"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Sabtu, 11 Februari 2017

PENGINDRAAN JAUH

    
     Pengindraan jauh adalah teknik mendeteksi dan mempelajari objek dari jarak jauh tanpa harus berada dekat dengan obyek tersebut. Istilah penginderaan jauh muncul pertama kali di Amerika Serikat pada 1950-an yang berarti ilmu dan segala sesuatu yang berhubungan dengan identifikasi atau pengamatan suatu obyek tanpa harus berdekatan dengan obyek tersebut. Pengamatan yang dilakukan melalui penginderaan jauh pada umumnya mencakup suatu obyek yang luas seperti wilayah daratan atau lautan dan biasanya dilakukan dari suatu ketinggian tertentu. Penginderaan jauh juga menjadi mata kuliah wajib di jurusan Geografi UI dan UNJ (dulu IKIP Jakarta).
    
 Penginderaan Jauh memanfaatkan Satelit
 Perangkat Optik
    Cara yang paling sederhana dalam penginderaan jauh adalah dengan melakukan pengamatan visual jarak jauh menggunakan berbagai perangkat optik. Pada masa Perang Dunia I, pengamatan terhadap situasi daratan dilakukan dengan membawa perangkat kamera optik di dalam pesawat terbang. Metode pengamatan yang menggunakan kamera optik tersebut masih digunakan hingga sekarang untuk membuat pemetaan mengenai lokasi perkotaan dan daerah sekitarnya.

Perangkat Optik Penginderaan jauh
    Akan tetapi, penginderaan jauh dengan menggunakan perangkat optik memiliki banyak kelemahan. Hasil yang diperoleh sangat tergantung kepada kondisi pencahayaan di sekitar obyek yang diamati. Pengamatan tersebut tidak dapat dilakukan pada waktu malam hari atau bila kondisi cuaca kurang cerah. Selain itu, kamera tidak dapat menangkap keberadaan obyek yang terhalang oleh obyek lain.
Sensor melalui citra radar
Sensor
    Cara untuk melakukan penginderaan jauh terus dikembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan radiasi elektromagnetik. Semua benda selalu memancarkan atau menyerap energi. Energi itu disebut radiasi elektromagnetik yang dipancarkan dalam bentuk gelombang. Setiap benda memiliki panjang gelombang yang berbeda-beda tergantung dari suhu benda itu. Energi pada tiap benda berasal dari pergerakan elektron-elektron dalam atom penyusun tiap materialnya. Semakin tinggi suhu suatu benda, semakin cepat pergerakan elektonnya dan semakin pendek panjang gelombang radiasi elektomagnetiknya. Sebalinya, semakin dingin suhu suatu benda, semakin lambat pergerakan elektron di dalamnya dan gelombang radiasi yang dipancarkannya pun lebih panjang.
    Radiasi elektromagnetik lalu ditangkap oleh sensor yang dinamakan radiometer. Alat ini dapat mengenali panjang gelombang yang ditangkapnya, sehingga dari perbedaan panjang gelombang itu dapat dianalisis obyek yang diamati. Alat yang dikembangkan berikutnya adalah imaging radiometer. Selain mengenali perbedaan panjang gelombang, alat ini dapat membuat gambaran benda yang diamati dalam bentuk dua dimensi. Dengan prinsip radiasi elektromagnetik, penginderaan jauh dapat dilakukan terhadap obyek-obyek yang tidak terlihat secara visual karena terhalang oleh obyek-obyek  lainnya.
Citra Radar wilayah Indonesia
Pemanfaatan Penginderaan Jauh
    Selain untuk keperluan militer dan pengamatan cuaca, penginderaan jauh juga bermanfaat dalam berbagai bidang. Dalam bidang pertanian, misalnya, penginderaan jauh berguna untuk mengaplikasikan pemetaan tanah, memonitor kondisi rumput, dan memperkirakan kualitas air. Dalam bidang kehutanan, penginderaan jauh berfungsi untuk memperoleh data areal hutan dan komposisi hutan, seperti mengenali berbagai tipe dan jenis tumbuhan yang ada.

Peta Amerika Serikat dengan menggunakan Radar, Sonar dan Lidar
Radar, Sonar dan Lidar
    Cara penginderaan jauh menggunakan optik dan radiasi elektromagnetik merupakan cara passive sensing. Peralatan penginderaan tersebut hanya menangkap cahaya dan gelombang radiasi yang berasal dari suatu obyek. Namun ada cara lain yang disebut active sensing, yaitu alat pengindera yang tidak hanya menunggu sinyal dari obyek, tetapi akan memancarkan sinyal yang kemudian dipantulkan kembali oleh obyek. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah Radar (Radio Detection And Ranging) yang menggunakan gelombang radio, Sonar (Sound Detection And Ranging) yang menggunakan pantulan suara, dan Ladar (Light Detection And Ranging) yang menggunakan gelombang cahaya.

Sumber : Ensiklopedi Umum Untuk Pelajar

PEPAYA : BUAH DENGAN KANDUNGAN VITAMIN A DAN C YANG TINGGI

   
     Pepaya (Carica papaya) adalah tumbuhan dikotil yang termasuk dalam suku atau famili Caricaceae. Pepaya merupakan tumbuhan tropis yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan Amerika Selatan bagian utara. Pepaya memiliki nilai ekonomis  tinggi dan bermanfaat bagi manusia. Tumbuhan ini ditanam dan dibudidayakan oleh manusia terutama untuk diambil buahnya. Saat ini tumbuhan pepaya telah tersebar luas di berbagai wilayah tropis di dunia.

Perkebunan Pepaya
    Tumbuhan pepaya memiliki batang berair (mengandung banyak air) dan tidak berkayu, sehingga tergolong tumbuhan herba atau terna. Pohon pepaya memiliki batang yang tumbuh tegak lurus dan pada umumnya tidak bercabang. Batangnya berbentuk bulat silindris dengan bagian dalam bertekstur seperti spons yang berongga. Tinggi pohon pepaya berkisar antara 2-10 meter.

Buah pepaya California
Daun, Bunga, dan Buah
    Daun pepaya tumbuh berjejal pada ujung batang atau cabang. Daunnya besar, bertulang dengan tepi helaian daun bercangap menjari. Tungkai daun pepaya panjang berbentuk silindris dan berongga di bagian tengahnya. Bunga umumnya menempel di batang. Bunga jantannya memiliki kelopak yang berukuran sangat kecil dengan mahkota berbentuk terompet berwarna putih kekuningan. Adapun bunga betinanya memiliki daun mahkota yang lepas atau hampir lepas berwarna putih kekuningan.
    Buah pepaya pada umumnya berbentuk bulat memanjang. Warna buah ketika muda hijau gelap dan setelah masak hijau muda hingga kuning kemerahan. Buah pepaya memiliki daging tebal berwarna kuning hingga merah dan memiliki kandungan air yang tinggi. Bagian tengah buah berongga dan terdapat banyak biji berwarna hitam, yang masing-masing terbungkus selaput berisi cairan.

Pepaya Bangkok
Habitat
    Pepaya merupakan salah satu tanaman yang paling banyak dibudidayakan. Pepaya merupakan tanaman tropis. Tanaman ini tumbuh di daerah dataran rendah hingga ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut, dengan iklim panas, serta tanah lembab dan subur. Tumbuhan ini tidak menyukai lahan yang becek atau kering. Tanaman ini diperbanyak dengan biji. Waktu tanam yang dianjurkan adalah pada pertengahan musim kemarau. 

Perkebunan Pepaya Hawaii
Manfaat Pepaya
    Bagian-bagian tanaman pepaya yang dapat dimanfaatkan antara lain adalah buah, daun, dan batang muda. Buah pepaya yang sudah tua atau masak memiliki rasa yang manis dan dapat dikonsumsi sebagai sumber vitamin. Kandungan vitamin A dan C pada buah pepaya cukup tinggi. Adapun buah pepaya yang masih muda dapat digunakan sebagai sayur. Seperti halnya buah yang masih muda juga dapat disayur dan diolah menjadi berbagai macam maskan. Secara tradisional, daun pepaya juga dimanfaatkan untuk meningkatkan nafsu makan.

Lalapan daun Pepaya penambah nafsu makan
Enzim Papain
    Taanaman pepaya mengandung getah yang dapat ditemukan baik pada buah, batang, maupun daun. Getah pepaya mengandung enzim papain yang dapat melarutkan atau menguraikan protein. Karena kandungan enzim papain tersebut, daun dan buah pepaya yang muda seringkali digunakan untuk melunakkan daging. Bahkan, saat ini papain sudah diproduksi secara massal sebagai salah satu komoditas perdagangan.

Pepaya Gading (Hias)
Kultivar Pepaya
    Buah pepaya digemari banyak orang. Karena itu, budidaya pepaya dikembangkan dengan memperhatikan selera konsumen. Beberapa kultivar pepaya yang telah dibudidayakan antara lain:

  • Pepaya Bangkok. Kultivar pepaya ini berasal dari Thailand. Permukaan buahnya tidak rata dan kulit luarnya relatif tipis. Kelebihan yang dimiliki antara lain adalah buahnya berukuran besar serta daging buahnya manis dan berair.
  • Pepaya Hawaii : pepaya kultivar hibrida unggul dari Hawaii. Buahnya berukuran kecil sehingga lebih praktis dikonsumsi. Konsumen yang menyukai pepaya kultivar ini terutama berasal dari negara-negara Barat.
  • Pepaya hias : berfungsi sebagai tanaman hias. Kultivar pepaya ini memiliki daun atau tangkai daun berwarna ungu. Keunikan warnanya menjadi daya tarik untuk memperindah taman.

TUMBUHAN : PENUNJANG KEHIDUPAN DI BUMI


 Bunga yang mekar bagian dari Tumbuhan
   Tumbuhan (kingdom Plantae) adalah kelompok organisme yang mampu menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Tumbuhan memiliki arti penting bagi kehidupan di bumi, terutama bagi manusia dan hewan yang memerlukannya sebagai sumber makanan, air dan energi. Pada umumnya, tumbuhan memiliki organ akar, batang, daun, bunga dan buah.

Daun, bagian dari Tumbuhan
    Berbagai jenis tumbuhan beradaptasi sesuai lingkungannya. Kaktus (Cactaceae) yang hidup di daerah tandus menyimpan air di dalam sel batangnya agar mampu bertahan hidup pada kondisi tanah sangat kering. Akasia (genus Acacia) merupakan jenis tumbuhan yang cepat tumbuh, sedangkan beringin (ficus benjamina) merupakan jenis yang lambat tumbuh namun mampu hidup hingga 5.000 tahun lamanya.
Batang, bagian tumbuhan Bambu
Gymnospermae
    Tumbuhan yang menghasilkan biji digolongkan ke dalam kelompok Spermatophyta. kelompok ini umumnya memiliki organ tubuh sempurna seperti akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Spermatophyta dibedakan menjadi dua yaitu Gymnospermae (tumbuhan biji terbuka) dan Angiospermae (tumbuhan biji tertutup). Gymnospermae merupakan kelompok tumbuhan yang bijinya tidak terbungkus oleh bakal buah. Anggota kelompok ini meliputi ordo Cycadales (misalnya pakis haji atau Cycas rumphii), Ginkgoales (misalnya Ginkgo biloba), Coniferales (misalnya genus Pinus dan Cupressus), dan Gnetales (misalnya melinjo atau Gnetum gnemon).

Lumut, bagian tumbuhan perintis di Hutan
Angiospermae
    Angiospermae merupakan kelompok tumbuhan yang bijinya terbungkus oleh bakal buah. Anggota kelompok ini dibedakan lagi menjadi dua golongan, yaitu Dicotyledonae (dikotil) dan Monocotyledonae (monokotil). Dikotil memiliki dua kotiledon atau dua daun lembaga pada bagian biji, sedangkan monokotil memiliki kotiledon atau daun lembaga tunggal pada bagian biji. Beberapa anggota tumbuhan dikotil antara lain ordo Rosales (misalnya mawar dan apel), Malvales (misalnya kembang sepatu dan kapas), serta Solanales (misalnya kentang, terung dan cabai). Adapun anggota tumbuhan monokotil antara lain adalah ordo Liliales (misalnya lili dan bawang putih), Orchidales (misalnya anggrek dan vanili), dan Poales (misalnya padi dan bambu).

Keanekaragaman Tumbuhan di Hutan
Pertumbuhan dan Perkembangan
    Tumbuhan juga mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Kedua proses ini dipengaruhi oleh faktor ekternal dan internal. selain gen, faktor internal yang berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan adalah hormon (fitohormon) yang berperan antara lain untuk merangsang proses pertumbuhan dan pembelahan sel.
    Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan antara lain adalah nutrisi atau zat hara, cahaya, temperatur dan kelembaban. Nutrisi atau zat hara yang diperoleh dari medium pertumbuhan diserap oleh akar. Cahaya berperan dalam proses fotosintesis yang menghasilkan makanan. karena itu, intensitas dan lama penyinaran akan mempengaruhi pertumbuhan organ-organ vegetatitf dan generatif, proses pembungaan, dormansi biji, dan perkecambahan. Temperatur dapat mempengaruhi kerja enzim. Berbagai proses kimia dalam tubuh tumbuhan juga tergantung dari perubahan temperatur udara. adapun kelembaban udara berpengaruh terhadap proses penguapan air dan penyerapan nutrisi.

Sumber : Ensiklopedi Umum Untuk Pelajar dan Nuture Life : Plant