"SELAMAT DATANG DI BLOG EKOGEO"(Pendidikan, Geografi dan Lingkungan)

Sabtu, 01 Oktober 2016

KRISTAL : ZAT PADAT PEMBENTUK MINERAL

    Kristal adalah suatu unit terkecil dalam ruang tiga dimensi dari zat padat yang partikel penyusunnya dapat berbentuk atom, molekul, atau ion yang tersusun dengan pola yang teratur. Kristal dalam suatu zat padat berbentuk sama, yakni tersusun secara berulang dan saling bergandengan membentuk struktur padat yang sangat kuat.
    Zat padat yang tidak terbentuk dari kristal disebut zat amorf (amorphous solid). Contoh zat amorf ialah kaca yang terbentuk dari pasir kuarsa. Bila kristal kuarsa dilelehkan dengan tekanan dan suhu yang tinggi akan terbentuk zat padat amorf yang disebut kaca. Kaca dan pasir kuarsa memiliki komposisi kimia yang sama dengan silikon dioksida (SiO2), tetapi bentuknya berbeda. Bentuk struktur kristal ada tujuh jenis yaitu isometrik, tetragonal, heksagonal, rombohedral, ortorombik, monoklin dan triklinik. Zat benda mati umumnya terbuat dari kristl seperti gula pasir, garam, serpihan salju dan batuan.
Kilau Kristal Mineral
Terbentuknya kristal
   Untuk membentuk kristal diperlukan inti pengkristalan yang dapat berupa kristal kecil yang sengaja ditambahkan. Pendinginan atau pemekatan larutan maupun lelehan bahan itu akan saling mendekatkan atom-atom yang kemudian bergabung membentuk kristal. Atom tersebut mengitari inti pengkristalan dalam satuan bangunan (sel satuan). Kristal dapat tumbuh karena bertambahnya atom pada permukaannya dan memperpanjang jaringan sel satuan ke berbagai arah. Untuk membuat suatu kristal besar di laboratorium dibutuhkan larutan jenuh yang bersih. Larutan ini kemudian didinginkan atau pelarutnya diuapkan secara perlahan-lahan.

Kristalografi
    Kristalografi adalah cabang ilmu yang mempelajari bentuk, bangunan, dan sistem bergerombolnya kristal. Kristalografi diajarkan pada jurusan Geologi, Fisikadan Kimia. Kristalografi mempelajari dan mengidentifikasi bangunan atom dari kristal dengan menggunakan berbagai peralatan canggih. Cabang ilmu ini juga melakukan pengukuran sudut antar muka kristal dan menganalisis penataan simetris permukaan kristal.

Kristalisasi
    Kristalisasi adalah proses pemisahan zat terlarut (Solute) dan larutannya (Solven). Terpisahnya solute dan solven disebabkan karena konsentrasi solute dalam larutan melebihi batas kelarutannya (larutan super jenuh). Akibatnya jumlah solute dalam larutan hanya sebagian, sedangkan sisanya akan mengendap dan menyatu membentuk kristal padat. Cara membuat larutan super jenuh yaitu pendinginan larutan, penguapan solven, dan penambahan zat lain yang dapat mengurangi solute dalam larutan. Contoh proses kristalisasi ialah pembuatan garam dari air laut, pembuatan gula dari air tebu, dan pembuatan susu bubuk dari air susu.

Rekristalisasi
    Rekristalisasi dilakukan karena pada proses kristalisasi, kristal yang diperoleh masih mengandung zat pengotor kristal. Rekristalisasi adalah proses ulang kristalisasi untuk memperoleh kristalisasi murni yang bebas zat pengotor kristal.murni yang bebas zat pengotor kristal. Prosesnya ialah kristal padat yang diperoleh dari kristalisasi dilarutkan dalam air panas, ditambahkan absorben (zat pengadsorpsi seperti karbon aktif) dan diaduk sampai tercampur rata. Penambahan absorben bertujuan untuk menyerap zat pengotor kristal dalam larutan. Setelah zat pengotor kristal terserap absorben, larutan itu kemudian disaring untuk memisahkan absorben dan zat pengotornya.

Kristal Kuarsa
Kristal Tuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon maaf, Blog Ini dibuat dengan konten berbagai sumber untuk menumbuhkan cinta lingkungan pada generasi muda Indonesia baik flora, fauna maupun alamnya dan sama sekali tidak bertujuan komersial.

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.