"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Senin, 02 Januari 2017

MACAN : PREDATOR DARI ASIA DAN AFRIKA

 
 Animasi Macan Tutul
Macan merupakan istilah umum yang digunakan untuk menyebut tiga spesies kucing besar yaitu macan tutul atau leopard (Panthera pardus), macan tutul salju atau snow leopard (Uncia uncia0 dan macan dahan atau cleodard leopard (Felis nebulosa). Ketiga anggota suku Felidae ini dikenal sebagai hewan pemangsa yang gesit, bercakar kuat dan bergigi tajam. Di habitat aslinya, macan hanya bisa dijumpai di wilayah Asia dan Afrika. 

 Macan Tutul dari Afrika
    Secara taksonomi, ketiga spesies macan berkerabat dekat dengan singa, harimau, jaguar, citah dan puma. Seperti anggota ordo carnivora yang lain, macan memiliki indera penglihatan, pendengaran dan penciuman yang sangat tajam. Mata yang berukuran besar dilengkapi dengan pupil yang dapat melebar dalam kondisi gelap. Daun telinga macan dapat digerakkan dan diarahkan secara tepat ke sumber bunyi. Adapun indera penciuman yang tajam didukung oleh organ vomeronasal yang terletak di langit-langit mulut. Organ yang berfungsi sebagai pendektesi bau ini terhubung dengan organ Flehmen yang berada di bibir bagian atas.

Macan Tutul beristirahat di atas Pohon
Macan Tutul
    Macan tutul memiliki ciri-ciri fisik yang mirip dengan jaguar. Tubuhnya tertutup rambut tebal yang berwarna kuning kecokelatan dengan pola totol-totol hitam seperti bunga. Bobot macan tutul berkisar antara 50-90 kg. Panjang tubuhnya mencapai 210 cm dengan panjang ekornya sekitar 90 cm. Tinggi bahu hewan ini mncapai 60-70 cm.
    Sebagai pemanjat ulung, gerakan macan tutul sangat gesit. Hewan ini mampu melompat cepat dan menahan bantingan badannya ketika jatuh ke tanah. Macan tutul sering beristirahat dan tidur di atas pohon. Hewan ini menyerang dan membunuh mangsa dengan cara menggigit leher dan mendorongnya hingga roboh. Mangsa kemudian diseret dan disimpan di atas pohon agar terhindar dari hewan pemakan bangkai.

Macan Kumbang, varian dari Macan Tutul
    Dari semua jenis kucing besar, macan tutul memiliki daerah penyebaran yang paling luas. Hewan ini bersifat soliter (hidup menyendiri), kecuali pada musim kawin. Betina akan melahirkan 1-6 anak setelah menjalani masa hamil selama 90-105 hari. Anak macan tutul berkumpul dengan induknya sampai berumur 2 tahun.

Macan Tutul Salju
    Karena berbeda genus, macan tutul salju memiliki bentuk tengkorak yang berbeda dari macan tutul. Selain itu, moncong macan tutul salju lebih pendek daripada macan tutul.Panjang tubuhnya lebih dari 130 cm dan panjang ekornya sekitar 80-100 cm. Bobot hewan ini mencapai 27-55 kg.

Macan Tutul Salju
    Macan tutul salju tersebar di wilayah pegunungan di Asia Tengah pada ketinggian sekitar 2.700 - 6.000 m. Rambutnya lebat dan panjang dengan warna dasar abu-abu dan pola roset hitam di atasnya. Macan tututl salju termasuk hewan nokturnal yang sangat tertutup. Hewan ini gemar bersembunyi di semak-semak dan jarang mengaum. Mangsanya berupa rusa kesturi, marmot, sapi dan kambing gunung.
Macan Dahan
Macan Dahan
    Macan dahan tersebar di wilayah Cina Selatan, India, Nepal, Myanmar, Indocina, Sumatera dan Kalimantan. Panjang tubuh hewan ini berkisar antara 60-90 cm. Adapun bobotnya hanya mencapai 11-20 kg. Corak rambut macan dahan berupa kotak-kotak hitam yang menyerupai batang pohon. Corak tersebut berguna untuk mengelabui mansa (kamuflase). Ciri yang paling menonjol dari macan dahan adalah kakinya yang lebar dan berbentuk seperti spatula. Kaki tersebut digunakan untuk menangkap burung. Hewan yang hidup menyendiri ini menghabiskan sebagian besar waktunya di atas pohon. Selain burung, pakan macan dahan biasanya berupa wau-wau, makaka, rusa dan landak.

PALEM : TANAMAN SERBA GUNA

   
 Pohon Kelapa Kelompok Pohon Palem ditepi pantai
Palem merupakan kelompok tumbuhan monokotil dari suku Arecaceae atau Palmae yang batangnya tegak seperti tiang dan umumnya tidak bercabang. Anggota bangsa Arecales ini mencakup lebih dari 2.700 spesies, termasuk kelapa (Cocos nucifera), kelapa sawit (marga Elaeis), lontar (marga Borassus) dan rotan (marga Calamus). Palem memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan, bahan bangunan, bahan kerajinan tangan, dan juga tanaman hias. 
 Tanaman Palem Hias
     Pohon palem pada umumnya terdapat di wilayah beriklim hangat, khususnya di daerah tropis. Karena mudah beradaptasi dengan lingkungan setempat, tanaman ini tersebar di berbagai tempat di dunia seperti Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik, Amerika Selatan dan Afrika Utara. Tumbuhan ini dapat ditanam baik di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, bahkan palem dari marga Geonoma tumbuh pada ketinggian 3.000 m di pegunungan Andes, Amerika Selatan.
Palem Botol
Palem Bagi Kehidupan Masyarakat
    Pohon palem merupakan komoditas perekonomian penting bagi masyarakat Indonesia. Kelapa sawit merupakan tumbuhan palem yang dibudidayakan dalam skala besar di perkebunan-perkebunan. Tumbuhan ini menjadi salah satu komoditas perkebunan penting karena buahnya dimanfaatkan sebagai bahan baku minyak goreng, margarin dan sabun. Masyarakat Indonesia juga menggunakan kelapa untuk berbagai keperluan. Selain untuk tanaman hias dan obat tradisional, pohon pinang (Areca cetechu) menghasilkan biji yang digunakan dalam tradisi makan sirih. Salah satu jenis palem yang berbatang merambat adalah rotan yang banyak dijumpai di hutan-hutan Kalimantan. Palem ini merupakan bahan baku furniture dan kerajinan tangan.
Palem Puteri
    Palem aren atau enau (Arenga pinnata) menghasilkan air sadapan atau nira yang dapat diolah menjadi gula merah. Air sadapan dari bunga nipah (Nypa fritcans) juga dimanfaatkan dalam pembuatan gula dan tuak (minuman beralkohol), sedangkan bagian daun digunakan untuk membuat atap, tikar. keranjang, topi, dan payung. Selain itu, tanaman lontar menghasilkan buah yang dapat dimakan atau diolah menjadi minuman beralkohol. Daun tanaman ini telah dikenal sebagai media tulisan dari berbagai naskah atau cerita kuno sebelum masyarakat Indonesia mengenal kertas.

Palem Kipas
Tanaman Hias
    Karena bentuk daunnya yang khas dan perawakannya yang tinggi, beberapa jenis palem, misalnya palem puteri, palem raja, dan palem botol dimanfaatkan sebagai tanaman hias dan tanaman peneduh. Jenis palem ini biasanya ditanam di halaman rumah dan di pinggir jalan. Selain sebagai tanaman hias, ujung batang palem yang masih muda dan lunak dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Selain itu, pelepah batang palem banyak digunakan sebagai kayu bakar. Di Indonesia, sentra budidaya palem hias terdapat di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Palem Raja
Beberapa Jenis Palem Hias

  1. Palem raja (marga Rosystonea). Jenis yang dikenal sebagai royal palm ini memiliki bentuk yang menawan dengan batang kokoh dan daun hijau segar. Tinggi tanaman mencapai 25-30 m. Spesies yang dikenal antara lain adalah R.Regia, R.buringuena, dan R.elata.
  2. Palem puteri (marga Ravenea). Tanaman yang berasal dari Madagaskar ini berbentuk seperti palem raja, namun daunnya lebih lebar dan lebih hijau. Palem puteri sering ditanam di pinggir jalan atau dalam pot.
  3. Palem botol (marga Mascarena). Jenis ini mempunyai batang bawah yang menggelembung dan batang atas yang menyempit sehingga bentuknya mirip botol. Pertumbuhannya lambat dan tajuknya sempit sehingga tidak butuh tempat luas.
  4. Palem merah (marga Cyrtostachys). Tanaman yang sering disebut pinang merah ini merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh di daerah rawa-rawa. Bagian pelepah dan tulang daunnya berwarna merah menyala. Palem ini biasanya ditanam di tempat yang terik agar warna merahnya tetap dapat dipertahankan.
  5. Palem kipas (marga Livistona Chinensis). Tanaman yang sering disebut palem buntut merak ini memiliki daun yang berbentuk kipas dengan tepi terbelah. Palem kipas berasal dari Cina. Palem ini sering ditanam di tepi kolam, halaman atau di taman.
  6. Palem anggur (marga Latania). Jenis ini memiliki pelepah dan tulang daun berwarna merah jambu atau ungu. Bagian daun berbentuk seperti bintang atau kipas. Warna daunnya hijau kebiru-biruan atau hijau keperak-perakan apabila tertimpa sinar matahari.
Palem Merah

MELATI :PUSPA BANGSA INDONESIA

    Melati adalah kelompok tumbuhan dikotil dari marga Jasminum yang bunganya berukuran kecil, berbau harum dan sebagian besar berwarna putih. Anggota suku Oleceae ini mencakup sekitar 200 spesies yang tersebar di daerah tropis dan subtropis. Karena memiliki nilai budaya dan ekonomis yang sangat tinggi bagi bangsa Indonesia, melati ditetapkan sebagai "bunga nasional " atau" puspa bangsa".

 Mekarnya bunga Melati
    Sebagian besar melati tumbuh liar di hutan-hutan. Tanaman ini diperkenalkan pertama kali di Indonesia oleh bangsa India. Pada saat ini, melati ditanam di berbagai wilayah Indonesia. Sentra penanaman melati berada di Jawa Tengah, terutama di kabupaten Pemalang, Purbalingga dan Tegal.

Bunga Melati
Bunga Melati
    Melati termasuk tumbuhan menahun yang berbentuk perdu. Tanaman ini berdiri tegak atau merambat dengan tinggi batang mencapai  2,5 m. Batangnya berkayu dan beanting banyak dengan diameter sekitar 1-2 cm. Daun tersusun saling berhadapan dan berselang-seling. Daun melati berbentuk jantung atau lonjong dengan ujung lancip dan permukaan mengkilap. Bunga yang tumbuh di ujung batang dapat berupa bunga tunggal atau bunga majemuk. Sebagian besar bunga melati memiliki bau yang harum.

Rimbunnya bunga Melati Putih
Syarat Pertumbuhan
    Pada umumnya, melati ditanam di dataran rendah maupun di dataran tinggi dengan ketinggian 10-1.600 m di atas permukaan laut. Meskipun demikian, daya adaptasi melati berbeda-beda menurut jenisnya. Sebagai contoh, melati putih (Jasminum sambac) biasanya ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 600 m. Adapun melati hutan (Jasminum multiflorum) beradaptasi dengan baik pada ketinggian 1.600 m. Tanaman ini membutuhkan curah hujan sekitar 112-119 mm per bulan, temperatur udara 28o-36o C dan kelembabab udara sekitar 50-80%. Selain itu, melati juga memerlukan penyinaran matahari yang cukup bagi proses pertumbuhannya.

Melati Kuning
Perbanyakan Melati
   
Perbanyakan melati dapat dilakukan dengan setek batang. Batang melati yang digunakan untuk bibit ditmbuhkan dalam kantong plastik atau polybag sebelum dipindahkan ke lahan.
    Tanaman ini mulai berbunga pada umur 7-12 bulan setelah tanam. Melati dapat diserang oleh hama dan penyakit. Serangga yang menjadi hama bagi tanaman melati antara lain adalah ulat palpita (Palpita unionalis), penggerek bunga (Hendecasis duplifascialsis), sisik pseudococcus (Pseudococcus longispinus), dan kutu putih (Dialeurodes citri).
   Adapun penyakit yang sering terdapat pada melati antara lain adalah hawar daun (akibat jamur Rhizcotonia solani), hawar benang (akibat jamur Marasmiellus scandesis) dan busuk bunga (akibat bakteri Erwinia tumafucuens).

Minyak Melati
    Minyak asiri bunga melati diambil melalui proses ektraksi atau penyulingan. Minyak melati yang dihasilkan merupakan bahan baku parfum dan kosmetika. Masyarakat Indonesia pada umumnya menggunakan melati sebagai campuran teh melati (jasmine tea). Bunga ini juga dijadikan pelengkap pada upacara adat dan ritual keagamaan. Selain itu, air perasan bunga melati dapat dimanfaatkan sebagai obat sakit mata, bengkak akibat sengatan serangga, sesak napas, jerawat, demam dan juga sakit kepala.
Minyak Bunga Melati