"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Sabtu, 15 Oktober 2016

KURA-KURA : REPTILIA DENGAN TEMPURUNG PERISAI

 
    Kura-kura adalah kelompok reptilia dari Ordo Testudines (Chelonia) yang memiliki tempurung kulit berbentuk seperti perisai pada punggungnya. Hewan yang berjalan dengan lambat ini hidup di darat, di perairan air tawar dan di laut. Kura-kura yang dapat menarik lehernya secara vertikal digolongkan dalam subordo Cryptodira, sedangkan kura-kura yang dapat menarik lehernya secara horizontal digolongkan dalam subordo Pleurodira. Saat ini populasi kura-kura terancam oleh kegiatan perburuan dan kerusakan habitat aslinya. Kura-kura termasuk hewan yang berumur panjang. Kura-kura raksasa (Testudo elephantopus) yang hidup di kepulauan Galapagos (Equador) dapat berumur lebih dari 100 tahun.
Tempurung Kulit
    Ukuran tubuh kura-kura bervariasi. Bebarapa spesies memiliki panjang tubuh kurang dari 10 cm. Adapun spesies kura-kura terbesar di dunia, yaitu penyu kulit Atlantik (Dermochelys coriacea), panjangnya mencapai 3,7 m dan beratnya lebih dari 680 kg. Kepala, anggota gerak, dan ekor dilindungi oleh tempurung kulit yang terbuat dari protein keratin. Tempurung bagian atas disebut karapaks, sedangkan tempurung bagian bawah disebut plastron.

Kaki renang
    Kura-kura memiliki dua pasang anggota gerak yang digunakan untuk berjalan dan berenang.Kura-kura yang hidup di darat memiliki kaki yang kuat untuk mendukung tempurung kulitnya. Kelompok ini umumnya berjalan dengan kecepatan kurang dari 0,5 km/jam. Penyu atau kura-kura yang hidup di laut memiliki kaki pipih yang berfungsi sebagai kaki renang. Penyu tersebut dapat berenang di air dengan kecepatan lebih dari 30 km/jam.

Rahang
    Meskipun tidak bergigi, kura-kura memiliki rahang dari zat tanduk yang dapat digunakan untuk mengunyah makanan. Pada umumnya,kura-kura merupakan omnivora yang memakan tumbuh-tumbuhan maupun hewan lain. Adapun kelompok kura-kura yang hidup di air biasanya memangsa ikan, moluska atau krustesea. Semua kura-kura bertelur di darat. Jumlah telur yang dihasilkan antara 1 - 200 butir, tergantung pada spesies. Kura-kura betina meletakkan telurnya di dalam lubang yang digalinya sendiri. Setelah itu, telur ditutup dengan tanah atau pasir sampai menetas.

Penyu
    Penyu merupakan kelompok kura-kura yang hidup di laut. Sebagian besar penyu memiliki karapaks yang pipih. Penyu kawin di dalam air tetapi bersarang dan bertelur di pantai. Induk penyu akan meninggalkan sarangnya setelah bertelur. Menjelang akhir musim panas, telur menetas menjadi anak penyu yang disebut tukik. Tukik kemudian menuju ke laut dengan meninggalkan jejak di pantai. Apabila tukik tumbuh menjadi penyu dewasa, maka hewan ini akan kembali lagi ke pantai (tempat ia menetas) untuk bertelur.

Perlindungan Kura-kura
    Kura-kura sering diburu untuk diambil bagian-bagian tubuhnya seperti daging, kulit, karapaks dan telur , maupun untuk dijadikan sebagai hewan koleksi dalam bentuk diawetkan (ofsetan). Oleh sebab itu Convention on International Trade In Endangered Species Of Wild Fauna and Flora (CITES) melarang perdagangan kra-kura beserta produk-produknya. Beberapa spesies kura-kura yang dilindungi antara lain Penyu hijau (Chelonia mydas), penyu belimbing (Carreta carreta), Kura-kura Irian (Carretachelys Insculpta), kura-kura air tawar (Orlitia Borneensis) dan kura-kura sungai ( Batagur baska).
 Penyu Belimbing
 Penyu Sisik
 Penyu Hijau
 Kura-kura Galapagos
Kura-kura Air tawar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon maaf, Blog Ini dibuat dengan konten berbagai sumber untuk menumbuhkan cinta lingkungan pada generasi muda Indonesia baik flora, fauna maupun alamnya dan sama sekali tidak bertujuan komersial.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.