"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Jumat, 27 Maret 2009

PROFIL PROVINSI BANGKA BELITUNG


9. PROVINSI BANGKA BELITUNG
(UU NO.22 TAHUN 1999)
Berdiri
: 4 Desember 2000
Ibukota
: Pangkal Pinang
Luas Wilayah
: 16.424,14  Km2
Letak Astronomis
: 1o30'LS -4o LS dan 106oBT - 109o BT
Terdiri dari
: 6 Kabupaten, 1 Kota, 36 Kecamatan dan 266 Desa
Jumlah Penduduk
: 1.018.255 jiwa
Identitas daerah
: Flora : Kayu Meranti
: Fauna : Rusa, Babi hutan
Komoditas Utama
: Lada, Kelapa Sawit, Kopi, Cengkeh
Bahan Galian
: Pasir, Timah putih
Industri
: Perikanan, Pengolahan Kayu
Pembagian Wilayah Kabupaten dan Kota
No
Nama Kabupaten/Kota
Ibukota
Luas Wilayah
Jumlah Penduduk
Jumlah
Jumlah
(Km2)
Sensus 2005
Kecamatan
Desa
1
Bangka
Sungai Liat
2.950,68
232.356
8
59
2
Belitung
Tanjung Pandan
2.293,69
136.451
5
40
3
Bangka Selatan
Toboali
3.607,08
149.173
5
45
4
Bangka tengah
Koba
2.155,77
130.013
4
39
5
Bangka Barat
Mentok
2.820,61
140.355
5
53
6
Belitung Timur
Manggar
2.506,91
87.944
4
30
7
Kota Pangkal Pinang
Pangkal Pinang
89,40
141.963
5
 -
Ragam Budaya
Bahasa Daerah
: Melayu, Pangkal Pinang, Toboali
Lagu Daerah
: Antu Berayun, Semujur, Badeak
Alat Musik
: Bambus, Suling, Gendang Melayu
Tarian
: Tari Tanggai, Zapin, Campak
Makanan Khas
: Rusim Mpek-mpek
Senjata Tradisonal
: Keris, Siwar Panjang
Suku
: Melayu, Pangkal Pinang, Toboali
Rumah adat
: Rumah Limas, Rumah Rakit
Lapangan Udara
: Depati Amir
Pelabuhan Laut
: Mentok, Pangkal Batam
Universitas
:  -
Cerita Rakyat
: Megat Serimbun Daun
Agama
: 85% Islam, sisanya Kristen, Hindu dan Budha
Pahlawan
:  -
Taman  Nasional 
: CA Karimata
Fauna dilindungi
:  -
Gunung Tertinggi
:  G. Pading (654 m)
Sungai Terpanjang
:  Sungai Linggang
Danau Terluas
:  Danau Kurau
Pulau Terluas
:  Pulau Bangka
Kabupaten Terluas
:  Bangka Selatan

Senin, 23 Maret 2009

KAYU PUTIH : TUMBUHAN PENGHASIL MINYAK KAYU PUTIH

    Kayu putih (Melaleuca leucadendron) adalah tumbuhan dikotil anggota suku atau family Myrtaceae dan genus Melaleuca. Tumbuhan kayu putih memiliki nilai ekonomis tinggi karena dapat menghasilkan minyak dari proses penyulingan daunnya. Minyak tersebut dikenal dengan sebutan minyak kayu putih yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena manfaatnya tersebut, di Indonesia tumbuhan kayu putih telah dibudidayakan.
    Pohon kayu putih memiliki tinggi sekitar 10-25 meter. Kulit batangnya berlapis-lapis dan bewarna putih keabu-abuan. Hal yang khas dimiliki oleh beberapa tumbuhan dalam suku Myrtaceae adalah kulit kayunya yang mengelupas, demikian pula halnya dengan kayu putih. Permukaan kulit batang kayu putih terkelupas tidak beraturan. Batang pohon kayu putih tidak terlalu besar, dengan percabangan yang menggantung ke bawah.

Daun, Bunga dan Buah
    Kayu putih memiliki daun agak tebal seperti kulit, letaknya berseling dan bertangkai pendek serta merupakan daun tunggal. Permukaan daunnya berambut dengan warna hijau kelabu sampai hijau kecoklatan. Helaian daun kayu putih berbentuk jorong. Ujung dan pangkalnya runcing, bertepi rata dengan tulang daun hampir sejajar. Daun kayu putih akan mengeluarkan bau yang khas jika diremas. Bunga kayu putih merupakan bunga majemuk berbentuk seperti lonceng. Daun mahkotanya berwarna putih dan kepala putik berwarna putih kekuningan. Kayu putih memiliki buah berwarna cokelat muda hingga cokelat tua. Biji kayu putih berwarna kuning serta sangat ringan dan halus seperti sekam. Perbanyakan tumbuhan kayu putih dapat menggunakan biji atau tunas akar.
    Ada beberapa varietas pohon kayu putih. Ada yang kayunya berwarna merah dan ada yang kayunya berwarna putih. Varietas tumbuhan kayu putih juga dapat dibedakan berdasarkan ukuran daunnya, yaitu varietas daun besar dan varietas daun kecil. Varietas yang berdaun kecil biasa dimanfaatkan untuk membuat minyak kayu putih.

Habitat dan Penyebaran
    Kayu putih hidup di dataran rendah sampai dengan ketinggian 400 m di atas permukaan laut. Kemampuan adaptasi tumbuhan kayu putih cukup luas karena mampu tumbuh pada tanah yang memiliki drainase kurang baik, berkadar garam tinggi dan asam. Pohon kayu putih dapat tumbuh di dekat pantai maupun tanah berawa. Tanaman ini relatif tahan panas dan dapat tumbuh di tanah tandus, bahkan dapat bertunas kembali setelah terjadi kebakaran.
    Secara alami, kayu putih tumbuh tersebar di kepulauan Maluku dan Australia bagian Utara. Karena manfaat dan nilai ekonomis yang dimilikinya. Di Indonesia, kayu putih telah dibudidayakan bukan hanya di Maluku, tetapi juga di Pulau Jawa dan di Nusa Tenggara.

Minyak Kayu Putih
    Produk utama tanaman kayu putih adalah minyak kayu putih yang berwarna kekuning-kuningan hingga kehijau-hijauan. Minyak kayu putih dihasilkan dari proses destilasi atau penyulingan daun kayu putih. Bau dan khasiat yang dimiliki minyak kayu putih sangat khas. Minyak kayu putih yang digosokkan ke tubuh dapat memberikan kesegaran dan kehangatan. Oleh karena itu, minyak kayu putih banyak digunakan sebagai salah satu pelengkap perawatan bayi. Minyak kayu putih juga digunakan sebagai antiseptik, obat sakit perut, obat flu, obat sakit kepala dan sebagainya. 
    Di bidang industri, minyak kayu putih adalah salah satu bahan baku industri obat-obatan dan kosmetik. Selain itu, secara tradisional, air rebusan daun, kulit batang, ranting dan buah kayu putih juga biasa digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti nyeri, radang, rematik dan asma.
 Bunga Kayu Putih
 Perkebunan Kayu putih
Minyak Kayu putih

Kamis, 19 Maret 2009

PROFIL PROVINSI BENGKULU


8. PROVINSI BENGKULU
(UU NO. 9 TAHUN 1967)
Berdiri
: 2 September 1967
Ibukota
: Bengkulu
Luas Wilayah
: 19.758,15  Km2
Letak Astronomis
: 2o30' LS - 5o LS dan 101oBT - 104o BT
Terdiri dari
: 8 Kabupaten, 1 Kota, 73 Kecamatan dan 1.071 Desa
Jumlah Penduduk
: 1.610.361 jiwa
Identitas daerah
: Flora : Bunga Raflesia
: Fauna : Beruang Madu
Komoditas Utama
: Cengkeh, Lada, Kopi
Bahan Galian
: Batubara, Emas, Kwarsa
Industri
: Industri pengolahan Kayu
Pembagian Wilayah Kabupaten dan Kota
No
Nama Kabupaten/Kota
Ibukota
Luas Wilayah
Jumlah Penduduk
Jumlah
Jumlah
(Km2)
Sensus 2005
Kecamatan
Desa
1
Bengkulu Selatan
Manna
1.186,15
136.361
6
122
2
Rejang Lebong
Curup
1.516,10
248.001
6
130
3
Bengkulu Utara
Arga Makmur
5.548,34
345.455
18
303
4
Kaur
Bintuhan
2.369,05
103.834
7
116
5
Seluma
Tais
2.400,44
164.252
14
167
6
Muko Muko
Mukomuko
4.036,70
133.768
5
83
7
Lebong
Tubei
1.929,00
91.725
5
72
8
Kapahiang
Kapahiang
665,00
119.941
4
78
9
Kota Bengkulu
Bengkulu
144,52
266.989
8
 -
Ragam Budaya
Bahasa Daerah
: Melayu, Serawai, Rejang, Lebak
Lagu Daerah
: Lalar Belek, Jibaek Awieo
Alat Musik
: Doll, Gong, dan Rudus
Tarian
: Tari Adun, Bidadari Teminang anak
Makanan Khas
: Sate Gembolo, Goreng Dadar Teri
Senjata Tradisonal
: Badik, Keris, Kuduk
Suku
: Melayu, Rejang, Lebak, Serawai
Rumah adat
: Rumah Gedang, Rumah Bubungan
Lapangan Udara
: Padang Kemiling, Bengkulu
Pelabuhan Laut
: Pulau Baai, Bengkulu
Universitas
: Universitas Negeri Bengkulu
Cerita Rakyat
: Putri Sedoro Putih
Agama
: 98% Islam, sisanya Kristen, Hindu dan Budha
Pahlawan
:  -
Taman  Nasional 
: TN Kerinci-Seblat, TN Bukit Barisan Selatan
Fauna dilindungi
: Harimau Sumatera, Beruang Madu, Gajah Sumatera
Gunung Tertinggi
:  Gunung Patah (2.817 m)
Sungai Terpanjang
:  Air Ketaun
Danau Terluas
:  Danau Tes
Pulau Terluas
:  Pulau Enggano
Kabupaten Terluas
:  Bengkulu Utara