"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)
Tampilkan postingan dengan label MAMALIA UNIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAMALIA UNIK. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Juni 2017

BABI TANAH : PENGHUNI SABANA AFRIKA

    Babi tanah atau aadvark adalah kelompok mamalia yang hanya terdiri dari satu spesies, yaitu Orycteropus afer. Semula, babi tanah dimasukkan ke dalam bangsa Edentata bersama dengan armadilo, kuskus dan pemakan semut. Namun karena memiliki struktur gigi pipa yang berbeda dari anggota Edentata, babi tanah kemudian diklasifikasikan dalam bangsa Tubulidentata (mamalia bergigi tabung). Babi tanah bisa dijumpai di daerah gurun, sabana, hutan, dan semak-semak di Afrika. 
Babi Tanah (Aardvak) yang sedang makan serangga
    Struktur gigi babi tanah terdiri dari pipa-pipa halus. Gigi gerahamnya tidak memiliki akar atau email. Gigi taring dan gigi seri hewan ini mengalami reduksi total. Gigi bibi tanah akan tumbuh kembali jika tanggal. Babi tanah termasuk hewan yang bertubuh kekar. Bobot hewan ini mencapai 65 kg, panjangnya kurang lebih 200 cm (termasuk ekor), dan tinggi bahunya sekitar 60 cm. Kulitnya berwarna cokelat keabu-abuan dengan bulu yang tidak terlalu tebal. Kepala babi tanah yang memanjang dan langsing memiliki bentuk moncong seperti babi. Telinganya mirip telinga kelinci, berukuran besar dan panjang, serta dapat berdiri tegak.

 Aardvak (Babi Tanah) Menggali liangnya.
Liang Babi Tanah
    Babi tanah mempunyai empat cakar yang kuat pada tungkai depan dan lima cakar yang berbentuk seperti sekop pada tungkai belakang. Dengan cakarnya yang kuat, babi tanah mampu menggali liang sepanjang 3-13 m dengan cepat. Liang tersebut berfungsi sebagai tempat tinggalnya pada siang hari. Ketika menggali, babi tanah bersandar pada tungkai belakang dan ekornya. Tanah yang digali lalu di dorong ke belakang lewat bagian bawah tubuhnya. Dalam setiap liang biasanya hanya terdapat seekor babi tanah. Namun seekor babi tanah bisa memiliki beberapa liang yang berjauhan. Liang babi tanah biasanya bercabang-cabang.
    Apabila merasa terancam, babi tanah dapat menghilang ke dalam liang dengan cepat. Kemampuan ini sangat bermanfaat untuk menghindari para predator, misalnya singa, macan tutul, dan hiena. Sebenarnya babi tanah bukanlah hewan penakut. Dalam keadaan terdesak, hewan ini dapat membela diri dengan ekor dan cakarnya. Cakar babi tanah sering digunakan untuk memukul lawannya dengan keras. Karena terlalu sibuk menggali liang baru, maka liang babi tanah yang lama sering digunakan oleh hewan lain, seperti anjing liar afrika (Lycaon pictus).
Anak babi tanah menyusu pada Induknya
Hewan Soliter
    Babi tanah merupakan hewan soliter atau penyendiri yang hanya berpasangan pada saat musim kawin. Setelah mengalami masa hamil selama 7 bulan, induk babi tanah akan melahirkan seekor bayi dalam liangnya. Ketika lahir, bobot bayi babi tanah mencapai 2 kg dan bentuk cakarnya sudah tampak sempurna. Setelah beberapa minggu, anak babi tanah dapat meninggalkan liang untuk mencari pakan bersama induknya. Anak babi tanah baru bisa menggali liangnya sendiri setelah berumur 6 bulan. Organ seksual babi tanah mencapai masa matang pada umur 2 tahun.
Babi Tanah adalah hewan yang soliter
Focmicivora
    Meskipun sering mencari pakan pada malam hari, babi tanah memiliki penglihatan yang buruk. Oleh sebab itu, babi tanah mengandalkan pendengarannya yang tajam untuk mencari mangsa. Babi tanah adalah pemakan semut dan rayap (formicivora). Babi tanah menggunakan cakarnya yang kuat untuk menerobos sarang rayap yang keras. Babi tanah lalu menjilati rayap-rayap yang keluar dari sarangnya dengan lidahnya yang panjang dan lengket. Moncong babi tanah memiliki bulu-bulu yang kaku seperti sikat. Bulu tersebut berfungsi untuk melindungi lubang hidung terhadap serangan serangga.
    Selain rayap dan semut, babi tanah juga makan buah-buahan yang mengandung banyak air, misalnya mentimun. Dengan mengkonsumsi buah-buahan itu, babi tanah bisa bertahan hidup di daerah kering. Ketika mencari pakan, babi tanah sanggup menempuh jarak yang sangat jauh hingga 10-30 km. Karena gemar memakan semut dan rayap, babi tanah dapat berperan sebagai pembasmi serangga. Hewan ini mampu makan sebanyak 50.000 serangga dalam semalam. Di alam babi tanah bisa hidup sampai umur 15 tahun. Adapun di kebun binatang, umur babi tanah bisa mencapai 24 tahun.

Sumber : Ensiklopedi Umum Untuk Pelajar

Jumat, 30 Desember 2016

KANGURU : MAMALIA BERKANTUNG

    Kanguru adalah nama kelompok mamalia berkantung dari suku Macropodidae yang mencakup sekitar 50 spesies, termasuk walabi dan kanguru tikus. Anggota bangsa Marsupialia ini tersebar di wilayah Australia, Papua, Tasmania, dan Kepulauan Aru,Maluku, Indonesia. Kanguru hidup di alam bebas pada daerah kering atau padang rumput (sabana).
    Kanguru mampu meloncat dengan kecepatan 50 km/jam karena tungkai belakang (jari keempat) kanguru berukuran panjang, besar, dan berotot. Adapun jari kedua dan ketiganya melekat menjadi satu. Hewan ini tidak memiliki ibu jari. Tungkai depan kanguru relatif pendek dan tidak sempurna. Ekornya yang tebal dan kuat berfungsi menjaga keseimbangan tubuh.

Lompatan tinggi kanguru
    Pada umumnya, kanguru merupakan herbivora yang memiliki kebiasaan makan seperti ruminansia (hewan pemamah biak). Saluran esofagus yang menghubungkan tekak dengan lambung digunakan untuk mengembalikan pakan yang telah ditelan ke bagian mulut. Pakan ini kemudian ditelan kembali ke bagian lambung yang terdiri dari empat bilik atau rumen.

Kantung Perut
    Kanguru betina mempunyai satu kantung perut dengan puting dan kelenjar susu. Kanguru betina juga memiliki siklus berahi yang tetap. Hewan ini menganut pola perkawinan monogami. Seperti anggota marsupial lainnya, kanguru betina tidak berplasenta sehingga embrio di dalam rahimnya mendapatkan makanan dari kantung kuning telur. Pada umumnya, embrio kanguru berada di dalam rahim hanya selama 39 hari.

Induk kanguru dan anak di dalam kantungnya
    Meskipun perkembangan fisiknya belum sempurna, anak kanguru yang baru lahir memiliki tungkai depan yang bercakar dan bisa digunakan untuk merangkak ke dalam kantung perut induknya. Induk kanguru membimbing anaknya masuk ke dalam kantung perut dengan cara menjilati bagian mulut rahim sampai ke kantung perutnya. Apabila anak kanguru itu jatuh ke tanah, maka induknya tidak akan menolongnya. Waktu yang diperlukan anak kanguru untuk mencapai kantung perut induknya sekitar 15 menit. Setelah berada di kantung perut, anak kanguru akan menyusu pada induknya.
Embrio kanguru
Pertumbuhan dan Perkembangan
    Di dalam kantung perut induknya, anak kanguru mengalami tahap pertumbuhan dan perkembangan. Anak kanguru menyusu di dalam kantung induknya selama 3-7 bulan. Setelah tidak menyusu pada induknya lagi, anak kanguru keluar dari kantung perut namun tetap berada dekat induknya. Anak kanguru akan masuk kembali ke dalam kantung perut induknya jika terancam bahaya. Predator yang sering mengancam anak kanguru antara lain adalah rubah, dingo (sejenis anjing liar), anjing, kucing dan elang. Di wilayah papua, kanguru diburu oleh penduduk setempat untuk di konsumsi.
Kanguru Pohon
Kanguru Darat dan Kanguru Pohon
    Kanguru darat adalah kelompok kanguru yang hidup di atas tanah, terutama di semak-semak belukar dan daeah padang rumput. Bagian ujung ekor kanguru darat biasanya meruncing. Ekor ini berfungsi untuk menyangga tubuh ketika hewan ini duduk dan melompat. Adapun kanguru pohon hidup di atas pohon. Kelompok ini memiliki ekor yang berbentuk bulat panjang dan sama tebal. Bagian pangkal sampai ujung ekor ditumbuhi bulu yang lebat.

Walabi
Jenis Kanguru
Terdapat sekitar 50 jenis kanguru antara lain yang unik dan jarang dikenal adalah :

  1. Kanguru tikus kesturi (Hypsirymnodon moschatus). Kanguru tikus kesturi adalah spesies kanguru terkecil , hewan ini mirip tikus dan berukuran sekitar 30 cm.
  2. Kanguru Merah (Mageleia rufa). Spesies yang bertubuh kekar ini hidup di daerah pegunungan yang berbatu. Telapak kakinya kasar sehingga melompat di bebatuan.
  3. Walabi ekor hitam (Wallabia bicolor). Walabi ekor hitam hampir mirip dengan kelinci. Hewan yang hidup di antara perdu ini mempunyai jalan keluar seperti terowongan. Bulunya berwarna cerah. Karena banyak dijumpai di Australia, kanguru ini sering dikaitkan dengan negara tersebut.

 Sumber : Ensiklopedi Umum Untuk Pelajar dan Pustaka Alam Life Australasia

Minggu, 25 Desember 2016

KOALA : MAMALIA LUCU DARI AUSTRALIA

    Koala (Phascolarctos cinereus) adalah kelompok hewan Marsupialia (mamalia berkantung) pemanjat pohon dari suku Phascolarctidae yang gemar memakan daun eukaliptus. Hewan ini hanya terdapat di hutan-hutan eukaliptus Australia. Keberadaan koala dilindungi pemerintah setempat, namun populasi koala turun drastis akibat kerusakan habitat dan penurunan jumlah pakan.
    Secara sepintas, koala memiliki kemiripan fisik dengan beruang sehingga hewan ini sering disebut beruang koala. Koala memiliki kepala bulat, bola mata besar dan tonjolan hidungnya berwarna hitam. Tubuh koala berukuran sekitar 70-80 cm dengan bobot tubuh sekitar 5-12 kg. Usia hidup koala dapat mencapai 13-18 tahun. Hampir seluruh permukaan tubuhnya ditutupi bulu yang tebal. Kaki koala dilengkapi dengan cakar yang digunakan untuk memanjat dan memeluk batang pohon.

Koala di atas dahan pohon Eucalyptus
Pemakan Eukaliptus
    Koala menjadikan pohon eukaliptus sebagai habitat sekaligus sumber pakannya. Hewan yang pandai memanjat ini melakukan aktivitasnya di atas pohon. Koala termasuk hewan nokturnal yang tidur pada siang hari dan mencari makanan pada malam hari. Seekor koala mampu menghabiskan sekitar 200-1.000 gram daun eukaliptus per hari. Terdapat sekitar 800 jenis eukaliptus, namun koala hanya menyukai sekitar 35 jenis, seperti Eucalyptus viminalis, Eucalyptus tereticornis, dan Eucalyptus camaldulensis. Karena pakannya mengandung sedikit lemak tetapi kaya serat, hewan ini menghemat tenaga dengan cara tidur pada siang hari. Kandungan asam dalam air seni koala cukup besar. Hal ini berkaitan dengan proses detoksifikasi kandungan minyak yang terdapat dalam daun eucalyptus. Dalam bahasa pribumi koala berarti tidak ada air tetapi koala dapat berenang dengan baik.
 Induk Koala menggendong anaknya
Joey
    Masa perkembangbiakan koala berlangsung dari bulan Oktober sampai Mei. Setelah mengalami masa hamil selama 35 hari, koala melahirkan seekor bayi koala yang disebut Joey. Seperti bayi kanguru, Joey belum memiliki bulu dan daun telinga ketika dilahirkan, sedangkan matanya masih tertutup. Joey selanjutnya tinggal di dalam kantung induknya selama 7 bulan. Setelah itu, induk koala menggendong joey di punggung hingga anak koala tersebut cukup dewasa dan kuat memanjat pohon sendiri, tetapi masih menyusu pada puting dekat lubang kantung induknya.

 Keluarga Koala
Infeksi Chlamydia
    Usia koala betina dapat mencapai sekitar 13-20 tahun, sedangkan umur koala jantan hanya mencapai sekitar 12 tahun. Di alam bebas, koala sering mati pada usia muda karena terinfeksi oleh bakteri Chlamydia. Bakteri ini menyebabkan kebutaan, kemandulan, dan pneumonia (radang paru-paru) pada koala. Selain itu, populasi koala juga terancam oleh kegiatan perburuan. Akan tetapi sejak tahun 1920-an, pemerintah Australia melarang perburuan koala dan menetapkan hewan ini sebagai salah satu satwa yang dilindungi di Australia.
Sumber Referensi : Ensiklopedi Umum Untuk Pelajar

KUDA NIL : MAMALIA BESAR DARI SUNGAI NIL

    Kuda Nil adalah kelompok mamalia daratan terbesar yang termasuk anggota suku Hippopotamidae. Anggota ordo Artiodactyla ini berasal dari Afrika. Sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk berendam di dalam air atau berjemur di tepi perairan.
Kuda Nil berendam
    Kuda nil berkepala besar dan bermulut besar dengan taring yang besar pula. Berat badannya mencapai 4.000 kg, panjang 4,5 m dan tinggi 1,5 m. Kakinya pendek dan setiap kaki dilengkapi 4 buah jari. Tubuhnya dibungkus kulit yang tebal, tidak berkelenjar keringat, tidak berambut, dan berwarna abu-abu kehitaman sampai kecokelatan dengan warna tubuh bagian bawah lebih terang (kemerahan). Pada saat tertentu dari kulitnya keluar cairan sekresi berwarna merah. Cairan ini berguna sebagai pelindung tubuh karena bersifat antiseptik. Terdapat dua jenis kuda nil yaitu kuda nil biasa (Hippopotamus amphibius) yang hidup di sebelah utara Afrika Selatan dan kuda nil kerdil (Choeropsis liberiensis) dari Afrika Barat. Kuda nil kerdil tingginya tidak ebih dari 1 m dan berat badannya sekitar 180 kg. Hewan ini banyak terdapat di Madagaskar.
 
Kuda Nil
Musim Kawin
    Kuda nil dapat hidup sampai umur 40 tahun. Hewan ini umumnya hidup dalam sebuah kelompok yang terdiri dari 20-30 ekor. Kuda nil kerdil menjadi dewasa setelah berumur lima tahun. Adapun kedewasaan kuda nil biasa tercapai setelah tujuh tahun pada individu jantan dan sembilan tahun pada individu betina. Hewan ini hanya kawin satu kali dalam setahun. Kuda nil dewasa hanya mempunyai satu pasangan (monogami). 
Kawanan Kuda Nil
     Pada musim kawin (biasanya pada musim hujan) kuda nil jantan bertarung untuk memperebutkan betina. Pertarungan ini sering mengakibatkan kematian pada kuda nil jantan. Kuda nil betina yang berhasil dibuahi biasanya hamil selama 9 bulan. Kuda nil betina hanya melahirkan 1 anak yang berat badannya sekitar 50 kg dan menyusui anaknya selama dua tahun. Anak kuda nil menyusu induknya di dalam air dan kadang muncul di permukaan untuk menghirup udara.

Kuda Nil berendam di sungai
Berendam dan Berjemur
    Kuda nil adalah perenang yang kuat. Selain itu hewan ini mampu berjalan di dasar danau. Kuda nil dapat mengambang atau menyelam di dasar sungai dengan menutup lubang hidung dan telinganya sekaligus. Pada siang hari kuda nil berendam di air sungai atau di lumpur maupun berjemur di tepian perairan. Dalam satu malam, seekor kuda nil mempu makan rumput kering hingga 25 kg.
    Di alam, kuda nil tidak pernah dimangsa oleh hewan lain, bahkan kuda nil yang menjadi pemangsa binatang lain. Apabila merasa terusik kuda nil dapat mencaplok segala yang mendekatinya. Sir Samuel Baker dalam bukunya Wild Beasts and Their Ways, mengisahkan sekawanan ternak sapi yang sedang digiring menyeberang sungai diserang oleh kuda nil. Serangan tersebut merupakan ekspresi kemarahan kuda nil karena wilayahnya dilanggar.

Kuda Nil Kerdil dan anaknya
Konservasi Kuda Nil
    Perburuan dan penebangan hutan yang dilakukan oleh manusia dapat mengancam kelangsungan hidup kuda nil. Hewan ini biasanya diburu untuk diambil daging, kulit, dan gigi taringnya. Saat ini, populasi kuda nil di seluruh dunia mengalami penurunan yang tajam, bahkan subspesies kuda nil kerdil yang hidup di delta sungai Niger telah punah. Oleh sebab itu, kuda nil dilestarikan di beberapa kawasan konservasi dan kebun binatang seluruh dunia, seperti Wechiau Hippo Pools (Ghana) dan Turgwe Hippo Trust (Zimbabwe).

KELINCI : MAMALIA PELOMPAT YANG GESIT


    Bangsa atau ordo kelinci (lagomorphia) terdiri dari dua suku, yaitu Leporidae yang terdiri dari terwelu dan kelinci serta Ochtonidae yang mencakup pika. Mereka adalah mamalia yang memiliki gigi seri panjang dan terus tumbuh. Mereka adalah pelari cepat dan gesit. Meskipun dapat berjalan, biasanya kelinci melompat-lompat dengan cepat. Kelinci tersebar hampir di seluruh dunia.

 Kawanan Kelinci
    Gigi kelinci digunakan untuk mengunggis rumput, akar atau daun. Mereka suka hidup di padang rumput terbuka yang ditumbuhi dengan beberapa pohon atau semak belukar. Telinganya menjadi pusat pengaturan panas dan pengendalian aliran darah. Makannya meliputi rumput, biji-bijian, dan akar-akaran. Sebagian makanan yang dicerna dikeluarkan lagi dalam bentuk butiran lembek, lalu dimakan lagi sebagai gizi tambahan.
 Kelinci Kutub
Kelinci
    Kelinci adalah hewan mamalia berukuran kecil sampai sedang yang hidup di tanah. Telinganya panjang dan besar namun ekornya pendek. Jenis yang paling dikenal adalah kelinci liar eropa (Oryctolagus cuniculus). Kelinci memiliki kesanggupan adaptasi yang besar. Kemampuan berkembang biaknya cepat. Besar tubuh hewan betina dan jantan tidak banyak berbeda. Dengan jarak sebulan, kelinci liar eropa sanggup berkembang biak sepanjang tahun. 
    Liang tempat tinggal kelinci biasanya diberi tanda dengan air kencing dan kotorannya agar hewan lain takut. Selain kelinci liar eropa, ada pula kelinci begal dan kelinci ekor kapas. Kelinci begal dinamakan demikian karena telinganya mirip dengan keledai, panjang menjuntai. Kelinci ekor kapas disebut demikian karena ekornya berbulu halus.
Terwelu
Terwelu
    Terwelu adalah hewan terbesar pada bangsa Lagomorphia. Ciri fisiknya terletak pada daun telinga yang panjang, ekor pendek, tungkai belakang panjang, dan tubuhnya yang ramping. Ciri fisik ini membuat ia mudah berlari cepat. Terwelu adalah pemakan tumbuhan dan terutama menghuni padang rumput. Daerah penyebarannya luas. Hewan ini terdiri dari banyak spesies, baik di Afrika, Amerika Utara, maupun di Australia dan Selandia baru. Terwelu terbagi atas terwelu kutub (lepus arcticus) dan terwelu Eropa (Lepus cepansis). Hidup terwelu kutub tergantung pada kulit batang tanaman Arktik sehingga penyebarannya juga terbatas.
Pika
Pika
    Pika menyerupai kelinci kecil namun tidak berekor dan bertelinga pendek. Ada sekitar 12 spesies yang terdapat di Eropa Timur sampai Jepang dan pegunungan Himalaya hingga Siberia. Sejumlah spesies juga terdapat di Alaska sampai pegunungan Rocky mountains. Proses perkembangbiakannya bergantung pada musim dan tempat tinggalnya. Pika hidup berkelompok dalam koloni dan tidak berpindah-pindah tempat. Di musim panas, pika gemar memotongi batang rerumputan dan mengeringkannya di bawah sinar matahari. Kumpulan rumput kering ini digunakan sebagai cadangan makanan pada musim dingin

Selasa, 08 Desember 2015

MENGENAL HEWAN MARSUPILIA INDONESIA

    Marsupilia adalah hewan mamalia berkantung yang dapat ditemukan di wilayah Indonesia bagian Timur. Jenis Hewan ini melahirkan anaknya dalam bentuk embrio yang masih merah yang secara naluri merayap melalui bulu-bulu tubuh induknya dan menempel serta menyusui pada induknya sampai tubuhnya agak besar dan selalu ikut dalam kantung induknya sampai benar-benar dewasa dan akhirnya lepas dari ketergantungan induknya. Hewan Marsupilia adalah mamalia Indonesia yang berciri Australis yang menyebar dan terisolasi dalam Pulau-Pulau Kecil di Indonesia Timur terbentang dari Sulawesi sampai dengan Papua. Dahulu sebelum zaman Plaeistosen Papua dan Pulau-pulau sekitarnya menyatu dengan Australia yang dikenal dengan Paparan Sahul. Hewan-hewan ini terisolasi dalam Pulau-Pulau Kecil di sekitar Sulawesi, Maluku dan Papua membentuk spesies Marsupilia yang beragam dan unik.
 Walabi Semak
   Secara garis besar ada 2 Jenis Marsupilia yang ditemukan di Indonesia, Yaitu Kelompok spesies Kanguru dan kelompok spesies Kuskus atau Oposum. Kelompok Spesies Kanguru dapat ditemukan di Papua dan Kepulauan Aru yang dulu pernah menyatu dengan Australia. Karena terisolasi di wilayah yang sempit dengan Hutan Tropis yang pepohonannya rapat dan padat maka Kanguru yang ditemukan di papua ukurannya lebih kecil dibandingkan kerabatnya di Australia. Di Australia dengan wilayah padang sabana dan steva yang luas ditambah padang gurun yang membentang memudahkan Kanguru beraktivitas melompat dengan kedua kakinya yang panjang. Sedangkan di Papua yang wilayahnya ditutupi tajuk hutan lebat dan kerapatan pohon  yang tinggi membuat Kanguru secara alami berevolusi dengan bentuk ukuran yang lebih kecil.
   Kanguru di Indonesia terbagi atas 2 macam yaitu Kanguru tanah dan Kanguru Pohon. Kanguru tanah menghabiskan waktunya sebagian besar dilantai hutan dalam mencari makanan terutama di wilayah Papua bagian selatan dan Kepulauan Aru. Jenisnya antara lain adalah Walabi semak, Walabi Coklat dan Walabi Abu-abu. Sedangkan Kanguru Pohon menghabiskan sebagian waktunya di pohon dalam beraktivitas dan mencari makanan. Saat ini sudah diketahui ada 7 jenis spesies Kanguru pohon di Papua, diantaranya adalah Kanguru pohon Wakera Dendrolagus Inustus yang mendiami Papua Barat dan Utara serta P.Waigeo,P.Salawati,P.Yapen dan P.Biak, kedua Dendrologus Ursinus di semenajung Doberai,Papua,ketiga Dendrologus Dorinus di Papua Barat, Tengah dan Tenggara, keempat Dendrologus Stellarum di DTT. Pegunungan Tengah Papua, kelima Dendrologus Goodfellowi di Papua Tengah dan Tenggara, kelima Dendrologus Pullcherimus di pegunungan Foja Papua, keenam Dendologus Mbaiso di DTT Papua dan ketujuh Kanguru Pohon Mantel Emas.
  Jenis kedua adalah spesies Kuskus atau Oposum yang penyebarannya merata mulai dari Pulau Sulawesi sampai Papua. Mereka juga menempati pulau-Pulau kecil antara Sulawesi dan Papua seperti Kepulauan Talaud, Kep.Togian, Kep.Banggai, Pulau Obi, Pulau Wetar, Pulau Halmahera, Pulau Seram, Kepuluan Kai, P.Gebe, P.Waigeo, P.Biak, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar dan beberapa Pulau-pulau Kecil lainnya. Karena lama terisolasi dan terpencil maka Kuskus ini membentuk spesies sendiri. Dan sampai saat ini terus ditemukan jenis-jenis Oposum baru di wilayah pulau-pulau terpencil dan juga di hutan-hutan pedalaman Papua.
   Ada 13 jenis Kuskus yang sudah terindentifikasi di Indonesia antara lain :
1. Kuskus Beruang (Ailurops Ursinus) merupakan Kuskus terbesar di Indonesia dengan panjang      Tubuh mencapai 1 m, dan ditemukan di P.Sulawesi, P.Peleng dan Kep.Togian.
2. Kuskus Gebe (Phalanger Alexandrea) ditemukan di P.Gebe , Tenggara Halmahera.
3. Kuskus Gunung (Phalanger Charmeletae) ditemukan merata di Papua
4. Kuskus Tanah (Phalanger Gymnotis) terdapat di Papua
5. Kuskus Mata Biru (Phalanger Blue-eyes) ditemukan di Ternate dan Tidore
6. Kuskus Australia (Phalanger Mimicus) ditemukan di Papua dan Australia
7. Kuskus Grey Common (Phalanger Orientalis) terdapat di P.Wetar, P.Leti dan P.Timor
8. Kuskus Maluku (Phalanger Ornatus) terdapat di P.Halmahera,P.Bacan dan P.Morotai
9. Kuskus Obi (Phalanger Rothschildi) ditemukan di P.Obi
10. Kuskus Silki (Phalanger Sericeus) ditemukan di Papua
11. Kuskus Stein (Phalanger Vestitus) di temukan di pegunungan Papua
12. Kuskus Common Spotted (Phalanger Maculatus) ditemukan di P.Yapen, P.Papua dan Kep.Aru
13. Kuskus Kerdil (Strigocuscus Celebensis) terdapat di Pulau Sulawesi,Sangihe dan Siau
Kanguru Pohon Wakera
Kuskus dari Pegunungan Arfak, Papua Barat
Kuskus Pegunungan Tengah Papua
Kuskus dari Pulu Gebe, Halmahera
Kuskus Gymnotis
Kanguru Pohon
Kuskus Beruang Sulawesi
Kuskus Beruang P.Sulawesi bagian tengah
Kuskus Beruang Talaud
Kuskus Totol P.Biak
Kuskus Totol Coklat P.Yapen
Kuskus Tutul Hitam
Kanguru Semak, Merauke
Kuskus Pygmy pegunungan Tengah, Papua
Walabi abu-abu/coklat
Walabi semak Merah
Kanguru Pohon Doria
Kanguru Pohon Mantel Emas
Kanguru Pohon Mboiso
Kanguru Pohon Nemeneka
Kanguru Pohon Wakera
Kuskus Common Pohon
Kuskus Kerdil Sulawesi
Walabi Tanah
Kuskus Waigeo
Walabi dari Merauke
Walabi Semak Kepulauan Aru
Walabi Semak coklat