"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Selasa, 12 April 2016

ARUS LAUT

   Arus laut adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ke tempat lain, baik secara vertikal maupun horizontal. Gerakan air laut dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya adalah :
  1. Arus karena angin. Arus ini disebabkan oleh tiupan angin. Sebagai contoh, adanya angin musim (Monsun) dapat menyebabkan arus angin muson di mana waktu terjadinya berlangsung selama enam bulan. Arus ini pernah dimanfaatkan oleh nenek moyang kita sewaktu berlayar untuk berdagang. Letak dan bentuk pantai juga menentukan arah arus ini.
  2. Arus karena gravitasi bulan ( Pasang dan surut ). Pasang adalah gerakan yang berganti-ganti antara naik dan turunnya air laut. Gerakan ini terjadi dua kali dalam sehari sebagai akibat gaya tarik bulan dan matahari. Menurut posisi bulan, pasang semacam ini dibedakan menjadi dua macam yaitu :
  • Pasang purnama (Spring tide) adalah peristiwa pasang naik dan pasang surut terbesar. Pasang ini terjadi pada saat bulan berkonjyngsi, yaitu kedudukan bulan, bumi, dan matahari berada di satu garis lurus. Akibatnya, gaya tarik bulan dan matahari berkumpul dan bergabung untuk menarik permukaan bumi. Permukaan bumi yang menghadap ke bulan mengalami pasang terjadi dua kali yaitu saat bulan purnama dan bulan baru.
  • Pasang perbani (Neap tide) adalah peristiwa terjadinya pasang naik dan pasang surut terendah. Pada pasang perbani, posisi bulan -bumi-matahari membentuk sudut 90o. Jadi bumi merupakan titik sudutnya. Oleh karena gaya tarik bulan dan matahari tidak menuju ke satu posisi, permukaan air laut yang mengalami pasang tidak begitu tinggi.
Berdasarkan suhunya arus laut dibedakan atas :
  1. Arus panas. Arus ini berasal dari daerah lintang rendah menuju lintang tinggi (Kutub). Arus panas adalah arus yang suhunya lebih panas daripada daerah yang dilaluinya. Keuntungan dari arus panas ini adalah dapat mencairkan es-es yang di laut yang dilaluinya. Contoh arus panas di dunia antara lain Arus Oyasiwo di Jepang, Arus teluk di sekitar Florida dan Arus Atlantik utara dan Arus Norwegia. 
  2. Arus dingin. Secara fisik arus dingin adalah arus laut yang berawal dari lintang tinggi (dari Kutub) menuju lintang rendah di Khatulistiwa. Arus dingin adalah arus yang suhunya lebih dingin daripada suhu air yang didatangi. Contoh arus dingin antara lain Arus Kurosyiwo, Arus Peru, Arus Anadyr dan arus Labrador. Keuntungan dari adanya arus panas dan arus dingin adalah banyaknya ikan yang berkumpul di tempat pertemuan arus panas dan arus dingin. Hal ini disebabkan ikan suka hidup di tempat yang hangat. Oleh karena itu daerah yang menjadi tempat pertemuan arus ini kaya akan ikan contohnya adalah perairan Jepang tempat bertemunya arus Panas Kurosyiwo dan arus dingin Oyasyiwo.ar
    Gelombang laut atau ombak adalah gerakan air laut yang paling umum dan mudah diamati. Gelombang berasal d ari tengah lautan menuju pantai. Gelombang sebenarnya merupakan gerakan naik dan turunnya air laut yang disebabkan kekuatan angin ataupun gempa tektonik di dasar laut. Gesekan angin membentuk gerakan sirkulasi sehingga permukaan air menjadi naik dan turun.
   Menurut penyebabnya, ada beberapa jenis gelombang laut diantaranya :
  1. Gelombang laut karena angin. Gelombang laut ini terjadi karena adanya gesekan angin di permukaan sehingga arah gelombang sesuai dengan arah angin.
  2. Gelombang laut karena menabrak pantai. Gelombang laut ini terjadi karena ketika sampai ke pantai, gelombang akan terhempas dan akhirnya pecah. Air yang pecah itu akan menjadi arus balik dan membentuk gelombang. Oleh karena itu, arah gelombang akan berlawanan dengan arah datangnya gelombang.
  3. Gelombang laut karena gempa bumi. Gelombang yang terbentuk akibat gempa di dasar laut ini terjadi karena adanya gunung laut yang meletus atau adanya getaran/pergeseran kulit bumi di dasar laut. Contoh : Gempa Tektonik Desember 2004 di sebelah barat Aceh dan Sumatera Utara yang mengakibatkan gelombang Tsunami dengan korban jiwa mencapai lebih dari 200.000 jiwa.  
Beberapa istilah gelombang laut diantaranya :
  • Panjang gelombang adalah jarak antara puncak gelombang yang satu dan puncak gelombang yang lain.
  • Tinggi gelombang adalah jarak antara puncak gelombang dan lembah gelombang. Umumnya, tinggi gelombang semakin mendekati pantai semakin meruncing dan akhirnya pecah menjadi ombak.




Kamis, 07 April 2016

BENTUK MUKA BUMI AKIBAT TENAGA ENDOGEN

   Proses pembentukan muka bumi secara Endogen umumnya bersifat Konstruktif atau membangun. Proses ini ada yang berlangsung cepat dan ada yang berlangsung lambat. Adapun Tenaga Endogen pembentuk muka bumi ini terdiri atas :
  1. Tektonisme yaitu proses pembentukan muka bumi yang berkaitan dengan pergerakan dari dalam bumi dan proses radioaktif di dalam magma. Tektonisme ini umumnya merupakan kekuatan yang bekerja di dalam lapisan bumi yang dapat menimbulkan patahan, lipatan, maupun pergeseran secara vertikal atau horizontal. Peristiwa tektonisme ini dapat terjadi akibat adanya aliran energi panas yang berasal dari inti bumi di lapisan mantel yang disebut aliran konveksi. Aliran Konveksi ini menyebabkan pergerakan atau pergeseran lapisan kulit bumi, saling mendekat maupun saling menjauh. Akibatnya, bentuk lapisan kulit bumi dapat berubah menjadi bentuk lipatan, patahan atau gunung api. Tektonisme dibedakan menjadi 2 macam gerak yaitu : 
  • Gerak Epirogenetik adalah gerak yang berlangsung secara perlahan dan dalam jangka waktu yang lama.
  • Gerak Orogenetik adalah gerak yang berlangsung secara cepat. Gerak ini dapat membentuk deretan pegunungan lipatan maupun patahan.  
  1. Vulkanisme adalah proses pembentukan muka bumi yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik atau gunung api, misalnya gejala naiknya magma ke permukaan bumi melalui kepundan disebut lava dan prosesnya disebut erupsi. Namun demikian, magma tidak selalu mampu keluar mencapai permukaan bumi. Hal ini disebabkan oleh karena magma terhambat batuan yang solid (kuat) sehingga magma tidak mampu menembus lapisan bumi. Keluarnya magma dari dalam gunung api turut disertai material padat, cair dan gas. Kekuatan letusan gunung api dipengaruhi oleh tenaga yang terdapat di lubang kepundan. Letusan gunung api yang kuat umumnya dikenal sebagai letusan Ekplosif, sedangkan letusan yang lemah disebut letusan Efusif.
  2. Seisme atau gempa bumi adalah getaran yang dirasakan di permukaan bumi akibat adanya gejolak atau aksi di dalam bumi. Pusat gempa di dalam bumi disebut hiposentrum, sedangkan pusat gempa di permukaan bumi yang berada tepat tegak lurus di atas hiposentrum disebut Episentrum. Getaran gempa bumi dapat mempengaruhi lapisan kulit bumi, sehingga dapat menyebabkan perubahan bentuk. Sebagai contoh pebukitan yang berubah bentuk menjadi dataran akibat gempa bumi berkekuatan besar. Menurut faktor penyebabnya, gempa bumi dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
  • Gempa bumi runtuhan (Gempa Terban), merupakan gempa yang terjadi akibat runtuhnya dinding/atap gua atau dinding terowongan.
  • Gempa bumi vulkanik, merupakan gempa yang terjadi akibat kegiatan gunung api (Vulkanisme). Gempa bumi ini berlangsung sebelum, selama dan sesudah terjadinya letusan gunung api.
  • Gempa bumi tektonik, yaitu gempa bumi yang terjadi akibat kegiatan tektonik, seperti patahan, retakan, pergeseran, dan longsor yang meliputi daerah yang sangat luas.
Bentuk muka bumi akibat tenaga Endogen 
   Pergerakan kerak bumi akibat tenaga endogen dapat mempengaruhi relief dan bentuk muka bumi, misalnya membentuk daerah lipatan, patahan, maupun rangkaian gunung api.
  1. Muka bumi berbentuk lipatan. Lipatan adalah bentuk permukaan bumi yang bergelombang dan arahnya mendatar. Daerah lipatan yang tinggi atau puncak lipatan disebut antiklin, sedangkan daerah lipatan yang rendah atau lembah lipatan disebut Sinklin, Tekanan lebih lanjut pada lapisan kulit bumi atau pada daerah lipatan yang telah ada dapat mengakibatkan berbagai bentuk lipatan yang lebih rumit, seperti lipatan miring, lipatan rebah, lipatan menggantung, lipatan isoklin, atau lipatan rebah berpindah menjadi sesar sungkup.
  2. Muka bumi berbentuk patahan. Patahan terjadi karena retaknya atau patahnya suatu bentangan, misalnya retakan miring. Patahan dapat juga terjadi karena pengurangan isi lapisan dalam kerak bumi, misalnya akibat letusan gunung api sehingga s atu bagian kulit bumi merosot, atau proses tekanan dari dalam bumi. Pada umumnya, patahan terjadi di daerah batuan yang solid dan keras seperti batuan beku dan metamorfosa. Bentuk paahan bermacam-macam antara lain Slenk (Terban/Graben) adalah bentuk patahan yang mengalami penurunan ke bawah dan terletak di antara dua bagian yang tinggi, masing-masing bagian tersebut dipisahkan oleh bidang-bidang patahan. Horst adalah bentuk patahan yang mengalami pengangkatan dan terletak di antara dua bagian yang rendah, masing-masing bagian tersebut dipisahkan oleh bidang patahan.
  3. Gunung api adalah tonjolan di permukaan bumi sebagai akibat keluarnya magma dari dalam bumi melalui kepundan. Proses terbentuknya gunung api dapat disebabkan oleh tekanan kuat magma yang tertahan di dalam bumi serta mampu mendorong dan menembus lapisan bumi sehingga akhirnya keluar ke permukaan bumi melalui kepundan. Proses keluarnya magma ke permukaan bumi umumnya disertai dengan letusan. Kekuatan letusan gunung api berpengaruh terhadap bentuk gunung api. Berdasarkan bentuknya gunung api dibedakan atas 3 macam yaitu :
  • Gunung api strato/kerucut, memiliki puncak yang runcing atau lancip seperti kerucut, berlereng curam, dan memiliki daya letusan yang cukup tinggi.
  • Gunung api perisai berpuncak lebar dan berlereng landai, memiliki frekuensi letusan yang cukup, akan tetapi lebih sering tenang.
  • Gunung api Maar memiliki puncak dengan lubang kepundan yang lebar, berbentuk corong, dan berlereng sedang. Gunung ini terbentuk akibat letusan yang sangat dahsyat. Saat meletus, sebagian puncaknya akan terlempar dan menyisakan lubang berbentuk corong yang besar.
Patahan
Lipatan






Selasa, 05 April 2016

BENTUK MUKA BUMI DI DASAR LAUTAN

   Bentuk permukaan dasar laut serupa dengan permukaan daratan, yaitu tidaklah rata. Sama dengan di daratan lautan juga mempunyai relief yang beraneka ragam. Relief dasar laut adalah perbedaan vertikal antara bagian yang tinggi dan bagian yang rendah pada permukaan bumi di bagian dasar laut. Bentuk-bentuk muka bumi di dasar laut antara lain :
  1. Paparan benua atau Continental Shelf yaitu dasar pantai yang melandai ke arah laut dengan kedalaman antara 16-550 dibawah permukaan laut atau rata-rata dibawah 200 mdpl. Paparan benua disebut juga dangkalan, selasar atau Shelf. Contoh : Dangkalan sunda dan dangkalan sahul.
  2. Lereng benua, yaitu daerah yang lebih jauh dari paparan benua dengan kedalaman antara 130 - 4.000 meter.
  3. Lubuk laut (Basin) adalah dasar laut yang dalamnya sampai ribuan meter, biasanya berbentuk cekungan seperti kubangan yang sangat luas. Contoh Lubuk laut sulawsi dengan kedalman 6.220 m dan lubuk laut Aru dengan kedalaman 3.680 m.
  4. Palung Laut (Trog), yaitu dasar laut yang dalamnya mencapai ribuan meter, lembahnya memanjang dan tepinya sangat curam. Misalnya Selat Makasar, Laut Flores dan Laut Banda
  5. Punggung laut, yaitu pegunungan di dasar laut yang punggungnya muncul di atas permukan laut, sehingga merupakan deretan Kepulauan, misalnya Kepulauan Sangir Talaud, Kepulauan Mentawai, dan kepulauan Watubela di Maluku.
  6. Gunung Laut adalah gunung yang dasarnya berada di dalam laut. Adapula gunung laut yang puncaknya tinggi menjulang melewati permukaan laut. Misalnya Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, dan gunung Api di Pulau Banda.
  7. Ambang laut yaitu dasar laut yang mencuat kemudian memisahkan perairan yang satu dengan perairan yang lainnya.Cotoh : Laut Sulawesi.
  8. Pesisir adalah bagian daratan yang tergenang ketika air laut pasang dan kering ketika air laut surut
  9. Pantai, bagian daratan yang berbatasan dengan laut tempat pertemuan antara daratan dan laut
  10. Pulau karang (Atol) adalah Pulau-pulau yang sebagian atau seluruhnya terdiri atas karang sedangkan bagian tepinya berbentuk cincin.
  11. Guyot adalah bukit di dasar laut yang menjulang sendiri dengan bagian puncaknya rata.