"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Rabu, 18 November 2009

JERUK : BUAH SEGAR DENGAN KANDUNGAN VITAMIN C

    Jeruk merupakan kelompok tumbuhan dikotil dari marga Citrus yang menghasilkan buah yang berbentuk bulat dan bewarna kuning atau hijau kekuning-kuningan ketika sudah matang. Anggota suku Rutacae ini tersebar di daerah subtropis dan daerah tropis seperti Brazil, Amerika Serikat, Cina, Spanyol, India, Mesir dan Indonesia. Jeruk disukai banyak orang karena rasanya segar dan mengandung banyak vitamin C.
    Budidaya jeruk telah dimulai sejak sekitar 4.000 tahun yang lalu oleh bangsa Cina. Pada umumnya, jeruk tumbuh di daerah dengan ketinggian 1-1.200 m di atas permukaan laut, temperatur udara sekitar 25o-30o C, dan kelembaban udara sekitar 70-80%. Tumbuhan ini juga membutuhkan penyinaran matahari yang cukup dan tanah yang subur untuk pertumbuhannya. Oleh sebab itu, jeruk tidak cocok ditanam di daerah kutub karena tanaman ini tidak tahan terhadap udara beku dan udara yang dingin.
Pohon Jeruk
Jenis Jeruk
    Jenis dan varietas jeruk yang dibudidayakan di berbagai daerah antara lain terdiri dari jeruk manis (Citrus sinensis dan Citrus aurantium), jeruk mandarin atau tangerin (Citrus reticulata), jeruk keprok (Citrus Nobilis), jeruk lemon (Citrus limon), jeruk nipis (Citrus aurantifola), jeruk besar atau jeruk bali (Citrus maxima dan Citrus grandis), jeruk Sitrun (Citus medica), jerukpurut (Citrus hystrix) dan jeruk limau atau jeruk sambal (Citrus amblycarpa). Di Indonesia sentra penanaman jeruk tersebar di Garut (Jawa Barat), Tawangmangu (Jawa Tengah), Batu (Jawa Timur), Tejakula (Bali), Selayar (Sulawesi Selatan), Pontianak (Kalimantan Barat), dan Medan (Sumatera Utara). Buah jeruk berkualitas baik memiliki ukuran buah yang standar, umur yang cukup tua, segar, utuh dan bersih. Kulit buahnya bewarnaKuning atau Hijaukekuning-kuningan dan mudah dikupas. Selain itu, bagian ujung buahnya cekung ke dalam dan memiliki rongga antara daging dan kulit buah.

CVPD
    Jeruk diperbanyak baik secara generatif dengan biji maupun secara vegetatif dengan cangkok, okulasi dan setek. Tanaman ini rentan terhadap serangan hama dan penyakit yang dapat menurunkan jumlah produksinya. Beberapa jenis hama yang dapat merusak tanaman jeruk antara lain adalah kutu loncat Diaphorina citri, kutu daun Toxoptera citridus aurantii dan Aphis gossypii, serta penggerek buah Citripestis sagittiferela. Adapun penyakit yang sering menyerang jeruk antara lain adalah Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) dan penyakit tristeza. CVPD disebabkan oleh organisma berupa bakteri yang dibawa kutu loncat Diaphorina citri, sedangkan tristeza disebabkan oleh virus Citrus tristeza yang ditularkan melalui kutu daun Toxoptera.

Kandungan Gizi
    Selain air, kandungan gizi yang terdapat di dalam buah jeruk meliputi karbohidrat (gula), protein, serat makanan, vitamin C, vitamin B6, asam folat, tiamin, niasin, riboflavin, asam pantotenat, fosfor,kalsium, kalium, magnesium dan tembaga. Jeruk dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit seperti sariawan dan flu. Buah jeruk juga bermanfaat untuk mempercepat pemulihan dari sakit, menurunkan resiko stroke, kanker dan kerusakan jantung serta menurunkan kadar kolesterol darah. 
    Jeruk nipis dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk menurunkan panas, meredakan nyeri saluran pernapasan bagian atas, dan menyembuhkan radang mata. Selain buahnya, bagian kulit dan biji jeruk telah dimanfaatkan dalam produksi minyak asiri. Minyak kulit jeruk dipakai dalam pembuatan minyak wangi, sabun wangi, esensi minuman,  dan campuran kue. Selain itu, bagian buah jeruk yang terbuang digunakan dalam proses pembuatan gula tetes, alkohol dan pektrin.
 Jeruk Bali
 Jeruk Manis
 Jeruk Sitrun
 Jeruk Keprok Batu
 Jeruk Lemon
 Jeruk Nipis
 Jeruk Purut
Jeruk Mandarin

PROFIL PROVINSI IRIAN JAYA BARAT


32. PROVINSI IRIAN JAYA BARAT
(UU NO.45 TAHUN 1999)
Berdiri
:  4 Oktober 1999
Ibukota
: Manokwari
Luas Wilayah
: 114.566,40  Km2
Letak Astronomis
: 0o30 LU- 5o15' LS dan 130o BT- 138o BT
Terdiri dari
: 8 Kabupaten, 1 Kota, 74  Kecamatan dan 1.154 Desa
Jumlah Penduduk
: 566.563  jiwa
Identitas daerah
: Flora : Anggrek Papua
: Fauna : Burung Namdur
Komoditas Utama
: Jagung, Kayu
Bahan Galian
: Minyak Bumi
Industri
: Peleburan Logam
Pembagian Wilayah Kabupaten dan Kota
No
Nama Kabupaten/Kota
Ibukota
Luas Wilayah
Jumlah Penduduk
Jumlah
Jumlah
(Km2)
Sensus 2005
Kecamatan
Desa
1
Sorong
Sorong
7.246,00
66.781
12
122
2
Manukwari
Manukwari
13.476,00
142.669
11
417
3
Fakfak
Fakfak
14.320,00
54.968
9
107
4
Sorong Selatan
Teminabuan
29.797,00
48.75
10
195
5
Raja Ampat
Waisai
6.084,50
30.381
7
85
6
Teluk Bentuni
Bintuni
18.637,00
39.102
8
95
7
Teluk Wondama
Raisei
5.788,00
14.165
6
56
8
Kaimana
Kaimana
18.500,00
27.908
7
77
9
Kota Sorong
Sorong
717,90
141.839
4
 -
Ragam Budaya
Bahasa Daerah
: Asmat, Fakfak, Arfak, Sorong
Lagu Daerah
: Apuse
Alat Musik
: Tifa
Tarian
: Tari Perang
Makanan Khas
: Umbi-umbian, Sagu
Senjata Tradisonal
: Pisau Belati, Panah
Suku
: Asmat, Fakfak, Arfak, Sorong
Rumah adat
: Rumah Honai
Lapangan Udara
: Rendani, di Manokwari
Pelabuhan Laut
: Sorong
Universitas
:  -
Cerita Rakyat
:  -
Agama
: 40% Islam, 57% Kristen, sisanya Hindu dan Budha
Pahlawan
:  -
Taman  Nasional 
: Taman Laut Raja Ampat
Fauna dilindungi
: Dugong, Burung Cendrawasih
Gunung Tertinggi
: G. Kwoka (3.000m)
Sungai Terpanjang
:  Sungai Kamundan
Danau Terluas
:  Danau Ayamuru
Pulau Terbesar
:  P. Waigeo
Kabupaten Terluas
:  Sorong Selatan

Selasa, 10 November 2009

KACANG-KACANGAN : TANAMAN SAYURAN SEGAR UNTUK LALAPAN

    Kacang-kacangan merupakan kelompok tumbuhan dikotil dari suku Fabaceae atau Leguminosae yang buahnya berbentuk polong. Tanaman ini terdiri dari sekitar 18.000 spesies yang dikelompokkan dalam tiga subsuku yaitu Papilionoideae, Mimosodeae, dan Caesalpinioideae. Kacang-kacangan pada umumnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti bahan makanan, pohon pelindung, pakan ternak dan penyubur tanah.
    Kacang-kacangan tersebar di daerah tropis dan daerah sub tropis. Meskipun demikian, kacang-kacangan jarang ditemukan di hutan taiga (hutan yang didominasi tumbuhan konifera) dan di lingkungan perairan. Kelompok tumbuhan ini memiliki bentuk yang beragam, mulai bentuk terna seperti sikejut atau puteri malu (Mimosa pudica), bentuk tumbuhan yang merambat seperti kacang panjang (Vigna unguiculata) sampai bentuk pohon yang berkayu seperti petai cina (leucaena leucocephala) dan kembang merak (Caesalpinia pulcherinna).
Kacang panjang
Daun dan Bunga
    Daun kacang-kacangan terbagi menjadi dua helai. Salah satu helainya dapat termodifikasi menjadi bentuk lain, misalnya seperti daun akasia australia (marga Acacia). Bunga kacang-kacangan terdiri dari lima sepala (daun kelopak) dan lima petala (mahkota bunga). Tumbuhan ini memiliki stamen (batang sari) yang berjumlah sepuluh. Sembilan Stamen bergabung menjadi satu kelompok, sedangkan satu stamen berdiri bebas. Beberapa anggota kacang-kacangan bahkan memiliki bentuk stamen seperti cangkir yang disebut hypanthium. Bagian Ovarium atau bakal buah darikacang-kacangan terdiri dari satu karpela (daun buah).

Buah Polong
    Salah satu ciri khas dari kacang-kacangan adalah buahnya yang berbentuk polong (legume). Buah tersebut terdiri dari satu ruangan dengan dua katup yang dapat dibuka. Panjang buahnya bervariasi mulai dari beberapa milimeter sampai lebih dari 30 cm. Buah kacang-kacangan memiliki biji yang berjaumlah satu atau lebih dari satu. Biji tersebut biasanya menempel pada salah satu katup.  Biji kacang-kacangan dapat berwarna cerah atau berwarna kusam.
Buncis
Fiksasi Nitrogen
    Akar kacang-kacangan umumnya mengadakan simbiosis dengan bakteri Rhizobium untuk membentuk nodula (bintil akar). Nodula ini dapat mengikat nitrogen bebas di udara dan mengubahnya menjadi senyawa nitrat (NO3) melalui proses fiksasi nitrogen. Karena nitrat merupakan zat hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan, maka kacang-kacangan dapat digunakan sebagai penyubur tanah.

Bahan Makanan
    Beberapa jenis kacang-kacangan sepertikacang hijau (Phaseolus radiatus), buncis (Phaseolus vulgaris), Kacang tanah (Arachis hypogaea), ercis atau kacang polong (Pisum sativum) dan alfalfa (marga Medicago) dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Pohon Albizzia, Dalbergia, dan Robinia, dapat dijadikan bahan bangunan yang berkualitas cukup baik. Adapun jenis kacang-kacangan seperti Bauhinia, Wisteria, Cassia dan Cytissus banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias.

Beberapa Anggota Kacang-kacangan

  • Kedelai (Glycine max). Tanaman ini termasuk anggota subsuku Papilionoideae yang bijinya diolah menjadi tempe, tahu, dan susu. Kedelai juga menghasilkan minyak yang dapat diolah menjadi margarin, mayones, dan minyak selada. Kedelai memiliki batang berbulu dan daun majemuk berganda tiga.
Kedelai
  • Petai (Parkia speciosa). Petai merupakan anggota subsuku Mimosoideae yang bijinya berbau tajam dan menyengat. Tinggi pohonnya mencapai 5-25 m dengan batang berwarna coklat kemerah-merahan. Buah petai bergantung pada bonggol pohonnya. Bijinya dikonsumsi sebagai penyedap masakan dan lalapan.
Petai
  • Johar (Cassia siamea). Anggota subsuku Caesalpiniodeae ini memiliki daun majemuk berbentuk bulat telur. Bunga johar yang berwarna kuning tersusun dalam tandan. Selain dimanfaatkan sebagai pohon pelindung dan tanaman pagar, johar juga digunakan untuk ramuan obat malaria.
Johar