"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Jumat, 10 Januari 2014

PENDAKI TEWAS DI GUNUNG GEDE-PANGRANGO

 
Siluet Gunung Gede-Pangrango
    Sindonews.com - Shizuko Rizmadani bin Ananto Haryono (15), siswi SMAN 6 Bekasi, meninggal dunia setelah mengalami kedinginan atau hipotermia di atas gunung yang baru dijejakinya pertama kali.
  Ia bersama ke-26 teman-temannya memang sengaja datang ke Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat (Jabar) untuk sekedar liburan. Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, selain kedinginan Shizuko meninggal lantaran penyakit diabetes yang diidapnya.
  Warga Jalan Listar 35 a RT1/13, Desa Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Bekasi, itu dikatakan Kepala Seksi Perlindungan, Pengawetan, dan Perpetaan (P3) Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Ardi Andono, melakukan pendakian Selasa (24/12) sekira pukul 21.00 Wib.
"Diduga, korban mengalami sakit deabetes dan kedinginan," ungkapnya.
   Ia tewas saat tiba di Pos Kandang Batu Gunung Gede Pangrango di ketinggian 2.600 meter dari permukaan laut (MdPL). Saat itu, Shizuko bersama teman-temannya memang memutuskan untuk beristirahat.
Kawah Gunung Gede dengan Latar Belakang Gunung Pangrango
“Saat tim kami datang ke lokasi kondisi korban sudah meninggal dunia. Kemungkinan akibat tidak kuat menahan cuaca yang dingin,” lanjut Ardi Andono.
Kata dia, rombongan korban bersama rekanya berangkat dari Pos pintu masuk Cibodas pada Minggu (22/12) lalu. Sejumlah alumni SMAN 6 Bekasi, turut ikut bersama rombongan korban selaku pendamping.
“Mereka berjumlah 27 orang terdiri dari sembilan wanita dan 18 pria. Korban kemungkinan mengalami kedinginan yang hebat, hingga korban diduga mengalami hipotermia,” ujarnya.
   Proses evakuasi dilakukan setelah adanya laporan dari beberapa rekan korban yang turun memberitahukan kepada petugas Jagawana. Tim evakuasi yang berangkat selepas Maghrib baru tiba di lokasi kejadian sekira pukul 21.00 Wib.

Pendaki Remaja Meninggal di Gunung Gede, Ini Imbauan Bagi Pemula
Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Shizuko Rizmadhani (15) meninggal dunia dalam pendakian di Gunung Gede. Siswi SMA 6 Bekasi ini mengalami hipotermia. Dia meninggal pada Selasa (24/12) malam. Perlengkapan yang kurang dan ketidaksiapan fisik menjadi kendala.
"Agar memakai pakaian dan perlengkapan pendakian yang memadai, personal use, peralatan dan obat-obatan pribadi. Punya pengetahuan yang cukup tentang pendakian, bisa dibuktikan dengan KTA pecinta alam, dan lainnya," saran Kepala Polisi Hutan TNGP Ida Rohaida kepada pendaki pemula saat berbincang dengan detikcom, Jumat (27/12/2013).
Para pendaki sebenarnya bisa meminta bantuan dari relawan, polisi hutan atau ranger, yang biasa berada di Gunung Gede untuk menemani pendakian.
"Dalam tim pendaki harus ada P3K dan pengetahuan yang cukup untuk penanggulangan keadaan darurat pendakian. Membawa alat komunikasi bisa HP atau HT," imbuh pria yang belasan tahun menjadi polisi hutan ini.

Berikut kronologi meninggalnya Shizuko dari data polisi hutan TNGP:

1. Korban adalah siswa kelas X SMAN 6 Kota Bekasi yang melakukan pendakian pada 22–23 Desember 2013, terdaftar sebagai salah satu pendaki yang telah mendapat persetujuan orang tua, karena sesuai ketentuan simaksi (surat ijin masuk kawasan konservasi) pendakian di Gn. Gede Pangrango harus minimal 17 tahun, jika tidak ada surat pernyataan dari orang tua/wali.

2. Menurut laporan rekan korban a.n. Mohammad Renaldi yang melaporkan kondisi korban ke Resort Mandalawangi pada hari Selasa 24 Desember pukul 18.30 WIB, korban sudah tidak sadarkan diri sejak pukul 16.30 WIB di jalur pendakian Kandang Batu sekitar ketinggian 2.500 meter dpl. Next 

INILAH.COM, Cianjur - Shizuko Rismadani (15), seorang pendaki asal Bekasi ditemukan tewas di Kandang Batu di kawasan Gunung Gede Pangrango. Diduga, pelajar SMA Negeri 6 Bekasi itu mengalami hipotermia saat mendaki bersama puluhan rekannya
 Tewas, Shizuko Rizmadhani baru sekali mendaki gunung

Dari informasi yang berhasil dihimpun, nasib nahas yang dialami Shizuko bermula ketika Minggu (22/12/2013) sebanyak 27 orang siswa SMAN 6 Bekasi hendak mendaki Gunung Gede. Mereka sempat mencapai puncak Gunung Gede. Usai mencapai puncak, korban dan rekan-rekannya bermalam di Pos 12 Kandang Badak.

Namun saat turun gunung, korban mengalami kedinginan serta kesurupan. Dalam keadaan tubuh menggigil dan kesurupan itu, korban ditinggal teman-temannya. Hanya seorang rekannya yang menemani di sebuah tenda yang dipasang di Pos 10 Kandang Batu, Selasa (24/12/2013) sekitar pukul 05.00 WIB.

"Berdasarkan pengakuan rekan yang menemaninya itu diketahui jika korban ditinggalkan di tenda karena mengamuk akibat kesurupan. Padahal kondisinya tengah kebasahan dan tubuhnya menggigil," ujar volunteer Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Kemi Irdian kepada wartawan, Kamis (26/12/2013).
ShizukoRamadhani, Pendakian Pertama berakhir tragis

Pihaknya menerima laporan dari pendaki sekitar pukul 18.30 WIB. Perempuan blasteran Indo-Jepang itu baru dievakuasi Selasa (24/12/2013) sekitar pukul 21.00 WIB disaksikan salah seorang rekannya yang waktu itu menjauh dari tenda.

"Waktu kita periksa, korban sudah tidak bernyawa. Tubuhnya membeku, wajah biru selain itu perutnya keras. Dia diperkirakan mengalami hipotermia karena pakaiannya basah dan tubuhnya kedinginan. Tewasnya saat dia turun gunung dan baru jalan 4 pos dari 14 pos yang harus dilewati," terangnya.

Dia mengaku, jika para pendaki memilih tidak menggunakan jasa guide. Padahal kondisi cuaca terus diguyur hujan siang dan malam.

"Hampir setiap hari hujan tapi mereka memilih tidak menggunakan jasa volunteer/guide. Jadi tidak tahu persisnya keberadaan mereka di atas saat itu," terangnya.

Pascakejadian insiden pendaki tewas, pihak TNGGP tetap membuka jalur pendakian. Kejadian itu kini tengah dalam penyelidikan Polsek Pacet.

"Sebelumnya korban sempat di bawa ke RSUD Cimacan pada Rabu (25/12/2013) pukul 02.00 WIB, kemudian dijemput keluarga pukul 04.00 WIB. Sudah diserahkan biodata serta kejadiannya kepada pihak berwajib," tambah Humas TNGGP, Didin Saripudin kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala Seksi Bina Usaha Kepariwisataan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur Neneng Rahman mengaku, prihatin atas insiden kematian pelajar itu. Jauh sebelumnya, kata Neneng, pihaknya selalu mewanti-wanti agar ada usulan pemandu pendakian.

"Kita inginnya itu para pendaki itu tidak terancam keselamatan dengan memakai guide pendakian. Namun usulan bersama dengan TNGGP itu mendapat penolakan dari masyarakat," tandasnya. 

Sumber Referensi : Sindo News,Detik.Com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon maaf, Blog Ini dibuat dengan konten berbagai sumber untuk menumbuhkan cinta lingkungan pada generasi muda Indonesia baik flora, fauna maupun alamnya dan sama sekali tidak bertujuan komersial.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.