"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Senin, 17 Agustus 2009

KAPAS : TUMBUHAN BAHAN BAKU TEKSTIL

    Kapas adalah kelompok tumbuhan perdu dari marga Gossypium yang serat bijinya digunakan sbagai bahan baku dalam industri tekstil. Anggota suku Malvaceae ini telah dibudidayakan oleh manusia sejak 5.000 tahun yang lalu. Kapas tersebar secara luas di daerah tropis dan subtropis. Selain serat, biji kapas juga digunakan dalam industri makanan dan industri kimia.
    Kapas terdiri dari sekitar 20 spesies, namun hanya 4 spesies yang dibudidayakan yaitu Gossypium  hirsutum, Gossypium barbadense, Gossypium herbaceum dan Gossypium arboreum. Tanaman ini tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian 10-150 m di atas permukaan laut. Temperatur udara rata-rata yang diperlukan oleh kapas sekitar 32o C dengan curah hujan sekitar 700 mmpertahun. Negara-negara penghasil kapas di dunia meliputi Cina, Amerika Serikat, India, Brazil, Turki, Australia dan Mesir. Adapun sentra tanaman kapas di Indonesia antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Tenggara.
Serat Kapas
    Tinggi batang kapas bisa mencapai 1-2 m. Daunnya berbentuk seperti jantung, biasanya bercuping sebanyak 3 hingga 5 lembar. Bunga kapas yang muncul dari ketiak daun bewarna kuning, putih atau ungu. Ketika matang, buah kapas akan pecah dan mengeluarkan biji. Serat yang berwarna putih tumbuh dari permukaan luar kulit biji. Kapas menghasilkan dua macam serat yaitu serat panjang (lint) berwarna putih yang dapat dipintal dan serat pendek (linter) yang tidak dapat dipintal, melekat dengan kuat pada biji.

Benang
    Dalam industri tekstil, serat panjang dari kapas banyak digunakan  sebagai bahan baku benang dan tali. Adapun serat pendek dapat digunakan sbagai bahan pembuat karpet, plastik dan kertas. Selain karbohidrat dan protein, biji kapas mengandung sekitar 16 - 24% minyak. Minyak biji kapas sering kali dimanfaatkan bahan baku minyak goreng, margarin, minyak pelumas, sabun, kosmetik dan lilin.
Hama dan Penyakit
    Tanaman kapas dapat terserang berbagai hama dan penyakit. Hama yang dapat menyerang kapas antara lain adalah ulat tanah Agrotis yipsilon, jangkrik Telleorrylius sp. Kumbang bubuk Hypomeces squamosus dan kutu kapas Aphis gossyphi. Adapun penyakit pada tanaman kapas antara lain adalah rebah kecambah (disebabkan oleh jamur Phytium sp,Fusarium Sp, Rhizoctoria solani, Sceltretium sp dan Xantomonas campestris), busuk arang disebabkan oleh jamue X campestris, Fusarium spp, Glomerella gosypii dan Botrydiplodia theobroma).

Kapas Transgenik
    Karena budidaya kapas beresiko terserang hama, penyakit dan gulma, maka para ahli bioteknologi pertanian mengembangkan kapas transgenik, yaitu tanaman kapas yang dibiakkan melalui metode rekayasa genetika. Tanaman yang pertama kali dikomersialkan di Amerika Serikat ini memiliki tiga tipe yaitu : kapas yang toleran terhadap herbisida, kapas yang tahan serangga serta kapas yang tahan terhadap serangga sekaligus toleran terhadap herbisida. Penanaman kapas transgenik ternyata mengundang berbagai perdebatan dari kalangan ilmuwan biologi, karena jenis tanaman ini dikuatirkan akan menimbulkan efek yang negatif bagi manusia.
 Tanaman Kapas
 Perkebunan Kapas
Biji dan bunga Kapas

Jumat, 07 Agustus 2009

PROFIL PROVINSI GORONTALO


22, PROVINSI GORONTALO
(UU NO.2 TAHUN 2000)
Berdiri
: 22 Desember 2000
Ibukota
: Gorontalo
Luas Wilayah
: 12.165,36  Km2
Letak Astronomis
: 0o40' LU- 1o30' LU dan 120oBT - 124o BT
Terdiri dari
: 4 Kabupaten, 1 Kota, 46 Kecamatan dan 364 Desa
Jumlah Penduduk
: 916.488 jiwa
Identitas daerah
: Flora :
: Fauna : Burung Maleo
Komoditas Utama
: Kelapa, Cengkeh, Coklat
Bahan Galian
: Emas
Industri
:Tekstil dan Makanan
Pembagian Wilayah Kabupaten dan Kota
No
Nama Kabupaten/Kota
Ibukota
Luas Wilayah
Jumlah Penduduk
Jumlah
Jumlah
(Km2)
Sensus 2005
Kecamatan
Desa
1
Gorontalo
Gorontalo
3.354,67
424.316
17
175
2
Boalemo
Tilamuta
2.517,36
110.457
7
66
3
Bolango
Suwawa
1.984,31
123.253
10
68
4
Pahuwato
Marisa
4.244,31
107.048
7
55
5
Kota Gorontalo
Gorontalo
64,79
151.141
5
 -
Ragam Budaya
Bahasa Daerah
: Gorontalo, Mangondow
Lagu Daerah
: Blinde Bilihuta, Tahuti, Mohulunga
Alat Musik
: Ganda
Tarian
: Tari Dana-dana, Polopalo, Padupa
Makanan Khas
: Woku Belanga
Senjata Tradisonal
: Badik, Wamilo
Suku
: Gorontalo, Mangandow
Rumah adat
: Rumah Pewaris
Lapangan Udara
: Jalaludin di Gorontalo
Pelabuhan Laut
: Gorontalo
Universitas
: Universitas Negeri Gorontalo
Cerita Rakyat
:  -
Agama
: 98% Islam, sisanya Kristen, Hindu dan Budha
Pahlawan
: Nurani Nai Wartabone
Taman  Nasional 
: CA.Paleleh
Fauna dilindungi
: Anoa, Burung Maleo
Gunung Tertinggi
 :G.Tentolomatinan(2207m)
Sungai Terpanjang
: S. Paguyaman
Danau Terluas
: Danau Limboto
Pulau Terluas
: P. Otangale
Kabupaten Terluas
: Pahuwato

Kamis, 23 Juli 2009

PROFIL PROVINSI SULAWESI UTARA


21. PROVINSI SULAWESI UTARA
(UU NO.47 TAHUN 1960)
Berdiri
: 13 Desember 1960
Ibukota
: Manado
Luas Wilayah
: 13.930,73  Km2
Letak Astronomis
: 0o30'LU - 5o45' LU dan 121oBT - 127o BT
Terdiri dari
: 6 Kabupaten, 3 Kota, 105 Kecamatan dan 984 Desa
Jumlah Penduduk
: 2.159.787 jiwa
Identitas daerah
: Flora : Pohon Longusei
: Fauna : Tangkasi/Tersius
Komoditas Utama
: Cengkeh, Kopra, Pala, Coklat
Bahan Galian
: Tembaga, Kaolin, Gips
Industri
: Kelontong
Pembagian Wilayah Kabupaten dan Kota
No
Nama Kabupaten/Kota
Ibukota
Luas Wilayah
Jumlah Penduduk
Jumlah
Jumlah
(Km2)
Sensus 2005
Kecamatan
Desa
1
Bolaang Mongondow
Kotamubagu
7.077,69
475.877
21
255
2
Minahasa
Tondano
982,55
299.492
16
153
3
Sangihe Kepulauan
Melongguane
997,68
193.587
20
181
4
Talaud Kepulauan
Tahuna
1.252,02
80.185
8
86
5
Minahasa Selatan
Amurang
2.284,66
289.476
15
181
6
Minahasa Utara
Air Madidi
743,90
167.056
8
105
7
Kota Menado
Manado
157,27
401.493
9
 -
8
Kota Bitung
Bitung
302,89
165.624
5
 -
9
Kota Tomohon
Tomohon
132,07
86.997
3
23
Ragam Budaya
Bahasa Daerah
: Minahasa, Sangir, Talaud
Lagu Daerah
: O Ina Nikeke
Alat Musik
: Kolintang
Tarian
: Tari Maengket, Cakalele
Makanan Khas
: Tuturuga, Woku Belanga
Senjata Tradisonal
: Keris, Peda, Tombak
Suku
: Minahasa, Sangir, Talaud, Mongandow
Rumah adat
: Bolaang Mongondow
Lapangan Udara
: Sam ratulangi di Menado
Pelabuhan Laut
: Menado
Universitas
: Universitas Sam ratulangi
Cerita Rakyat
:  -
Agama
: 45% Islam, 52% Kristen, sisanya Hindu dan Budha
Pahlawan
: Dr. Sam Ratulangi
Taman  Nasional 
: CA Batuangus, CA Karakelong
Fauna dilindungi
: Burung Maleo
Gunung Tertinggi
:  G.Klabat (1.995 m)
Sungai Terpanjang
:  Sungai Manado
Danau Terluas
:  Danau Tondano
Pulau Terluas
:  P. Talaud
Kabupaten  terluas
:  Bolaang Mongondow