"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Rabu, 29 Desember 2010

TATA SURYA

    Tata surya adalah sekelompok benda langit yang terdiri atas sebuah bintang dan panet-panet serta obyek lain yang mengorbit mengelilingi bintang tersebut. Sistem tata surya kita terdiri atas matahari, bumi dan delapan planet lain. Sistem tata surya kita juga mencakup benda langit lain yang mengorbit mengelilingi matahari, seperti asteroid, meteor dan komet. Selain itu, ada lebih dari 100 satelit (bulan) mengorbit mengelilingi planet-planet tersebut. Sistem tata surya kita berpusat pada matahari. Matahari adalah obyek terbesar dan terpenting dalam tata surya kita.
Mengelilingi Matahari
    Planet-planet termasuk bumi, mengorbit mengelilingi matahari dalam jalur oval yang disebut elips, menurut astronom Jerman, Johannes Kepler (1571-1631). Keempat planet dalam, yang terutama terdiri atas besi dan bebatuan, dikenal sebagai planet terestrial (mirip bumi) karena ukuran dan komposisinya agak serupa. Planet luar merupakan planet raksasa dengan lapisan luar dari gas tebal. Hampir seluruh massanya terdiri atas hidrogen dan helium. Kecuali Merkerius dan Venus, setiap planet memiliki bulan yang berputar mengelilingi planet tersebut dan juga mengelilingi matahari. Selain itu terdapat pula meteor, komet dan asteroid (planet-planet kecil) yang mengorbit meneglilingi matahari. Kebanyakan asteroid mengelilingi matahari di kawasan yang disebut sabuk asteroid di antara orbit Mars dan Jupiter. Sabuk ini memuat sekitar 100.000 buah asteroid.

Nebula Matahari
    Banyak ilmuwan yakin bahwa tata surya kita terbentuk dari awan gas dan debu raksasa yang berputar, dikenal dengan nama nebula matahari. Menurut teori ini, nebula mulai susut karena gravitasinya sendiri. Sebagian astronom menduga bahwa sebuah ledakan bintang (super nova) memicu susutnya nebula tersebut. Ketika berkontraksi, nebula tersebut berputar lebih cepat lagi sehingga terbentuk sebuah formasi cakram pipih. Teori nebula mengindikasikan bahwa partikel dalam cakram pipih tersebut kemudian bertabrakan dan lengket satu sama lain sehingga terbentuklah obyek seukuran asteroid. Sebagian dari asteroid ini bergabung lagi sehingga terbentuklah 8 planet besar. Obyek lain menjadi bulan, asteroid dan komet.

Planet Dalam dan Planet Luar
    Semua planet dan asteroid mengelilingi matahari dengan arah sama dan kurang lebih pada satu bidang, karena asal mulanya terbentuk dari cakram pipih tersebut. Kebanyakan dari bahan di nebula matahari tesedot ke pusat cakram dan terbentuklah matahari. Menurut teori ini, tekanan pada pusat cakram demikian besar sehingga memicu reaksi nuklir yang menjadi kekuatan matahari. Akhirnya, erupsi matahari terjadi dan menimbulkan angin matahari. Di planet dalam angin matahari begitu kuat sehingga mengikis unsur hidrogen dan helium yang lebih ringan. Di planet luar angin matahari lebih lemah, sehingga disana masih tersisa banyak hidrogen dan helium. Proses ini menjelaskan mengapa planet dalam berukuran kecil dan berbatu-batu, sedangkan planet luar kecuali Pluto, merupakan bola raksasa yang hampir terdiri atas hidrogen dan helium.




Rabu, 22 Desember 2010

BANTENG : SAPI LIAR DARI ASIA TENGGARA

    Banteng adalah sapi liar spesies Bos Javanicus yang berasal dari Asia Tenggara. Anggota suku Bovidae ini memiliki sepasang tanduk. Tanduk banteng jantan umumnya lebih besar daripada tanduk banteng betina. Selain itu, tungkai kaki bagian bawah berwarna putih sehingga hewan ini tampak seperti mengenakkan kaus kaki.
    Tubuh banteng memiliki panjang sekitar 190-225 cm, tinggi bahu 160 cm, dan bobot mencapai 600-800 kg. Ekornya panjang dengan bagian ujung yang berjumbai. Ekor banteng jantan lebih besar daripada ekor banteng betina. Bulu banteng lebat dan berwarna cokelat. Pada umumnya, banteng jantan berwarna lebih gelap daripada betina. Berbeda dari kerbau, banteng tidak pernah berkubang. Akan tetapi seperti jenis sapi lainnya, banteng termasuk herbivora pemamah biak (ruminansia).
Kawanan Banteng di Taman Nasional Alas Purwo

Subspesies Banteng
    Banteng terdiri dari tiga subspesies, yaitu banteng Burma (Bos javanicus birmanicus), banteng jawa (Bos javanicus) dan banteng kalimantan (Bos Iowi). Habitat banteng berupa hutan-hutan yang tidak terlalu lebat dan daerah terbuka yang berumput. Hewan ini tersebar di wilayah Indocina, Malaysia, dan Indonesia. Banteng hidup berkelompok dengan jumlah anggota 10-30 ekor.
    Sebagian besar banteng termasuk hewan diurnal yang mencari pakan pada malam hari dan beristirahat untuk memamah biak pada siang hari. Akan tetapi pada habitat yang mendapat campur tangan manusia, banteng berubah menjadi hewan noktural yang mencari pakan pada malam hari. Selama musim hujan, hewan ini meninggalkan lembah dan menuju ke daerah yang lebih tinggi untuk mencari pakan. Adapun pada musim kemarau, banteng kembali ke lembah yang berumput subur.

Populasi Banteng
    Kematangan organ seksual banteng terjadi pada umur 2-3 tahun. Meskipun hewan ini kawin sepanjang tahun, namun kelompok banteng yang hidup di Thailand kawin pada bulan Mei-Juni. Masa hamil banteng berlangsung selama 9-10 bulan. Hewan ini umumnya melahirkan seekor anakan yang bobot tubuhnya mencapai 30 kg. Anak banteng kemudian disusui oleh induknya hingga berumur 9 bulan. Banteng dapat bertahan hidup sekitar 20-25 tahun.
    Saat ini, jumlah populasi banteng di habitat aslinya semakin menyusut. Selain karena penyempitan habitat, penurunan populasi hewan ini terjadi akibat perburuan. Banteng Jawa yang hanya berjumlah ratusan ekor dapat dijumpai di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Upaya pelestarian banteng juga dilakukan oleh sejumlah kebun binatang di Asia, Eropa, Amerika Utara dan Australia.Hewan ini diklasifikasikan sebagai hewan yang terancam punah (endengered) oleh lembaga konservasi dunia IUCN.
Banteng Jawa
Banteng Kalimantan

Senin, 20 Desember 2010

BAJING : RODENSIA PENGHUNI POHON

    Bajing (squirrels) adalah nama umum bagi kelompok rodensia (mamalia pengerat) dari suku Sciuridae yang mencakup bajing pohon, bajing tanah, dan bajing terbang. Istilah bajing seringkali rancu dengan tupai (bangsa Tupaioidea atau Scandentia). Bajing tersebar di berbagai habitat di seluruh dunia, kecuali Selandia Baru, Australia, Madagaskar dan Antartika. Bajing sering menjadi hama bagi tanaman komersial. Hewan ini juga kerap diburu oleh manusia untuk diambil daging dan bulunya.
    Kelompok bajing dapat dibagi menjadi 5 sub suku, 51 genus dan 278 spesies. Spesies bajing terkecil yaitu bajing kerdil afrika (Myosciurus pumilio) hanya berbobot 15 gram dengan panjang badan 8 cm dan panjang ekor 5 cm. Adapun spesies bajing terbesar yaitu bajing raksasa asia (Ratufa sp) berbobot sampai 3 kg dengan panjang tubuh mencapai 90 cm, termasuk ekor.
Bajing

Gigi Seri
    Bajing memiliki ekor yang panjang dan berbulu tebal. Ekor tersebut berfungsi sebagai alat keseimbangan. Moncong bajing tidak terlalu panjang. Matanya berwarna hitam, sedangkan telinganya berbentuk bulat. Bajing dapat mencengkram pohon dengan kuat karena memiliki cakar yang tajam. Selain memiliki 4 gigi seri berukuran besar yang tumbuh sepanjang hidupnya, bajing juga memiliki 8 gigi seri tambahan pada rahang atas dan rahang bawahnya. Pakan hewan pengerat ini berupa buah-buahan, biji-bijian, jamur, serangga dan telur burung.

Drey
    Selain tinggaldi dalam lubang pohon, bajing yang hidup di wilayah utara juga membangun sarang khusus yang terbuat dari ranting pohon. Sarang yang sering disebut drey itu ,digunakan sebagai tempat untuk beristirahat selama musim dingin. Bajing akan keluar mencari makan pada saat cuaca hangat.
    Pada akhir musim dingin, bajing memasuki musim kawin. Masa hamil berlangsung 33-60 hari, tergantung spesies. Bajing betina dapat melahirkan dua kali dalam setahun. Dalam satu kali kelahiran 2-6 anak bajing akan dilahirkan. Setelah 5-8 minggu, anak bajing mulai mencari makan sendiri.

Bajing Pohon
    Seperti namanya, bajing pohon (tree squirrels) menghabiskan waktunya untuk hidup di atas pohon. Hewan bermoncong pendek ini mencari pakan pada siang hari. Contoh spesies bajing pohon adalah bajing abu-abu amerika (Sciurus carolinensis), bajing merah (Sciurus vulgaris) dan bajing hudson (tamiasciurus hudsonicus).
Bajing Pohon

Bajing Tanah
    Bajing tanah (ground squirrels) terdiri dari 6 genus yang antara lain mencakup marmot, anjing prairi dan chipmunk. Marmot memiliki ukuran tubuh yang besar. Panjangnya bisa mencapai 30-60 cm dengan berat kurang lebih 7 kg. Contoh spesies marmot adalah marmot hutan atau woodchuck (Marmota monax) dan marmot alpen (Marmota marmota).
    Anjing prairi (prairi dog) hidup di daerah padang rumput Amerika Utara. Bajing yang bersarang di dalam tanah ini berukuran sekitar 30-40 cm (termasuk ekornya). Contoh spesies anjing prairi adalah anjing prairi meksiko (Cynomys mexicanus) dan anjing prairi ekor hitam (Cynomys ludovicianus).
    Chipmunk memiliki bulu yang berwarna cokelat dengan garis-garis memanjang yang di punggungnya. Seperti bajing pada umumnya, chipmunk memilikigerakan yang gesit dan aktif mencari makan pada siang hari. Pakannya berupa biji-bijian dan kacang-kacangan. Contoh spesies chipmunk adalah chipmunk siberia (Tamias sibricus) dan chipmunk timur (Tamias striatus).
Bajing Tanah

Bajing Terbang 
    Meskipun disebut bajing terbang (flyng squirrels), hewan ini sebenarnya tidak terbang melainkan melayang atau meluncur. Hal ini disebabkan karena bajing terbang memiliki membram atau kulit tipis di antara kaki depan dan kaki belakangnya. Hewan noktural ini umumnya bersarang di lubang-lubang pohon. Contoh spesies bajing terbang adalah bajing terbang wol (Eupetaurus cinereus) dan bajing terbang siberia (Pteromys volans)
Bajing Terbang

Kamis, 16 Desember 2010

ANJING : HEWAN PENJAGA RUMAH

   
     Induk Anjing dan Anak-anaknya
     Anjing adalah mamalia berkaki empat yang biasa dipelihara untuk menjaga rumah, berburu atau sebagai hewan piaraan. Anjing termasuk bangsa Canidae. Cikal bakal anjing telah ada sejak zaman Eocene (54-38 juta tahun yang lalu). Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya lima marga (genus) fosil anjing di Amerika Utara. Saat ini terdapat 10 marga anjing yang terdiri dari 35 jenis.
Anjing Alaska
    Anjing merupakan hewan yang cukup banyak jumlahnya, semua anggotanya pemakan daging atau karnivora. Anjing domestik merupakan yang paling banyak dikenal. Anggota keluarga anjing lainnya antara lain Serigala, hyena, aneka jenis rubah, dingo, koyote, dan jakal. Banyak anjing liar, seperti serigala, hyena, dan dingo, hidup dalam suatu kelompok yang disebut kawanan. Tiap kawanan ini memiliki pimpinan yang harus dipatuhi.

Serigala
Anjing Domestik
    Serigala diduga merupakan nenek moyang anjing domestik (Canis familiaris). Sejak lebih dari 10.000 tahun anjing telah bersahabat dengan manusia, bahkan anjing adalah hewan pertama yang dijinakkan manusia. Pada mulanya manusia menangkap dan menjinakkan (mendomestikasi) beberapa anggota keluarga anjing untuk digunakan dalam berburu serta menggiring dan menjaga ternak. Kemudian anjing dipelihara sebagai binatang kesayangan. Sekarang ini terdapat lebih dari 100 ras anjing piaraan.
Anjing domestik (rumahan)

Anjing Liar
    Saat ini masih banyak jenis anjing liar yang tersebar di seluruh dunia, sebagai contoh koyote, dingo, jakal, rubah, hyena, dan serigala. Manusia telah berhasil menjinakkan beberapa anjing liar tersebut, namun beberapa anjing liar tersebut tetap sangat sulit untuk dijinakkan.
Rubah
Hyena
Koyote
    Koyote (Canis latrans) dikenal sebagai anjing hutan Amerika Utara. Hewan ini merupakan kerabat dekat serigala. Hewan ini hidup berpasangan dan dapat berlangsung seumur hidup. Sumber makanannya antara lain hewan berkuku muda, serangga, buah-buahan, dan bahkan sampah-sampah dari dapur.
Koyote

Jakal
    Jakal (Canis aureus) dikenal sebagai hewan pemakan bangkai yang ditinggalkan oleh hewan lain. Mereka kadang masuk ke perkampungan dan membawa lari sampah. Hewan ini terdapat di Afrika, sebagian Asia, dan bagian tenggara Eropa. Jakal merupakan pemburu yang baik. Mangsa kesukaannya adalah rusa. Jika makanan hasil buruannya masih tersisa, hewan ini akan menguburnya dan memakannya kembali saat mulai merasa lapar lagi.
Jakal
Dingo
    Dingo (Canis dingo) adalah anjing Australia yang telah ada sejak 1.000 tahun yang lalu. Hewan ini dibawa oleh manusia ketika datang ke benua tersebut. Sejak saat itu beberapa dingo menjadi hewan liar yang menyebar ke seluruh benua Australia. Pada umumnya hewan ini memakan bangkai hewan lain atau berburu domba.
Dingo
Ajag
    Ajag (Cuon alpinus) merupakan anjing pemburu yang hidup di hutan pegunungan dan hutan tropis. Panjang tubuhnya sekitar 95 cm dan panjang ekornya sekitar 45 cm dengan bobot sekitar 11-15 kg. Ajag hidup dalam kelompok yang beranggotakan 20-40 ekor. Anggota kelompok ajag mengejar mangsa secara bergantian. Mangsa hewan ini biasanya berupa babi hutan, rusa, dan kijang. Di Indonesia, ajag bisa di temukan di hutan-hutan Pulau Jawa.
Ajag

Selasa, 07 Desember 2010

BANDENG : IKAN KONSUMSI YANG DIBUDIDAYAKAN DI TAMBAK

    Bandeng atau milkfish adalah kelompok ikan dari famili atau suku Chanidae yang dapat dijumpai di muara sungai dan laut di daerah tropis dan sub tropis Indo-Pasifik. Anggota bangsa Gonorhynchiformes ini berkerabat dekat dengan kelompok ikan salem berparuh dari suku Gonorhynchidae. Karena kelezatannya, bandeng memiliki nilai ekonomis yang penting di kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia, ikan ini biasanya dibudidayakan di tambak atau kolam air payau.
    Spesies bandeng yang masih hidup sampai kini adalah Chanos chanos. Ikan ini bertubuh ramping dengan sisik-sisik kecil berwarna keperakkan. Ekornya besar dan terbelah dua. Sirip dorsal berada di tengah punggung, sedangkan sirip dadanya melengkung.
    Bandeng dapat tumbuh sampai 1,8 m dan bobotnya bisa mencapai 14 kg. Ikan ini memiliki mata yang besar dan mulut yang kecil. Seperti salem berparuh, bandeng tidak dilengkapi dengan gigi-gigi. Ikan ini termasuk perenang yang tangguh yang menghuni daerah pantai dan perairan dangkal. Meskipun demikian, bandeng sering berenang sampai ke daerah estuari (muara sungai).
Nener
    Kematangan organ seksual bandeng tercapai pada umur 4 tahun pada jantan dan 5 tahun atau lebih pada betina. Proses fertilisasi berlangsung secara eksternal.Bandeng bertelur di perairan payau. Ketika bertelur, bandeng betina mampu melepaskan sekitar7 juta telur. Ikan ini dapat bertelur 1-2 kali dalam setahun. Telur bandeng kemudian berkembang menjadi larva.
    Larva bandeng merupakan pemakan zooplankton. Setelah berumur 2-3 minggu, larva tersebut akan pindah ke estuaria atau daerah mangrove (hutan bakau) untuk menetap selama beberapa waktu. Di tempat inilah larva akan berkembang menjadi nener (benih bandeng). Nener berukuran panjang sekitar 1-2 cm. Pakan nener biasanya berupa ganggang laut atau hewan invertebrata. Di alam, nener yang telah berumur 2 bulan akan kembali ke laut untuk mencapai tingkat kedewasaan organ seksualnya.

Panti Benih
    Produksi nener merupakan salah satu komponen penting dalam usaha budidaya bandeng. Nener tersebut dapat ditangkap dari habitat aslinya maupundiperoleh dari panti benih (hatchery). Di alam, nener hanya muncul di awal dan di akhir musim hujan. Akan tetapi di panti benih,produksi nener tidak tergantung musim.
    Di panti benih, nener dihasilkan dari proses penetasan telur bandeng pada sebuah bak. Larva bandeng kemudian  diberi pakan dengan fitoplangton seperti Chlorella sp dan Nannochloropsis oculata serta zooplankton seperti Rotifera sp. Setelah berumur 18-21 hari, nener dapat dipanen. Panjang tubuhnya berkisar antara 13-15 mm, sedangkan warna tubuhnya transparan.

Keramba Jaring Apung
    Bandeng telah dibudidayakan oleh para petani tambak sejak lama. Di Indonesia budidaya bandeng telah tersebar luas di beberapa daerah antara lain Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Saat ini teknologi budidaya bandeng telah berkembang pesat.Selain dibudidayakan secara konvensional di tambak, bandeng juga dapat dipelihara di muara sungai, teluk dan laguna. Salah satu teknologi yang digunakan untuk membudidayakan bandeng di tempat-tempat tersebut adalah dengan sistem Keramba Jaring Apung (KJA) atau floating net cage.
   Keramba Jaring Apung biasanya dibuat dari bambu atau kayu. Keramba yang berbentuk bujur sangkar ini dilengkapi dengan jaring-jaring yang diikat di sekelilingnya. Jaring ini berguna untuk mencegah lolosnya bandeng dari keramba. Selain jaring, keramba juga dilengkapi dengan pelampung dan jangkar. Pelampung keramba biasanya dibuat dari drum. Adapun jangkar berfungsi untuk mencegah pergeseran keramba akibat pengaruh angin dan gelombang laut.
 Ikan Bandeng berenang di laut
 Bandeng fresto
Ikan Bandeng yang diawetkan dengan es

Kamis, 25 November 2010

AMUBA : MIKROORGANISME BERSEL SATU

    Amuba adalah kelompok mikroorganisme uniseluler (bersel satu) dari suku Amoebidae yang memiliki pseudopodia (kaki semu) untuk bergerak dan menangkap makanan. Anggota kingdom Protista ini dapat ditemukan di air tawar, laut, tanah, dan di dalam tubuh organisme lain. Seperti anggota filum Sarcodina (Rhizopoda) lainnya, amuba memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil sehingga hanya bisa dilihat dengan bantuan mikroskop.
    Genus amuba memiliki ciri-ciri yang mencerminkan sifat-sifat umum dari anggota filum Sarcodina (Rhizopoda). Kelompok mikroorganisme ini berukuran sekitar 25 mikron atau 0,025 mm. Salah satu spesies yang sering diamati adalah Amuba proteus yang hidup bebas di tempat-tempat berair yang banyak mengandung bahan organik.
Amuba

Bentuk Amuba
    Amuba memiliki bentuk yang tidak tetap (amorf). Badannya hanya berupa segumpalan massa yang disebut protoplasma. Protoplasma amuba terbungkus lapisan membran tipis yang sangat lentur. Hanya air dan udara yang bebas keluar masuk membran ini. Zat-zat lainnya disaring sesuai dengan kebutuhan sel amuba. Bagian paling luar dari sel amuba berupa membran sel yang berfungsi sebagai pelindung, pengatur proses pertukaran gas dan zat-zat makanan, serta penangkap rangsangan kimia dari luar sel. 
    Di bagian dalam sel terdapat sitoplasma (cairan sel) yang tersusun atas ektoplasma dan endoplasma. Ektoplasma (sitoplasma bagian luar) bersifat lebih kental daripada endoplasma (sitoplasma bagian dalam). Ektoplasma dan endoplasma digunakan sebagai tempat menempelnya orgenel-organel sel seperti inti sel dan vakuola kontraktil, sekaligus sebagai pendukung proses perpanjangan pseudopodia.
Fagositosis dari Amuba

Fagositosis
    Apabila di sekitar amuba terdapat makanan (misalnya bakteri), endoplsma akan mendesak membran sel untuk membentuk pseudopodia. Setelah itu pseudopodia akan bergerak mendekati makanan dan mengelilinginya. Membran sel kemudian membentuk suatu rongga yang disebut vakuala makanan. Melalui vakuala makanan, makanan akan masuk ke dalam sel amuba. Sari-sari makanan selanjutnya diserap oleh sitoplasma, sedangkan sisa makanan yang padat akan tetap berada di vakuola. Cara makan ini disebut dengan fagositosis. Sisa makanan padat yang terdapat di dalam vakuola makanan akan segera dikeluarkan setelah membran sel terbuka. Adapun sisa makanan yang cair akan dikeluarkan melalui vakuola kontraktil (vakuola berdenyut). Vakuola ini selalu memompa sisa makanan agar keluar dari sitoplasma.
Pembelahan biner amuba
Pembelahan Biner
    Reproduksi amuba berlangsung secara aseksual dengan cara pembelahan biner (binary fission). Inti sel amuba akan membelah menjadi dua. setelah itu sitoplasma akan mengikutinya. membran sel kemudian tertekuk ke dalam sampai benar-benar terpisah menjadi dua. Proses pembelahan ini akan menghasilkan dua sel anak yang dapat berkembang dengan cepat. Jumlah sel amuba akan semakin berlipat ganda, satu sel menjadi dua, dua sel menjadi empat dan seterusnya.
Amuba parasit penyebab disentri
Amuba Parasit
    Pada umumnya amuba bersifat parasit atau merugikan bagi organisme lain. Entamoeba histolytica, Entamoeba ginggivalis, Naeglaria fowleri dan Balamuthia mandrillaris merupakan beberapa contoh amuba parasit yang sering menginfeksi manusia. Entamoeba histolyca adalah spesies amuba yang dikenal sebagai penyebab penyakit disentri. Amuba ini hidup di dalam usus manusia. Entamoeba ginggivalis sering menyebabkan penyakit radang gusi pada manusia. Adapun Naeglaria fowleri dan Balamuthia mandrillaris adalah spesies amuba yang dapat menginfeksi pada sistem syaraf sentral manusia.
Disentri menyerang manusia melalui amuba

Sumber : Ensiklopedi Umum Untuk Pelajar

JARAK : TUMBUHAN PENGHASIL MINYAK KASTOR DAN DIESEL

    Jarak adalah nama umum bagi kelompok tumbuhan perdu dari suku Euphorbiaceae. Di Indonesia, ada beberapa kelompok tumbuhan yang dinamakan jarak, antara lain jarak pohon dan jarak pagar. Jarak pohon (Ricinus communis) atau Castor bean merupakan tumbuhan penghasil minyak kastor dan senyawa racun yang disebut risin (ricin). Adapun jarak pagar (jatropha sp.) atau physic nut merupakan tumbuhan penghasil minyak diesel (biodiesel).
    Meskipun umumnya tumbuh di daerah tropis, jarak juga bisa ditanam di beberapa negara subtropis. Saat ini jarak memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Hal ini dikarenakan jarak telah dikembangkan menjadi bahan bakar nabati (biofuel) yang dapat menggantikan minyak bumi.
Perkebunan Jarak

Jarak Pohon
    Jarak pohon merupakan tumbuhan dikotil yang dapat tumbuh secara liar di hutan, di pekarangan dan di pantai atau juga dapat dibudidayakan di lahan perkebunan. Tinggi tanaman ini mencapai 1 - 5 meter. Batangnya halus dan berongga. Daun jarak pohon berwarna hijau tua, berbentuk menjari dan memiliki tepi yang bergerigi. Adapun buah jarak pohon berbentuk bulat panjang dan berlekuk tiga. 
    Untuk pertumbuhan yang optimal, jarak pohon membutuhkan tanah yang memiliki kandungan nitrogen cukup tinggi. Tanah yang berpasir atau berbatu sangat cocok bagi tanaman ini. Jarak pohon sebaiknya ditanam pada daerah yang ketinggiannya tidak lebih dari 180 m di atas permukaan laut. Karena banyak menyerap unsur hara, maka jarak pohon sebaiknya tidak ditanam bersama dengan tanaman lainnya.

Minyak Kastor
    Minyak jarak atau minyak kastor diperoleh dari proses ekstraksi biji. Minyak tersebut mengandung asam risinoleat yang bersifat stabil pada temperatur rendah maupun temperatur tinggi. Oleh sebab itu, minyak jarak sering digunakan sebagai campuran minyak pelumas. Selain itu, minyak kastor juga dimanfaatkan sebagai bahan pembuat sabun, cat, pewarna, plastik, pelindung (coating), tinta, semir, nilon dan parfum. Di bidang farmasi, minyak kastor digunakan sebagai obat anti kembung.

Jarak Pagar
    Di Indonesia, penanaman jarak pagar secara besar-besaran telah dimulai sejak masa pendudukan Jepang. Hingga saat ini jarak pagar masih ditemukan di daerah pedesaan. Tinggi tanaman ini mencapai 1-7 m. Daun jarak pagar termasuk daun tunggal yang tersebar di sepanjang batang. Daun tersebut berlekuk dan bersudut tiga atau lima. Warna daun bagian bawah lebih pucat daripada warna daun bagian atas. Buah jarak pagar berbentuk bulat telur (2-4 cm). Buah jarak pagar berwarna hijau ketika muda dan abu-abu kehitaman ketika masak. Buah tersebut terdiri dari tiga ruang dan masing-masing ruang berisi satu biji.

Biodiesel
    Minyak yang diperoleh dari ektraksi biji jarak pagar dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif yang dikenal dengan biodiesel. Di Indonesia, penelitian dan pengembangan minyak jarak pagar sebagai bahan bakar dipelopori oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1997.
    Proses pengolahan biji jarak pagar menjadi biodiesel diawali dari biji jarak pagar yang telah kering dimasukkan ke dalam alat pres berulir (screw press). Proses ini akan menghasilkan minyak jarak mentah dan ampas. Minyak jarakmentah kemudian diolah dengan mesin hingga menghasilkan biodiesel. Ampas jarak pohon dapat diproses kembali hingga menghasilkan tiga produk, yaitu kompos atau pupuk, intimprotein yang digunakan sebagai bahan baku kosmetik dan bungkil.
 Buah Jarak
 Jarak Pagar
Jarak Pohon

Rabu, 24 November 2010

BERANG-BERANG : RODENSIA PENGHUNI SUNGAI

    Berang-berang atau baver merupakan kelompok mamalia pengerat dari suku Castoridae yang gemar berenang di air. Kelompok rodensia ini terdiri dari dua spesies yaitu berang-berang amerika (Castor canadensis) dan berang-berang eropa (Castor fiber). Meskipun dianggap sebagai hama bagi tanaman pertanian dan penyebab banir, namun berang-berang sering diburu oleh manusia untuk diambil bulunya yang tebal.
    Berang-berang hidup di habitat sungai, rawa, kolam dan danau. Berang-berang amerika dan berang-berang eropa memiliki kesamaan dalam anatomi tubuh dan tingkah laku. Meskipun demikian, kedua spesies ini memiliki sedikit perbedaan fisik, terutama pada tulang hidungnya. Berang-berang termasuk rodensia yang berukuran besar dengan panjang tubuh sekitar 50-80 cm dan bobot tubuh sekitar 16-30 kg.
Berang Berang

Bulu Berang-Berang
    Tubuh berang-berang tertutup bulu tebal yang kedap air. Bulu tersebut umumnya berwarna merah kecokelatan, abu-abu atau hitam. Ekornya yang panjang berfungsi sebagai organ pendukung ketika berdiri sekaligus sebagai kemudi ketika berenang. Semua jarinya dilengkapi dengan cakar. Kaki depan berang-berang digunakan untuk menjunjung, mendorong, mengemudi, menggaruk, dan menyelesaikan pekerjaannya. Adapun kaki belakangnya memiliki jari-jari yang berselaput renang.

Pakan Berang-Berang
    Berang-berang umumnya mencari makan pada malam hari. Pakan utamanya berupa ranting, akar, dan daun dari pohon atau semak. Hewan ini menyimpan makanannya sebagai cadangan untuk musim dingin. Berang-berang biasanya menyelam di bawah permukaan es dan memakan ranting-ranting pohon selama musim dingin.
Hewan Monogam
    Umur berang-berang dapat mencapai 30 tahun atau lebih. Sebagai hewan monogam, berang-berang hanya memiliki satu pasangan seumur hidupnya. Pada umur dua tahun, hewan ini sudah mampu berkembang biak meskipun belum produktif. Berang-berang biasanya melahirkan 2-4 ekor anak setelah mengalami masa bunting 105 hari. Induk betina memelihara bayinya di dalam liang selama 2-3 minggu. Sedangkan induk jantan berjaga-jaga di sekitar liang. Setelah mencapai usia dua tahun, anak berang-berang memulai kehidupan yang mandiri.

Bendungan Dan Sarang
    Berang-berang termasuk mamalia pembangun yang ulung. Hewan ini gemar mengerati pohon-pohon yang menjulur ke sungai sampai bagian rantingnya jatuh ke permukaan air. Dengan ranting-ranting itu, berang-berang membangun bendungan dan sarang. Bendungan dan sarang tersebut menyebabkan ketinggian paparan air berubah sehingga berang-berang dapat bersembunyi atau menghindar dari predator atau pemangsa. Selain itu, bendungan dan sarang juga berguna untuk membantu pergerakan berang-berang ke berbagai tempat. Sarang hewan ini memiliki lebar sekitar 2 m dan tinggi sekitar 1 m. Dindingnya terbuat dari ranting-ranting pohon yang ditumpuk dan diplester dengan lumpur. Sarang tersebut juga dilengkapi dengan terowongan yang menghubungkan antara bagian dalam rumah dan bendungan.

Kastoreum
    Apabila dibandingkan dengan anggota rodensia yang lain, berang-berang lebih maju dalam hal pengaturan wilayah kekuasaan. Berang-berang biasanya menandai wilayahnya dengan sekresi cairan kostereum yang dikeluarkan oleh kelenjar kastor di dekat ekor. Cairan kastorium ini sering dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan baku parfum.
 Berang-berang Eropa
 Bendungan yang dibuat berang-berang
 Berang-berang Amerika
Berang-berang bergotong royong membangun bendungan

Senin, 08 November 2010

BANGAU : BURUNG PENGHUNI RAWA

    Bangau merupakan nama umum bagi kelompok burung dari bangsa Ciconiiformes yang memiliki kaki, leher dan paruh panjang.Kelompok hewan ini mencakup enam suku yaitu Ardeidae (cangkak, koak malam dan kuntul), Scopidae, Baleaniciptidae, Ciconiidae, Threskionithidae (Ibis) dan Phoenicopteridae (flamingo).
    Tubuh bangau umumnya berukuran besar dengan leher jenjang serta tungkai dan paruh yang panjang. Burung ini tersebar di hampir seluruh wilayah dunia, kecuali di Arktik dan Antartika. Bangau menyukai tempat yang dekat dengan air tawar, meskipun bangau putih (Ciconia ciconia) hidup di tanah kering.
Flamengo
Penerbang Ulung
    Bangau mampu beradaptasi untuk mengarungi air dangkal dan rawa-rawa dengan jari kakinya yang berselaput. Burung ini termasuk penerbang ulung yang gemar menjulurkan lehernya ke depan dan tungkai kakinya ke belakang ketika terbang. Pakan bangau berupa katak, ikan, siput, serangga dan mamalia kecil. Untuk menangkap mangsa, bangau biasanya diam tidak bergerak sampai mangsanya datang. Secara cepat, mangsa tersebut akan ditangkap dengan bagian paruhnya. Bangau umumnya bersarang di atas pohon. Hewan ini hidup secara berkelompok. Telurnya berjumlah 3-6 butir. Ketika menetas, anak bangau hampir tidak berbulu. Induk jantan maupun betina selanjutnya mengasuh anak-anaknya.

Kelompok Bangau
    Suku Ardeidae, terdiri dari sekitar 60 spesies, antara lain cangak ungu (Andea purpurea), koak malam hitam (Nycticorax nycticdaorax) dan kuntul putih besar (Egretta alba). Kelompokbangau ini memiliki badan ramping, paruh lurus dan tajam dan kaki panjang. Suku Scopidae hanya terdiri dari satu spesies, yaitu bangau kepala palu (Scopus umbretta). Burung yang berwarna cokelat ini memiliki paruh yang lebih pendek serta jambul yang berjuntai ke belakang. Suku Balaeniciptidae juga beranggota satu spesies yaitu bangau paruh paus (Balaeniceps rex). Burung yang berwarna abu-abu ini memiliki kepala yang besar dan paruh yang berbentuk unik. Suku Ciconiidae mencakup 19 spesies antara lain bangau hitam (Ciconia nigra), bangau maguari (Euxenura maguari) dan marabu besar (Leptoptilos crumeniferus). Adapun anggota suku Threskiornithidae berjumlah 29 spesies,di antaranya ibis hitam (Plegadis falcinellus), Ibis merah (Eudocimus ruber) dan ibis keramat (Threskiornis aethiopica). Selain memiliki paruh yang panjang dan melengkung ke bawah, kelompok bangau ini juga memiliki ekor yang pendek.
 Bangau Hitam
Bangau Putih Siberia

Flamingo
    Flamingo (suku Phoenicoptendae) terdiri dari 4 spesies yaitu flamingo besar Amerika (Phoenicopterus ruber), flamingo andes )Phoenicoparrus andinus), flamingo gunung (Phoenicornus jamasi) dan flamingo kecil (Phoenicoperrus minor). Leher dan tungkai kaki burung ini sangat panjang dan ramping. Adapun bulu flamingo umumnya berwarna putih atau merah muda.
 Flamingo Danau Nakuru, Afrika Tengah
Flamingo Danau Great Sand, Meksiko