"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Jumat, 06 Januari 2017

PALA : TANAMAN REMPAH-REMPAH ASLI INDONESIA

    Pala adalah kelompok tumbuhan dikotil dari marga Mtristica yang berbiji keras dan arilnya digunakan sebagai rempah-rempah. Anggota suku Myristicaceae ini merupakan tumbuhan tropis asli Indonesia yang berasal dari Maluku. Pada saat ini, pala juga telah dibudidayakan sebagai bahan baku industri kosmetik di wilayah Asia Selatan, Amerika Selatan dan Amerika Tengah.
    Pala tumbuh secara optimal di darah berketinggian sekitar 500-700 m di atas permukaan laut, bertemperatur udara 20-30oC, dan bercurah hujan sekitar 2.000-3.000 mm pertahun. Tumbuhan ini juga memerlukan tekstur tanah liat berpasir dengan pH 5,5-6,5. 

Buah Pala
Myristica Fragans
    Jenis-jenis pala yang sudah dibudidayakan meliputi Myristiica fragans, Myristica argentea, Myristica fattua, Myristica specioga, Myristica sucedona dan Myristica malabarica. Sentra perkebunan pala di Indonesia terdapat di Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Papua dan Nanggroe Aceh Darussalam.

Aril
    Pohon pala dapat mencapai ketinggian 20 m. Daunnya berbentuk lonjong dengan bagian ujung yang menyempit. Permukaan bawah daun berwarna biru kehijau-hijauan, sedangkan permukaan atasnya berwarna hijau tua. Bunga pala berwarna kuning, bertangkai kecil, dan tersusun dalam bentuk malai (tandan bunga). Bunga ini biasanya tumbuh pada ketiak daun. Buah pala berbentuk bulat telur dan berwarna kuning dengan daging buah yang tebal. Bijinya berkulit keras, berwarna cokelat dan berselaput biji. Selaput biji yang berdaging dan berwarna merah ini disebut juga dengan istilah aril atau fuli.
Tanaman dan buah Pala
Trimiristin
    Perbanyakan tanaman pala dilakukan baik secara generatif (biji) maupun secara vegetatif (cangkok, enten, okulasi, dan setek). Pada umumnya tanaman ini mulai berbuah ketika berumur 70 tahun. Buah pala dapat dipanen sesudah 6-7 bulan sejak berbunga. Pala dapat menghasilkan jumlah produksi tertinggi ketika sudah berumur 25 tahun. Kandungan kimia yang terdapat pada biji dan aril pala meliputi air, karbohidrat, protein, minyak campuran, minyak asiri (pinen, kampen, dan dipenten), lemak pala atau trimiristin, vitamin A,B, dan C, resin dan mineral.

Buah Pala untuk Pengobatan
Minyak Pala
    Kulit batang, daun, bunga, aril, dan biji pala dapat menghasilkan minyak asiri atau minyak pala yang diperoleh melalui proses penyulingan. Proses tersebut dapat menghasilkan 7-16% minyak pala yang berwarna kuning muda atau hampir tidak berwarna dan beraroma khas. Minyak ini seringkali digunakan dalam industri pengolahan makanan dan minuman, kosmetik, maupun farmasi.
    Selain minyak pala, tanaman pala dapat diolah menjadi berbagai produk. Daging buah pala dapat diproses menjadi beberapa jenis makanan seperti manisan, asinan, selai, dodol dan sirop. Aril yang telah dikeringkan dijual sebagai bumbu masakan.

Sirup Buah Pala
Tanaman Obat
    Biji pala dapat dimanfaatkan untuk mengobati gangguan pencernaan seperti mual-mual, dan kurang nafsu makan, menyembuhkan luka pada ginjal, serta mengobati gangguan pada saluran kencing. Meskipun demikian, pemakaian biji pala dalam dosis yang tinggi dapat juga menimbulkan efek rangsangan yang kuat pada sistem saraf, yang disusul dengan depresi dan tanda keracunan seperti sakit kepala, kejang-kejang dan halusinasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon maaf, Blog Ini dibuat dengan konten berbagai sumber untuk menumbuhkan cinta lingkungan pada generasi muda Indonesia baik flora, fauna maupun alamnya dan sama sekali tidak bertujuan komersial.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.