"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Sabtu, 25 Maret 2017

MOLUSKA : INVERTEBRATA DI PERAIRAN DARAT DAN LAUT

   
     Moluska adalah nama umum untuk menyebut filum Mollusca yang anggota-anggotanya bertubuh lunak dan sebagian besar bercangkang. Kelompok invertebrata ini mencakup lima kelas, yaitu kelas Amphineura, Bivalvia atau Pelecypoda, Gastropoda, Scaphopoda dan Cephalopoda. Pada umumnya kelompok moluska seperti cumi-cumi, kerang, dan siput dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan makanan sumber protein dan lemak.

 Moluska, Siput Snail
   Ada sekitar 50 ribu spesies moluska yang menghuni habitat laut, perairan tawar dan daratan. Sebagian dari anggota Gastropoda dan Amphineura (terutama chiton) merupakan herbivora yang memakan tumbuhan darat, tumbuhan air, dan rumput laut. Kelompok Bivalvia pada umumnya menyaring materi organik dan air untuk mendapatkan makanannya. Adapun anggota Cephalopoda dan sebagian dari anggota Gastropoda merupakan hewan karnivora yang memangsa hewan lain.

Siput Laut
Lapisan Mantel dan Rongga Mantel
    Tubuh Moluska pada umumnya memiliki lapisan mantel dan rongga mantel. Lapisan mantel pada sebagian besar anggota moluska menyekresikan kalsium karbonat (CaCO3) sebagai bahan pembuat cangkang. Cangkang tersebut digunakan untuk melindungi tubuh moluska yang lunak dan berlendir. Pada Cephalopoda (misalnya cumi-cumi), cangkang hanya terdapat di bagian dalam tubuhnya. Rongga mantel pada moluska terletak di antara mantel dan tubuhnya. Rongga tersebut berisi lembaran insang atau ctenidia (alat penyaring), kelenjar lendir atau kelenjar hipobrankial (hypobranchial glands) serta muara saluran pencernaan, ekskresi dan reproduksi.

Siput darat
Pertahanan Diri
    Sebagian besar moluska memiliki penglihatan yang buruk, namun mata Cephalopoda telah dilengkapi dengan lensa dan retina seperti pada mata vertebrata. Beberapa anggota Gastropoda memiliki penciuman yang tajam sehingga mampu mendeteksi keberadaan predator melalui sensor kimiawi sehingga dapat menghindar dengan cepat.
    Pertahanan diri pada moluska berlangsung dengan berbagai cara. Bersembunyi di dalam cangkang merupakan cara yang paling umum dilakukan, selain mengubur diri di dalam substrat. Selain itu, kelompok Gastropoda dan Scaphopoda memanfaatkan lendir yang disekresikan oleh bagian mantel untuk menghadapi predator. Moluska juga memanfaatkan sekresi senyawa racun dan tinta yang dihasilkan oleh organ tertentu untuk melumpuhkan pemangsanya.

Moluska : Chiton
Fertilisasi Eksternal
    Masing-masing individu pada moluska pada umumnya memiliki jenis kelamin yang berbeda, kecuali pada anggota Gastropoda yang bersifat hermaprodit. Fertilisasi kelompok hewan ini berlangsung secara eksternal. Larva yang dihasilkan akan berenang dan kemudian menetap di dasar air sampai tumbuh menjadi dewasa. Beberapa kelompok moluska seperti tiram memasukkan anak-anaknya ke dalam rongga mantel sehingga terlindung dari predator.


Radula
    Pada umumnya,sistem pencernaan moluska dilengkapi dengan rahang berbentuk lidah yang disebut radula, perut, dan sepasang kelenjar pencernaan. Sistem syarafnya terdiri atas sebuah cincin saraf (ganglia) dengan sepasang batang saraf yang menuju ke bagian kaki dan visera (organ-organ dalam). Cincin syaraf pada moluska biasanya berkembang menjadi otak dengan berbagai organ pengindera. Jantung yang terletak di bagian belakang tubuhnya berfungsi untuk memompadarah ke bagian rongga utama tubuhnya.

Moluska yang merugikan
    Selain menguntungkan, beberapa jenis moluska juga dapat merugikan manusia. Bekicot (Achatina fulica) bisa menjadi hama tanaman pertanian. Adapun siput air tawar (Lymnaea) bisa menjadi perantara bagi cacing hati (Fasciola hepatica).

Sumber : Ensiklopedia Umum Untuk Pelajar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon maaf, Blog Ini dibuat dengan konten berbagai sumber untuk menumbuhkan cinta lingkungan pada generasi muda Indonesia baik flora, fauna maupun alamnya dan sama sekali tidak bertujuan komersial.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.