"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Selasa, 15 Agustus 2017

KISAH SEDIH KEMATIAN HARIMAU SUMATERA (BAGIAN 2 : TAHUN 2011-2014)

 1. HARIMAU SUMATERA LANGKA MATI MENGENASKAN

Bengkulu, 24 Mei 2012 
VIVAnews - Seekor Harimau Sumatera yang sudah langka tewas mengenaskan. Sejumlah luka menganga di tubuh harimau jantan ini.
   Petugas Konservasi Bengkulu menemukannya terjerat dalam jebakan para pemburu pada Senin, pekan lalu. Saat ditemukan, kondisinya sangat kritis, tubuhnya berdarah-darah karena luka terkena hajaran sembilan tombak.

   Harimau yang berusia lima tahun itu kemudian diterbangkan dari Bengkulu menuju Jakarta untuk mendapatkan perawatan. Namun nahas, nyawa binatang langka itu tak berhasil diselamatkan.
    "Harimau itu mati karena luka-luka yang dideritanya pada Sabtu kemarin. Para dokter hewan menemukan luka tombak yang menusuknya dari belakang hingga menembus dada, akibatnya fatal," ujar Kepala Badan Konservasi Provinsi Bengkulu, Amon Zamora seperti dilansir physorg.
   "Harimau itu juga ditembak dengan senapan angin. Peluru ditemukan di bagian matanya." Dia menambahkan, pihak berwajib sedang mengusut orang-orang yang diduga berada di balik kematian harimau ini.
   Harimau ini ditemukan di Bengkulu, terjerat dalam perangkap kawat yang diikat pada cabang pohon. Perangkap tersebut diduga dipasang oleh pemburu. Umumnya, para pemburu menangkap harimau-harimau langka ini untuk dijual bagian-bagian tubuhnya di pasar gelap.

    Sebelumnya, bada konservasi juga menemukan banyak perangkap serupa. Mereka juga membantu polisi mencari kelompok pemburu yang dicurigai.
   Saat ini, Harimau Sumatera yang tersisa diperkirakan kurang dari 400 ekor. Aktivis lingkungan mengatakan hewan ini semakin langka karena habitat mereka dirusak. (eh)

2. HARIMAU MATI TERJERAT DI RIAU

Posted by Setara Indonesia ~ on Sabtu, 02 Juli 2011 ~ 0 comments
PELALAWAN (RS) Seekor harimau Sumatera mati karena terjerat di Kabupaten Pelalawan, Riau. Populasi harimau Sumatera di Riau terus berkurang akibat perburuan liar.
Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung mendatangi lokasi setelah mendapat laporan warga. Petugas menemukan harimau jantan terperangkap di tengah hutan, Desa Bukit Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan.
Menurut warga, harimau Sumatera (panthera tigris sumaterae) terkena perangkap babi enam hari lalu. Kaki kanan bagian depan satwa langka ini luka serius karena tertusuk kawat.
Petugas penyelamat satwa berusaha membius harimau yang diperkirakan berumur 1,5 tahun tersebut. Namun, kondisinya terus memburuk dan mati. Warga dan anggota Polsek Pangkalan Kuras sudah berusaha menyelamatkan harimau saat ditemukan, Kamis (30/6) lalu. Namun hewan dilindungi ini terus mengamuk. Sekawanan harimau liar juga mendatangi lokasi sehingga keselamatan warga terancam.
“Harimau ini mati karena kakinya luka parah karena terjerat. Satwa liar ini juga kelaparan sehingga kondisi fisiknya melemah,” kata petugas BBKSDA Riau Kasiwan.
Petugas BBKSDA Riau membawa bangkai harimau ke Pekanbaru untuk diselidiki. Organisasi satwa internasional, World Wildlife Fund (WWF) Riau mencatat populasi harimau Sumatera di Riau tinggal 30 ekor saja. WWF menyatakan jumlah harimau Sumatera terus berkurang akibat perburuan liar. Habitat harimau juga terdesak pemukiman dan perkebunan besar sehingga satwa ini sering mengamuk dan menyerang penduduk. (asr)

3. Harimau Sumatera mati di Padang Pariaman

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Seekor harimau sumatera berjenis kelamin jantan untuk kedua kalinya ditemukan terbunuh di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Mengenaskan, kondisi satwa liar dilindungi tersebut mati dengan leher tertembus peluru senapan di dalam lubang jerat.
    Menurut pengakuan staf Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Rusdiyan Ritonga, bangkai harimau tersebut diduga hilang dan diduga dibawa oknum aparat. “Kejadiannya Sabtu (15/10) lalu,” katanya saat dihubungi Republika, Senin (17/10).
     Pihak BKSDA baru mengetahui dan menerima kabar tersebut Ahad (16/10). Dalam video berdurasi satu menit sepuluh detik itu, diperlihatkan tindakan beberapa warga yang mencabuti kumis-kumis sang raja hutan yang telah mati. Menurut kepercayaan masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat, memiliki kumis harimau membawa peruntungan tertentu.

     Menurut pengakuan Wali Nagari Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai kepada Rusdiyan, harimau dewasa tersebut terperangkap di dalam jerat yang dipasang untuk rusa. Pada Jumat (14/10) harimau jantan itu terperangkap. Pada Sabtu (16/10), tiga orang pemburu rusa membawa tiga senapan menemukan harimau tersebut dan mengeksekusinya di tempat.
     Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan Darori yang mengaku baru mengetahui dari Republika menyayangkan tindakan tersebut. Kejadian itu menambah rentetan kasus serupa di Sumatera yang jumlahnya sudah mencapai 30 kali dalam dua tahun terakhir.
    “Kasus harimau terperangkap dalam jerat kebun masyarakat sudah teramat sering,” katanya kepada Republika melalui sambungan telepon, Senin (17/10). Dari 31 kejadian tersebut, delapan ekor harimau sumatera yang terselamatkan berhasil dilepasliarkan kembali ke alamnya.
      Kementerian Kehutanan, kata Darori akan mengusut kasus ini sesuai ketentuan dalam Undang Undang Nomor 5/ 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Bagi pembunuh satwa liar yang disengaja akan mendapat sanksi sepuluh tahun penjara dan denda mencapai Rp 10 miliar. Sedangkan pihak yang terbukti mengambil bagian dari tubuh satwaliar dilindungi divonis lima tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

Harimau yang dibunuh pada 1990 – 2000 di Sumatera
Provinsi 1990 91 92 93 94 95 96 97 98 99 2000 Total
Bengkulu 10 5 5 7 12 24 25 46 46 33 2 215
Sumatera Selatan 4 15 15 9 11 9 17 14 13 107
Lampung 2 4 5 12 10 18 25 11 4 91
Jambi 1 6 6 14 17 14 9 8 75
Riau 4 1 2 6 4 11 10 12 13 8 2 73
Sumatera Barat 1 3 2 4 5 11 12 13 7 58
Total 15 10 27 35 40 69 79 122 125 81 16 619
Sumber: Tilson et al (2010)
Dilihat asalnya, menurut Tilson et al (2010), jumlah harimau sumatera yang dibunuh lebih banyak berasal dari taman nasional (369 individu atau 58%) dibandingkan dari luar taman nasional (260 individu atau 42%). TNKS merupakan taman nasional dengan jumlah terbanyak. Yakni, 122 individu atau 33% dari total harimau sumatera dari taman nasional (369 individu).
Harimau yang dibunuh antara 1990 – 2000 di Sumatera, di dalam dan luar taman nasional
Lokasi 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000
Way Kambas 0 0 1 0 0 1 2 3 4 3 1
Bukit Barisan Selatan 0 0 1 4 6 11 9 18 24 9 4
Kerinci Seblat 2 3 8 10 9 14 15 21 25 15 1
Berbak 0 0 0 0 2 3 10 11 8 5 4
Bukit Tigapuluh 0 0 0 1 5 14 18 21 19 10 4
Total Dalam Taman Nasional 2 3 10 15 22 43 54 74 80 42 14
Luar Taman Nasional 13 7 17 20 18 26 25 48 45 39 2
Total 15 10 27 35 40 69 79 122 125 81 16
Sumber: Tilson et al (2010)

4. Harimau Remaja Mati di tombak warga
TIME SUMATERA - Labuhanbatu Utara / 25 Mei 2017
Harimau Mati ditangan warga, kejadian terjadi di Dusun Kuala Indah Desa Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara.Peristiwa keluarnya satwa Harimau Sumatera dari dalam hutan pertama sekali diketahui oleh seorang warga yang bekerja sebagai penderes pohon karet pada tanggal 17 mei 2017 Tepatnya di Kilometer (Km) 5 Dusun Kuala Indah, Desa Terang Bulan,  Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Propinsi Sumatera Utara.

 Harimau Sumatera Yang Mati Ditombak Warga
Mendapat informasi adanya laporan warga tentang keberadaan Harimau Sumetera berdekatan dengan kampung, Kepala Dusun Zulkarnaen Munthe  langsung melaporkan peristiwa ini ke Aparatur desa, namun kurangnya komunikasi yang baik dengan pihak desa hingga ke Kecamatan, sehingga informasi konflik didesa Terang Bulan tidak sampai ke BBKSDA Sumatera Utara.
Mirisnya Peristiwa keluarnya Harimau Sumatera terjadi semenjak dua hari terakhir 23 - 25 Mei 2017, Harimau Sumatera semakin mendekati perkampungan warga, banyak warga yang menyaksikan Harimau berada dibelakang dapur warga.
Ironisnya harimau masuk keperkampungan diduga disebabkan rusaknya hutan yang beralih fungsi menjadi perkebunan. Sempitnya ruang bagi harimau sumatera untuk jelajahnya mempertahankan hidup menacari makan. Dan akhirnya harimau masuk ke perkampungan untuk mempertahankan kehidupannya, bahkan sebaliknya harimau menjadi korban.

Detik - detik kematian Harimau Sumatera
Harimau Sumatera yang diperkirakan berumur lebih kurang 1 tahun, dengan usia sangat muda, jenis kelamin jantan, harus mati di ujung tombak warga, tepat tanggal 25 Mei 2017 pukul 09:00 wib saat akan mencari makan di perkampungan. Harimau Sumatera muncul diakses jalan kampung dan sempat masuk kepemukiman warga, bahkan pasca sebelum tewas Harimau tersebut sempat mengejar dan bermain-main dengan ternak peliharaan warga seperti Ayam dan itik.
Melihat kondisi harimau berada ditengah tengah kampung, akhirnya warga Kuala Indah bermufakat untuk melumpuhkan Harimau tersebut, tepatnya pukul 10:15 wib puluhan warga langsung melakukan pengepungan  harimau dengan menggunakan senjata tajam berupa tombak, golok, dan sebagainya.
Setelah harimau terkepung oleh warga, seketika itu juga warga langsung menombak Harimau Sumatera yang mengenai tepat dibahagian kepala dekat mata. Setelah berapa menit kemudian harimau tersebut langsung terjatuh ketanah dan akhirnya mati dengan penuh luka ditubuhnya.
Ditempat kejadian pembantaian satwa kucing besar tersebut, warga yang datang kelokasi banyak yang menviralkan dengan mengambil dokumentasi gambar dan video, seolah olah dengan kematian harimau tersebut seperti telah membunuh teroris yang meresahkan. Bahkan ada rekaman warga yang dengan sengaja memegang ekor bahagian tubuh harimau. yang menyedihkan sekali sebahagian organ tubuh harimau sudah ada yang hilang.

5. Harimau Sumatera mati Kekurangan Darah karena Dijerat Warga
BANDARLAMPUNG - Indonesia kehilangan satu ekor lagi harimau Sumatera. Binatang yang dievakuasi dari Pekon Sukamenanti, Kecamatan Waytenong, Lampung Barat tersebut mati lantaran kekurangan darah akibat luka di bagian kaki, leher, dan ekor sekitar pukul 21.30 WIB Minggu (15/3).
Padahal tim dokter hewan Lembaga Konservasi (LK) Taman Satwa Lembah Hijau Bandarlampung telah berupaya keras menyelamatkannya. 
Owner Taman Wisata Lembah Hijau Irwan Nasution mengatakan, kondisi harimau yang tiba pada Minggu malam itu memang dalam kondisi luka parah. Diduga luka yang diderita harimau ini akibat bekas jeratan warga yang berusaha menangkapnya. 

"Waktu tiba di tempat kami, kondisinya sudah parah dan lemah. Luka di tubuh harimau juga sudah dipenuhi belatung," ujarnya tadi malam.
Dia membenarkan, petugas medis kesehatan di taman wisatanya sudah berusaha keras menyelamatkan harimau tersebut. Namun, setengah jam setelah mendapat perawatan, harimau itu mati.
"Kondisinya sudah parah, jadi tidak tertolong lagi. Saat ini petugas medis tengah melakukan autopsi terhadap harimau itu," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Lampung Subakir enggan berkomentar banyak saat dikonfirmasi terkait peristiwa ini. "Harimaunya mati di lembaga konservasi, sekarang lagi diautopsi petugas medis," singkatnya.

6. Harimau Sumatera Mati Kelaparan dan dijerat Di Jambi

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra 10 April 2013
Tribun Jambi.Com. Bangko - Seekor Harimau Sumatera ditemukan telah mati dipinggiran Desa Tiangko Panjang, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin. Diduga harimau berusia tiga tahun tersebut mati karena kelaparan.
    Menurut keterangan Kapolsel Sungai Manau, AKP Johan, hewan langka yang dilindunggi tersebut pertama kali ditemukan oleh warga sekitar dalam keadaan telah mati. Bangkai harimau itu kemudian diserahkan kepada pihak TNKS kerinci.
      "Menurut keterangan Harimau tersebut mati karena kelaparan," ujar kapolsek. Namun berdasarkan informasi warga , sebenarnya Harimau sumatera yang kelaparan tersebut dalam keadaan hidup ketika memasuki pemukiman warga. Rosmania adalah warga yang pertama kali melihat Harimau malang ini ketika membuka pintu belakang rumahnya pada pukul 15.00 WIB. Ia sempat mengusir Harimau ini, namun Harimau ini datang lagi. Karena kasihan melihat kondisi Harimau yang kurus dan kelaparan, ia pun memberikan makanan pada harimau tersebut.
    Namun kemunculan harimau ini diketahui warga lain dan dianggap meresahkan, sehingga akhirnya warga memutuskan untuk menangkap harimau tersebut dengan membuat jeratan. Beberapa jam kemudian sekitar pukul 22.00 WIB harimau tersebut berhasil dilumpuhkan setelah masuk perangkap jeratan dan akhirnya menjeratnya sampai mati. 
    Kondisi Harimau tersebut sangat menyedihkan, tubuhnya terlihat sangat kurus dan lemah dan nampaknya sangat kelaparan, tapi kenapa warga tega membunuh harimau yang sudah tak berdaya dengan menjeratnya, kenapa tidak diamankan dan diselamatkan serta dilaporkan ke BKSDA setempat ?

7. Harimau Sumatera Mati Dijerat karena memangsa 25 ekor Kambing di Riau
 PALIKA 24 Juni 2012 - Sejak beberapa pekan terakhir rasa penasaran warga RT 02/RT 05 Dusun Sungai Tenggar, Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) akibat sebanyak 25 ekor ternak kambing mereka yang hilang bak ditelan bumi terjawab sudah.
    Puluhan ternak kambing milik warga itu ternyata bukan dicuri oleh pelaku kejahatan. Melainkan dimangsa oleh tiga ekor harimau sumatera yang berkeliaran belakangan ini. Akibatnya, dari ketiga ekor harimau sumatera yang hilir mudik di pemukiman warga itu satu diantaranya tewas terjerat, Sabtu (23/6) sekira pukul 17.00 WIB.
     Semula, warga tak berniat untuk membunuh harimau tersebut dan hanya ingin menjeratnya hidup-hidup. Namun, perangkap yang dipasang warga melukai harimau dengan panjang 2 meter dan berat mancapai ratusan kilogram itu. Usai tewas terjebak dalam dalam perangkap warga, harimau itupun langsung dikubur ditengah pemukima warga secara bersama untuk menghindari hal yang tak diinginkan
    "Kehadiran tiga ekor harimau sumatera ini sedikitnya memangsa 25 ekor ternak kambing warga. Selain kambing, ayam dan ternak lain juga tidak luput dari sasarannya. Memang, semula kami tak mengira kalau ada harimau di pemukiman kami ini, dan kami mengira ternak kami hilang digondol pencuri," sebut tokoh masyarakat setempat, Ja'par Ibrahim diaminkan oleh Rahman Yus, Minggu (24/6).
    Lanjut kedua tokoh masyarakat ini, karena kehadiran harimau sumatera itu dinilai sudah sangat meresahkan, ditambah warga merasa ketakutan, maka warga yang mengatasnamakan Forum Keselamatan Diri Masyrakat (FKDM) bermusyawarah dalam menyikapi keresahan warga dengan kehadiran tiga ekor si belang itu di kampung mereka.
    "Maka kami sepakat untuk menangkap harimau itu dengan cara memasang jerat. Niatnya ditangkap hidup-hidup, namun berujung tewas. Alhamdulillah sudah terjerat satu ekor ,agar jangan lepas dengan keberanian warga menabah jeratnya, akhirnya hariamu sepanjang dua meter itu mati," jelas Ja'par Ibrahim.
     Rahman Yus menambahkan, bangkai hariamau tersebut dibawa warga ke kampung dan sesuai adat istiadat warga setempat, bagkai harimau itu dilakukan upacara penghormatan dengan atraksi pencak silat dilanjutkan dengan acara tepuk tepung tawar hingga dikubur di tengah pemukiman warga.
 Harimau Sumatera di Sekincau itu akhirnya mati dalam perawatan
      Kita kubur harimau itu di tengah pemukiman warga untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Semisal, memanfaatkan barbagai organ tubuh harimau oleh oknum yang memanfaatkan kesempatan ini. Bahkan, kubur harimau itu sampai saat ini kita jaga bersama warga agar tidak dibongkar oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan pribadi," sambung Rahman Yus seraya mengataka saat ini masih ada tersisa dua harimau lagi.
      Kapolsek Panipahan AKP A Cholik Husen didampingi Kanit Reskrim Iptu Manapar Situmeang kepada Metro Riau membenarkan kejadian tersebut. "Kita memang mengesalkan tewasnya harimau sumatera ini yang terjerat. Untuk itu, kita sarankan kepada warga, jika ingin menjerat harimau yang tersisan hendaknya jangan sampai melukai hingga menewaskan harimau lainnya," sebut Iptu Manapar yang mengaku kalau pihaknya baru mengetahui kejadian itu setelah turun ke TKP dan mengetahui kalau harimau sudah tewas terjerat. (Naj)

8. Harimau Mati Di Kandang Ayam (Aceh)
 Tapaktuan (ANTARA News) - Seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) ditemukan mati di kandang ayam milik M Rajab (45) warga desa Silolo kecamatan Pasie Raja Kabupaten Aceh Selatan.
   "Harimau berjenis kelamin betina itu ditemukan mati di dalam kandang ayam, sekitar pukul 08.00 WIB warga menguburkan satwa dilindungi itu," kata Camat Pasie Raja, H Rustam di tapaktuan, Senin.
    Sebelum dikubur, satwa dilindungi itu terlebih dulu dibungkus dengan kain putih, penguburan tersebut juga disaksikan Kepala Konservasi sumber Daya Alam (KSDA), Safwan, petugas Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan kapolsek Pasie Raja kabupaten Aceh Selatan.Diperkirakan harimau yang memiliki panjang sekitar 99 Cm, tinggi 62 Cm dan panjang ekor 52 cm itu masuk ke kandang ayam yang berada di belakang rumah M Rajab sekitar pukul 20.00 WIB.Hewan yang hampir punah tersebut diduga tewas akibat kehabisan nafas karena terlilit tali yang terdapat di dalam kandang ayam milik warga yang sehari-hari berprofesi sebagai petani itu.
    "Untuk mencegah kemungkinan yang tidak diinginkan, harimau yang masih berusia muda itu dikubur dihalaman rumah M Rajab," katanya.Kepala KSDA Aceh Selatan, Safwan mengatakan harimau itu tewas akibat kehabisan nafas dan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke BKSDA Provinsi Aceh."Kami sudah melaporkan kejadian ini ke BKSDA Provinsi dan diperkirakan masih ada satu ekor harimau lagi yang berkeliaran di pinggiran desa Silolo itu," katanya.
    Selama dua bulan terakhir gangguan harimau di daerah penghasil pala itu meningkat, puluhan ternak telah dimangsa "raja hutan".Selain desa Silolo kecamatan Pasie raja, sejumlah desa lainnya seperti Jambo Apha kecamatan Tapaktuan dan desa Jambo Papeun kecamatan Meukek harimaun juga turun ke pemukiman.Kepala desa Jamboe Papeun, Sasmin (44) mengatakan harimau telah memangsa lima ekor kambing milik Tgk, Syahabuddin, Tgk Anshari dan M Nasir Nas serta 39 ekor ayam dan itik milik masyarakat lainnya.
    "Warga melihat harimau di ladang ubi yang berada di dusun Kuta Batee yang berjarak sekitar satu kilometer dari pemukiman penduduk. Sebenarnya warga sangat takut dan cemas untuk berkebun, namum aktifitas itu harus tetap dilaksanakan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Sasmin.(*)

9. Lagi, Harimau Sumatera Mati di Kebun Sawit
Kamis, 24 Maret 2011 | 15:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jambi - Bangkai seekor harimau Sumateraditemukan di kebun kelapa sawit oleh warga Desa Airhitam Laut, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Selasa lalu (22/3). Diduga, harimau ini tewas akibat terkena aliran listrik yang sengaja dipasang pemilik kebun sawit.
Harimau Sumatera yang mati ini ditemukan di dekat kawasan Taman Nasional Berbak, tepatnya di Parit VI Desa Air Hitam Laut. Harimau tersebut berjenis kelamin jantan. berumur 9 hingga 10 tahun, berat badan 110 kg, dan panjang 150 cm.
Kini bangkai binatang langka dan dilindungi tersebut sudah diotopsi di Laboratorium Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi. Sejak Selasa lalu bangkai harimau itu sudah berada di Laboratorium, tetapi karena tidak ada petugas, otopsi bangkai hewan itu ditunda hingga tadi pagi.  “Hasil otopsi baru diketahui besok  pagi”, kata Azrin, Kepala Laboratorium Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jambi, Kamis (24/3).
     Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tim otopsi yang terdiri Dr Ina Inayanti dan Dr Puji, tidak menemukan tanda gosong bekas setrum di tubuh harimau. ”Hanya ditemukan darah di sekitar mulut harimau. Ada kemungkinan harimau ini mati karena diracun,", ujar Azrin.
    Sementara itu, Trisiswo, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, menyatakan, setelah diotopsi, bangkai harimau ini akan diawetkan, dan akan diserahkan ke museum atau ke kebun binatang. "Sebelumnya sudah ada yang memesan harimau yang diawetkan," kata Tri.
Tri menambahkan, harimau tersebut ditemukan di kebun sawit miliki Aharar dan Hu liang. Mereka kini masih diperiksa polisi. Bila terbukti bersalah, “Mereka bisa dihukum karena kelalaiannya,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpung Tempo, selang waktu tiga bulan terakhir sudah dua ekor harimau Sumatera mengalami nasib sama, dengan lokasi yang sama pula.
Sumber Referensi : Mongabay Indonesia, Palika Riau, Lampung.Com, Tempo.Com, Antara.Com, Setara Riau.Com, Time Indonesia, Tribun Jambi, Republika.Com, Viva.News

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon maaf, Blog Ini dibuat dengan konten berbagai sumber untuk menumbuhkan cinta lingkungan pada generasi muda Indonesia baik flora, fauna maupun alamnya dan sama sekali tidak bertujuan komersial.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.