"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Selasa, 03 Desember 2013

BADAI : GEJALA CUACA YANG MENYEBABKAN BENCANA

    Badai adalah gejala pada atmosfer yang ditandai dengan angin kencang beserta hujan, salju, debu, guntur atau petir. Kekuatan angin yang mencapai lebih dari 103 km perjam pada skala Beaufort sudah dapat dikatagorikan sebagai badai. Oleh karena itu, badai sering kali menimbulkan banyak kerusakan hebat.
Badai Petir
     Badai terjadi karena perbedaan tekanan atmosfer antara daerah pusat badai dan daerah badai. Daerah pusat badai mempunyai temperatur udara yang lebih tinggi daripada daerah badai. Selain itu tekanan atmosfer di daerah pusat badai juga lebih rendah dibandingkan daerah badai. Akibatnya, angin dengan kecepatan tinggi akan bertiup di daerah badai.
Puting beliung

Taifun
    Badai siklon tropis atau taifun adalah badai yang terjadi di perairan tropis,sekitar 5o - 30o Lintang Utara (LU) dan Lintang Selatan (LS). Doldrum atau daerah di Khatulistiwa merupakan daerah pusat badai. Di daerah ini angin bertiup dengan kecepatan rendah atau sepoi-sepoi. Adapun di daerah badai, angin bertiup dengan kecepatan lebih dari 117 km per jam. Di belahan bumi selatan, angin bergerak searah jarum jam, sedangkan di belahan bumi utara angin bergerak berlawanan arah dengan jarum jam. Badai siklon tropis dapat menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang besar karena badai ini sering disertai dengan badai salju, banjir, dan tanah longsor.
Tornado

Tornado
    Dari semua jenis badai, tornado atau angin puyuh termasuk yang paling dahsyat. Angin ini berbentuk seperti corong udara yang tinggi di bawah awan badai. Tornado dapat berputar dengan kecepatan 480 km per jam sehingga mampu menyapu bangunan yang dilewatinya. Biasanya, tornado terjadi pada saat musim semi atau awal musim panas. Beberapa negara yang sering dilanda tornado antara lain Amerika Serikat (AS), Australia, Cina, India, Bangladesh, Rusia, Jerman dan Inggris. Badan meteorologi dapat meramalkan terjadinya tornado 12-48 jam sebelumnya melalui data satelit cuaca atau radar cuaca konvensional misalnya radar Doppler.
Badai Salju

Badai Salju
    Tiupan angin dingin yang kencang disertai turunnya salju dapat menyebabkan badai salju. Badai ini terjadi karena adanya aliran udara dingin dari daerah kutub ke daerah subtropis. Badai salju bertiup dengan kecepatan lebih dari 56 km per jam dan temperatur hingga -12o C. Negara-negara yang sering terjadi badai salju antara lain Amerika Serikat, Kanada dan Rusia. Badai ini mengakibatkan berhentinya kegiatan transportasi dan ekonomi selama beberapa hari.
Badai debu

Badai Debu
    Badai debu adalah angin kencang yang disertai dengan partikel-partikel debu yang mengambang di udara. Badai ini sering terjadi dilahan yang kering dan jarang ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan, misalnya gurun pasir. Badai debu dengan ketinggian sekitar 300 m bisa membawa sekitar 4.000 ton partikel per km2. Wilayah yang sering dilanda badai debu antara lain adalah Afrika bagian Utara dan Asia.

Penggolonagan Badai menurut Skala Saffir-Simpson

  • Golongan 1 kecepatan angin 74-95 mil/jam
  • Golongan 2 kecepatan angin 96-110 mil/jam
  • Golongan 3 kecepatan angin 111-130 mil/jam
  • Golongan 4 kecepatan angin 131-155 mil/jam
  • Golongan 5 kecepatan angin lebih dari 155 mil/jam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon maaf, Blog Ini dibuat dengan konten berbagai sumber untuk menumbuhkan cinta lingkungan pada generasi muda Indonesia baik flora, fauna maupun alamnya dan sama sekali tidak bertujuan komersial.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.