"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Rabu, 24 Maret 2010

IKAN MAS : UNTUK DIKONSUMSI DAN IKAN HIAS

    Ikan Mas bertubuh langsing. Sisiknya ada yang berwarna keperakan, merah, kuning keemasan, cokelat, abu-abu, hitam, dan putih. Ikan mas merupakan ikan air tawar yang berasal dari suku Crprindae. Selain dimakan, ikan ini juga berfungsi sebagai ikan hias. Jenis ikan mas paling populer adalah ikan mas biasa (Cyprinus carpio).
 Ikan Mas Koki
    Panjang ikan mas bervariasi, mulai dari 8 cm sampai lebih dari 30 cm. Ikan ini mempunyai mata yang berukuran kecil. Marga Cyprinus memiliki ciri khas berupa dua buah sungut di ujung mulutnya. Ciri ini tidak dimiliki oleh marga Carassius. Umur ikan mas dapat mencapai 15 tahun, sedangkan ikan yang dipelihara di akuarium dapat hidup sampai 5 tahun.

 Ikan Mas biasa (Cyprinus carpio)
  Budi Daya Ikan Mas
    Budi daya ikan mas pertama kali dilakukan di Cina pada masa Dinasti Sung (960-1279). Pada mulanya, ikan mas hanya berwarna cokelat. Bangsa Cina kemudian mengembangbiakkan ikan ini agar menghasilkan ikan yang berwarna terang dan berbentuk unik. Ikan mas diperkenalkan di Inggris dan Perancis pada abad ke 18. Saat ini ikan mas telah menyebar ke seluruh dunia. Ikan mas biasa (ikan karper atau tombro) sangat dikenal di Indonesia sebagai ikan konsumsi. Ikan ini banyak dipelihara di kolam yang berarus.

Budi daya Ikan Mas
Masa Bertelur
    Ikan mas bereproduksi dengan cara bertelur. Masa bertelur terjadi pada awal musim hujan. Ketika musim bertelur tiba, warna ikan mas menjadi lebih cerah. Perut ikan betina membesar, sedangkan insang dan sirip ikan jantan mengembang. Telur yang dikeluarkan oleh ikan betina kemudian menempel pada tumbuhan air. Telur tersebut akan menetas setelah berumur seminggu. Telur ikan mas berbentuk bulat dengan diameter sekitar 1,5 - 1,8 mm dan berat sekitar 0,1-0,2 mg. Setelah menetas, telur berkembang menjadi larva. Larva ikan mas memiliki kantong kuning telur yang berfungsi sebagai cadangan makanan. Kantong kuning telur akan hilang dalam 2-4 hari.

Ikan Mas bisa dikonsumsi dan sebagai ikan hias
Perawatan Ikan Mas
    Perawatan ikan mas lebih mudah daripada ikan budi daya lainnya. Ikan ini dapat dipelihara di kolam atau di akuarium. Akuarium yang mempunyai sisi tegak akan memberikan permukaan yang lebih luas untuk pemasukan udara dibandingkan dengan sisi yang berlekuk. Air akuarium atau kolam sebaiknya mempunyai temperatur sekitar 18o C. Selain itu, air harus bersih dan bebas dari zat kimia beracun. Perubahan temperatur air yang terlalu besar akan mengakibatkan kematian bagi ikan ini. Pakan ikan mas biasanya berupa cacing, bubuk roti, serangga air, dan tumbuhan air. Pakan ini sebaiknya diberikan sehari sekali.

Masakan Gulai Ikan Mas disukai banyak orang

Ikan Mas Koki
    Ikan mas koki (Carassius auratus) adalah keturunan ikan mas yang bentuk badannya telah menyimpang dari bentuk aslinya. Sejak 1.000 tahun lalu, di Cina telah dihasilkan berbagai bentuk ikan mas koki dengan warna dan bentuk yang sangat bervariasi. Badan ikan mas koki umumnya pendek membulat dengan sirip ekor pipih melebar dan terbelah dua di tengah-tengah. Umumnya sirip ikan mas koki lebih panjang daripada ikan mas biasa.
Pepes Ikan Mas Majalaya yang mengundang selera makan

KEGELAPAN DAN GELOMBANG DI DASAR LAUTAN

"Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun." (Al Qur'an, 24:40)

Keadaan umum tentang lautan yang dalam dijelaskan dalam buku berjudul Oceans:
Ombak di Lautan
Kegelapan dalam lautan dan samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200 meter atau lebih. Pada kedalaman ini, hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak terdapat cahaya sama sekali. (Elder, Danny; and John Pernetta, 1991, Oceans, London, Mitchell Beazley Publishers, s. 27)
Morfologi Dasar laut
Kini, kita telah mengetahui tentang keadaan umum lautan tersebut, ciri-ciri makhluk hidup yang ada di dalamnya, kadar garamnya, serta jumlah air, luas permukaan dan kedalamannya. Kapal selam dan perangkat khusus yang dikembangkan menggunakan teknologi modern, memungkinkan para ilmuwan untuk mendapatkan informasi ini.

Manusia tak mampu menyelam pada kedalaman di bawah 40 meter tanpa bantuan peralatan khusus. Mereka tak mampu bertahan hidup di bagian samudra yang dalam nan gelap, seperti pada kedalaman 200 meter. Karena alasan inilah, para ilmuwan hanya baru-baru ini saja mampu menemukan informasi sangat rinci tersebut tentang kelautan. Namun, pernyataan "gelap gulita di lautan yang dalam" digunakan dalam surat An Nuur 1400 tahun lalu. Ini sudah pasti salah satu keajaiban Al Qur’an, sebab infomasi ini dinyatakan di saat belum ada perangkat yang memungkinkan manusia untuk menyelam di kedalaman samudra.

Selain itu, pernyataan di ayat ke-40 surat An Nuur "Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan…" mengarahkan perhatian kita pada satu keajaiban Al Qur’an yang lain.
Sisa-sisa kota yang tenggelam di dasar laut

Para ilmuwan baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang di dasar lautan, yang "terjadi pada pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda." Gelombang yang dinamakan gelombang internal ini meliputi wilayah perairan di kedalaman lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini air laut memiliki massa jenis lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat tertentu. (Gross, M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6. edition, Englewood Cliffs, Prentice-Hall Inc., s. 205)
Pusaran dan gelombang di dasar laut

Pernyataan-pernyataan dalam Al Qur'an benar-benar bersesuaian dengan penjelasan di atas. Tanpa adanya penelitian, seseorang hanya mampu melihat gelombang di permukaan laut. Mustahil seseorang mampu mengamati keberadaan gelombang internal di dasar laut. Akan tetapi, dalam surat An Nuur, Allah mengarahkan perhatian kita pada jenis gelombang yang terdapat di kedalaman samudra. Sungguh, fakta yang baru saja diketemukan para ilmuwan ini memperlihatkan sekali lagi bahwa Al Qur'an adalah kalam Allah.

Sumber : Harun Yahya : Keajaiban Al Qur'an


Kamis, 18 Maret 2010

SATELIT : TEKNOLOGI ANTARIKSA BUATAN MANUSIA

    Satelit adalah segala obyek yang bergerak dalam orbitnya mengelilingi suatu planet. Satelit terbagi dua, yaitu satelit alam dan satelit buatan. Satelit alam disebut juga bulan. Adapun satelit buatan adalah wahana ruang angkasa yang dirancang untuk bergerak menempuh jalur yang sudah ditentukan, biasanya mengitari bumi, guna mengumpulkan dan mengirimkan data atau informasi yang diperlukan.
    Satelit buatan digunakan antara lain untuk keperluan telekomunikasi, mengamati perubahan lingkungan di bumi, mengamati cuaca dan mengamati angkasa luar. Teknologi satelit yang memadukan teknologi luar angkasa dan komonikasi menjadi tonggak revolusi komunikasi pada pertengahan abad ke 20. Ada berbagai jenis satelit buatan. Akan tetapi, dalam kaitannya dengan pelayanan atau kegunaannya satelit buatan dapat digolongkan menjadi 2 jenis utama, yaitu satelit pengamatan dan satelit komunikasi.

Satelit Palapa melintasi wilayah Indonesia
 Satelit Pengamatan
    Satelit pengamatan digunakan untuk memantau atau mengamati kondisi lingkungan di bumi. Penggunaan satelit pengamatan jauh lebih unggul dibandingkan dengan teknik tradisional, misalnya dengan pengamatan daratan atau fotografi udara. Satelit pengamatan ada yang digunakan untuk mengamati cuaca, seperti hujan, badai, awan, perubahan suhu daratan dan lautan, serta untuk membuat peta cuaca. Ada juga satelit pengamatan yang digunakan untuk mengamati perubahan penduduk, vegetasi, polusi, dan faktor-faktor geologis, seperti kandungan mineral yang terdapat di bumi. Data yang diperoleh dari satelit ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian, kehutanan, hidrologi, oseanografi, serta untuk melakukan tindakan pencegahan jika diperkirakan akan terjadi bencana alam. Sementara di bidang militer. satelit pengamatan digunakan untuk mengamati lokasi peluru kendali balistik, pengujian dan penghancuran senjata, serta keperluan perang lainnya.

 Satelit Palapa
Satelit Komunikasi
    Satelit komunikasi digunakan untuk komunikasi jarak jauh (telekomunikasi) dan pengiriman data antara stasiun di bumi yang terhubungkan dengan jaringan telekomunikasi. Satelit ini juga digunakan sebagai fasilitas komunikasi dengan alat transportasi, seperti kapal laut atau pesawat terbang. Satelit komunikasi memungkinkan penduduk di wilayah terpencil atau terisolasi untuk dapat juga mengakses jaringan komunikasi global.
Jangkauan wilayah Satelit Palapa
 Satelit Palapa
   Satelit Palapa adalah satelit milik Indonesia yang dibangun sebagai sarana komunikasi antar wilayah di Indonesia. Satelit ini dibuat karena pemerintah Indonesia merasa perlu memiliki sarana komunikasi yang dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Satelit Palapa 1 diluncurkan pada tanggal 17 Agustus 1976. Palapa 1 dihubungkan dengan stasiun-stasiun bumi yang terdapat di setiap provinsi dan di daerah industri. Kemampuan Palapa 1 mentransmisikan sinyal televisi membuka peluang untuk menggunakan satelit tersebut bagi penyebaran informasi kepada masyarakat di seluruh pelosok wilayah Indonesia.