"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Sabtu, 17 Februari 2018

TIGA NEGARA BERPENDUDUK (ASLI) MAYORITAS ISLAM DI BENUA EROPA

1. KOSOVO 
 Kosovo adalah sebuah negara republik yang secara de fakto merdeka, terletak di sebelah tenggara Eropa. Sebelumnya, Kosovo adalah sebuah provinsi di Serbia di bawah administrasi PBB, namun pada 17 Februari 2008 Kosovo mendeklarasikan kemerdekaan secara sepihak. Deklarasi ini ditentang oleh Serbia, namun didukung oleh negara-negara Barat. Ibukota Kosovo berada di Pristina. Kemerdekaan Kosovo telah diakui secara resmi oleh berbagai negara, di antaranya Albania, Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Turki. Negara yang menolak kemerdekaan Kosovo antara lain Cina, Rusia dan Serbia. Pemerintah Indonesia sendiri bersikap hati-hati dalam mengakui kemerdekaan Kosovo walaupun ada desakan dari beberapa kalangan agar Indonesia segera mengakui kemerdekaan Kosovo.  Kosovo menjadi tempat pertentangan wilayah yang masih berlangsung antara pemerintah Serbia dan penduduknya yang mayoritas merupakan etnis Albania. Saat berdirinya Yugoslavia, Kosovo menjadi provinsi dari Serbia dengan status Daerah Otonomi Khusus. Namun sejak Perang Kosovo telah di bawah pengawasan PBB sebagai sebuah protektorat. 
 Perayaan 10 Tahun Kemerdekaan Kosovo
Kemerdekaan
Pada tanggal 17 Februari 2008 Kosovo memerdekakan diri dari Serbia. Hari ini, Sabtu 17 Februari 2018 adalah Perayaan 10 Tahun kemerdekaan Kosovo, negara yang 95% lebih penduduknya beragama Islam, suatu prosentase yang mengalahkan Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbesar di dunia.  Kosovo telah menempuh jalan terjal untuk menempuh kemerdekaannya. Usaha pertama pada tahun 1990 gagal karena diserbu Serbia. Pertarungan yang tidak seimbang antara Serbia dan gerlyawan Kosovo atau KLA ini menimbulkan tragedi pembantaian dan pengungsian besar-besaran. NATO yang dipimpin oleh Amerika Serikat mengusir Serbia dengan serangan udara selama 78 hari. Kosovo kemudian berada di bawah perlindungan PBB dan NATO. Usaha kemerdekaan Kosovo kali ini mendapat dukungan hampir sepertiga negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat. Sedangkan negara yang menolaknya adalah Serbia dan Rusia. Serbia sangat marah terhadap Amerika yang mengakui kemerdekaan Kosovo sampai-sampai memanggil pulang duta besarnya yang bertugas di Amerika.
Nasyid From Albania "Assalamu alayka Ya Rasulullah"(Selma Bekteshi)
Demografi
Menurut Survei Kantor Statistik Kosovo pada tahun 2005, jumlah penduduk Kosovo diperkirakan antara 1,9 hingga 2,2 juta dengan komposisi suku sebagai berikut: 92% bangsa Albania, 4% bangsa Serbia, 2% suku Bosnia dan Gorani, 1% bangsa Turki, 1%  orang Rom.
Kosovo telah didominasi oleh bangsa Albania sejak abad ke-19, namun demografi kuno Kosovo tidak diketahui secara pasti. Selain di negara Albania, bangsa Albania tersebar secara tidak merata di daerah Balkan dan tidak mencakup seluruh wilayah Kosovo. Sebagai contoh, daerah utara Kosovo didominasi oleh bangsa Serbia, sementara terdapat lebih banyak bangsa Albania yang berada di luar wilayah Kosovo dan Albania, seperti di daerah barat laut Makedonia dan Lembah Preševo di selatan Serbia.
Lanskap Kosovo The Young State In Europa
Dengan pertumbuhan penduduk yang mencapai 1.3% per tahun, bangsa Albania Kosovo memiliki perkembangan penduduk yang paling pesat di seluruh benua Eropa. Penduduk Kosovo telah berkembang 460% kali lipat dari tahun 1921 hingga 2003, dan bangsa Albania sendiri membentuk 80% jumlah penduduk pada tahun 1991, jauh dari 60% yang dicapai pada tahun 1931. Hal ini juga dipengaruhi oleh migrasi bangsa Serbia dari daerah Kosovo karena adanya operasi pembersihan etnis pada masa Perang Kosovo. 

Nasyid From Kosovo : Ya Allah
Agama
Di bidang kepercayaan, Konstitusi Kosovo menetapkan Kosovo sebagai  negara sekuler yang tidak memihak pada agama apapun dan juga menjamin kebebasan beragama. Menurut penelitian tahun 2013 dan 2014, Kosovo menempati peringkat pertama di Balkan dan kesembilan di seluruh dunia sebagai negara yang "bebas dan setara" terhadap agama dan ateisme. Sensus 2011 menyatakan bahwa 95.6% dari penduduk Kosovo beragama Islam (tanpa menspesifikasi sekte Bektashisme atau Sufisme) dan minoritas 3.69% yang mengikuti Kekristenan (mayoritas Kristen Ortodoks pada penduduk Serbia dan Kristen Katolik pada penduduk Albania). 
Bahasa
Menurut Konstitusi Kosovo bahasa Albania dan bahasa Serbia merupakan bahasa resmi dari negeri tersebut. Sekitar 90% dari populasi berbicara dalam bahasa Albania sebagai bahasa ibu, diikuti dengan bahasa Slavia Selatan dan bahasa Turki.

2. ALBANIA
 Albania adalah sebuah negara yang terletak di Eropa bagian tenggara. Albania berbatasan dengan Montenegro di sebelah utara, Kosovo di timur laut, Republik Makedonia di timur, dan Yunani di selatan. Laut Adriatik terletak di sebelah barat Albania, sedangkan Laut Ionia di barat daya. Albania di dalam bahasanya dipanggil Shqipëria, yang berarti Tanah Air Burung Elang. Orang Albania mengaitkan definisi ini sebagai julukan dari kaum mereka secara keseluruhan, dan julukan ini juga dikaitkan sebagai pengartian dari gambar burung elang berkepala dua di bendera dan emblem Albania (burung elang berkepala dua ini sebenarnya adalah lambang dari Kekaisaran Bizantium yang pernah menguasai daerah Balkan dan Anatolia, yang secara bergiliran diambil dari peradaban-peradaban pra-Romawi di Anatolia. Lambang ini juga dapat ditemukan di emblem negara-negara lain, seperti Rusia. Nama "Albania" pula mungkin berasal dari perkataan Indo-Eropa albh (putih). 

Lanskap Albania
Demografi
Menurut sensus penduduk tahun 2011, jumlah populasi Albania adalah 2.821.977 orang dengan rata-rata tingkat kesuburan rendah, yaitu 1,49 anak per wanita, sementara perkiraan jumlah penduduk tahun 2014 melaporkan peningkatan menjadi 3.020.209. Sebagai negara bekas komunis yang masih dalam fase transisi dari menggunakan ekonomi terencana menuju ekonomi campuran, banyak penduduk Albania yang beremigrasi ke negara-negara kapitalis lain setelah jatuhnya komunisme tahun 1990-an, terutama negara-negara Eropa Barat, untuk mencari penghasilan lebih besar dan kehidupan yang lebih baik. Hal ini sangat menonjol di antara tahun 1991 dan 2004, pada masa di mana Albania terjebak dalam krisis politik, ekonomi, dan infrastruktur; sekitar 900.000 penduduk Albania beremigrasi, dua pertiga dari mereka menuju negara tetangga di selatan, Yunani. Hal ini disebabkan karena penerapan sistem komunisme Enver Hoxha tahun 1946-1985 yang ekstrem bahkan dibanding dengan sesama negara-negara komunis lain; pemerintah melarang penduduk untuk beremigrasi, dan imigrasipun sangat dikontrol ketat.

Albania E-School (Digital) Support By UNDP
Albania merupakan salah satu negara yang paling homogen di daerah Balkan, dengan lebih dari 97% populasi mengidentifikasi diri mereka sebagai bagian dari bangsa Albania. Walau begitu, etnis minoritas yang menetap di Albania, seperti bangsa Yunani, Makedonia, Montenegro, Rom, dan Aromania, mengkritik pemerintah yang dituduh mengurangi penghitungan jumlah minoritas sebenarnya yang kabarnya lebih banyak dibanding yang diakui. Albania sendiri mengakui etnis Yunani, Makedonia, dan Montenegro, sebagai etnis nasional, sementara etnis Aromania dan Rom diakui sebagai etnis budaya. Etnis minoritas lain seperti bangsa Bulgaria, Gorani, Serbia, Mesir Balkan, Bosnia, dan Yahudi, juga menetap namun tidak diakui di Albania. Etnis Makedonia terutama menduga bahwa pemerintah Albania agaknya mendiskriminasi bangsa mereka - tidak seperti bangsa Yunani, etnis Makedonia tidak memiliki perwakilan di parlemen Albania. Beberapa pihak mengatakan adanya ketidaksetujuan antara warga negara Albania berbahasa Slavik mengenai keanggotaannya dari bangsa Makedonia dan jumlah yang signifikan dari penutur bahasa Slavik itu ialah Torbesh dan identitas diri sebagai orang Albania. Perkiraan luar mengenai penduduk etnis Makedonia di Albania termasuk 10.000 , sedangkan sumber-sumber Makedonia menyatakan bahwa ada 120.000 - 350.000 jiwa etnis Makedonia di Albania.
Sensus tahun 2011 melaporkan susunan etnis populasi Albania sebagai berikut: 2.312.356 orang Albania (82,6% dari total penduduk), 24.243 orang Yunani (0,9%), 5.512 orang Makedonia (0,2%), 366 orang Montenegro (0,01%), 8.266 orang Aromania (0,3%), 8.301 orang Rom (0,3%), 3.368 orang Mesir Balkan (0,1%), 2.644 orang dari etnis lain-lain (0,1%), 390.938 tidak benyatakan afliasi etnis (14%), dan 44.144 tidak menganggap afliasi penting (1,6%). 
Nasyid Albania : Marhaban Ya Ramadhan
Bahasa
Bahasa yang resmi adalah bahasa Albania, dan sekitar 98.7% penduduknya berbahasa Albania. Bahasa Albania dibagi menjadi dua dialek: Gheg yang dipakai di daerah utara (serta negara-negara tetangga seperti Montenegro, Serbia, dan Kosovo), dan Tosk yang dipakai di daerah selatan. Kedua dialek dipisahkan oleh sungai Shkumbin di tengah Albania. Selama ratusan tahun, dialek Gheg dipakai sebagai lingua franca di Albania dan komunitas Albania di negara lain, namun pemerintahan komunisme dibawah pimpinan Enver Hoxha (yang berasal dari Gjirokaster di Albania selatan) menetapkan dialek Tosk sebagai bahasa standar, status yang masih digunakan hingga sekarang. Selain bahasa Albania, bahasa Yunani juga digunakan oleh komunitas kecil Yunani yang menetap di dekat perbatasan dengan Yunani. Bahasa lain yang digunakan antara lain bahasa Makedonia, Rom, Serbia, dll. 

Nasyid From Albania Allah By Spend Limani & Selma Bekteshi
Agama
Albania adalah satu-satunya negara di Eropa (mengecualikan Turki yang adalah negara lintas benua) yang mayoritas penduduknya beragama Islam (Bosnia dan Herzegovina memiliki pluralitas Islam, sementara kemerdekaan Kosovo masih diperdebatkan). Menurut sensus tahun 2011, 58.79% dari jumlah penduduk beragama Islam Sunni, sementara 2% lainnya mengikuti Bektashisme, salah satu Tarekat dari Sufisme. 17.06% penduduk beragama Kristen, menjadikannya agama terbesar kedua di Albania, sementara sisa penduduk mengikuti agama lain atau tidak beragama. Sebelum Perang Dunia II, 70% dari jumlah populasi beragama Islam, 20% Kristen Ortodoks, dan 10% Kristen Katolik. Persebaran Islam di Albania (dan di daerah Balkan secara keseluruhan) disebabkan oleh pemerintahan Kesultanan Usmaniyah dari abad ke 15 hingga 20 yang menguasai daerah Balkan hingga bangkitnya nasionalisme daerah Balkan setelah kemerdakaan Yunani; sebelumnya, mayoritas penduduk Albania beragama Kristen Ortodoks.

3. BOSNIA HERZEGOVINA
Bosnia dan Herzegovina, juga dikenal sebagai Republik Bosnia dan Herzegovina, adalah sebuah negara di semenanjung Balkan di selatan Eropa seluas 51.129 km² (19.741 mil2) dengan jumlah sekitar empat juta penduduk. Negara Bosnia dikenal dalam bahasa resminya sebagai Bosna i Hercegovina dalam huruf Latin dan Босна и Херцеговина dalam huruf Sirilik; namun biasanya, dipendekkan menjadi Bosnia, BiH atau БиХ.
Negara ini didiami oleh tiga kelompok etnik yang utama: Bosnia, Serbia dan Kroasia. Warga Bosnia secara umum dikenali sebagai Bosnians dalam bahasa Inggris tanpa memandang bangsa mereka. Pemerintahan negara ini dilakukan secara terpencar, dan negara Bosnia sebenarnya terdiri dari persekutuan dua buah wilayah yang utama, yaitu, Federasi Bosnia dan Herzegovina dan Republika Srpska.
Dibatasi oleh Kroasia di utara, barat, dan selatan, Serbia di timur, dan Montenegro di selatan, Bosnia dan Herzegovina adalah sebuah negara yang dikelilingi oleh daratan kecuali pesisir pantai Laut Adriatik yang sepanjang 20 km yang berpusat di kota Neum. Pedalaman negara ini penuh dengan pegunungan, dan juga sungai yang kebanyakan tidak bisa ditempuh. Ibu kota yang sekaligus kota terbesar ialah Sarajevo. 
Landskap Bosnia Harzegovina
Demografi 
Kelompok etnis
Di dalam Bosnia dan Herzegovina, terdapat tiga kelompok etnis yang dikenal dengan nama "bangsa penyusun": Bosnia, Kroasia dan Serbia. Bangsa penyusun ini membentuk mayoritas pada ketiga daerah administratif yang memang dibentuk pada Perjanjian Dayton untuk masing-masing kelompok etnis: bangsa Bosnia dan Kroasia menduduki Federasi Bosnia dan Herzegovina, bangsa Serbia menduduki Republika Srpska, dan Distrik Brčko dibagi rata untuk kedua entitas politik. Walau begitu, bukan berarti tiap kelompok etnis menduduki daerah yang ditetapkan secara eksklusif; sebagai contoh, beberapa kelompok bangsa Bosnia yang terusir dari rumah mereka di Republika Srpska semasa Perang Bosnia telah kembali lagi setelah perang berakhir.
Menurut sensus Yugoslavia tahun 1991, negara bagian Bosnia dan Herzegovina memiliki 4.377.000 penduduk. Perang Yugoslavia pada tahun 1990-an menyebabkan perubahan demografi besar; UNHCR melaporkan penurunan populasi menjadi 3.920.000 orang pada tahun 1996. Sensus penduduk tidak dilakukan dari tahun 1991 hingga 2013 karena perdebatan politik yang menyusul pembentukan negara Bosnia dan Herzegovina; sensus Oktober 2013 melaporkan populasi sejumlah 3.791.622 orang dalam 1,16 juta rumah tangga, sebuah penurunan dari sensus resmi Yugoslavia tahun 1991 maupun sensus tidak resmi UNHCR tahun 1996.
Menurut data tahun 2000 yang dikutip oleh Central Intelligence Agency, bangsa Bosnia, Serbia, dan Kroasia, masing-masing membentuk 48%, 37.1%, dan 14.3% dari jumlah populasi, dengan 0.6% sisanya dari bangsa-bangsa lain. 
Shalawat Bosnia Herzegovina
Agama
Bosnia merupakan salah satu negara paling multi-religius di daerah Balkan karena tak ada agama yang membentuk mayoritas mutlak. Dikenal sebagai tempat di mana "Timur bertemu Barat", disinilah tempat di mana Kekaisaran Romawi Kuno pecah menjadi Kekaisaran Romawi Barat yang menganut Kristen Katolik dan Kekaisaran Romawi Timur (atau Bizantin) yang menganut Kristen Ortodoks. Perbedaan kepercayaan ini ditambah dengan kedatangan bangsa Turki Utsmaniyah pada abad ke-15 yang membawa Islam. Ibukota Bosnia sendiri, Sarajevo, dikenal sebagai " Yerusalem Eropa" karena, sampai abad ke-20, merupakan satu-satunya tempat di Eropa di mana terdapat Gereja, Masjid, dan Sinagoga yang berdiri berdampingan.
Identifikasi keagamaan di Bosnia dan Herzegovina relatif penting karena masih hangatnya keadaan politik antar-suku. Sejak kemerdakaan Balkan dari Kesultanan Utsmaniyah, tiap suku sangat erat dihubungkan dengan agama; pada zaman Federasi Yugoslavia, seseorang yang mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari bangsa Bosnia otomatis akan didaftarkan sebagai "Muslim" bahkan jika orang tersebut tidak menganut agama Islam. Dalam Yugoslavia, tiap suku diidentifikasikan sebagai berikut: bangsa Serbia, Montenegro, dan Makedonia, menganut Kristen Ortodoks; bangsa Kroasia dan Slovenia menganut Kristen Katolik; dan bangsa Bosnia dan Albania menganut Islam. Hal ini dibawa pada perpecahan Yugoslavia; faktanya, Perang Yugoslavia selain disebabkan oleh konflik antar-etnik juga didorong oleh konflik antar-agama berkepanjangan.
Badan Pusat Statistik Bosnia memperkirakan afiliasi agama sebagai berikut: 45% Muslim (sebagian besar bangsa Bosnia), 36% Kristen Ortodoks (sebagian besar bangsa Serbia), dan 15% Kristen Katolik (sebagian besar bangsa Kroasia), dengan 1% sisanya menganut Kristen Protestan serta 3% lain-lain (ateis, Yahudi, dll.). 
Islamic Song Music From Sarajevo, Bosnia Herzegovina (1)
Islamic Song Music From Sarajevo, Bosnia Herzegovina (2)
Islamic Song Music From Sarajevo, Bosnia Herzegovina(3)
Bahasa
Konstitusi Bosnia tidak menetapkan bahasa resmi untuk Bosnia dan Herzegovina. Walau begitu, ditulisnya Perjanjian Dayton dalam bahasa Bosnia, Kroasia dan Serbia (serta bahasa Inggris) menetapkan ketiga bahasa sebagai bahasa resmi de facto dalam tingkat negara. Pada tahun 2000, Mahkamah Konstitusi menetapkan bahwa ketiga bahasa memiliki derajat sama dan ditetapkan sebagai bahasa resmi untuk Federasi Bosnia dan Herzegovina dan Republika Srpska. Ketiga bahasa memiliki kepahaman antar bahasa tinggi karena sebelum Perang Yugoslavia, ketiganya dikenal sebagai satu bahasa, yaitu bahasa Serbo-Kroasia yang ditulis dengan Sirilik. Panasnya politik daerah Balkan tahun 1990-an menyebabkan tiap kelompok etnis membentuk dialek berbeda, serta pergantian penulisan menggunakan Alfabet Latin untuk bahasa Bosnia dan Kroasia. Hingga saat ini, penggunaan dialek bahasa Serbo-Kroasia berbeda menjadi penunjuk identitas bangsa etnis masing-masing.  

Sumber Referensi : Wikipedia Indonesia

Jumat, 16 Februari 2018

SUMBER ENERGI ALTERNATIF

     
   Energi alternatif adalah energi pengganti dari enerrgi utama (bahan bakar fosil) yang selama ini digunakan manusia, yaitu BBM, gas bumi dan batubara. Energi alternatif diperlukan untuk menggantikan energi utama apabila sumber energi utama habis. Sumber energi alternatif dapat diperbaharui sehingga tidak akan pernah habis. Beberapa sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan adalah sinar matahari, air, angin, panas bumi, nuklirr dan biomassa.
   Manusia selama ini memanfaatkan energi utama yang bersumber dari bahan bakar minyak (BBM), gas bumi, dan batubara untuk memenuhi kebutuhannya. BBM, gas bumi, dan batubara merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbarui sehingga suatu saat sumber energi ini akan habis. Penghematan pemakaian BBM, gas bumi dan batubara adalah salah satu usaha untuk menghindari cepat habisnya ketiga sumber energi utama ini. Selain itu, terdapat energi alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk menghemat, bahkan mungkin menggantikan sumber energi utama.

  1. Energi Sinar Matahari   Energi sinar matahari, atau disebut juga energi surya, biasanya disimpan dalam bentuk energi listrik atau energi kalor. Alat yang dapat mengubah energi sinar matahari menjadi energi listrik disebut sel surya. Adapun alat yang dapat mengubah energi sinar matahari  menjadi energi kalor disebut panel surya. Indonesia yang merupakan negara tropis dan berada di khatulistiwa memiliki potensi sangat besar untuk mengembangkan energi sinar matahari sebagai energi alternatif yang dapat menggantikan energi utama, karena wilayah Indonesia menerima sinar matahari sepanjang tahun. Energi sinar matahari sangat berlimpah dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, dari yang sederhana seperti memanaskan air, menggerakkan mobil (mobil bertenaga surya), hingga yang berkaasitas besar seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Akan tetapi, harga sel surya dan panel surya masih tergolong mahal sehingga pemanfaatan energi ini belum dapat dilakukan secara optimal dan masih digunakan dalam skala kecil seperti untuk barang-barang elektronik dan pembangkit listrik di daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh jaringan listrik.
  2. Energi Air.   Energi air memanfaatkan air yang bergerak, misalnya air terjun untuk menghasilkan listrik. Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) memanfaatkan energi potensial dan kinetik air terjun untuk diubah menjadi energi listrik. Karena pengaruh gravitasi, maka semakin tinggi air terjun, semakin besar pula energi kinetiknya. Jika ketinggian air belum mencukupi, maka air tersebut dibendung dulu di waduk. Pembendungan akan menyebabkan permukaan air menjadi lebih tinggi dari semula, sehingga pada saat dialirkan air akan memiliki energi kinetik yang besar. Pada PLTA, air dialirkan melalui turbin dan energi air yang besar ini memutar turbin yang kemudian akan menggerakan generator listrik. Selain air terjun, pasang surut air laut juga dapat dimanfaatkan sebagai energi. Saat terjadi pasang, permukaan laut bertambah tinggi. Jika di tepi pantai dibuat bendungan, maka air pada saat pasang dialirkan ke bendungan sehingga terisi penuh dan sejajar dengan permukaan laut. Setelah itu bendungan ditutup. Saat air laut surut, permukaan air di bendungan lebih tinggi dari permukaan air laut. Air laut dibendungan dapat dialirkan kembali ke laut saat surut. Jika aliran air ke laut melewati turbin, maka turbin akan berputar dan menggerakkan generator listrik sehingga dapat dihasilkan energi listrik.
  3. Energi Angin.  Angin muncul karena adanya perbedaan tekanan udara. Angin berembus dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Energi angin berasal dari embusan angin yang digunakan untuk memutar kincir angin. Kincir angin tersebut selanjutnya akan memutar turbin pembangkit listrik, memompa air atau menggiling gandum. Salah satu negara yang banyak memanfaatkan energi angin adalah Belanda. Karena itu, Belanda terkenal dengan sebutan Negeri Kincir Angin.
  4. Energi Panas Bumi.  Energi panas bumi (energi geotermal) berasal dari panas batuan di bawah permukaan bumi. Batuan ini menjadi panas karena terpanggang magma yang berada jauh dibawahnya. Cara pemanfaatan energi panas bumi adalah dengan memasang dua buah pipa pada batuan tersebut dengan ujung bawah kedua pipa saling dihubungkan. Salah satu pipa dialiri air. Ketika sampai di bawah, air akan berubah menjadi uap karena mengalami pemanasan. Uap air ini akan mengalir melalui pipa yang lain ke permukaan dan dapat digunakan untuk memutar turbin pembangkit listrik.
  5. Energi Nuklir. Energi nuklir berasal dari reaksi nuklir, yaitu reaksi yang mengakibatkan terjadinya perubahan pada inti atom. Perubahan tersebut bisa berupa pemisahan atau pembelahan inti atom pada atom-atom yang berinti berat, seperti uranium dan plutonium (reaksi fusi) atau penggabungan inti-inti atom ringan menjadi inti atom yang lebih berat (reaksi fusi), Pada reaksi nuklir ini, dilepaskan sejumlah energi. Energi nuklir ini dapat dikendalikan dan dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
  6. Energi Biomassa.  Energi biomassa berasal dari sisa-sisa atau limbah mahluk hidup, seperti tumbuhan, misalnya sisa panenan dan sayuran yang membusuk, atau kotoran hewan ternak. Limbah tersebut dapat diproses melalui pembakaran maupun secara kimia melalui penguraian anaerobik (tanpa oksigen) oleh bakteri yang dapat menghasilkan gas metana (CH4). Gas metana ini disebut juga biogas yang bersifat mudah terbakar. Biogas dapat dimanfaatkan untuk keperluan memasak sebagaimana halnya elpiji, menjalankan traktor, hingga menggerakkan turbin pembangkit listrik. Biogas cocok dikembangkan di wilayah-wilayah yang memiliki biomassa berlimpah, seperti daerah perkebunan dan peternakan. Biogas juga dapat memberikan solusi terhadap masalah penyediaan energi dengan murah dan tidak mencemari lingkungan.
  7. Biodiesel dan Bioetanol.  Biodiesel dan Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif pencampur atau pengganti solar dan bensin yang berasl dari bahan nabati. Biodiesel diproses dari minyak hasil ekstraksi biji tanaman seperti jarak pagar (Jatropha curcas), Kelapa sawit (Elaeis guineensis), malapari (Pongamia pinnata) dan nyamplung (Calophyllum inophyllum). Adapun bioetanol diproses dari tanaman bergula atau berpati seperti tebu (Saccharum officinarum),  nira (Arenga pinnata), singkong (Manihot esculenta), dan ganyong (Canna edulis). Penggunaan Biodiesel dan Bioetanol sebagai bahan bakar alternatif sangat mungkin dilakukan di Indonesia karena sumber daya hayati di Indonesia sangat banyak. Selain itu, penggunaan biodiesel dan bioetanol juga akan memajukan sektor agrobisnis. Biodiesel dan bioetanol memiliki keunggulan dibandingkan solar dan bensin, yaitu mengandung oksigen yang membuat pembakaran lebih sempurna dan lebih ramah lingkungan.

Sumber Referensi : Ensiklopedi Umum Untuk Pelajar

Rabu, 31 Januari 2018

GERHANA BULAN TOTAL 31 JANUARI 2018

Supermoon (Blood Moon Lunar Eclipse)
   Malam ini, Rabu 31 Januari 2018, sebuah peristiwa gerhana Bulan total bakal teramati di langit seluruh penjuru Indonesia. Indonesia menjadi salah satu lokasi terbaik untuk mengamati peristiwa yang satu ini. Mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote, semua masyarakat Indonesia berkesempatan untuk melihat peristiwa langka yang terjadi pada satu-satunya satelit alami milik Bumi kita ini.
    Sekadar untuk mengingat kembali, gerhana Bulan total terjadi saat keseluruhan wajah Bulan tertutup oleh bayangan Bumi. Itu terjadi bila Bumi berada di antara Matahari dan Bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar Matahari tidak dapat mencapai Bulan karena terhalangi oleh Bumi. Dengan kata lain, gerhana Bulan total terjadi saat fase Bulan purnama. Tetapi, tidak setiap Bulan purnama akan terjadi gerhana Bulan total. Hal ini disebabkan karena orbit Bulan miring 5 derajat saat mengelilingi Matahari.
Terjadinya Gerhana Bulan
      Pada 31 Januari 2018 malam ini, bidang orbit Bulan berpotongan langsung dengan ekliptika Bumi, membuatnya akan masuk bayangan umbra Bumi sehingga Bulan akan tergerhanai dalam peristiwa gerhana Bulan total. Menariknya, gerhana Bulan total 31 Januari 2018 ini memiliki banyak keistimewaan.

Terjadi Saat Supermoon

Posisi Bulan pada saat gerhana Bulan total 31 Januari 2018 akan bertepatan pada momen ia mencapai titik perigee, atau jarak terdekat dengan Bumi. Hal ini jelas akan membuat Bulan tampak lebih besar dan lebih terang di langit malam. Para astronom menyebutnya sebagai Bulan purnama perigee, namun tampaknya kini lebih akrab disebut sebagai Supermoon. Ya, gerhana Bulan total 31 Januari 2018 ini akan bertepatan dengan peristiwa Supermoon!
     Supermoon 31 Januari 2018 akan membawa Bulan berada pada jarak sekitar 360.000 kilometer jauhnya dari Bumi. Hal itu akan membuat Bulan tampak dengan diameter sudut sebesar 33'09", cukup besar bila dibandingkan Bulan purnama yang terjadi pada biasanya. Supermoon sendiri bisa terjadi karena jalur orbit Bulan saat mengelilingi Bumi tak melingkar sempurna, melainkan lonjong. Itu artinya, Bulan bisa saja berada ada jarak terdekat dan terjauh dengan Bumi. Bila itik terdekat Bulan dengan Bumi disebut perigee, maka titik terjauhnya disebut apogee.

Terjadi Saat "Blue Moon"

  Bulan tidak akan tampak berwarna biru. Blue Moon atau Bulan Biru hanyalah istilah untuk menyebut Bulan purnama kedua yang terjadi pada satu bulan kalender masehi. Pada Januari 2018 ini, fase Bulan purnama akan terjadi dua kali, yang pertama tanggal 2 Januari, dan yang kedua pada 31 Januari. Bulan purnama kedua tersebut bertepatan dengan peristiwa gerhana Bulan total! Secara astronomis, Bulan Biru terjadi pada pukul 20:27 WIB, saat puncak gerhana Bulan total terjadi.

Bulan Biru yang Semerah Darah

    Bukannya berwarna biru, pada puncak gerhana Bulan total terjadi justru ia akan muncul dalam rona kemerahan, yang kadang disebut semerah darah. Tapi, tahukah Anda mengapa gerhana Bulan total justru membuat Bulan tampak merah? Bukankah seharusnya gelap karena cahaya Matahari yang menyinarinya terhalang oleh Bumi kita? Bumi memang menghalangi Bulan dari Matahari, tapi walaupun cahaya Matahari yang seharusnya menyiari Bulan telah tertutup oleh Bumi saat puncak gerhana total terjadi, ternyata atmosfer Bumi lah yang berperan dalam membiaskan cahaya merah dari Matahari, sehingga Bulan tidak tampak gelap total, melainkan merah.
Blue Moon
     Jika Bumi tidak memiliki atmosfer, maka saat Bulan berada sepenuhnya di dalam bayangan Bumi saat gerhana total terjadi, Bulan akan tampak gelap dan bahkan mungkin tak terlihat. Namun berkat atmosfer Bumi, kenampakan Bulan pun akan jauh lebih indah. Atmosfer Bumi sendiri meluas sekitar 80 kilometer di atas permukaan Bumi. Selama gerhana Bulan total, saat Bulan masuk dalam bayangan umbra Bumi, ada lingkaran yang melingkar di sekitar Bumi bila kita melihatnya dari permukaan Bulan, yang tidak lain merupakan cincin atmosfer kita. Sinar Matahari terdiri dari berbagai frekuensi. Saat sinar Matahari menerobos atmosfer kita, cahaya berfrekuensi tinggi seperti hijau, biru, dan ungu lebih mudah dihamburkan molekul atmosfer Bumi dibandingkan cahaya berfrekuensi rendah seperti cahaya kuning, oranye dan merah. Penghamburan cahaya berfrekuensi tinggi ini menyebabkan langit berwarna biru di kala siang.     Dengan begitu, cahaya kuning, oranye, dan merah akan dengan mudah melewati atmosfer dengan jalur yang lurus dan hampir tidak akan memantul jika berinteraksi dengan molekul gas di atmosfer. Pembiasan atmosfer akan mengubah arah cahaya tersebut ke arah umbra Bumi, atau bayangan gelap Bumi.   Jika ada objek langit di umbra, seperti Bulan saat gerhana total misalnya, maka cahaya yang terbiaskan akan menyinari Bulan dan dipantulkan menuju sisi malam Bumi (lokasi pengamatan kita). Ketika kita mengamatinya, kita akan melihat warna merah pada Bulan.   Apa yang lebih istimewa selain peristiwa gerhana Bulan total yang bertepatan dengan Supermoon dan Blue Moon sekaligus? Sayangnya, Super-Red-Blue-Moon ini terjadi saat musim hujan sedang berlangsung di Indonesia. Dengan begitu, pengamatan peristiwa langka ini terancam terhalang awan atau bahkan lokasi pengamatan Anda sedang diguyur hujan. 

Proses Terjadinya Gerhana Bulan  
 Proses Terjadinya Gerhana Bulan .Gerhana Bulan total 31 Januari 2018 cukup menarik karena terjadi berbarengan dengan peristiwa lunar perigee, atau jarak terdekat Bulan dengan Bumi kita. Hal ini akan berdampak pada sedikit lebih besarnya ukuran diameter sudut Bulan saat gerhana nanti.Di Indonesia, gerhana Bulan total ini bisa diamati dari awal hingga akhir. Negara kita menjadi salah satu wilayah terbaik untuk mengamatinya karena berada di sisi malam Bumi saat gerhana ini terjadi.
Peta Garis Lintasan Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018
    Gerhana terjadi saat Bulan baru terbit di Indonesia, yang diawali dengan masuknya Bulan ke bayangan penumbra (bayangan terang) Bumi pada pukul 17.51 WIB (18.51 WITA, 19.51 WIT). Arahkan pandangan Anda ke langit timur, dan temukan sisi bawah Bulan yang mulai tampak gelap sedikit di fase awal ini.     Namun, karena Bulan nantinya belum terbit dan langit juga masih terang karena Matahari belum terbenam untuk wilayah Indonesia Barat, maka baru wilayah Indonesia Tengah dan Indonesia Timur saja yang bisa melihat proses gerhana Bulan penumbra ini.    Selanjutnya, Bulan akan terus bergerak semu melintasi bayangan Bumi. Hingga pada pukul 18.48 WIB (19.48 WITA, 20.48 WIT), kontak pertama Bulan dengan bayangan umbra (bayangan gelap) Bulan akan terjadi. Pada fase kedua ini, Bulan akan tampak "tergigit".   Bulan juga sudah terbit untuk wilayah Indonesia Barat saat memasuki fase kedua ini, sehingga kini seluruh Indonesia sudah bisa menyaksikannya bersama-sama."Gigitan" pada wajah Bulan akibat terhalang bayangan Bumi ini akan membesar. Posisi Bulan juga akan meninggi dari cakrawala timur daerah Anda. Anda akan melihat Bulan purnama yang tidak biasanya hingga pukul 19.51 WIB (20.51 WITA, 21.51 WIT).      Pada saat itu, Bulan yang tadinya gelap akan berubah warna menjadi merah. Ya, fase awal totalitas gerhana Bulan telah terjadi. Bulan tampak merah karena cahaya berfrekuensi rendah dari Matahari dibiaskan oleh atmosfer Bumi ke bagian tengah bayangan umbranya. Karena Bulan berada di tengah umbra saat puncak gerhana total, maka merahlah wajah Bulan. Fase totalitas gerhana Bulan total 31 Januari 2018 ini akan berlangsung selama 1 jam 16 menit. Dengan puncak totalitas akan terjadi pada pukul 20.29 WIB (21.29 WITA, 22.29 WIT). Puncak totalitas itulah fase terbaik bila Anda ingin memotretnya karena Bulan sedang merah-merahnya. 
Fase dan Tahapan Gerhana Bulan Total 31 Januari 2018
Warna merah Bulan bisa berbeda-beda di berbagai wilayah. Hal ini tergantung seberapa bersih kondisi atmosfer di wilayah pengamatan. Bila atmosfer kotor atau berdebu akibat letusan gunung berapi, warna merah Bulan bisa lebih pekat dibanding warna merah Bulan di lokasi dengan kondisi atmosfer yang bagus dan cuaca cerah.Merahnya wajah Bulan ini akan terus bertahan hingga pukul 21.07 WIB (22.07 WITA, 23.07 WIT), di mana pada saat itu fase totalitas gerhana akan berakhir.      Fase totalitas yang berlangsung cukup lama ini disebabkan karena bayangan Bumi yang besar. Berbeda dengan peristiwa gerhana Matahari total, yang mana Bulan lah yang bertindak dalam menghalangi wajah Matahari, sehingga paling lama berlangsung hanya 7 menit saja akibat Bulan yang diameternya kecil.    Saat fase totalitas berakhir, kita bisa melihat bagian bawah Bulan yang akan terang lagi berwarna putih keabu-abuan.Sampai di sini, gerhana Bulan masih belum berakhir. Kita masih akan melihat gerhana Bulan parsial/sebagian yang akan berlangsung hingga pukul 22.11 WIB (23.11 WITA, 00.11 WIT [1 Februari 2018]).     Di fase ini, kita akan melihat "gigitan" pada wajah Bulan yang tadinya besar lama kelamaan akan mengecil seiring keluarnya Bulan dari bayangan umbra Bumi.Akhirnya, gerhana pun hanya tinggal gerhana Bulan penumbra, fase di mana Bulan masih berada di bayangan penumbra Bumi. Bulan akan benar-benar keluar dari bayangan penumbra Bumi pada pukul 23.08 WIB (00.08 WITA, 01.08 WIT 1 Februari 2018).     Pada waktu itu, Bulan akan kembali seperti sedia kala, dan kita bersiap untuk istirahat setelah lebih dari tiga jam menikmati gerhana.Nah, itulah dia bagaimana proses terjadinya gerhana Bulan total 31 Januari 2018. Seluruh fase gerhana ini bisa kita amati selama cuaca cerah. Bisa pula diamati baik dengan menggunakan teleskop maupun dengan mata telanjang saja. UNDUH: Sebagai panduan pengamatan dua gerhana Bulan total yang terjadi pada 31 Januari dan 28 Juli 2018, silakan unduh buku elektronik panduan gratisnya disini DOWNLOAD

Sumber Referensi : Info Astronomi.Org