGUNAANNYA


1. Pengertian Globe
    Globe adalah model tiruan bola bumi yang memberikan gambaran tentang bentuk bumi, sehingga mendekati bentuk yang sebenarnya. Globe dilengkapi dengan garis lintang dan garis bujur yang dapat digunakan untuk berbagai macam peragaan atau media pembelajaran. Bentuk bumi yang bulat menyerupai bola dapat dilihat dengan bukti-bukti sebagai berikut :
  • Bayangan bumi dari penyinaran matahari pada saat gerhana bulan berbentuk lingkaran.
  • Hasil pemotretan rupa bumi dari ruang angkasa, hasilnya menunjukkan bentuk bumi bulat.
  • Ekpedisi Magelhaens yang berhasil mengelilingi bumi, Ekpedidi ini diawali dengan perjalanan dan kembali lagi pada titik awal perjalanan dari arah berlawanan.
  • Puncak gunung yang tertinggi dan awan masih tampak kelihatan terang, walaupun matahari sudah tenggelam.
2. Kedudukan dan Penggunaan Globe
    Kedudukan globe bukanlah tegak lurus, melainkan agak condong. Kedudukan ini sesuai dengan kemiringan sumbu bumi. Kemiringan sumbu bumi adalah membentuk sudut 66 1/2 o terhadap garis horizontal. Globe dapat digunakan untuk berbagai keperluan pengetahuan, antara lain sebagai berikut :
  • Mengetahui proses gerhana, baik untuk waktu terjadinya maupun tempatnya.
  • Mengetahui proses perubahan musim berdasarkan perubahan posisi semu matahari terhadap bumi
  • Menghitung pembagian waktu di bumi berdasarkan garis bujur.
  • Mengetahuipembagian iklim di permukaan bumi berdasarkan garis lintang.
  • Membandingkan luas daratan dengan luas lautan di permukaan bumi.
  • Sebagai media peragaan bentuk muka bumi dan rotasinya.
  • Mengetahui besarnya skala nominal tentang jarak, bentuk dan luas di permukaan Bumi.
  • Menentukan jenis proyeksi untuk pemetaan tempat tertentu.   

3. Informasi secara global dari Globe
a. Garis Lintang (Paralel)
     Garis lintang adalah garis Khayal pada permukaan bumi yang melintang dan melingkar secara horizontal. Garis lintang dimulai dari garis lingkar Khatulistiwa (0o) . Lintang Utara dan Lintang Selatan sejajar dan semakin kecil lingkarannya ke arah titik Kutub 90o LU/LS. Garis lintang dari khatulistiwa ke arah Kutub Utara disebut garis Lintang Utara (LU) dan garis lintang dari khatulistiwa ke Kutub Selatan disebut garis Lintang Selatan (LS). Garis Lintang 23 1/2o baik Utara maupun Selatan diberi nama Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan, karena pada batas garis lintang itulah tempat berbaliknya gerak semu matahari dalam pergeseran menyinari bumi.
    Beberapa garis lintang memiliki nama tertentu, misalnya :
  • 0o sebagai lingkar khatulistiwa pada Globe (Equator)
  • 23 1/2o LU sebagai Garis Balik Utara ( Tropic of Cancer)
  • 23 1/2o LS sebagai Garis Balik Selatan ( Tropic of Copricorn )
  • 66 1/2o LU sebagai Lingkaran Kutub Utara  ( North Pole )
  • 66 1/2o LS sebagai Lingkaran Kutub Selatan ( South Pole )
  • 90o merupakan suatu titik, yaitu titik Kutub Utara ( 90o LU ) dan titik Kutub Selatan (90o LS)
b. Garis bujur (Meridian)
    Garis bujur adalah garis khayal pada permukaan bumi yang menghubungkan dua kutub bumi secara vertikal. Garis bujur dibagi dua macam yaitu :
  • Dari 0o - 180o ke arah Timur disebut Bujur Timur (BT/Belahan Bumi Timur)
  • Dari 0o - 180o ke arah Barat disebut Bujur Barat (BB/Belahan Bumi Barat) 
    Garis bujur 0o atau meridian 0o disepakati dimulai dari sebuah kota Greenwich dekat kota London, Inggris. Meridian 0o ini merupakan meridian utama dan dijadikan sebagai pedoman internasional.. Pembagian garis bujur ada kaitannya dengan kehidupan sehari-hari di dunia, misalnya tentang pembagian waktu yang berbeda-beda disuatu tempat dengan tempat lainnya.
    Bumi berbentuk bulat seperti yang kita lihat pada globe dan berputar pada porosnya atau disebut gerak Rotasi. Sekali bumi berputar membutuhkan waktu 24 jam. Karena keliling bola bumi 360o, maka pembagian waktu tersebut dihitung berdasarkan letak bujurnya yang terbagi dalam 360o, yaitu 180o BB dan 180o BT. Untuk menempuh jarak 360o diperlukan waktu 24 jam.Hal ini berarti setiap ada perbedaan garis bujur sejauh 15o di permukaan bumi memiliki selisih waktu 1 jam.


   Garis bujur pada globe juga dapat digunakan untuk menghitung jarak di muka bumi dan kecepatan rotasi bumi dengan perhitungan sebagai berikut :
1. Menghitung jarak di Khatulistiwa.
    Panjang lingkaran khatulistiwa  = 40.075 Km.
    Setiap jarak 1o Bujur, panjangnya = 40.075 Km/360o
    1o  = 111 Km
2. Menghitung kecepatan rotasi bumi
   Kecepatan rotasi bumi setiap satu jam = 15o bujur, maka kecepatan rotasi bumi adalah 15 x 111 Km = 1.665 Km/Jam. Perhitungan jarak dan kecepatan tersebut diatas hanya untuk daerah lingkar khatulistiwa. Posisi garis bujur 180o berhimpit antara Bujur Timur dan Bujur Barat, kemudian ditetapkan sebagai garis batas penanggalan internasional.
3. Menentukan garis batas penanggalan internasional
    Garis batas ini tidak tegak lurus secara sempurna melainkan agak berkelak-kelok menyesuaikan batas negara atau wilayah yang dilalui garis tersebut. Garis batas penanggalan internasional ditentukan untuk mempermudah penentuan tanggal di Belahan Bumi Timur dan Belahan Bumi Barat. Belahan Bumi Timur waktunya lebih cepat satu hari dari pada Belahan Bumi Barat, misalnya di Belahan Bumi Timur waktu itu hari Senin, maka di Belahan Bumi Barat masih hari Minggu.

Jumat, 02 Januari 2009

PETA DAN PROFIL SINGKAT 34 PROVINSI DI INDONESIA (BAGIAN 2)

   Peta adalah Gambaran tentang permukaan Bumi yang ditampilkan pada bidang datar dengan menggunakan skala tertentu. Jenisnya ada peta Umum dan Peta Khusus, sedangkan yang terdapat di dalam Atlas (Kumpulan Peta dalam bentuk buku) yang lebih banyak disajikan adalah peta Umum atau peta Topografi. Peta ini memang sangat dibutuhkan karena semua kenampakan yang ada di muka Bumi bisa ditampilkan dalam Peta umum dan tentunya menggunakan simbol peta atau legenda misalnya warna peta untuk menggambarkan Relief. Hijau untuk dataran rendah, Kuning untuk dataran Tinggi , Coklat untuk daerah pegunungan, Biru muda untuk laut dangkal dan Biru tua untuk laut yang dalam. Selain warna peta pada peta umum juga ditampilkan simbol gunung, sungai, danau, Kota besar, Kota kecil , Jalan raya, Jalan kereta api dan masih banyak lagi. 
  Saat saya masih kuliah dulu di jurusan Pendidikan Geografi setiap akan melakukan Survey kedaerah atau KKL dan juga kegiatan mendaki Gunung selalu meminta bantuan Peta Topografi dari Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) berupa lembaran Peta Topografi (masih berupa Peta Kountur) untuk keperluan kegiatan tersebut. Sekarang Bakosurtanal sudah berubah naman menjadi BIG atau Badan Informasi Geospasial dan sesua dengan kemajuan jaman, Teknologi pemetaan yang dihasilkan BIG sudah lebih canggih berupa Peta digital yang dihasilkan dengan bantuan Teknologi Komputer dan Penginderaan jauh via Citra Satelit. Bahkan Lembaga ini menyediakan Peta Umum wilayah Indonesia secara Gratis yang bisa di unduh langsung melalui situs resminya di http://www.big.go.id   
   Pada postingan tentang peta ini kami akan tampilkan 34 Peta Provinsi di Indonesia beserta dengan Profil singkatnya menjadi 4 bagian. Bagian ke 2 ini akan kami posting peta-peta Provinsi yang ada di Pulau Sumatera yang jumlah seluruhnya ada 10 Provinsi beserta biodata singkat masing-masing Provinsi. Peta ini bisa diunduh dan di print Out dan gambarnya tidak pecah, tetap tajam karena BIG sengaja mengupload Peta ini ke masyarakat dengan Kualitas Resolusi yang tinggi. Dan harapan kita generasi muda Indonesia tidak buta pada peta wilayahnya sendiri, dan dengan sendirinya mencintai peta Indonesia akan menumbuhkan rasa Cinta pada Tanah air.

Peta Provinsi di Pulau Sumatera

1. Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, berdiri 7 Desember 1956, Ibukota Banda Aceh , Luas Wilayah 577.366 Km2, Jumlah penduduk 4.486.750 terdiri atas 21 Kota dan Kabupaten

2. Provinsi Sumatera Utara, berdiri tanggal 7 Desember 1956, Luas wilayah 72.428 Km2 dengan Ibukota Medan, Jumlah penduduk 12.985.075 jiwa dan jumlah kota kabupaten sebanyak 25

3. Provinsi Sumatera Barat, berdiri tanggal 3 Juli 1958, Ibukota Padang, luas wilayahnya 42.297 Km2 dengan jumlah penduduk 4.845.998 jiwa, dan mempunyai 19 kota dan Kabupaten

4. Provinsi Riau, berdiri pada tanggal 25 Juli 1958, Ibukota Pekan Baru, Luas wilayah  87.844 Km2, dengan jumlah penduduk 5.543.031 jiwa dan terdiri atas 11 kota dan kabupaten


5. Provinsi Riau Kepulauan berdiri pada tahun 2002, Ibukota Tanjung Pinang, Luas wilayahnya 11.195 Km2 dengan jumlah penduduk 1.685.698 jiwa dan terdiri atas 6 kota dan kabupaten

6. Provinsi Jambi, berdiri pada tanggal 2 Juli 1958, Ibukota Jambi, Luas wilayahnya mencapai 54.436 Km2 dengan jumlah penduduk  3.088.016 jiwa dan terdiri atas 10 kota dan kabupaten.

7. Provinsi Sumatera Selatan, berdiri pada tanggal 14 Agustus 1960, beribukota di Palembang, Luas Wilayah mencapai 87.017 Km2, dengan jumlah penduduk 7.446.401 jiwa dan terdiri atas 14 kota dan kabupaten


8. Provinsi Bengkulu, Berdiri pada tanggal 2 September 1967, Ibukotanya adalah Bengkulu, Luas wilayah 19.788 Km2, dengan jumlah penduduk 1.713.393 jiwa dan terdiri atas 9 kota dan kabupaten

9. Provinsi Bangka Belitung, berdiri pada tahun 2000, Ibukota Pangkal Pinang, Luas wilayah 17.950 Km2 dengan jumlah penduduk 1.223.048 jiwa dan terdiri atas 7 kota dan kabupaten

10. Provinsi Lampung, Berdiri pada tanggal 13 Februari 1964, Ibukotanya Bandar Lampung, Luas Wilayah 35.385 Km2 dengan jumlah penduduk 7.596.115 jiwa dan terdiri atas 10 kota dan kabupaten

Kamis, 01 Januari 2009

PETA DAN PROFIL SINGKAT 34 PROVINSI DI INDONESIA (BAGIAN 1)

    Jumlah Provinsi di Indonesia saat ini ada 34 Provinsi, dengan dimekarkannya Provinsi Kalimantan Timur menjadi Provinsi baru yaitu Provinsi Kalimantan Utara. Provinsi baru ini dibentuk melalui keputusan sidang paripurna DPR tanggal 25 Oktober 2012. Provinsi Kalimantan Utara luasnya 77.382 Km2 dengan jumlah penduduk 611.000 jiwa. Ibukotanya Tanjung Selor, sebelumnya ibukota kabupaten Bulungan. Wilayahnya meliputi Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Tanah Tidung.
    Dalam sejarahnya perkembangan jumlah Provinsi di Indonesia senantiasa mengalami perubahan yaitu :
1. Tahun 1945-1949 ada 8 daerah administrasi yaitu Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Sunda Kecil, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
2. Tahun 1949-1950 Indonesia berbentuk Federasi dengan jumlah 15 negara bagian dan negara Indonesia , hasil dari Konferensi Meja Bundar di Denhag, Belanda.
3. Tahun 1950, Indonesia kembali ke negara kesatuan dengan penambahan 4 provinsi baru yaitu Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
4. Tahun 1956, Kalimantan dipecah menjadi 3 Provinsi yaitu Kalimantan Timur,Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan
5. Tahun 1957, tambahan 5 Provinsi baru yaitu DKI Jakarta dan pecahan Sumatera Tengah antara lain Jambi, Riau, Sumatera Barat, dan Daerah Istimewa Aceh
6. Tahun 1959, tambahan 4 Provinsi dari pemekaran Kalimantan Selatan dan Provinsi Sunda kecil yaitu Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Tengah.
7. Tahun 1960, tambahan 2 Provinsi dari pemekaran Provinsi Sulawesi yaitu Provinsi Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.
8. Tahun 1963, bertambah Provinsi Irian Jaya setelah PBB menyerahkan Irian Jaya ke Indonesia.
9. Tahun 1967, tambahan Provinsi Bengkulu dari pemekaran Provinsi Sumatera Selatan
10. Tahun 1976, Timor Timur berintegrasi ke Indonesia, sehingga jumlah Provinsi di Indonesia menjadi 27.
11. Tahun 1999, Provinsi Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia, sehingga pada tahun 1999 jumlah provinsi di Indonesia menjadi 26.
12. Tahun 1999 Jumlah Provinsi di Indonesia kembali 27 dengan dibentuknya Provinsi Maluku Utara, hasil pemekaran Provinsi Maluku.
13. Tahun 2000 tambahan 3 Provinsi baru hasil pemekaran yaitu Banten, pemekaran dari Provinsi Jawa Barat, Gorontalo dari pemekaran Provinsi Sulawesi Utara dan Bangka Belitung pemekaran dari Provinsi Sumatera Selatan sehingga Jumlah Provinsi Indonesia menjadi 30.
14. Tahun 2001 Provinsi Irian Jaya Barat terbentuk hasil pemekaran dari Provinsi Papua sehingga jumlah Provinsi di Indonesia menjadi 31.
15. Tahun 2002 dibentuk Provinsi Riau Kepulauan hasil pemekaran Provinsi Ri, menjadikan Indonesia memiliki 32 Provinsi
16. Tahun 2004 terbentuk Provinsi Sulawesi Barat hasil pemekaran Provinsi Sulawesi Selatan, sehingga jumlah Provinsi di Indonesia menjadi 33.
17. Tahun 2012 dibentuk Provinsi Kalimantan Utara, hasil pemekaran Provinsi Kalimantan Timur. Sehingga saat ini Jumlah Provinsi di Indonesia menjadi 34.

Berikut ini Distribusi 34 Provinsi di Indonesia :

P. Sumatera : Ada 10 Provinsi yaitu Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau, Riau Kepulauan, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Bangka-Belitung dan Lampung

Pulau Jawa ada 6 Provinsi yaitu Provinsi Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur

Pulau Kalimantan ada 5 Provinsi antara lain Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara

 
Kepulauan Nusa Tenggara (Sunda Kecil) ada 3 Provinsi antara lain Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur

Pulau Sulawesi : Ada 6 Provinsi antara lain Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara

Pulau Papua dan Kepulauan Maluku : Ada 4 Provinsi antara lain Provinsi Maluku, Maluku Utara, Irian Jaya Barat dan Papua.